Strategi Pembelajaran Mandiri dan Keterlibatan Siswa
Strategi Pembelajaran Mandiri dan Keterlibatan Siswa
R2
Jurnal Psibernetika
Versi Online: [Link] Vol.14 (No.1): 1-10. Th. 2021
DOI: 10.30813/psibernetika.v14i1.2570 p-ISSN: 1979-3707
Hasil Penelitian e-ISSN: 2581-0871
ABSTRACT
The corona virus disease 19 (COVID-19) pandemic has many impacts in educational setting, such as switching
learning process into online. Online learning is not easy in Indonesia due to inadequate facilities and students
who are still not able to be independent learner. Thus, self-regulated learning strategies can help students to be
more engaged in the online learning process. The purpose of this study was to determine students' involvement in
distance learning process during the pandemic in terms of students' ability to self-regulate in learning. This study
involved 521 participants who were active students in distance learning during the COVID-19 pandemic,
consisting of 161 men and 360 women aged 18-21 years. The results showed a significant correlation between
self-regulated learning and student engagement (r = .748, p = 0.000). The results of linear regression test
obtained significant result F (df1, df2) = 659.20, p = .000). The regression coefficient R2 shows that self-regulated
learning influenced 55.9% on student engagement, then 44.1% is impact by other factors outside of self-regulated
learning. In conclusion, this research shows significant impact of self-regulated learning on student engagement.
Key word: self-regulated learning, student engagement, students
ABSTRAK
Pandemi penyakit virus corona 19 (COVID-19) berdampak banyak pada tatanan pendidikan, seperti proses
pembelajaran menjadi online. Pembelajaran online tidak mudah di Indonesia karena fasilitas yang kurang
memadai dan siswa yang masih belum mampu menjadi pembelajar mandiri. Dengan demikian, strategi
pembelajaran yang diatur sendiri dapat membantu siswa untuk lebih terlibat dalam proses pembelajaran online.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran jarak jauh selama
pandemi ditinjau dari kemampuan mengatur diri siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini melibatkan 521
partisipan yang merupakan mahasiswa aktif dalam pembelajaran jarak jauh selama pandemi COVID-19, terdiri
dari 161 pria dan 360 wanita berusia 18-21 tahun. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang signifikan antara
self-regulated learning dan student engagement (r = 0,748, p = 0,000). Hasil uji regresi linier diperoleh hasil
signifikan F (df1, df2) = 659,20, p = .000). Koefisien regresi R2 menunjukkan bahwa self-regulated learning
berpengaruh 55,9% terhadap student engagement, kemudian 44,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar self-
regulated learning. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan pengaruh signifikan dari self-regulated learning
terhadap student engagement.
Kata kunci: self-regulated learning, student engagement, mahasiswa
1
FR-UBM-[Link]/V0.R2
Jurnal Psibernetika
Versi Online: [Link] Vol.14 (No.1): 1-10. Th. 2021
DOI: 10.30813/psibernetika.v14i1.2570 p-ISSN: 1979-3707
Hasil Penelitian e-ISSN: 2581-0871
fleksibilitas dalam belajar dan peluang untuk ini dapat mengarah kepada keterlibatan yang
menggunakan sumber daya teknologi yang lebih rendah dalam pembelajaran melalui
beragam dalam proses pembelajaran (Sun & daring (Tuckman dalam Sun & Rueda, 2012).
