0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan15 halaman

Pengaruh Madrasah Literasi pada Minat Baca

Diunggah oleh

danadani272002
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan15 halaman

Pengaruh Madrasah Literasi pada Minat Baca

Diunggah oleh

danadani272002
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

KARYA TULIS ILMIAH


Pengaruh Program Madrasah Literasi Terhadap Peningkatan Minat Baca: Studi Kasus
di MAN 3 Banyuwangi

OLEH KELOMPOK 2 :
1. ALIFIA SYIFA F : (02)
2. ATIFA PUTRI A : (04)
3. AGUNG PERMANA : (01)
4. KIRANA MIFTAHUL : (10)
5. M. FAJAR ARIFIYANTO : (14)

GURU PENGAMPU:
Elok Amalia, [Link]

MAN 3 BANYUWANGI
MEI 2024
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini
tentang Ilmu Pengetahuan.
Karya Tulis Ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, kami meyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki Karya Tulis
Ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang Ilmu Pengetahuan ini dapat memberikan
manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Banyuwangi, 29 April
2024

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR.......................................................................................ii
DAFTAR ISI.....................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...............................................................................................
1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................
1.3 Tujuan Penelitian............................................................................................
1.4 Manfaat Penelitian..........................................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teori....................................................................................................
2.1.1 Madrasah Literasi..................................................................................
2.1.2 Minat Baca dan Cara Meningkatkanya.................................................
2.1.3 Man 3 Banyuwangi...............................................................................
2.2 Penelitian yang Relevan................................................................................
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian....................................................................
3.2 Sumber Data..................................................................................................
3.3 Metode Pengumpulan Data...........................................................................
3.4 Analisis Data.................................................................................................
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan ...................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Literasi adalah hal yang tidak bisa terpisahkan dari dunia pendidikan, karena literasi
menjadi cara bagi peserta didik dalam memahami, mengenal, dan menerapkan ilmu
pengetahuan yang didapatkan di sekolah. Dalam perkembangannya literasi bukan hanya
diidentikan dengan kemampuan menulis, membaca, dan berhitung. Tetapi pada aspek yang
lain contohnya seperti kemampuan memilih dan memilah sebuah informasi, berkomunikasi,
dan bersosialisasi dalam masyarakat.
Salah satu program untuk menunjang berlangsungnya kegiatan literasi ini adalah
gerakan literasi [Link], dan mengolah kemampuan berkomunikasi, kemudian tahap
pembelajaran yang lanjutan dari tahap pengembangan dapat diteruskan sebagai tahap dari
bagian pembelajaran yang bisa dinilai secara akademik. Salah satu program dari gerakan
literasi biasanya disekolah sering disebut pojok bacaan, pojok literasi, dan sudut baca.
Membaca merupakan jendela dunia, ungkapan tersebut menggambarkan manfaat dari
membaca, yaitu membuka, memperluas wawasan dan pengetauan seseorang. Dengan
membaca membuat seseorang dapat meningkatkan pengetahuannya. Menurut Wibawanto
(2013, hlm. 127) dengan kerap membaca akan membuat pengetahuan yang kita miliki
semakin luas, sebaliknya semakin jarang membaca maka pengetahuan yang kita miliki
semakin terbatas.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana konsep Gerakan Literasi di madrasah?
2. Bagaimana strategi gerakan literasi sekolah dalam meningkatkan minat baca peserta
didik madrasah?
3. Bagaimana hubungan minat baca peserta didik madrasah Aliyah dengan gerakan
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mendeskripsikan konsep gerakan literasi madrasah
2. Untuk mendeskripsikan strategi gerakan literasi madrasah dalam meningkatkan minat
