SISTEM SIRKULASI PADA MANUSIA
MAKALAH PERSENTASI
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas pertemuan 9 mata kuliah Anatomi dan Fisiologi
Manusia yang diampu oleh : Dita Argarani, [Link]
Disusun oleh:
Baginda Puja Karisma Putri (2284025030)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
UNIVERSITAS SALI AL-AITAAM
BANDUNG 2024
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR ISI
II. Pengertian Sistem Sirkulasi pada Manusia
Definisi Sistem Sirkulasi
Sistem sirkulasi adalah sistem tubuh yang bertanggung jawab untuk mengangkut darah,
nutrisi, oksigen, karbon dioksida, dan produk limbah ke dan dari sel-sel dalam tubuh. Sistem
ini terdiri dari tiga komponen utama: jantung, pembuluh darah, dan darah itu sendiri. Jantung
berfungsi sebagai pompa yang menggerakkan darah ke seluruh tubuh, pembuluh darah
bertindak sebagai saluran yang mengangkut darah, dan darah membawa oksigen, nutrisi,
hormon, serta produk limbah.
Sistem sirkulasi memainkan peran penting dalam mempertahankan homeostasis, yaitu
keseimbangan kondisi internal tubuh, yang penting untuk kelangsungan hidup dan fungsi
normal semua sel dan organ dalam tubuh manusia.
Bagaimana Sistem Sirkulasi Terdiri dari Jantung, Pembuluh Darah, dan Darah
1. Jantung:
Jantung adalah organ berotot yang terletak di rongga dada, tepatnya di
mediastinum. Fungsinya adalah memompa darah ke seluruh tubuh melalui
siklus kontraksi dan relaksasi yang berulang. Jantung manusia memiliki empat
ruang: dua atrium (serambi) di bagian atas dan dua ventrikel (bilik) di bagian
bawah. Atrium menerima darah yang masuk ke jantung, sedangkan ventrikel
memompa darah keluar dari jantung.
2. Pembuluh Darah:
Pembuluh darah adalah saluran yang mengangkut darah ke seluruh tubuh.
Terdapat tiga jenis utama pembuluh darah:
Arteri: Mengangkut darah yang kaya oksigen dari jantung ke seluruh
tubuh. Arteri terbesar adalah aorta.
Vena: Mengangkut darah yang miskin oksigen kembali ke jantung.
Vena terbesar adalah vena cava superior dan vena cava inferior.
Kapiler: Pembuluh darah mikroskopis yang menghubungkan arteri dan
vena. Kapiler memungkinkan pertukaran gas, nutrisi, dan produk
limbah antara darah dan jaringan tubuh.
3. Darah:
Darah terdiri dari sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma. Sel
darah merah bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke
seluruh tubuh dan mengangkut karbon dioksida kembali ke paru-paru untuk
dikeluarkan. Sel darah putih berperan dalam sistem kekebalan tubuh,
sedangkan trombosit membantu dalam proses pembekuan darah. Plasma
adalah komponen cairan darah yang mengandung air, garam, enzim, antibodi,
dan protein lainnya.
Pentingnya Sistem Sirkulasi bagi Tubuh Manusia
1. Transportasi Oksigen dan Nutrisi:
Sistem sirkulasi bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen dari paru-paru
ke seluruh jaringan tubuh dan mengangkut karbon dioksida dari jaringan
kembali ke paru-paru untuk dikeluarkan. Oksigen adalah zat vital yang
diperlukan untuk respirasi seluler, yaitu proses di mana sel-sel tubuh
menghasilkan energi (ATP) yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya.
Nutrisi yang diperoleh dari makanan juga diangkut oleh darah ke seluruh
tubuh untuk mendukung pertumbuhan, perbaikan, dan fungsi
seluler【Suwarno & Riyanto, 2006】.
2. Pengangkutan Produk Limbah:
Sistem sirkulasi mengangkut produk limbah metabolisme seperti karbon
dioksida dan urea dari sel-sel tubuh ke organ ekskresi seperti paru-paru dan
ginjal. Pengangkutan produk limbah ini penting untuk mencegah penumpukan
zat-zat beracun dalam tubuh yang dapat mengganggu fungsi normal sel dan
organ【Mantra, 2010】.
