0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan12 halaman

Peningkatan Dribbling Basket Siswa SD

Diunggah oleh

aef
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan12 halaman

Peningkatan Dribbling Basket Siswa SD

Diunggah oleh

aef
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

E-ISSN 2985-8194

Jurnal Ilmiah Mahasiswa


Volume 4, Nomor 1, Maret 2023

MENINGKATKAN TEKNIK DASAR DRIBBLING DALAM PERMAINAN


BOLA BASKET DENGAN TRAINING GAME PADA
KELAS VI DI SD NEGERI 24 BANDA ACEH

Idham*1, Munzir2, dan Salbani3


1,23 Universitas Bina Bangsa Getsempena

Abstrak
Teknik dasar dalam permainan bola basket yang wajib di kuasai antara lain, driblling,
pasing, shooting, untuk meningkatkan pembelajaran maka teknik dasar tersebut harus di
pelajari dan dipraktekkan terlebih dahulu, teknik-teknik tersebut hanya bisa didapatkan
dengan latihan teratur dan terprogram dengan baik. Hal ini sebagaimana yang terjadi di
SDN 24 Banda Aceh dimana kemampuan dribbling siswa masih sangat rendah. Penelitian
ini bertujuan untuk meningkatkan teknik dasar dribbling dalam permainan bola basket
melalui training game pada siswa kelas VI di SD Negeri 24 Banda Aceh. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra eksperimen. Sampel penelitian
siswa kelas Iva berjumlah 28 siswa. Data dikumpulkan melalui tes dan dokumentasi.
Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa sebelum penggunaan training game kemampuan dribble siswa tergolong cukup
dengan nilai rata-rata 74,46. Setelah digunakan training game nilai rata-rata kemampuan
dribble siswa meningkat menjadi 88,61 atau termasuk kategori baik. Hasil ini juga
diperkuat hasil uji hipotesis bahwa harga thitung > ttabel yaitu 6,71 > 1,70). Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa penerapan training game mampu meningkatkan keterampilan
dribbling bola basket siswa kelas VI-a SD Negeri 24 Banda Aceh.

Kata kunci: Dribbling, permainan bola basket, training game.

Abstract
The basic techniques in basketball games that must be mastered include dribbling, passing,
shooting. To improve learning, these basic techniques must be learned and practiced first, these
techniques can only be obtained with regular and well-programmed practice. This is what
happened at SDN 24 Banda Aceh where students' dribbling abilities were still very low. This
study aims to improve basic dribbling techniques in basketball games through training games for
sixth grade students at SD Negeri 24 Banda Aceh. This study used a quantitative approach with a
pre-experimental design. The research sample for class Iva students totaled 28 students. Data is
collected through tests and documentation. The collected data were analyzed using statistical tests.
The results showed that before using the training game, the students' dribble ability was quite
adequate with an average score of 74.46. After using the training game, the average value of
students' dribble ability increased to 88.61 or included in the good category. This result is also

*correspondence : idhamgauloops@[Link]

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 4, No.1, Maret 2023 |1


Idham, Munzir, dan Salbani (2023) E-ISSN 2985-8194

reinforced by the results of the hypothesis test that the value of tcount > ttable is 6.71 > 1.70). Thus
it can be concluded that the application of training games is able to improve the basketball dribbling
skills of class VI-a SD Negeri 24 Banda Aceh.

Keywords: Dribbling, basketball game, training game.

