Prosedur dan Risiko Pekerjaan Panas
Prosedur dan Risiko Pekerjaan Panas
2. Pekerjaan Panas yang TIDAK memerlukan Hot Work Permit dan General Permit To
Work, adalah :
a. Pekerjaan dengan Api terbuka / tertutup dilakukan di Hazardous Classified Area
b. Pengelasan dilakukan pada dinding tangki atau pipa yang masih di aliri minyak
c. Pengelasan dilakukan di area yang telah disetujui oleh manajemen Chevron
sebagai tempat aman untuk melakukan Hot Work
d. Pengelasan dilakukan di area yang kita anggap aman
3. Manakah dari pernyataan berikut ini yang BENAR terkait dengan analisa bahaya
pekerjaan panas (Hot Work) didalam ruang terbatas (Confined Space) :
a. JSA dilakukan pada Fase Perencanaan
b. JSA dilakukan pada saat pekerjaan sedang berlangsung
c. Pengkajian bahaya individu (Individual Hazard Asssessment / IHA) dilakukan pada
Fase Perencanaan
d. PPHA dibuat pada Fase Perencanaan
4. Persyaratan dari pekerjaan Panas (Hot Work) yang PALING UTAMA dan LEBIH
DAHULU diperhatikan dan dilaksanakan adalah :
a. Hot Work tidak boleh diijinkan bila ada kondisi atmosfir yang mudah meledak
b. Selalu pertimbangkan alternatif lain untuk pekerjaan dingin (Cold Work)
sebelum melakukan Hot Work
c. Daerah kerja panas harus dapat diidentifikasi dengan jelas menggunakan barikade
dan / atau tanda tanda peringatan.
d. Lokasi Hazardous Classified Area dan Safe Hot Work Area harus ditetapkan da
disetujui oleh management
5. Untuk pekerjaan panas (Hot Work) yang dilakukan di luar area yang telah ditunjuk
sebagai tempat aman untuk melakukan Hot Work dan juga bukan di Hazardous
Classified Area, permit yang diperlukan adalah :
a. General Permit To Work
b. General Permit To Work dan Hot Work Permit
c. Tidak perlu General Permit To Work
d. Tidak perlu General Permit To Work dan Hot Work Permit
6. Ijin Kerja Panas (Hot Work Permit) adalah :
a. Suatu ijin pengelasan untuk menjamin pegawai perusahaan dan / atau kontraktor
telah mendapatkan ijin untuk melakukan pekerjaan Hot Work
b. Suatu ijin khusus dari PMCoW untuk melakukan pekerjaan Hot Work
c. Surat ijin melaksanakan pengeelasan di area tertentu
d. Suatu ijin yang dikeluarkan sebagai tambahan dari General Permit To Work
untuk menjamin pegawai perusahaan dan / atau kontraktor telah mendapatkan
ijin untuk melakukan pekerjaan Hot Work
7. Pendeteksian Gas harus dilakukan oleh Qualified Gas Tester sesuai dengan standard
Chevron. Seorang Qualified Gas Tester haruslah :
a. Seseorang yang tidak dapat mengenali resiko yang timbul dalam pekerjaan Hot
Work
b. Siapa saja anggota Crew yang ada
c. Haruslah seorang PMCoW, AC atau Supervisor
d. Seseorang yang kompeten dalam menggunakan Alat Penguji Gas dan memiliki
kecakapan dalam menggunakan alat tersebut dan dapat mengenali resiko yang
timbul adalam pekerjaan Hot Work
8. Seorang pengawas kebakaran (Fire Watcher) harus selalu berada di daerah kerja
selama pekerjaan panasa. Berapa waktu minimum seorang Pengawas Kebakaran
harus tetap berada / bertugas untuk melakukan inspeksi area sekitar dimana
mungkin ada sumber penyalaan setelah kegiatan kerja panas berakhir ?
a. 10 Menit
b. 20 Menit
c. 30 Menit
d. 5 Menit
10. Dibawah ini adalah kondisi yang mengharuskan Hot Work dihentikan, bahaya dikaji
ulang dan dimitigasi sebelum kembali bekerja, KECUALI :
a. Perubahan kondisi kerja yang menimbulkan resiko baru setelah permit
dikeluarkan
b. LEL terdeteksi kurang dari 10%
c. Setiap saat lokasi kerja ditinggalkan ada satupun yang mengawasi
d. Fire Watcher meninggalkan lokasi Hot Work atau terjadi insiden dan / atau
nearmiss (hamper celaka)
11. Manakah dari pernyataan ini yang benar terkait denga persyaratan peralatan
pemadam kebakaran untuk pekerjaan panas (Hot Work), KECUALI :
a. Peralatan pemadam kebakaran tidak harus berada di lokasi kerja pekerjaan
panas, namun harus ditentukan dimana dan bagaimana mengambilnya dalam
keadaan darurat
b. Peralatan pemadam kebakaran harus tersedia pada saat aktivitas pekerjaan panas
untuk menanggulangi insiden yang mungkin terjadi
c. Peralatan Pemadam kebakaran harus diinspeksi dan berfungsi dengan baik
d. Pelaksanaan inspeksi terhadap peralatan pemadam kebakaran harus
didokumentasikan 9seperti dalam bentuk Inspection Tag)
12. Kapan dan Dimana Job Safey Analysis (JSA) harus dilakukan sesuai dengan prosedur
Hazard Analysis :
a. Dilakukan di kantor sebelum melakukan pekerjaan Hot Work
b. Tidak perlu dilakukan untuk pekerjaan Hot Work dalam Hazardous Classified Area
c. Dilakukan secara verbal sebelum melakukan pekerjaan Hot Work
d. Dilakukan dilokasi kerja sebelum melakukan pekerjaan Hot Work
13. Aktifitas berikut ini harus dihentikan sebelum melakukan aktifitas pekerjaan Panas,
KECUALI :
a. Pergerakan material yang mudah terbakar (Material Movement)
b. Pengujian Gas dan LEL oleh Qualified Gas Tester
c. Purging
d. Flushing dan / atau Draining
14. Pada radius berapa semua bahan yang dapat terbakar harus disingkirkan atau
dilindungi bila tidak bisa disingkirkan, dan semua bukaan (Opening dan Gap) yang
mengarah ke peraltan, tangki atau pipa yang harus ditutup (sealed), sebelum
pekerjaan panas dilakukan :
a. 5 Meter
b. 10 Meter
c. 11 Meter
d. 15 Meter
15. Manakah pernyaaan berikut ini yang SALAH mengenai persyaratan Pekerjaan Panas :
a. Bukaan yang mengarah ke peralatan dalam jarak 10 meter tidak perlu ditutup
b. Panas, Deposit dan / atau Percikan Api yang dihasilkan oleh aktifitas pekerjaan
panas harus ditampung
c. Semua saluran pembuangan (Drain) dalam area aktifitas pekerjaan panas harus
ditutup (Sealed)
d. Selalu memutus )Disconnect) dan / atau membuntu / menyumbat pipa dari tangki
(atau peralatan lain) sebelum melakukan pekerjaan panas pada pipa
16. Seorang Pengawas kebakaran Khusus (Dedicated Fire Watcher) TIDAK diperlukan
bilamana :
a. Hot Work dilakukan didalam Hazardous Classified Area
b. Clod Work dilakukan didalam Hazardous Classified Area
c. Hot Work dilakukan diluar Area aman (Safe Hot Work Area) yang teah ditenukan
d. Adanya potensi kebakaran yang lebih dari kebakaran kecil
17. Personil yang bertanggungjawab dalam pekerjaan panas (Hot Work) harus terlatih
dan kompeten. Pernyataan berikut ini terkait dengan dokumentasi yang TIDAK tepat,
adalah :
a. Penilaian bisa dilakukan secara Verbal tanpa perlu didokumentasikan jika tidak
memungkinkan
b. Kebutuhan pelatihan harus didokumentasikan
c. Penilaian Kompetensi harus didokumentasikan
d. Semua pekerja yang diberikan kewenangan melaukan pekerjaan yang memiliki
bahaya tinggi (seperti pengelasan tangki diatas permukaan cairan) harus
didokumentasikan
18. Pekerjaan Hot Work berikut ini memerlukan masukan dari orang yang ahli (Subject
Matter Expert) dan persetujuan dari Manager Chevron Tingkat Tinggi, KECUALI :
a. Hot Tapping
b. Pengelasan pada dinding tangki yang berisi minyak (In Service)
c. Pengelasan Pagar di Welding Shop
d. Hot Work pada pipa daam keadaan beroperasi
19. Dibawah ini adalah persyaratan yang harus ditempuh bila terdapat cerobong
pembuangan gas (Vent) di area dimana akan dilakukan pekerjaan panas. Manakah
pernyataan ini yang SALAH :
a. Cerobong Pembuangan Gas (Vent) harus dialihkan menjauh dari Hot Work
b. Cerobong Pembuangan Gas (Vent) harus ditutup dengan selimut anti api (Fire
Banket)