3. Regulasi Suhu Tubuh:
Sistem sirkulasi membantu dalam distribusi panas ke seluruh tubuh. Dengan
cara ini, suhu tubuh dapat dijaga tetap stabil meskipun ada perubahan suhu di
lingkungan eksternal. Darah mengalir melalui pembuluh darah di kulit untuk
melepaskan panas ketika suhu tubuh meningkat dan kembali ke organ dalam
ketika tubuh membutuhkan lebih banyak panas【Suwarno & Riyanto, 2006】.
4. Pertahanan Tubuh:
Sel darah putih dalam sistem sirkulasi berperan dalam melawan infeksi dan
penyakit. Mereka berpatroli di seluruh tubuh melalui aliran darah untuk
mendeteksi dan menyerang mikroorganisme patogen seperti bakteri, virus, dan
jamur. Antibodi dan protein pelengkap yang ada dalam darah juga membantu
melawan infeksi dan menjaga kesehatan tubuh【Mantra, 2010】.
5. Pembekuan Darah:
Sistem sirkulasi juga memainkan peran penting dalam hemostasis, yaitu proses
pembekuan darah untuk menghentikan perdarahan ketika terjadi luka.
Trombosit dan protein pembekuan dalam darah bekerja sama untuk
membentuk bekuan darah yang menutup luka dan mencegah kehilangan darah
yang berlebihan【Suwarno & Riyanto, 2006】.
6. Transportasi Hormon:
Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin diangkut oleh darah ke organ
dan jaringan target di seluruh tubuh. Hormon-hormon ini mengatur berbagai
fungsi tubuh, termasuk pertumbuhan, metabolisme, reproduksi, dan respons
terhadap stres. Misalnya, insulin yang diproduksi oleh pankreas membantu
mengatur kadar gula darah dengan memungkinkan glukosa masuk ke dalam
sel【Mantra, 2010】.
Fungsi Utama Sistem Sirkulasi pada Manusia
1. Transportasi Oksigen, Nutrisi, dan Hormon ke Seluruh Tubuh
Sistem sirkulasi bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh
jaringan tubuh. Oksigen yang terikat pada hemoglobin dalam sel darah merah diangkut
melalui arteri ke kapiler, di mana oksigen dilepaskan ke sel-sel tubuh untuk respirasi seluler.
Proses ini sangat penting untuk produksi energi yang diperlukan oleh sel-sel tubuh.
Selain oksigen, sistem sirkulasi juga mengangkut nutrisi yang diperoleh dari makanan yang
telah dicerna dan diserap di usus. Nutrisi ini termasuk glukosa, asam amino, asam lemak,
vitamin, dan mineral. Nutrisi-nutrisi tersebut diangkut melalui darah ke seluruh tubuh untuk
digunakan dalam berbagai proses metabolisme dan perbaikan jaringan.
Hormon yang diproduksi oleh kelenjar endokrin juga diangkut oleh darah ke organ dan
jaringan target. Hormon-hormon ini mengatur berbagai fungsi tubuh seperti pertumbuhan,
metabolisme, fungsi reproduksi, dan respon terhadap stres【Suwarno & Riyanto, 2006】.
2. Pengangkutan Produk Limbah dan Karbon Dioksida dari Sel-Sel Tubuh
Sistem sirkulasi juga berfungsi dalam pengangkutan produk limbah metabolisme dari sel-sel
tubuh ke organ ekskresi. Karbon dioksida, sebagai produk sampingan dari respirasi seluler,
diangkut oleh darah dari jaringan tubuh ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh melalui
proses pernapasan. Hemoglobin dalam sel darah merah mengikat karbon dioksida dan
mengangkutnya ke paru-paru.
Selain itu, darah mengangkut produk limbah lainnya seperti urea, yang dihasilkan dari
metabolisme protein. Urea diangkut ke ginjal, di mana ia disaring dan dikeluarkan dari tubuh
melalui urine. Pengangkutan produk limbah ini penting untuk mencegah akumulasi zat-zat
beracun dalam tubuh yang dapat mengganggu fungsi normal sel dan organ【Mantra, 2010】.
3. Mempertahankan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit dalam Tubuh
Sistem sirkulasi memainkan peran penting dalam mempertahankan keseimbangan cairan dan
elektrolit dalam tubuh. Darah mengandung berbagai elektrolit seperti natrium, kalium,
kalsium, dan bikarbonat yang penting untuk fungsi normal sel-sel tubuh. Keseimbangan
elektrolit ini dikendalikan oleh ginjal yang menyaring darah dan mengatur konsentrasi
elektrolit melalui reabsorpsi dan ekskresi.
