0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
148 tayangan64 halaman

Metode QCC: 8 Langkah Pengendalian Kualitas

Quality Model For Problem Solving

Diunggah oleh

medanayuki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
148 tayangan64 halaman

Metode QCC: 8 Langkah Pengendalian Kualitas

Quality Model For Problem Solving

Diunggah oleh

medanayuki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Skip to content

 Standardisasi Industri

QCC – Quality Control Circle


 by adipurnomo
 November 15, 2019
 74 Comments

Pengertian QCC
QCC adalah sebuah sistem pengendalian kualitas melalui metode 8 langkah
dengan sistem perbaikan berkesinambungan atau kaizen.

Apakah mudah dimengerti? jika belum, mari kita bahas satu per satu :

Pengertian pengendalian kualitas di perusahaan

Sistem adalah suatu kumpulan dari beberapa aktifitas yang memiliki tujuan khusus
yang dijalankan dengan sistematis.
Jadi misalkan di sebuah perusahaan manufaktur elektronik, dibutuhkan sistem
untuk menghasilkan produk elektronik yang berkualitas.

Produk yang berkualitas adalah produk yang sesuai dengan persyaratan


pelanggan dan aturan yang berlaku, jadi produk yang kondisinya tidak sempurna
atau mengalami cacat produksi adalah barang yang tidak berkualitas.

Didalam perusahaan, terdapat banyak sekali permasalahan mengenai kualitas ini,


untuk itu diperlukan suatu solusi agar dapat mencapai kualitas yang sesuai
dengan harapan perusahaan.

Salah satu solusinya adalah dengan menerapkan Metode QCC yang akan kita
bahas di artikel dari [Link] ini.

Istilah QCC atau GKM

Istilah QCC merupakan kependekan dari Quality Control Circle, diserap ke dalam
bahasa indonesia menjadi istilah Gugus Kendali Mutu (GKM).

Pada perusahaan seperti manufaktur, QCC atau GKM ini adalah sebuah tim yang
dibentuk dari perwakilan beberapa bagian atau departemen yang ditugaskan
untuk melakukan tindakan perbaikan terhadap kualitas produk yang dihasilkan.

Tim QCC ini akan melakukan pertemuan secara berkala untuk mencari solusi dan
mengupayakan pengendalian mutu atau kualitas dengan cara identifikasi, analisis
dan melakukan tindakan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam
pekerjaan dengan menggunakan alat-alat pengendalian mutu atau QC Tools.

QC Tools didalam QCC

Alat kendali mutu atau QC Tools ini biasa disebut dengan 7 QC Tools atau 7
perangkat kendali kualitas, yang terdiri dari :

1. Pareto Chart
2. Cause & Effect Diagram (Fishbone Diagram)
3. Scatter Diagram (Diagram Tebar)
4. Control Chart (Peta Kendali)
5. Check sheet (Lembar Periksa)
6. Histogram
7. Flow Chart

Sejarah QCC

Quality Control Circle (QCC) atau Gugus Kendali Mutu (GKM) ini pertama kali
diperkenalkan oleh seorang ahli pengendalian mutu yaitu Prof. Kaoru Ishikawa
pada tahun 1962 bersama dengan Japanese Union of Scientists and Engineers
(JUSE).

Perusahaan pertama yang menjalankan konsep Gugus Kendali Mutu (GKM) adalah
Nippon Wireless and Telegraph Company pada tahun 1962.

Hubungan Kaizen dengan QCC

Metode QCC dijalankan dengan prinsip dasar perbaikan berkesinambungan,


konsep ini didasarkan pada konsep yang diterapkan oleh perusahaan Jepang yaitu
Kaizen.

Kaizen adalah sebuah sistem perbaikan berkesinambungan atau terus menerus


yang dilakukan pada ruang lingkup seperti : kualitas, teknologi, proses, budaya
perusahaan, produktivitas, keselamatan dan kepemimpinan.

Penerapan Kaizen inilah yang dijalankan dengan menggunakan suatu metode


pengendalian mutu yaitu QCC.

8 Langkah dalam QCC

Metode yang digunakan dalam QCC adalah 8 langkah atau 8 step, yang terdiri dari
:

1. Penentuan Tema
2. Penetapan Target
3. Analisa Kondisi Yang Ada (ANAKONDA)
4. Analisa Sebab Akibat
5. Rencana Penanggulangan
6. Penanggulangan
7. Evaluasi Hasil
8. Standarisasi dan Tindak Lanjut

PDCA dalam QCC

Sebenarnya delapan langkah untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi


oleh QCC dapat dirangkum kedalam sebuah siklus yang dinamakan dengan PDCA.

PDCA merupakan singkatan dari nama-nama 4 siklus yang terdiri dari :

1. Plan (perencanaan)
2. Do (pengerjaan)
3. Check (pemeriksaan)
4. Action (tindakan)

Pengertian PDCA

PDCA adalah konsep yang digunakan untuk melakukan perbaikan


berkesinambungan atau continuous improvement yang diterapkan didalam
konsep QCC.

Istilah PDCA merupakan kependekan dari “Plan, Do, Check, Act” atau
diterjemahkan sebagai : “Rencanakan, Kerjakan, Cek, Tindak lanjuti”.

Arti lain dari PDCA adalah suatu metode untuk membantu proses pemecahan
masalah dengan empat langkah iterative yang umum digunakan didalam
pengendalian kualitas.

Sejarah PDCA
Siklus PDCA tersebut dicetuskan oleh seorang ahli yang bernama W Edwards
Deming, beliau dianggap sebagai bapak pengendalian kualitas modern, sehingga
siklus ini juga sering disebut dengan siklus Deming.

Menurut Deming, jika suatu organisasi ingin menghasilkan produk atau jasa yang
bermutu, maka roda dari siklus PDCA harus berputar.