c. Sumber Input menuju Cerobong Pembuangan Gas (Vent) sesuai dengan Standard
Isolation Hazardous Energy
d. Pengisolasian Cerobong Pembuangan Gas (Vent) sesuai dengan Standard Isolation
Hazardous Energy
20. Hot Tapping Selalu dipertmbangkan sebagai aktifitas yang memiliki bahaya tinggi.
Manakah dari pernyataan ini yang SALAH mengenai persyaratan dalam melakukan
pekerjaan Hot Tapping :
a. Selalu mempertimbangkan alternatif lain sebelum melakukan Hot Tapping
b. Selalu melakukan analisa bahaya pada tahap perencanaan (PPHA) dengan
masukan dari orang yang ahli (Subject Matter Expert)
c. Cukup melakukan analisa dengan menggunakan form JSA saja sebelum bekerja
d. Selalu menggunakan prosedur tertulis Hot Tapping serta mendapat persetujuan
dari High Level Chevron manager
MSW – PORTABLE GAS DETECTION
1. Pernyataan berikut ini adalah benar dan sesuai dengna persyaratan Standard Personal Gas
Detection, KECUALI :
a. Pengukuran Gas harus dilakukan dan divaluasi oleh Qualified Gas Tester
b. Pekerjaan dapat dimulai apabila hasil pengukuran gas sudah berada dalam ambang
batas yang di ijinkan
c. Pengujian gas awal (initial gas testing) dilakukan selama pekerjaan berlangsung
d. Hasil pengukuran gas berbahaya harus didokumentasikan dengan dilampirkan sesuai
dengan prosedur Permit To Work
2. Sesuai Standard Portable Gas Detection Chevron, berikut adalah persyaratan terkait
verifikasi peralatan dan instrument pengukuran gas ditempat kerja, KECUALI :
a. Personal Gas Detection harus Auto Zero dan diperiksa setiap hari
b. Semua peralatan dan instrument pengukuran gas yang tidak digunakan secara regular
harus dilakukan Bump Test setiap 3 bulan
c. Handheld / Portable Gas Detection harus berfungsi dan/atau dilakukan Bump Test setiap
test
d. Personal Gas Detection harus berfungsi dan/atau dilakukan Bump Test setiap bulan
3. Sesuai persyaratan Standard Portable Gas Detection Chevron, pernyataan berikut yang
SALAH adalah :
a. Semua pekerja yang terlibat dalam pekerjaan yang memerlukan pengukuran gas
dilarang melihat hasil pengukuran gas yagn dilakukan oleh Qualified Gas Tester
b. Pelaksanaan pengukuran gas harus dilakukan sejalan dengan prosedur PTW
c. Pekerja yang bertaggung jawab dalam peran pengukuran gas harus terlatih dan
kompeten
d. Pengukuran gas harus dilakukan pada area yang dicurigai terkontaminasi tumpahan
material berbahaya seperti minyak mentah
4. Persyaratan Standrad Portable Gas Detection terkait pengujian gas pada pekerjaan panas
(Hot Work) adaah sebagai berikut, KECUALI :
a. Pengukuran gas harus dilakukan ketika kendaraan atau peralatan non explosion proof
digunakan dimana terdapat potensi gas/uap yang mudah terbakar
b. Pekerjaan panas (Hot Work) harus dimulai dalam waktu 10 menit setelah Qualified Gas
Tester melakukan pengukuran gas dan menyatakan area telah aman untuk bekerja
c. Pengukuran gas harus dilakukan dalam radius minimum 50 feet (15 meter) dari aktifitas
Hot Work dilakukan
d. Pekerja yang menggunakan peralatan radio komunikasi yang intrinsically safe atau
explosion proof di hazardous classified area harus memakai Personal Gas Detection
6. Jika suatu tempat kerja mempunyai potensi adanya gas/uap beracun melebihi Nilai Ambang
Batas (NAB), maka perlu dilakukan pengukuran gas didaerah tersebut. Menurut Standard
Potable Gas Detection Chevron, pengukuran gas harus dilakukan dan dievaluasi oleh :
a. Authorized Worker
b. Qualified Gas Tester
c. Permit Approver
d. Person Managing Control of Work
7. Anakaha jaawaban yang BENAR, terkait standard peralatan Pengujian Gas Portable dan
Personal Gas Detection :
a. Peralatan Portable Gas Detection harus memiliki system alarm visual saja
b. Set Point Alarm Peralatan Portable Gas Detection tidak diatur/ditentukan
c. Peralatan Portable Gas Detection harus bersifat non-instrinsicaly safe dan non-explosion
proof
d. Peralatan Portable Gas Detection harus instrinsicaly safe, terdapat set point alarm dan
dapat mengukur oxygen, gas/uap mudah tebakar dan beracun
8. Kondisi parameter atmosfir udara ditempat kerja yang sesuai dengan persyaratan Personal
Gas Detection Chevron adalah :
a. O2 diantara 19,5 – 23,5%, LEL > 10%, H2S < 5 ppm untuk durasi kerja lebih dari 15 Menit
b. O2 > 23,5%, LEL < 10%, H2S < 5 ppm untuk durasi kerja lebih dari 15 Menit
c. O2 diantara 19,5 – 23,5%, LEL < 10%, H2S < 5 ppm untuk durasi kerja lebih dari 15 Menit
d. O2 < 19,5%, LEL > 10%, H2S < 5 ppm untuk durasi kerja lebih dari 15 Menit
9. Persyaratan Standard Portable Gas Detection terkait dengan pengukuran gas dan sistem
ventilasi di area ruang terbatas adalah sebagai berikut, KECUALI :
a. Sistem ventilasi harus dinyalakan selama 30 menit terlebih dahulu sebelum
pengukuran gas di dalam ruang terbatas (Confined Space) yang besar/luas dilakukan
b. Pengukuran gas awal (initial Gas Testing) harus dilakukan diluar ruang terbatas terlebih
dahulu sebelum melakukan pengukuran didalam ruang terbatas
c. Sistem ventilasi harus dimatikan selama 30 menit terlebih dahulu sebelum pengukuran
gas di dalam ruang terbatas (Confined Space) yang besar/luas dilakukan
d. Sistem ventilasi harus dinyalakan kembali setelah pengukuran gas selesai dan tidak
boleh dimatikan selama pekerja berada didalam area terbats (Confined Space)
10. Pernyataan berikut yang SALAH terkait persyaratan Standrad Personal Gas Detection
adalah:
a. Pengukuran gas di area berbahaya (Hazardous Classified Area) harus dilakukan ketika
peralatan non-intrinsically safe atau non-explosion proof digunakan
b. Engukuran gas harus dilakukan bila kendaraan bermotor (baterai atau internal
combustion engine) dioperasikan pada area yang berpotensi terdapat gas/uap yang
mudah terbakar
c. Saat melakukan Hot Work didalam tangki, pipa atau bejana, pengukuran gas harus
dilakukan dalam radius 50 ft (15 meter) horizontal, bagian atas dan bagian bawah dari
lokasi Hot Work dilakukan
d. Pengukuran gas lanjutan (follow up gas testing) harus dilakukan setelah area kerja
ditinggalkan selama lebih dari 15 menit
11. Jika pengukuran gas melebihi parameter nilai ambang batas yang berlaku, maka tindakan
tindakan berikut harus dilakukan :
1. Laksanakan Solusi Mitigasi
2. Segera hentikan pekerjaan
3. Validasi ulang ijin kerja (Work Permit)
4. Evakuasi pekerja dari area berbahaya (Hazardous Area)
5. Lakukan pengukuran ulang kondisi atmosfir
6. Lakukan penilaian bahaya atmosfir dan identifikasi solusi untuk mitigasi
Urutan tindakan yang harus dilakukan yang benar adalah :
a. 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6
b. 2 – 3 – 5 – 6 – 1 – 4
c. 4 – 3 – 2 – 1 – 5 – 6
d. 2 – 4 – 6 – 1 – 5 – 3
12. Dalam atmosfir udara yang berpotensi mengandung gas berbahaya, pengukuran gas
dan/atau penggunaan Personal Gas Detector harus dilakukan untuk aktifitas kerja sebagai
berikut, KECUALI :
a. Masuk kedalam ruang terbatas (Confoned Space Entry)
b. Pekerjaan panas yang dilakukan di Designated Safe Hot Work Area
c. Penanganan atau penyimpanan material atau kargo berbahaya didalam tangki atau area
limbah berbahaya
d. Aktifitas tanggap darurat terhadap kebocoran atau tumpahan bahan berbahaya dan
beracun
13. Sesuai persyaratan Standard Portable Gas Detection Chevron, pekerjaan dapat dilakukan
dalam kondisi gas H2S dan benzene sebagai berikut :
a. H2S < 15 ppm dan Benzene < 5 ppm untuk durasi kerja 15 Menit atau kurang
b. H2S < 15 ppm dan Benzene < 1 ppm untuk durasi kerja 15 Menit atau kurang
c. H2S < 5 ppm dan Benzene < 5 ppm untuk durasi kerja lebih dari 15 Menit
d. H2S < 15 ppm dan Benzene < 1 ppm untuk durasi kerja lebih dari 15 Menit
14. Diawah ini BUKAN merupakan persyaratan Standard Portable Gas Detection terkait dengan
aktifitas penggalian (Excavation & Trenching) :
a. Pekerjaan harus dimulai dalam waktu 30 menit setelah Qualified Gas Tester melakukan
pengukuran gas dan menyatakan area telah aman untuk bekerja
b. Qualified Gas Tester akan menentukan frekuensi pengukuran gas berikutnya sesuai
potensi bahaya yang diidentifikasi dan mendokumentasikannya didalah Work Permit
c. Pengukuran Gas Awal (Initial Gas Testing) harus dilakukan pada tempat yang diduga
mengeluarkan bau gas seperti H2S
d. Hasil pengukuran gas yang dilakukan oleh Qualified Gas Tester harus
didokumentasikan didalam Excavation Permit
15. Pengukuran gas lanjutan (setelah Initial Gas Testing) haus dilakukan ketika, KECUALI :
