0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan14 halaman

Sejarah dan Peran Bank Syariah Indonesia

Diunggah oleh

Alif Iman Tauhid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan14 halaman

Sejarah dan Peran Bank Syariah Indonesia

Diunggah oleh

Alif Iman Tauhid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

GAMBARAN UMUM

II.1. Sejarah Singkat Perusahaan

Sejarah berdirinya Bank Syariah di indonesia khususnya PT. Bank Syariah

Indonesia (BSI) bermula dengan dikembangkannya Bank Syariah sebagai suatu

respon dari kelompok ekonomi dan praktisi perbankan muslim yang berupaya

mengakomodasi desakan dari berbagai pihak yang menginginkan agar tersedia

jasa transaksi keuangan yang dilaksanakan sejalan dengan nilai moral dan prinsip-

prinsip syariah Islam. Umat Islam diharapkan dapat memahami perkembangan

bank syariah dan mengembangkannya apabila dalam posisi sebagai pengelola

bank syariah yang perlu secara cermat mengenali dan mengidentifikasi semua

mitra kerja yang sudah ada maupun yang potensial untuk pengembangan bank

syariah.

Bank Syariah merupakan salah satu produk perbankan yang berlandaskan

sistem perekonomian Islam, Sistem Ekonomi Islam atau syariah sekarang ini

sedang banyak diperbincangkan di Indonesia. Banyak kalangan masyarakat yang

mendesak agar Pemerintah Indonesia segera mengimplementasikan sistem

Ekonomi Islam dalam sistem Perekonomian Indonesia seiring dengan hancurnya

sistem Ekonomi Kapitalisme.


Bank Syariah Indonesia (BSI) merupakan penggabungan (merger) atas

Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank BRI Syariah (BRIS), dan Bank BNI Syariah

(BNIS). Penggabungan tersebut dilakukan pada proses mulai Maret 2020 atau

sekitar 11 bulan sebelum diresmikan operasionalnya oleh Presiden Joko Widodo

pada 1 Februari 2021. Penggabungan ketiga bank syariah yang telah melalui

proses due diligence, penandatanganan akta penggabungan, penyampaian

keterbukaan informasi, persetujuan izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan

(OJK) tersebut secara signifikan menghasilkan konsolidasi nilai aset Bank Syariah

Indonesia (BSI) mencapai Rp.240 triliun yang menjadikannya menjadi bank

syariah dengan aset terbesar di Indonesia. Keseluruhan aset yang dimiliki oleh

ketiga bank syariah penyusun Bank Syariah Indonesia (BSI) termasuk aset tetap,

aset tidak tetap, human capital, mitra, nasabah, dan jaringan termasuk kantor

cabang, anjungan tunai mandiri (ATM), aplikasi perbankan, atau aset penunjang

lain menjadi penguat bagi operasional Bank Syariah Indonesia.

Keberadaan Bank Syariah Indonesia di Indonesia menjadi momentum

penguatan ekonomi syariah di Indonesia, sekaligus sebagai komitmen pemerintah

RI dalam mengembangkan ekonomi syariah di Indoensia. Bank Syariah Indonesia

mengukuhkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim

terbanyak di dunia yang sudah seharusnya memiliki perkembangan ekonomi

syariah yang masif. Hal ini menjadi salah satu identitas global bagi Indonesia serta

menjadi salah satu kebanggaan dan potensi besar Indonesia untuk menjadi negara

yang terdepan dalam perkembangan ekonomi syariah.


Penggabungan Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah, dan Bank

BNI Syariah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) memiliki peran strategis

bagi ekonomi syariah di Indonesia. Peran strategis tersebut dapat dilihat dari

dua perspektif. Peran strategis yang pertama berkaitan dengan peran dakwah dan

syiar syariah Islam yang menghasilkan penguatan muamalah syariah di Indonesia

dan memungkinkan pengembangan pasar sertapeningkatan akses ekonomi dan

keuangan syariah sehingga mengurangi potensi riba, gharar, dan dhalim dalam

muamalah di Indonesia. Peran strategis kedua adalah peran ekonomi terkait

penguatan ekonomi nasional yang disebabkan oleh perkembangan modal dan dana

dari Bank Syariah Indonesia yang mampu meningkatkan pembiayaan dalam

usaha dan pembangunan nasional.