Hubungan Siklus PDCA dengan 8 langkah QCC

1. Plan

Siklus yang pertama ini terdiri dari 4 langkah QCC yaitu :

1. Menentukan Tema dan Analisa Situasi


2. Menetapkan target
3. Analisa faktor penyebab dan menemukan sumber penyebab
4. Mencari ide-ide dan rencana perbaikan
2. Do

Siklus yang kedua ini terdiri dari 1 step QCC yaitu :

1. Implementasi rencana perbaikan


3. Check

Siklus yang ketiga ini terdiri dari 1 step QCC :

1. Evaluasi hasil perbaikan


4. Action

Siklus keempat ini terdiri dari 2 step QCC :

1. Standardisasi dan rencana pencegahan


2. Penetapan rencana berikut
Manfaat PDCA

Penerapan PDCA ini memiliki berbagai manfaat antara lain sebagai berikut :

o Mempermudah pembagian wewenang dan tanggung jawab didalam organisasi.


o Bisa menjadi pola kerja dalam perbaikan proses atau sistem di dalam organisasi.
o Tata cara penyelesaian masalah dan pengendaliannya dengan pola yang runtun
dan sistematis.
o Sebagai kegiatan continuous improvement, agar dapat memperpendek alur
kerja
o Mengurangi dan menghapuskan pemborosan di tempat kerja, serta
meningkatkan produktivitas.

Pembentukan Tim QCC

Tugas Dan Peran anggota QCC

Berikut ini penjelasan mengenai tugas dan peran yang spesifik dari anggota QCC
untuk mempermudah pemahaman.

Facilitator QCC

Pengertian Facilitator adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengkoordinir


dan mengarahkan kegiatan QCC atau Project di dalam suatu Divisi atau
Departemen atau Bagian.

Peran atau tanggung jawab dari fasilitator adalah menjadi seorang :

o Koordinator (Coordinator )
o Katalisator (Catalyst)
o Pelatih ( Coach )
o Pembaharu ( Innovator )
o Promotor ( Promotor )
o Seorang Fasilitator kita harus bertanggung jawab mengarahkan kegiatan QCC/P
di
o tempat kerja kita
o Penghubung ( Communicator )
Ada berbagai syarat untuk menjadi seorang Fasilitator, diantaranya adalah :

o Fasilitator yang mampu berbicara baik dengan manajemen maupun anggota tim
QCC.
o Berpengalaman di area kerjanya: proses dan produk.
o Menguasai metodolgi yang dipakai (misalnya: 8 Langkah Perbaikan, Six Sigma-
DMAIV/DMADV), penggunaan Quality Tools (misalnya: 7QC Tools dan 7
Management Tools) dan mampu mengajarkannya.
Tugas-tugas dari Facilitator antara lain adalah :

o Mengkoordinir kegiatan QCC/P yang ada di bagiannya


o Melatih Circle Leader dan Thema Leader QCC/P
o Menghadiri pertemuan-pertemuan QCC/P
o Membimbing dan mengarahkan kegiatan QCC/P
o Mempromosikan program-program QCC/P
o Mengatur pertemuan QCC/P dengan pihak luar
o Mengatur kunjungan QCC/P ke bagian lain (benchmarking)
o Mempersiapkan tim untuk konvensi QCC/P
o Menghadiri konvensi QCC/P
o Meminta dan menyimpan laporan QCC/P
o Mengirim laporan kegiatan QCC/P ke komite/PIC/HRD
o Mempublikasikan hasil-hasil QCC/P ke seluruh karyawan .

Circle Leader

Pengertian dari Circle Leader adalah seorang penggerak aktivitas, dimana ia akan
bertanggung jawab terhadap keberlangsungan dan keberhasilan aktivitas QCC.

Syarat untuk menjadi seorang QCC Leader atau Ketua Circle adalah :
o Sebaiknya dipilih oleh anggota Tim QCC atau oleh Fasilitator
o Memahami mekanisme, metodologi dan tools QCC
o Sudah pernah ikut pelatihan tentang QCC atau sejenisnya.
Tugas dari seorang Circle Leader :

o Berusaha meningkatkan pengetahuan dan “skill” (baik yang menyangkut


pekerjaan maupun QCC/P).
o Mengatur pertemuan-pertemuan Circle
o Memastikan agar orientasi pertemuan circle selalu pada rencana aktivitas
o Mendorong keterlibatan semua anggota
o Membangkitkan semangat & menciptakan suasana kerja yang harmonis
o Memberikan bimbingan kepada “ Thema Leader” dan semua anggota tentang
hal-
o hal berhubungan dengan aktivitas QCC
o Menjaga agar aktivitas berjalan kontiniu dan berkembang
o Memeriksa apakah dokumen-dokumen lengkap, tersusun dan tersimpan
dengan rapi
o Menjaga hubungan baik dengan “Facilitator” , Pimpinan unit kerja dan Circle-
circle yang lain
o Meminta bantuan dan nasehat bila aktivitas QCC mengalami hambatan-
Hambatan

Thema Leader

Pengertian dari Thema Leader adalah seseorang yang bertanggungjawab terhadap


keberhasilan thema .

