Asuhan Keperawatan Remaja Keluarga
Asuhan Keperawatan Remaja Keluarga
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena telah memberikan kesempatan
pada penulis untuk menyelesaikan tugas ini. Atas rahmat dan hidayah–Nya lah penulis dapat
menyelesaikan tugas yang berjudul ”Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Tahap Tumbang Usia
Remaja ” makalah ini disusun guna memenuhi tugas dari Ns. Much Nurkharisma Al Jihad,
[Link]., [Link] pada mata kuliah Keperawatan Keluarga di Universitas Muhammadiyah
Semarang, selain itu penulis juga berharap agar makalah ini dapat menambah wawasan bagi
pembaca.
Penulis mengucapkan terimakasih sebesar–besarnya kepada Ns. Much Nurkharisma Al
Jihad, [Link]., [Link] selaku dosen pengampu. Tugas yang telah diberikan ini dapat
menambah pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang ditekuni penulis. Penulis juga
mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan makalah
ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu, kritik, dan saran yang membangun akan penulis terima demi
kesempurnaan makalah ini.
2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................................................2
DAFTAR ISI...............................................................................................................................................3
BAB I..........................................................................................................................................................4
PENDAHULUAN.......................................................................................................................................4
A. Latar Belakang................................................................................................................................4
B. Tujuan Penulisan............................................................................................................................5
1. Tujuan Umum............................................................................................................................5
2. Tujuan Khusus...........................................................................................................................5
C. Ruang Lingkup Penulisan...........................................................................................................5
BAB II.........................................................................................................................................................6
KONSEP TAHAP TUMBUH KEMBANG REMAJA................................................................................6
A. DEFINISI DAN BATASAN KARAKTERISTIK KELUARGA PADA TAHAP TUMBUH
KEMBANG REMAJA............................................................................................................................6
1. Pengertian remaja.......................................................................................................................6
2. Karakteristik Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja.............................................................6
B. TUGAS PERKEMBANGAN KELUARGA..................................................................................7
C. MASALAH-MASALAH KESEHATAN DAN PROMOSI...........................................................8
D. PERAN PERAWAT DALAM TAHAP PERKEMBANGAN........................................................9
BAB III......................................................................................................................................................11
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BERDASAR TAHAP PERKEMBANGAN.......................11
A. PENGKAJIAN.............................................................................................................................11
B. ANALISIS DATA........................................................................................................................24
C. DIAGNOSA KEPRAWATAN.....................................................................................................25
D. INTERVENSI DAN EVALUASI................................................................................................28
BAB IV.................................................................................................................................................33
A. KESIMPULAN............................................................................................................................33
3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keluarga dengan anak usia remaja dimulai saat anak berusia 13 tahun dan
berakhir sampai usia 19-20 tahun, pada saat anak meninggalkan orang tuanya (Harmoko,
2018). Remaja merupakan salah satu tahap perkembangan manusia yang memiliki
karakteristik yang berbeda bila dibandingkan dengan tahap perkembangan lainnya,
karena pada tahap ini seseorang mengalami peralihan dari masa anak-anak ke dewasa.
Masa remaja adalah masa dimana terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri.
Karakteristik psikososial remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini
sering menimbulkan banyak masalah pada diri remaja.
Transisi dari masa anak-anak dimana selain meningkatnya kesadaran diri (self
consciousness) terjadi juga perubahan secara fisik, kognitif, sosial maupun emosional
pada remaja sehingga remaja cenderung mengalami perubahan emosi ke arah yang
negatif menjadi mudah marah, tersinggung bahkan agresif. Perubahan- perubahan
karakteristik pada masa remaja tersebut, ditambah dengan faktor-faktor eksternal seperti
kemiskinan, pola asuh yang tidak efektif dan gangguan mental pada orang tua diprediksi
sebagai penyebab timbulnya masalah-masalah remaja (Pianta, 2017 dalam Santrock,
2018).
Masalah yang sering terjadi pada keluarga dengan anak usia remaja diantaranya
kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi kehamilan tidak diinginkan, aborsi,
perkawinan dan kehamilan dini, dan penyakit menular seksual (Niken, 2019). Masalah
yang terjadi di indonesia salah satunya seks bebas, kawin di usia muda, melakukan
hubungan seksual pra nikah, serta terinfeksi HIV dan AIDS. Menurut data hasil penelitian
Depkes di 14 kota besar (Medan, Jakarta Pusat, Bandung dan Surabaya) 39,9 remaja
mengaku pernah melakukan hubungan seksual (BKKBN, 2016).
