Laporan Rekayasa Pondasi Dalam 2023
Laporan Rekayasa Pondasi Dalam 2023
REKAYASA PONDASI 2
Dosen Pengampu : Novita Anggraini, [Link]., M.T
KELOMPOK 2
KELAS : 3 TS 1
Oleh :
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia yang telah diberikan, sehingga penulis
dapat menyelesaikan Laporan ini dengan baik. Laporan ini disusun guna
memenuhi tugas besar Ibu Novita Anggraini, SST., M.T. pada mata kuliah
Rekayasa Pondasi Dalam di Politeknik Negeri Malang.
Penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada :
1. Ibu Novita Anggraini, SST., M.T. selaku dosen Pembimbing Mata
Kuliah Rekayasa Pondasi Dalam yang telah memberikan waktunya
dengan penuh kesabaran dan keikhlasan dalam membimbing kami.
2. Dan semua pihak yang terlibat dalam membantu menyelesaikan tugas
laporan ini
Penulis berharap semoga laporan praktek ini dapat bermanfaat bagi para
pembacanya. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun demi penyempurnaan laporan ini. Akhir kata, penulis
ucapkan banyak terima kasih.
Ketua Kelompok
i
DAFTAR ISI
ii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 (a) dan (b) end/point bearing piles (c) friction piles ........................................ 3
Gambar 2 Nilai unit perlawanan ujung tiang (qp) pada tanah pasir homogen .................. 4
Gambar 3 Hubugan (Lb/D)cr dan sudut geser dalam (Mayerhof, 1967) ........................... 5
Gambar 4 Hubungan nialai Nc* dan Nq* maksimum dan sudut gesek dalam, (Mayerhof,
1976) .................................................................................................................................. 5
Gambar 5 Variasi hubugan unit perlawanan ujung tiang pada tanah berlapis ................... 6
Gambar 6 Faktor daya dukung cara janbu's ...................................................................... 8
Gambar 7 Satuan perlawanan geser tiang pada tanah pasir (granuler) .............................. 9
Gambar 8 Harga terhadap tiang (McCleland, 1974) ....................................................... 11
Gambar 9 Aplikasi medode λ pada tanah berlapis .......................................................... 11
Gambar 10 Variasi harga dengan kohesi undrained (Cu) untuk tanah lempung ............. 12
Gambar 11 Tipikal Kelompok tiang ............................................................................... 14
Gambar 12 Daya dukung kelompok pada tanah kohesif ................................................. 15
Gambar 13 Hubungan Nc* dengan Lg/Bf dan L/Bg ....................................................... 15
Gambar 14 Faktor pengaruh dari bentuk distribusi satuan gesek kulit ............................ 17
Gambar 15 Penurunan Kelompok Tiang ........................................................................ 20
Gambar 16 Lokasi Gedung Hotel di Tirtonadi................................................................ 21
Gambar 17 Cara Konvensional ....................................................................................... 24
Gambar 18 Cara Schmertmann dan Nottinghan ............................................................. 25
Gambar 19 Data NSP - T................................................................................................ 27
Gambar 20 Metode λ ...................................................................................................... 28
Gambar 21 Metode α ...................................................................................................... 29
Gambar 22 Banyak Tiang Pancang kolom 1................................................................... 31
Gambar 23 Banyak Tiang Pancang kolom 2................................................................... 32
Gambar 24 Potongan Melintang Pondasi........................................................................ 33
Gambar 25 Penurunan Konsolidasi ................................................................................ 36
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Nilai Ir untuk berbagai jenis tanah ........................................................................ 7
Tabel 2 Nilai Koefisien Tekanan Tanah (K) ...................................................................... 9
Tabel 3 Hasil Sondir ........................................................................................................ 22
Tabel 4 Katalog pondasi .................................................................................................. 23
Tabel 5 Perhitungan Jumlah Pondasi ............................................................................... 31
Tabel 6 Variasi L dan D .................................................................................................. 32
Tabel 7 Daya Dukung Kelompok Pondasi ....................................................................... 32
Tabel 8 Hasil Qall Variasi D dan L ................................................................................. 34
Tabel 9 Nilai Cc .............................................................................................................. 37
Tabel 10 Nilai e0 ............................................................................................................. 38
Tabel 11 Penurunan Pondasi ........................................................................................... 39
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pondasi merupakan bagian paling bawah dari suatu konstruksi. Fungsi
pondasi adalah meneruskan beban konstruksi ke lapisan tanah yang berada
dibawah pondasi. Perencanaan pondasi yang benar apabila beban yang
diteruskan oleh pondasi ke tanah tidak melampaui kekuatan tanah yang
bersangkutan. Secara umum fungsi bangunan pondasi adalah untuk
meneruskan gaya yang diterimanya ke tanah dasar pondasi. Pada pondasi dalam
umumnya digunakan apabila lapisan tanah keras terletak sangat dalam.