Keberadaan Bank Syariah Indonesia juga memiliki peran sebagai pusat

inovasi keuagan syariah (innovation center). Sumber daya besar yang dimiliki

Bank Syariah Indonesia memungkinkan transformasi nilai-nilai ekonomi syariah

yang bersifat universal dan inklusif menjadi inovasi produk dan layanan keuangan

yang menyelesaikan permasalahan-permasalahan mendasar dalam perekonomian

seperti kemiskinan dan kesenjangan. Keberadaan Bank Syariah Indonesia mampu

meningkatkan kualitas perbankan syariah nasional dan tidak menutup

kemungkinan meningkatkan daya saing bank syariah pada level global.


II.1.1. Visi dan Misi Bank Syariah Indonesia

II.1.1.1. Visi

Adapun visi perusahaan yaitu untuk menjadi salah satu dari sepuluh Bank

Syariah terbesar berdasarkan dengan kapitalisasi pasar secara global dalam waktu

lima tahun kedepan.

II.1.1.2 Misi

Adapun Misi dari Bank Syariah Indonesia yaitu :

1. Memberikan akses solusi keuangan syariah di Indonesia.

2. Menjadi bank besar yang memberikan nilai terbaik bagi para pemegang

saham.

3. Menjadi perusahaan pilihan dan kebanggaan para talenta terbaik Indonesia.

4. Mewujudkan nilai tambah bagi investor dan Memberikan kontribusi positif.

5. Menyediakan solusi keuangan syariah yang amanah dan modern.

6. Mengutamakan penghimpunan dana murah.

7. Menyediakan produk dan layanan.

8. Memberikan pertumbuhan nilai positif.

9. Mengembangkan talenta dan wahana berkarya untuk berprestasi sebagai

perwujudan ibadah.

Dengan misi yang dimiliki oleh Bank Syariah Indonesia seperti yang

tertulis diatas. maka dengan keberadaan Bank Syariah Indonesia diharap mampu

meningkatkan kualitas perbankan syariah nasional dan tidak menutup

kemungkinan dapat meningkatkan daya saing bank syariah pada level global.
II.1.2. Logo Perusahaan

Gambar II.1. Logo Bank Syariah Indonesia Tbk


Sumber : Bank Syariah Indonesia

Adapun makna dari logo Perusahaan Bank Syariah Indonesia Tbk adalah

sebagai berikut:

II.1.3. Makna Logo

Pada logo Bank Syariah Indonesia terdapat tanda bintang bersudut lima

yang mereprensentasikan lima Pancasila dan lima Rukun Islam. Hal ini

menjelaskan bahwa Bank Syariah Indonesia menjunjung tinggi Pancasila dan

Rukun Islam. Dipandu oleh Pancasila dan Rukun Islam, Bank Syariah Indonesia

bekerja dengan prinsip kesetaraan, kejujuran, dan inovasi. Nama Bank Syariah

Indonesia dipilih karena ingin menjadi representasi Indonesia, baik tingkat

internasional maupun global.


II.2. Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan penyajian rangka yang menunjukkan

seluruh kegiatan untuk mencapai sebuah tujuan organisasi, hubungan fungsi-

fungsi serta wewenang dan tanggung jawab masing-masing pemegang jabatan

yang ada dalam fungsi-fungsi tersebut. Adapun struktur organisasi yang

diterapkan oleh Bank Syariah Indonesia Kcp Cabang Medan Belawan dapat

dilihat pada gambar II.2 dibawah ini :

Manager Cabang

CBRM BOSM

CBS
Teller GSS CS

Security Driver OB

Gambar II.2 Struktur Organisasi Bank Syariah Indonesia Kcp Belawan


Sumber : Bank Syariah Indonesia Kcp Cabang Belawan
Sesuai dengan Struktur Organisasi nya, sebagaimana yang telah diuraikan

sebelumnya, maka untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dari masing-

masing bagian dapat dijelaskan sebagai berikut :

II.2.1. Tugas Pokok dan Wewenang

Adapun tugas pokok dan tanggung jawab masing-masing jabatan adalah

sebagai berikut :

1. Manager Cabang

Dibawah ini adalah tugas pokok dan tanggung jawab Manager Cabang.

Tugas Pokok

Adapun tugas pokok Manager Cabang adalah sebagai berikut :

a. Memimpin dan mengelolah kegiatan usaha/bisnis di cabang,

mendapatkan market share sesuai target cabang yang telah ditetapkan

(goal).

b. Mengelola AR dengan baik agar resiko bisnis dapat ditekan sekecil

mungkin, membangun nama baik kantor cabang dengan image yang

positif dan mengupayakan pertumbuhan dan perkembangan cabang

dari waktu ke waktu baik secara volume maupun kualitas.