Berdasarkan Badan Pusat Statistik, penduduk pada tahun 2015 menunjukkan
bahwa jumlah remaja (usia 10-24 tahun) di Indonesia mencapai lebih dari 66 juta jiwa
atau 25% dari jumlah penduduk Indonesia 225 juta. Artinya 1 dari setiap 4 orang
penduduk Indonesia adalah remaja (Badan Pusat Statistik, 2018). Hasil sensus Badan
Pusat Statistik Jawa Tengah tahun 2016 jumlah penduduk berumur 10-24 tahun sebesar
4
8.276.016 jiwa dari 34.019.095 jiwa menurut kelompok umur. Sedangkan sensus dari
Badan Pusat Statistik tahun 2015 penduduk umur 15- 14 tahun sebesar 54.397 jiwa dari
466.405 jiwa atau sekitar 11,5% penduduk (Badan Pusat Statistik, 2018).
Peran perawat dalam asuhan keperawatan keluarga dengan tahap anak usia remaja
adalah membantu keluarga untuk menyelesaikan masalah kesehatan dengan cara
meningkatkan kesanggupan keluarga melakukan fungsi dan tugas perawatan kesehatan
keluarga, sehingga keluarga dapat melakukan program asuhan kesehatan secara mandiri,
dan masalah yang timbul bisa teratasi.
B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui asuhan keperawatan keluarga pada tahap tumbuh kembang usia
remaja
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui definisi dan batasan karakteristik usia tumbuh kembang usia
remaja
b. Untuk mengetahui tugas perkembangan keluarga
c. Untuk mengetahui masalah-masalah kesehatan dan promosi kesehatan
d. Untuk mengetahui peran perawat dalam tahap perkembangan .
e. Untuk mengetahui pengkajian fokus tumbuh kembang pada anak usia remaja
f. Untuk mengetahui diagnosa keperawatan tumbuh kembang remaja.
g. Untuk mengetahui fokus intervensi dan asuhan keperawatan keluarga pada tahap
tumbuh kembang usia remaja.
5
4. Pembahasannya menganai asuhan keperawatan keluarga pada taahap tumbang usia
remaja.
BAB II
KONSEP TAHAP TUMBUH KEMBANG REMAJA
6
e. Munculnya rasa kurang percaya diri.
f. Suka mengembangkan pikiran baru, gelisah, suka berkhayal dan suka
menyendiri.
7
4. Mengembangkan kecakapan intelektual dan konsep-konsep tentang kehidupan
bermasyarakat.
5. Mencari jaminan bahwa suatu saat harus mampu berdiri sendiri dalam bidang
ekonomi guna mencapai kebebasan ekonomi
6. Mempersiapkan diri untuk menentukan suatu pekerjaan yang sesuai dengan bakat
dan kesanggupannya.
7. Memahami dan mampu bertingkah laku yang dapat dipertanggungjawabkan
sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku.
8. Memperoleh informasi tentang pernikahan dan mempersiapkan diri untuk
berkeluarga.
9. Mendapatkan penilaian bahwa dirinya mampu bersikap tepat sesuai dengan
pandangan ilmiah.
8
orang tua. Bila orang tua diikutsertakan maka dilakukan wawancara terpisah sebelum
mereka dikumpulkan.
Kebutuhan kesehatan yang lain adalah dalam bidang hubungan dan bantuan untuk
memperkokoh hubungan perkawinan dan hubungan remaja dengan orang tua. Konseling
langsung yang bersifat menunjang atau mulai rujukan ke sumber-sumber dalam
komunitas untuk konseling, dan juga pendidikan yang bersifat rekreasional, dan
pelayanan lainnya mungkin diperlukan, pendidikan promosi kesehatan umum juga
diindikasikan.
9
5. Counselor
Perawat keluarga berperan sebagai konselor atau tempat bertanya ataupun
menjadi konsultan sebagai upaya menyelesaikan masalah kesehatan yang dialami
anggota keluarga.
6. Health Education
Perawat keluarga berperan memberikan pendidikan kesehatan kepada
keluarga khususnya tentang masalah kesehatan yang dialami keluarga. Peran
penting perawat keluarga pada health education sebagai peneliti yang melakukan
penelitian terhadap hal-hal yang berhubungan dengan keperawatan keluarga
berdasarkan masalah kesehatan yang dihadapi keluarga dan upaya dalam
penyelesaian masalahnya.
