0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan36 halaman

Asuhan Keperawatan Remaja Keluarga

Diunggah oleh

Aura Rona
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan36 halaman

Asuhan Keperawatan Remaja Keluarga

Diunggah oleh

Aura Rona
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

PADA TAHAP TUMBUH KEMBANG USIA REMAJA

Dosen Pengampu : Ns. Much Nurkharisma Al Jihad, [Link]., [Link]


Disusun Oleh:
1. Ayu Wulansari (G2A021024)
2. Eren Nada Fatika (G2A021025)
3. Aurarona Lorenza O (G2A021026)
4. Rina Puji Lestari (G2A021029)
5. Katrin Affrilia Isabela (G2A021030)
6. Ika Rahma Aulia (G2A021032)

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2024
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena telah memberikan kesempatan
pada penulis untuk menyelesaikan tugas ini. Atas rahmat dan hidayah–Nya lah penulis dapat
menyelesaikan tugas yang berjudul ”Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Tahap Tumbang Usia
Remaja ” makalah ini disusun guna memenuhi tugas dari Ns. Much Nurkharisma Al Jihad,
[Link]., [Link] pada mata kuliah Keperawatan Keluarga di Universitas Muhammadiyah
Semarang, selain itu penulis juga berharap agar makalah ini dapat menambah wawasan bagi
pembaca.
Penulis mengucapkan terimakasih sebesar–besarnya kepada Ns. Much Nurkharisma Al
Jihad, [Link]., [Link] selaku dosen pengampu. Tugas yang telah diberikan ini dapat
menambah pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang ditekuni penulis. Penulis juga
mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan makalah
ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu, kritik, dan saran yang membangun akan penulis terima demi
kesempurnaan makalah ini.

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................................................2
DAFTAR ISI...............................................................................................................................................3
BAB I..........................................................................................................................................................4
PENDAHULUAN.......................................................................................................................................4
A. Latar Belakang................................................................................................................................4
B. Tujuan Penulisan............................................................................................................................5
1. Tujuan Umum............................................................................................................................5
2. Tujuan Khusus...........................................................................................................................5
C. Ruang Lingkup Penulisan...........................................................................................................5
BAB II.........................................................................................................................................................6
KONSEP TAHAP TUMBUH KEMBANG REMAJA................................................................................6
A. DEFINISI DAN BATASAN KARAKTERISTIK KELUARGA PADA TAHAP TUMBUH
KEMBANG REMAJA............................................................................................................................6
1. Pengertian remaja.......................................................................................................................6
2. Karakteristik Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja.............................................................6
B. TUGAS PERKEMBANGAN KELUARGA..................................................................................7
C. MASALAH-MASALAH KESEHATAN DAN PROMOSI...........................................................8
D. PERAN PERAWAT DALAM TAHAP PERKEMBANGAN........................................................9
BAB III......................................................................................................................................................11
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BERDASAR TAHAP PERKEMBANGAN.......................11
A. PENGKAJIAN.............................................................................................................................11
B. ANALISIS DATA........................................................................................................................24
C. DIAGNOSA KEPRAWATAN.....................................................................................................25
D. INTERVENSI DAN EVALUASI................................................................................................28
BAB IV.................................................................................................................................................33
A. KESIMPULAN............................................................................................................................33

3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keluarga dengan anak usia remaja dimulai saat anak berusia 13 tahun dan
berakhir sampai usia 19-20 tahun, pada saat anak meninggalkan orang tuanya (Harmoko,
2018). Remaja merupakan salah satu tahap perkembangan manusia yang memiliki
karakteristik yang berbeda bila dibandingkan dengan tahap perkembangan lainnya,
karena pada tahap ini seseorang mengalami peralihan dari masa anak-anak ke dewasa.
Masa remaja adalah masa dimana terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri.
Karakteristik psikososial remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini
sering menimbulkan banyak masalah pada diri remaja.
Transisi dari masa anak-anak dimana selain meningkatnya kesadaran diri (self
consciousness) terjadi juga perubahan secara fisik, kognitif, sosial maupun emosional
pada remaja sehingga remaja cenderung mengalami perubahan emosi ke arah yang
negatif menjadi mudah marah, tersinggung bahkan agresif. Perubahan- perubahan
karakteristik pada masa remaja tersebut, ditambah dengan faktor-faktor eksternal seperti
kemiskinan, pola asuh yang tidak efektif dan gangguan mental pada orang tua diprediksi
sebagai penyebab timbulnya masalah-masalah remaja (Pianta, 2017 dalam Santrock,
2018).
Masalah yang sering terjadi pada keluarga dengan anak usia remaja diantaranya
kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi kehamilan tidak diinginkan, aborsi,
perkawinan dan kehamilan dini, dan penyakit menular seksual (Niken, 2019). Masalah
yang terjadi di indonesia salah satunya seks bebas, kawin di usia muda, melakukan
hubungan seksual pra nikah, serta terinfeksi HIV dan AIDS. Menurut data hasil penelitian
Depkes di 14 kota besar (Medan, Jakarta Pusat, Bandung dan Surabaya) 39,9 remaja
mengaku pernah melakukan hubungan seksual (BKKBN, 2016).
Berdasarkan Badan Pusat Statistik, penduduk pada tahun 2015 menunjukkan
bahwa jumlah remaja (usia 10-24 tahun) di Indonesia mencapai lebih dari 66 juta jiwa
atau 25% dari jumlah penduduk Indonesia 225 juta. Artinya 1 dari setiap 4 orang
penduduk Indonesia adalah remaja (Badan Pusat Statistik, 2018). Hasil sensus Badan
Pusat Statistik Jawa Tengah tahun 2016 jumlah penduduk berumur 10-24 tahun sebesar

4
8.276.016 jiwa dari 34.019.095 jiwa menurut kelompok umur. Sedangkan sensus dari
Badan Pusat Statistik tahun 2015 penduduk umur 15- 14 tahun sebesar 54.397 jiwa dari
466.405 jiwa atau sekitar 11,5% penduduk (Badan Pusat Statistik, 2018).
Peran perawat dalam asuhan keperawatan keluarga dengan tahap anak usia remaja
adalah membantu keluarga untuk menyelesaikan masalah kesehatan dengan cara
meningkatkan kesanggupan keluarga melakukan fungsi dan tugas perawatan kesehatan
keluarga, sehingga keluarga dapat melakukan program asuhan kesehatan secara mandiri,
dan masalah yang timbul bisa teratasi.

B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui asuhan keperawatan keluarga pada tahap tumbuh kembang usia
remaja
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui definisi dan batasan karakteristik usia tumbuh kembang usia
remaja
b. Untuk mengetahui tugas perkembangan keluarga
c. Untuk mengetahui masalah-masalah kesehatan dan promosi kesehatan
d. Untuk mengetahui peran perawat dalam tahap perkembangan .
e. Untuk mengetahui pengkajian fokus tumbuh kembang pada anak usia remaja
f. Untuk mengetahui diagnosa keperawatan tumbuh kembang remaja.
g. Untuk mengetahui fokus intervensi dan asuhan keperawatan keluarga pada tahap
tumbuh kembang usia remaja.