PENDAHULUAN
Olahraga merupakan aktivitas sehari-hari yang sering manusia lakukan yang
berguna membentuk jasmani dan rohani yang sehat. Sampai saat ini olahraga telah
memberikan kontribusi yang positif dan nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat.
Selain itu, olahraga juga memiliki peran dalam peningkatan kemampuan bangsa dalam
melaksanakan sistem pembangunan yang berkelanjutan. Dalam perkembangannya,
olahraga telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat untuk menjaga serta meningkatkan
kondisi fisik agar tetap bersemangat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari serta
memiliki kemampuan untuk berprestasi.
Di Indonesia olahraga dimasyarakatkan tidak hanya sebagai kepentingan
pendidikan, rekreasi dan kesegaran jasmani tetapi juga sebagai ajang prestasi. Hal ini
dijelaskan dalam Undang-undang RI Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan
Nasional. Pada BAB II Pasal 4 dijelaskan bahwa: Keolahragaan nasional bertujuan
memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia,
menanamkan nilai moral dan akhlak yang mulia, sportifitas, disiplin, mempererat dan
membina persatuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh ketahanan nasional, serta
mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan bangsa.
Salah satu jenis olahraga yang sedang populer dan banyak di minati oleh
kalangan remaja khususnya pelajar dan mahasiswa di luar ataupun dalam negeri saat ini
adalah permainan bola basket. Olahraga bola basket semakin berkembang menjadi
olahraga yang dimainkan oleh berbagai tingkatan, golongan dan lapisan masyarakat yang
memiliki bermacam-macam tingkat kemampuan, permainan ini juga dapat dimainkan di
lapangan terbuka (out door) maupun lapangan tertutup (in door). Permainan bola basket
tidak mengenal hasil seri dalam setiap pertandingan. Salah satu regu yang bertanding
harus mencapai kemenangan. Bila terjadi angka sama pada akhir babak, pertandingan
dilanjutkan dengan tambahan lima menit dan berapa lima menit berikutnya untuk
menentukan pemenangan.
Permainan basket merupakan sebuah permainan yang dimainkan secara beregu,
dimana dalam masing-masing regu terdiri dari 5 orang pemain dengan tujuan mencetak

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 4, No.1, Maret 2023 |2


Idham, Munzir, dan Salbani (2023) E-ISSN 2985-8194

angka ke keranjang lawan sebanyak-banyaknya dan mencegah lawan mencetak angka


sehingga di akhir pertandingan memperoleh jumlah angka lebih banyak dari lawan,
Basket memiliki beberapa teknik dasar yang mutlak harus di kuasai oleh pemain basket
agar dapat bermain dengan baik, di antaranya adalah shooting, passing, dribbling, dan pivot
(memoros).
Teknik dasar dalam permainan bola basket yang wajib di kuasai antara lain,
driblling, pasing, shooting, untuk meningkatkan pembelajaran maka teknik dasar tersebut
harus di pelajari dan dipraktekkan terlebih dahulu, teknik-teknik tersebut hanya bisa
didapatkan dengan latihan teratur dan terprogram dengan baik. Dribbling merupakan
salah satu teknik dasar dalam permainan bola basket yang penting dikuasai oleh siswa,
hal itu karena dribbling merupakan salah satu cara untuk melakukan serangan ke daerah
lawan dan untuk mempertahankan posisi bola agar tidak direbut oleh lawan.
Pembelajaran bola basket terutama teknik dribbling di SD Negeri 24 Banda Aceh
perlu dilakukan dengan sebaik-baiknya agar menghasilkan peningkatan teknik bermain
dengan baik. Namun kenyataan yang ada di SD Negeri 24 Banda Aceh keterampilan
siswa di dalam melakukan dribbling belum sempurna, hal ini di tandai dengan rendahnya
kemampuan siswa dalam menguasai teknik dasar dribbling rendah ataupun dribbling
tinggi. Rendahnya kemampuan siswa kelas VI dalam menguasai teknik dasar dribbling
terlihat disaat mereka bermain basket dimana siswa ada menendang bola, membawa bola
basket dengan kedua tangan sambil berlari tanpa memantul-mantulkan bola ke lantai,
dan bahkan bisa menyebabkan lengan siswa menjadi cidera akibat rendahnya
kemampuan dribbling yang dimilikinya. Salah satu cara yang tepat dalam peningkatan
pembelajaran bola basket yakni menggunakan strategi yang sesuai dengan materi yang
diajarkan, strategi yang pas untuk pembelajaran yaitu melalui training game.
Dalam hal ini metode bermain dirasa sangatlah tepat diterapkan untuk
memperbaiki kemampuan dribbling siswa dikarenakan karakter siswa kelas VI masih
cenderung ingin bermain sesuai dengan tingkat usia mereka, yaitu 11-12 tahun yang
mana anak pada usia tersebut masih ingin bermain sehingga pembelajaran dengan
metode bermain dirasa tepat dimana siswa dapat belajar teknik dribbling dengan suasana
belajar yang menyenangkan, tetapi guru juga harus mempertimbangkan kekurangan dan
kelebihan dari metode bermain agar tujuan pembelajaran dapat tercapai, jangan sampai
siswa hanya fokus terhadap kegiatan bermainnya saja. Karena itu, guru harus
mengingatkan dan menerapkan peraturan dalam setiap permainan yang akan diterapkan
dalam pembelajaran.

