PROPOSAL
Pengaruh Campuran Berbahan Dasar Fly Ash
dengan Alkali Aktivator terhadap Kuat Tekan
Beton Geopolimer
Dibuat oleh:
Ade Nehemia. S
F1G221074
Dosen Pengampu:
Dr. Ir. Fetty Febriasti Bahar, S.T., M.T.
Dr. Drs. Harmes, M.T.
KELOMPOK BIDANG KEAHLIAN TRANSPORTASI
JURUSAN TEKNIK SIPIL, KIMIA DAN LINGKUNGAN
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS JAMBI
JAMBI
2023
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Beton sering digunakan sebagai struktur dalam konstruksi teknik sipil, maka
mutu beton yang akan digunakan perlu diperhatikan. Mutu beton ini sangat
mempengaruhi nilai kuat beton itu sendiri. Mutu beton dipengaruhi oleh
parameter-parameter seperti kualitas semen, kebersihan agregat, takaran dari
bahan-bahan pembentuk beton, dll. Masalah yang sering dihadapi dalam
pembuatan beton adalah bagaimana cara merencanakan takaran dari bahan-bahan
pembentuk beton agar mendapatkan nilai kuat tekan beton yang [Link]
dari itu perlu dilakukan percobaan-percobaan agar mendapatkan takaran yang
tepat agar beton yang dibuat mencapai nilai kuat tekan sesuai dengan yang
diinginkan.
Pemanfaatan beton pada umumnya digunakan untuk membuat perkerasan
jalan, struktur bangunan, pondasi, jalan, jembatan penyeberangan, struktur
parkiran, dasar untuk pagar/gerbang, dan semen dalam bata atau tembok blok
sehingga menyebabkan permintaan penggunaan material semen semakin tinggi,
para ahli material konstruksi bangunan juga melakukan berbagai penelitian
mengenai beton. Salah satu penelitian yang dilakukan adalah tentang beton
geopolimer. Beton geopolimer adalah suatu jenis beton geosintetik yang dibuat
tanpa menggunakan sedikitpun semen portland sebagai bahan pengikat, dan
sebagai bahan pengganti semen portland digunakan Fly Ash dicampur dengan
alkali activator. Dalam konteks ini, penelitian ini akan fokus pada pengaruh
campuran berbahan dasar Fly Ash dengan alkali aktivator terhadap sifat mekanik
beton geopolimer, khususnya kuat tekan.
Beton geopolimer adalah beton yang sama sekali tidak menggunakan semen
portland dalam produksinya. Pada proses pembuatan beton geopolimer
menggunakan cairan alkali agar bereaksi dengan silika (Si) dan aluminium (Al)
yang terdapat pada mineral alam seperti kaolin, tanah liat, dan lain-lain. Limbah
seperti Fly Ash, terak, abu sekam padi, dan lain-lain dapat digunakan sebagai
bahan pengganti semen pada beton geopolimer. Cairan alkali adalah logam alkali
larut yang didapat dari pencampuran natrium hidroksida (NaOH) atau kalium
hidroksida (KOH) dan natrium silikat (Na2SiO3) atau kalium silikat (K2SiO3).
Davidovits (1999) menyatakan beton geopolimer itu sendiri terbentuk dari
suatu reaksi kimia bukan dari suatu reaksi hidrasi seperti pada beton biasa. Alkali
aktifator berfungsi sebagai bahan pengikat agregat karena Fly Ash tidak memiliki
kemampuan untuk mengikat sebagaimana layaknya semen. Beton geopolimer
dengan bahan dasar Fly Ash atau abu terbang merupakan beton yang juga dikenal
sebagai beton yang ramah lingkungan.
Fly Ash adalah suatu material hasil sampingan (by~product) industri, dalam
hal ini dihasilkan dari pembakaran batu bara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap
(PLTU). Fly Ash atau abu terbang juga dikategorikan sebagai bahan pozzolan
yaitu bahan siliceous atau aluminous yang dimana didalamnya hanya terdapat
sedikit sekali bahkan tidak sama sekali terdapat bahan cementious seperti yang
ada pada semen portland. Bahan ini dapat bereaksi secara kimia dengan cairan
alkali pada temperatur tertentu untuk membentuk bahan campuran yang memiliki
sifat sama seperti semen.
1.2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana cara menghasilkan
kuat tekan beton geopolimer yang layak digunakan dengan merencanakan takaran
campuran pembentuk beton geopolimer dengan menggunakan bahan dasar Fly
Ash dan Alkali Activator.
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penilitian ini adalah untuk melakukan pengujian kuat tekan
beton geopolimer dari campuran berbahan dasar Fly Ash dengan Alkali Activator.
1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian yang akan dilakukan
yaitu sebagai berikut:
1. Memberikan sebuah alternative pengganti beton konvensional.
2. Dapat dijadikan sebagai media informasi, referensi dan belajar untuk
perkembangan ilmu pengetahuan mengenai beton geopolimer
3. Sebagai bahan acuan terhadap penelitian-penelitian lanjutan yang akan
diadakan.
1.5. Batasan Masalah
Batasan masalah ditetapkan agar pembahasan tugas akhir menjadi terarah
dan sesuai dengan lingkup penelitian, batasan masalah yang ditetapkan adalah
sebagai berikut:
1. Penelitian awal dilakukan dengan pemeriksaan karakteristik bahan
agregat, abu terbang (Fly Ash), dan bahan penyusun lainnya.
2. Penelitian ini menggunakan abu terbang (Fly Ash), dan Alkali Aktivator
sebagai material pembentuk beton geopolimer.
3. Penelitian menggunakan metode perbandingan komposisi campuran.
4. Penelitian dilakukan dengan menguji kuat tekan beton geopolimer dari
hasil campuran bahan penyusun beton geopolimer.
5. Penelitian tidak memperhitungkan aspek Rencana Anggaran Biaya
(RAB)