Rueda, 2012). Akan tetapi, penerapan Hal serupa juga dikemukakan oleh
pembelajaran melalui melalui daring yang Bolliger dan Halupa (dalam Bagriacik Banyard
masih relatif baru di Indonesia membuat & Yilmaz, 2020) yang menyebutkan bahwa
mahasiswa mengalami kesulitan, seperti belum membuat peserta didik terlibat dalam situasi
terbiasanya mereka untuk mandiri dalam pembelajaran melalui daring menjadi lebih
belajar, kondisi rumah yang kurang kondusif, sulit, dikarenakan peserta didik secara fisik
dan motivasi dari dalam diri untuk terlibat terpisah dari pendidik dan teman-teman
dalam pembelajaran. Padahal, peserta didik sekelasnya. Dengan demikian, dapat
membutuhkan konsentrasi, waktu, dan disimpulkan bahwa terbatasnya sarana dan
komitmen yang lebih kuat (Yang et al., 2019). prasarana, serta kesempatan untuk berinteraksi
Berdasarkan survei awal penelitian ini secara fisik menjadikan proses pembelajaran
kepada 215 mahasiswa di Indonesia, didapati memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam
bahwa lebih dari 50% mahasiswa mengalami membuat peserta didik terlibat dalam proses
hambatan pada jaringan internet. Hal ini pembelajaran. Selain itu, keterlibatan ini juga
dikarenakan pembelajaran di Indonesia selama dapat berdampak pada pencapaian tujuan
ini masih bersifat tradisional atau belajar dan prestasi belajar yang menurun. Oleh
mengandalkan tatap muka di kelas, sehingga karena itu dibutuhkan strategi dalam belajar dan
adanya perubahan menjadi pembelajaran kontrol diri yang baik sehingga tetap belajar di
melalui daring membutuhkan usaha agar rumah dengan segala keterbatasan yang ada
pembelajaran dapat optimal di masa pandemi ataupun meski pembelajaran melalui daring.
ini. Hambatan lain yang muncul adalah sarana Hal ini menunjukkan bahwa adanya pentingnya
dan prasarana kuliah seperti komputer yang peran self-regulated learning dapat
bermasalah, metode pembelajaran yang dinilai memengaruhi keterlibatan siswa dalam proses
membosankan, serta kondisi lingkungan rumah pembelajaran melalui daring selama masa
yang kurang kondusif. pandemi ini.
Berbagai hambatan yang dialami Hipotesis yang diajukan dalam
mahasiswa berdampak pada performa mereka penelitian ini adalah self-regulated learning
dalam pembelajaran. Mahasiswa merasakan dapat meningkatkan student engagement pada
kurangnya interaksi dengan dosen selama mahasiswa pada pembelajaran melalui daring
pembelajaran, sehingga materi kurang dapat di masa pandemi ini. Semakin tinggi self-
dipahami dengan baik. regulated learning mahasiswa semakin tinggi
Mahasiswa juga merasa bosan dan seringkali pula student engagement pada mahasiswa.
tidak fokus saat proses pembelajaran Sebaliknya semakin rendah self-regulated
berlangsung, terutama ketika metode learning mahasiswa maka semakin rendah
pembelajaran kurang interaktif. Hal ini student engagement mahasiswa pada
membuat mereka lebih tertarik melakukan pembelajaran melalui daring dimasa pandemi
aktivitas lain seperti bermain gadget atau Covid-19.
mengerjakan tugas untuk mata kuliah lain.
Munculnya situasi-situasi di atas Student Engagement
mengindikasikan adanya masalah keterlibatan Keterlibatan siswa ini dikenal dengan
mahasiswa dalam pembelajaran melalui daring. istilah student engagement. Dalam literatur,
Situasi belajar melalui daring tidak student engagement dapat dibahas dari tingkat
memungkinkan dosen dan mahasiswa untuk makro (kebijakan/peraturan maupun nilai-nilai
bertemu secara fisik, serta membuat mahasiswa yang dianut institusi pendidikan) hingga tingkat
kurang memiliki kesempatan untuk mikro (apa yang terjadi sebenarnya di kelas).
berinteraksi, berkolaborasi, memberikan dan Dalam penelitian ini, tim peneliti memutuskan
menerima umpan balik maupun dukungan untuk fokus pada tingkat mikro karena tingkat
sosial. Ditambah lagi dengan sarana dan ini lebih dapat dikontrol oleh tenaga pendidik
prasarana yang kurang memadai. Keterbatasan secara langsung dan lebih memberikan peluang
2
FR-UBM-[Link]/V0.R2
Jurnal Psibernetika
Versi Online: [Link] Vol.14 (No.1): 1-10. Th. 2021
DOI: 10.30813/psibernetika.v14i1.2570 p-ISSN: 1979-3707
Hasil Penelitian e-ISSN: 2581-0871
untuk melakukan modifikasi secara langsung. pembelajaran di berbagai setting baik secara
Handelsman, Briggs, Sullivan, dan Towler tradisional ataupun melalui daring. Peserta
(2005) mendefinisikan student engagement didik yang memiliki SRL merupakan individu
sebagai partisipasi peserta didik dalam yang proaktif dalam proses belajar (Barnard,
pembelajaran yang ditinjau dari empat dimensi, Lan, To, Paton, & Lai, 2009). Peserta didik
yaitu skill engagement, emotional engagement, yang belajar dengan sungguh-sungguh, akan
participation engagement, dan performance memperoleh pencapaian akademik yang tinggi,
engagement. Dalam hal ini, adanya partisipasi bila ia sadar, bertanggung jawab, dan
berarti peserta didik secara sadar memberikan mengetahui strategi belajar yang efektif, atau
waktu dan tenaganya untuk terlibat aktif dalam bila ia memiliki strategi self-regulated learning
proses pembelajaran. Skill engagement adalah (SRL) yang baik (Anggelika, 2019).