Dalam Tugas Besar ini terdapat suatu proyek berupa Gedung Hotel
Tirtonadi berlantai 4 yang berlokasi di Jalan Tirtonadi, Kota Solo dengan luas
tanah 3700 m2 dan memiliki luas bangunan 7295,32 m2. Sudah diketahui beban
vertikal dan jenis tanah, yang akan kami lakukan adalah mencari desain pondasi
yang paling tepat agar gedung hotel 4 lantai dengan beban vertical tersebut
dapat berdiri dengan tegak dan aman.
1.3 Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai pada laporan ini sebagai berikut :
1. Menentukan desain ukuran pondasi.
2. Mengetahui daya dukung pondasi berdasarkan data laboratorium.
3. Mengetahui daya dukung pondasi berdasarkan data lapangan (N-SPT &
Sondir).
4. Mengetahui nilai angka penurunan pondasi.
1
BAB II
DASAR TEORI
2.1 Daya Dukung Tunggal
Perhitungan daya dukung tiang dapat dilakukan dengan cara pendekatan:
statis dan dinamis. Perhitungan daya dukung secara statis dilakukan menurut
teori Mekanika Tanah, yaitu: penggunaan parameter-parameter geser tanah (c
dan Ø), sedangkan perhitungan secara dinamis dilakukan dengan menganalisa
daya dukung batas (ultimit) dengan data yang diperoleh dari data pemancangan
tiang.
Jenis bahan (material) pondasi tiang tergantung pada besarnya beban
yang direncanakan, kondisi lapisan tanah pendukung serta elevasi muka air
tanah. Kekuatan struktur tiang tanpa memperhitungkan pengaruh tekuk, maka
daya dukung tiang tersebut di-tentukan oleh tegangan ijin dari bahan tiang yang
dipakai, , sehingga dapat dinyatakan dalam rumus berikut:
𝑃
𝜎 = ≤ 𝜎̅
𝐴
Dimana:
𝜎 = tegangan pada penampang tiang
𝜎̅ = tegangan ijin dari tiang
P = beban total konstruksi bangunan atas
A = luas penampang tiang
2
Gambar 1 (a) dan (b) end/point bearing piles (c) friction piles
2.1.2 Rumus Umum Daya Dukung Tiang Tunggal
Kapasitas beban ulimit (batas/maksimum) pada tiang (Qu) = tahanan ujung
bawah ultimit (Qp) + tahanan gesek ultimit (Qs) antara dinding dan tanah – berat
sendiri tiang (Wp ).
Qu = Qp + Qs – Wp
Qall = Qu . SF
dimana:
Qu = daya dukung tiang ultimit (batas)
Qp = daya dukung ujung tiang
Qs = daya dukung gesekan selimut tiang
Qall = daya dukung tiang ijin
Wp = berat sendiri tiang
SF = faktor keamanan (safety factor)
2.1.3 Daya Dukung Ujung Tiang (Qp)
Daya dukung ujung tiang secara pendekatan dapat dihitung dengan
menggunakan rumus daya dukung ultimit pondasi dangkal, sebagai berikut:
𝑄𝑝
𝑞𝑝 = = 𝑐𝑝 . 𝑁𝑐 ∗ + 𝑞. 𝑁𝑞 ∗ + 0,5. ϒ. 𝐷. 𝑁ϒ ∗
𝐴𝑝
Dimana :
qp = tahanan ujung per satuan luas tiang [kN/m²]
Qp = daya dukung ujung tiang [kN]
Ap = luas penampang ujung tiang [m²]
c = kohesi tanah pada ujung tiang [kN/m²]
q = . z = tekanan vertikal (overburden) pada ujung tiang [kN/m²]
ϒ = berat volume tanah [kN/m³]
D = diameter tiang [m]
3
Nc*, Nq*, N* = faktor daya dukung yang memasukkan faktor
bentuk dan faktor kedalaman tiang (fungsi dari sudut gesek tanah, Ø)
Dalam kenyataannya nilai 0,5..D.N relatif kecil (diabaikan) dan tekanan
vertikal (overburden) merupakan tekanan vertikal efektif (q'), maka Rumus
diatas dapat ditulis menjadi berikut:
𝑄𝑝 = 𝑞𝑝. 𝐴𝑝 = 𝐴𝑝 . (𝑐. 𝑁𝑐 ∗ +𝑞 ′ . 𝑁𝑞 ∗)
Dimana :
Nc*, Nq* = faktor daya dukung yang memasukkan faktor bentuk dan
faktor kedalaman tiang (fungsi dari sudut gesek tanah, )
Selanjutnya akan dibahas cara menghitung daya dukung ujung tiang
berdasarkan cara : Mayerhof, Vesic’s, Janbu’s.