a. Setiap saat pekerjaan dihentikan lebih lama dari 30 menit
b. Pekerjaan akan dimulai setelah pergantian shift
c. Setiap saat Area Controller melakukan inspeksi ke lokasi kerja
d. Terjadi perubahan kondisi kerja seperti keadaan emergency, perubahan temperature, dll
16. Pernyataan berikut yang SALAH terkait dengan persyaratan Standard Portable Gas
Detection Chevron, adalah :
a. Peralatan dan instrumentasi gas detector harus dipelihara, diinspeksi dan disimpan
sesuai dengan instruksi dari manufaktur
b. Personal gas monitoring harus dipelihara, diinspeksi dan disimpan sesuai dengan
instruksi darimanufaktur
c. Peralatan dan instrumentasi gas detector harus dikalibrasi dengan gas kalibrasi yang
tersertifikasi sesuai dengan instruksi dari manufaktur
d. Peralatan dan pendukung gas detector (seperti : tubes, dll) tidak boleh digunakan jika
sudah berubah, rusak, atau telah lewat dari masa kadaluarsa umurnya
17. Pengukuran gas pada atmosfir udara kerja harus dilakukan apabila terdapat potensi bahaya
berikut, KECUALI :
a. Kekurangan atau kelebihan konsentrasi oksigen dari batas yang diijinkan
b. Kandungan udara normal pada temperatur kamar
c. Kasndungan gas/uap yang mudah terbakar/meledak
d. Kandungan udara beracun atau IDLH (Immediately Dangerous to Life or Health)
18. Sesuai Standarad Personal Gas Detection, pengukuran parameter gas harus diuji dengan
urutan prioritas sebagai berikut :
a. Kandungan Oksigen (O2), gas/uap mudah terbakar/meledak, gas/uap beracun
b. Kandungan Oksigen (O2), gas/uap beracun, gas/uap mudah terbakar/meledak
c. Kandungan gas/uap beracun, oksigen (O2), gas/uap mudah terbakar/meledak
d. Kandungan gas/uap beracun, gas/uap mudah terbakar/meledak, oksigen (O2)
19. Berikut ini persyaratan yang BUKAN merupakan standard Portable Gas Detection terkait
pekerjaan didalam ruang terbatas (Confined Space) :
a. Initial Gas Testing harus segera dilakukan diluar ruang terbatas (Confined Space)
sebelum pekerja masuk kedalam ruang terbatas
b. Qualified Gas Tester harus masuk dan membawa gas detector untuk mengukur gas di
dalam Ruang Terbatas (Confined Space) tanpa dilengkapi dengan Confined Space Entry
Permit
c. Setelah Initial Gas Testing dilakukan diluar, pengukuran gas juga harus dilakukan didalam
ruang terbatas (Confined Space)
d. Jika pengukuran gas didalam area terbatas tidak bisa dilakukan dengan tongkat
(extension ward) gas detector, maka Qualified Gas Tester harus masuk ruang terbatas
(Confined Space) dengan menggunakan SABA (Supplied Air Breathing Apparatus) untuk
melakukan pengukuran gas
20. Kondisi dimana perlunya dilakukan pengujian gas adalah sebagai berikut, KECUALI :
a. Bekerja didalam ruang terbatas (Confined Space)
b. Pengelasan di Hazardous Classified Area
c. Pengangkatan pipa dengan menggunakan 2 crane
d. Terdapat gas beracun
21. Sebelum masuk kedalam Confined Space seperti Vessel, Tangki, Parit (trech) dengan
kedalaman 15ft, Qualified Gas Tester melakukan Initial Gas Testing di pintu masuk dan
didalam Confined Space dengan menggunakan Handheld Gas Detector yang dilengkapi
extension hose/probe. Berapa lama minimal waktu sampling yang diperlukan untuk
mendapatkan hasil pengukuran yang akurat dengan extension hose sepanjang 15 ft :
a. 1 menit
b. 1,5 menit
c. 2,5 menit
d. 2 menit
22. Berikut ini adalah hal/faktor yang dapat menimbulkan kebakaran aau ledakan, KECUALI :
a. Nitrogen dengan konsentrasi lebih besar dari 80% volume udara
b. Oksigen volume lebih besar dari 15%
c. Sumber panas seperti dari welding torch grinding, dll
d. Acetylene dengan LEL lebih besar dari 2,5% volume
23. Jika ada pekerja yang akan masuk kedalam vessel Confined Space melewati pintu bagian
atas dan menuruni tangga (ladder) dengan kedalaman 20ft dari pintu masuk diatas, maka
hal berikut TIDAK PERLU dipersiapkan dan dilakukan sebelu pekerjaan masuk kedalam
vessel confined space :
a. Persiapkan Handheld gas detector dengan panjang extension probe minimal 20ft
b. Ukur konsentrasi gas didalam vessel pada bagian bawah, tengah dan atas
c. Lakukan pengukuran konsentrasi gas dibawah, tengah dan atas confined space selama
30 detik
d. Ukur konsentrasi oksigen dibagian pintu kemudian dibagian dalam dari vessel confined
space
24. Berikut ini adalah pernyataan yang SALAH terkait dengan ketrampilan yang harus dimiliki
oleh seorang Qualified Gas Tester :
a. Paparan H2S dengan konsentrasi > 5 ppm dapat memberikan efek akut pada pekerja
tanpa APD/PPE
b. Konsentrasi oksigen (O2) antar 16-19% vol mengakibatkan kematian pada pekerja
tanpa APD/PPE kurang dari 10 menit
c. Paparan Benzene (C6H6) dengan konsentrasi > 5 ppm dapat memberikan efek kronis
pada pekerja tanpa APD/PPE
d. Untuk menghindari ledakan, konsentrasi gas/uap mudah terbakar di udara harud berada
diawah LEL vol
25. Berikut ini adalah pernyataan yang TIDAK BENAR terkait dengan pembacaan dari sebagian
besar Gas Detector :
a. Umumnya Oksigen (O2) diukur gas detector dalam unit satuan % volume
b. Combustible / flammable gas, seperti methane, propane, acetylene, umumnya diukur
gas detector dalam unit satuan 0-100% LEL
c. Gas beracun/toxic, seperti H2S, CO, umumnya diukur gas detector diukur dalam unit
satuan ppm (part per million)
d. Combustible / flammable gas umumnya diukur gs detector dalam unit satuan 0-100%
volume udara
MSW – Permit To Work & Hazard Analysis
1. Manakah dari pernyataan berikut ini yang benar terkait dengan Analisis Bahaya pada
pekerjaan berpotensi bahaya tinggi:
a. PPHA dilakukan saat pekerjaan sedang dilakukan
b. JSA dilakukan pada saat pekerjaan sedang berlangsung
c. PPHA tertulis dilakukan dalam fase perencanaan pekerjaan
d. JSA tertulis dilakukan pada fase perencanaan pekerjaan
2. Data pekerjaan yang tidak perlu didokumentasikan di dalam izin kerja (General Permit to Work)
adalah:
a. Tanggal pekerjaan yang akan dilakukan, durasi dan nomor permit serta referensi no permit
lain jika ada.
b. Jumlah dana yang dibutuhkan untuk pekerjaan
c. Deskripsi pekerjaan, peralalatan yang akan dikerjakan dan lokasi pekerjaan
d. Nama pekerja yang disetujui dan diberi wewenang untuk melakukan pekerjaan
3. Berikut ini adalah pernyataan yang BENAR terkait dengan Rencana Kerja dan Izin Kerja adalah:
a. Rencana kerja ([Link] Plan dan Lift Plan) adalah dokumen tersendiri dan tidak perlu
dikaitkan dengan izin kerja
b. Rencana Kerja (work plan) apabila dibutuhkan seperti SIMOPs Plan dan Lift Plan merupakan
bagian dari izin kerja.
c. SIMOP Plan dan Lift Plan tidak perlu mencantumkan tanggal pelaksanaan karena bisa dipakai
kapan saja.
d. SIMOPS plan tidak perlu mencantumkan deskripsi pekerjaan karena sudah ada di izin kerja
4. Berikut ini adalah tugas dan tanggung jawab dari seorang Permit Approver, KECUALI :
a. Meninjau semua jenis permit dan rencana kerja sebelum diterbitkan
b. Meninjau lingkup izin kerja untuk memastikan aktivitas kerja yang saling
bertentangan tidak terjadi secara bersamaan
c. Melaksanakan pengujian gas yang diperlukan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam
standar pengujian Gas.
d. Memahami kapan harus menghentikan pekerjaan (SWA).
5. Urutan yang benar dalam pemberian tandatangan persetujuan (approval) dari izin kerja
umum (General Permit To Work) adalah:
a. Permit Approver – Area Controler – PMCoW
b. PMCoW – Permit Approver – Area Controler
c. Permit Approver – Tambahan persetujuan (seperti Manager Chevron) tingkat tinggi jika perlu
(seperti Hot Tap) - PMCoW
d. Permit Approver – PMCoW – Tambahan persetujuan (seperti Manager Chevron) tingkat
tinggi jika perlu (seperti Hot Tap)
6. Berikut ini adalah persyaratan yang harus dipenuhi untuk persetujuan izin kerja secara
remote (jarak jauh) seperti melalui telepon dan SMS, KECUALI:
a. PMCoW yang bertanggungjawab pada pekerjaan di lokasi remote harus telah
mendapatkan training dan memiliki kualifikasi sebagai Permit Approver.
b. PMCoW boleh menandatangani permit terlebih dahulu di remote area karena memiliki
kualifikasi dan pernah di training sebagai Permit Approver
c. Permit Approver yang memiliki wewenang untuk melakukan persetujuan jarak jauh harus
memiliki pengetahuan yang baik akan kondisi lokasi kerja dan tipe pekerjaan yang akan
dilakukan.
d. PMCoW harus mendokumentasikan dalam Permit kapan (tangal & waktu) permit
tersebut disetujui serta nama Authorized Remote Permit Approver yang memberikan
persetujuan.