keterlibatan peserta didik di dalam kelas dengan Strategi SRL akan memengaruhi
melatih perilaku-perilaku tertentu yang perilaku belajar peserta didik, seperti terlibat
berkaitan dengan proses pembelajaran. dalam pembelajaran, menunjukkan perilaku
Emotional engagement adalah keterlibatan yang mau mencoba dan berusaha, ketekunan,
peserta didik secara emosi dengan materi yang dan responsif untuk memecahkan masalah
disampaikan di kelas. Participation/interaction dalam pengerjaan tugas. Peserta didik yang
engagement mengukur sejauh mana interaksi memiliki SRL menunjukkan inisiatif yang lebih
antara pendidik-peserta didik dan antar-peserta tinggi, lebih antusias, dan berpartisipasi aktif
didik selama kelas berlangsung. Terakhir, dalam belajar (Uzir & Ga, 2019).
performance engagement mengukur sejauh Penelitian sebelumnya menunjukkan
mana peserta didik menampilkan performa bahwa self-regulated learning membantu
mereka selama kelas berlangsung. peserta didik untuk dapat terlibat aktif dalam
Student engagement merupakan faktor proses pembelajaran jarak jauh dan berkorelasi
penting dalam proses pembelajaran. Berbagai dengan prestasi akademik yang diperolehnya
hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi (Palos, Magurean, & Petrovici, 2019;
positif antara student engagement dan Redmond, Abawi, Brown, Henderson, &
pencapaian akademik (Karabiyik, 2019; Lei, Heffernan, 2018). Hal ini sejalan dengan
Cui, & Zhou, 2018; Uludag, 2016). Tingginya penelitian Wang, Shannon, dan Ross (2013)
keterlibatan peserta didik menunjukkan yang menyatakan bahwa faktor yang
munculnya perilaku-perilaku berpartisipasi memengaruhi keberhasilan mahasiswa dalam
aktif, seperti memperhatikan penjelasan materi, prestasi akademik adalah adanya kemampuan
mengerjakan tugas, mempersiapkan diri, regulasi diri dalam belajar.
sehingga secara langsung dapat meningkatkan Regulasi diri dalam belajar merupakan
prestasi. Dengan demikian, upaya-upaya untuk proses individu secara aktif dalam menetapkan
meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam tujuan pembelajaran mereka, yang kemudian
proses pembelajaran melalui daring penting mencoba mengawasi, mengatur, dan
dilakukan agar tujuan pembelajaran dapat mengendalikan pikiran, motivasi dan perilaku
tercapai dengan optimal. mereka agar mencapai tujuan yang telah
Tingkat keterlibatan individu dapat ditetapkan ((Pintrich, 1999); Schunk, 2005).
dilihat dari bagaimana ia menampilkan regulasi Individu yang mampu melakukan regulasi diri
diri dalam belajar (Anggelika & Rahardjo, dalam belajar mampu memiliki kesadaran
2019). Peserta didik akan berusaha mengetahui belajar, bertanggung jawab dan mengetahui
dan mempertahankan strategi yang efektif cara belajar yang efisien untuk mencapai tujuan
dalam belajar serta melakukan evaluasi hasil belajarnya. SRL merupakan proses mengatur
belajar mereka, hal ini merupakan proses diri sendiri, yang artinya mampu melakukan
penggunaan strategi self-regulated learning pemantauan diri (self-monitoring) baik secara
(Christenson, Wylie, & Reschly, 2012). kognitif, afektif dan perilaku (Pintrich, 1999;
Schunk, 2005). Hal ini berarti individu dapat
Self-regulated learning (SRL) menyusun strategi yang tepat untuk mencapai
Self-regulated learning (SRL) tujuan belajarnya walaupun mengalami banyak
merupakan komponen penting dalam proses hambatan.