baca peserta didik madrasah MAN 3 Banyuwangi
3. Untuk mendeskrpsikan hubungan minat baca peserta didik MAN 3 Banyuwangu
dengan gerakan literasi madrasah
1.4 Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Dapat menambah pengetahuan khususnya di bidang pendidikan. Selain itu juga dapat
memberikan informasi tentang gerakan literasi sekolah terhadap minat baca.
Penelitian ini dapat dijadikan sumber bacaan bagi penelitian selanjutnya, khususnya
dalam menumbuhkan minat baca siswa, dan mengenai Gerakan Literasi yang ada di
Madrasah
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Peneliti
Dapat menambah wawasan dan menambah ilmu pengetahuan khususnya ilmu
pendidikan yang berkaitan dengan penerapan Gerakan Literasi Madrasah
b. Bagi Guru
Dapat digunakan sebagai informasi dan penambahan wawasan dalam rangka
melaksanakan gerakan literasi sekolah agar terwujud generasi yang memiliki
budaya literasi sepanjang hayat. Dan juga diharapkan dapat menjadi masukan
bagi guru untuk semakin giat dalam meningkatkan minat baca siswa
c. Bagi Madrasah
Hasil penelitian ini dapat menjadi tambahan media literatur yang berguna bagi
sekolah agar dapat melaksanakan Gerakan literasi madrasahdengan efektif
sehingga mencapai tujuan yang dicita-citakan.
d. Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini, diharapkan mampu menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya
dan diharapkan bisa dikembangkan menjadi lebih sempurna.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teori
2.1.1 Madrasah Literasi
Pengertian literasi secara sederhana dapat diartikan dengan melek huruf,
kemampuan baca tulis, dan kecakapan dalam membaca dan menulis. Namun, tidak demikian
untuk sekarang karena kebutuhan akan pengetahuan pada setiap individu jauh berbeda.
Nur Widayani, dkk (2016) dimana membaca dan menulis berkembang menjadi
kemampuan membaca, menulis, berbicara, menyimak dan memanfaatkan teknologi. Tuntutan
akan pengetahuan yang lebih dalam pendidikan di Indonesia sekarang, menambah luas
pengertian literasi. Pengertian literasi sekarang mempunyai arti yang lebih luas yang
mecakup berbagai bidang penting lainnya. Faktor yang menyebabkan perkembangan
pengertian literasi berawal akan tuntutan dari perkembangan zaman, yang memerlukan
kemampuan yang lebih, tidak hanya kemampuan membaca dan menulis. Pangesti
Widarti, dkk (2016) untuk itu budaya literasi sangat berperan penting dalam era
globalisasi ini. Karena hal itulah yang menyebabkan berkembangnya pengertian literasi,
konsep pengajaran literasi diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Seseorang
dapat disebut literat apabila telah memiliki pengetahuan untuk digunakan dalam setiap
aktivitas yang menuntut fungsi literasi secara efektif dalam masyarakat dan pengetahuan
yang dicapainya dengan membaca, menulis yang memungkinkan untuk dimanfaatkan bagi
dirinya sendiri.
Semakin luasnya konsep literasi, istilah literasi pun mulai banyak di pakai dalam
berbagai bidang ilmu secara terintegrasi dengan bidang kajian ilmu bahasa. Literasi kemudian
dipandang sebagai sebagai alat yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dan mencari
informasi. Sejalan dengan perkembangan zaman dan berkembang menurut bidang ilmunya
masing-masing.
Ada berbagai bidang ilmu yang menetapkankomunikasi sebagai salah satu dimensi
literasi. Ini menunjukan bahwa kemampuan literasi apapun tidak dapat dipisahkan dari
bidang ilmu bahasa, sebab bahasa merupakan alat utama untuk menyebarluaskan
pengetahuan.
Dalam perkembangannya, literasi dalam berbagai bidang ilmu tersebut
menggunakan berbagai media sebagai alat komunikasi dan pembentukan makna memahami
secara kritis tidak hanya dilakukan dengan menggunakan media berupa bahasa dalam bentuk
cetak. Bahasa lebih dipahami melalui berbagai media komunikasi seperti gambar, video, film,
performa dan berbagai media yang lain.
2.1.2 Minat Baca dan Cara Meningkatkanya
Minat atau interest merupakan gambaran sikap seseorang ketika menginginkan
sesuatu. Minat erat kaitannya dengan perasaan, oleh sebab itu melakukan suatu kegiatan
dengan keterpaksaan dapat menghilangkan minat dalam diri seseorang tersebut termasuk
dalam kegiatan membaca. Minat dapat menumbuhkan rasa senang ketika dilakukan, dan
begitu pun sebaliknya jika tidak dapat melakukan maka akan timbul rasa kecewa dalam
[Link] minat menurut bahasa Etimologi, ialah usaha dan kemauan untuk
mempelajari Learning dan mencari sesuatu.
Secara tertminologi, minat adalah keinginan, kesukaan dan kemauan terhadap
sesuatu hal. Minat baca adalah kecenderungan jiwa seseorang secara mendalam yang ditandai