7. Satu individu dapat menjalankan dua peran sekaligus selama memenuhi kompetensinya, namun
TIDAK DAPAT
menjabat 2 peran sekaligus sebagai:
a. Permit Approver dan Area Controler
b. PMCoW dan Permit User
c. Permit Approver dan PMCoW
d. Permit Approver dan SME
8. Jika dibutuhkan, sebelum bekerja perlu dilakukan gas testing oleh seorang Qualified Gas
Tester. Berikut ini adalah tugas dan tanggung jawab seorang Qualified Gas Tester, KECUALI:
a. Melaksanakan dan mendokumentasikan hasil pengujian gas sesuai dengan standard Portable
Gas Detection
b. Memiliki pengetahuan tentang teknik pengujian gas
c. Memahami kapan harus menghentikan pekerjaan (SWA)
d. Mengontrol akses masuk dan keluar personil ke/dari ruang terbatas
10. Berikut ini merupakan peran dan tanggung jawab seorang Person Managing Control of Work
(PMCoW), KECUALI:
a. Memahami ruang lingkup pekerjaan yang direncanakan dan prosedur pemberitahuan kondisi
darurat
b. Memfasilitasi, meninjau dan mendokumentasikan onsite-JSA
c. Mengkomunikasikan lingkup pekerjaan, potensi bahaya, mitigasi, dan kondisi
permit/work plan kepada anggota team kerja.
d. Meninjau lingkup izin kerja (permit) untuk memastikan aktivitas kerja yang saling
bertentangan tidak terjadi secara bersamaan
11. Berikut ini adalah urutan yang benar dalam pemberian tandatangan persetujuan
(approval) untuk permit khusus (seperti, confined space entry dan hot work permit),
adalah:
a. Permit Approver – Area Controler – PMCoW
b. PMCoW – Permit Approver – Area Controler
c. SME (seperti Hot Tapping, Diving) jika diperlukan - Permit Approver - PMCoW
d. Permit Approver – PMCoW – Tambahan persetujuan (seperti Manager Chevron) tingkat
tinggi jika perlu (seperti Hot Tapping)
12. Berikut ini adalah contoh aktivitas pekerjaan yang mengharuskan dilakukan dan
didokumentasikannya sebuah Planning Phase Hazard Analysis (PPHA), KECUALI:
a. Hot Taping dan Complex Lifting
b. Hot work didalam area hazardous (classified) sesuai standard API RP 500
c. Kegiatan Commercial Diving dan Bypassing Critical Protection
d. Kegiatan pekerjaan yang memerlukan 1 general permit to work dan hot work permit
13. Sesuai dengan prosedur Hazard Analysis, aktivitas pekerjaan yang memiliki potensi
bahaya/resiko tinggi harus dilengkapi dengan:
a. PPHA tertulis, on site JSA tertulis dan Individual Hazard Assessment (IHA)
b. Dokumentasi onsite JSA tertulis dan Individual Hazard Assessment (IHA) tertulis
c. Verbal onsite JSA (tanpa dokumentasi) dan Individual Hazard Assessment (IHA)
d. PPHA tertulis dan dokumentasi onsite JSA tertulis
14. Penetapan kebutuhan untuk tambahan pengaman dan/atau persetujuan dari pimpinan
Manager Chevron tingkat tinggi dapat mengacu pada Table 8 Kriteria Keputusan Pengendalian
Bahaya. Pernyataan berikut yang SALAH adalah:
a. Resiko Merah = Pekerjaan dapat dilakukan sesuai rencana setelah PPHA disetujui.
b. Resiko Hijau = Pekerjaan dapat dilakukan sesuai rencana setelah PPHA disetujui.
c. Resiko Kuning = Pekerjaan dapat dilakukan dengan kehati-hatian/kewaspadaan setelah PPHA
disetujui.
d. Resiko Merah = Pekerjaan tidak dapat dilakukan sampai tambahan pengaman dipenuhi
dan/atau persetujuan dari PMCoW dan Manager Chevron telah didapatkan.
15. Hazard analysis yang dilakukan pada fase Planning bertujuan untuk meyakinkan bahwa:
a. Orang yang akan melakukan pekerjaan sudah terindentifikasi dan sesuai kebutuhan
b. Orang, peralatan dan persiapan pekerjaan sudah teridentifikasi dengan baik
c. Orang, peralatan, persiapan pekerjaan, prosedur atau proses HES sudah teridentifikasi
dengan baik
d. Prosedur atau proses HES sudah teridentifikasi dengan baik
16. Dibawah ini adalah hal-hal yang perlu didiskusikan dan didokumentasikan terkait
kinerja manusia (human performance) dalam pembuatan JSA, KECUALI:
a. Kondisi mental pekerja (misal kelelahan, motivasi).
b. Kompetensi pekerja (misal, kemampuan & pengetahuan).
c. Faktor pekerjaan (misal, beban kerja berlebihan, kurangnya komunikasi, baru masuk dari cuti
lama).
d. Kondisi kinerja peralatan yang dipakai (misal, masih berfungsi)
18. Sesuai dengan prosedur Hazard Analysis, aktivitas pekerjaan dalam mendirikan,
memodifikasi, atau membongkar perancah (scaffolding) harus dilengkapi dengan:
a. PPHA tertulis, on site JSA tertulis dan Individual Hazard Assessment (IHA) tertulis
b. Dokumentasi onsite JSA tertulis dan Individual Hazard Assessment (IHA)
c. Verbal onsite JSA (tanpa dokumentasi) dan Individual Hazard Assessment (IHA)
d. PPHA tertulis dan Individual Hazard Assessment (IHA)
19. Pelaksanaan Individual Hazard Assessment /IHA (seperti: TIF/Individual Hazard Assessment)
merupakan tanggung jawab dari:
a. Supervisor pengawas di lapangan
b. Setiap pekerja yang melakukan tugas pekerjaan
c. Operator yang menerbitkan izin kerja
d. Manajer lapangan
20. Berikut adalah pernyataan yang benar terkait dengan Job Safety Analysis (JSA), KECUALI:
a. JSA harus ditandatangani oleh semua anggota tim.
b. Pekerja yang datang setelah JSA dibuat harus mereview JSA dan menandatangani dokumen
JSA
c. Jika terjadi pergantian PMCoW ketika pekerjaan sedang dilaksanakan, PMCoW yang baru
harus mereview dan mengerti isi JSA serta menandatangani JSA
d. Jika terjadi revisi JSA maka dokumen PPHA harus juga direvisi
21. Perhatikan hal berikut:
1. Tambahan prosedur yang diperlukan
2. Langkah-langkah tugas pekerjaan yang terlewatkan
3. Bahaya yang terlewatkan
4. Pengaman (safeguard) yang terlewatkan
5. Persetujuan dan/atau tanda tangan yang terlupakan
6. Situasi penghentian pekerjaan yang terabaikan.
Hal diatas mana saja yang perlu dibahas saat melakukan diskusi dan dokumentasi lesson
learn dari JSA pekerjaan yang sudah selesai dilakukan:
a. 1, 2, 3, 4
b. 3, 4, 5, 6
c. 2, 3, 4, 5, 6
d. 1, 2, 3, 4, 5, 6
23. Untuk menentukan bahwasanya suatu pekerjaan termasuk SIMOPs atau tidak, maka kita dapat
mengacu pada:
a. Journey Management Plan
b. Think Incident Free
c. Simultaneous Operations Standard
d. Hazard Identification Tool
24. Berikut ini adalah hal-hal yang harus tercantum dalam Rencana SIMOPs (SIMOPs Plan), KECUALI:
a. Nama SIMOPs Controller yang ditunjuk (bertugas)
b. Nama SIMOPs Representative dari masing-masing aktivitas yang belangsung selama SIMOPs
c. Potensi bahaya dan mitigasi dari operasi simultan
d. Hasil Diskusi rutin sebelum SIMOPs dilakukan setiap hari
25. Mana pernyataan berikut ini yang benar terkait dengan dengan aktivitas pekerjaan SIMOPs:
a. SIMOPs harus digunakan bersama dengan General Work Permit.
b. SIMOPs adalah aktivitas pekerjaan rutin yang tidak selamanya memerlukan izin kerja.
c. Hot Work permit tidak diperlukan untuk pekerjaan Hot Work dalam aktivitas SIMOPs karena
sudah digantikan oleh SIMOPs Plan.
d. SIMOP Plan harus diganti apabila terjadi Near Miss atau insiden.
