Journal of Telenursing (JOTING)
Volume 5, Nomor 2, Juli-Desember 2023
e-ISSN: 2684-8988
p-ISSN: 2684-8996
DOI : [Link]
EFEKTIVITAS STRETCHING TERHADAP PEKERJA KANTORAN YANG
MENGALAMI NYERI LOW BACK PAIN
Andari Elsa Dwi Putri¹, Masfuri², Prima Agustia Nova³
Universitas Indonesia1,2,3
[Link]@gmail.com1
ABSTRAK
Tujuan literature review ini adalah untuk memperoleh gambaran terkait efektivitas
pemberian stretching seperti mengurangi keluhan low back pain, merelaksasikan otot,
mencegah spasme, dan mencegah gangguan musculoskeletal akibat risiko kerja dan
meningkatkan pengetahuan pekerja kantoran dengan exercise yang dapat memberikan
kenyamanan. Metode yang dilakukan pada analisis jurnal ini ialah literature review
hasil dari identifikasi beberapa jurnal. Hasil penelitian, stretching adalah aktivitas
relaksasi pada otot yang dapat meningkatkan fleksibilitas dan mobilitas otot dan dapat
memaksimalkan range of motion dari persendian, stretching atau peregangan yang
dilakukan rutin 2-3 kali setiap minggu nya dengan gerakan 15-30 detik yang diulangi
gerakannya 2-3 kali. Simpulan, stretching merupakan latihan yang sudah terbukti
memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri low back pain, selain itu
stretching juga dapat menjadikan otot-otot relaksasi saat bekerja, sehingga para pekerja
kantoran dapat merasakan kenyamanan saat bekerja.
Kata kunci : Low Back Pain, Nyeri, Pekerja Kantoran, Stretching
ABSTACT
The aim of this literature review is to obtain an overview regarding the effectiveness of
stretching, such as reducing complaints of low back pain, relaxing muscles, preventing
spasms, and preventing musculoskeletal disorders due to work risks and increasing the
knowledge of office workers with exercises that can provide comfort. The method used
in this journal analysis is a literature review resulting from the identification of several
journals. The results of the research show that stretching is a relaxation activity for the
muscles that can increase muscle flexibility and mobility and can maximize the range of
motion of the joints. Stretching is done routinely 2-3 times every week with 15-30
second movements and repeated 2-3 times. time. In conclusion, stretching is an exercise
that has been proven to have a significant effect on reducing low back pain. Apart from
that, stretching can also relax the muscles while working, so that office workers can feel
comfortable while working.
Keywords: Low Back Pain, Pain, Office Workers, Stretching
PENDAHULUAN
Nyeri merupakan sensasi tidak menyenangkan akibat adanya gangguan fisologis
tubuh yang dirasakan seseorang, nyeri yang dirasakan terbagi menjadi dua yaitu nyeri
akut dan nyeri kronis (Potter & Perry, 2019). Nyeri yang dirasakan oleh seorang pekerja
2603
2023. Journal of Telenursing (JOTING) 5 (2) 2603-2610
ialah nyeri punggung bawah atau low back pain sebagai akibat dari risiko kerja yang
dialami oleh para pekerja, yang tentunya tidak bisa di anggap biasa atau diabaikan
karena akan berakibat pada kecacatan.
Low back pain merupakan sensasi nyeri yang dirasa dari area punggung hingga
menjalar ke tungkai kaki, low back pain dikriteriakan menjadi dua yaitu spesifik akibat
dari gangguan degenerative atau penyakit patologi sedangkan nonspesifik yaitu low
back pain yang belum diketahui penyebabnya secara pasti hal ini dapat terjadi akibat
factor usia maupun aktivitas kerja (Urits et al., 2019).
Jumlah pekerja di Indonesia setiap tahunnya akan mengalami peningkatan, maka
penyakit akibat kerjapun dipastikan akan bertambah, menurut Global Burden Of
Disease pekerja dunia yang menderita low back pain yaitu 1 dari 10 orang penduduk
dunia, Indonesia dengan jumlah Persentase penderita low back pain sebanyak 18 %,
yang terjadi akibat berbagai faktor seperti kegemukan, gangguan musculoskeletal, usia
>35 tahun, genetik, perokok aktif, dan gangguan akibat beban kerja (Septiani et al.,
2022).