Selain itu, darah juga membantu dalam distribusi cairan ke seluruh tubuh. Plasma darah, yang
merupakan komponen cair darah, mengangkut air dan elektrolit ke jaringan tubuh,
memastikan bahwa sel-sel mendapatkan suplai cairan yang cukup untuk menjaga volume
darah dan tekanan darah yang stabil. Hal ini penting untuk menjaga fungsi seluler dan organ
yang optimal【Suwarno & Riyanto, 2006】.
III. Anatomi Organ dalam Sistem Sirkulasi pada Manusia
A. Jantung
Jantung adalah organ otot berongga yang berfungsi sebagai pompa untuk mengedarkan darah
ke seluruh tubuh. Terletak di antara paru-paru dan sedikit condong ke kiri, jantung bekerja
tanpa henti untuk memastikan setiap sel tubuh mendapatkan oksigen dan nutrisi yang
diperlukan serta mengeluarkan limbah metabolisme【Santoso, 2009】.
Jantung terdiri dari empat ruang: dua atrium di bagian atas dan dua ventrikel di bagian
bawah. Atrium kanan menerima darah yang miskin oksigen dari tubuh melalui vena cava
superior dan inferior, sedangkan atrium kiri menerima darah yang kaya oksigen dari paru-
paru melalui vena pulmonalis. Darah dari atrium kanan mengalir ke ventrikel kanan dan
kemudian dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Sementara itu, darah dari atrium
kiri mengalir ke ventrikel kiri dan kemudian dipompa ke seluruh tubuh melalui aorta.
Selain itu, jantung memiliki katup-katup yang memastikan darah mengalir dalam satu arah,
yaitu katup trikuspidalis, katup bikuspidalis (mitral), katup pulmonalis, dan katup aorta.
Katup-katup ini membuka dan menutup secara bergantian sesuai dengan kontraksi dan
relaksasi otot jantung【Mantra, 2010】.
Fungsi Fisiologis Jantung berperan utama dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Proses
ini melibatkan kontraksi (sistol) dan relaksasi (diastol) yang terkoordinasi dari otot jantung.
Selama sistol, ventrikel jantung berkontraksi untuk memompa darah ke arteri utama,
sementara selama diastol, jantung berelaksasi dan ruang-ruang jantung terisi kembali dengan
darah【Ginanjar, 2011】.
Mekanisme Kerja Jantung bekerja melalui siklus peredaran darah yang dimulai dari pengisian
atrium dengan darah yang kembali dari tubuh dan paru-paru. Setelah itu, darah dipompa ke
ventrikel dan kemudian ke pembuluh darah utama. Siklus ini diatur oleh impuls listrik yang
dihasilkan oleh nodus sinoatrial (SA) yang menyebabkan kontraksi atrium, diikuti oleh
impuls yang menjalar ke nodus atrioventrikular (AV) dan memicu kontraksi
ventrikel【Suwarno & Riyanto, 2006】.
Kelainan/Penyakit pada Jantung Beberapa kelainan dan penyakit yang sering menyerang
jantung antara lain:
Gagal Jantung: Ketidakmampuan jantung memompa darah secara efisien.
Aritmia: Gangguan ritme jantung yang dapat menyebabkan detak jantung tidak
teratur.
Penyakit Jantung Koroner: Penyempitan pembuluh darah koroner yang mengurangi
aliran darah ke jantung.
Kardiomiopati: Penyakit yang mempengaruhi otot jantung sehingga mengurangi
kemampuannya untuk memompa darah【Mantra, 2010】【Ginanjar, 2011】.
B. Pembuluh Darah
Pembuluh darah adalah saluran yang mengangkut darah ke seluruh tubuh. Ada tiga jenis
utama pembuluh darah: arteri, vena, dan kapiler. Arteri mengangkut darah yang kaya oksigen
dari jantung ke seluruh tubuh, vena mengangkut darah yang miskin oksigen kembali ke
jantung, dan kapiler adalah pembuluh darah kecil yang menghubungkan arteri dan vena serta
bertindak sebagai situs pertukaran zat antara darah dan jaringan tubuh【Suwarno & Riyanto,
2006】.
Anatomi Pembuluh Darah (Arteri, Vena, Kapiler):
Arteri: Memiliki dinding yang tebal dan elastis untuk menahan tekanan tinggi dari
darah yang dipompa oleh jantung.