MSW – SIMOPs
1. Persyaratan standar SIMOPs dirancang untuk :
a. Mengelola potensi konflik, risiko dan bahaya dengan perencanaan, komunikasi dan
eksekusi yang efektif, dari dua atau lebih aktivitas kerja yang bersamaan pada lokasi
yang sama atau berdekatan, dimana terdapat potensi terjadinya cedera, kerusakan
aset, dampak lingkungan atau shutdown tak terencana
b. Mengelola potensi konflik dari pekerjaaan yang dilakukan secara berurutan (serial)
c. Mengelola potensi kerusakan asset akibat dari pekerjaan Hot Work
d. Mengelola potensi cedera dari aktivitas kerja masuk ke dalam Confined Space
2. Untuk menentukan suatu pekerjaan termasuk SIMOPs atau tidak, maka kita dapat mengacu
pada :
a. Journey Management Plan
b. Think Incident Free
c. Simultaneous Operations Standard
d. Hazard Identification Tool
4. Berdasarkan Permit to Work procedure, rencana SIMOPs (SIMOPs Plan) tertulis diperlukan
untuk pekerjaan berikut, KECUALI :
a. Pekerjaan yang kompleks (seperti commisioning dan decommisioning)
b. Pekerjaan yang membutuhkan keterlibatan multi disiplin tim kerja
c. Pekerjaan yang membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang signifikan
d. Pekerjaan operasi rutin atau normal
5. Berikut ini adalah pernyataan yang BENAR terkait dengan Rencana Kerja dan Izin Kerja
adalah :
a. SIMOPs Plan adalah dokumen tersendiri dan tidak perlu dikaitkan dengan izin kerja
b. Rencana Kerja (Work Plan) apabila dibutuhkan seperti SIMOPs Plan merupakan bagian
dari izin kerja
c. SIMOPs Plan tidak perlu mencantumkan tanggal pelaksanaan karena bisa dipakai kapan
saja
d. SIMOPs Plan tidak perlu mencantumkan deskripsi pekerjaan karena sudah tercantum di
izin kerja
6. Berikut ini adalah hal-hal yang harus tercantum di dalam Rencana SIMOPs (SIMOPs Plan),
KECUALI :
a. Nama SIMOPs Controller yang ditunjuk (bertugas)
b. Nama SIMOPs Representative dari masing-masing aktivitas yang berlangsung selama
SIMOPs
c. Potensi bahaya dan mitigasi dari operasi simultan
d. Hasil diskusi rutin sebelum SIMOPs dilakukan setiap hari
7. Mana pernyataan berikut ini yang BENAR terkait dengan aktivitas pekerjaan SIMOPs :
a. SIMOPs harus digunakan bersama dengan General Work Permit
b. SIMOPs adalah aktivitas pekerjaan rutin yang tidak selamanya memerlukan izin kerja
c. Hot Work permit tidak diperlukan untuk pekerjaan Hot Work dalam aktivitas SIMOPs
karena sudah digantikan oleh SIMOPs Plan
d. SIMOPs Plan harus diganti apabila terjadi nearmiss atau insiden
8. Aktivitas Operasi Simultan (SIMOPs) harus dihentikan jika terjadi kondisi berikut, KECUALI :
a. Cakupan pekerjaan berubah
b. Terdapat kondisi yang tidak aman
c. Terjadi incident atau nearmiss
d. SIMOPs Controller tidak berada di lokasi aktivitas SIMOPs berlangsung
9. Salah satu peran di dalam aktivitas SIMOPs yang harus merupakan pegawai Chevron adalah:
a. SIMOPs Controller
b. PMCoW
c. SIMOPs Representative
d. HES Officer
10. Berikut adalah persyaratan yang BENAR terkait dengan SIMOPs standard, KECUALI :
a. Personnel yang bertanggung jawab dalam aktivitas SIMOPs harus terlatih
b. Training dan penilaian kompetensi personnel yang bertanggung jawab dalam aktivitas
SIMOPs harus didokumentasikan
c. Team/ Fasilitas harus mendokumentasikan semua personnel yang diberikan wewenang
untuk menjalankan peran SIMOPs
d. SIMOPs Representative yang baru bertugas (kurang dari 6 bulan) dapat bertindak
sebagai Mentor
11. Peran berikut minimal harus ada, ditunjuk dan diberi wewenang ketika aktivitas SIMOPs
berlangsung, KECUALI :
a. SIMOPs Controller.
b. SIMOPs Representative
c. Person Managing Control of Work (PMCoW)
d. Qualified Gas Tester
12. Berikut ini merupakan peran dan tanggung jawab seorang Person Managing Control of
Work (PMCoW) terkait dengan aktivitas pekerjaan SIMOPs, KECUALI :
a. Memahami ruang lingkup pekerjaan yang direncanakan dan prosedur pemberitahuan
kondisi darurat
b. Memfasilitasi, meninjau dan mendokumentasikan On Site JSA
c. Mengkomunikasikan lingkup pekerjaan, potensi bahaya, mitigasi, dan kondisi permit/
work plan kepada anggota team kerja
d. Meninjau lingkup izin kerja (permit) untuk memastikan aktivitas kerja yang saling
bertentangan tidak terjadi secara bersamaan
13. Berikut ini merupakan peran dan tanggung jawab seorang SIMOPs Controller terkait dengan
aktivitas pekerjaan SIMOPs, KECUALI :
a. Menetapkan protokol komunikasi sebelum dan selama kegiatan SIMOPs
b. Memastikan semua kegiatan SIMOPs dilakukan sesuai dokumen rencana SIMOPs, izin
kerja dan analisis bahaya.
c. Melakukan koordinasi kegiatan SIMOPs dengan Perwakilan SIMOPs (SIMOPs Reps) dan
pihak lainnya selama SIMOPs dilakukan
d. Melaksanakan dan mendokumentasikan hasil pengujian gas sesuai dengan Portable
Gas DetectioN
14. Berikut ini merupakan peran dan tanggung jawab seorang SIMOPs Representative terkait
dengan aktivitas pekerjaan SIMOPs, KECUALI :
a. Melakukan koordinasi dan laporan aktivitas SIMOPs dengan SIMOPs Controller
b. Melakukan koordinasi dengan SIMOPs Representative lain yang terlibat dalam aktivitas
SIMOPs
c. Mengkomunikasikan SIMOPs Plan kepada team kerja dalam area tanggung jawabnya
d. Memimpin aktivitas SIMOPs secara keseluruhan termasuk memimpin regular meeting
15. Sesuai dengan prosedur Hazard Analysis, aktivitas SIMOPs merupakan pekerjaan yang
memilki potensi bahaya/ resiko tinggi sehingga harus dilengkapi dengan :
a. PPHA tertulis, on site JSA tertulis dan Individual Hazard Assessment (IHA)
b. Dokumentasi on site JSA tertulis dan Individual Hazard Assessment (IHA) tertulis
c. Verbal on site JSA (tanpa dokumentasi) dan Individual Hazard Assessment (IHA)
d. PPHA tertulis dan dokumentasi on site JSA tertulis
16. Dalam melaksanakan aktivitas SIMOPs, Individual Hazard Assessment/ IHA, seperti TIF
(Think Incident Free) merupakan tanggung jawab dari :
a. Supervisor pengawas di lapangan
b. Setiap pekerja yang melakukan tugas pekerjaan
c. Permit Approver yang menerbitkan izin kerja
d. SIMOPs Controller
17. Rencana komunikasi yang harus dibuat di dalam SIMOPs harus membahas hal-hal berikut:
a. Pertemuan harian pergantian shift
b. Pemeliharaan komunikasi yang tersedia dan terus menerus
c. Pembentukan komunikasi sebelum melakukan pekerjaaN
d. Semua jawaban benar
18. Prosedur untuk Risk Assessment yang digunakan pada aktivitas SIMOPs adalah :
a. RiskMan 2
b. Housekeeping Procedure
c. Hot Work Standard
d. Leadership Engagement Procedure
MSW – BYPASSING CRITICAL PROTECTION
1. Persyaratan dari pekerjaan Bypassing Critical Protection yang PALING UTAMA dan LEBIH
DAHULU diperhatikan dan dilaksanakan adalah :
a. Selalu pertimbangkan alternatif lain yang tidak mengharuskan Bypassing Critical
Protection
b. Selalu lakukan analisa bahaya fase perencanaan
c. Jangan pernah melakukan ByPass, isolasi dan/atau menghilangkan Bypassing Critical
Protection selama kondisi tidak normal / upset
d. Selalu harus ada minimum satu tambahan pengaman terpasang saat melakukan
Bypassing Critical Protection
2. Saat keadaan operasi tidak normal / uspet, maka hal yang TIDAK BOLEH dilakukan terhadap
perangkat Bypassing Critical Protection adalah :
a. Mem-ByPass Sistem Proteksi
b. Mem-Isolasi Sistem Proteksi
c. Melepas Sistem Proteksi
d. Jawaban A, B dan C adalah benar
3. Melakukan Bypassing Critical Protection harus dilakukan sesuai dengan proses MOC bila
ByPass diperkirakan :
a. Kurang dari 1 jam
b. Lebih dari 72 jam c.