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 4, No.1, Maret 2023 |3


Idham, Munzir, dan Salbani (2023) E-ISSN 2985-8194

Berdasarkan latar belakang di atas dan untuk mengetahui ada tidaknya


peningkatan kemampuan dribbling siswa setelah diterapkan training game penulis
bermaksud melakukan penelitian tentang “Meningkatkan Teknik Dasar Dribbling dalam
Permainan Bola Basket dengan Training Game pada Siswa Kelas VI di SD Negeri 24 Banda
Aceh”.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra eksperimen.
Menurut Sugiyono (2015:8) pendekatan kuantitatif adalah penelitian yang berlandaskan
pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,
pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif
atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yangtelah ditetapkan.
Menurut Emzir (2013:96), Desain pra eksperimen adalah kelompok tunggal, dan
tidak ada kelompok kontrol. Sedangkan menurut Hadi, (2015:427) pre-eksperimen
merupakan suatu rancangan yang terdiri dari satu kelompok perlakuan dengan diberikan
uji tanpa adanya kontrol apapun. Dari pendapat para ahli tersebut disimpulkan bahwa
penelitian pre eksperimen adalah suatu penelitian pada kelompok tunggal yang
diberikan uji tanpa adanya kelompok kontrol.
Bentuk desain pre-eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah One-
shot case study. Menurut pendapat Sugiyono (2015:74) One-Shot case study adalah
merupakan desain penelitian yang terdiri dari satu kelompok yang diberi
treathment/perlakuan yang kemudian. Paradigma dalam penelitian eksperimen model ini
dapat digambarkan seperti berikut:
Tabel [Link] One Group Pretest Posttest Design
O1 X O2
Sumber: Sugiyono (2015:111)
Keterangan:
O1 : Preetest (tes sebelum penerapan training game)
X : Penerapan training game
O2 : Posttest (tes setelah training game)
Pola desain one group pretest–post test ada pada tabel 3.1 tes dilakukan sebelum
eksperimen dan sesudah eksperimen. Tes yang dilakukan sebelum eksperimen (O1)
disebut pretest, dan tes sesudah eksperimen (O2) disebut post test, sedangkan efek
treatment atau eksperimen dilakukan antara (O1) dan (O2). Pada kelas yang diterapkan
pembelajaran dengan training game, sedangkan hasil yang dimaksud dalam penelitian ini