C. Ruang Lingkup Penulisan


Makalah ini memiliki ruang lingkup sebagai berikut:
1. Pembahasan mencakup tentang definisi dan batasan karakteristik usia remaja
2. Pembahasan mengetahui tentang tugas perkembangan keluarga serta masalah
kesehatan pada keluarga
3. Pembahasan mengenai peran perawat dalam tahap perkembangan

5
4. Pembahasannya menganai asuhan keperawatan keluarga pada taahap tumbang usia
remaja.
BAB II
KONSEP TAHAP TUMBUH KEMBANG REMAJA

A. DEFINISI DAN BATASAN KARAKTERISTIK KELUARGA PADA TAHAP


TUMBUH KEMBANG REMAJA
1. Pengertian remaja
Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak ke dewasa, banyak
perubahan-perubahan yang terjadi pada remaja tersebut. Menurut WHO (Who Health
Organization) bahwa definisi remaja dikemukakan melalui tiga kriteria, yaitu biologis,
psikologis, dan sosial ekonomi. Sehingga dapat dijabarkan bahwa remaja adalah suatu
masa dimana individu berkembang dari saat pertama kali menunjukkan tanda-tanda
seksual sekundernya sampai saat ia mencapai kematangan sosial. Individu yang
mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari anak-anak menjadi
dewasa. Serta individu yang mengalami peralihan dari ketergantungan menjadi
keadaan yang relatif lebih mandiri (Sarwono, 2013 dalam (Fatimatuzzahroh, 2017)).
Perubahan yang terjadi yaitu perubahan secara fisik yang merupakan gejala primer
dari pertumbuhan remaja. Sedangkan perubahan psikologis muncul akibat dari
perubahan perubahan fisik remaja tersebut (Sarwono, 2013 dalam (Fatimatuzzahroh,
2017)).

2. Karakteristik Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja


Karakteristik remaja menurut Gunarsa & Gunarsa pada (Saputro, 2017)
dijelaskan sebagai berikut:

1. Masa remaja awal.


Biasanya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, dengan ciri-ciri:
a. Tidak stabil keadaannya, lebih emosional.
b. Mempunyai banyak masalah.
c. Masa yang kritis.
d. Mulai tertarik pada lawan jenis.

6
e. Munculnya rasa kurang percaya diri.
f. Suka mengembangkan pikiran baru, gelisah, suka berkhayal dan suka
menyendiri.

2. Masa remaja madya (pertengahan).


Biasanya duduk di bangku Sekolah Menengah Atas dengan ciri-ciri:
a. Sangat membutuhkan teman.
b. Cenderung bersifat narsistik/kecintaan pada diri sendiri.
c. Berada dalam kondisi keresahan dan kebingungan, karena pertentangan
yang terjadi dalam diri.
d. Berkeinginan besar mencoba segala hal yang belum diketahuinya.
e. Keinginan menjelajah ke alam sekitar yang lebih luas.

3. Masa remaja akhir.


Ditandai dengan ciri-ciri:
a. Aspek-aspek psikis dan fisiknya mulai stabil,
b. Meningkatnya berfikir realistis, memiliki sikap pandang yang sudah baik.
c. Lebih matang dalam cara menghadapi masalah.
d. Ketenangan emosional bertambah, lebih mampu menguasai perasaan.
e. Sudah terbentuk identitas seksual yang tidak akan berubah lagi.
f. Lebih banyak perhatian terhadap lambang-lambang kematangan.

B. TUGAS PERKEMBANGAN KELUARGA


Tugas-tugas perkembangan masa remaja menurut Havighurst sebagaimana dikutip
Gunarsa dalam jurnal (Saputro, 2017) , sebagai berikut:
1. Menerima kenyataan terjadinya perubahan fisik yang dialaminya dan dapat
melakukan peran sesuai dengan jenisnya secara efektif dan merasa puas terhadap
keadaan tersebut.
2. Belajar memiliki peranan sosial dengan teman sebaya, baik teman sejenis maupun
lawan jenis sesuai dengan jenis kelamin masing-masing.
3. Mencapai kebebasan dari ketergantungan terhadap orangtua dan orang dewasa
lainnya.

7
4. Mengembangkan kecakapan intelektual dan konsep-konsep tentang kehidupan
bermasyarakat.
5. Mencari jaminan bahwa suatu saat harus mampu berdiri sendiri dalam bidang
ekonomi guna mencapai kebebasan ekonomi
6. Mempersiapkan diri untuk menentukan suatu pekerjaan yang sesuai dengan bakat
dan kesanggupannya.
7. Memahami dan mampu bertingkah laku yang dapat dipertanggungjawabkan
sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku.
8. Memperoleh informasi tentang pernikahan dan mempersiapkan diri untuk
berkeluarga.
9. Mendapatkan penilaian bahwa dirinya mampu bersikap tepat sesuai dengan
pandangan ilmiah.

C. MASALAH-MASALAH KESEHATAN DAN PROMOSI


Pada tahap ini kesehatan fisik anggota keluarga biasanya baik. Tapi promosi
kesehatan tetap menjadi hal yang penting. Faktor-faktor risiko harus diidentifikasi dan
dibicarakan dengan keluarga, seperti pentingnya gaya hidup keluarga yang sehat mulai
dari usia 35 tahun, resiko penyakit jantung koroner meningkat di kalangan pria dan pada
usia ini anggota keluarga yang dewasa mulai merasa lebih rentan terhadap penyakit
sebagai bagian dari perubahan-perubahan perkembangan dan biasanya mereka ini lebih
menerima strategi promosi kesehatan. Sedangkan pada remaja, kecelakaan terutama
kecelakaan mobil merupakan bahaya yang amat besar, dan patah tulang dan cedera
karena atletik juga umum terjadi Penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol, keluarga
berencana, kehamilan yang tidak dikehendaki, dan pendidikan dan konseling seks
merupakan bidang perhatian yang relevan.
Dalam mendiskusikan topik ini dengan keluarga, perawat dapat terjebak dalam
perselisihan atau masalah antara orang tua dan kaum muda, remaja biasanya mencari
pelayanan kesehatan mencakup uji kehamilan, menggunakan obat-obatan, uji AIDS,
keluarga berencana, dan aborsi, diagnosis dan perawatan penyakit kelamin. Agaknya
telah menjadi trend yang sah bagi remaja untuk menerima perawatan kesehatan tanpa ijin

8
orang tua. Bila orang tua diikutsertakan maka dilakukan wawancara terpisah sebelum
mereka dikumpulkan.
Kebutuhan kesehatan yang lain adalah dalam bidang hubungan dan bantuan untuk
memperkokoh hubungan perkawinan dan hubungan remaja dengan orang tua. Konseling
langsung yang bersifat menunjang atau mulai rujukan ke sumber-sumber dalam
komunitas untuk konseling, dan juga pendidikan yang bersifat rekreasional, dan
pelayanan lainnya mungkin diperlukan, pendidikan promosi kesehatan umum juga
diindikasikan.