Wewenang

Adapun wewenang Manager Cabang adalah sebagi berikut :

a. Mengkordinir kegiatan pelaksanaan operasional kantor cabang sesuai

sistem dan prosedur.


b. Mengkordinir dan mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan

cabang beserta risk control/pengendalian resiko.

c. Merealisasikan profit yang ditargetkan ke setiap masing-masing

cabang.

2. Consumer Banking Relation Manager (CBRM)

Dibawah ini adalah tugas pokok dan tanggung jawab CBRM.

Tugas Pokok

Adapun tugas pokok CBRM adalah sebagai berikut :

a. Mengenal konsumen secara individu agar tejalin rasa percaya tehadap

satu sama lain.

b. Menjaga relasi atau hubungan, baik itu intra-perusahaan ataupun inter-

perusahaan.

Wewenang

Adapun wewenang CBRM adalah sebagai berikut :

a. Membedakan konsumen, dengan mengetahui bahwa konsumen

tersebut berbeda secara SDM.

b. Berinteraksi dengan konsumen dan menyesuaikan perlakuan terhadap

konsumen.

3. Costumer Banking Staff (CBS)

Dibawah ini adalah tugas pokok dan tanggung jawab RBR.

Tugas Pokok
Adapun tugas pokok CBS adalah sebagai berikut :

a. Membuat proposal pembiayaan, dari mulai surat permohonan fasilitas

pembiayaan (SP3), surat akad, nota analisa pembiayaan, surat

pernyataan nasabah, surat perjanjian, dan lain sebagainya. Yang

berhubungan dengan permohonan fasilitas pembiayaan bagi nasabah

yang meminjam.

b. Menganalisa nasabah yang memohon fasilitas pembiayaan,

menganalisa layak atau tidaknya nasabah tersebut mendapatkan

fasilitas pembiayaan sesuai dengan yang diinginkan. Dalam hal ini

butuhnya kejelian dalam menganalisa, terutama menggunakan

teoriteori pendekatan 5C dan 7P, dan banyak lagi kegiatan yang

dilakukan oleh bagian marketing dan pelaksana marketing support,

yang dapat membantu kepala cabang dalam menjalankan operasional

Bank Syariah Indonesia Kcp Medan Belawan.

Wewenang

Adapun wewenang RBR adalah sebagai berikut :

a. Membantu kepala cabang dalam hal pendanaan maupun

penghimpunan dana dari nasabah.

b. Memasarkan produk dana jasa perbankan serta melayani dan

memberikan penjelasan kepada nasabah atau calon nasabah mengenai

produk dan jasa perbankan terutama masalah pembiayaan.

c. Memeriksa kelengkapan dokumen sebelum pencairan fasilitas

pembiayaan.
d. Membantu kepala cabang dalam hal penetapan rencana kerja tahunan.

Hal ini terkait dengan adanya target pembiayaan yang akan dicapai.

4. Branch Office and Service Manager (BOSM)

Dibawah ini adalah tugas pokok dan tanggung jawab BOSM.

Tugas Pokok

Adapun tugas pokok Branch Office and Service Manager sebagai berikut :

a. Memonitor pencapaian rencana bisnis bank oleh groupnya.

b. Mengevaluasi dan menyusun laporan pencapaian rencana bisnis bank

secara periodik setiap bulan.

Wewenang

Adapun wewenang BOSM adalah sebagai berikut :

a. Mengembangkan prosedur atau cara khusus untuk mencapai rencana

bisnis bank jika belum tercapai.

b. Memonitor pelaksanaan prosedur operasional manajemen resiko oleh

dibawahnya.

c. Mengevaluasi pelaksanaan prosedur operasional manajemen resiko.

5. General Support Staff (GSS)

Dibawah ini adalah tugas pokok dan tanggung jawab General Support

Staff.

Tugas Pokok

Adapun tugas pokok GSS adalah sebagai berikut :


a. Membuat surat (memo masuk atau memo keluar) rekapitulasi data

yang dibutuhkan oleh seluruh anggota tim dalam 1 divisi maupun data

yang dibutuhkan oleh pimpinan divisi.

Wewenang

Adapun wewenang dari GSS adalah sebagai berikut :

a. Membantu segala kegiatan administrasi dan mendukung operasional

untuk sebuah tim dalam divisi tertentu.

b. Mengatur pembiayaan segala kegiatan karyawan seperti BDB (Biaya

di bayar di depan), SPJ dan biaya lainnya.