dengan perasaan senang serta berkeinginan kuat untuk membaca tanpa adanya paksaan
(Anjani, Dantes, dan Arawan, 2019: 75). Minat baca memerluka perhatian yang meneyeluruh
serta perasaan senang untuk membaca selain itu minat baca disertai dengan perasaan senang
terhadap kegiatan [Link] baca merupakan kesadaran individu untuk membaca yang
berawal dari dorongan diri masingmasing yang didukung dengan lingkungan.
Anak yang membaca dengan minat akan lebih memahami bacaan yang sedang
dibaca, karena anak akan membaca dengan sepenuh hati. Agar siswa dapat mengetahui
makna bacaan dibutuhkan minat yang baik dalam [Link] beberapa pengertian
diatas, minat baca dapat diartikan sebagai ketertarikan untuk membaca terhadap suatu hal
dengan menaruh perhatian pada suatu pembelajaran tertentu dan disertai hasrat untuk
mengetahui, mempelajari, dan membuktikannya melalui partisipasi aktif juga keinginan besar
untuk membaca. Kemauan juga keinginan yang tinggi untuk membaca dan didorong dengan
kesadaran siswa akan pentingnya keinginan membaca sangat diperlukan demi tercapainya
tujuan dan hasil yang diinginkan oleh pembaca.
2.1.3 MAN 3 Banyuwangi
Madrasah merupakan salah satu organisasi pendidikan yang mempunyai suatu kekuatan
dalam membangun dan mengantarkan peserta didik menuju cita –cita yang mereka harapkan.
Madrasah yang baik adalah Madrasah yang bisa mencetak siswa - siswi yang berprestasi
tinggi dan dapat memanfaatkan guru -guru yang berkualitas serta mendapat kepercayaan dari
masyarakat sehingga visidan misi yang telah disusun bisa terealisasikan dengan baik sesuai
dengan yang mereka harapkan. Madrasah adalah bagian internal dari masyarakat, ia bukan
merupakan lembaga yang terpisah dari masyarakat. Hak hidup dan kelangsungan hidup
madrasah bergantung pada masyarakat. Kemajuan sekolah dan kemajuan masyarakat saling
berkorelasi keduanya saling menghubungkan dan sekolah ada karena masyarakat
[Link] berkewajiban memberikan penerangan tentang tujuan, program,
kebutuhan, serta keadaan masyarakat. Sebaliknya, sekolah juga harus mengetahui dengan
jelas apa kebutuhan, harapan dan tuntutan masyarakat harus dibina suatu hubungan yang
harmonis.
Kegiatan hubungan masyarakat dalam suatu lembaga pendidikan tidak hanya meliputi
hubungan sekolah dengan orang tua saja, akan tetapi menjalin hubungan dengan masyarakat
luas seperti menjalin relasi dengan orang yang peduli terhadap pendidikan dan instasi
pemerintahan, karena dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan membutuhkan
jalinankomunikasi secara menyeluruh dengan semua lapisan masyarakat, supaya madrasah
sebagai lembaga pendidikan dapat diterima ditengah – tengah masyarakat dan
pelaksanaannya berjalan secara efektif dan [Link] dalam penelitian tesis ini, yaitu:
1) Mendiskripsikan perencanaan
hubungan Masyarat dalam membangun citra lembaga pendidikan di Madrasah Aliyah
Negeri (MAN) 3 Banyuwangi.
2) Mendiskripsikan pelaksanaan humas
dalam membangun citra lembaga pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3
Banyuwangi.
3) Mendiskripsikan evaluasi hubungan masyarakat dalam
Membangun citra lembaga pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3
[Link] Aliyah Negeri (MAN) 3 Banyuwangi, Memahami keadaan
internal dan eksternal Madrasah dengan mengidentifikasikan kelemahan maupun
kekurangan Madrasah dan manajer hubungan masyarakat dapat mengambil keputusan
langkah apa saja yang akan dilakukan untuk perbaikan Madrasah, Mengenalkan
Madrasahkepada masyarakat dan menjalin kerja sama dengan instansi lain
diantaranya dengan melakukan upaya pemahaman tentang Madrasah dan kami
memperlihatkan kemampuan agar mampu memenuhi kebutuhan pendidikan di
masyarakat, Upaya pencitraan yang telah dilakukan oleh hubungan masyarakattelah
perlahan menunjukkan hasil, Mewujudkan Madrasah yang berkualitas yang dapat
memenuhi kebutuhan pendidikan di masyarakat, Meningkatkan kualitas pendidikan di
masyarakat. Evaluasi manajemen hubungan masyarakat dalam membangun citra
lembaga pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Banyuwangi.
2.2 Penelitian yang Relevan
No Judul Penelitian Penulis Hasil Penelitian
1. Upaya Meningkatkan Minat Magdalena Berdasarkan hasi penelitian dan
Baca Siswa Sekolah Dasar Elendiana pembahasan dapat disimpulkan bahwa
upaya meningkatkan minat baca siswa
sekolah dasar masih rendahnya minat
baca siswa. Bagaimana upaya
Meningkatkan minat baca menjadi
tanggung jawab bersama baik dari
pihak orang tua, guru, sekolah, teman-
teman sebaya lingkungan [Link]
diberi dukungan agar minat baca
muncul dari diri siswa itu sendiri