D. PERAN PERAWAT DALAM TAHAP PERKEMBANGAN


Menurut (Kaakinen et al., 2018) perawat keluarga memiliki peran penting dalam
upaya membantu keluarga dengan anak usia remaja dalam mencapai tugas
perkembangannya antara lain:
1. Case Manager
Perawat keluarga berperan sebagai koordinator dan kolaborator antara
keluarga dengan pelayanan kesehatan yang diperlukan dalam upaya
menyelesaikan kesehatan keluarga
2. Care Provider/ Technical Expert
Perawat keluarga melakukan asuhan keperawatan keluarga berdasarkan
masalah kesehatan yang dialami anggota keluarganya. Perawat keluarga
melakukan implementasi dengan mengaplikasikan terapi keperawatan, terapi
modalitas ataupun terapi komplementer sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh
perawat keluarga.
3. Clarifier Interpreter
Perawat keluarga berperan mengklarifikasi dan menginterpretasikan
semua data-data tentang masalah kesehatan yang dialami keluarga. Hal tersebut
meliputi dari analisa data, diagnosis, terapi prognosis penyakit dan sebagainya.
4. Case Finder
Perawat keluarga berperan sebagai penemu kasus ataupun menemukan
masalah kesehatan yang terjadi pada anggota keluarga yang didasarkan pada data-
data yang didapatkan selama pengkajian baik data subjektif maupun objektif.

9
5. Counselor
Perawat keluarga berperan sebagai konselor atau tempat bertanya ataupun
menjadi konsultan sebagai upaya menyelesaikan masalah kesehatan yang dialami
anggota keluarga.
6. Health Education
Perawat keluarga berperan memberikan pendidikan kesehatan kepada
keluarga khususnya tentang masalah kesehatan yang dialami keluarga. Peran
penting perawat keluarga pada health education sebagai peneliti yang melakukan
penelitian terhadap hal-hal yang berhubungan dengan keperawatan keluarga
berdasarkan masalah kesehatan yang dihadapi keluarga dan upaya dalam
penyelesaian masalahnya.
7. Role Model
Perawat keluarga dapat berperan sebagai contoh yang baik bagi keluarga
dalam berperilaku dan melakukan upaya peningkatan derajat kesehatan
keluarganya.
8. Liaison
Tugas perawat keluarga berperan sebagai orang yang dapat menjembatani
anggota keluarga dalam menyelesaikan masalah kesehatannya.
9. Environmental Modifier
Perawat keluarga berperam melakukan modifikasi lingkungan sesuai
dengan kebutuhan dalam upaya menyelesaikan masalah kesehatan keluarganya.
10. Surrogate
Perawat keluarga dapat berperan sebagai pengganti anggota keluarga
apabila diperlukan.

10
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BERDASAR TAHAP PERKEMBANGAN

A. PENGKAJIAN
1. IDENTITAS UMUM KELUARGA
1) Identitas kepala keluarga
1. Nama : Tn. P
2. Umur : 40 tahun
3. Agama : islam
4. Suku : Jawa
5. Pendidikan : SMK
6. Pekerjaan : buruh
7. Alamat : Semarang
8. Nomer telp : 081××××××××

2) Komposisi keluarga
No Nama L/P Umur Hub. Klg Pekerjaan Pendidikan
1. Ny. K P 39 tahun Istri Ibu rumah tangga SMK
2. An. B L 16 tahun Anak Pelajar SMP
3. An. S P 12 tahun Anak Pelajar SMP

3) Genogram

11
4) Type keluarga

a. Jenis type keluarga :


Keluarga Tn. P merupakan type keluarga nuclear family. Keluarga Tn. P
(40 tahun) terdiri dari Tn. P, Ny. K, An. B, An. S.
b. Masalah yang terjadi dengan tipe tersebut ;
Anggota keluarga kurang mengetahui tentang peran dan tanggung
jawabnya.

5) Suku budaya
a. Asal suku bangsa :
Tn. P dan Ny. K berasal dari Semarang (Jawa). Bahasa dominan yang
mereka gunakan sehari-hari di rumah adalah bahasa Indonesia dan Jawa. Saat
berada di luar rumah, mereka menggunakan dalam bahasa indonesia dan
jawa dalam percakapan Ny. K mengatakan keluarga tidak memiliki kebiasaan
khusus yang mempengaruhi status kesehatan yang diajarkan turun-temurun.
b. Budaya yang berhubungan dengan kesehatan : Tidak ada

6) Agama dan kepercayaan yang mempengaruhi keluarga :


Seluruh keluarga Tn. P beragama islam. Kegiatan ibadah keagamaan
keluarga Tn. P yaitu sholat lima waktu dan puasa dilakukan. Menurut Tn. P
agama berperan sangat penting dalam kehidupan mereka, bahkan dalam hal
kesehatan. ketika keluarga ada yang sakit, keluarga juga selalu mendoakan untuk
kesembuhan anggota keluarga yang sakit tersebut.

7) Status sosial ekonomi keluarga :


a. Anggota keluarga yang mencari nafkah :
Di Keluarga Tn. P pencari nafkah utama di keluarga adalah Tn. P yang
bekerja sebagai buruh
b. Penghasilan
Penghasilan Tn. P ± 3.000.000 setiap bulan
c. Upaya lain :
Tidak ada
d. Harta benda yang dimiliki (perabot, transportasi, dll)

12
Sepeda motor 2 dan perabot rumah tangga
e. Kebutuhan sehari-hari :
Keperluan keluarga sehari-hari adalah makan dan jajan An. B dan An. S

8) Aktivitas rekreasi keluarga


Keluarga Tn. P tidak memiliki jadwal khusus untuk rekreasi keluarga,
hanya sesekali anaknya mengajak berwisata. Ny. K mengatakan disaat liburan
juga digunakan untuk mengunjungi kerabat-kerabatnya. Dan jika tidak bepergian
rekreasi hanya dilakukan di rumah dengan menonton televisi bersama.

2. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


a. Tahap perkembangan keluarga saat ini (ditentukan dengan anak tertua) :
Termasuk keluarga dengan remaja. Tugas perkembangan keluarga dengan
anak remaja.

b. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi dan kendalanya :


Berkomunikasi dengan anak-anak. Ny. K mengatakan bahwa An. B adalah
anak yang pendiam jarang berbicara jika tidak ditanya. Terutama saat memasuki
usia remaja, An. B sudah mulai jarang berkumpul dengan keluarga, jika berada di
rumah An. B banyak menghabiskan waktunya di dalam kamarnya. An. B
mengatakan jarang berbicara dengan Tn. P karena menurut An. B bapaknya itu
galak dan kalau menyuruh sesuatu, misalkan belajar, Tn. P sering marah marah
sehingga An. B malas untuk menanggapinya. Ny. K mengatakan sebenarnya Tn.
P ini baik, tetapi memang agak keras dan tegas untuk mendidik anak anaknya. Ny.
K juga mengatakan An. B sulit untuk diatur semenjak memasuki SMA. An. B
mengatakan tidak mengetahui tugas perkembangan maupun tanggung jawabnya
sebagai remaja, karena sebelumnya belum pernah mendapatkan informasi
mengenai tugas perkembangan maupun tanggung jawabnya sebagai remaja.

c. Riwayat kesehatan keluarga ini :


1) Riwayat kesehatan keluarga saat ini :

13
Keluarga Tn. P tidak ada yang mengalami penyakit berat. Namun
terkadang sakit batuk, pilek, panas, sakit kepala namun setelah membeli obat
di warung keluhan sudah hilang.
2) Riwayat penyakit turunan :
Tidak ada riwayat penyakit keluarga yang menurun, bila sakit keluarga
Tn. P pergi ke puskesmas. Tidak ada pola makanan atau jenis makanan yang
dibatasi.
3) Riwayat Kesehatan masing-masing anggota keluarga
No Nama Umur BB Keadaan Imunisasi Masalah Tindakan yang
Kesehatan Kesehatan telah dilakukan
1. Tn. P 40th 68kg - Lengkap Tidak ada -
2. Ny. K 39th 48kg - Lengkap Tidak ada -
3. An. B 16th 40kg - Lengkap Tidak ada -
4. An. S 12th 45kg - Lengkap Tidak ada -

4) Sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan :


Keluarga jika berobat ke puskesmas atau ke rumah sakit
5) Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya :
Keluarga Tn. P tidak memiliki penyakit kronik atau penyakit menular.

3. PENGKAJIAN LINGKUNGAN
1. Karakteristik rumah
a. Luas rumah
Rumah yang ditinggali Tn. P berukuran 70m
b. Type rumah
Type rumah permanen
c. Kepemilikan
Rumah yang ditinggali Tn. P sekeluarga adalah rumah peninggalan
dari orang tua Tn. P
d. jumlah dan rasio kamar/ruangan

14
Desain interior terbagi menjadi 6 ruangan. Yang paling depan
adalah ruang tamu. Lalu 3 kamar tidur dan yang paling belakang dapur.
Lalu ruang kamar mandi.
e. ventilasi
Terdapat 2 jendela yang besar. Namun jendela yang terlihat jarang
dibersihkan
f. pemanfaatan ruangan
Kondisi rumah, tampak rapi dan bersih dan terdapat beberapa
perabot rumah yang sesuai.
g. septic tank
Ada, letak disamping rumah berjarak 1 meter
h. sumber air minum
Sumber air minum dengan air galon yang dibeli di toko penyedia
air isi ulang dekat rumah
i. kamar mandi/WC
Kamar mandi terdapat satu yang jadi satu dengan WC dengan kloset
jongkok
j. sampah
Terdapat tong sampah di depan rumah
k. limbah rt
Limbah rt terdapat di TPS sejauh
l. kebersihan lingkungan
Kebersihan lingkungan selalu terjaga karena masyarakat rutin
melakukan kerja bakti 1 bulan sekali.

2. Karakteristik tetangga dan komunitas RW


a. Kebiasaan:
Setiap bulan terdapat kegiatan kerja bakti, pengajian dan arisan.
Tn. P sering mengikuti kegiatan yang ada di lingkungan.
b. Aturan/kesepakatan:
Apabila ada tamu yang menginap harus lapor RT/RW.
c. Budaya :

15
Budaya lingkungan melakukan gotong royong dalam melakukan
kerja bakti.

3. Mobilitas Geografis
Saat ini, keluarga Tn. P sudah tinggal menetap di rumah yang sekarang
selama 15 tahun dan tidak berniat untuk pindah. Tn. P sendiri sudah tinggal
dirumah tersebut sejak Tn. P lahir.

4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat


Tn. P selalu menekankan pada Ny. K supaya mengikuti acara yang diadakan
oleh RT/RW, misalnya pengajian, arisan RT dan kegiatan lainnya. Apabila ada
waktu luang Ny. K mengajak anaknya bermain ke tetangga. Hubungan anggota
keluarga terlihat rukun, tidak ada konflik antara satu dengan yang lain (terlihat
harmonis). Anak-anak Ny. B tidak ada yang aktif mengikuti kegiatan
kemasyarakatan di daerah setempat RW 02. An. S mengatakan sudah jarang (suka
membolos) dalam mengikuti pengajian. Ny. K juga bersosialisasi dengan tetangga
di kanan, kiri dan depan rumahnya. Saudara Ny. K tinggal tidak jauh dari rumah
Ny. K, setiap hari selalu bertemu. An. B berteman dengan beberapa teman
seusianya, sering nongkrong di pos hansip dekat rumahnya, bermain ke warnet
dan rental PS dan jalan-jalan dengan menggunakan motor.

5. Sistem Pendukung Keluarga


Bila ada masalah dalam keluarga, keluarga lebih senang menyelesaikan
dengan anggota keluarga. Kadang juga melibatkan orang tua, karena dengan
orang tua tinggal bersama dan berdekatan. Hal yang dirasakan sebagai pendukung
keluarga adalah keluarga yang tinggal tidak jauh dari rumah yang memperhatikan
bila ada anggota keluarga yang sakit dan tetangga yang hidup saling menghormati
serta menghargai. Disamping itu adanya fasilitas dana kesehatan dari tempat kerja
Ny. K untuk anggota keluarga yang sakit menurut Ny. K sangat membantu
keluarga.

4. STRUKTUR KELUARGA

16
1. Pola/cara Komunikasi keluarga :
Ny. K mengatakan bahwa komunikasi pada keluarganya menekankan
keterbukaan. Bila ada masalah dalam keluarga, Ny. K mendiskusikan bersama Tn.
P, terkadang meminta bantuan nasihat dari orang tua. Waktu yang biasanya
digunakan untuk komunikasi pada saat santai yaitu malam hari dan waktu makan
bersama dengan anggota keluarga. Namun An. B mengatakan lebih suka
menceritakan masalahnya kepada teman-temannya dibandingkan kepada orang
tua ataupun keluarganya yang lain. Tn. P sibuk bekerja dan jarang menyempatkan
berbicara kepada anaknya.

2. Struktur kekuatan keluarga :


Pemegang keputusan di keluarga adalah Tn. P sebagai kepala keluarga,
tetapi tidak menutup kemungkinan suatu ketika Ny. K punya pendapat sendiri dan
membuat keputusan sendiri, misalnya pada saat membeli keperluan rumah tangga
dan mengatur posisi perabotan rumah tangga. Terkadang Ny. K juga berinisiatif
sendiri untuk membawa anaknya ke pelayanan kesehatan, bila ada yang sakit dan
tidak bisa sembuh dengan mengkonsumsi obat warung

3. Struktur peran (peran masing/masing anggota keluarga)


- Tn. P Sebagai kepala keluarga, bertanggung jawab dalam mencari nafkah
untuk kebutuhan sehari-hari dalam rumah tangga.
- Ny. K sebagai ibu rumah tangga mengatakan urusan anaknya lebih banyak
diserahkan kepada ibunya. Sebagai istri Tn. P sebagai ibu rumah tangga dan
juga membuka usaha warung di rumahnya.
- An. B sebagai anak dan pelajar mengatakan malas belajar dan jarang
mengerjakan tugas sekolahnya.
- Ny. K mengatakan bahwa anaknya jarang belajar dan nilainya pas-pasan. Ny.
K mengatakan tidak pernah memantau aktivitas belajar anaknya di rumah. An.
S sebagai anak ke dua Tn. P dan Ny. K yang pada tahun ini memasuki SMP.
An. S juga berperan sebagai adik dari An. B.