Kurang dari 10 jam
d. Kurang dari 72 jam
4. Manakah dari pernyataan berikut yang BENAR terkait dengan jumlah critical protection
devices yang dapat di-bypass dalam waktu yang bersamaan :
a. Hanya jumlah minimum critical protection device yang diperlukan untuk dilakukan
bypass bersamaan
b. Semua critical protection device dapat di-bypass secara bersamaan
c. Hanya satu saja critical protection devices yang dapat di-bypass secara bersamaan
d. Jawaban a,b dan c adalah salah
5. Berapa jumlah tambahan minimum pengaman (safeguard) yang harus ada ketika dilakukan
bypassing critical protection
a. Satu tambahan pengaman
b. Dua tambahan pengaman
c. Tiga tambahan pengaman
d. Empat tambahan pengaman
6. Pernyataan yang BENAR mengenai analisa bahaya pada pekerjaan Bypass Critical Protection
adalah :
a. Penilaian bahaya individu (Individual Hazard Assessment/IHA) harus dilakukan pada fase
perencanaan
b. Analisa bahaya fase perencanaan (PPHA) harus dilakukan menggunakan formulir baku
sesuai prosedur Analisa Bahaya Chevron
c. Pekerjaan Bypass Critical Protection merupakan pekerjaan berisiko rendah sehingga
tidak diperlukan analisa bahaya apapun
On-site JSA dilakukan secara tertulis pada saat pekerjaan sedang berlangsung
7. Melakukan Bypass Critical Protection pada sistem yang berisi bahan kimia yang sangat
reakti dan/ atau berbahaya dalam jumlah yang signifikan :
a. Memerlukan Proses Hazard Analysis (RiskMan 2) sesuai dengan Risk Management
Process
b. Cukup hanya dengan analisa bahaya pada fase perencanaan saja
c. Cukup hanya dengan JSA sebelum melakukan pekerjaan Bypass Critical Protection
d. Tidak memerlukan Process Hazard Analysis (RiskMan 2) sesuai dengan Risk Management
Process
8. Manakah dari pernyataan berikut ini yang BENAR terkait dengan Permit To Work pada
pekerjaan Bypass Critical Protection :
a. General PTW tidak diperlukan untuk pekerjaan Bypass Critical Protection
b. General PTW diperlukan untuk semua pekerjaan Bypass Critical Protection
c. Periode waktu untuk Bypass Crtical Protection yang diizinkan tidak harus
didokumentasikan dalam permit
d. Tandatangan yang memberikan izin tidak harus didokumentasikan dalam permit
9. Pekerjaaan harus dihentikan, penilaian bahaya harus dilakukan dan semua permit harus
direvalidasi sebelum kembali bekerja apabila :
a. Shift atau pekerjaan tidak berganti
b. Tidak terjadi insiden atau near miss
c. Safeguard tambahan terkait dengan bypass terganggu
d. PMCoW mengawasi pekerja di lokasi kerja
10. Permit harus ditutup sesuai dengan prosedur Permit to Work. Salah satu hal yang harus
dilakukan pada saat melakukan penutupan permit adalah :
a. Bypass yang sudah dikembalikan berfungsi tidak perlu diverifikasi
b. Verifikasi tidak harus dicantumkan dalam permit
c. Penyelesaian pekerjaan bypass tidak harus dikomunikasikan pada semua pekerja dan
tim kerja yang terkena dampak
d. Bypass yang sudah dioperasikan kembali perlu dikomunikasikan kepada semua
pekerja dan tim kerja yang terkait
11. Manakah dari pernyataan berikut yang BENAR terkait dengan analisa bahaya pekerjaan
bypass critical protection :
a. JSA dibuat pada fase perencanaan
b. JSA dibuat di lokasi kerja sebelum memulai pekerjaan
c. JSA dibuat pada saat pekerjaan sedang berlangsung
d. Pengkajian bahaya individu (Individual Hazard Assessment/ IHA) dibuat pada fase
perencanaan
13. Critical protection yang sedang di-bypass harus bisa diidentifikasi dengan jelas pada titik
dilakukan bypass atau isolasi. Contoh-contoh identifikasi yang dapat digunakan adalah :
a. Personal tag
b. Flag
c. Electronic flag untuk software
d. Semua jawaban a, b dan c benar
14. Melakukan bypass critical protection saat keadaan darurat berlangsung hanya boleh
dilakukan untuk melindungi :
a. Orang
b. Lingkungan
c. Harta benda (property)
d. Semua jawaban a, b dan c benar
15. Semua critical protection yang di-bypass harus didokumentasikan dalam sebuah bypass
register. Bypass register harus ditinjau ulang dan didokumentasikan dengan tanda tangan.
Tinjauan ulang (review) ini harus dilakukan :
a. Setiap minggu
b. Setiap hari
c. Setiap bulan
d. Setiap tiga bulan
16. Siapa yang harus menentukan proses dan frekuensi pemantauan setiap peralatan critical
protection yang sedang di-bypass :
a. Permit Approver
b. Qualifed Person
c. Area Controller
d. Permit User
17. Siapa yang harus melakukan pemantauan terus menerus di lokasi kerja terhadap setiap
perangkat critical protection yang tidak memiliki perangkat yang sama/ lebih untuk
mendeteksi kondisi yang sama saat sedang di-bypass :
a. Personil yang berkualifikasi (Qualified Person)
b. Permit Approver
c. Area Controller
d. Permit User
18. Semua critical protection yang di-bypass dan tercatat dalam bypass register harus
diinspeksi. Inspeksi ini harus didokumentasikan pada bypass register. Inspeksi ini harus
dilakukan :
a. Sekali dalam sebulan
b. Setiap 3 bulan
c. Setiap minggu
d. Setiap 6 bulan
19. Semua personil yang diizinkan untuk melakukan aktivitas bypassing critical protection :
a. Harus didokumentasikan
b. Tidak perlu didokumentasikan
c. Tidak perlu didokumentasikan selama bisa dikenali semuanya
d. Semua pernyataan a, b dan c salah.
20. Manakah dari pernyataan berikut ini yang BENAR terkait dengan pelatihan dan penilaian
kompetensi personil yang diberikan tanggung jawab sebagai peran bypassing critical
protection :
a. Persyaratan-persyaratan pelatihan harus didokumentasikan
b. Penilaian kompetensi harus didokumentasikan
c. Pernyataan a dan b benar
d. Pernyataan a dan b salah
MSW – WORKING AT HEIGHT
1. Pekerjaan berikut ini yang TIDAK membutuhkan General Permit to Work adalah :
a. Pekerjaan yang membutuhkan penggunaan sistem perlindungan jatuh (fall protection
system)
b. Derickman saat latching dan unlatching elevator dari monkey board
c. Mendirikan dan pembongkaran perancah (scaffolding)
d. Mengubah atau memodifikasi perancah (scaffolding)
2. Berikut ini adalah kondisi dimana pekerjaan di ketinggian harus dihentikan, bahaya
dimitigasi ulang dan permit divalidasi ulang. Pernyataan di bawah ini yang SALAH adalah :
a. Jika ada pekerja yang tidak 100% tied off, maka perkerjaan harus dihentikan, bahaya
harus diidentifikasi dan dimitigasi
b. Ketika sertifikasi scaffolding kadaluarsa, maka pekerjaan harus dihentikan, bahaya harus
diidentifikasi, dimitigasi dan permit harus direvalidasi
c. Jika terjadi insiden dan nearmiss, maka pekerjaan harus dihentikan, bahaya harus
diidentifikasi, dimitigasi dan permit harus direvalidasi
d. Terdapat sling yang putus ketika pekerjaan lifting & rigging dilakukan
3. Manakah di bawah ini yang seharusnya TIDAK dicantumkan ketika membuat PPHA untuk
pekerjaan di ketinggian :
a. Jarak yang dibolehkan terhadap saluran listrik di udara
b. Mengidentifikasi dan melakukan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya benda
jatuh (drop object)
c. Dokumentasi hasil MCU (Medical Check Up) pekerja
d. Pencegahan terhadap jatuhnya pekerja dari ketinggian (misalnya: menggunakan sistem
perlindungan jatuh, panjang lanyard yang dibutuhkan, dsb)
5. Persyaratan yang UTAMA DAN PALING DAHULU dilakukan sebelum melakukan pekerjaan
di ketinggian adalah :
a. Mempersiapkan peralatan yang memadai
b. Melakukan pengecekan kualitas udara
c. Melakukan tailgate meeting
d. Selalu pertimbangkan alternatif lain sebelum melakukan pekerjaan di ketinggian
6. Manakah dari pertimbangan di bawah ini yang TEPAT dalam pembuatan perencanaan
penyelamatan (rescue plan) terkait bekerja di ketinggian ketika menggunakan fall
protection systems :
a. Inspeksi alat pelindung diri APD/ PPE sebelum bekerja di ketinggian dimulai.
b. Membuat analisis kecelakaan (mitigasi) sedetail-detailnya di dalam Planning Phase
Hazard Analysis (PPHA), Job Safety Analysis (JSA), Individual Hazard Assessment (IHA)
c. Penempatan tim penyelamat (di lokasi kerja atau di luar lokasi kerja) dan
mempertimbangkan potensi terjadinya trauma tergantung (suspension trauma),
peralatan yang memadai, dan safety standby
d. Biaya penyelamatan atas sebuah kejadian kecelakaan
7. Pernyataan yang SALAH terkait dengan penggunaan alat pencegah jatuh dan alat pelindung
jatuh adalah :
a. Selalu gunakan alat pelindung jatuh ketika bekerja di ketinggian jika platform tidak
dilengkapi guardrail.