3
FR-UBM-[Link]/V0.R2
Jurnal Psibernetika
Versi Online: [Link] Vol.14 (No.1): 1-10. Th. 2021
DOI: 10.30813/psibernetika.v14i1.2570 p-ISSN: 1979-3707
Hasil Penelitian e-ISSN: 2581-0871
SRL terdiri dari tiga aspek yaitu membuat pilihan yang tepat dalam belajar dan
metakognisi, motivasi dan perilaku. Regulasi memberikan nilai yang lebih tinggi kepada
diri dalam metakognisi meliputi berbagai tugas. Peserta didik lebih tahu cara belajar dan
perencanaan, monitoring dan adanya strategi bagaimana mencapai tujuan belajar, sehingga
dalam menetapkan tujuan dalam membaca keterlibatannya juga semakin meningkat.
secara berulang dan mendalam. Aspek motivasi Berdasarkan penjelasan di atas, maka
meliputi adanya minat, self-efficacy dan tim peneliti tertarik untuk melihat peran SRL
penilaian terhadap tugas. Adanya kepercayaan terhadap student engagement pada mahasiswa
dalam diri individu untuk mampu yang melakukan pembelajaran melalui daring
menyelesaikan tugas memiliki korelasi dengan akibat pandemi COVID-19. Hal ini
penggunaan strategi kognitif yang lebih efektif dikarenakan kedua variabel ini masih jarang
(Wolters, Pintrich, & Karabenick, 2005).
diteliti di Indonesia, terutama di dalam konteks
Adanya motivasi membuat individu terdorong
pembelajaran melalui daring dimasa pandemi.
untuk berinisiatif, menjaga agar tetap memiliki
keinginan untuk memulai pekerjaan, dan Mahasiswa yang memiliki SRL akan cenderung
menyelesaikan tugas hingga tujuannya tercapai lebih terlibat dalam pembelajaran. Artinya
(Wang, Shannon, & Ross, 2013). Aspek peserta didik tetap atau semakin terlibat dalam
terakhir adalah perilaku individu dalam proses pembelajaran meskipun dilakukan
meregulasi diri, seperti usaha yang ditunjukkan, secara jarak jauh. Hasil penelitian ini
bertanya, dan usaha dalam membuat jadwal diharapkan dapat membantu perguruan tinggi
belajar. Perilaku ini menunjukkan adanya usaha maupun mahasiswa dalam memberikan
aktif dalam memperoleh pengetahuan dan intervensi guna meningkatkan student
ditunjukkan dalam kegiatan sehari-hari jika engagement, sehingga optimalisasi
mengalami kesulitan dalam belajar seperti pembelajaran dapat tercapai.
bertanya kepada teman atau pengajar
(Lidiawati, 2016). METODE PENELITIAN
SRL membantu peserta didik memiliki
kesadaran terhadap tujuan dan berusaha Partisipan yang terlibat dalam
menyusun strategi agar tujuannya tercapai penelitian ini adalah mahasiswa yang aktif
dengan cara melakukan pengawasan mengikuti pembelajaran melalui daring di masa
(monitoring) diri sehingga terhindar dari pandemi COVID-19. Namun dikarenakan
perilaku prokrastinasi (Kim & Seo, 2013). pembelajaran melalui daring, pada saat
Adanya SRL dapat memengaruhi tingkat pengambilan data, masa pandemi ini
motivasi mahasiswa yang terlibat dalam mahasiswa belajar di rumah sehingga data
pembelajaran daring. Semakin mahasiswa tersebar berasal dari DKI Jakarta, Banten, Jawa
efektif dalam menjalankan strategi SRL, maka Barat, Jawa Tengah, Sumatra, Sulawesi dan
semakin tinggi motivasi untuk terlibat dalam Kalimantan, Jawa Timur, dan NTT. Teknik
belajar meski secara daring (Wang, Shannon, & sampling yang digunakan adalah convenience
Ross, 2013). Hal ini juga didukung dari hasil sampling. Penelitian ini melibatkan 521
penelitian pada mahasiswa di Cina bahwa mahasiswa aktif yang terdiri dari 161 laki-laki
keberhasilan pembelajaran daring perlu dan 360 wanita dengan rentang usia 18-21
didukung dengan motivasi dan keterlibatan tahun sebagai partisipan.
