0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan12 halaman

Kisi-Kisi Pretest K3LH dan Solusi Masalah

Diunggah oleh

nadila septia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan12 halaman

Kisi-Kisi Pretest K3LH dan Solusi Masalah

Diunggah oleh

nadila septia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kisi-Kisi Indikator Pretest K3LH - Critical Thinking dan Problem Solving

A. Pengetahuan Dasar K3LH

1. Memahami konsep dasar K3LH (Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup).


2. Mengidentifikasi peran dan pentingnya K3LH di tempat kerja.
3. Menjelaskan jenis-jenis hazard dan risiko di tempat kerja.

B. Identifikasi dan Pengelolaan Risiko

4. Mampu mengidentifikasi hazard di tempat kerja melalui inspeksi rutin.


5. Memahami langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan
penyakit.
6. Mengetahui cara mengelola stres di tempat kerja.

C. Tindakan Darurat dan Evakuasi

7. Mengetahui tindakan yang harus dilakukan saat terjadi kecelakaan kerja.


8. Memahami pentingnya memiliki rencana evakuasi dan dapat mengikuti prosedur
evakuasi dengan tepat.

D. Penggunaan Peralatan Pelindung Diri (PPE)

9. Memahami konsep PPE (Personal Protective Equipment) dan jenis-jenisnya.


10. Mengetahui cara menggunakan PPE dengan benar untuk mengurangi risiko kecelakaan.

E. Penanganan Bahan Kimia dan LOTO (Lockout-Tagout)

11. Mampu mengenali label bahan kimia dan mengikuti prosedur yang tepat dalam
penanganannya.
12. Memahami konsep LOTO dan pentingnya mengunci peralatan sebelum perbaikan atau
pemeliharaan.

F. Budaya K3LH di Tempat Kerja

13. Memahami pentingnya melibatkan karyawan dalam program K3LH.


14. Mengetahui cara meningkatkan budaya K3LH di tempat kerja melalui partisipasi
karyawan.

Catatan:

 Setiap indikator dapat diukur melalui pertanyaan objektif, studi kasus, atau situasi
simulasi.
 Penilaian juga dapat mencakup keterampilan dalam mengevaluasi dan merumuskan
solusi terhadap masalah-masalah K3LH yang kompleks.
20 butir soal objektif beserta jawabannya mengenai materi K3LH (Kesehatan dan
Keselamatan Kerja) dengan fokus pada critical thinking dan problem solving:

1. Apa yang dimaksud dengan K3LH?

a. Keselamatan, Kesehatan, dan Kelestarian Hidup


b. Kesejahteraan, Keselamatan, dan Kesehatan
c. Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup
d. Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Alam

Jawaban: c. Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup

2. Mengapa penting untuk memperhatikan K3LH di tempat kerja?

a. Hanya untuk kepatuhan peraturan


b. Untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja
c. Untuk meningkatkan produktivitas perusahaan
d. Tidak terlalu penting

Jawaban: b. Untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja

3. Apa yang dimaksud dengan hazard dalam konteks K3LH?

a. Risiko yang dapat menyebabkan kecelakaan atau penyakit


b. Peralatan keselamatan di tempat kerja
c. Lingkungan kerja yang aman
d. Pelatihan keselamatan untuk karyawan

Jawaban: a. Risiko yang dapat menyebabkan kecelakaan atau penyakit

4. Bagaimana cara mengidentifikasi hazard di tempat kerja?

a. Melakukan inspeksi rutin


b. Mendengarkan cerita dari rekan kerja
c. Membaca buku panduan keselamatan
d. Mengabaikan tanda-tanda yang muncul

Jawaban: a. Melakukan inspeksi rutin

5. Apa langkah yang tepat untuk mengurangi risiko kecelakaan di tempat kerja?

a. Membiarkan karyawan bekerja tanpa pengawasan


b. Memberikan pelatihan keselamatan secara teratur
c. Mengabaikan peralatan keselamatan
d. Tidak memberikan instruksi kerja kepada karyawan
Jawaban: b. Memberikan pelatihan keselamatan secara teratur

