0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan19 halaman

Perencanaan Produksi dan Promosi Efektif

MENEJEMEN RANTAI PASOK

Diunggah oleh

Etrama Diraizel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan19 halaman

Perencanaan Produksi dan Promosi Efektif

MENEJEMEN RANTAI PASOK

Diunggah oleh

Etrama Diraizel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS PENGGANTI UJIAN AKHIR SEMESTER

PERENCANAAN PRODUKSI, TINGKAT PERSEDIAAN, DAN


AKTIVITAS TRANSPORTASI PADA PERUSAHAAN

TI4504

Disusun oleh:

Lazuardi Akbar Anbiya (1201210162)

Mohammad Ridzky Subchan (1201213212)


Maulana
Surya Grace Junjungan Jitro (1201210448)
Sinaga

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS REKAYASA INDUSTRI

UNIVERSITAS TELKOM
2024
Tugas Pengganti UAS

A. Proyeksi Penjualan
Berdasarkan hasil identifikasi jenis jaringan distribusi yang sudah dikerjakan pada
UTS, buatlah peramalan demand satu (1) tahun ke depan untuk masing masing daerah
yang sudah anda pilih (data yang digunakan adalah data yang didapatkan dari mata
kuliah praktikum Akutansi Biaya terkait dengan Mesin Kopi (expresso machine).

Jawab:
Berikut merupakan data berdasarkan data demand yang kami dapatkan:

Setelah mendapatkan data demand untuk 1 tahun atau 12 periode, dilakukan perhitungan
demand forecasting dengan menggunakan metode Moving Average dibawah ini:
- Moving Average
Berdasarkan tabel Moving Average diatas, didapatkan MSE untuk data demand 12
periode adalah sebesar 83323,215 dengan demand di periode ke-12 sebesar 1325.
Didapatkan demand forecasting untuk periode ke 13-24, dengan nilai sebesar untuk
periode ke 13 adalah 1494 dan periode ke 24 adalah 1668 dimana setiap periodenya
mengalami kenaikan

B. Sales and Operation Planning


Menggunakan proyeksi penjualan yang paling akurat, susunlah rencana produksi
untuk memenuhi proyeksi penjualan/12 Periode di Tahun 2025 (demand yang
digunakan adalah demand hasil peramalan pada soal nomor A). Rencana produksi
terkait jumlah total tenaga kerja, pekerja yang dipekerjakan, tenaga kerja yang
dirumahkan, jam kerja lembur, jumlah persediaan, jumlah kekurangan barang
(stockout), jumlah produk yang diproduksi, dan jumlah produk yang di sub-
kontrakkan untuk setiap periodenya. Parameter produksi yang dibutuhkan
ditampilkan di Tabel 1
a) Berdasarkan parameter di Tabel 1, tentukan perencanaan produksi di 12
periode ke depan.
Jawab:
Berdasarkan tabel perhitungan diatas menggunakan fitur solver pada excel,
didapatkan untuk perencanaan produksi selama 12 periode didapatkan total
cost sebesar Rp 521.961.555.

b) Perusahaan ingin mempunyai rencana produksi cadangan untuk dapat


meredam ketidakpastian. Buatlah rencana produksi dengan menggunakan
hasil proyeksi penjualan dengan mengganti 4 digit terakhir angka penjualan
dengan 4 digit NIM terakhir ketua kelompok.(3212)
Berdasarkan tabel perhitungan diatas dengan menggunakan fitur solver pada
excel, rencana produksi perusahaan selama 12 periode dengan demand
ditambah dengan 3212, didapatkan total cost sebesar Rp1.241.236.000.

c). Pada tahun 2024, Biaya rekrut dan pelatihan, dan biaya merumahkan pekerja akan
dinaikkan menjadi Rp 700000/pekerja sesuai dengan aturan yang baru. Tentukan
perencanaan produksi 12 periode kedepan.
Berdasarkan tabel perhitungan diatas, rencana produksi perusahaan selama
12 periode dengan menaikkan biaya rekrut dan pelatihan, dan biaya
merumahkan pekerja sebesar Rp 700.000/pekerja memiliki total cost
sebesar Rp 552.969.861

d) Tentukan strategi perencanaan produksi yang tepat berdasarkan alasan yang


relevan.