Vena: Memiliki dinding yang lebih tipis dan katup-katup yang mencegah aliran balik
darah.
Kapiler: Memiliki dinding tipis yang memungkinkan pertukaran zat antara darah dan
sel-sel tubuh【Santoso, 2009】.
Fungsi Fisiologis Pembuluh Darah:
Arteri: Mengangkut darah yang kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh.
Vena: Mengangkut darah yang miskin oksigen dan penuh dengan produk limbah dari
jaringan tubuh kembali ke jantung.
Kapiler: Tempat pertukaran oksigen, nutrisi, karbon dioksida, dan limbah antara darah
dan sel-sel tubuh【Mantra, 2010】.
Mekanisme Kerja Pembuluh darah bekerja melalui kontraksi dan relaksasi untuk mengatur
aliran darah. Arteri berkontraksi dan berelaksasi untuk membantu mendorong darah dari
jantung ke seluruh tubuh. Vena memiliki katup yang mencegah aliran balik darah,
memastikan darah bergerak satu arah kembali ke jantung. Kapiler memungkinkan pertukaran
zat melalui dinding tipisnya【Ginanjar, 2011】.
Kelainan/Penyakit pada Pembuluh Darah Beberapa kelainan dan penyakit yang sering
menyerang pembuluh darah antara lain:
Aneurisma: Pelebaran abnormal pada dinding pembuluh darah yang bisa pecah dan
menyebabkan perdarahan.
Aterosklerosis: Penumpukan plak di dalam arteri yang dapat menyempitkan dan
menghambat aliran darah.
Varises: Pelebaran dan pembengkakan pembuluh vena yang sering terjadi di kaki
akibat kegagalan katup vena【Suwarno & Riyanto, 2006】【Mantra, 2010】.
IV. Fungsi Fisiologis Sistem Sirkulasi pada Manusia
Sistem sirkulasi pada manusia memiliki beberapa fungsi utama yang sangat vital bagi
kelangsungan hidup. Fungsi-fungsi ini meliputi:
1. Transportasi Oksigen, Nutrisi, dan Hormon: Sistem sirkulasi bertanggung jawab
untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh serta membawa
kembali karbon dioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru untuk dikeluarkan. Selain
itu, sistem ini juga mengangkut nutrisi yang diserap dari saluran pencernaan ke
seluruh sel tubuh, serta mendistribusikan hormon yang diproduksi oleh kelenjar
endokrin ke organ targetnya【Santoso, 2009】【Mantra, 2010】.
2. Pengangkutan Produk Limbah dan Karbon Dioksida: Sistem sirkulasi juga berperan
dalam mengangkut produk limbah metabolik seperti urea dan asam urat dari sel-sel
tubuh ke organ ekskresi seperti ginjal dan kulit untuk dikeluarkan dari tubuh. Selain
itu, karbon dioksida yang dihasilkan sebagai produk sampingan dari respirasi seluler
diangkut kembali ke paru-paru untuk dikeluarkan saat kita bernapas 【 Ginanjar,
2011】【Suwarno & Riyanto, 2006】.
3. Mempertahankan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit: Sistem sirkulasi membantu
dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Hal ini dicapai
dengan mengatur volume darah dan tekanan darah melalui mekanisme homeostasis.
Plasma darah mengandung berbagai elektrolit seperti natrium, kalium, dan kalsium
yang penting untuk fungsi sel dan jaringan【Santoso, 2009】【Mantra, 2010】.
V. Mekanisme Sistem Sirkulasi pada Manusia
Proses-proses utama dalam sistem sirkulasi pada manusia meliputi:
1. Kontraksi dan Relaksasi Jantung: Siklus jantung terdiri dari fase sistol (kontraksi) dan
diastol (relaksasi). Saat sistol, ventrikel berkontraksi dan memompa darah ke arteri
utama. Selama diastol, jantung berelaksasi dan mengisi kembali darah dari atrium.
Proses ini diatur oleh impuls listrik yang dihasilkan oleh nodus sinoatrial (SA) dan
nodus atrioventrikular (AV)【Ginanjar, 2011】【Suwarno & Riyanto, 2006】.
2. Sirkulasi Darah: Sirkulasi darah terbagi menjadi dua, yaitu sirkulasi sistemik dan
pulmonal. Sirkulasi sistemik mengangkut darah kaya oksigen dari ventrikel kiri ke
seluruh tubuh melalui aorta dan kembali ke atrium kanan melalui vena cava. Sirkulasi
pulmonal mengangkut darah miskin oksigen dari ventrikel kanan ke paru-paru melalui
arteri pulmonalis dan kembali ke atrium kiri melalui vena pulmonalis setelah darah
mengalami oksigenasi di paru-paru【Mantra, 2010】【Santoso, 2009】.