6. Manakah dari pernyataan berikut yang menunjukkan tindakan pencegahan di tempat


kerja?

a. Mengabaikan kondisi lingkungan yang berbahaya


b. Melakukan inspeksi rutin dan memperbaiki peralatan yang rusak
c. Tidak memberikan pelatihan keselamatan kepada karyawan
d. Memaksa karyawan untuk bekerja dalam kondisi yang tidak aman

Jawaban: b. Melakukan inspeksi rutin dan memperbaiki peralatan yang rusak

7. Apa yang harus dilakukan saat terjadi kecelakaan kerja?

a. Segera menyembunyikan kejadian tersebut


b. Melaporkan kejadian tersebut kepada atasan
c. Tidak perlu memberikan pertolongan kepada korban
d. Menyalahkan korban atas kecelakaan yang terjadi

Jawaban: b. Melaporkan kejadian tersebut kepada atasan

8. Mengapa penting untuk memiliki rencana evakuasi di tempat kerja?

a. Agar karyawan tahu tempat parkir


b. Untuk menghindari inspeksi dari pihak berwenang
c. Mempercepat proses perpindahan karyawan ke tempat kerja baru
d. Memastikan karyawan dapat keluar dengan aman saat terjadi keadaan darurat

Jawaban: d. Memastikan karyawan dapat keluar dengan aman saat terjadi keadaan darurat

9. Apa yang dimaksud dengan ergonomi di tempat kerja?

a. Studi tentang struktur tubuh manusia


b. Upaya untuk mengurangi stres di tempat kerja
c. Desain tempat kerja yang sesuai dengan kemampuan fisik dan mental karyawan
d. Penggunaan teknologi mutakhir di tempat kerja

Jawaban: c. Desain tempat kerja yang sesuai dengan kemampuan fisik dan mental
karyawan

10. Bagaimana cara mengurangi risiko penyakit akibat kerja?

a. Memberikan cuti kepada karyawan


b. Mengurangi jam kerja
c. Menggunakan peralatan pelindung diri yang sesuai
d. Tidak memberikan perawatan medis kepada karyawan yang sakit
Jawaban: c. Menggunakan peralatan pelindung diri yang sesuai

11. Apa yang dimaksud dengan PPE (Personal Protective Equipment)?

a. Perusahaan Pelindung Eksternal


b. Perlindungan Pribadi Ekstra
c. Peralatan Pelindung Diri
d. Perlengkapan Pekerjaan Ekstra

Jawaban: c. Peralatan Pelindung Diri

12. Mengapa penting untuk memahami prosedur darurat di tempat kerja?

a. Untuk meningkatkan pengetahuan karyawan tentang teknologi


b. Agar karyawan dapat bertindak dengan cepat dan tepat saat terjadi keadaan
darurat
c. Untuk membuat rencana liburan yang efisien
d. Tidak terlalu penting

Jawaban: b. Agar karyawan dapat bertindak dengan cepat dan tepat saat terjadi keadaan
darurat

13. Apa yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran di tempat kerja?

a. Bersembunyi di tempat yang aman


b. Mencoba memadamkan api sendiri
c. Melaporkan kejadian kepada rekan kerja
d. Mengikuti prosedur evakuasi yang telah ditentukan

Jawaban: d. Mengikuti prosedur evakuasi yang telah ditentukan

14. Bagaimana cara mengurangi risiko tergelincir dan terjatuh di tempat kerja?

a. Menyediakan alas kaki yang licin


b. Tidak membersihkan lantai secara teratur
c. Memasang peringatan yang jelas
d. Tidak memperhatikan kondisi lantai

Jawaban: c. Memasang peringatan yang jelas

15. Apa yang harus dilakukan saat menangani bahan kimia di tempat kerja?

a. Tidak perlu menggunakan peralatan pelindung diri


b. Membuang limbah kimia ke saluran pembuangan biasa
c. Membaca label bahan kimia dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan
d. Menyimpan bahan kimia di tempat terbuka
Jawaban: c. Membaca label bahan kimia dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan

16. Apa yang dimaksud dengan LOTO (Lockout-Tagout)?

a. Mengunci dan menandai peralatan sebelum perbaikan atau pemeliharaan


b. Membuat laporan kecelakaan kerja
c. Memasang alarm pada pintu darurat
d. Melakukan penguncian pada pintu masuk perusahaan

Jawaban: a. Mengunci dan menandai peralatan sebelum perbaikan atau pemeliharaan

17. Mengapa penting untuk mengelola stres di tempat kerja?

a. Karyawan yang stres cenderung lebih produktif


b. Stres dapat menyebabkan kecelakaan dan penyakit
c. Stres hanya berpengaruh pada kesejahteraan mental
d. Karyawan yang stres tidak membutuhkan dukungan dari manajemen

Jawaban: b. Stres dapat menyebabkan kecelakaan dan penyakit

18. Apa yang dimaksud dengan pengendalian risiko di tempat kerja?

a. Menyembunyikan risiko agar tidak terlihat


b. Mengurangi atau menghilangkan risiko yang dapat menyebabkan kecelakaan atau
penyakit
c. Menyalahkan karyawan atas risiko yang terjadi
d. Membatasi akses karyawan ke informasi tentang risiko

Jawaban: b. Mengurangi atau menghilangkan risiko yang dapat menyebabkan kecelakaan


atau penyakit

19. Mengapa penting untuk melibatkan karyawan dalam program K3LH?

a. Agar mereka memiliki alasan tambahan untuk tidak bekerja


b. Untuk meningkatkan kinerja perusahaan
c. Karyawan memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung di tempat kerja
d. Tidak perlu melibatkan karyawan

Jawaban: c. Karyawan memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung di tempat kerja

20. Bagaimana cara meningkatkan budaya K3LH di tempat kerja?

a. Mengabaikan masukan karyawan tentang keselamatan dan kesehatan


b. Mengadakan pelatihan K3LH hanya sekali setahun
c. Mendorong partisipasi karyawan dalam identifikasi risiko dan solusi
d. Tidak memberikan perhatian terhadap insiden kecil di tempat kerja
Jawaban: c. Mendorong partisipasi karyawan dalam identifikasi risiko dan solusi

Kisi-Kisi Indikator Postest K3LH - Critical Thinking dan Problem Solving

A. Analisis Risiko dan Pengendalian Bahaya

1. Mampu menjelaskan perbedaan antara hazard dan risk dalam konteks K3LH.
2. Mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko potensial di lingkungan kerja.
3. Mampu mengembangkan strategi pengendalian risiko yang efektif untuk situasi yang
kompleks.

B. Investigasi dan Tindak Lanjut Insiden

4. Mampu menerapkan metode analisis penyebab akar (root cause analysis) untuk
memahami faktor-faktor yang menyebabkan insiden di tempat kerja.
5. Mampu merancang rencana tindak lanjut yang efektif untuk mencegah terulangnya
insiden serupa di masa depan.

C. Pelatihan dan Kesadaran K3LH

6. Mampu merancang dan menyampaikan pelatihan K3LH yang berfokus pada


pengembangan keterampilan kritis dan pemecahan masalah.
7. Mampu mengevaluasi efektivitas program pelatihan K3LH dalam meningkatkan
kesadaran dan perilaku keselamatan di tempat kerja.

D. Partisipasi Karyawan dan Budaya Keselamatan

8. Mampu mendorong partisipasi aktif karyawan dalam identifikasi bahaya dan


pengembangan solusi keselamatan.
9. Mampu mengevaluasi efektivitas strategi untuk membangun budaya keselamatan yang
kuat di tempat kerja.

E. Kesiapan dan Tanggapan Darurat

10. Mampu merancang dan melaksanakan simulasi keadaan darurat untuk menguji kesiapan
dan respons karyawan.
11. Mampu mengevaluasi keefektifan prosedur evakuasi dan tanggapan darurat dalam situasi
yang menantang.

