QG106 – Raster
Analysis
Raster Information
Clipping Raster
Raster Conversion
• Reprojection & Resampling
• Raster Format
Silabus Terrain Data Analysis
• Contour
• Slope/Aspect
Raster Calculator
Raster → Vector Conversion
Z Value from Raster
Raster Information
1. Pilih Raster > Miscellaneous > Raster 2. Pilih input image raster. Centang opsi kedua dan isi
Information direktori penyimpanan.
Raster Information
Raster Information akan
memberikan informasi
mengenai sistem koordinat
raster yang digunakan,
resolusi, extent dari raster,
dan nilai statistic dari raster.
Raster Clipping
1. Masukkan file vektor yang akan digunakan untuk 2. Pilih Raster > Extraction > Clip Raster by Mask
ekstraksi Layer
Raster Clipping
Input Layer: file raster yang akan dipotong
Mask Layer: file vektor sebagai mask
I/O CRS: akan mengikuti file inputan raster
Clipped (mask): lokasi dan nama dari file
hasil yang sudah dipotong
Raster Clipping
Input Output
Raster Conversion – Reprojection & Resampling
1. Pilih Raster > Projections > Warp (Reproject) 2. Masukkan raster yang akan direproyeksi. Masukkan
informasi Source CRS.
Raster Conversion – Reprojection & Resampling
3. Pilih sistem koordinat UTM 50N dengan bantuan 4. Pilih metode resampling dari raster.
filter pada CRS Selector. Lalu klik OK.
Raster Conversion – Reprojection & Resampling
5. Masukkan besaran resolusi setelah resampling 6. Masukkan direktori dan nama output. Lalu klik Run.
(25 m)
Raster Conversion – Reprojection & Resampling
Sebelum Reproject & Resample Sesudah Reproject & Resample
Raster Conversion – Raster Format
1. Pilih Raster > Conversion > Traslate (Convert 2. Pilih mode penyimpanan Save to File. Pilih format file
Format). raster yang sesuai.
Raster Conversion – Raster Format
3. Masukkan nama file output dan klik Save 4. Pilih Run
Terrain Data Analysis – Contour
Garis kontur adalah
garis yang
menghubungkan titik
pada ketinggian yang
sama.
Interval kontur akan
tergantung pada skala
peta yang akan
dihasilkan.
Terrain Data Analysis – Contour
1. Pilih Raster > Extraction > Contour 2. Masukkan raster yang akan diekstraksi
Terrain Data Analysis – Contour
3. Masukkan interval kontur yang akan dibentuk. Beri Contoh hasil Output:
nama untuk output. Klik Run.
Terrain Data Analysis – Slope & Aspect
Slope Aspect
• Slope atau kelerengan adalah • Aspect adalah sudut azimuth
perbandingan antara beda sebuah permukaan menghadap
tinggi dengan jarak. matahari.
• Kemiringan lereng banyak • Arti sudut Aspect:
digunakan dalam berbagai • 0 ° = permukaan menghadap
macam aplikasi, salah satunya utara
adalah penentuan kesesuaian • 90 ° = permukaan menghadap
lahan untuk tanaman. timur
• 180 °= menghadap selatan
• 270 °= menghadap barat
Terrain Data Analysis – Slope
1. Pilih Raster > Analysis > Slope. 2. Centang perhitungan Slope dalam satuan %. Masukkan
nama output dan klik Run.
Terrain Data Analysis – Aspect
1. Pilih Raster > Analysis > Aspect 2. Masukkan raster yang akan diproses dan beri nama
untuk hasil beserta direktorinya. Lalu klik Run.
Terrain Data Analysis – Slope/Aspect
DEMNAS Slope Aspect
Raster Calculator
Raster Calculator dapat digunakan
untuk berbagai macam manipulasi
raster seperti perhitungan indeks
atau klasifikasi.
Raster Calculator – Flat Area
2. Pilih raster Slope yang sudah dihitung. Masukkan rumus
1. Pilih Raster > Raster Calculator
kriteria flat area 0-8%. Masukkan nama dan direktori output.
Lalu OK.
Raster Calculator – Flat Area
0 = False, atau slope > 8%
1 = True, atau slope <= 8%
Raster → Vector Conversion
2. Pilih raster yang akan dikonversi. Masukkan nama output
1. Pilih Raster > Conversion > Polygonize (Raster
beserta direktorinya.
to Vector)
Raster → Vector Conversion
Raster Vector
Z Value from Raster
2. Pilih vektor MuaraWahau dan Target CRS adalah UTM
1. Pilih Reproject Layer dari Processing Toolbox
Zona 50N.
Z Value from Raster
4. Untuk Input Extent, pilih Calculate from Layer dan pilih layer
3. Pilih Vector > Research Tools > Regular Points yang sudah direproyeksi.
Z Value from Raster
5. Point spacing yang dimasukkan adalah 1 km. Hasil dari Regular Points:
Masukkan nama output dan Run.
Z Value from Raster
5. Potong titik tersebut dengan Clip Vector (Vector 6. Input Layer yang dimasukkan adalah Layer titik. Overlay
> Geoprocessing Tools > Clip). Layer yang dimasukkan adalah layer MuaraWahau yang
sudah direproyeksi.
Z Value from Raster
Clip
Z Value from Raster
8. Untuk Input Layer dimasukkan titik-titik yang sudah
dipotong. Raster layer yang dimasukkan adalah DEMNAS
yang sudah dipotong. Dan Output Column yang
dimasukkan adalah “Elevasi”. Lalu klik Run.
7. Cari Sample Raster Values
dalam Processing Toolbox
Z Value from Raster
Titik-titik yang
dipotong akan
memiliki nilai elevasi
sesuai dengan nilai
piksel pada Raster.