Menurut UU cipta kerja No.21/2020 waktu bekerja di Indoneisa rata-rata ialah 7
jam sehari dengan jumlah 6 hari per minggu, serta 8 jam sehari dengan jumlah 5 hari
perminggu. Masa bekerja nya seseorang yang dilakukan bertahun-tahun apabila tidak
dilakukan dengan posisi benar maka akan berisiko terkena nya gangguan
musculoskeletal, perhatian khusus untuk pekerja kantoran yang menghabiskan waktu
untuk bekerja dengan posisi duduk harus dengan kondisi yang baik dan benar (Purba et
al., 2020).
Beberapa waktu lalu berbagai negara termasuk indonesia juga pernah mengalami
pandemic covid 19 yang mengharuskan para pekerja sebagian besar untuk bekerja
dirumah atau (work from home), secara otomatis akan mengharuskan para pekerja untuk
banyak duduk maka risiko terkena low back pain akan meningkat jika tidak dilakukan
exercise dan posisi duduk yang benar. Exercise yang tepat untuk mencegah low back
pain para pekerja kantoran yang cenderung bekerja dengan posisi duduk ialah
stretching, latihan stretching biasa dikenal dengan istilah peregangan otot yang dapat
dijabarkan sebagai aktivitas yang dilakukan dengan tujuan untuk mempertahankan
kekuatan dan kelenturan otot-otot (Mustagfirin et al., 2020). Stretching itu sendiri
memiliki banyak manfaat yang bisa dilakukan oleh pekerja kantoran seperti
melancarkan sirkulasi darah, keseimbangan tubuh, meningkatkan kebugaran, mencegah
kekakuan otot, mencegah gangguan musculoskeletal (Ardiyansyah, 2022).
Pada penelitian (Jeny et al, 2016) menunjukkan bahwa latihan stretching atau
latihan peregangan mempengaruhi nyeri pada penderita low back pain dengan nilai
statistik p adalah 0,066>0,05. Penelitian lainnya dilakukan oleh Mustagfirin et al.
(2020) menunjukkan ada pengaruh pemberian latihan stretching terhadap tingkat nyeri
punggung bawah pada lansia, penelitian lainnya dilakukan oleh Sufreshtri, H., &
Puspitasari, N. (2020). Juga menunjukkan bahwa latihan stretching secara teratur di
tempat kerja pada penjahit terbukti efektif menurunkan nyeri (myalgia) pada punggung
bawah (p value = 0,000).
Perbedaan penelitian ini dibandingkan dengan penelitian diatas yaitu pada metode
dan subjek penelitian. Pada penelitian sebelumnya menggunakan metode kuantitatif
dengan pendekatan eksperiment baik penggunaan kelompok control dan intervensi
untuk mencari jawaban terkait efektivitas latihan stretching pada subjek lansia dan
pekerja penjahit. Sedangkan pada penelitian ini, peneliti menggunakan telaah literature
terkait yang berkaitan dengan subjek pekerja kantor menggunakan sumber jurnal dari
2604
2023. Journal of Telenursing (JOTING) 5 (2) 2603-2610
berbagai database, artikel yang relevan kemudian dilakukan telaah untuk melihat
efektivitas pemberian stretching seperti mengurangi keluhan low back pain,
merelaksasikan otot, mencegah spasme, dan mencegah gangguan musculoskeletal akibat
risiko kerja dan meningkatkan pengetahuan pekerja kantoran dengan exercise yang
dapat memberikan kenyamanan. Berdasarkan pemaparan diatas, low back pain harus
diatasi dan dicegah khususnya bagi pekerja kantoran, dengan melakukan stretching
rutin disela-sela aktivitas kerja.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini ialah literature review, untuk mengidentifikasi artikel tentang
Eefektivitas Stretching Terhadap Pekerja Kantoran Yang Mengalami Nyeri Low back
pain, penulis mencari di beberapa database seperti Google Schoolar, Pubmed,
Sciencedirect, Indonesian Scientific Journal Database. Setelah melakukan pencarian,
kemudian melakukan pemilihan beberapa jurnal atau artikel untuk dipilih sebagai
referensi.
Tabel 1.
kata kunci literature review
Pekerja Nyeri punggung bawah Latihan peregangan
Para pekerja kantoran Low back pain stretching
OR OR
Office worker Stretch
Keyword pada penelitian ini adalah : (((“Office worker”)AND”low back pain) AND
“stretch” Versi pencarian keyword Indonesia Nyeri punggung bawah, dan latihan peregangan
pada pekerja.