Peran atau tanggung jawab dari Thema Leader adalah:

o Thema Leader sebagai pusat aktivitas thema


o Menunjukkan sikap kepemimpinan
o Menguasai hal-hal yang berkaitan dengan thema yang dipilih
o Membuat rencana aktivitas, rencana meeting dengan Circle Leader
o Mengadakan komunikasi dengan Circle Leader , Fasilitator dan pimpinan

Notulis QCC

Tugas dari seorang Notulis adalah :

o Membuat ringkasan hasil pertemuan


o Membagikan ringkasan hasil pertemuan kepada anggota
o Menyimpan dokumen yang ada hubungannya dengan aktivitas QCC dengan
rapi

Anggota QCC

Peran dari anggota atau QCC Member adalah :

o Mengikuti rapat-rapat yang diadakan oleh Tim QCC


o Berpartisipasi dalam rapat
o Mengidentifikasi, menganalisa, dan mengatasi masalah yang berhubungan
dengan pekerjaan dan mengimplementasikan solusinya.
o Mengevaluasi hasil perbaikan
o Menstandarisasi hasil perbaikan,
o Mensosialisasi hasil perbaikan
Syarat untuk menjadi QCC Member atau Anggota Circle adalah harus :

o Mempunyai kemauan yang keras untuk maju dan selalu belajar.


o Menghadapi atau berhubungan masalah atau tema yang diangkat.
o Sukarela untuk memberikan yang terbaik kepada organisasi.
o Mau dan mampu bekerja sama dalam Tim.
Langkah-langkah penerapan QCC

Langkah pertama yang dilakukan adalah pembentukan tim dan menentukan


rencana aktivitas, sebagaimana berikut :

o Memilih pimpinan circle, untuk tahap pertama disarankan pimpinan circle dipilih
dari pimpinan formal di perusahaan, misalkan Group Leader atau Section Head.
o Menentukan keanggotaan circle, biasanya terdiri dari : fasilitator, notulen,
member.
o Menentukan jadwal pertemuan tim untuk membahas circle.
o Menentukan rencana aktivitas perbaikan atau improvement untuk QCC.
o Memastikan hal-hal lain yang mendukung kelancaran circle, misalnya :
komitmen dari anggota, persiapan pertemuan, nama circle, dan lainnya.

1. Penentuan Tema QCC

Tema adalah masalah yang diangkat untuk dianalisa, kemudian dicari


penyebabnya dan ditanggulangi. Masalah ini bisa berupa penyimpangan dari
keinginan, target, ataupun standard.

Langkah dalam menentukan thema dibagi menjadi tiga bagian berikut :

1. Mencari data, rencanakan pengumpulan data (data apa, siapa yang


mengumpulkan data, dimana dan kapan data dikumpulkan)
2. Analisa data
3. Menentukan tema dan mengidentifikasi dampak atau kerugian apabila tema
atau masalah tidak ditindaklanjuti
Kemudian, pelajari isu-isu yang bisa dijadikan tema QCC seperti :

o Produktivitas
o Kualitas
o Biaya (Cost)
o Pengiriman (Delivery)
o Proses Produksi
o Keselamatan
o Semangat Kerja (Morale)
o Lingkungan
o Dan lain-lain
Teknik mencari tema

Dalam mencari tema kita bisa menggunakan beberapa metode seperti : 4M1E,
Muda-Mura-Muri, VoC, Risk Management.

Berikut penjelasan detail dari berbagai teknik tersebut :

4M1E

4M1E adalah penggolongan lima faktor produksi untuk mempermudah analisa


masalah di proses produksi, artinya :

o Material : bahan baku atau input proses


o Machine : mesin atau alat atau instrumen
o Man : manusia atau pekerja
o Method : metode kerja
o Environment : lingkungan sekitar tempat kerja atau proses
Dari kelima faktor tersebut, adakah ditemukan masalah yang bisa diangkat
sebagai tema?

Muda-Mura-Muri

Muda-Mura-Muri adalah konsep pengelompokan masalah yang sering digunakan


di industri terutama otomotif, artinya :

o MUDA : pemborosan
o MURA : ketidakseimbangan
o MURI : beban berlebihan
Dengan adanya ketiga pengelompokan tersebut, maka akan memudahkan
mencari ide untuk tema QCC yang ingin dilakukan.

VoC

VoC merupakan kepanjangan dari Voice of Customer, pengertiannya :

Voice of Customer adalah kebutuhan dari pelanggan (Customer) yang merupakan


keinginan yang harus dipenuhi dalam rangka untuk memuaskan kebutuhan
mereka.

Dalam metode VoC, selain berdasarkan atas kebutuhan dari pelanggan (Customer)
juga perlu analisa mengenai aktifitas pesaing atau kompetitor dan perubahan
pasar.

Siapakah customer? Customer adalah penerima langsung atau tidak langsung dari
produk atau jasa yang dihasilkan. Customer dapat dibedakan menjadi dua
kategori yaitu External dan Internal.

Customer merupakan penilai di bagian paling akhir mengenai keberhasilan produk


atau jasa yang dihasilkan.

Ciri-ciri dari Voice of Customer :

1. Tidak spesifik, Customer sering sekali tidak spesifik dalam menggambarkan


keinginan mereka yang sebenarnya.
2. Tidak terukur, kita harus mampu untuk menterjemahkan kebutuhan spesifik
mereka kedalam persyaratan yang dapat diukur, sehingga kita dapat
mendefinisikan Performance Standard atau Standard Kinerja yang harus dicapai.
Tema QCC yang didapat dari VoC ini biasanya memiliki nilai yang paling prestisius,
karena dampaknya langsung dirasakan oleh customer.
Risk Management (manajemen resiko)

Risk Management adalah sebuah metode terstruktur untuk menemukan,


mengelola dan meminimalisir resiko yang sering muncul di proses produksi.

Sedangkan resiko adalah sesuatu yang mengancam atau peluang untuk


kehilangan suatu kesempatan.

Risk Management akan mengendalikan segala hal atau kejadian terdapat potensi
atau konsekuensi yang dapat menimbulkan kesempatan (opportunity) untuk
meraih keuntungan (benefits) dan ancaman untuk meraihnya.

Dengan menggunakan metode ini, Tema yang dapat mengubah resiko menjadi
peluang akan dapat ditemukan.