b. Penggunaan alat pencegah jatuh harus diutamakan daripada alat pelindung jatuh
c. Pekerja harus menerapkan prinsip 100% tie off ketika bekerja di ketinggian
d. Ketika bekerja di platform yang tidak dilengkapi guardrail pekerja harus menggunakan
body belt
8. Pernyataan yang BENAR terkait dengan titik angkur (anchorage point) di bawah ini adalah :
a. Penempatan anchorage point bisa dimana saja tanpa memperhatikan konstruksi
bangunan
b. Anchorage point harus dipilih, dan diinspeksi memenuhi persyaratan dan/ atau sesuai
dengan peraturan yang ada
c. Anchorage point bisa dibuat/ ditentukan oleh siapapun
d. Anchorage point tidak perlu diinspeksi rutin karena sudah dibuat oleh orang
berkompeten (competent person)
9. Alat pelindung yang tepat untuk bekerja di ketinggian adalah alat pencegah jatuh (fall
prevention) dan alat pelindung jatuh (fall protection), yang termasuk alat pencegah jatuh
(fall prevention) di bawah ini adalah :
a. Full Body Harness
b. Fall Arrest System
c. Guardrail (pagar)
d. Lanyard
10. Manakah dari pernyataan berikut yang BENAR terkait dengan analisa bahaya pada
pekerjaaan di ketinggian:
a. JSA dibuat pada fase perencanaan
b. PPHA dibuat di lapangan saat akan mulai melakukan pekerjaan di ketinggian
c. JSA dibuat di lokasi kerja sebelum pekerjaan dimulai
d. Pengkajian bahaya individu (Individual Hazard Assessment/ IHA) dilakukan pada fase
perencanaan
11. Berikut ini adalah pernyataan yang SALAH mengenai penggunaan tangga :
a. Tangga yang rusak harus diberi tag dan disingkirkan dari area kerja
b. Bagian vertikal dari tangga yang dipakai untuk kegiatan pekerjaan listrik boleh terbuat
dari bahan konduktor (penghantar listrik)
c. Stand-alone portable ladder diperbolehkan untuk pekerjaan dengan durasi pendek
(kurang dari 30 menit)
d. Stand-alone portable ladder harus sesuai dengan standar Chevron dan peraturan
perundangan yang berlaku
12. Pernyataan yang SALAH di bawah ini ketika pekerjaan di ketinggian menggunakan sistem
pelindung jatuh adalah :
a. Safety standby harus tersedia ketika ada seseorang bekerja di ketinggian
b. Bekerja di perancah/ scaffolding dengan ketinggian kurang dari 10 ft (3,05 m)
c. Sistem pelindung jatuh harus dipergunakan oleh pekerja yang membuat bukaan di
ketinggian (mis, dek, bukaaan pada lantai, dll).
d. Penentuan titik angkur (anchorage point) di atas kepala untuk meminimalkan jarak jatuh
bebas (free fall)
13. Berikut adalah ketentuan jarak minimum peralatan terhadap kable listrik di atas kepala
(overhead power line) yang digunakan untuk bekerja di ketinggian, KECUALI :
a. Tegangan 230 KV jarak minimumnya 15 feet (4,6 Meter)
b. Tegangan hingga 50 KV jarak minimumnya 10 feet (3,1 Meters)
c. Tegangan 50 – 72.5 KV jarak minimumnya 15 feet (4,6 Meter
d. Tegangan 230 KV jarak minimumnya 20 feet (6,1 Meter)
14. Pernyataan berikut ini yang SALAH mengenai alat pelindung jatuh adalah :
a. Alat pelindung jatuh (fall protection system) harus diinspeksi, ditest dan dinyatakan
masih laik pakai oleh Comptent Person minimal setiap 3 tahun sekali
b. Alat pelindung jatuh harus diinspeksi setiap kali akan digunakan
c. Alat pelindung jatuh yang ditemukan rusak pada saat inspeksi harus dihancurkan
d. Alat pelindung jatuh (fall protection system) harus diinspeksi, ditest dan dinyatakan laik
pakai oleh Competent Person setelah terpakai saat jatuh
15. Pernyataan yang paling TEPAT di bawah ini yang berhubungan dengan lubang pada grating :
a. Penentuan mitigasi bahaya cukup dilakukan membuat PPHA
b. Lubang diberi pengaman dan penutup
c. Lubang dibiarkan terbuka
d. Lubang pada grating cukup dikomunikasikan pada saat Pre-Job Meeting
16. Berikut ini adalah pernyataan yang SALAH mengenai penggunaan scaffolding :
a. Sistem pelindung jatuh harus dipakai ketika bekerja di scaffolding yang lebih tinggi dari
3,05 m dan tidak dilengkapi dengan guardrail
b. Tag inspeksi/ maintenance harus ditempelkan pada setiap unit perancah (scaffolding)
sesuai dengan hasil inspeksi dan frekuensi yang telah ditentukan.
c. Fasilitas harus mendokumentasikan nama-nama pekerja yang diberikan wewenang
untuk bekerja di atas scaffolding (bekerja di ketinggian)
d. Ketika bekerja pada scaffolding yang belum diberi tag hijau di ketinggian yang sama
atau lebih dari 3,05 m, full body harness tidak perlu dipergunakan
17. Ketika mendirikan perancah (scaffolding) hal berikut harus dipenuhi, KECUALI :
a. Perancah boleh dibebani material yang melebihi kapasitas maksimum yang
diperbolehkan
b. Perancah yang dibangun harus dilengkapi toe board, screen, guardrail, debris net, catch
platform dan/ atau struktur kanopi untuk menampung atau membelokkan benda jatuh
ketika orang bekerja di bawah perancah.
c. Perancah tidak boleh menghalangi akses (jalan) untuk masuk/ keluar dan pintu keluar
darurat di area kerja.
d. Komponen-komponen perancah harus ditopang (disupport) dengan aman
18. Pemasangan tanda peringatan dan barikade di area kerja terkait dengan perancah
(scaffolding) TIDAK dibutuhkan dalam kondisi di bawah ini :
a. Ketika mendirikan atau membongkar scaffolding
b. Ketika merubah, menambah atau memodfikasi scaffolding
c. Housekeeping pada saat perancah telah dibongkar
d. Untuk area di bawah perancah yang terdapat kemungkinan benda jatuh
19. Pernyataan yang SALAH terkait dengan penggunaan Mobile Elevated Work Platforms
(MEWPs) ketika bekerja di ketinggian adalah :
a. Tidak diperlukan lagi alat pelindung jatuh ketika bekerja di ketinggian menggunakan
MEWP
b. Jangan pernah menjalankan (maju/ mundur) MEWP ketika boom masih beroperasi
c. Gunakan alat pelindung jatuh ketika bekerja di ketinggian menggunakan MEWP
d. MEWP harus digunakan, dipelihara, diperiksa sesuai instruksi yang ada pada panduan
manual dari pabriknya
20. Manakah pernyataan yang paling TEPAT di bawah ini terkait penggunaan perancah
(scaffolding) :
a. Perancah harus didirikan, dilabel, dimodifikasi dan dibongkar di bawah pengawasan
Competent Scaffolding SME
b. Perancah cukup diinspeksi oleh pekerja
c. Perancah dapat digunakan sebagai tempat kerja permanen
d. Pendirian sebuah perancah tidak memerlukan izin kerja
1. Mengarahkan pandangan jauh kedepan mengharuskan anda untuk melakukan
a. Memperhatikan kiri dan kanan serta sekali-sekali melihat kebelakang
b. Melihat sejauh mata memandang
c. Melihat kedepan minimal 15 detik
d. Melihat kedepan minimal 8 detik
2. 5 Kunci keselamatan mengemudi saling terkait, kunci mana yang mengharuskan anda menjaga ruang gerak dan
berkomunikasi :
a. Arahkan pandangan jauh kedepan dan aktifkan mata anda
b. Siapkan jalan menghindar dan pastikan mereka melihat anda
c. Dapatkan gambaran luas dan siapkan jalan menghindar
d. Jawaban A, B dan C benar
3. Jika dalam mengemudi menatap terpaku pada suatu objek, maka akibatnya adalah :
a. Pandangan kedepan menjadi kabur dan buram
b. Luas pandangan berkurang
c. Fokus pandangan hilang
d. Jawaban A, B dan C benar
4. Kunci mana yang mengharuskan pengemudi memberikan kesempatan kepada kendaraan yang berada dibelakang
untuk mendahului?