6. Teller

Dibawah ini adalah tugas pokok dan tanggung jawab Teller.

Tugas Pokok

Adapun tugas pokok Teller adalah sebagai berikut :

a. Sebagai bagian terdepan dari pelayanan, teller bertugas menerima

setoran dan penarikan tunai dari nasabah.

b. Memeriksa seluruh surat aplikasi yang diisi oleh nasabah pada saat

melakukan transaksi sebelum diserahkan kebagian BO.

c. Menerima dan mengadministrasikan data nasabah yang berkaitan

dengan teller agar menjadi baik dan benar.

d. Melakukan segala jenis transaksi yang didukung oleh bank sesuai

dengan permintaan nasabah.

Wewenang

Adapun wewenang Teller adalah sebagai berikut :


a. Menyusun serta menginput data kesistem terkait dengan transaksi

yang dilakukan oleh teller kemudian melakukan tutup kas serta

menyusun dan menyortir kas, apabila sudah selesai transaksi atau pada

saat setelah tutup kas.

b. Bertanggung jawab atas semua transaksi masuk dan keluar melalui

meja teller, serta banyak lagi tugas dan tanggung jawab yang

dilakukan oleh bagian teller.

7. Customer Service (CS)

Dibawah ini adalah tugas pokok dan tanggung jawab Customer Service.

Tugas Pokok

Adapun tugas pokok customer service adalah sebagai berikut :

a. Menginput data kesistem terkait data pembuakaan rekening oleh

nasabah setiap hari.

b. Memberikan pelayanan kepada nasabah terkait, seperti nasabah yang

ingin membuka fasilitas di PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cab.

Duri, serta banyak lagi tugas dan wewenang yang dapat dilakukan

oleh Customer Service.

Wewenang

Adapun wewenang customer service adalah sebagai berikut :

a. Melayani nasabah yang ingin membuka fasilitas di PT. Bank Syariah

Mandiri Kantor Cab. Duri, seperti adanya pembuakaan rekening

tabungan baru, tabungan haji, dan juga masalah nasabah lainnya.


b. Memperkenalkan dan menawarkan produk dan jasa yang ada dan

yang baru sesuai dengan keinginan dan kebutuhan nasabah.

c. Menerima, melayani dan mengatasi permasalahan yang disampaikan

oleh nasabah sehubungan dengan ketidakpuasan nasabah atas

pelayanan yang diberikan kepada pihak nasabah.

8. Keamanan (Security)

Dibawah ini adalah tugas pokok dan tanggung jawab Security.

Tugas Pokok

Adapun tugas pokok Security adalah sebagai Berikut :

a. Membuka pintu untuk nasabah yang masuk atau keluar.

b. Memberikan dan menanyakan transaksi yang akan dilakukan nasabah

dan mengarahkan agar nasabah tidak kebingungan.

Wewenang

Adapun wewenang Security adalah sebagai berikut :

a. Menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan kerja baik didalam

gedung dan diluar gedung.

b. Menerima surat masuk dan barang untuk diteliti keamanan dan

diteruskan kepada tujuan.

c. Selalu sopan kepada nasabah dan menjaga hubungan baik dengan

nasabah.

9. Driver

Dibawah ini adalah tugas pokok dan tanggung jawab Driver.

Tugas Pokok
Adapun tugas pokok Driver adalah sebagai berikut :

a. Bertugas sebagai pengemudi membawa personil untuk urusan kantor

atau bisnis diluar.

b. Mengantarkan marketing kepada nasabah yang dituju.

Wewenang

Adapun wewenang Driver adalah sebagai berikut :

a. Memastikan kondisi mobil terjaga baik serta teratur dalam service

mobil.

b. Bertugas sebagai pengemudi membawa personil untuk urusan kantor

atau bisnis diluar.

10. Office Boy (OB)

Dibawah ini adalah tugas pokok dan tanggung jawab OB.

Tugas Pokok

Adapun tugas pokok OB adalah sebagai berikut :

a. Membantu karyawan ketika dibutuhkan.

b. Mobilisasi dalam hal pembelian peralatan dan perlengkapan kantor.

c. Memiliki peranan yang sangat banyak disegala aspek.

Wewenang

Adapun wewenang OB adalah sebagai berikut :

a. Menjaga Kebersihan Kantor.

b. Menjaga perlengkapan dan peralatan kantor.

Anda mungkin juga menyukai