Berdasarkan dari beberapa skenario, yaitu skenario 1 dengan demand yang


normal dengan total cost sebesar Rp 521.961.555, skenario 2 demand
ditambah dengan 3212 total cost sebesar Rp [Link], dan skenario 3
demand sama seperti skenario 1 namun terdapat kenaikkan biaya rekrut
dan pelatihan serta biaya merumahkan pekerja sebesar Rp 700.000 pekerja
memiliki cost sebesar Rp 552.969.861. Dari ketiga skenario tersebut,
sekanario yang dipilih adalah skenario 1 karena memiliki total cost yang
minimum.
C. Promosi
Dalam rangka meningkatkan penjualan, Perusahaan memutuskan untuk memberikan
diskon. Berdasarkan riset pasar, pemberian diskon 3% akan meningkatkan tingkat
konsumsi sebesar 15% dan memicu akvitias pembelian di depan (forward buy)
sebesar 20% pada dua periode kedepan. Sedangkan, pemberikan diskon 5% akan
mengubah 20% tingkat konsumsi dan 22% aktivitas forward buy pada dua periode.

a) Tentukan besar dan waktu pelaksanaan promosi yang tepat untuk perusahaan
Menurut penelitian pasar, diskon 3% akan meningkatkan tingkat konsumsi sebesar
lima belas persen dan meningkatkan akvitias pembelian di depan (forward buy)
sebesar dua puluh persen dalam dua periode berikutnya. Tabel berikut menunjukkan
perubahan kebutuhan dan harga sebagai akibat dari promosi.
Tabel perhitungan skenario 1 menunjukkan perhitungan yang terkait dengan tiga
skenario, yang didasarkan pada data perubahan demand forecast scenario.

Untuk skenario 1, total biaya adalah Rp 521.961.155,24 total revenue adalah Rp


[Link]
dan total profit adalah Rp16.205.924.444, berdasarkan perhitungan yang berkaitan
dengan strategi perencanaan produksi selama dua belas periode berikutnya. Tabel
perhitungan skenario 2 tersedia di bawah ini.

Untuk skenario 2, total biaya adalah Rp [Link], total revenue adalah Rp


[Link], dan total profit adalah Rp [Link], berdasarkan perhitungan yang
berkaitan dengan strategi perencanaan produksi selama dua belas periode berikutnya. Tabel
perhitungan untuk skenario 3 terakhir.
Untuk skenario 3, total biaya sebesar Rp 552.969.863, total revenue sebesar Rp
[Link], dan total profit sebesar Rp [Link], menurut perhitungan yang
dilakukan terkait dengan strategi perencanaan produksi selama dua belas tahun mendatang.
Selain itu, ada strategi promosi kedua diskon 5% akan mengubah tingkat konsumsi 20%
dan aktivitas pembelian jangka panjang 22% selama dua periode. Tabel skenario 1
menunjukkan perhitungan ketiga skenario untuk metode promosi yang kedua.

Untuk skenario 1, total biaya adalah Rp 521.961.155,24 total revenue adalah Rp


[Link]
dan total profit adalah Rp16.291.918.444, berdasarkan perhitungan yang berkaitan dengan
strategi perencanaan produksi selama dua belas periode berikutnya. Tabel perhitungan
skenario 2 tersedia di bawah ini.

Untuk skenario 2, total biaya adalah Rp [Link], total revenue adalah Rp


[Link], dan total profit adalah Rp [Link], berdasarkan perhitungan yang
berkaitan dengan strategi perencanaan produksi selama dua belas periode berikutnya. Tabel
perhitungan untuk skenario 3 terakhir.
Untuk skenario 3, total biaya sebesar Rp 552.969.863, total revenue sebesar Rp
[Link], dan total profit sebesar Rp [Link], menurut perhitungan yang
dilakukan terkait dengan strategi perencanaan produksi selama dua belas tahun mendatang.
Tabel berikut menunjukkan total biaya promosi yang dihitung untuk masing-masing
skenario.

Tabel Akumulasi 3% :

Tabel Akumulasi 5%

Dari hasil perhitungan skenario, skenario terbaik adalah skenario 1 dengan promosi 5%
yang dimana memiliki total profit terbesar yaitu Rp [Link]