HASIL PENELITIAN
Pada penelitian ini setelah dilakukan pencarian dari database jurnal, peneliti
kemudian melakukaan telaah jurnal sesuai dengan kriteria inklusi yang peneliti
tetapkan, melalui proses seleksi studi didapatkan 5 artikel yang kemudian penulis
lakukan ektraksi data. 3 artikel menggunakan metode quasy eksperiment, 2 artikel
menggunakan metode literature review. 4 artikel menunjukkan hasil ada pengaruh
stretching ataupun peregangan terhadap penurunan nyeri punggung bawah dan resiko
cidera, 1 artikel menunjukkan ada kaitan erat antara nyeri punggung bawah dengan
pekerjaan sehari-hari yang memerlukan peregangan otot, penjelasan lebih lanjut pada
tabel 2 berikut ini.
Table 2.
Hasil pencarian literature
No Identitas Jurnal Metode Tujuan Penelitian Hasil Penelitian
Penelitian
1. Penulis : Tiar Metode pada Tujuan : Berdasarkan hasil penelitian
Permata Yanuar, Sri penelitian ini Penelitian ini dan uji statistik
Yuni Tursilowati adalah quasi memiliki tujuan didapatkanlah hasil
(2017). eksperimental. mengetahui apakah pemberian stratching
peregangan atau memberikan efek penurunan
Judul : Pengaruh stratching memiliki nyeri pada pasien low back
Pemberian pengaruh terhadap pain pada perajin logam di
Peregangan penurunan keluhan kampung Basen Kotagede
(Stretching) Terhadap nyeri punggung Yogyakarta dengan nilai
2605
2023. Journal of Telenursing (JOTING) 5 (2) 2603-2610
Penurunan Keluhan (low back pain) [Link]. 2-tailed=0,017.
Nyeri Punggung pada perajin logam
Bawah (Low back di kampung Basen
pain) Pada Perajin Kotagede
Logam Kampung Yogyakarta.
Basen Kotagede
Yogyakarta Tahun
2017.
2. Penulis: Metode Tujuan Beberapa hasil studi dapat
Wertli, M. M., penelitian ini Pada sistematik diambil kesimpulan yaitu,
Eugster, R., Held, U., adalah dengan review ini memiliki low back pain sangat erat
Steurer, J., Kofmehl, Teknik tujuan untuk kaitan nya dengan pekerjaan
R., & Weiser, S. sistematik melihat seberapa yang apabila tidak
(2014). Judul : review. peting prognostik diperhatikan dapat berakibat
Catastrophizing—a dan katastropik pada kecacatan. Hasil nilai
prognostic factor for sebagai Teknik (n=8,66%) menemukan
outcome in patients koping untuk pasien bencana terkait dengan nyeri
with low back pain: a yang mengalami dan kecacatan saat tindak
systematic review low back pain. lanjut pada pasien LBP akut,
subakut, dan kronis.
3. Penulis : Metode Tujuan : Berdasarkan hasil tinjauan
Fairuz Nabila Afia, penelitian ini Penelitian ini pustaka didapatkan hasil,
Dwita Oktaria (2018). ialah tinjauan memiliki tujuan bahwa stretching yang
Judul : pustaka. untuk mengetahui dilakukan rutin dapat
Pengaruh Stretching apakah stretching menjadikan otot-otot
Terhadap Pekerja memiliki pengaruh menjadi lemes,luntur,dan
yang Menderita Low terhadap penderita nyaman sehingga mngurangi
back pain. low back pain. ketegangan pasien dengan
keluhan low back pain.
4. Penulis : Sufreshtri Metode Tujuan : Paired sample t-test
Hestri & Nurwahida penelitian ini Pada jurnal ini diperoleh p-value = 0,000
Puspitasari (2020). adalah quasi bertujuan untuk (p<0,05), artinya
eksperimental. mengetahui ada pengaruh latihan
Judul : pengaruh workplace punggung dinamis aktif
Pengaruh Workplace stretching active peregangan di tempat kerja
Stretching Active dynamic back terhadap peningkatan
Dynamic Back exercise terhadap aktivitas fungsional nyeri
Exercise Terhadap peningkatan punggung bawah miogenik
Peningkatan Aktivitas aktivitas fungsional pada penjahit.
Fungsional Low back low back pain
pain Myogenic Pada myogenic pada
Penjahit. penjahit.