Catatan:

 Setiap indikator dapat diukur melalui berbagai bentuk evaluasi, seperti ujian tulis, studi
kasus, simulasi, atau proyek.
 Penilaian juga dapat mencakup kemampuan peserta dalam menerapkan prinsip-prinsip
K3LH dalam situasi kehidupan nyata dan mengevaluasi solusi yang diajukan.

20 butir soal objektif postest dengan level kesulitan lebih tinggi beserta jawabannya mengenai
materi K3LH dengan fokus pada critical thinking dan problem solving:

1. Soal: Apa perbedaan antara hazard dan risk dalam konteks K3LH?

a. Hazard adalah situasi atau kondisi potensial yang dapat menyebabkan bahaya,
sedangkan risk adalah tingkat probabilitas terjadinya bahaya.
b. Hazard adalah tingkat probabilitas terjadinya bahaya, sedangkan risk adalah
situasi atau kondisi potensial yang dapat menyebabkan bahaya.
c. Hazard dan risk memiliki arti yang sama dalam konteks K3LH.
d. Hazard dan risk sama-sama mengacu pada bahaya yang telah terjadi.

Jawaban: a. Hazard adalah situasi atau kondisi potensial yang dapat menyebabkan
bahaya, sedangkan risk adalah tingkat probabilitas terjadinya bahaya.

2. Soal: Mengapa penting untuk melakukan analisis risiko di tempat kerja?

a. Untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas risiko di tempat kerja
b. Untuk mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi dan menetapkan tindakan
pencegahan yang tepat.
c. Analisis risiko tidak penting untuk K3LH di tempat kerja.
d. Untuk menekan biaya operasional perusahaan.

Jawaban: b. Untuk mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi dan menetapkan


tindakan pencegahan yang tepat.

3. Soal: Apa yang harus dilakukan saat terjadi insiden kecil di tempat kerja?

a. Langsung melaporkan insiden ke pihak berwenang.


b. Menutup rapat-rapat insiden tersebut agar tidak diketahui oleh atasan.
c. Mengabaikan insiden kecil dan fokus pada pekerjaan.
d. Melaporkan insiden ke atasan dan melakukan investigasi untuk mencegah
terulangnya kejadian serupa.

Jawaban: d. Melaporkan insiden ke atasan dan melakukan investigasi untuk mencegah


terulangnya kejadian serupa.

4. Soal: Apa yang dimaksud dengan HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and
Risk Control)?

a. Metode untuk menutupi bahaya di tempat kerja.


b. Pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan
mengendalikan risiko di tempat kerja.
c. Singkatan dari nama sebuah perusahaan.
d. Inisiatif pemerintah dalam mengatur K3LH di tempat kerja.

Jawaban: b. Pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan


mengendalikan risiko di tempat kerja.

5. Soal: Mengapa penting untuk melibatkan karyawan dalam program K3LH?

a. Karena karyawan memiliki tanggung jawab penuh atas keselamatan di tempat


kerja.
b. Karena karyawan memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung di tempat
kerja, sehingga dapat memberikan wawasan yang berharga.
c. Karyawan sebaiknya tidak dilibatkan dalam program K3LH.
d. Karena melibatkan karyawan dapat meningkatkan biaya operasional perusahaan.

Jawaban: b. Karena karyawan memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung di


tempat kerja, sehingga dapat memberikan wawasan yang berharga.

6. Soal: Apa yang dimaksud dengan "Five Whys" dalam konteks investigasi kecelakaan?

a. Pendekatan untuk menemukan lima orang yang bertanggung jawab atas


kecelakaan.
b. Metode untuk menemukan akar penyebab sebuah kecelakaan dengan bertanya
"mengapa" secara berulang.
c. Metode untuk menyembunyikan penyebab sebenarnya dari sebuah kecelakaan.
d. Pendekatan yang tidak relevan dalam investigasi kecelakaan.

Jawaban: b. Metode untuk menemukan akar penyebab sebuah kecelakaan dengan


bertanya "mengapa" secara berulang.