2.1.4 Cara Mayerhof (1976)
Dalam perhitungnya Mayerhof menggunakan asumsi sebagai berikut:
1) Satuan perlawanan ujung tiang (qp) pada tanah berpasir (granuler)
akan meningkat sesuai dengan ketebalan lapisan pendukung dan
mencapai harga maksimum pada Lb/D = (Lb/D)cr, dimana : Lb adalah
ketebalan tanah homogen yang sama dengan panjang tiang (L),
2) Bila tiang pancang sampai kedalaman pendukung dimana Lb < L, maka
nilai qp
konstan (qp = ql)
3) Faktor daya dukung Nc* dan Nq* menggunakan Gambar 4
Gambar 2 Nilai unit perlawanan ujung tiang (qp) pada tanah pasir homogen
4
Gambar 3 Hubugan (Lb/D)cr dan sudut geser dalam (Mayerhof, 1967)
Gambar 4 Hubungan nialai Nc* dan Nq* maksimum dan sudut gesek dalam,
(Mayerhof, 1976)
Qp = qp . Ap = Ap . q’.Nq*
Harga Qp tidak boleh melampaui harga batas Ap. ql, sehingga
Qp = Ap . q’.Nq* Ap. ql
5
Dengan harga perlawanan ujung batas (ql) adalah :
ql [kN/m²] = 50 . Nq* tan Ø
dimana:
ql = perlawanan ujung batas (ultimit) [kN/m²] atau [lb/ft²]
Ø = sudut gesek dalam [◦]
Ap = luas penampang tiang [m² atau ft]
Np = faktor daya dukung tanah
Gambar 5 Variasi hubugan unit perlawanan ujung tiang pada tanah berlapis
Qp = qp . Ap = Ap .[Link]* = 9 . cu . Ap
dimana:
Qp = daya dukung ujung tiang [kN]
6
qp = tahanan ujung per satuan luas tiang/satuan perlawanan ujung
tiang [kN/m²]
Ap = luas penampang ujung tiang [m²]
cu = kohesi tanah lempung diujung tiang
Daya dukung ujung tiang pada tanah tanah kohesif dengan nilai Ø (c –
Ø ) ≠ 0, maka daya dukung ujung batas dapat dihitung dengan daya
dukung tiang
𝑄𝑝 = 𝑞𝑝. 𝐴𝑝 = 𝐴𝑝 . (𝑐. 𝑁𝑐 ∗ +𝑞 ′ . 𝑁𝑞 ∗)
σo′ = (1+2.𝐾o) . 𝑞′
3
Pada kondisi tidak ada perubahan volume (pada tanah pasir atau lempung
jenuh), maka = 0, sehingga:
Ir = Irr
Harga harga Ir dapat digunakan tabel Tabel 1
Tabel 1 Nilai Ir untuk berbagai jenis tanah
7
Variasi nilai Nc* dan Nq* dengan Ø dan ƞ’ seperti Gambar 6. Nilai ƞ’ = 70
digunakan untuk lempung lunak (soft clays) dan ƞ’ = 105 untuk pasir padat (dense
sandy soils).
8
Gambar 7 Satuan perlawanan geser tiang pada tanah pasir (granuler)
➢ Satuan perlawanan geser Pada Tanah Pasir
Satuan perlawanan geser pada setiap kedalaman yang ditinjau pada
tiang adalah sebagai berikut:
f = K . 𝞂v'. tan ẟ
dimana:
K = koefisien tekanan tanah
𝞂v'= tegangan efektif vertikal pada kedalaman yang ditinjau
ẟ = sudut geser antara tanah dan tiang
Harga K = Kp (koefisien tekanan tanah pasif Rankine) pada ujung
bawah tiang, nilainya < Ko (koefisien tekanan tanah kondisi diam) pada
ujung bawah tiang.
Tabel 2 Nilai Koefisien Tekanan Tanah (K)
9
➢ Satuan perlawanan geser Pada Tanah Lempung
Berikut beberapa metode menentukan satuan perlawanan geser pada
tanah lempung:
1. Metode λ
Metode ini dikemukakan oleh Vijayvergiya dan Focht (1972) yang
didasarkan adanya perubahan tanah akibat tiang yang dipancang
menyebabkan tekanan pasif pada setiap kedalaman, sehingga rata-rata
perlawanan geser kulit (fav) adalah :
fav = λ.( 𝞂v + 2. cu )
Dimana:
𝞂v = tegangan vertikal efektif rata-rata sepanjang tiang
cu = kuat geser undrained rata-rata (untuk = 0)
λ = diperoleh perdasarkan kedalaman pemancangan tiang
Gambar 8
sehingga:
Qs = [Link]
Ilustrasi berikut: cu dan 𝞂v dapat dilihat pada Gambar 9 dengan
perhitungan sebagai berikut:
𝐶̅ (𝐶𝑢1 .𝐿1 + 𝐶𝑢2 .𝐿2+ 𝐶𝑢3 .𝐿3….)