2. Analisa Tema

Kemudian, tahapan berikutnya adalah merangkum hasil analisa dan penentuan


tema tersebut ke dalam 3 metode : Business case, Problem statement, Project
scope. Berikut penjelasan detil ketiganya :

Business Case

Business Case adalah metode yang digunakan untuk memperkuat atau


memperjelas pentingnya tema atau judul yang diambil untuk dijadikan project
improvement.

Beberapa pertanyaan berikut ini dapat digunakan untuk membantu perumusan


Business Case :
o Mengapa project penting untuk dilakukan?
o Mengapa perlu dilakukan saat ini?
o Apa konsekuensinya jika project ini tidak dilakukan?

Problem Statement

Problem statement adalah metode untuk memperjelas masalah yang dipilih, dan
mencakup deskripsi permasalahan yang ada.

Didalam metode ini, digunakan beberapa pertanyaan seperti :

o Apa yang tidak sesuai dengan keinginan customer ?


o Kapan dan dimana problem terjadi ?
o Seberapa besar dan apa akibat problem tersebut ?
Namun, hindari untuk membuat pertanyaan seperti berikut :

o Penggunaan pernyataan negatif dan asumsi belaka.


o Pernyataan yang mengarah pada penemuan sumber penyebab.

Project Scope

Project Scope adalah metode untuk membatasi ruang lingkup project perbaikan
yang dilaksanakan.

Beberapa hal yang dapat dimunculkan di dalam project scope antara lain seperti :
batasan proses, lokasi dan kendala yang dihadapi.

Untuk memudahkannya, dapat menggunakan tool tambahan seperti peta SIPOC


(supplier-input-process-output-customer)
2. Menetapkan target

Setelah tema diputuskan atau dipilih, maka langkah berikutnya adalah


menentukan target. Karena target yang terukur akan lebih mudah dipahami.

Gunakan pertimbangan dari hal-hal berikut untuk menetapkan target perbaikan :

o Apa item atau karakteristik yang akan dievaluasi


o Berapa nilai target yang akan dicapai (terukur)
o Kapan pengiriman atau target tersebut selesai
Target Perbaikan atau Pernyataan Sasaran (Goal Statement) merupakan tujuan
akhir dari penyelesaian masalah, untuk itu perlu diperhatikan hal-hal berikut :

o Tuliskan definisi tentang peningkatan yang ingin dicapai dan batasan waktunya,
biasanya mengandung kata kerja “MENGURANGI, MENINGKATKAN,
MENGHILANGKAN”.
o Didalam menyatakan masalah dan tujuan peningkatan haruslah SMART, yaitu :
Spesifik, Measurable, Attainable, Realistic, dan Time Bound).
o Namun jangan sampai penulisan target terlihat berlebih-lebihan, atau tidak
menjelaskan solusinya atau tidak menyebutkan sumber permasalahannya.
Berikut penjelasan mengenai istilah SMART diatas :

S : adalah specific, yaitu Judulnya jelas

M : adalah measurable, artinya Nilai dan satuannya jelas

A : adalah achievable, yaitu dapat dicapai

R : adalah reasonable atau Realistic, maksudnya memiliki alasan yang masuk akal
atau Realistis

T : adalah time base, berarti pengaturan waktunya jelas


Ada beberapa dasar dalam penetapan target tersebut, seperti dari :

1. Target yang ditetapkan oleh perusahaan.


2. Target dari customer.
3. Kondisi terbaik yang pernah dicapai atau merefer kondisi sebelumnya.
4. Hasil dari analisa untuk menentukan target.
5. Veto atau hasil kesepakatan bersama yang tidak didukung dengan data akurat ,
namun dasar penetapan dari target point ke 5 ini merupakan yang paling lemah.
Perlu diperhatikan bahwa : meskipun QCC Leader sudah mempertimbangkan
targetnya, namun tetap perlu didiskusikan, dikomunikasikan atau diberitahukan
kepada anggota QCC yang lain dan atasan yang bersangkutan.

3. Analisa Penyebab Masalah

Tahap ini adalah melakukan investigasi, yaitu penyelidikan terhadap faktor atau
akar permasalahan dan akar penyebab. Berikut ada beberapa teknik analisa yang
dapat diterapkan pada tahap ini :

1.
Anakonda

2.
Istilah Anakonda adalah kependekan dari : Analisa Kondisi yang Ada, metode ini
dilakukan dengan cara penyelidikan dan analisa secara lebih teliti. Tujuannya
adalah :

o Menemukan akar permasalahan atau penyebab langsung yang sebenarnya.


o Mendapatkan fakta dan data tentang adanya penyimpangan atau kondisi yang
tidak baik, yang berhubungan dengan akar permasalahan.
Aktivitas yang biasa dilakukan dengan metode anakonda :
o Lakukan observasi, kemudian persempit lingkup masalah dengan metode
Stratifikasi data atau data grouping.
o Metode Genba, yaitu pengecekan langsung ke proses atau mesin di lokasi
terjadinya masalah.
o Selidiki diproses mana masalah itu terjadi, bisa dengan teknik Audit atau
assessment.
o Selidiki kronologis terjadinya masalah, sehingga kapan dan bagaimana
terjadinya masalah tersebut dapat dipahami dengan baik.
o Kumpulkan fakta berupa data tentang kondisi kurang baik dan penyimpangan
yang terjadi.
o Dilakukan dengan cara membandingkan standar dengan kondisi aktual, serta
mengidentifikasi produk yang defect atau cacat.

1.
Why-Why Analysis

2.
Why-Why Analysis adalah teknik analisa masalah dengan cara memunculkan
semua kemungkinan penyebab masalah untuk kemudian dipersempit dengan
tujuan menemukan sumber masalah.