mahasiswa dalam pembelajaran, di mana Pengambilan data dilakukan melalui
motivasi merupakan bagian dari SRL (Yin, daring dengan menyebarkan tautan kuesioner
2018). kepada partisipan. Kuesioner terdiri dari data
Regulasi diri ditemukan berkorelasi demografis partisipan, instrumen untuk
positif dengan student engagement (Sun & mengukur self-regulated learning dan student
Rueda, 2012). Sejalan dengan hal ini, hasil engagement. Self-regulated learning diukur
penelitian Hedeshi (2017) juga menunjukkan dengan Kuesioner Belajar Mandiri yang
bahwa skor student engagement meningkat disusun oleh tim peneliti berdasarkan teori Paul
pada partisipan yang diberikan intervensi SRL. R. Pintrich (Schunk, 2005). Kuesioner ini
SRL dapat melatih peserta didik untuk
4
FR-UBM-[Link]/V0.R2
Jurnal Psibernetika
Versi Online: [Link] Vol.14 (No.1): 1-10. Th. 2021
DOI: 10.30813/psibernetika.v14i1.2570 p-ISSN: 1979-3707
Hasil Penelitian e-ISSN: 2581-0871
terdiri dari 25 butir pernyataan yang mengukur Variabel N Mean Me- SD Xmin Xmax
dian
3 komponen self-regulated learning, yaitu Self- 52 89.13 90 10.67 55 117
metakognisi, motivasi, dan perilaku. Kuesioner regulated 1
learning
SRL ini telah melalui try out alat ukur kepada (SRL)
215 mahasiswa, sebelum dilakukan penelitian Student 52 80.26 80 8.61 47 105
Engagemen 1
sesungguhnya. Alat ukur ini memiliki koefisien t (S-Eng)
reliabilitas sebesar 0.868 dan validitas item
antara 0.201 sampai 0.539. sehingga alat ukur Tabel 3. Uji regresi linear
ini dapat dikatakan memiliki reliabilitas dan Std. Error
validitas yang tergolong baik. R Adjusted
Model R of the
Square R Square
Student engagement diukur dengan Estimate
Student Course Engagement Questionnaire 1 .748 .559 .559 7.087
(SCEQ) dari Handelsman, Briggs, Sullivan,
dan Towler (2005) yang telah diadaptasi ke Tabel 4. Signifikansi regresi linear
dalam Bahasa Indonesia, dilakukan back to Sum of Mean
Model df F Sig.
back translation juga dilakukan try out alat Squares Square
5
FR-UBM-[Link]/V0.R2
Jurnal Psibernetika
Versi Online: [Link] Vol.14 (No.1): 1-10. Th. 2021
DOI: 10.30813/psibernetika.v14i1.2570 p-ISSN: 1979-3707
Hasil Penelitian e-ISSN: 2581-0871
6
FR-UBM-[Link]/V0.R2
Jurnal Psibernetika
Versi Online: [Link] Vol.14 (No.1): 1-10. Th. 2021
DOI: 10.30813/psibernetika.v14i1.2570 p-ISSN: 1979-3707
Hasil Penelitian e-ISSN: 2581-0871
terlibat dalam proses belajar di kelas. SRL dikarenakan salah satu ciri individu yang
terkait erat dengan kesiapan proses belajar memiliki SRL adalah proaktif dalam proses
siswa dan cara mengatur waktu mereka pembelajaran sehingga meski pembelajaran
sehingga dapat sukses dalam mencapai tujuan melalui daring individu tetap berpartisipasi
belajar (Palos et al., 2019). dalam proses pembelajaran.