𝑈=
𝐿
(𝐴1 + 𝐴2 + 𝐴3 + ⋯ )
𝜎̅𝑣 =
𝐿
A1, A2, A3, … merupakan luasan dari diagram tegangan efektif
vertikal
10
Gambar 8 Harga terhadap tiang (McCleland, 1974)
11
2. Metode (α)
Metode ini dikemukakan oleh Tomlinson untuk tanah lempung
dengan harga perlawanan geser kulit (f ):
𝑓 = 𝑎 . 𝑐𝑢
Dimana :
(α) = faktor adhesi/lekatan secara empiris Gambar 10
cu = kuat geser undrained
Harga (alfa) diperoleh dari Gambar 10, untuk tanah lempung
konsolidasi normal (normally consolidated clay) dengan cu ≤ 50
kN/m² harga ( α ) = 1, sehingga :
Qs = Σ f.p.ΔL = Σ α.cu.p.ΔL
Gambar 10 Variasi harga dengan kohesi undrained (Cu) untuk tanah lempung
12
3. Metode ꞵ
Bila tiang dipancang pada lempung jenuh (saturated clay) maka
tegangan air pori tanah di sekeliling tiang akan bertambah dan harga
satuan perlawanan geser (f ) adalah
f = ꞵ. 𝞂v'
Dimana :
𝞂v’ = tegangan vertikal efektif
ꞵ = K . tanØr
Ør = sudut geser dalam tanah (remolded clay)
K = koefisien tekanan tanah
K = 1 – sin Ør (untuk normal consolidated clay)
K = (1 – sin Ør ).√OCR (untuk over consolidated clay)
OCR = overconsolidated ratio
Sehingga :
f = (1– sin Ør ). Tan Ør. 𝞂v' (untuk normal consolidated clay)
f = (1– sin Ør ). Tan Ør. ).√OCR (untuk over consolidated clay)
dan :
Qs = Σ f.p.ΔL
13
Gambar 11 Tipikal Kelompok tiang
Dalam menentukan daya dukung kelompok tiang perlu dilihat jarak antar
tiang dimana terdapat dua ke-mungkinan yaitu : perhitungan kelompok tiang
terdapat 2 (dua) penempatan jarak antar tiang yang berbeda yaitu (1) kelompok
tiang dalam blok kesatuan dengan ukuran Lq x Bq x L dan (2) kelompok tiang
secara individu.
2.3 Daya Dukung Tiang Pada Tanah Kohesif
a. Kelompok Tiang Aksi Individu
Apabila jarak antar tiang dalam kelompok d 3.D, maka besar
kapasitas gesekan kulit adalah:
Qg(u) = .Qu = n1.n2.(Qp + Qs)
dimana :
Qp = Nq* . cu(p) . Ap = 9 . cu(p) . Ap
cu(p) = undrained cohesion tanah lempung di ujung tiang
Qs = fav . p . L = .cu.p.L (lihat teori )
sehingga :
Qg(u) = .Qu = n1.n2.( 9. cu(p) . Ap + .cu.p.L)
b. Kelompok Tiang Aksi Blok Kesatuan
Apabila jarak antar tiang dalam kelompok d 3.D, maka kelompok
tiang dalam blok kesatuan mempunyai dimensi : Lg x Bg x L, sehingga
daya dukung kelompok tiang adalah :
Qg(u) = Qp + Q
dimana :
Qs = pq . cu . L = .2(Lg + Bg) . cu L
Qp = Ap . qp = Ap . cu(p) . Nc* = (Lg . Bg). cu(p) .Nc*
14
Dimana harga Nc* (Gambar 3.2) merupakan hubungan antara H/B
dan L/B (B= Bg dan L = Lg), sehingga:
Qg(u) = Lg . Bg. cu(p) .Nc* + .2(Lg + Bg) . cu L
dimana:
= Efisiensi kelompok tiang
m = Jmlah baris tiang
n = Jumlah tiang dalam satu baris
= Sudut dalam derajat
s = Jarak pusat ke pusat antar tiang
D = Diameter tiang
15
Vesic (1969) memberikan rumus tentang penurunan elastik kelompok