Teknik ini dapat dikombinasikan dengan 2 tool yaitu :

o diagram tulang-ikan atau Fishbone Diagram


o diagram hubungan sebab-akibat atau Relationship Diagram
Berikut urutan penerapan Why-Why Analisis tersebut :

1. Pertama-tama gunakan Fishbone Diagram untuk menjelaskan faktor apa saja


yang kemungkinan berpengaruh terhadap ketidaktercapaian suatu parameter
sesuai dengan tema yang dipilih.
2. Gunakan metode 5 Why untuk mendapatkan kemungkinan sumber penyebab,
dengan cara tanyakan “Why”sebanyak 5 kali sampai akar permasalahan
teridentifikasi.
Analisa “Why-Why” ini bisa digunakan untuk menentukan akar permasalahan, dan
bisa juga untuk mengidentifikasi solusi untuk menghilangkan atau mengurangi
masalah atau problem tersebut.

Kesalahan dalam proses analisa penyebab bisa saja terjadi, berikut beberapa kasus
yang bisa dijadikan pelajaran :

o Dalam melakukan analisa, member tidak sepenuhnya paham proses atau mesin.
o Member seringkali tidak berurutan dalam menganalisa masalah.
o Member sering terfokus pada ada atau tidak adanya alat bantu atau tools atau
equipment tertentu, tetapi tidak fokus ke fungsi dari keberadaan alat bantu
tersebut.
Metode 4M1E Lima faktor Produksi

4M1E adalah metode analisa masalah yang dihubungkan dengan faktor : Material,
Machine, Man, Method, Environment.

Kelima faktor tersebut sering digunakan sebagai pertanyaan untuk analisa didalam
metode Fishbone Diagram.

3. Root cause validation

Root cause validation adalah validasi terhadap akar penyebab masalah yang sudah
disepakati, fungsinya untuk :

o Membuktikan apakah akar penyebab benar-benar terjadi.


o Membuktikan bahwa akar penyebab benar-benar berpengaruh terhadap
permasalahan.
o Mencari seberapa besar pengaruh dari masing-masing akar penyebab tersebut
terhadap permasalahan.
Metode dan tool yang dapat digunakan dalam tahap Root cause validation adalah
:
o Observasi terhadap Data
o Observasi atau Audit assessment atau Gemba terhadap proses atau mesin
o Scatter diagram
Berikutnya adalah menentukan root cause yang berpengaruh paling besar
terhadap permasalahan.

Setelah verifikasi untuk semua sumber penyebab masalah dilakukan, kemudian


ditentukan sumber penyebab yang sesungguhnya (Root Cause). Metode dan tool
yang dapat digunakan pada tahap ini adalah :

o Observasi terhadap Data


o Observasi atau Audit assessment atau Gemba terhadap proses atau mesin
o Scatter diagram
o Pareto diagram

4. Mencari Ide-ide dan rencana perbaikan

Pada tahap ini dilakukan perencanakan penanggulangan yang efektif untuk


menghilangkan penyebab utama, caranya adalah dengan membandingkan
beberapa alternatif penanggulangan berdasarkan beberapa kriteria berikut :

o Dampak, artinya adalah seberapa besar masalah itu bisa dieliminir, mampukah
hal ini menuntaskan masalah?
o Teknis, artinya adalah apakah rencana perbaikan dapat dilakukan, diterapkan
dan mudah untuk dioperasikan?
o Ekonomis, artinya adalah perencanaan seberapa besarkah keuntungan yang
akan didapatkan.
Sebagai tambahan masukan adalah bahwa untuk setiap masalah yang ada,
sebaiknya dimunculkan beberapa ide perbaikannya.

Prioritas dan pemilihan ide-ide Solusi


Bila ide-ide solusi ada lebih dari satu, maka pilihlah solusi yang dianggap terbaik.

Kriteria solusi terbaik tersebut adalah yang memberikan dampak paling maksimal
dalam arti biaya solusi rendah dan memberikan manfaat paling besar.

Biaya (cost) solusi adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan solusi
termasuk pengembangan & implementasi biaya pengoperasiannya.

Manfaat (benefit) solusi adalah kemungkinan dampak positif yang timbul karena
solusi yang diberikan, misalnya : pengurangan biaya operasi, pengurangan cycle
time, penghematan pemakaian material, peningkatan produktivitas, dan lainnya.

Baik biaya maupun benefit yang dinyatakan berkaitan pemilihan solusi adalah
bersifat perkiraan (estimation), ini disebabkan belum ada implementasi solusi.

Tool atau alat untuk memilih solusi ‘terbaik’ ada 2 macam yaitu : “Solution
Selection Matrix” dan “One on One Pairwase comparison”.

Pada saat mengambil keputusan hal yang sering dipakai adalah analisa biaya-
manfaat (cost-benefit) dan prediksi perubahan kinerja.

Keputusan yang diambil adalah solusi yang memberikan peningkatan kinerja


paling besar dan memerlukan biaya yang paling kecil serta memperoleh manfaat
yang besar.

Beberapa tips untuk mencari ide yang baik :

o Jelaskan kembali apa tujuan dan target perbaikannya.


o Cari ide-ide baru, biarkan semua anggota mengeluarkan ide-idenya yang bagus,
jadikan ini sebagai kekuatan. KREATIVITAS sangat penting artinya.
o Berpikirlah secara jernih.
o Berusahalah memperluas pengetahuan dan pengalaman.
o Sudah bukan saatnya mengulang pada solusi “favorit” atau rutin untuk
mengatasi masalah, contohnya : Melakukan pelatihan atau sosialisasi ulang,
standarisasi proses yang sudah ada.
o Gunakan tool untuk pendekatan berpikir kreatif, seperti : process Benchmarking,
Best Practice Tool Scampe
Untuk lebih jelasnya mengenai tool Scamper, maka akan dibahas sebagai berikut :

Tools SCAMPER

SCAMPER adalah salah satu tools pemacu kreatifitas yang membantu untuk
memikirkan perubahan apa yang dapat dilakukan terhadap produk, proses atau
jasa layanan yang sudah ada sehingga muncul sebagai produk, proses, atau jasa
layanan baru.