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 4, No.1, Maret 2023 |4


Idham, Munzir, dan Salbani (2023) E-ISSN 2985-8194

adalah nilai kemampuan dribbling bola basket siswa kelas VI SD Negeri 24 Banda Aceh
setelah diberikan treathment/perlakuan dengan training game.
Menurut Sugiyono (2015:117) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri
atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Adapun
populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI yang berjumlah 116 orang dan terbagi
dalam 4 kelas, yaitu kelas VI-a, VI-b, VI-c dan VI-d.
Menurut Arikunto (2015:17) sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang
diteliti. Teknik pengambilan sampel dalam penelitiaan ini dilakukan dengan teknik
random simple sampling. Arikunto (2015:173) mengatakan bahwa apabila subjeknya kurang
dari 100, maka seluruh populasi menjadi sampel penelitian. tetapi jika subjeknya lebih
dari 100 maka dapat diambil 10-15% atau 15-25%. Maka diacak kelas yang menjadi
sampel penelitian. Setelah diacak terpilih kelas VI-a sebagai kelas eksperimen dengan
jumlah siswa sebanyak 28 orang.
Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau
kegiatan yang memepunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2015:68). Berdasarkan judul penelitian
yang dikemukakan sebelumnya, maka Variabel penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu
variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas (Variabel X) dari penelitian ini adalah
training game, sedangkan variabel terikatnya (Variabel Y) adalah keterampilan dribbling.
Kegiatan pengumpulan data pada saat pembelajaran berlangsung yang dilakukan
di dalam kelas. Pengambilan data yaitu dengan teknik pokok dan teknik penunjang.
Teknik pokok terdiri dari tes dribbling bola basket, sedangkan teknik penunjang dalam
penelitian ini dilakukan melalui dokumentasi.
1. Tes kemampuan dribbling
Tes keterampilan dribbling atau menggiring bola dengan tujuan menghitung
banyaknya rintangan yang dapat dilewati. Tes ini disusun untuk pelajar dan
bertujuan mengukur kecakapan bermain bola basket, menggolongkan dan sebagai
salah satu dasar pemberian nilai pendidikan jasmani.
Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini maka,teknik
metode pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian
inimenggunakan Johnson Basketball Test. Tes ini disusun untuk mengukur
tingkat keterampilan dasar bola basket siswa.
2. Dokumentasi

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 4, No.1, Maret 2023 |5


Idham, Munzir, dan Salbani (2023) E-ISSN 2985-8194

Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa


berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang
(Sugiyono, 2015:142). Penggunaan metode dokumentasi ini untuk memperkuat
dan mendukung informasi-informasi yang didapatkan dari hasil observasi.
Dokumen-dokumen yang dianggap perlu untuk mendukung hasil tes seperti RPP,
data murid, data guru, dan data sarana prasarana yang dimiliki SD Negeri 24
Banda Aceh.
Keterampilan dribbling bola basket dapat di lihat dari tes yang diberikan, dengan
keinginan yang kuat dan didukung oleh kemampuan yang dimilikinya maka setiap siswa
berusaha untuk melakukannya dengan baik Dengan demikian, tes hasil dribbling bola
basket ini dilakukan dengan cara melakukan tes menggiring bola basket (dribbling), tes ini
untuk merangsang kecakapan dan keterampilan menggiring bola dan kelincahan
mengubaharah (agility). Lihat gambar dibawah ini adalah bentuk tes dribbling yang
diberikan kepada siswa.

Gambar 1. Bentuk Tes Dribbling pada Siswa

Gambar diatas adalah tesketerampilan Dribbling Bola Basket dan ini juga
menggunakan instrumen standar yang biasa dipakai dalam mengukur keterampilan
dribbling bola basket. Berikut rinciannya.

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 4, No.1, Maret 2023 |6


Idham, Munzir, dan Salbani (2023) E-ISSN 2985-8194

Gambar 2. RIncian Dribling Bola Basket

Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan statistik
non-parametrik uji Wilcoxon. Menurut Sugiyono (2015:212) teknik uji Wilcoxon
digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel yang berkorelasi bila datanya
berbentuk ordinal.
1. Menskor pre test dan post test dari setiap penilaian;
2. Mentabulasi skor pre test dan post test;
3. Membuat tabel perhitungan skor pre test dan post test;
4. Menghitung selisih skor pre test dan post test;
5. Menyusun rangking;

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 4, No.1, Maret 2023 |7


Idham, Munzir, dan Salbani (2023) E-ISSN 2985-8194

6. Mencari nilai rata-rata (mean) digunakan rumus sebagaimana yang dikemukakan


oleh Sudjana (2014:70) sebagai berikut:

X 
 f .x
i i

f i

7. Untuk menentukan standar deviasi (s) digunakan rumus yang dikemukakan oleh
Sudjana (2014:94) berikut:

n f i .xi2   f i .xi 
2

S
n n  1

8. Uji normalitas data. Untuk menguji normal atau tidaknya suatu data dapat
digunakan rumus yang dikemukakan Sudjana (2014:273) berikut:

2  
k
i  Ei 2
i Ei

Keterangan:

 2  Tingkat normalitas data yang dicari


i  Nilai frekuensi pengamatan
Ei  Nilai frekuensiharapan
9. Setelah di tabulasikan kedalam daftar distribusi frekwensi. Untuk menguji
hipotesis yang telah dirumuskan, digunakan rumus berikut (Sudjana, 2014:125):
Md
t
x d 2

N ( N  1)
Keterangan:
Md Mean dari devisi (d) antara pre test dengan post test
xd Perbedaan deviasi dengan mean deviasi
N = Banyaknya subjek
df = atau db adalah N – 1.
Pengujian hiposesis, dalam penelitian ini adalah nilai t yang diperoleh (t-hitung)
tersebut dibandingkan dengan nilai t dalam tabel nilai persen untuk distribusi (t-tabel).
Pengujian digunakan uji satu pihak tepatnya pihak kiri dengan kriteria pengujian sebagai
berikut. Kriteria pengujian didapat dari daftar distribusi student t dengan dk = (n-1) dan
peluang (1 – α). Jadi tolak Ho jika ≥ t1 – α dan terima Ho dalam hal lainnya.

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 4, No.1, Maret 2023 |8


Idham, Munzir, dan Salbani (2023) E-ISSN 2985-8194

Ha: µ > µo Penerapan training game mampu meningkatkan keterampilan


dribbling bola basket siswa kelas VI-a SD Negeri 24 Banda Aceh.
Ho: µ = µo Penerapan training game tidak mampu meningkatkan keterampilan
dribbling bola basket siswa kelas VI-a SD Negeri 24 Banda Aceh.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Pada hakikat nya dribble merupkan teknik pokok yang dikuasai dalam bermain
bola basket, tetapi dribble mempuyai keungulan tersendiri dalam permainan bola basket
yaitu untuk memudahkan serangan fast break (serangan balik), lebih cepat menuju
kegawang ring lawan, untuk menerobos perthanan lawan. Dribble bervariatif baik arah
dan kecepatanya, selanjutnya memasukan bola ke dalam keranjang atau ring lawan bisa
dikatakan hal yang menarik dalam permainan bola basket.
Dalam permainan bola basket, dribbling merupakan teknik dasar yang penting
untuk dipahami dan dikuasai oleh siswa karena untuk dapat bermain bola basket siswa
harus menguasai teknik dribbling dengan benar, sehingga guru harus mampu
menerapkan metode yang tepat agar dapat meningkatkan kemampuan siswa.
Berdasarkan permasalahan yang ada, peneliti menyusun kegiatan pembelajaran dengan
training game yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar dribbling siswa kelas IV
SD Negeri 24 Banda Aceh.
Sebelum diterapkan training game pada siswa kelas IV a SD Negeri 24 Banda Aceh
terlebih dahulu diberikan tes awal (pre test). Hasil tes awal menunjukkan rata-rata
kemampuan dribbling siswa kelas Iva adalah nilai rata-rata 74,46 atau dengan kategori
cukup.
Setelah dilakukan kegiatan training game nilai rata-rata dribbling bola basket siswa
meningkat menjadi 88,61 atau dengan kategori sangat baik. Hasil ini dibuktikan dengan
hasil uji hipotesis diketahui bahwa harga t-hitung adalah 6,71. Selanjutnya, harga t yang
diperoleh (t-hitung) tersebut dibandingkan dengan harga t dalam tabel nilai persentil
untuk distribusi (t-tabel). Dari t-tabel pada taraf signifikan α = 0,05 dengan derajat
kebebasan db = N-1 28-1= 27, diketahui harga t-tabel adalah 1,70. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa harga t- hitung > harga t-tabel (6,71 > 1,70). Dengan demikian,
hipotesis yang menyatakan Penerapan training game mampu meningkatkan keterampilan
dribbling bola basket siswa kelas VI-a SD Negeri 24 Banda Aceh dapat dibuktikan secara
ilmiah.