7. Role Model
Perawat keluarga dapat berperan sebagai contoh yang baik bagi keluarga
dalam berperilaku dan melakukan upaya peningkatan derajat kesehatan
keluarganya.
8. Liaison
Tugas perawat keluarga berperan sebagai orang yang dapat menjembatani
anggota keluarga dalam menyelesaikan masalah kesehatannya.
9. Environmental Modifier
Perawat keluarga berperam melakukan modifikasi lingkungan sesuai
dengan kebutuhan dalam upaya menyelesaikan masalah kesehatan keluarganya.
10. Surrogate
Perawat keluarga dapat berperan sebagai pengganti anggota keluarga
apabila diperlukan.
10
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BERDASAR TAHAP PERKEMBANGAN
A. PENGKAJIAN
1. IDENTITAS UMUM KELUARGA
1) Identitas kepala keluarga
1. Nama : Tn. P
2. Umur : 40 tahun
3. Agama : islam
4. Suku : Jawa
5. Pendidikan : SMK
6. Pekerjaan : buruh
7. Alamat : Semarang
8. Nomer telp : 081××××××××
2) Komposisi keluarga
No Nama L/P Umur Hub. Klg Pekerjaan Pendidikan
1. Ny. K P 39 tahun Istri Ibu rumah tangga SMK
2. An. B L 16 tahun Anak Pelajar SMP
3. An. S P 12 tahun Anak Pelajar SMP
3) Genogram
11
4) Type keluarga
5) Suku budaya
a. Asal suku bangsa :
Tn. P dan Ny. K berasal dari Semarang (Jawa). Bahasa dominan yang
mereka gunakan sehari-hari di rumah adalah bahasa Indonesia dan Jawa. Saat
berada di luar rumah, mereka menggunakan dalam bahasa indonesia dan
jawa dalam percakapan Ny. K mengatakan keluarga tidak memiliki kebiasaan
khusus yang mempengaruhi status kesehatan yang diajarkan turun-temurun.
b. Budaya yang berhubungan dengan kesehatan : Tidak ada
12
Sepeda motor 2 dan perabot rumah tangga
e. Kebutuhan sehari-hari :
Keperluan keluarga sehari-hari adalah makan dan jajan An. B dan An. S
13
Keluarga Tn. P tidak ada yang mengalami penyakit berat. Namun
terkadang sakit batuk, pilek, panas, sakit kepala namun setelah membeli obat
di warung keluhan sudah hilang.
2) Riwayat penyakit turunan :
Tidak ada riwayat penyakit keluarga yang menurun, bila sakit keluarga
Tn. P pergi ke puskesmas. Tidak ada pola makanan atau jenis makanan yang
dibatasi.
3) Riwayat Kesehatan masing-masing anggota keluarga
No Nama Umur BB Keadaan Imunisasi Masalah Tindakan yang
Kesehatan Kesehatan telah dilakukan
1. Tn. P 40th 68kg - Lengkap Tidak ada -
2. Ny. K 39th 48kg - Lengkap Tidak ada -
3. An. B 16th 40kg - Lengkap Tidak ada -
4. An. S 12th 45kg - Lengkap Tidak ada -
3. PENGKAJIAN LINGKUNGAN
1. Karakteristik rumah
a. Luas rumah
Rumah yang ditinggali Tn. P berukuran 70m
b. Type rumah
Type rumah permanen
c. Kepemilikan
Rumah yang ditinggali Tn. P sekeluarga adalah rumah peninggalan
dari orang tua Tn. P
d. jumlah dan rasio kamar/ruangan
14
Desain interior terbagi menjadi 6 ruangan. Yang paling depan
adalah ruang tamu. Lalu 3 kamar tidur dan yang paling belakang dapur.
Lalu ruang kamar mandi.
e. ventilasi
Terdapat 2 jendela yang besar. Namun jendela yang terlihat jarang
dibersihkan
f. pemanfaatan ruangan
Kondisi rumah, tampak rapi dan bersih dan terdapat beberapa
perabot rumah yang sesuai.
g. septic tank
Ada, letak disamping rumah berjarak 1 meter
h. sumber air minum
Sumber air minum dengan air galon yang dibeli di toko penyedia
air isi ulang dekat rumah
i. kamar mandi/WC
Kamar mandi terdapat satu yang jadi satu dengan WC dengan kloset
jongkok
j. sampah
Terdapat tong sampah di depan rumah
k. limbah rt
Limbah rt terdapat di TPS sejauh
l. kebersihan lingkungan
Kebersihan lingkungan selalu terjaga karena masyarakat rutin
melakukan kerja bakti 1 bulan sekali.
