LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR
PERCOBAAN O5
KECEPATAN CAHAYA
Pelaksanaan Praktikum
Hari : Jumat Tanggal : 17 Mei 2024 Jam Ke : 11-12
Disusun oleh :
Nania Ananda (162231009)
Anggota Kelompok :
1. Faathir Al-Faath (162231006)
2. Alya Keisya Wahyudi (162231013)
Dosen Pembimbing : Samian, [Link]., [Link].
Asisten Dosen : Warfa'ni Tri Ariyati
LAPORAN FISIKA DASAR LANJUT
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2024
A. TUJUAN
1. Menentukan kecepatan cahaya di udara.
2. Menentukan kecepatan cahaya pada media air dan gelas akrilik beserta indeks
biasnya.
B. DASAR TEORI
Gelombang cahaya merupakan suatu ilmu fisika yang mempelajari tentang
refleksi (pemantulan), refraksi (pembiasan), difraksi, interferensi, dan polarisasi cahaya.
Pembiasan adalah peristiwa pembelokan arah rambat cahaya karena melalui medium
yang berbeda kerapatannya. Apabila gelombang cahaya menumbuk antar muka
(interface) halus yang memisahkan dua material transparan (tembus cahaya) seperti
udara dan air atau air dan kaca, maka pada umumnya sebagian gelombang di pantulkan
dan sebagian gelombang dipantulkan di dalam kedua material (Young dalam Suhadi,
2019).
Pembiasan merupakan kejadian fisika yang dapat dimanfaatkan keberadaannya
dalam kehidupan. Peristiwa tersebut terjadi karena adanya perbedaan kerapatan medium
yang dilalui oleh cahaya, sehingga terjadinya pembelokan cahaya. Perbandingan
kecepatan cahaya pada ruang hampa dengan kecepatan cahaya pada suatu zat
dinamakan indeks bias. Indeks bias suatu zat merupakan ukuran kelajuan cahaya di
dalam zat cair dibanding ketika zat di udara (Murdaka dalam Andriyan, 2021).
Besar nilai kerapatan optik suatu medium dinyatakan dalam indeks bias. Itu
artinya semakin besar indeks bias suatu medium berarti kerapatan optic medium juga
semakin besar dan semakin besar kerapatan optik, maka akan semakin besar pula arah
pembelokan cahaya yang melewati medium tersebut (Zamroni dalam Mukhlis, 2021).
Setiap medium mempunyai indeks bias tertentu, yang merupakan suatu ukuran
seberapa besar nilai suatu bahan dapat membiaskan cahaya. Indeks bias suatu zat adalah
perbandingan kecepatan cahaya di udara dengan kecepatan cahaya di dalam zat tersebut.
Kecepatan cahaya di udara selalu lebih besar daripada di dalam zat lain. Oleh karena itu,
indeks bias zat lain selain udara selalu lebih besar dari 1. Semakin besar indeks bias
suatu zat maka semakin besar cahaya dibiaskan oleh zat tersebut. Besarnya pembiasan
juga bergantung pada panjang gelombang cahaya. Pada spektrum cahaya tampak,
panjang gelombang cahaya memiliki variasi gelombang, merah yang terpanjang sampai
gelombang ungu yang terpendek (Utami, 2015).
Nilai indeks bias cahaya pada tiap fluida berbeda-beda. Semakin besar kerapatan
optiknya pada fluida tersebut maka semakin besar nilai indeks biasnya. Cahaya yang
memasuki fluida tersebut akan terpecah menjadi cahaya yang dipantulkan dan cahaya
yang diteruskan (pembiasan cahaya). Tiap cahaya yang dipantulkan dan dibiaskan pada
jenis fluida yang bermacam-macam memiliki intensitas cahaya yang berbeda. Intensitas
cahaya merupakan daya dari sumber cahaya yang dipancarkan pada sudut tertentu
(Zelviana, 2018).
Perbandingan cepat rambat cahaya di ruang hampa dengan cepat rambat cahaya
di dalam suatu medium disebut indeks bias mutlak. Indeks bias mutlak suatu medium
dapat dicari dengan menggunakan persamaan dibawah ini.
n=C
V (1)
n: indeks bias mutlak medium
c: cepat rambat cahaya di ruang hampa
v: cepat rambat cahaya di dalam
Tabel 1. Indeks Bias Mutlak Berbagai Medium
C. ALAT DAN BAHAN
1. Pengukur kecepatan cahaya
2. Screened cable, BNC, I=750 mm
3. Osiloskop digital, 20 Mhz, 2 Channel, 100 MS/s
D. PROSEDUR PERCOBAAN
Gambar 1. Setup percobaan
Rancangan eksperimen diatur seperti pada gambar 1. Mengatur alat pengukur
kecepatan cahaya dan cermin agar laser mengenai cermin di mana pun di sepanjang
dasar cermin ditempatkan.
1. Memasang stop kontak (femmit/1000) ke osiloskop dan atur modulasi frekuensi
femmit (dibagi 1000).
2. Menghubungkan dua stop kontak lainnya (femmit-fsync and frec - fsync) keinput
osiloskop. Frekuensi sinyal yang dipancarkan dan diterima akan berkurang hingga 50
kHz saat mempertahankan fase ini di osiloskop.
3. Menekan "Callibration" di setiap memulai pengukuran.
Gambar 2. sinyal osiloskop setelah "Callibration"
1) Kecepatan Cahaya di Udara
Gambar 3. skema alat pengukur kecepatan cahaya di udara
1. Mula mula dekatkan cermin dengan laser
2. Memilih mode "AØ" di osiloskop dan menekan "Callibration" untuk mendapat dua
sinyal di osiloskop.
3. Memindahkan cermin di sepanjang slide.
4. Melakukan setidaknya 10 jarak berbeda Ax (> 1000 mm) perbedaan waktu At
dihitung dari pembacaan di osiloskop.
2) Kecepatan cahaya pada air dan gelas akrilik
1. Menempatkan pipa berisi air atau akrilik di depan laser sehingga cahaya melewati
medium tersebut dan cermin diletakkan tepat setelahnya.
2. Cahaya akan terbelokkan dan dua sinyal tidak akan sama lagi.
3. Memindahkan cermin sebesar Ax sehingga dua sinyal di osiloskop sama dengan
sebelum ada medium.
4. Melakukan pengukuran perpindahan cermin (Ax) beberapa kali.