Menurut sejarah, Tool ini diperkenalkan pertama kali oleh Alex Osborne, seorang
guru pelopor kreatifitas pada tahun 1953.

Strategi pemikiran ini kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Bob Eberle 1971
dalam bukunya SCAMPER: Games for Imagination Development.

Istilah SCAMPER ini merupakan kependekan dari aplikasinya, dan setiap huruf
darinya memiliki makna tersendiri. Berikut penjelasan detail per huruf :

S (Substitute) atau mengganti


Substitusi atau mengganti sebagian produk, proses atau jasa layanan yang ada
sehingga tercipta produk, proses atau jasa layanan baru, bertujuan untuk
mengembangkan ide alternatif untuk mengganti gagasan yang memang sudah
buntu.

C (Combine) atau Mengkombinasi

Mengkombinasikan atau menggabungkan satu atau dua produk, proses atau jasa
layanan menjadi produk, proses atau jasa layanan baru.
A (Adapt) atau Mengadaptasi
Mengadaptasi produk, proses atau jasa layanan dari perusahaan lain ke dalam
produk, proses atau jasa layanan perusahaan sendiri sehingga tercipta produk,
proses atau jasa layanan yang baru.

M (Modify) atau Memodifikasi


Memodifikasi produk, proses atau jasa layanan menjadi lebih komplek atau lebih
sederhana dan menjadi lebih baik sehingga terbentuk produk, proses atau jasa
layanan baru.

P (Put to another use) atau Kegunaannya


Memodifikasi produk, proses atau jasa layanan menjadi lebih komplek atau lebih
sederhana dan menjadi lebih baik sehingga terbentuk produk, proses atau jasa
layanan baru.

E (Eliminate) atau Elaborate

Eliminate adalah proses menghilangkan atau menghapus sebagian komponen


produk, proses atau jasa layanan yang ada untuk menghasilkan produk, proses
atau jasa layanan baru.

Elaborate adalah menambahkan detail pada produk, proses atau jasa layanan yang
ada sehingga tercipta produk, proses atau jasa layanan baru.

R (Reverse / Rearrage) atau Menyusun Kembali


Reverse adalah upaya membalik produk, proses atau jasa layanan sehingga
tercipta produk, proses atau jasa layanan baru.

Rearrange adalah upaya mengubah atau mengatur ulang susunan produk, proses
atau jasa layanan menjadi produk, proses atau jasa layanan baru.

5. Implementasi Rencana Perbaikan


Aktifitas yang dilakukan pada tahap ini adalah menerapkan ide-ide Perbaikan dan
menyampaikan deskripsi perbaikan, dengan cara berikut :

o Buat pengertian bersama dan konsensus sebelum implementasi.


o Perhitungkan faktor resiko agar perbaikan yang sesungguhnya tidak terganggu.
o Gunakan data untuk meyakinkan hasilnya nanti.
o Waspada terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.
o Melaksanakan penanggulangan sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
o Semua orang yang terlibat ikut berperan aktif sesuai dengan pembagian tugas
yang telah disepakati.
o Kumpulkan data dan catat semua hal-hal yang menyimpang selama
pelaksanaannya.
o Pengecekan hasil dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum dan
sesudah perbaikan atau penanggulangan.
o Yang penting adalah semangat, antusiasme, dan bukti. bukan rencana besar
tetapi tidak ada yang terlaksana.
o Selalu ingat bahwa ini adalah perbaikan secara

Teknik penanggulangan yang disebutkan diatas biasanya dilakukan dengan


metoda ECRS, berikut arti dari metode tersebut :

o Eliminate : Penghilangan
o Combine : Penggabungan
o Re-Arrange : Penataan/penyusunan ulang
o Simplify : Penyederhanaan

Hal-hal yang perlu dijelaskan didalam tahap Penanggulangan ini adalah :

o Hasil atau aktivitas pelaksanaan “ HOW “


o Liku – liku aktivitas yang telah dilaksanakan
o Kesulitan yang telah dilalui
o Hasil yang telah dicapai dan bagaimana cara mendapatkannya
o Melakukan PDCA, sampai semaksimal mungkin

6. Evaluasi Hasil Perbaikan

Hasil perbaikan harus dievaluasi, metode evaluasi Keberhasilan dan Keuntungan


disini dibagi menjadi 3 :

1. Menjawab target, pastikan evaluasi hasil sebagaimana target pada Langkah 2,


sebelum melihat dampak yang lain.
2. Penghitungan Cost – Benefit, diukur perbandingan antara benefit yang didapat
dengan biaya (cost) yang dikeluarkan.
3. Tinjauan keberhasilan dengan tolak ukur QCDSM, melakukan analisis perubahan
dan manfaat pelaksanaan project perbaikan secara keseluruhan dan kemudian
bandingkan hasil dengan target yang telah ditetapkan agar hasil yang diperoleh
lebih jelas terlihat .

Benefit – Cost

Perhitungan benefit yang diperoleh perlu dilakukan untuk mengetahui dampak


implementasi solusi yang dilakukan. Benefit yang diperoleh bisa dibedakan
menjadi dua jenis, yaitu :

1. Tangible Benefit (Real Benefit), adalah manfaat yang langsung kelihatan atau
“manfaat riil”. Tangible Benefit biasanya digunakan untuk menghitung manfaat
bersih (net benefit).
2. Intangible Benefit (Potential Benefit), adalah manfaat yang tidak langsung
kelihatan atau “manfaat potensial”. Intangible Benefit ini tidak digunakan untuk
menghitung Quality Income.