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 4, No.1, Maret 2023 |9


Idham, Munzir, dan Salbani (2023) E-ISSN 2985-8194

Dribble merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam permaian olahraga
bola basket dribble, menurut Oliver (2014:49) adalah salah satu dasar bola basket yang
pertama diperkenalkan kepada para pemula karna keterampilan ini sangat penting bagi
setiap pemain yang terlibat didalam pertadingan bola basket.
Dari teori diatas dribble merupakan tahap awal untuk memulai permaianan
dengan berbagai teknik yang ada utuk diajarkan kepada para pemain pemula bola basket.
Menurut Horongbala, dkk dalam Putra dan Kartiko (2014: 399) mengatakan dribble adalah
salah satu cara untuk membawa bola kesagala arah dengan lebih dari satu langkah asal
bola sambil dipantulkan dan merupakan suatu usaha untuk mengamankan bola dari
rampasan lawan sebab dengan demikian ia dapat bergerak menjauhkan lawan sambil
memantulkan bola kemana ia tuju. Dapat disimpulkan dari kutipan diatas dribble
merupakan cara yang dilakukan untuk meciptakan ruang bagi rekan tim dalam
mengambil posisi serta untuk tetap menjaga bola agar tidak dapat direbut oleh tim lawan
sehinga diakhiri dengan mencetak point dan memasukan bola kedalam ring lawan.
Hasil ini juga diperkuat oleh beberapa peneliti sebelumnya seperti Dicky Afrian
Rizaldi (2017) bahwa latihan kelincahan yang diberikan kepada tim Bola basket putra
memberikan pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan kemampuan dribbling.
Penelitian yang dilakukan oleh Rizkhi Juni Setyawan (2021) bahwa ada kefeektifan dari
latihan dribble bola basket model slalom bagi pemula. Dari hasil tersebut maka dapat
meningkatkan hasil dribble bola basket pada siswa pemula ekstrakurikuler bola basket
SMPN 1 Ngunut Tahun 2020/2021.
Salah satu sisi menarik dari permainan bola basket yaitu dilakukanya dribble yang
bervariatif baik arah dan kecepatannya untuk menerobos lawan dan selanjutnya
memasukan bola kedalam keranjang. Banyak angka yang tercipta dengan diawali dribble
yang baik dan di akhiri dengan tembakan yang akurat. Dribble pada prinsip nya
membawa bola dengan dipantul-pantulkan dengan satu tangan yang dilakukan dengan
berjalan atau berlari.

SIMPULAN DAN SARAN


Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan pada BAB sebelumnya, tentang
teknik dasar dribbling dalam permainan bola basket dengan training game, maka dapat
disimpulkan bahwa sebelum penggunaan training game kemampuan dribble siswa
tergolong cukup dengan nilai rata-rata 74,46. Setelah digunakan training game nilai rata-
rata kemampuan dribble siswa meningkat menjadi 88,61 atau termasuk kategori baik.

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 4, No.1, Maret 2023 |10


Idham, Munzir, dan Salbani (2023) E-ISSN 2985-8194

Hasil ini juga diperkuat oleh hasil uji hipotesis bahwa nilai thitung > ttabel yaitu 6,71 > 1,70).
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan training game mampu
meningkatkan keterampilan dribbling bola basket siswa kelas VI-a SD Negeri 24 Banda
Aceh.
Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan di atas, peneliti menyarankan beberapa
hal sebagai berikut.
1. Pemilihan metode mengajar yang tepat sangatlah penting agar tujuan belajar dapat
tercapai, sehingga disarankan kepada guru agar dapat menciptakan suasana kegiatan
belajar mengajar yang menarik dan menyenangkan.
2. Guru harus menyadari karakteristik siswa, kondisi lingkungan, memahami materi
sehingga dapat menyajikan materi kepada siswa secara tepat oleh karenanya guru
harus memiliki kreatifitas dalam menyampaikan materi belajar kepada siswa, sehingga
tujuan pembelajaran dapat tercapai.
3. Penerapan training game dalam hal ini memberikan dampak positif terhadap
peningkatan kemampuan dribbling dalam permainan bola basket, oleh karenya
disarankan kepada guru PJOK agar dapat menggunakan training game untuk
meningkatkan kemampuan dribbling pada permainan lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
Abdul Khoir, 2019. Upaya Mendidik Anak Melalui Permainan Edukasi. Pekalongan: Forum
Tarbiyah Vol. 7 No. 2. 2009).