a. Aktifkan mata anda
b. Pastikan orang lain melihat anda
c. Dapatkan gambaran luas
d. Siapkan jalan menghindar
5. Mana kalimat dibawah ini yang bukan bagian dari 5 Kunci mengemudi
a. Siapkan jalan menghindar
b. Deteksi masalah lebih awal
c. Pastikan orang lain melihat anda
d. Dapatkan gambaran luas
6. Jika anda berada dalam iringan dan ruang gerak yang dimiliki sangat terbatas, maka anda harus melakukan :
a. Menyediakan ruang yang cukup dibelakang kendaraan anda
b. Menyediakan paling tidak ada ruang disamping anda
c. Mengatur paling sedikit satu ruang didepan anda
d. Jawaban A, B dan C benar
7. Kunci mengemudi bila di praktekan dengan benar, maka anda akan medapatkan :
a. Mendapatkan ruang yang selamat untuk kendaraan
b. Mendapatkan jarak pandang yang jauh
c. Mendapatkan waktu untuk membuat keputusan
d. Jawaban A, B dan C benar
8. Berapa banyak tanda peringatan keselamatan yang ada pada kendaraan umumnya
a. Paling sedikit lima
b. Dua
c. Tiga
d. Empat
12. Siapkan jalan menghindar adalah kunci yang mengharuskan anda untuk melakukan :
a. Memastikan orang lain melihat anda
b. Memilih jalur yang tepat dengan sedikit rintangan
c. Melihat jauh 30 detik kedepan
d. Dapat mengatur jarak
13. Kunci manakah yang paling tepat untuk memprediksi tindakan orang lain sehingga anda memiliki waktu untuk
bertindak
a. Siapkan jalan menghindar
b. Pastikan mereka melihat anda
c. Arahkan pandangan jauh kedepan
d. Dapatkan gambaran luas
14. Bila anda mengemudi dengan pandangan yang pendek maka anda akan?
a. Anda akan sering mengkoreksi arah kendaraan
b. Anda akan sering mengerem tiba-tiba
c. Anda akan terkejut dengan kondisi di depan
d. Jawaban A, B dan C benar
18. Aktifkan mata anda adalah metode yang sangat erat kaitannya untuk :
a. Melihat jauh kedepan
b. Mendapatkan gambaran luas
c. Memastikan orang lain melihat anda
d. Berkomunikasi dengan pengemudi lain
19. Ketika anda memperlambat atau berhenti dijalan, maka bahaya yang paling besar datang dari arah?
a. Bagian depan
b. Bagian samping
c. Bagian belakang
d. Jawaban A, B dan C benar
20. Untuk mendapatkan gambaran yang luas anda harus mengaktifkan mata anda paling sedikit setiap?
a. 8 detik
b. 5 – 8 detik
c. 15 detik
d. 2 detik
22. Jika anda mengemudi dalam iring – iringan yang banyak, siapakah yang paling mungkin dapat menjaga jarak iring?
a. Pengemudi kendaraan dibelakang kendaraan anda
b. Anda sendiri yang mengemudikan kendaraan
c. Pengemudi kendaraan didepan kendaraan anda
d. Jawaban A, B dan C benar
23. Berapa derajat luas pandangan kedepan rata – rata kebanyakan orang?
a. 45 derajat
b. 90 derajat
c. 180 derajat
d. 360 derajat
24. Bagian mana dari rongga keselamatan yang paling sulit dikontrol
a. Depan
b. Belakang
c. Kiri
d. Kanan
25. Kunci mana yang mengaharuskan anda untuk berkomunikasi dengan pengemudi lain
a. Dapatkan gambaran luas
b. Sediakan jalan menghindar
c. Pastikan orang lain melihat anda
d. Arahkan pandangan jauh kedepan
BY PASSING CRITICAL PROTECTION
1. Persyaratan dari pekerjaan by pass critical protection yang paling utama dan terlibih dahulu
diperhatikan adalah
a. Selalu Pertimbangkan alternative-alternatif yang tidak mengharuskan by pass critical
protection
b. Selalu lakukan analisa bahaya fase perencanaan
c. Jangan pernah melakukan by pas isolasi dan atau menghilangkan critical protection selama
kondisi tidak normal
d. Selalu harus ada minimum satu tambahan pengaman terpasang saat melakukan by pass
critical
2. Saat keadaan operasi tidak normal maka hal yang tidak boleh dilakukan terhadap perangkat
critikal protection
a. Mem-by pass sytem proteksi
b. Mengisiolasi system protecsi
c. Melepas system proteksi
d. Jawaban a,b dan c benar
3. Melakukan by pass critical protection harus dilakukan sesuai dengan proses MOC bila by pass
diperkirakan
a. Kurang dari 1jam
b. Lebih dari 72 jam
c. Kurang dari 10 jam
d. Kurang dari 72 jam
4. Manakah dari penyataan berikut ini yang benar dengan jumlah critical protection device yang
dapat di by pass
a. Hanya jumlah minimum critical protection device yang diperlukan untuk dilakukan bypass
b. semua critical protection device dapat di bypass secara bersamaan
c. hanya satu saja critical protection device yang dapat di bypass secara bersamaan
d. jawaban a,b dan C SALAH
5. Berapa jumlah tambahan minimum pengaman yang harus ada ketika dilakukan bypass critical
a. 1 tambahan pengaman
b. 2 tambahan pengaman
c. 3 tambahan pengaman
d. 4 tambahan pengaman
6. Manaka pernyataan berikut ini yang benar berhubungan dengan analisa bahaya pekerjaan
bypass critical
a. Penilaan bahaya individu (IHA) harus dilakukan dalam fase perencanaan
b. Analisa bahas fase perencanaan harus dilakukan menggunakan formulir standar sesuai
prosedur analisa chevron
c. Pekerjaan bypass critical protection merupakan pekerjaan beresiko rendah sehingga tidak
diperlukan analisa bahaya apapun
d. Semua penyataan a,b dan c salah
7. Melakukan bypass critical protection pada system yang bersis bahan kimia yang sangat reaktif
dan berbahaya dalam jumlah yang sangat signifikan harus menerapkan hal berikut
a. Memerlukan proses hazard analisis(RISk MAN 2) sesuai dengan risk management proses
b. Tidak Memerlukan proses hazard analisis(RISk MAN 2) sesuai dengan risk management
proses
c. Cukup dengan analisa bahaya atau PPHA dala fase perencanaan saja
d. Cukup hanya dengan JSA sebelum melakukan bypass critical protection
8. Manakah dari pernyataan berikut ini yang benar terkait dengan permit to work pekerjaan
bypass critical
a. General PTW tidak diperlukan oleh bypass critical
b. Generl PTW diperl ukan semua pekerjaan Bypass critical
c. Periode waktu untuk bypass critical protection yang diizinkan dan tanda tangan yang
memberi izin tidak harus didokumentasikan dalam permit
d. Jawaban b dan c benar
9. Semua critical protection yang di bypass dan tercatat dalam bypass register harus di inspeksi
harus didokumentasikan pada bypass register. Inspection ini harus dilakukan
a. Sekali dalam sebulan
b. Setiap 3 bualan
c. Setiap minggu
d. Setiap 6 bulan
10. Semua critical protection yang di bypass harus didokumentasikan dalam sebuah bypass
register. By pass register harus di tinjau ulang dan di dokumentasikan dengan tanda
[Link] ulang(review) ini harus dilakukan
a. Setiap minggu
b. Setiap hari
c. Setiap bulan
d. Setiap 3 bulan
Isolation of Hazardous Energy Standard Training
1. Berikut ini adalah kondisi yang mengharuskan dilakukan isolasi energy berbahaya pada saat
bekerja dengan sumber energy berbahaya
a. Jika terdapat potensi terjadinya kontak dengan energy yang tidak diharapkan ketika
pekerjaan perawatan atau pemeliharaan peralatan dilakukan.
b. Ketika Proteksi peralatan kritis di bypass atau dihilangkan.
c. Jika pekerjaan memasukan bagian tubuhnya kedalam peralatan/instalasi dimana terdapat
area berbahaya pada peralatan instalasi tersebut.
d. Semua Jawaban benar
2. Jika titik isolation tidak dapat dikunci menggunakan peralatan lock out maka
a. Pekerjaan tidak dapat dilakukan
b. Diberikan tag yang mudah terlihat dan dicatat pada IHE permit atau daftar periksa
checklist isolasi.
c. Menempatkan personel untuk menjaga titik isolasi tersebut.
d. Semua jawaban diatas salah
3. Pernyataan yang tepat terkait penggunaan group lock pada pekerjaan IHE adalah
a. Disaranakan untuk menggunakan group lock agar mempermudah penerapan IHE
b. Penggunaan group lock hanya diizinkan jika penggunaan multilock pada titik isolasi tidak
dapat diterapkan
c. Penggunaan group lock diperbolehkan jika tim yang bekerja terdiri dari 3 departmen
yang berbeda meskipun titik isolasi memungkinkan dipasang multi lock.
d. Penggunaan group lock tidak diizinkan sama sekali.
5. Berikut ini adalah pernyataan yang tepat tentang pekerjaaan yang berkait isolasi energy
berbahaya
a. Cukup individual hazard assessment yang harus dilakukaan sebelum dimulainya
pekerjaan isolasi
b. Pemasangan ganda pelepasan isolasi harus dikomunikasikan kepada pekerja,
department ataupun bagian terkait lainnya terkena dampak isolasi.
c. Apabila hanya terdapat satus umber energy, isolasi tidak perlu dilakukan.
d. Semua jawaban diatas salah
6. Aktifitas hot work yang mensyaratkan adanya isolasi fisik positif adalah
a. Bekerja di tangki penyimpanan (strage and ballast tank) pada kapal,FPSO dan FSO
b. Stasiun pengukuran (metering )pipa gas
c. Pada saat bekerja di dalam bejana, tanki atau pipa.
d. Membuka bpipa yang berada didalam tanah atau dibawah laut
7. Pekerjaan harus dihentikan bahaya dan resiko harus dinilai ulang dan permit harus divalidasi
ulang jika hal hal dibawah ini terjadi
a. Isolasi energy gagal atau isolasi tidak dilakukan dengan benar
b. Titik isolasi tidak dikunci dan diberi tag
c. Terjadi insiden atau nearmiss
d. Semua jawaban diatas benar
9. Yang harus melakukan inspeksi dan verifikasi bahwa semua sumber energy telah di isolasi
sebelum dimulainya pekerjaan.
a. Personal managing control of work
b. Permit approver
c. Safety engineer
d. Facility engingeer
10. Manakah pernyataan yang tepat tentang penggunaan peralatan lock out adalah
a. Peralatan lout out hanyabolehdigunakankeperluan IHE saja
b. Gembokumum yang berkualitasbaikdandiwanaiesuaistandardapatdigunakan sebagai
peralatan lock out
c. Peralatan tag tidak perlu mencantumkan nama pekerja yang memasang lockout
d. Lock harus dapat mengunci titik isolasi meskipun dalam posisi yang tidak terlihat.