15
Budaya lingkungan melakukan gotong royong dalam melakukan
kerja bakti.
3. Mobilitas Geografis
Saat ini, keluarga Tn. P sudah tinggal menetap di rumah yang sekarang
selama 15 tahun dan tidak berniat untuk pindah. Tn. P sendiri sudah tinggal
dirumah tersebut sejak Tn. P lahir.
4. STRUKTUR KELUARGA
16
1. Pola/cara Komunikasi keluarga :
Ny. K mengatakan bahwa komunikasi pada keluarganya menekankan
keterbukaan. Bila ada masalah dalam keluarga, Ny. K mendiskusikan bersama Tn.
P, terkadang meminta bantuan nasihat dari orang tua. Waktu yang biasanya
digunakan untuk komunikasi pada saat santai yaitu malam hari dan waktu makan
bersama dengan anggota keluarga. Namun An. B mengatakan lebih suka
menceritakan masalahnya kepada teman-temannya dibandingkan kepada orang
tua ataupun keluarganya yang lain. Tn. P sibuk bekerja dan jarang menyempatkan
berbicara kepada anaknya.
17
Nilai dan norma yang dipegang oleh Tn. P adalah sesuai dengan nilai-nilai
ajaran Islam dan tidak terpengaruh oleh norma budaya. Penerimaan keluarga
terhadap perawat sangat baik, setiap masalah yang ada diutarakan dan menerima
kehadiran perawat.
5. FUNGSI KELUARGA
a. Fungsi afektif
Ny. K mengatakan bahwa setiap anggota keluarga dalam rumah dapat
saling terbuka dalam menyampaikan pendapat walaupun An. B termasuk anak
yang pendiam dan jarang menyampaikan pendapatnya.
b. Fungsi sosialisasi
1. Kerukunan hidup dalam keluarga :
Kehidupan antar anggota keluarga Tn. P baik tidak ada masalah
2. Interaksi dan hubungan dalam keluarga
Tn. P jarang berinteraksi dengan anak-anak karena kesibukannya bekerja.
3. Anggota keluarga yang dominan dalam pengambilan keputusan :
Anggota keluarga yang dominan mengambil keputusan adalah Tn. P.
4. Kegiatan keluarga waktu senggang:
Keluarga mengunjungi sanak-saudara bila waktu senggang.
5. Partisipasi dalam kegiatan social:
Tn. P dan Ny. K aktif dalam kegiatan yang ada di lingkungannya.
18
Keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada bila tidak
mampu mengatasi masalah kesehatan anggota keluarga.
d. Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat Setiap hari
anggota keluarga membersihkan rumah dan lingkungan rumah, serta
memperhatikan ventilasi udara yang masuk dalam rumah.
e. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan di masyarakat
Keluarga menggunakan fasilitas kesehatan puskesmas yang ada di sekitar
rumahnya.
d. Fungsi reproduksi
a. Perencanaan jumlah anak:
Keluarga Tn. P merancakan memiliki 2 anak cukup.
b. Akseptor:
Ya, yang digunakan IUD lamanya 5 tahun.
c. Fungsi ekonomi
1. Upaya pemenuhan sandang pangan
Tn. P sebagai kepala keluarga dan bekerja sebagai buruh.
2. Pemanfaatan sumber di Masyarakat
Jika ada keluarga yang sakit tidak parah biasanya Tn. P membelikan obat
di warung, tetapi kalau anggota keluarga yang sakit sudah tidak bisa
ditangani dengan obat warung biasanya dibawa ke puskesmas.
19
6. STRESSOR DAN KOPING KELUARGA
4. Strategi Koping
Ny. K Mengatakan selalu menyerahkan semua masalah yang terjadi kepada
Allah SWT tetapi tetap berusaha untuk mengatasi masalah yang ada.
20
b. Upaya lain :
Terkadang Ny. K perusahaan memberikan beban untuk keluarganya
walaupun jarang kadang seminggu sekali membeli buah untuk menjaga
kesehatan kulit kayaknya karena merasa tidak mampu memberikan vitamin bagi
anak anaknya.