b) Analisis faktor-faktor apa saja yang dipertimbangkan untuk menentukan program


produksi
1. Penggunaan metode peramalan
Dalam merencanakan program produksi, peramalan sangat penting untuk memprediksi
jumlah permintaan yang harus diproduksi, data yang diminta diperoleh dari data
sebelumnya.
pesanan sebelumnya, yang digunakan untuk melakukan prediksi sebagai langkah
berikutnya, metode peramalan memiliki kesalahan, dan semakin kecil kesalahannya,
semakin akurat prediksi permintaan di masa depan.
2. Penentuan Constrain
Penentuan constrain memiliki dampak yang signifikan pada perencanaan produksi,
constrain seperti gaji pekerja, waktu kerja lembur, dan hal lainnya termasuk dalam
kategori ini biaya total produksi akan berubah saat kategori ini berubah atau constrain
diberlakukan sesuai peraturan. Ini akan memungkinkan kita untuk menghitung
keuntungan yang diperoleh.
3. Kebutuhan Promosi
Harga promosi atau diskon seringkali dapat memengaruhi permintaan aktual dan
tentunya berdampak pada perkiraan permintaan. Ini karena peningkatan permintaan
harus diperhitungkan dengan biaya produksi secara keseluruhan untuk memastikan
apakah sesuai dengan pendapatan total yang diharapkan.

D. Berdasarkan data hasil proyeksi penjualan yang telah ditentukan selama 12 periode
kedepan
a) Tentukan ukuran pemesanan komponen W, Y, dan Z untuk 12 periode yang
memenuhi prinsip Economies of Scale.

Berdasarkan perhitungan ukuran pemesanan yang telah dilakukan, didapatkan


kebutuhan dari masing-masing unit dengan total kebutuhan selama 12 periode
sebesar untuk unit Y sebesar 47997, untuk unit W sebesar 31998, dan untuk unit
Z sebesar 15999.
b) Perusahaan telah menentukan aturan yang ingin mengintegrasikan pemesanan
komponen X, Y, dan Z. Tentukan ukuran pemesanan terintegrasi untuk seluruh
komponen yang dibutuhkan.
Berdasarkan tabel diatas, terdapat 3 komponen yaitu komponen Y,W, dan Z. pada
komponen ini memiliki optimal ordering freq (Integrated) sebesar 15,48.

c) Perusahaan menggunakan armada dengan kapasitas 500 unit komponen.


Tentukan ukuran pemesanan terintegrasi untuk seluruh komponen yang
dibutuhkan.
Supplier komponen W, Y, dan Z memberlakukan diskon berdasarkan jumlah pembelian.
Tabel 3 menyediakan informasi terkait diskon yang diberikan.
d) Tentukan ukuran pemesanan komponen W, Y, dan Z dengan adanya
pemberlakuan diskon. Apakah dengan ukuran pemesanan terintegrasi, total biaya
akan lebih murah (Buktikan)?
Berdasarkan tabel perhitungan terkait dengan total cost dari setiap pemesanan W,
Y, dan Z. Maka dari itu total cost dari setiap part adalahya sebesar Rp
153.462.451 untuk W, Rp 368.243.642 untuk Y, dan Rp 208.977.739 untuk Z

e) Kerjakan bagian (d), namun dengan ketentuan diskon unit marjinal (Marginal
Unit Quantity Discount). Apakah dengan ukuran pemesanan terintegrasi, total
biaya akan lebih murah (Buktikan)?
Berdasarkan tabel perhitungan terkait dengan total cost dengan ukuran
pemesanan terintegrasi dari setiap pemesanan W, Y, dan Z akan memiliki
total biaya akan lebih murah yaitu sebesar Rp 154.881.988 untuk W, Rp
356.371.469 untuk Y, dan Rp 194.306.141 untuk Z

E.
a.) Dalam menentukan kegiatan sourcing, faktor-faktor apa sajakah yang perlu
ditentukan?
Ada beberapa faktor yang perlu di tentukan oleh Kelompok 3 dalam menentukan
kegiatan sourcing perusahaan terhadap sebuah komponen produk mesin espresso
dari supplier adalah sebagai berikut :
- Total Cost Ownership : Perhitungan secara menyeluruh atas semua pembiayaan
yang terkait oleh pendapatan, penggunaan, dan pemeliharaan barang atau jasa.
Hal ini mencakup semua pembiayaan sepanjang siklus hidup produk atau
layanan, mulai dari pembiayaan awal pembelian sampai dengan biaya
operasional dan pemeliharaan jangka panjang, lalu biaya dukungan teknis dan
lainnya.
- Supplier Selection : Pemilihan pemasok melibatkan proses memilih penyedia
barang dari pelelangan atau negosiasi, dengan mempertimbangkan faktor seperti
harga, kualitas, dan lainnya, yang sesuai dengan standar keandalan perusahaan.
Pemasok yang telah di pilih diharapkan bekerja sama dengan perusahaan yang
bisa dicapai tujuan bersama lalu saling menguntungkan satu sama lain.
- Risk and reward Sharing : Pembagian Risiko dan imbalan mengatur cara
pembagian risiko dan kuntungan antar perusahaan dan pemasok. Hubungan
yang dibangun oleh pemasok dapat mempengaruhi gimana resiko dan
keuntungan yang dibagi.
- Sourcing Portofolio Design : Desain Portofolio Sourcing mengacu pada
penyusunan portofolio sumber daya yang sudah sesuai dengan kebutuhan
perusahaan, hal ini termasuk dalam penggunaan sumber daya internal dan
eksternal. Desain Portofolio Sourcing yang efektif melibatkan evaluasi dan
integrasi sumber daya internal dan eksternal untuk memenuhi kebutuhan
organisasi, seperti jenis pemasok untuk mengurangi resiko, dan memanfaatkan
keahlian pemasok, dan membangun kemitraan yang strategis untuk mendukung
inovasi dan pertumbuhan jangka panjang.