tiang sebagai berikut:
𝐵𝑔
𝑆𝑔(𝑒) = √ 𝑆
𝐷
Dimana :
Sg(e) = Penurunan elastik kelompok tiang
Bg = Lebar kelompok tiang
D = Diameter/lebar tiang tunggal
s = Penurunan elastik tiang tunggal
Mayerhof (1976) memberikan rumus tentang penurunan elastik
kelompok tiang sebagai berikut:
0,92. 𝑞. √𝐵𝑔 𝐼
𝑆𝑔(𝑒) =
𝑁
dimana:
Sg(e) = Penurunan elastik kelompok tiang (mm)
q = Qg / (Lg . Bg)
Lg = Panjang kelompok tiang
Bg = Lebar kelompok tiang
N = N-SPT (standart penetration test) rata-rata pada kedalaman Bg di bawah
dasar fondasi
𝐿𝑔
I = Factor pengaruh, 𝐼 = 1 − ≥ 0,50
8.𝐵𝑔
16
Penurunan Elastik Tiang Tunggal dihitung sebagai berikut:
s = s1 + s2 + s3
dimana:
s = Penurunan elastik tiang tunggal
s1 = Penurunan yang terjadi sepanjang tiang
s2 = Penurunan tiang disebabkan oleh beban yang bekerja pada ujung tiang
s3 = Penurunan tiang disebabkan oleh beban yang bekerja sepanjang
kulit/selimut tiang
Cara Menentukan S1
Bila pondasi tiang dianggap elastis, maka pergeseran sepanjang kuli tiang
dapat ihitung dengan rumus :
(𝑄𝑤𝑝 + ɛ𝑦 𝑄𝑤𝑠 )𝐿
𝑠1 =
𝐴𝑝 . 𝐸𝑝
dimana:
17
Cara mementukan S2
Penurunan tiang yang terjadi akibat beban yang diterima diujung tiang adalah
sebagai berikut:
𝑞𝑤𝑝 . 𝐷
𝑠2 = . (1 − µ2𝑠 ). 𝐼𝑤𝑝
𝐸𝑠
dimana :
s2 = penurunan tiang disebabkan oleh beban yang bekerja pada ujung tiang
D = lebar / diameter tiang
Qwp = beban yang diterima pada ujung tiang per satuan luas/unit = Q wp / Ap
Es = modulus elastisitas (modulus young) tanah di ujung tiang (umumnya:
30.000 kN/m²)
s = angka pori umumnya 0,3
Iwp = Faktor pengaruh ( 0,85 )
Cara menentukan S3
Penurunan tiang yang terjadi akibat beban yang diterima sepanjang kulit tiang
adalah sebagai berikut:
𝑄𝑎𝑝 𝐷
𝑠2 = ( ) . . (1 − µ2𝑠 ). 𝐼𝑤𝑠
𝑝. 𝑙 𝐸𝑠
Dimana:
S3 = penurunan tiang disebabkan oleh beban yang bekerja pada sepanjang
kulit tiang
D = lebar / diameter tiang
P = keliling penampang tiang
L = Panjang tiang
Es = modulus elastisitas (modulus young) tanah di ujung tiang (umumnya:
30.000 kN/m²)
s = angka pori umumnya 0,3
Iwp = Faktor pengaruh ( 0,85 )
18
3. Hitung penambahan tegangan pada setiap tengah-tengah lapisan akibat
Qg dengan rumus :
𝑄𝑔
Δpi =
(𝐵𝑔 + 𝑍𝑖 ). (𝐿𝑔 + 𝑍𝑖 )
dimana:
Δpi = penambahan tegangan pada tengah-tengah lapisan i
Qg = beban yang bekerja pada kelompok tiang
Lg Bg = Panjang dan lebar kelompok tiang
Zi = jarak z=0 sampai dengan tengah-tengah lapisan ke-i
19
Gambar 15 Penurunan Kelompok Tiang
20
BAB III
HASIL ANALISA PERHITUNGAN
21
f) Tabel Hasil Sondir
22
g) Tabel Katalog Pondasi
Tabel 4 Katalog pondasi
23
3.2.2 Berdasarkan Data Sondir
1. Cara Konvensional
8D = 2, 4 m
4D = 1,2 m
qu = 337,98 Kn
Qall = 337,98 / 3
Qall = 112,66 kN
24
2. Cara Schmertmann dan Nottinghan