21
3. System respirasi Paru-paru : Paru-paru : Paru-paru : Paru-paru :
pengembangan pengembangan pengembangan pengembangan
simetris, warna dada simetris, warna dada simetris, warna simetris, warna
sama dengan kulit sama dengan kulit dada sama dada sama
lainya (tidak lainya (tidak dengan kulit dengan kulit
terdapat lebam, terdapat lebam, lainya (tidak lainya (tidak
kebiruan) tidak kebiruan) tidak terdapat lebam, terdapat
terdapat tonjolan terdapat tonjolan kebiruan) tidak lebam,
abnormal, abnormal, terdapat kebiruan) tidak
pernafasan pernafasan tonjolan terdapat
21x/menit, tactil 21x/menit, tactil abnormal, tonjolan
femitus sama kiri femitus sama kiri pernafasan abnormal,
dan kanan, bunyi dan kanan, bunyi 21x/menit, pernafasan
nafas terauskultasi nafas terauskultasi tactil femitus 21x/menit,
vesikuler, dan tidak vesikuler, dan tidak sama kiri dan tactil femitus
terdapat suara terdapat suara kanan, bunyi sama kiri dan
tambahan. tambahan. nafas kanan, bunyi
terauskultasi nafas
vesikuler, dan terauskultasi
tidak terdapat vesikuler, dan
suara tidak terdapat
tambahan. suara
tambahan.
4. System Perut terlihat datar Perut terlihat datar Perut terlihat Perut terlihat
gastrointestinal dan warnanya sama dan warnanya sama datar dan datar dan
dengan kulit lainya dengan kulit lainya warnanya sama warnanya
(tidak ada Lebam (tidak ada Lebam dengan kulit sama dengan
kemerahan), perut kemerahan), perut lainya (tidak kulit lainya
teraba lemas, tidak teraba lemas, tidak ada Lebam (tidak ada
22
terdapat nyeri terdapat nyeri kemerahan), Lebam
tekan, tidak teraba tekan, tidak teraba perut teraba kemerahan),
massa, hepar tidak massa, hepar tidak lemas, tidak perut teraba
teraba, bising usus teraba, bising usus terdapat nyeri lemas, tidak
terdengar 10x/menit terdengar 10x/menit tekan, tidak terdapat nyeri
teraba massa, tekan, tidak
hepar tidak teraba massa,
teraba, bising hepar tidak
usus terdengar teraba, bising
10x/menit usus terdengar
10x/menit
5. System Kesadaran Kesadaran Kesadaran Kesadaran
persyarafan composmentis GCS : composmentis GCS : composmentis composmentis
456 456 GCS : 456 GCS : 456
6. System muskuloskeletalterli muskuloskeletalterli muskuloskeletal muskuloskeleta
muskuloskeletal hat bahu simetris, hat bahu simetris, terlihat bahu lterlihat bahu
warna sama dengan warna sama dengan simetris, warna simetris, warna
kulit, tidak terdapat kulit, tidak terdapat sama dengan sama dengan
tonjolan dapat tonjolan dapat kulit, tidak kulit, tidak
mengangkat dan mengangkat dan terdapat terdapat
menahan beban menahan beban tonjolan dapat tonjolan dapat
dengan baik, reflex dengan baik, reflex mengangkat mengangkat
branchiordialis nor branchiordialis nor dan menahan dan menahan
beban dengan beban dengan
baik, reflex baik, reflex
branchiordialis branchiordialis
nor nor
9. HARAPAN KELUARGA
23
1. Terhadap masalah kesehatanya : keluarga berharap semua keluarga sehat dan
tidak ada yang sakit
2. Terhadap petugas kesehatan : dengan adanya petugas kesehatan keluarga berharap
perawat dapat mengatasi masalah dalam keluarganya terutama mendidik anak
agar dapat tumbuh kembang dengan baik.