4. Nilai dan norma keluarga

17
Nilai dan norma yang dipegang oleh Tn. P adalah sesuai dengan nilai-nilai
ajaran Islam dan tidak terpengaruh oleh norma budaya. Penerimaan keluarga
terhadap perawat sangat baik, setiap masalah yang ada diutarakan dan menerima
kehadiran perawat.

5. FUNGSI KELUARGA
a. Fungsi afektif
Ny. K mengatakan bahwa setiap anggota keluarga dalam rumah dapat
saling terbuka dalam menyampaikan pendapat walaupun An. B termasuk anak
yang pendiam dan jarang menyampaikan pendapatnya.

b. Fungsi sosialisasi
1. Kerukunan hidup dalam keluarga :
Kehidupan antar anggota keluarga Tn. P baik tidak ada masalah
2. Interaksi dan hubungan dalam keluarga
Tn. P jarang berinteraksi dengan anak-anak karena kesibukannya bekerja.
3. Anggota keluarga yang dominan dalam pengambilan keputusan :
Anggota keluarga yang dominan mengambil keputusan adalah Tn. P.
4. Kegiatan keluarga waktu senggang:
Keluarga mengunjungi sanak-saudara bila waktu senggang.
5. Partisipasi dalam kegiatan social:
Tn. P dan Ny. K aktif dalam kegiatan yang ada di lingkungannya.

c. Fungsi perawatan Kesehatan


a. Pengetahuan dan persepsi keluarga tentang penyakit/masalah Kesehatan
keluarganya Menurut Ny. K masalah kesehatan muncul dikarenakan pola
hidup yang tidak sehat.
b. Kemampuan keluarga mengambil keputusan tindakan kesehatan yang tepat
Bila ada anggota keluarga yang sakit, keluarga membeli obat yang ada di
toko namun bila masih belum teratasi keluarga membawa ke fasilitas
kesehatan.
c. Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit

18
Keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada bila tidak
mampu mengatasi masalah kesehatan anggota keluarga.
d. Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat Setiap hari
anggota keluarga membersihkan rumah dan lingkungan rumah, serta
memperhatikan ventilasi udara yang masuk dalam rumah.
e. Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan di masyarakat
Keluarga menggunakan fasilitas kesehatan puskesmas yang ada di sekitar
rumahnya.

d. Fungsi reproduksi
a. Perencanaan jumlah anak:
Keluarga Tn. P merancakan memiliki 2 anak cukup.
b. Akseptor:
Ya, yang digunakan IUD lamanya 5 tahun.
c. Fungsi ekonomi
1. Upaya pemenuhan sandang pangan
Tn. P sebagai kepala keluarga dan bekerja sebagai buruh.
2. Pemanfaatan sumber di Masyarakat
Jika ada keluarga yang sakit tidak parah biasanya Tn. P membelikan obat
di warung, tetapi kalau anggota keluarga yang sakit sudah tidak bisa
ditangani dengan obat warung biasanya dibawa ke puskesmas.

19
6. STRESSOR DAN KOPING KELUARGA

1. Stressor Jangka Pendek


Keluarga Tn. P mencemaskan Pergaulan anak An. B yang suka memasuki
masa remaja An. B sudah mulai ditawari untuk mencoba merokok oleh teman
temannya baik teman di sekolah maupun teman di lingkungan rumahnya An. B
juga sering nongkrong tidak jelas dengan teman sekolah maupun teman di sekitar
rumahnya tersebut An. B juga mengatakan pernah ikut ikutan tawuran dengan
teman teman sekolahnya.

2. Stressor Jangka Panjang


Ny. K Mengeluhkan biaya sekolah kedua anaknya yang semakin mahal.

3. Respon Keluarga Terhadap Stressor


Jika ada masalah keluarga berupaya untuk mencari jalan keluar dari masalah
tersebut dengan jalan bermusyawarah keluarga meyakini kalau setiap masalah ada
jalan keluarnya. misalnya dengan meminta bantuan dari orang tua dan tetangga
yang terdekat.

4. Strategi Koping
Ny. K Mengatakan selalu menyerahkan semua masalah yang terjadi kepada
Allah SWT tetapi tetap berusaha untuk mengatasi masalah yang ada.

5. Strategi Adaptasi Disfungsional


Jika terdapat masalah keluarga menggunakan koping adapatasi yang positif
selalu melakukan musyawarah dan keluarga untuk mencari solusi.

7. KEADAAN GIZI KELUARGA


a. Pemenuhan gizi :
Keluarga Tn. P selalu makan tiga kali sehari dengan menu yang seadanya
biasanya Ny. K memasak lauk dengan sayur. Ny K selalu mengusahakan untuk
menyediakan sayur untuk makanya karena menganggap sayur penting untuk
kesehatan keluarganya untuk lauk biasanya Ny. K menyediakan ayam ikan tempe
tahu atau telur keluarga Tn.P jarang mengkonsumsi daging merah

20
b. Upaya lain :
Terkadang Ny. K perusahaan memberikan beban untuk keluarganya
walaupun jarang kadang seminggu sekali membeli buah untuk menjaga
kesehatan kulit kayaknya karena merasa tidak mampu memberikan vitamin bagi
anak anaknya.

8. PEMERIKSAAN FISIK (semua anggota keluarga )


PEMERIKSAAN
NO IDENTITAS
FISIK
Tn. P Ny. K An. B An. S
1. Tanda-tanda vital Td : 120/90 mmHg Td : 110/70 mmHg Td : 120/80 Td : 110/90
Nadi: 80x/menit Nadi: 84x/menit mmHg mmHg
Suhu : 36 Suhu : 36 Nadi: 84x/menit Nadi:
RR : 20x/menit RR :20x/menit Suhu : 36 93x/menit
Bb : 68 kg Bb : 48 kg RR : 20x/menit Suhu : 36
Tb : 172 cm Tb : 154 cm Bb : 40 kg RR : 20x/menit
Tb : 156 cm Bb : 45 kg
Tb : 146 cm

2. Sistem Tidak terdapat Tidak terdapat Tidak terdapat Tidak terdapat


kardiovaskuler benjolan, tidak ada benjolan, tidak ada benjolan, tidak benjolan, tidak
intercostal, bunyi intercostal, bunyi ada intercostal, ada intercostal,
jantung 1 dan 2 jantung 1 dan 2 bunyi jantung 1 bunyi jantung 1
tidak terauskultasi tidak terauskultasi dan 2 tidak dan 2 tidak
normal serta tidak normal serta tidak terauskultasi terauskultasi
terdapat mur-mur terdapat mur-mur normal serta normal serta
dan gallop dan gallop tidak terdapat tidak terdapat
mur-mur dan mur-mur dan
gallop gallop