2. Analisis Gerakan Literasi Aini Salma Berdasarkan hasil pengamatan dan


Sekolah Terhadap Minat wawancara yang telah dilakukan oleh
Baca Siswa Sekolah Dasar
peneliti, Pelaksanaan pada tahapan
pembiasaan Gerakan Literasi Sekolah
di SDN Tlogosari Kulon 03
berkategori baik. Sarana dan prasarana
yang ada di SDN Tlogosari Kulon 03
sudah memadai, seperti adanya
perpustakaan sekolah, persediaan buku
bacaan di setiap kelas, dan kunjungan
perpustakaan keliling di setiap dua
minggu. Berdasarkan hasil wawancara
dengan guru dan kepala sekolah
didapatkan adanya peningkatan
minatbaca pada peserta didik setelah
pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah
3. Pentingnya Meningkatkan Ruslan Berdasarkan hasil penelitian dan
Minat Baca Siswa Ruslan, Sri pembahasan dapat disimpulkan bahwa,
Wahyu
Wibayanti minat baca siswa Sekolah Dasar
Negeri 16 Pulau Rimau masih rendah.
Hal ini dapat dilihat dari siswa yang
membaca dan meminjam buku di
Perpustakaan sangatlah sedikit. Pada
waktu senggang mereka memilih
bermain atau bercerita dengan teman
dari pada membaca buku di
Perpustakaan. Kurangnya minat baca
siswa disebabkan siswa kurang
memiliki perasaan dan pemahaman
terhadap pentingnya dan manfaat dari
membaca. Serta kurangnya motivasi
diri dan dukungan lingkungan sekitar.
4. Minat Baca Siswa Irwan P Ratu Berdasarkan Penelitian yang telah di
Bangsawan lakukan tentang peranan pojok baca
dalam menumbuhkan minat membaca
siswa di Sekolah Dasar Negeri 34/1
Teratai Muara Bulian, dapat
disimpulkan bahwa pojok baca sangat
membantu menumbuhkan minat
membaca siswa di kelas, hal ini
terlihat dari keterlaksanaan indikator
yang di gunakan peneliti pada saat
melakukan pengamatan secara
langsung atau observasi, serta di
dukung dengan hasil wawancara.