B. ANALISIS DATA
NO DATA PROBLEM
1. DS : Ketidakefektifan penampilan peran
- Ny. K mengatakan bahwa An. B sulit diatur
semenjak memasukki SMA dan lebih suka
menghabiskan waktunya didalam kamar dari
pada berkumpul dan berbicara dengan keluarga
- Ny. K mengatakan An. b merupakn seorang
anak yang pendiam dan jarang berbicara jika
tidak ditanya
- Ny. K mengatakan dirumahnya juga tidak ada
aturan yang jelas tentang apasaja tugas setiap
anggota keluarganya
- An. B mengatakan ayahnya sibuk bekerja
- An. B mengatakan tidak menegtahui tugas
perkembangan maupun tanggung jawabnya
An b mengatakan pernah ikut-ikut tawuran
dengan teman teman sekolahnya
DO :
- Tn. P terlihat jarang berada dirumah
- An. b merupakan anak pertama dalam keluarga
- An. b berusia 16 tahun
- Dirumah tidak ada yang bisa mengajarkan peran
24
dan tanggun jawab kepada remaja
- An b merupakan anak yang pendiam dan
tertutup
C. DIAGNOSA KEPRAWATAN
1. Skroning
25
1) Penampilan Peran Tidak Efektif
No Kriteria Skor Pembenaran
1. Sifat masalah : resiko 2/3 x 1 = 2/3 Diperlukan support
system kluarga
dalam mengubah
pola perilaku
angggota keluarga
yang tidak sesuai
harapan
2. Kemungkinan masalah dapat 2/2 x 2= 2 Di keluarga tidak
diubah : mudah ada yang
mengajarkan
tentang tanggung
jawab dan peran
remaja
3. Potensial masalah dapat 3/3 x 1 = 1 Potensial masalah
dicegah : tinggi dapat dicegah
tinggi dengnan
memberikan
edukasi tentang
tanggung jawab
dan peran remaja
4. Menonjolnya masalah : masalah 2/2 x 1= 1 Masalah yang
perllu ditanggani terjadi An. B
hendaknya segera
ditanggani
Total 4 2/3
26
1. Sifat masalah : resiko 2/3 x 1 = 2/3 An. B mengatakan
lebih suka
menceritakan
masalahnya
kepada teman-
temanya
dibandingkan
kepada orang lain
atau pun
keluarganya yang
lain
2. Kemungkinan masalah dapat ½x2=1 Kehadiran dan
diubah : sebagian peran orang tua
yang kurang dalam
menghadapi anak
remamja
3. Potensi masalah dapat dicegah : 3/3 x 1 =1 Anggota keluarga
tinggi dalam rumah
dapat saling
terbuka dalam
menyampaikan
pendapat
walaupun An. B
termasuk anak
yang pendian dan
jarang
menyampaikan
pendapatnya
4. Menonjolnya masalah : masalah 2/2 x 1 = 1 An. B yang sudah
27
berat, harus ditanggani memasuki masa
remaja dengan
lingkungan yang
memiliki pola
perilaku yang tidak
baik
Total 3 2/3
Prioritas diagnosa:
1. Ketidakmampuan Koping Kluarga (00075)
2. Penampilan Peran Tidak Efektif (00055)
28
D. INTERVENSI DAN EVALUASI
No Diagnosa Tujuan Evaluasi Intervensi
1. Ketidakmampuan Setelah dilakukan Setelah dilakukan Keluarga mampu Pengertian koping tidak Dukungan koping keluarga SIKI
koping keluarga asuhan keprawatan tindakan keprawatan menejelaskan pengertian efektif adalah (I.09260)
(IPKKI 00075) kluarga mampu selama 1x30 menit koping tidak efektif dengan ketidakmampuan menilai
- Identifikasi pengetahuan
mengidentifikasi diharapkan keluarga bahasa sendiri: atau merespon stressor/
keluarga tentang koping tidak
masalah mampu mengenali [Link] menilai ketidakmampuan
efektif
ketidakmampuan masalaha kesehatan : atau merespon stressor/ menggunakan sumber-
koping keluarga ketidakmampuan sumber untuk memecahkan - Identifikasi respon emosional
1. Keluarga dan klien
menggunakan sumber- masalah terhadap kondisi saat ini
mampu mengenali
sumber untuk - Mendengarkan masalah,
masalah apa itu
memecahkan masalah. perasaan dan pertanyaan
koping tidak
efektif keluarga
- Memfasilitasi pengungkapan
kluarga atau antar kluarga
- Mengidentifikasi kesesuaian
antara harapan klien keluarga
2. Keluarga mampu Keluarga mampu Akibat dari masalah koping - Identifikasi tentang pengetahuan
memutuskan menyebutkan 2 dari 3 tidak efektif kluarga terkait koping tidak
tindakan yang tepat efektif
akibat koping tidak efektif 1. Remaja tidak mampu
untuk mengatasi
mengatasi masalahnya - Diskusikan bersama keluarga
koping keluarga pada remaja
2. Tidak mampu memenuhi terkait akibat yang terjadi pada
dengan 1. Remaja tidak mampu
peran yang diharapkanya remaja dengan koping tidak
menyebutkan menyelesaikan
sesuai usianya efektif
akibat dari koping masalahnya
3. Klien dan keluarga mampu - Jangan lupa berikan pujian pada
keluarga tidak 2. Tidak mampu memenuhi
menilai dan merespon keluarga klien
efektif peran yang diharapkan
stressor dan menggunakan
sesuai usianya
29
3. Perilaku tidak asertif sumber sumber yang ada
3. Keluarga mampu Keluarga mampu cara Klien dan kluarga dapat - Identifikasi keluarga terkait
merawat anggota melakukan perawatan menentukan tindakan atau pengetahuan tentang cara
keluarga dengan untuk meningkatkan koping koping yang dilakukan untuk merawat anggota keluarga
masalah koping tidak efektif dengan cara : mengatasi masalah.