21
3. System respirasi Paru-paru : Paru-paru : Paru-paru : Paru-paru :
pengembangan pengembangan pengembangan pengembangan
simetris, warna dada simetris, warna dada simetris, warna simetris, warna
sama dengan kulit sama dengan kulit dada sama dada sama
lainya (tidak lainya (tidak dengan kulit dengan kulit
terdapat lebam, terdapat lebam, lainya (tidak lainya (tidak
kebiruan) tidak kebiruan) tidak terdapat lebam, terdapat
terdapat tonjolan terdapat tonjolan kebiruan) tidak lebam,
abnormal, abnormal, terdapat kebiruan) tidak
pernafasan pernafasan tonjolan terdapat
21x/menit, tactil 21x/menit, tactil abnormal, tonjolan
femitus sama kiri femitus sama kiri pernafasan abnormal,
dan kanan, bunyi dan kanan, bunyi 21x/menit, pernafasan
nafas terauskultasi nafas terauskultasi tactil femitus 21x/menit,
vesikuler, dan tidak vesikuler, dan tidak sama kiri dan tactil femitus
terdapat suara terdapat suara kanan, bunyi sama kiri dan
tambahan. tambahan. nafas kanan, bunyi
terauskultasi nafas
vesikuler, dan terauskultasi
tidak terdapat vesikuler, dan
suara tidak terdapat
tambahan. suara
tambahan.
4. System Perut terlihat datar Perut terlihat datar Perut terlihat Perut terlihat
gastrointestinal dan warnanya sama dan warnanya sama datar dan datar dan
dengan kulit lainya dengan kulit lainya warnanya sama warnanya
(tidak ada Lebam (tidak ada Lebam dengan kulit sama dengan
kemerahan), perut kemerahan), perut lainya (tidak kulit lainya
teraba lemas, tidak teraba lemas, tidak ada Lebam (tidak ada

22
terdapat nyeri terdapat nyeri kemerahan), Lebam
tekan, tidak teraba tekan, tidak teraba perut teraba kemerahan),
massa, hepar tidak massa, hepar tidak lemas, tidak perut teraba
teraba, bising usus teraba, bising usus terdapat nyeri lemas, tidak
terdengar 10x/menit terdengar 10x/menit tekan, tidak terdapat nyeri
teraba massa, tekan, tidak
hepar tidak teraba massa,
teraba, bising hepar tidak
usus terdengar teraba, bising
10x/menit usus terdengar
10x/menit
5. System Kesadaran Kesadaran Kesadaran Kesadaran
persyarafan composmentis GCS : composmentis GCS : composmentis composmentis
456 456 GCS : 456 GCS : 456
6. System muskuloskeletalterli muskuloskeletalterli muskuloskeletal muskuloskeleta
muskuloskeletal hat bahu simetris, hat bahu simetris, terlihat bahu lterlihat bahu
warna sama dengan warna sama dengan simetris, warna simetris, warna
kulit, tidak terdapat kulit, tidak terdapat sama dengan sama dengan
tonjolan dapat tonjolan dapat kulit, tidak kulit, tidak
mengangkat dan mengangkat dan terdapat terdapat
menahan beban menahan beban tonjolan dapat tonjolan dapat
dengan baik, reflex dengan baik, reflex mengangkat mengangkat
branchiordialis nor branchiordialis nor dan menahan dan menahan
beban dengan beban dengan
baik, reflex baik, reflex
branchiordialis branchiordialis
nor nor

9. HARAPAN KELUARGA

23
1. Terhadap masalah kesehatanya : keluarga berharap semua keluarga sehat dan
tidak ada yang sakit
2. Terhadap petugas kesehatan : dengan adanya petugas kesehatan keluarga berharap
perawat dapat mengatasi masalah dalam keluarganya terutama mendidik anak
agar dapat tumbuh kembang dengan baik.

B. ANALISIS DATA
NO DATA PROBLEM
1. DS : Ketidakefektifan penampilan peran
- Ny. K mengatakan bahwa An. B sulit diatur
semenjak memasukki SMA dan lebih suka
menghabiskan waktunya didalam kamar dari
pada berkumpul dan berbicara dengan keluarga
- Ny. K mengatakan An. b merupakn seorang
anak yang pendiam dan jarang berbicara jika
tidak ditanya
- Ny. K mengatakan dirumahnya juga tidak ada
aturan yang jelas tentang apasaja tugas setiap
anggota keluarganya
- An. B mengatakan ayahnya sibuk bekerja
- An. B mengatakan tidak menegtahui tugas
perkembangan maupun tanggung jawabnya
An b mengatakan pernah ikut-ikut tawuran
dengan teman teman sekolahnya

DO :
- Tn. P terlihat jarang berada dirumah
- An. b merupakan anak pertama dalam keluarga
- An. b berusia 16 tahun
- Dirumah tidak ada yang bisa mengajarkan peran

24
dan tanggun jawab kepada remaja
- An b merupakan anak yang pendiam dan
tertutup

2. DS : Ketidakmampuan koping keluarga


- Ny. K mengatakan lebih banyak urusan anaknya
diserahkan pada ibunya
- Ny. K mengatakan An. B merupakan seorang
anak yang tertutup dan lebih suka
menghabiskan waktunya didalam kamar dari
pada kumpul dengan keluarga
- ,;mg Ny. K mengatakan suaminya memamng
keras dalam mendidik anaknya
- An. B mengatakan jarang menceritakan
permasalhanya kepada orang tuanya, lebih suka
bercerita kepada teman-temanya
- Ny. K mengatakan tidak pernah memantau
aktivitas belajar anaknya dirumah selain itu
memiliki nilai yang pas-pasan
- An. B mengatakan malas belajar dan jarang
mengerjakan tugas sekolahnya
DO :
- tn. P sibuk bekerja dan jarang menyempatkan
berbicara kepada anaknya
- an. B merupakan anak yang pendiam dan
tertutup selain itu sering nongkrong dan tidak
terlihat belajar.