3. Pengaturan Aliran Darah: Aliran darah diatur oleh diameter pembuluh darah yang
dapat berkontraksi dan berelaksasi. Vasokonstriksi mempersempit pembuluh darah
dan meningkatkan tekanan darah, sedangkan vasodilatasi melebarkan pembuluh darah
dan menurunkan tekanan darah. Mekanisme ini penting untuk mengatur distribusi
darah sesuai kebutuhan jaringan tubuh 【 Santoso, 2009 】 【 Suwarno & Riyanto,
2006】.
VI. Kelainan/Penyakit pada Sistem Sirkulasi pada Manusia
Beberapa kelainan atau penyakit yang dapat mempengaruhi sistem sirkulasi pada manusia
antara lain:
1. Gagal Jantung: Gagal jantung terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah
dengan efisien, menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru dan jaringan tubuh
lainnya. Gejala termasuk sesak napas, kelelahan, dan pembengkakan kaki. Penyebab
utama meliputi penyakit jantung koroner, hipertensi, dan kardiomiopati. Pengobatan
mencakup penggunaan obat-obatan seperti diuretik, beta-blocker, dan ACE inhibitor
serta perubahan gaya hidup【Mantra, 2010】【Ginanjar, 2011】.
2. Aritmia: Aritmia adalah gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan jantung
berdebar-debar, pusing, atau bahkan pingsan. Penyebabnya bisa meliputi kerusakan
pada jaringan jantung, ketidakseimbangan elektrolit, atau gangguan pada impuls
listrik jantung. Pengobatan dapat berupa obat-obatan antiaritmia, alat pacu jantung,
atau prosedur ablasi【Santoso, 2009】【Suwarno & Riyanto, 2006】.
3. Penyakit Jantung Koroner: Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyempitan
arteri koroner akibat penumpukan plak aterosklerotik. Gejala utama adalah nyeri dada
(angina), sesak napas, dan serangan jantung. Faktor risiko termasuk merokok,
hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Pengobatan meliputi penggunaan obat-
obatan seperti statin, aspirin, dan nitrat serta prosedur seperti angioplasti atau operasi
bypass koroner【Mantra, 2010】【Ginanjar, 2011】.
4. Aterosklerosis: Aterosklerosis adalah penumpukan plak lemak di dinding arteri yang
menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah. Kondisi ini dapat
mengurangi aliran darah dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Gejala
termasuk nyeri dada, mati rasa, dan kelemahan. Pengobatan meliputi perubahan gaya
hidup, obat penurun kolesterol, dan intervensi bedah jika diperlukan 【 Santoso,
2009】【Suwarno & Riyanto, 2006】.
Kesimpulan
Sistem sirkulasi pada manusia, terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan darah, memainkan
peran penting dalam menjaga kelangsungan hidup dan kesehatan tubuh. Jantung berperan
sebagai pompa utama, sementara pembuluh darah mengangkut darah ke seluruh tubuh,
mengangkut oksigen, nutrisi, dan produk limbah. Darah membawa zat-zat penting ke seluruh
bagian tubuh.
Sistem sirkulasi memiliki fungsi vital, termasuk transportasi oksigen, nutrisi, dan hormon,
pengangkutan produk limbah, dan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit.
Meskipun vital, sistem sirkulasi rentan terhadap gangguan dan penyakit seperti gagal jantung,
aritmia, penyakit jantung koroner, dan aterosklerosis.
Pemahaman yang baik tentang sistem sirkulasi membantu dalam menjaga kesehatan jantung
dan sistem sirkulasi secara keseluruhan, mendukung kesehatan dan kesejahteraan tubuh
manusia.
DAFTAR PUSTKA
Suwarno, & Riyanto, Y. (2006). Biologi: Jilid 2. Penerbit Erlangga.
Mantra, I. G. M. (2010). Anatomi dan Fisiologi Manusia. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Santoso, S. (2009). Anatomi dan Fisiologi untuk Keperawatan. Penerbit Erlangga.
Ginanjar, S. (2011). Dasar-Dasar Kardiologi. Penerbit Buku Kedokteran EGC.