Agus Margono. 2014. Permainan Bola Basket. Surakarta: UNS Press.

Ahmadi, Nuril. 2014. Permainan Bola Basket. Solo: Era Intermedia.

Arikunto, Suharsimi. 2015. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka
Cipta.

Danny Kosasih. 2013. Fundamental Basketball First Step to Win. Semarang: Elwas.

Dedy Sumiyarsono. 2015. Teori dan Metodologi Melatih Fisik Pemain Basket. Yogyakarta: FIK
UNY.

Dicky Afrian Rizaldi. 2017. Upaya Meningkatkan Keterampilan Dribble dengan Penerapan
Model Latihan Kelincahan. Kinestetik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani, Vol 1,
No 2 tahun 2017.

Djoko Pekik Irianto. 2010. Dasar Kepelatihan. Yogyakarta : FIK UNY.

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 4, No.1, Maret 2023 |11


Idham, Munzir, dan Salbani (2023) E-ISSN 2985-8194

Edward, W. H. 2018. Peningkatan Keterampilan Dasar Bermain Bola Basket Pada Atlet Pemula
Usia. Edisi Terjemahan. Jakarta: Rineka Cipta.

Emzir. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif & Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers.

Eri Barlian. 2019. Pengaruh Latihan Kelincahan Terhadap Kemampuan Dribbling Bolabasket
Putra SMA N 1 Kabupaten Bungo. Jurnal Patriot. Vol 1 No. 1 Tahun 2019.

FIBA. 2014. Peraturan Resmi Bola Basket. Bandung: FIBA.

Hadi, Sutrisno. 2015. Statistika. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hany Ahmed, dkk. 2014. Permainan Bola Basket. Surakarta: UNS Press.

Harsono. 2015. Kepelatihan Olahraga. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Imam Hari Priyono. 2015. Upaya Peningkatan Kemampuan menggiring bola Dalam Permainan
Bola Basket Melalui Variasi Latihan Droble Pada Kelas XI IPA III SMAN Jatiroto.
Jurnal Multilateral, Volume 14, No. 1 Juni 2015.

Khoirul Anam, 2015, Pembelajaran Berbasis Inkuiri Metode dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.

Muliawan, J. Ungguh. 2009. Manajemen Play Group dan Taman Kanak-kanak. Jogjakarta:
Diva Press.

Musfiroh, 2005. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Departemen Pendidikan
Nasional.

PERBASI. 2014. Peraturan Resmi Bola Basket. Jakarta: PERBASI.

Rizkhi Juni Setyawan. 2021. Efektivitas Latihan Dribble Bola Basket Model Slalom pada Siswa
Pemula Ekstrakurikuler Bola Basket SMPN 1 Ngunut Tahun 2020/2021.
Archives / Vol. 7 No. 2 tahun 2021.

Sudjana. 2014. Metode Statistika. Cetakan Terbaru. Bandung: Tarsito.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Bandung Alfabeta.

Suharjana. 2013. Kebugaran [Link]: Jogja Global Media.

Sukadiyanto. 2014. Pengantar Teori dan Meto-Dologi Melatih Fisik. Yogyakarta: Uni-versitas
Negeri Yogyakarta.

Sukadiyanto. 2016. Pengantar Teori dan Metodologi Melatih Fisik. Bandung: Lubuk Agung.

Wissel. 2012. Bola Basket Dilengkapi Program Pemahiran Teknik dan Taktik. Bandung: Remaja
Rosdakarya.

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 4, No.1, Maret 2023 |12

Anda mungkin juga menyukai