C. DIAGNOSA KEPRAWATAN
1. Skroning
25
1) Penampilan Peran Tidak Efektif
No Kriteria Skor Pembenaran
1. Sifat masalah : resiko 2/3 x 1 = 2/3 Diperlukan support
system kluarga
dalam mengubah
pola perilaku
angggota keluarga
yang tidak sesuai
harapan
2. Kemungkinan masalah dapat 2/2 x 2= 2 Di keluarga tidak
diubah : mudah ada yang
mengajarkan
tentang tanggung
jawab dan peran
remaja
3. Potensial masalah dapat 3/3 x 1 = 1 Potensial masalah
dicegah : tinggi dapat dicegah
tinggi dengnan
memberikan
edukasi tentang
tanggung jawab
dan peran remaja
4. Menonjolnya masalah : masalah 2/2 x 1= 1 Masalah yang
perllu ditanggani terjadi An. B
hendaknya segera
ditanggani
Total 4 2/3

2) Ketidakmampuan Koping Kluarga


NO Kriteria Skor Pembenaran

26
1. Sifat masalah : resiko 2/3 x 1 = 2/3 An. B mengatakan
lebih suka
menceritakan
masalahnya
kepada teman-
temanya
dibandingkan
kepada orang lain
atau pun
keluarganya yang
lain
2. Kemungkinan masalah dapat ½x2=1 Kehadiran dan
diubah : sebagian peran orang tua
yang kurang dalam
menghadapi anak
remamja
3. Potensi masalah dapat dicegah : 3/3 x 1 =1 Anggota keluarga
tinggi dalam rumah
dapat saling
terbuka dalam
menyampaikan
pendapat
walaupun An. B
termasuk anak
yang pendian dan
jarang
menyampaikan
pendapatnya
4. Menonjolnya masalah : masalah 2/2 x 1 = 1 An. B yang sudah

27
berat, harus ditanggani memasuki masa
remaja dengan
lingkungan yang
memiliki pola
perilaku yang tidak
baik
Total 3 2/3

Prioritas diagnosa:
1. Ketidakmampuan Koping Kluarga (00075)
2. Penampilan Peran Tidak Efektif (00055)

28
D. INTERVENSI DAN EVALUASI
No Diagnosa Tujuan Evaluasi Intervensi
1. Ketidakmampuan Setelah dilakukan Setelah dilakukan Keluarga mampu Pengertian koping tidak Dukungan koping keluarga SIKI
koping keluarga asuhan keprawatan tindakan keprawatan menejelaskan pengertian efektif adalah (I.09260)
(IPKKI 00075) kluarga mampu selama 1x30 menit koping tidak efektif dengan ketidakmampuan menilai
- Identifikasi pengetahuan
mengidentifikasi diharapkan keluarga bahasa sendiri: atau merespon stressor/
keluarga tentang koping tidak
masalah mampu mengenali [Link] menilai ketidakmampuan
efektif
ketidakmampuan masalaha kesehatan : atau merespon stressor/ menggunakan sumber-
koping keluarga ketidakmampuan sumber untuk memecahkan - Identifikasi respon emosional
1. Keluarga dan klien
menggunakan sumber- masalah terhadap kondisi saat ini
mampu mengenali
sumber untuk - Mendengarkan masalah,
masalah apa itu
memecahkan masalah. perasaan dan pertanyaan
koping tidak
efektif keluarga
- Memfasilitasi pengungkapan
kluarga atau antar kluarga
- Mengidentifikasi kesesuaian
antara harapan klien keluarga

2. Keluarga mampu Keluarga mampu Akibat dari masalah koping - Identifikasi tentang pengetahuan
memutuskan menyebutkan 2 dari 3 tidak efektif kluarga terkait koping tidak
tindakan yang tepat efektif
akibat koping tidak efektif 1. Remaja tidak mampu
untuk mengatasi
mengatasi masalahnya - Diskusikan bersama keluarga
koping keluarga pada remaja
2. Tidak mampu memenuhi terkait akibat yang terjadi pada
dengan 1. Remaja tidak mampu
peran yang diharapkanya remaja dengan koping tidak
menyebutkan menyelesaikan
sesuai usianya efektif
akibat dari koping masalahnya
3. Klien dan keluarga mampu - Jangan lupa berikan pujian pada
keluarga tidak 2. Tidak mampu memenuhi
menilai dan merespon keluarga klien
efektif peran yang diharapkan
stressor dan menggunakan
sesuai usianya

29
3. Perilaku tidak asertif sumber sumber yang ada
3. Keluarga mampu Keluarga mampu cara Klien dan kluarga dapat - Identifikasi keluarga terkait
merawat anggota melakukan perawatan menentukan tindakan atau pengetahuan tentang cara
keluarga dengan untuk meningkatkan koping koping yang dilakukan untuk merawat anggota keluarga
masalah koping tidak efektif dengan cara : mengatasi masalah.
- Fasilitas dalam memperoleh
individu tidak
1. Mengidentifikasi informasi yang dibutuhkan
efektif
kemampuan yang
- Diskusikan untuk klarifikasi
dimiliki remaja
kesalah pahaman dan
2. Mengembangkan minat
mengevaluasi perilaku sendiri
dan bakat pada diri
remaja - Motivasi terlihat dalam kegiatan
3. Melatih keterampilan sosial
social pada remaja - Dukungan penggunaan
mekanisme pertahananan yang
tepat
- Anjurkan kluarga terlibat
- Ajarkan cara memecahkan
masalah secara konstruktif

4. Memodifikasi Keluarga memodifikasi Keluarga memodifikasi - Identifikasi pengetahuan


lingkungan yang lingkungan dengan cara lingkungan dengan cara keluarga tentang lingkungan
aman pada remaja yang baik
1. Memanfaatkan sarana 1. Memanfaatkan sarana
dengan koping
prasaran di lingkungan prasaran di lingkungan - Memotifasi keluarga
tidak efektif
rumah rumah menciptakan lingkungan yang
2. Suasana rumah tenang 2. Suasana rumah tenang aman dan nyaman untuk
tidak ada konflik tidak ada konflik keluarga
3. Saling menghargai dan 3. Saling menghargai dan
- Memberikan pujian kepada

30
menghormati sesame menghormati sesama keluarga dank lien
anggota keluarga anggota keluarga
4. Memberikan dukungan 4. Memberikan dukungan
lebih kepada remaja lebih kepada remaja
dengan koping tidak dengan koping tidak efektif
efektif

5. Keluarga mampu Keluarga mampu Fasilitas yang dapat - Identifikasi pengetahuan


memanfaatkan memanfaatkan dan memilih digunakan keluarga dalam keluarga tentang fasilitas
fasilitas pelayanan fasilitas kesehatan yang mengatasi masalah kesehatan kesehatan
kesehatan pada dapat digunakan anggota keluarganya :
- Motivasi kluarga untuk
remaja koping
1. Rumah sakit 1. Rumah sakit membawa anggota keluarga jika
tidak efektif
2. Puskesmas 2. Puskesmas ada yang sakit ke pelayanan
3. Klinik 3. Klinik kesehatan
4. Dokter praktek 4. Dokter praktek - Memberi dukungan kepada
keluarga

2. Ketidak efektifan Setelah dilakukan Setelah dilakukan Keluarga mampu Pengertian penampilan peran Dukungan penampilan peran
Penampilan asuhan keprawatan tindakan keprawatan menejelaskan pengertian tidak efektif adalah pola SIKI (I.13478)
selama 1x30 menit penampilan peran tidak
peran kepada keluarga perilaku yang tidak sesuai
diharapkan keluarga efektif dengan bahasa - Identifikasi pasien yang ada
diharapkan mampu mengenali sendiri: dengan harapan, norma dan dalam keluarga
(IPKKI 00055)
penampilan peran masalaha kesehatan : lingkungan.
1. Ketidakmampuan peran - Identifikasi adanya peran yang
An. B kembali 1. Keluarga dan masing-masing tidak terpenuhi
klien mampu keluarga
efektif - Anjurkan mengungkapkan
mengenali
masalah yang dialami
masalah apa itu
penampilan peran