7. Soal: Apa yang harus dilakukan jika menemukan lingkungan kerja yang tidak aman?

a. Mengabaikannya dan melanjutkan pekerjaan.


b. Melaporkan kepada atasan atau petugas K3LH.
c. Membicarakannya hanya dengan rekan kerja.
d. Menunggu hingga insiden terjadi baru melaporkannya.

Jawaban: b. Melaporkan kepada atasan atau petugas K3LH.

8. Soal: Mengapa penting untuk memahami prosedur evakuasi di tempat kerja?

a. Agar karyawan tahu tempat parkir.


b. Untuk memastikan karyawan dapat keluar dengan aman saat terjadi keadaan
darurat.
c. Tidak terlalu penting untuk dipahami.
d. Hanya untuk memenuhi persyaratan regulasi.

Jawaban: b. Untuk memastikan karyawan dapat keluar dengan aman saat terjadi keadaan
darurat.

9. Soal: Apa yang dimaksud dengan "Hierarchy of Controls" dalam mengendalikan risiko
di tempat kerja?

a. Metode untuk mengurangi risiko dengan mengalihkan tanggung jawab pada pihak
lain.
b. Pendekatan untuk mengendalikan risiko dengan menempatkan peringatan
berbahaya di seluruh area kerja.
c. Konsep yang menyatakan bahwa metode pencegahan harus diatur sesuai dengan
tingkat keefektifannya, mulai dari pencegahan paling efektif hingga yang paling
lemah.
d. Metode untuk menyembunyikan risiko di tempat kerja.

Jawaban: c. Konsep yang menyatakan bahwa metode pencegahan harus diatur sesuai
dengan tingkat keefektifannya, mulai dari pencegahan paling efektif hingga yang paling
lemah.

10. Soal: Bagaimana cara meminimalkan risiko kecelakaan terkait dengan pekerjaan di
ketinggian?

a. Tidak perlu menggunakan peralatan pengaman.


b. Memastikan karyawan memiliki pelatihan yang memadai dan menggunakan
peralatan pengaman yang sesuai.
c. Mengabaikan prosedur keselamatan karena pekerjaan dilakukan di ketinggian.
d. Tidak memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan saat bekerja di
ketinggian.

Jawaban: b. Memastikan karyawan memiliki pelatihan yang memadai dan menggunakan


peralatan pengaman yang sesuai.

11. Soal: Mengapa penting untuk memiliki program pelatihan K3LH yang berkala?

a. Untuk mempermalukan karyawan yang belum memahami K3LH.


b. Untuk memenuhi persyaratan peraturan pemerintah.
c. Agar karyawan terus meningkatkan pemahaman dan kesadaran mereka tentang
K3LH.
d. Tidak perlu mengadakan pelatihan K3LH berkala.

Jawaban: c. Agar karyawan terus meningkatkan pemahaman dan kesadaran mereka


tentang K3LH.
12. Soal: Apa yang harus dilakukan jika menemukan bahan kimia yang tumpah di lantai?

a. Mengabaikan dan melanjutkan pekerjaan.


b. Menyeka tumpahan tersebut dengan tangan telanjang.
c. Melaporkan tumpahan tersebut dan mengikuti prosedur pengelolaan bahan kimia
yang aman.
d. Menghindari daerah yang terkena tumpahan dan tidak memberi tahu siapa pun.

Jawaban: c. Melaporkan tumpahan tersebut dan mengikuti prosedur pengelolaan bahan


kimia yang aman.

13. Soal: Apa yang harus dilakukan saat bekerja dengan peralatan listrik?

a. Mengabaikan peralatan listrik karena sudah terlalu umum.


b. Memastikan tangan dalam kondisi basah saat menggunakan peralatan listrik.
c. Menggunakan peralatan pelindung diri yang sesuai dan menghindari kabel yang
rusak.
d. Tidak memeriksa kondisi peralatan listrik sebelum digunakan.

Jawaban: c. Menggunakan peralatan pelindung diri yang sesuai dan menghindari kabel
yang rusak.