Strategi self-regulated learning dapat Self-regulated learning juga berperan
memengaruhi munculnya perilaku-perilaku pada skill engagement secara signifikan
terlibat dalam belajar, seperti terlibat dalam (r=.726). Self-regulated learning merupakan
pengerjaan tugas maupun belajar di kelas, proses belajar mandiri yang dapat
menunjukkan perilaku mau berusaha, tekun, meningkatkan ketrampilan dalam perilaku-
dan responsif untuk memecahkan persoalan. perilaku belajar peserta didik seperti membuat
Hasil penelitian Finn dan Rock (dalam catatan materi perkuliahan, mengerjakan tugas,
Anggelika & Rahardjo, 2019) menunjukkan berusaha untuk membuat jadwal pribadi.
bahwa peserta didik yang memiliki strategi self- Adanya sikap proaktif tentu akan mendorong
regulated learning lebih menunjukkan inisiatif, peserta didik terlibat juga dalam perilaku
antusiasme, dan lebih berpartisipasi aktif belajar keseharian (Christenson et al., 2012).
(participation pengagement) dalam belajar. Berdasarkan hasil penelitian
Hal ini sejalan dengan hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang
yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dimensi emotional
signifikan antara SRL dengan dimensi engagement dengan SRL. Hal ini sejalan
participation engagement. Semakin individu dengan penelitian Hedeshi (2017)
dapat meregulasi diri dalam belajar maka menunjukkan bahwa penerapan strategi SRL
semakin ia memiliki minat dan kemauan terbukti efektif untuk meningkatkan penilaian
berpartisipasi aktif selama dalam proses belajar terhadap tugas bagi peserta didik. Penilaian
di kelas. Begitu pula dengan penelitian Yeh et terhadap tugas (task value) mengacu pada
al. (2019) yang menunjukkan bahwa penerapan persepsi tentang seberapa penting, relevan, dan
self-regulated learning dapat berdampak positif bermanfaat sebuah materi pembelajaran.
secara signifikan dengan munculnya perilaku- Peserta didik dengan SRL yng baik dapat
perilaku suportif dalam belajar, salah satunya memilih pilihan-pilihan yang tepat dalam
meningkatkan interaksi peserta didik dengan proses belajarnya, sehingga dapat memberikan
pengajar dan peserta didik lainnya, di mana penilaian terhadap tugas yang lebih tinggi.
adanya interaksi ini merupakan salah satu Dalam hal ini, persepsi terhadap relevansi dan
karakteristik dari student engagement. kebermanfaatan suatu materi pembelajaran
Hasil penelitian ini sejalan dengan menandakan bahwa mereka terlibat secara
penelitian sebelumnya tentang pembelajaran emosi (emotionally engaged) dengan materi
melalui daring tetap dapat membuat peserta tersebut.
didik berpartisipasi dalam Selain itu, penerapan pembelajaran
pembelajaran dan bahkan di Amerika Serikat melalui daring di Indonesia berdampak pada
telah menggunakan metode pembelajaran sistem pembelajaran yang juga berubah. Sistem
daring ini sejak tahun 1990-an (Barnard et al., pembelajaran tradisional yang kerap
2009). Pembelajaran menggunakan daring memusatkan proses belajar pada guru (metode
dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam teacher-centered learning), kini mulai berubah
proses pembelajaran di era digital sekarang ini. berpusat pada peserta didik. Proses
Berbagai metode dan aktivitas dipakai pengajar pembelajaran menjadikan peserta didik
sehingga mahasiswa dapat terlibat aktif. Hal ini menjadi pusat dari proses pembelajaran
sejalan dengan hasil penelitian bahwa adanya (student-centered learning) dipercaya dapat
participation engagement memiliki korelasi membuat peserta didik lebih maksimal dalam
signifikan dengan SRL (r=.810). Hal ini menyerap materi. Oleh karena itu, penerapan
7
FR-UBM-[Link]/V0.R2
Jurnal Psibernetika
Versi Online: [Link] Vol.14 (No.1): 1-10. Th. 2021
DOI: 10.30813/psibernetika.v14i1.2570 p-ISSN: 1979-3707
Hasil Penelitian e-ISSN: 2581-0871
student-centered learning juga perlu diimbangi pandemi ini tentu kita tidak bisa bebas keluar
dengan kemampuan pemecahan masalah rumah sehingga kemungkinan semua orang
peserta didik, sehingga tujuan belajar dapat beraktivitas dalam rumah. Baik orang tua yang
tercapai. Kemampuan berpikir dan pemecahan bekerja dari rumah, saudara yang juga belajar
masalah inilah yang juga menentukan hasil dari rumah dan semua aktivitas sebagian besar
pembelajaran peserta didik. dilakukan di rumah. Hal ini tentu menimbulkan
kebisingan dan kerapkali mahasiswa kurang
Gakhar dan Kousar (dalam Gupta,
dapat fokus dalam belajar. Oleh karena itu
Pasrija, & Kavita, 2015) menyebutkan bahwa
dengan adanya gangguan-gangguan ini, tentu
kemampuan pemecahan masalah memiliki mahasiswa memerlukan strategi dalam belajar
peran penting dalam performa akademik yang lebih efektif dan proaktif.