5. Pengembangan Media Siwi Pawestri Hasil studi pendahuluan didapatkan


Pembelajaran Buku Cerita Apriliani,
Bergambar Untuk Elvira permasalahannya adalah keterbatasan
Meningkatkan Minat Hoesein media pembelajaran dan penggunaan
Membaca Siswa Sekolah Radya
Dasar media pembelajaran yang tidak
menarik. Hal tersebut dapat
mengakibatkan materi yang
disampaikan kurang dipahami oleh
siswa membuat siswa kurang
bersemangat dan mudah bosan
saatdiminta untuk membaca sehingga
hasil belajar siswa belum baik. Kondisi
idealnya dalam pembelajaran media
yang digunakan harus dapat membuat
siswa tertarik dan setiap siswa dapat
mencobanya, dengan begitu siswa
akan mudah memahami materi dan
minat membacanya meningkat

BAB III
METODE PENELITIAN

Dalam penyusunan proposal ini untuk kesempurnaanya penulis, menggunakan Metodologi


penelitian sebagai berikut :

3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian


Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan yang menggunakan
pendekatan kualitatif. Metode kepustakaan adalah metode untuk memperoleh data
dari buku-buku yang relevan dengan masalah yang diteliti. Pendekatan kualitatif ini
digunakan dengan pertimbangan bahwa penelitian ini nantinya akan menganalisis
pesan yang disampaikan dalam makalah penelitian ini. Peneliti menggunakan
pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, yang bertujuan untuk memberikan
gambaran dan penjelasan terkait rumusan masalah.
3.2 Sumber Data
Menurut Lofland dan Lofland sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah
kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-
lain pada penelitian ini penulis menggunakan 2 sumber data, yaitu data primer dan
data sekunder.
1. Data Primer
Sumber data primer dalam penelitian ini adalah bentuk studi literasi yang
dijabarkan untuk mendeskripsikan pengertian dan manfaat yang terdapat dalam
makalah penelitian tersebut.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data pendukung untuk melengkapi data primer. Data-data
yang dikumpulkan dari studi kepustakaan, situs di internet dan berbagai literatur
yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan.
3.3 Metode Pengumpulan Data
1. Studi Literatur
Penelitian dengan studi literatur adalah penelitian yang dilakukan dengan
mengumpulkan data dari buku-buku, membaca, mencatat, dan mengolah bahan
penelitian. Studi literatur merupakan penelitian yang dilakukan berdasarkan
karya tertulis, termasuk hasil penelitian baik yang telah dipublikasikan maupun
belum. Data-data yang dibutuhkan dalam penelitian dapat diperoleh dari sumber
pustaka atau [Link] penelitian dalam skripsi ini menggunakan studi
literatur, yaitu dengan meneliti dan memahami buku-buku, dokumen atau
sumber tertulis lainnya yang sesuai dengan penelitian mengenai studi literasi di
MAN 3 Banyuwangi.
2. Internet searching
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan internet sebagai salah satu sumber
dalam teknik pengumpulan data. Dalam internet terdapat banyak informasi yang
berkaitan dengan penelitian. Informasi dalam internet ini sangat berguna bagi
peneliti karena banyak literatur yang berasal dari penelitian yang telah
dilakukan yang dapat menunjang kelengkapan data penelitian. Kemudahan
dalam mengakses internet juga menjadi hal penting untuk memudahkan
pencarian data bagi peneliti.
3.4 Analisis Data
Analisis data dimulai dari analisis berbagai data yang telah dikumpulkan oleh peneliti.
Baik yang telah terkumpul melalui observasi maupun dokumentasi. Kemudian data
tersebut dikelompokkan secara sistematis sesuai kategori yang telah ditentukan.
Setelah pengelompokkan, peneliti melakukan pemaknaan terhadap data. Dalam
melakukan pemaknaan, peneliti harus memiliki teori untuk menjelaskan dan juga
berargumentasi. Selain itu, dalam pemaknaan juga harus menjelaskan temuan data
dengan konteks dan lainnya yang melatarbelakangi topik yang diteliti.
BAB IV
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA

Anda mungkin juga menyukai