Perhitungan Cost man power, material, energi


Cost man power adalah :

o Cost yang digunakan untuk hire man power dari perusahaan lain yang berkaitan
dengan improvement.
o Cost yang keluar untuk overtime man power yang berkaitan dengan
improvement yang sedang dilakukan.
o Cost tambahan yang dikeluarkan yang berkaitan dengan improvement (diluar
pendapatan rutin bulanan).

Cost Material adalah :

o Kebutuhan material yang diperlukan dalam improvement, seperti : membuat


alat dan modifikasi alat.

Cost Energy adalah :

o Energy yang diperlukan dalam proses improvement seperti : kebutuhan listrik,


Air, Gas, Angin, Steam, dan lainnya.

Untuk memahami Perhitungan Manfaat tersebut bisa kita lihat contoh nyata
berikut :

o Penghematan sparepart yang digunakan termasuk real benefit atau tangible


benefit.
o Penghematan jam, yang berdampak terhadap penghematan man power
termasuk manfaat potensial.
o Penghematan jam, yang berdampak terhadap peningkatan produksi department
lain termasuk manfaat potensial.

Tinjauan keberhasilan dengan tolak ukur QCDSM


Periksa hasil dilakukan dengan menggunakan tolok ukur atau “control point”, dan
cara yang dilakukan adalah sama seperti langkah analisis.

Dengan demikian hasil sebelum dan sesudah bisa dibandingkan seperti pada
Langkah 5. Pengukuran ini bisa dilakukan berdasarkan tolak ukur metode QCDSM
(Quality-Cost-Delivery-Safety-Morale).

Selalu diingat bahwa setiap penjelasan sedapat mungkin bisa diukur atau
measurable, dan juga berdasarkan data (bukan berdasarkan atas perkiraan belaka).

7. Standardisasi Hasil Perbaikan

Wujud dari pelaksanaan standardisasi pada tahap ini bisa dalam bentuk seperti
berikut :

o Standar
o Perubahan Kebijakan
o Prosedur Tertulis
o Uraian Pekerjaan
o Pelatihan atau Sosialisasi

Standardisasi tersebut diperlukan untuk mencegah masalah yang terulang


kembali, alasan utama untuk melakukannya adalah :

Tanpa adanya standar, maka karyawan yang sudah lama bekerja bisa jadi lupa
sehingga perlu ada panduan dari standar.

Sedangkan orang baru akan tidak dapat memahaminya pula tanpa ada standar
yang jelas, jadi standar juga berfungsi agar masalah yang sama tidak dapat
muncul kembali.
Perjelas Standard dengan metode 5W1H, metode ini digunakan untuk melakukan
standardisasi atas dasar penyelidikan dengan menggunakan pertanyaan 5W1H.

5W1H adalah metode analisis dengan menggunakan kata tanya yaitu : “What-
Where-When-Why-Who” atau artinya “Apa-Dimana-Kapan-Kenapa-Siapa”.

Untuk kontrol dan memastikan agar standardisasi dilaksanakan dengan benar, bisa
menggunakan Check Sheet atau dengan cara didata.

Contoh-contoh dokumen Standardisasi :

Standar Operational Procedure (SOP)

Standar Operational Procedure adalah panduan yang berisi serangkaian kegiatan


dalam suatu perusahaan yang diatur secara sistematis untuk mencapai suatu
tujuan.

Format SOP umumnya berisikan beberapa hal sebagaimana berikut ini :

1. Tujuan : adalah tujuan ditetapkannya prosedur yang terdapat dalam suatu SOP
yang dibuat.
2. Ruang Lingkup : adalah batasan, fungsi, area, personnel, produk atau proses
dimana SOP yang dibuat dapat diterapkan atau dioperasikan.
3. Referensi : adalah acuan yang digunakan, termasuk undang-undang, peraturan
pemerintah, peraturan perusahaan, standar ISO, dan SOP-SOP yang lain yang
dapat memperjelas tujuan SOP yang dibuat.
4. Definisi : adalah penjelasan atau arti dari istilah-istilah yang dibahas
(Terminologi) yang ada dalam SOP yang dibuat. Bila perlu, diuraikan secara
singkat pemahaman mengenai fungsi, formula, metode, ataupun konsepsi
aktivitas tertentu.
5. Kebijakan : adalah kebijakan (policy) operasional yang merupakan batasan-
batasan yang menetapkan suatu kegiatan bisa atau tidak bisa dilaksanakan
dalam situasi dan kondisi tertentu.
6. Alur Proses : adalah uraian mengenai tahapan kegiatan antar departemen
secara sistematis, untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
7. Daftar Dokumen Pendukung : adalah daftar instruksi kerja, standar parameter,
formulir atau catatan pendukung (record) yang digunakan dalam menjalankan
SOP yang dibuat, termasuk petunjuk pengisiannya.

Instruksi Kerja (IK)

Instruksi Kerja adalah dokumen panduan mengenai rangkaian aktivitas yang


menggambarkan mengenai “bagaimana” aktivitas atau fungsi di suatu bagian
atau unit kerja dilaksanakan.

Ruang lingkupnya hanya satu departemen, ini yang membedakannya dengan SOP
karena SOP bisa berlaku untuk banyak departemen. IK juga dapat merupakan
dokumen pendukung dari SOP.

Standard Parameter

Standard Parameter adalah petunjuk kerja standar atau tabel standar yang
dijadikan acuan dalam menjalankan suatu aktivitas.

Ruang lingkupnya mirip seperti IK yaitu hanya untuk satu departemen, dokumen
ini dapat merupakan dokumen pendukung dari SOP atau IK.