31
tidak efektif
2. Keluarga mampu Keluarga mampu Akibat dari masalah - Identifikasi tentang pengetahuan
memutuskan menyebutkan 2 dari 3 penampilan peran tidak keluarga terkait penampilan
tindakan yang akibat penampilan peran peran tidak efektif
efektif
tepat untuk tidak efektif pada remaja
- Mengajarkan peran peran yang
mengatasi 1. Masyarakat mampu
1. Masyarakat merasa ada dalam keluarga
penampilan peran merasa kehidupannya
kehidupanya tidak
dengan - Memberikan tugas masing
nyaman lebih nyaman
menyebutkan 2. Keluarga mampu menjadi masing anak
2. Keluarga tidak
akibat dari harmonis
harmonis
penampilan peran
3. Hubungan sosial tidak 3. Hubungan sosial mampu
tidak efektif
baik jadi baik

3. Keluarga mampu Keluarga mampu cara Klien dan keluarga dapat - Fasilitas adaptasi peran keluarga
merawat anggota melakukan perawatan menentukan tindakan terhadap perubahan peran yang
keluarga dengan untuk meningkatkan tidak diingingkan
penampilan peran yang
masalah penampilan peran tidak
- Fasilitas diskusi tentang peran
penampilan peran efektif dengan cara : dilakukan untuk mengatasi
wong tuo
tidak efektif masalah
1. Mengenalkan peran
- Fasilitas diskusi tentang
masing masing keluarga
adaptasi peran saat anak
2. Menjalin komunikasi
meninggalkan rumah
dan diskusi yang baik
dengan individu - Fasilitas diskusi harapan dengan
3. Bersikap sabar terhadap keluarga dalam peran timbale
perilaku individu dan balik
menjalin hubungan - Diskusi strategi positif untuk
mengelola perubahan peran

32
- Ajarkan perilaku baru yang
dibutuhkan oleh klien dan orang
tua untuk memnuhi peran.
4. Memodifikasi Keluarga memodifikasi Keluarga memodifikasi - Identifikasi pengetahuan
lingkungan yang lingkungan dengan cara lingkungan dengan cara keluarga tentang lingkungan
aman pada yang baik
remaja dengan 1. Menghargai individu 1. Menghargai individu
- Memberikan kebebasan berpikir
penampilan peran 2. Memberikan pikiran 2. Memberikan pikiran yang
yang positif
tidak efektif yang positif positif
3. Menjauhkan sifat dari 3. Menjauhkan sifat dari - Mengajarkan sifat dari egois
egois egois
5. Keluarga mampu Keluarga mampu Fasilitas yang dapat - Identifikasi pengetahuan
memanfaatkan memanfaatkan dan memilih digunakan keluarga dalam keluarga tentang fasilitas
fasilitas kesehatan
fasilitas kesehatan yang mengatasi masalah kesehatan
pelayanan
- Motivasi kluarga untuk
kesehatan pada dapat digunakan anggota keluarganya :
membawa anggota keluarga jika
remaja
1. Rumah sakit 1. Rumah sakit ada yang sakit ke pelayanan
penampilan peran
2. Puskesmas 2. Puskesmas kesehatan
tidak efektif
3. Klinik 3. Klinik - Memberi dukungan kepada
4. Dokter praktek 4. Dokter praktek keluarga

33
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Perkembangan keluarga merupakan proses perubahan yang terjadi pada sistem
keluarga meliputi, perubahan pola interaksi dan hubungan antar anggota keluarga di
sepanjang waktu. Perubahan ini terjadi melalui beberapa tahapan atau kurun waktu
tertentu. Pada setiap tahapan mempunyai tugas perkembangan yang harus dipenuhi agar
tahap tersebut dapat dilalui dengan sukses.
Remaja merupakan salah satu tahap perkembangan manusia yang memiliki
karakteristik yang berbeda bila dibandingkan dengan tahap perkembangan lainya. Karena
pada tahap ini seseorang mengalami peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa.
Masalah yang terjadi pada keluarga dengan anak usia remaja pada keluarga Tn. P adalah
ketidakmampuan koping keluarga dan penampilan peran tidak efektif pada An. B. Peran
perawat dalam asuhan keperawatan pada tahap ini adalah membantu keluarga untuk
menyelesaikan masalah kesehatan dengan cara meningkatkan kesanggupan keluarga
melakukan fungsi dan tugas perawatan kesehatan keluarga, sehingga keluarga dapat
melakukan program asuhan kesehatan secara mandiri dan masalah yang timbul bisa
teratasi.

34
DAFTAR PUSTAKA

Kependudukan bps. (2018). Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) Republik.

Nurjanah, N. S. (2019). Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Tahap Perkembangan Keluarga


Dengan Anak Usia Remaja. STIKES Kusuma Husada Surakarta.

Setiadi. (2008). Konsep dan proses keperawatan keluarga edisi pertama. Yogyakarta. Graha
Ilmu.

Harmoko. (2018). Asuhan Keperawatan Keluarga (S. Riyadi (ed.)). PUSTAKA PELAJAR.

Santrock, J. W. 2018. Perkembangan anak edisi kesebelas jilid 2. Jakarta: Erlangga

kaakinen, J. R, Coehlo, D. P., Steela, R, & Robinson, M. (2018). Family Health Nursing:
Theory, Practice, and Research. FA Davis.

Niken Siti Nurjanah, N. (2019). ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA TAHAP


PERKEMBANGAN KELUARGA DENGAN ANAK USIA REMAJA (Doctoral
dissertation, STIKes Kusuma Husada Surakarta).

Agustriyana, N. A., & Suwanto, I. (2017). FULLY HUMAN BEING PADA REMAJA
SEBAGAI SEBAGAI PENCAPAIAN PERKEMBANGAN IDENTITAS. 2, 9–
[Link]. (2016). Jumlah Penduduk Remaja di Indonesia. BKKBN Pusat Indonesia.
Pudjiastuti, S. E., & Sawab, S. (2019). Efektivitas Edukasi Konsep Diri Untuk
Meningkatkan Pengetahuan Perkembangan Remaja

Tim Pokja SDKI DPP PPNI, (2016) Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Edisi
1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia.

Tim Pokja SDKI DPP PPNI, (2018) Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SLKI), Edisi
1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia.

Tim Pokja SDKI DPP PPNI, (2018) Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SIKI), Edisi
1, Jakarta, Persatuan Perawat Indonesia

Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI), 2017. Panduan


AsuhanKeprawatan Individu, Keluarga, Kelompok, dan Komunitas dengan Modifikasi
NANDA, ICNP, NIC dan NOC di Puskesmas dan Masyarakat. Jakarta : Universitas
Indonesia (UI-Press)

35
36

Anda mungkin juga menyukai