- Fasilitas dalam memperoleh
individu tidak
1. Mengidentifikasi informasi yang dibutuhkan
efektif
kemampuan yang
- Diskusikan untuk klarifikasi
dimiliki remaja
kesalah pahaman dan
2. Mengembangkan minat
mengevaluasi perilaku sendiri
dan bakat pada diri
remaja - Motivasi terlihat dalam kegiatan
3. Melatih keterampilan sosial
social pada remaja - Dukungan penggunaan
mekanisme pertahananan yang
tepat
- Anjurkan kluarga terlibat
- Ajarkan cara memecahkan
masalah secara konstruktif
30
menghormati sesame menghormati sesama keluarga dank lien
anggota keluarga anggota keluarga
4. Memberikan dukungan 4. Memberikan dukungan
lebih kepada remaja lebih kepada remaja
dengan koping tidak dengan koping tidak efektif
efektif
2. Ketidak efektifan Setelah dilakukan Setelah dilakukan Keluarga mampu Pengertian penampilan peran Dukungan penampilan peran
Penampilan asuhan keprawatan tindakan keprawatan menejelaskan pengertian tidak efektif adalah pola SIKI (I.13478)
selama 1x30 menit penampilan peran tidak
peran kepada keluarga perilaku yang tidak sesuai
diharapkan keluarga efektif dengan bahasa - Identifikasi pasien yang ada
diharapkan mampu mengenali sendiri: dengan harapan, norma dan dalam keluarga
(IPKKI 00055)
penampilan peran masalaha kesehatan : lingkungan.
1. Ketidakmampuan peran - Identifikasi adanya peran yang
An. B kembali 1. Keluarga dan masing-masing tidak terpenuhi
klien mampu keluarga
efektif - Anjurkan mengungkapkan
mengenali
masalah yang dialami
masalah apa itu
penampilan peran
31
tidak efektif
2. Keluarga mampu Keluarga mampu Akibat dari masalah - Identifikasi tentang pengetahuan
memutuskan menyebutkan 2 dari 3 penampilan peran tidak keluarga terkait penampilan
tindakan yang akibat penampilan peran peran tidak efektif
efektif
tepat untuk tidak efektif pada remaja
- Mengajarkan peran peran yang
mengatasi 1. Masyarakat mampu
1. Masyarakat merasa ada dalam keluarga
penampilan peran merasa kehidupannya
kehidupanya tidak
dengan - Memberikan tugas masing
nyaman lebih nyaman
menyebutkan 2. Keluarga mampu menjadi masing anak
2. Keluarga tidak
akibat dari harmonis
harmonis
penampilan peran
3. Hubungan sosial tidak 3. Hubungan sosial mampu
tidak efektif
baik jadi baik
3. Keluarga mampu Keluarga mampu cara Klien dan keluarga dapat - Fasilitas adaptasi peran keluarga
merawat anggota melakukan perawatan menentukan tindakan terhadap perubahan peran yang
keluarga dengan untuk meningkatkan tidak diingingkan
penampilan peran yang
masalah penampilan peran tidak
- Fasilitas diskusi tentang peran
penampilan peran efektif dengan cara : dilakukan untuk mengatasi
wong tuo
tidak efektif masalah
1. Mengenalkan peran
- Fasilitas diskusi tentang
masing masing keluarga
adaptasi peran saat anak
2. Menjalin komunikasi
meninggalkan rumah
dan diskusi yang baik
dengan individu - Fasilitas diskusi harapan dengan
3. Bersikap sabar terhadap keluarga dalam peran timbale
perilaku individu dan balik
menjalin hubungan - Diskusi strategi positif untuk
mengelola perubahan peran
32
- Ajarkan perilaku baru yang
dibutuhkan oleh klien dan orang
tua untuk memnuhi peran.