5. Penulis : Saadah Rancangan pra Tujuan : Hasil menunjukkan latihan
Hamidus Daris, 2015. eksperimen Pada penelitian ini, fleksi William (peregangan)
Judul : menggunakan " ialah untuk untuk menurunkan nyeri
Pengaruh Latihan Pre Group One mengetahui punggung bawah terhadap
Fleksi William Test Post Test pengaruh latihan lansia dengan P = 0,000 dan
(Stretching) terhadap design. fleksi William nilai signifikan ≤ 0,05
Tingkat Nyeri (stretching) menunjukkan H1 diterima
Punggung Bawah terhadap penurunan untuk menunjukkan adanya
pada Lansia di tingkat nyeri pengaruh dari latihan fleksi
Posyandu Lansia RW punggung bawah William (peregangan) untuk
2 Desa Kedung pada lansia di menurunkan nyeri punggung
kandang Malang posyandu lansia bawah terhadap lansia.
RW 2 di desa
Kedung kandang
Malang.
2606
2023. Journal of Telenursing (JOTING) 5 (2) 2603-2610
PEMBAHASAN
Nyeri merupakan suatu sensasi yang tidak menyenangkan akibat adanyanya
kerusakan jaringan dialami seorang individu, berakibat pada kenyamanan sensorik serta
emosional yang terganggu (Kusumaningrum et al., 2021). Nyeri punggung bawah atau
low back pain merupakan sensasi nyeri yang dirasa dari area punggung hingga menjalar
ke tungkai kaki (Karunia sarswati et, al.,2019).
Nyeri punggung merupakan salah satu penyakit atau gangguan dari risiko kerja,
apabila dibiarkan lama-kelamaan akan menjadi gangguan muskulo skeletal hingga
kecacatan (Hasanah, 2022). Persentase pekerja seluruh dunia yang mengalami nyeri
punggung bawah ialah mencapai angka 50-80 % hingga menjadikan para pekerja
mengalami devisit produktivitas (Arwinno, 2018).
Stretching adalah aktivitas relaksasi pada otot yang dapat meningkatkan
fleksibilitas dan mobilitas otot dan dapat memaksimalkan range of motion dari
persendian (Wyatt & Licata, 2020). Berdasarkan 5 jurnal yang telah di review, aktivitas
stretching bisa dilakukan rutin minimal 2-3 kali per minggu setiap gerakan ditahan 15-
30 detik ulangi 2-3 kali tutup dengan gerakan pendinginan dengan waktu total 15-30
menit perhari. Nyeri punggung dipicu oleh beberapa faktor seperti, usia, jenis kelamin,
obesitas, aktivitas, dan pekerjaan (Tiar et al., 2017).
Faktor aktivitas dan pekerjaan merupakan hal yang saling berkaitan menjadi
pemicu low back pain khususnya pada pekerja kantoran yang banyak melakukan
aktivitas kerja dengan duduk dilakukan berjam-jam dengan rutinitas harian (Putra et al.,
2022). Posisi duduk yang dilakukan dalam bekerja dengan jangka waktu Panjang
memberikan efek nyeri punggung bawah yang disebabkan oleh tekanan pada
lumbosacral sebagai titik tumpu saat duduk waktu bekerja (Mustaghfirin et al., 2020).
Seseorang yang mengalami low back pain akan merasakan ketidaknyamanan saat
diam maupun berkativitas, sensasi nyeri yang diarea punggung bawah hingga ke tungkai
kaki dapat dirasakan dengan berbagai jenis skala yaitu mulai dari nyeri ringan, sedang,
berat. Nyeri akibat low back pain tidak bisa dibiarkan begitu saja, apabila terus menerus
dibiarkan maka akan menyebabkan gangguan musculoskeletal yang lebih serius hingga
menjadi kecacatan. Sesuai dengan penelitian (Shiri et al., 2019). Berdasarkan lembar
observasi yang menyelidiki nilai prognostik dari keluhan pada pasien dengan LBP
menunjukkan hasil study review (n=8,66%) yang berarti bahwa low back pain memiliki
hubungan erat dengan pekerjaan yang dilakukan. Masalah prognostik tersebut dapat
diatasi dengan melakukan stretching guna mengurangi otot-otot yang menegang saat
duduk lama, jaringan otot lebih lentur, menghindari kram, risiko nyeri berkurang, serta
posisi tubuh yang menjadi optimalisasi pada postur yang sesuai (Tiar et al., 2017).