qc 1 = 216,7 Kg/cm2
qc 2 = 8D = 8 . (0,3) = 2,4 m
254625 + 26 + 50 + 150
qc 2 = 4
qc 2 = 62,75 Kg/cm2
qca = 𝜔 ( 𝑞𝑐 1 + 𝑞𝑐 2 )
2
qp = qca x A
qp = 98.704 Kg
25
as = 0,44
fs = 1,2
As = 94.200 cm2
Daya Dukung sisi tiang ( Qs )
qs = fs x As x αs
qs = 49.738 Kg
Daya Dukung
Qu = qp + qs
= 148.442 Kg
= 1.454,727 kN
Qall = 1.454,722 / 3
Qall = 484,909 kN
3. Cara Tumay dan Fakhroo
qp = qca x A
qp = 98.704 Kg
Fs = JHP : L
Fs = 0,252
fo = m . Fs
fo = 0,126
qs = L . O . fo
qs = 11.869,20
Daya Dukung
qu = qp + qs
qu = 110.573,14 Kg
= 1.083,62 kN
Qall = 361,21 kN
➢ Total
Qall = ( 112,66 + 484,909 + 361,21 )
Qall = 958,773 kN
26
3.2.3 Berdasarkan Data NSP-T
27
Qu = 414,48 kN
Qall = 414,48 / 3
Qall = 138,16 kN
3.2.4 Daya Dukung Lab Lempung 1
➢ Daya Dukung Akibat Gesekan Kulit ( Qs )
1. Metode λ
Cu 1
4 Cu 1
6 Cu2 Cu 2
Gambar 20 Metode λ
Cu = 22,80727273 kN/m2
𝐴1 + 𝐴2
σv =
𝐿
σv = 63,3083 kN/m2
Dari gambar 8 , Untuk L = 10 ; λ = 0,25
fav = λ ( σv + 2 cu )
fav = 27,23071136 kN/m2
Qs = p . L . fav
Qs = 256,513301 kN
28
2. Metode α
Gambar 21 Metode α
Didapatkan nilai Cu1 = 24,5 kN/m2 ; Cu2 = 25,5 kN/m ; α = 1
f1 = α1 . Cu1 = 24,5 kN/m2
f2 = α2 . Cu2 = 25,48 kN/m2
Qs = ∑𝑝 . 𝐿 . 𝑓
Qs = 236,32896 Kn
3. Metode β
σv' 1 = A1 / L1
= 33,473125 kN/m2
σv' 2 = A2 / L2
= 93,7498 kN/m2
f1 = ( 1- sin ØR ) . tan ØR . σv'
= 10,02022352 kN/m2
f2 = ( 1- sin ØR ) . tan ØR . √OCR. σv'
= 23,39135056 kN/m2
Qs = ∑𝑝 . 𝐿. 𝑓
Qs = 169,9641156 kN
29
➢ Daya Dukung Ujung Tiang
1. Mayerhof
Ap = π . r2
Ap = 0,07065 m2
Qp = 9 . Cu . Ap
Qp = 13,35285 kN
2. Vesic's
Ap = π . r2
Ap = 0,07065 m2
Diambil Irr = 100
Ø = 21 , maka Nc* = 47,64 ; Nσ* = 19,29
1+2 . 𝐾𝑜
σ0 = ( 3
). 𝑞′
Ko = 1 - sin Ø
Ko = 1 – sin ( 21 )
Ko = 0,163344361
q' =γ.L
q' = 116,571 kN/m2
1+2. 0,16334
σ0 = ( ) . 128,228
3
σ0 = 55,51
Qp = Ap . ( Cu . Nc* + σ0 . Nσ )
Qp = 163,0411894 kN
3. Janbu
Ap = π . r2
Ap = 0,07065 m2
η = 90
Ø = 21, maka didapatkan nilai Nq* = 7,9 ; Nc* = 16
q' =γ.L
q' = 116,571 kN/m2
Qp = Ap . q' . Nq* + C . Nc*
Qp = 479,2485906 Kn
30
• Hasil dari perhitungan:
Qs rata - rata = ( 342,58 + 315,11 + 208,5 ) / 3
Qs rata - rata = 288,728 kN
Qp rata - rata = (23,7 + 277 + 523 ) /3
Qp rata - rata = 218,5475433 kN
Qu = Qp rata - rata + Qs rata-rata
Qu = 439,483 kN
Qall = 439,463 /3
Qall =146,4943341 kN
31
Gambar 23 Banyak Tiang Pancang kolom 2
➢ Kolom 2 Qall < Fz
Qall = 414,48 < Fz = 1.439,70
Mencari jumlah banyaknya tiang pancang pada kolom 2:
𝑄𝑣
n= 𝑄
𝑎𝑙𝑙
n=4
Dari cara perhitungan diatas dapat digunakan untuk mencari variasi
L dan D, berikut terdapat hasil perhitungan variasi L dan D:
Tabel 6 Variasi L dan D
Diameter Panjang
No. Qall Sondir Qall N-SPT Qall Lab Qall Rata- rata FZ K1 FZ K2 Jumlah tiang