14. Soal: Apa yang harus dilakukan jika menemukan tangga yang rusak di tempat kerja?

a. Menggunakan tangga tersebut dengan hati-hati dan tidak melaporkannya.


b. Memperbaiki tangga tersebut sendiri.
c. Melaporkan tangga yang rusak kepada atasan atau petugas K3LH.
d. Menghindari menggunakan tangga tersebut dan melaporkannya setelah
kecelakaan terjadi.

Jawaban: c. Melaporkan tangga yang rusak kepada atasan atau petugas K3LH.

15. Soal: Bagaimana cara mengurangi risiko kebakaran di tempat kerja?

a. Menyimpan bahan mudah terbakar di dekat sumber api.


b. Mengabaikan pemeliharaan peralatan listrik.
c. Melakukan inspeksi berkala dan memperbaiki kondisi yang berpotensi
menyebabkan kebakaran.
d. Menyediakan akses yang terbatas pada peralatan pemadam kebakaran.

Jawaban: c. Melakukan inspeksi berkala dan memperbaiki kondisi yang berpotensi


menyebabkan kebakaran.

16. Soal: Apa yang harus dilakukan saat terjadi pemadaman listrik mendadak di tempat
kerja?
o a. Panik dan berusaha menyelamatkan diri.
o b. Mencoba menyalakan kembali listrik dengan segera.
o c. Tetap tenang, matikan semua peralatan listrik, dan ikuti prosedur evakuasi jika
diperlukan.
o d. Tetap menggunakan peralatan listrik dan mengabaikan pemadaman listrik.

Jawaban: c. Tetap tenang, matikan semua peralatan listrik, dan ikuti prosedur evakuasi
jika diperlukan.

17. Soal: Apa yang harus dilakukan jika menemukan karyawan yang terluka di tempat kerja?
o a. Membantu karyawan tersebut dengan segera tanpa memperhatikan keselamatan
diri sendiri.
o b. Mengabaikan karyawan tersebut dan melanjutkan pekerjaan.
o c. Memberikan pertolongan pertama sesuai dengan pelatihan dan segera
melaporkan insiden kepada atasan.
o d. Menunggu hingga tim medis datang tanpa memberikan pertolongan pertama.

Jawaban: c. Memberikan pertolongan pertama sesuai dengan pelatihan dan segera


melaporkan insiden kepada atasan.

18. Soal: Bagaimana cara mengurangi risiko terjatuh di tempat kerja?


o a. Membiarkan lantai basah tanpa tanda peringatan.
o b. Memasang rambu peringatan yang jelas dan menjaga lantai tetap kering.
o c. Menggunakan sepatu yang licin saat berjalan di area yang berpotensi licin.
o d. Tidak memperhatikan kondisi lantai saat berjalan.

Jawaban: b. Memasang rambu peringatan yang jelas dan menjaga lantai tetap kering.

19. Soal: Apa yang harus dilakukan jika menemukan peralatan yang rusak di tempat kerja?
o a. Mengabaikan peralatan tersebut dan melanjutkan pekerjaan.
o b. Memperbaiki peralatan tersebut sendiri.
o c. Melaporkan peralatan yang rusak kepada atasan atau petugas pemeliharaan.
o d. Tetap menggunakan peralatan tersebut tanpa memperhatikan kerusakannya.

Jawaban: c. Melaporkan peralatan yang rusak kepada atasan atau petugas pemeliharaan.

20. Soal: Mengapa penting untuk melibatkan karyawan dalam identifikasi bahaya di tempat
kerja?
o a. Karena karyawan harus bertanggung jawab atas kejadian bahaya di tempat
kerja.
o b. Karena karyawan memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung di tempat
kerja, sehingga dapat mengidentifikasi bahaya yang mungkin terlewatkan oleh
orang lain.
o c. Karyawan sebaiknya tidak dilibatkan dalam identifikasi bahaya di tempat kerja.
o d. Karena melibatkan karyawan dapat menyebabkan konflik di tempat kerja.
Jawaban: b. Karena karyawan memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung di
tempat kerja, sehingga dapat mengidentifikasi bahaya yang mungkin terlewatkan oleh
orang lain.

Anda mungkin juga menyukai