Para pekerja kantoran mayoritas dengan jam kerja pagi hingga petang seringkali
membuat waktu untuk berolahraga sangat minim, ditambah dengan aktivitas kerja lebih
sering duduk dengan kesalahan posisi memicu terjadinya low back pain yang
menyakitkan (Guesteva et al., 2021). Ketika stretching dilakukan akan terjadi
penahanan beberapa detik pada otot, struktur muscle fiber terutama sarcomer
mengalami peregangan karena anyaman miofilamen yang overlapping akan berkurang
dan secara otomatis menyebabkan struktur muscle fiber menjadi memanjang sehingga
menjadikan relaksasi serta diyakini mengurangi rasa nyeri dan terjadinya pemanjangan
struktur muscle fiber tersebut dapat mengurangi spasme (Afia & Oktaria, 2018). Selain
itu ada beberapa jenis stretching yang efektif untuk mengatasi low back pain yang
2607
2023. Journal of Telenursing (JOTING) 5 (2) 2603-2610
terbukti efektif yaitu workplace stretching active dynamic back exercise merupakan
aktivitas latihan peregangan dinamis aktif (Rahmah et al., 2023).
Pada penelitian Sufreshtri & Nurwahida (2020) mununjukkan hasil ada pengaruh
latihan punggung dinamis aktif peregangan di tempat kerja terhadap peningkatan
aktivitas fungsional nyeri punggung bawah miogenik pada penjahit. Kemudian Latihan
Fleksi William (Stretching) juga memiliki peran penting untuk mengatasi nyeri
punggung bawah akibat low back pain Melakukan aktivitas latihan William flexion
exercise secara teratur dan benar dapat menurunkan intensitas nyeri, terjadinya lower
stability trunk pada abdominal muscle, otot gluteus maupun hamstring dalam
peningkatan fleksibility dalam susunan fleksor hip muscle dan lower back (Saadah,
2015). Latihan stretching yang tepat dan sesuai prosedure diikuti dengan gerakan yang
benar maka memiliki efektivitas seperti, nyeri low back pain berkurang, mengembalikan
kekuatan otot pinggang, mecegah gangguan musculoskeletal hal tersebut didukung pula
dengan posisi duduk saat bekerja dengan cara yang tepat dan benar (Afia & Oktaria,
2018).
Berdasarkan hasil analisis jurnal manfaat latihan peregangan atau stretching
terbukti memiliki banyak pengaruh diantaranya melancarkan vaskularisasi,
menurunkan intensitas nyeri low back pain dan mencegah spasme pada otot-otot.
Latihan ini harus dilakukan rutin di sela-sela waktu bekerja 15-30 detik dengan 2-3 kali
pengulangan, didukung dengan pola hidup sehat, menjaga makanan sehat, olahraga
teratur, tidak merokok, istirahat cukup serta mencegah kegemukan (Anggie et al.,
2019).
SIMPULAN
Setelah dilakukan telaah jurnah hasil study literature review dapat diambil kesimpulan
bahwa latihan peregangan atau stretching berpengaruh pada pekerja kantoran yang
mengalami low back pain, dari hasil study menunjukkan perubahan yang signifikan
terhadap penurunan intensitas nyeri low back pain pada pekerja yang rutin melakukan
aktivitas stretching yaitu 15-30 detik dengan 2-3 kali pengulangan rutin 2-3 kali
sepekan, di dukung dengan pola hidup sehat, menjaga makanan sehat, olahraga teratur,
tidak merokok, istirahat cukup serta mencegah kegemukan.
DAFTAR PUSTAKA
Afia, F. N., & Oktaria, D. (2018). Pengaruh Stretching terhadap Pekerja yang Menderita
Low Back Pain. Jurnal Agromedicine, 5(1), 478-482.
[Link]
Anggie N. L., Faisal I, I. K. (2019). Pengaruh Senam Low Back Pain terhadap
Tingkat Nyeri Punggung Bawah pada Lansia di Dusun Setoyo Desa
Balongmojo Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto. Journal Of Chemical
Information And Modeling, 53(9), 287-297.
[Link]
Ardiyansyah (2022). Manfaat Peregangan ditempat Kerja.
[Link]
Arwinno, L. D. (2018). Keluhan Nyeri Punggung Bawah pada Penjahit
Garmen. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 2(3),
406-416. [Link]
Astuti, S. J., & Koesyanto, H. (2016). Pengaruh Stretching terhadap Nyeri Punggung
Bawah dan Lingkup Gerak Sendi pada Penyadap Getah Karet PT Perkebunan
2608
2023. Journal of Telenursing (JOTING) 5 (2) 2603-2610
Nusantara IX (Persero) Kendal. Unnes Journal of Public Health, 5(1), 1-9.