( mm ) (mm )
1. 300 10000 958,77 138,16 146,4943 414,48 2.150,00 1.439,70 6
2. 400 10000 758,83 905,72 187,8476 617,47 2.150,00 1.439,70 4
3. 450 8000 453,42 815,14 171,0324 479,87 2.150,00 1.439,70 4
32
Gambar 24 Potongan Melintang Pondasi
33
Lg = jarak antar pile + diameter
Lg = 1,2 m
Bg = jarak antar pile + diameter
Bg = 1,2 m
Lg
1
Bg
Dari tabel 3.3 didaptkan N*c = 8,4
L
9,2
Bg
Nc* = 8,4
Qg(u) = 1484,20608 kN
• Hasil dari perhitungan:
Qg (u) rata-rata = ( 1500,6 + 1484,2) / 2
Qg (u) rata-rata = 1492,385 kN
Qall = 1492,385 /3
Qall = 497,461867 kN
m =3
n =2
θ = 18,43494882
η = 0,761
Qg(u) = 1484,206 . 0,761
Qg(u) = 1135,75 kN
Qall = 1186,696/ 3
Qall = 378,583 kN
Dari Langkah perhitungan penurunan elastic dan konsolidasi
dapat di coba dengan berbagai fariasi D dan L. Sebangai contoh. tabel
di bawah ini :
• Elastik S2
35
• Elastik S3
𝑄𝑤𝑝 𝐷
( 𝑝.𝐿 ) . 𝐷 . (1 − µ2𝑠 ). 𝐼𝑤𝑠
𝑆
𝐿
Iws = 2 + 0,35. √𝐷
Iws = 4,020725942
O =π.D
O = 0,942 m
S3 = 0,000848869 m
• Total S1 + S2 + S3 = 0,046952261 m
36
• Penyebaran tegangan
2/3h =2/3.10
= 6,67
Z1 = 0,33/2
= 0,165
Z2 = 3,33/2
= 1,665
Z3 = 3,33+((13-10)/2)
= 4,83
Z4 = 3,33+(13-10)+((15-13)/2)
= 7,33
h1 = 2,75
h2 = 1,25
h3 =3
h4 =3
h5 =3
h6 =3
Berdasarkan tabel di bawah ini di dapatkan nilai Cc sebagai berikut :
Tabel 9 Nilai Cc
Cc1 = 0,25
Cc2 = 0,25
Cc3 = 0,25
Cc4 = 0,25
Cc5 = 0,25
Cc6 =0,25
37
Berdasarkan tabel di bawah ini di dapatkan nilai e0 sebagai berikut :
Tabel 10 Nilai e0
e0 1 = 0,6
e0 1 = 0,6
e03 = 0,6
e0 4 = 0,6
e0 5 = 0,4
e0 6 = 0,6
Lg = 10
Bg = 0,3
σ (1) = 78 kN/m2
1
σ (2) = 𝛾1. ℎ1 + 𝛾2 . ℎ2 + 𝛾3. ℎ3 + 𝛾4. ( . ℎ4 )
2
σ (2) = 95,30 kN/m2
1
σ (3) = 𝛾1. ℎ1 + 𝛾2 . ℎ2 + 𝛾3. ℎ3 + 𝛾4. ℎ4 + 𝛾5. (2 . ℎ5 )
σ (3) = 132,85 kN/m2
1
σ (4) = 𝛾1. ℎ1 + 𝛾2 . ℎ2 + 𝛾3. ℎ3 + 𝛾4. ℎ4 + 𝛾5. ℎ5 + 𝛾6. (2 . ℎ6)
σ (4) = 172,97 kN/m2
𝑄
Δp (1) = (𝐿𝑔 + 𝑍1)(𝐵𝑔 + 𝑍1)
38
𝑄
Δp (3) =
(𝐿𝑔 + 𝑍3)(𝐵𝑔 + 𝑍3)
Δp (3) = 28,26 kN/m2
𝑄
Δp (4) = (𝐿𝑔 + 𝑍4)(𝐵𝑔 + 𝑍4)
39
BAB lV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan Analisa daya dukung dan penunurnan dapat digunakan untuk
mengetahui desain pondasi yang tepat untuk perencanaan pondasi pada gedung
berlantai 4 yang sudah diketahui beban vertikal dan jenis tanah ini.
Dari perhitungan daya dukung dan penurunan dapat disimpulkan bahwa
variasi D30 single adalah yang paling efisien dengan total konsolidasi 0,132 m
yang mampu menahan gedung vertikal berlantai 4 tersebut.
4.2 Saran
Pada saat pengerjaan agar lebih teliti dalam mengkonversi satuan. Dari
laporan yang telah kita buat pasti terdapat kesalahan atau ketidak-tepatan baik
dalam penjelasan maupun perhitungan. Maka dari itu kami mohon maaf juga
meminta kritik maupun saran dari Dosen Pengampu dan pembaca.