b.) Apabila perusahaan memutuskan untuk mendapatkan komponen dari pemasok


atau pihak ketiga, jelaskan cara melakukan pemilihan pemasok tersebut.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, outsourcing ini dipilih ketika terjadi
peningkatan yang sudah signifikan pada surplus dengan resiko yang relatif kecil.
Pihak ketiga dapat meningkatkan surplus dalam rantai pasokan dengan
meningkatkan nilai dari pelanggan atau mengurangi biaya rantai pasok,
dibandingkan oleh perusahaan yang melakukan sourcing secara internal. Lalu
ada beberapa cara yang dimana pihak ketiga dapat meningkatkan surplus dalam
rantai pasok, diantara lain :
- Agregasi Kapasitas
- Agregasi Inventaris
- Agregasi Transportasi
- Agregasi Gudang
- Penurunan Biaya dan Peningkatan Kualitas

Namun ada beberapa faktor resiko yang terkait oleh penggunaan pihak ketiga,
diantaranya :
o Gangguan terhadap proses rantai pasok perusahaan, hal ini dapat
memperburuk proses dan menyebabkan kehilangan kendali bagi perusahaan
jika melibatkan pihak ketiga.
o Kurangnya perhatian dari Koordinasi Biaya. Dalam outsourcing ini,
perusahaan harus bertindak sebagai koordinator yang memiliki kendali
penuh untuk memastikan proses outsourcing berjalan dengan efektif
o Potensi kehilangan hubungan dengan pelanggan atau pemasok selama
proses outsourcing.
o Potensi kehilangan kontrol terhadap keterampilan dan pengembangan
internal ketika perusahaan mengandalkan pihak ketiga.
o Potensi pengungkapan informasi yang rahasia dan kepemilikan yang dapat
berdampak negatif pada reputasi perusahaan. Selain itu, keputusan untuk
outsourcing juga harus memperhitungkan evaluasi total biaya untuk
pemasok, karena pemasok memiliki waktu tunggu yang berbeda lalu dapat
mempengaruhi persediaan keselamatan perusahaan, ukuran lot minimum,
dan siklus stok.

F. Dalam upaya mendapatkan komponen W, Y, dan Z, perusahaan yang telah


menentukan ukuran pemesanan akan menggunakan jasa transporter untuk
mengirimkan bahan baku. Satu komponen W dan Y mempunyai berat 300gr dan
komponen Z mempunyai berat 400gr. Terdapat beberapa opsi perusahaan transportasi
yang dapat digunakan pada Tabel 4.

Table 4. Karateristik Perusahaan Transportas


Perusahaan Rentang Biaya Waktu
Transporter Jumlah Transportasi Transporsi
Pemesanan per Kg
PT. DHM >300 Rp 1,500/kg 1 hari
PT. Wiba >500 Rp 1,400/kg 2 hari
PT. SCM >600 Rp 1,350/kg 2 hari

Tentukan perusahaan transportasi yang dapat digunakan untuk mendapatkan komponen


yang dibutuhkan perusahaan. Pertama-tama kumpulkan data-data yang diperlukan,
diperoleh dari hasil jawaban soal sebelumnya, sebagai berikut:
Setelah memperoleh data yang diperlukan untuk perhitungan, maka selanjutnya.
Melakukan kalkulasi perhitungan terkait biaya transportasi paling minimum.

Berdasarkan perhitungan dan pengolahan data yang sudah dilakukan. Didapatkan hasil
biaya transportasi minimum perusahaan yang paling optimal adalah PT. SCM dengan
total cost untuk transportasi dengan produk Y sebesar Rp 2.159.865, produk W sebesar
Rp 1.439.910 dan produk Z sebesar Rp 899.944.

Anda mungkin juga menyukai