4. Memodifikasi Keluarga memodifikasi Keluarga memodifikasi - Identifikasi pengetahuan
lingkungan yang lingkungan dengan cara lingkungan dengan cara keluarga tentang lingkungan
aman pada yang baik
remaja dengan 1. Menghargai individu 1. Menghargai individu
- Memberikan kebebasan berpikir
penampilan peran 2. Memberikan pikiran 2. Memberikan pikiran yang
yang positif
tidak efektif yang positif positif
3. Menjauhkan sifat dari 3. Menjauhkan sifat dari - Mengajarkan sifat dari egois
egois egois
5. Keluarga mampu Keluarga mampu Fasilitas yang dapat - Identifikasi pengetahuan
memanfaatkan memanfaatkan dan memilih digunakan keluarga dalam keluarga tentang fasilitas
fasilitas kesehatan
fasilitas kesehatan yang mengatasi masalah kesehatan
pelayanan
- Motivasi kluarga untuk
kesehatan pada dapat digunakan anggota keluarganya :
membawa anggota keluarga jika
remaja
1. Rumah sakit 1. Rumah sakit ada yang sakit ke pelayanan
penampilan peran
2. Puskesmas 2. Puskesmas kesehatan
tidak efektif
3. Klinik 3. Klinik - Memberi dukungan kepada
4. Dokter praktek 4. Dokter praktek keluarga
33
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Perkembangan keluarga merupakan proses perubahan yang terjadi pada sistem
keluarga meliputi, perubahan pola interaksi dan hubungan antar anggota keluarga di
sepanjang waktu. Perubahan ini terjadi melalui beberapa tahapan atau kurun waktu
tertentu. Pada setiap tahapan mempunyai tugas perkembangan yang harus dipenuhi agar
tahap tersebut dapat dilalui dengan sukses.
Remaja merupakan salah satu tahap perkembangan manusia yang memiliki
karakteristik yang berbeda bila dibandingkan dengan tahap perkembangan lainya. Karena
pada tahap ini seseorang mengalami peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa.
Masalah yang terjadi pada keluarga dengan anak usia remaja pada keluarga Tn. P adalah
ketidakmampuan koping keluarga dan penampilan peran tidak efektif pada An. B. Peran
perawat dalam asuhan keperawatan pada tahap ini adalah membantu keluarga untuk
menyelesaikan masalah kesehatan dengan cara meningkatkan kesanggupan keluarga
melakukan fungsi dan tugas perawatan kesehatan keluarga, sehingga keluarga dapat
melakukan program asuhan kesehatan secara mandiri dan masalah yang timbul bisa
teratasi.
34
DAFTAR PUSTAKA
Setiadi. (2008). Konsep dan proses keperawatan keluarga edisi pertama. Yogyakarta. Graha
Ilmu.
Harmoko. (2018). Asuhan Keperawatan Keluarga (S. Riyadi (ed.)). PUSTAKA PELAJAR.
kaakinen, J. R, Coehlo, D. P., Steela, R, & Robinson, M. (2018). Family Health Nursing:
Theory, Practice, and Research. FA Davis.
Agustriyana, N. A., & Suwanto, I. (2017). FULLY HUMAN BEING PADA REMAJA
SEBAGAI SEBAGAI PENCAPAIAN PERKEMBANGAN IDENTITAS. 2, 9–
[Link]. (2016). Jumlah Penduduk Remaja di Indonesia. BKKBN Pusat Indonesia.
Pudjiastuti, S. E., & Sawab, S. (2019). Efektivitas Edukasi Konsep Diri Untuk
Meningkatkan Pengetahuan Perkembangan Remaja
Tim Pokja SDKI DPP PPNI, (2016) Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Edisi
1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI, (2018) Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SLKI), Edisi
1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI, (2018) Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SIKI), Edisi
1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia
35
36