peserta didik. Maka dari itu, kemampuan
pemecahan masalah merupakan salah satu SIMPULAN
faktor penting yang memengaruhi pencapaian
akademik peserta didik (Gupta, Pasrija, & Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan
Kavita, 2015). Kemampuan pemecahan bahwa self-regulated learning memiliki peran
masalah juga berhubungan dengan berpikir terhadap student engagement pada mahasiswa
kritis, penalaran, pengambilan keputusan, dan dalam proses pembelajaran jarak jauh di masa
berpikir kreatif. Hal ini sejalan dengan hasil pandemi yang masih berkepanjangan ini.
penelitian adanya self-regulated learning Penelitian ini diharapkan dapat menjadi
referensi bagi tenaga pendidik untuk melatih
berhubungan signifikan dengan performance
strategi-strategi guna meningkatkan regulasi
engagement, meski cenderung lebih rendah diri dalam belajar peserta didik. Di sisi lain,
dibandingkan dimensi yang lain. Hal ini peserta didik juga dapat belajar proaktif dalam
dimungkinkan adanya kesulitan dalam proses proses pembelajaran jarak jauh ini sehingga
berpikir kritis dan pemecahan masalah dapat dapat mencapai hasil belajar yang maksimal.
menentukan performa individu di kelas. Selain
itu adanya faktor-faktor lain yang memengaruhi DAFTAR PUSTAKA
performa peserta didik seperti hambatan-
hambatan dalam pembelajaran melalui daring. Anggelika, F.K., & Rahardjo, W. (2019). Social
Berdasarkan data tambahan dari support, self-regulation learning, and
penelitian ini Terdapat dua kendala utama yang student engagement in high school
dihadapi mahasiswa selama pembelajaran students. International Journal of
melalui daring ini yaitu hambatan internet dan Research Publications, 43(1). DOI:
lingkungan ruamh kurang kondusif. Meskipun 100431122019870 DOI:
demikian juga ada hambatan lain namun 100431122019870
prosentasenya lebih kecil dibandingkan dua Bagriacik, Y.A. & Banyard, P. (2020).
Engagement in distance educations
hambatan tersebut. Dari 521 yang mengisi
ettings: A trend analysis. Turkish Online
kuesioner terdapat 359 mahasiswa mengatakan Journal of Distcane Education, 21(1),
bahwa hambatan utama dalam proses belajar ini 101-120.
adalah jaringan internet. Ketika kondisi internet Barnard, L., Lan, W.Y., To, Y.M., Paton, V.O.,
terganggu maka proses belajar menjadi & Lai S. (2009). Measuring self-
terganggu juga. Adanya sarana dan prasarana regulation in online and blended learning
yang mendukung tentu dapat menentukan environments. Internet &
seseorang dapat memengaruhi performa dalam Higher Education, 12(1), 1-6. DOI:
proses belajar. 10.1016/[Link].2008.10.005
Selain itu hambatan yang berikutnya Christenson, S. L., Wylie, C., & Reschly, A. L.
diungkapkan 272 mahasiswa menjawab (2012). Handbook of Research on Student
dikarenakan adanya lingkungan rumah yang Engagement. In Handbook of Research on
kurang kondusif untuk belajar. Di tengah Student Engagement.
[Link]
8
FR-UBM-[Link]/V0.R2
Jurnal Psibernetika
Versi Online: [Link] Vol.14 (No.1): 1-10. Th. 2021
DOI: 10.30813/psibernetika.v14i1.2570 p-ISSN: 1979-3707
Hasil Penelitian e-ISSN: 2581-0871
9
FR-UBM-[Link]/V0.R2
Jurnal Psibernetika
Versi Online: [Link] Vol.14 (No.1): 1-10. Th. 2021
DOI: 10.30813/psibernetika.v14i1.2570 p-ISSN: 1979-3707
Hasil Penelitian e-ISSN: 2581-0871
10