[Link]
Guesteva, V. C., Anggraini, R. A., Maudi, L. P., Rahmadiani, P. Y., & Azzahra, N.
(2021). Faktor-Faktor Penyebab Kejadian Low Back Pain pada Pekerja Kantoran:
Systematic Review. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat: Media Komunikasi
Komunitas Kesehatan Masyarakat, 13(3), 151-159.
[Link]
Hasanah, K. (2022). Patologi Gerak dan Sendi. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Kusumaningrum, D., Samara, D., Widyatama, H. G., Parwanto, M. E., Rahmayanti, D.,
& Widyasyifa, S. A. (2021). Postur Tubuh dan Waktu Duduk dengan Keluhan
Nyeri Punggung Bawah (LBP). Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(1),
74-81. [Link]
Mustagfirin, M. I., Nataliswati, T., & Hidayah, N. (2020). Studi Literatur Review:
Latihan Stretching terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Punggung Bawah pada
Lansia. Hospital Majapahit (Jurnal Ilmiah Kesehatan Politeknik Kesehatan
Majapahit Mojokerto), 12(2), 143-155.
[Link]
Potter, P. A., Perry, A. G. G., Stockert, P. A., & Hall, A. (2019). Fundamentals of
Nursing Vol 2-9th Indonesian edition. Elsevier Health Sciences.
Purba, D., & Situmorang, T. (2020). Hubungan Posisi dan Masa Kerja dengan
Gangguan Muskuloskeletal pada Perawat di RSU Sundari Medan. Jurnal
Keperawatan Flora, 13(1), 97-108. [Link]
[Link]/[Link]/jkpf/article/view/219
Putra, I. M. M. R., Rusni, N. W., & Sukmawati, N. M. H. (2022). Hubungan Sikap
Kerja dengan Kejadian Low Back Pain (LBP) pada Pegawai Bank X di Kabupaten
Gianyar. AMJ (Aesculapius Medical Journal), 2(2), 82-90.
[Link]
Rahmah, A. M., Ghaisani, A., Dhonny Kusuma, A. F. F., Nareswari, A. B., Azizah, A.
N., Mufidah, A. D., ... & Nita, Y. (2023). Upaya Pencegahan dan Penanganan
Low Back Pain Akibat Work From Home pada Pekerja di Surabaya. Jurnal
Farmasi Komunitas, 10(1). 14-21 [Link]
Saraswati, N. L. P. G. K., Adiputra, L. M. I. S. H., Yudi, P., & Putra, P. (2019).
Pemberian Static Stretching Exercise dapat Meningkatkan Fungsional Punggung
Bawah pada Penjahit. Jurnal Ergonomi Indonesia, 5(02).
[Link] p03
Shiri, R., Falah‐Hassani, K., Heliövaara, M., Solovieva, S., Amiri, S., Lallukka, T., &
Viikari‐Juntura, E. (2019). Risk Factors for Low Back Pain: A Population‐Based
Longitudinal Study. Arthritis care & research, 71(2), 290-
299. [Link]
Sufreshtri, H., & Puspitasari, N. (2020). Pengaruh Workplace Stretching Active
Dynamic Back Exercise terhadap Peningkatan Aktivitas Fungsional Low Back
Pain Myogenic pada Penjahit. Visikes: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 19(01).
DOI: [Link]
Urits, I., Burshtein, A., Sharma, M., Testa, L., Gold, P. A., Orhurhu, V., & Kaye, A.
D. (2019). Low Back Pain, A Comprehensive Review: Pathophysiology,
Diagnosis, and Treatment. Current pain and headache reports, 23, 1-10.
[Link]
2609
2023. Journal of Telenursing (JOTING) 5 (2) 2603-2610
Wyatt, R., & Licata, A. (2020). A Voice of the Customer Approach to Determine
Employee Perception and Acceptance of Workplace Stretching Implementation in
a Mature Ergonomic Process. Proceedings of the The XXXIInd Annual
Occupational Ergonomics and Safety Conferenc.
[Link]
Yuni, S. (2018). Pengaruh Pemberian Peregangan (Stretching) terhadap Penurunan
Keluhan Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) pada Perajin Logam Kampung
Basen Kotagede Yogyakarta Tahun 2017. Medika Respati: Jurnal Ilmiah
Kesehatan, 13, 18-27. [Link]
2610