40
DAFTAR PUSTAKA
Novita Anggraini, S. M., Dandung Novianto, S. M., & Moch. Sholeh, S. M. (2021).
Modul Ajar Rekayasa Pondasi II. Malang: Politeknik Negeri Malang.
41
LAMPIRAN
42
NEGER
NIK I
EK M
AL
T I
POL
AN
G
350 500 350 200 1200 200
150
200
D13 - 150
D16 - 150
D13 - 150
D16 - 150
350
550
1200
900
500
500
550
200
150
JUDUL GAMBAR
150 900 150 550 500 550
GEDUNG HOTEL TIRTONADI
D 19 - 150
- 1.50
D 19 - 150
- 1.50
NAMA GAMBAR
K1 50x50 cm K1 50x50 cm
Lantai kerja T = 5cm Lantai kerja T = 5cm
500
500
Pasir Uruk T = 5cm Pasir Uruk T = 5cm
Ø10 - 100 - 2.00 Ø10 - 100 - 2.00 DETAIL PONDASI K1
12 D19 12 D19
D16 - 150 D16 - 150
SKALA GAMBAR
10000
10000
1 : 50
Strauss Ø 30cm - 12.00 Strauss Ø 40cm
225 1350 225
150 900 150 - 12.00
REKAYASA PONDASI 2
DETAIL PONDASI D30L10 KETERANGAN
225
D13 - 150
D16 - 150
650 550 500 550
GEDUNG 4 LANTAI
SKALA 1 : 50 D13 - 150
DETAIL PONDASI D40L10
GEDUNG 4 LANTAI
1350
500
SKALA 1 : 50
D16 - 150
650
KODE JUMLAH HALAMAN
225
650 500 650
STR 02 01
D 19 - 150
K1 50x50 cm - 1.50
Lantai kerja T = 5cm TANGGAL: 22 - 12 - 2023
500
Pasir Uruk T = 5cm
Ø10 - 100 - 2.00
12 D19 DIGAMBAR OLEH
D16 - 150
KELOMPOK 2
AULIA KHARISMA N.P 2131310036
8000
HAISAM BAWAZIR 2131310056
Strauss Ø 45cm
MOH. HABIBULLAH 2131310063
MUHAMMAD TRI BUDI S. 2131310067
- 10.00
DISETUJUI OLEH :
650 500 650
DETAIL PONDASI D45L8
GEDUNG 4 LANTAI
SKALA 1 : 50
Novita Anggraini, SST., MT
NEGER
NIK I
EK M
AL
T I
POL
AN
G
400 400 400 200 1200 200
150
200
D13 - 150
D16 - 150
D13 - 150
D16 - 150
550
400
1200
400
900
500
550
200
150
JUDUL GAMBAR
150 900 150 550 500 550
GEDUNG HOTEL TIRTONADI
D 19 - 150
- 1.50
D 19 - 150
- 1.50
NAMA GAMBAR
K2 40x40 cm K1 40x40 cm
Lantai kerja T = 5cm Lantai kerja T = 5cm
500
500
Pasir Uruk T = 5cm Pasir Uruk T = 5cm
Ø10 - 100 - 2.00 Ø10 - 100 - 2.00 DETAIL PONDASI K2
12 D19 12 D19
D16 - 150 D16 - 150
SKALA GAMBAR
10000
10000
1 : 50
Strauss Ø 30cm - 12.00 Strauss Ø 40cm
225 1350 225
150 900 150 - 12.00
REKAYASA PONDASI 2
DETAIL PONDASI D30L10 KETERANGAN
225
D13 - 150
D16 - 150
650 550 500 550
GEDUNG 4 LANTAI
SKALA 1 : 50 D13 - 150
DETAIL PONDASI D40L10
GEDUNG 4 LANTAI
1350
500
SKALA 1 : 50
D16 - 150
650
KODE JUMLAH HALAMAN
225
650 500 650
STR 02 02
D 19 - 150
K1 40x40 cm - 1.50
Lantai kerja T = 5cm TANGGAL: 22 - 12 - 2023
500
Pasir Uruk T = 5cm
Ø10 - 100 - 2.00
12 D19
D16 - 150
KELOMPOK 2
AULIA KHARISMA N.P 2131310036
8000
HAISAM BAWAZIR 2131310056
Strauss Ø 45cm
MOH. HABIBULLAH 2131310063
MUHAMMAD TRI BUDI S. 2131310067
- 10.00
650 500 650
DETAIL PONDASI D45L8
GEDUNG 4 LANTAI
SKALA 1 : 50
Novita Anggraini, SST., MT