Dokumen ini biasanya berisi penjelasan mengenai :

o Besaran atau spesifikasi teknis yang menjadi prasyarat dari pekerjaan di


lapangan.
o Kontruksi atau cara penggunaan dari suatu tools.
o Peraturan mengenai pengaturan penamaan atau penomoran barang atau
dokumen.
o Nilai atau penilaian.
8. Penetapan Rencana Berikut

Tahap ini berisi mengenai kegiatan :

o Kontrol dan memantau agar masalah yang sudah diatasi tidak terulang kembali,
dengan cara menjamin Standardisasi dilaksanakan dengan benar.
o Mempelajari data-data kondisi saat ini dan menentukan tema berikutnya.
Saran untuk aktifitas dapat dilakukan :

1. Kemukakan masalah atau program perbaikan yang masih ada


Masalah atau program perbaikan umumnya tidak dapat ditanggulangi dengan
sempurna dan kondisi ideal sulit untuk dicapai.

Maka sebaiknya kita tidak hanya menekuni satu masalah/program perbaikan saja
untuk jangka waktu yang tak terbatas agar bisa dicapai hasil yang sangat optimal.

Meskipun target tak tercapai, sebaiknya dibuat daftar apa yang sudah dilakukan
dan apa yang belum dilakukan.

1. Buat rencana yang akan dilakukan terhadap masalah yang masih ada.
Masalah-masalah yang penting dipilih sebagai tema untuk kegiatan yang akan
datang, demikian pula jika hal tersebut berupa program-program perbaikan.

1. Pikirkan dan ulas apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang belum
Mengulas kembali apa yang telah dilakukan akan membantu perbaikan atau
peningkatan kualitas dan kegiatan perbaikan di waktu mendatang.

Di samping itu juga berguna untuk memahami perbedaan yang ada antara teori
dan praktek pada saat pelaksanaan. Juga bisa untuk membandingkan antara
rencana dan pelaksanaannya.

Demikian uraian dasar-dasar pelaksanaan QCC di perusahaan, silahkan untuk


memberikan masukan perbaikan kepada kami di kolom komentar.
Baca artikel lain :

o Mengenal Diagram Fishbone


o Metode TPM Total Productive Maintenance
o Metode Standar APQP : Advanced Product Quality Planning
o Mengenal QC Seven Tools
sumber referensi :

o [Link]/wiki/Quality_circle

74 thoughts on “QCC – Quality Control Circle”

.
MISWANTOApril 13, 2020 at 6:27 am

.
Penjelasan sangat detail. Karna begitu panjang,Mudah di pahami saat ini. Dan
susah di hafal untuk hari2 berikutnya.

Reply

.
ADIPURNOMOApril 14, 2020 at 5:30 am

.
terimakasih atas kunjungannya

Reply

.
ADIPURNOMOJuly 6, 2020 at 5:56 am

.
terimakasih atas kunjungannya, sama sama belajar dan berdoa pak

Reply

.
MOKHAMAD JANWAR IApril 13, 2020 at 6:44 am

.
Rangkuman& pengertian penjabaran tentang QCC diatas sangat bagus dan
membantu TM ( saya) dalam memahami tentang bagaimana cara menjalankan /
langkah” QCC yg benar.
.

Reply

.
ADIPURNOMOApril 14, 2020 at 5:31 am

.
terimakasih atas kunjungannya, semoga membatu, sukses selalu karir dan
bisnisnya

Reply

.
ROHMANApril 13, 2020 at 7:59 am

.
Thanks

Reply

.
.
ADIPURNOMOApril 14, 2020 at 5:31 am

.
sama sama pak

Reply

.
TRIO SEPTIANTOApril 13, 2020 at 8:12 am

.
pada intinya setiap bentuk/usaha pengendalian mutu seperti halnya QCC,Kaizen
dll adalah pengaplikasian dari salah satu I care value yakni Exelent innovation

Reply

.
ADIPURNOMOApril 14, 2020 at 5:32 am

.
benar sekali pak, Excellent Innovation adalah salah satu tujuan dari perbaikan
berkelanjutan (continuous improvement)

Reply

.
AGUS LIANTOApril 13, 2020 at 9:03 am

.
Materi yg sangat bagus sekali, lengkap dan terperinci sangat cocok untuk
karyawan pemula ataupun untuk me refresh karyawan lama tentang penting nya
ber QCC.

Reply

.
ADIPURNOMOApril 14, 2020 at 5:33 am

.
Terimakasih atas kunjungannya, semoga membantu dan membawa manfaat
Sukses selalu karir dan bisnisnya, aamiin

.
Reply

.
BUDI HARTONOApril 13, 2020 at 11:17 am

.
Sangat baik buat menambah wawasan dan [Link] bisa di amalkan
dalam kehidupan sehari hari

Reply

.
ADIPURNOMOApril 14, 2020 at 5:33 am

.
Terimakasih atas kunjungannya, semoga membantu dan membawa manfaat
Sukses selalu karir dan bisnisnya, aamiin

Reply

.
.
BUDI HARTONOApril 13, 2020 at 11:18 am

.
Sangat baik buat menambah wawasan dan [Link] bisa di amalkan
dalam kehidupan sehari hari

Reply

.
ADIPURNOMOApril 14, 2020 at 5:33 am

.
Terimakasih atas kunjungannya, semoga membantu dan membawa manfaat
Sukses selalu karir dan bisnisnya, aamiin

Reply

.
YULIANUSApril 29, 2020 at 3:30 pm
.
Boleh tau nama Instragamnya
Buat nambah ilmu.

Reply

.
ADIPURNOMOApril 29, 2020 at 7:15 pm

.
maaf kami belum launching instagram

Reply

.
Pingback: Prinsip Manajemen Mutu Standar ISO 9001 - Referensi Standar

.
MISTERI GUESTAugust 24, 2020 at 8:20 pm

.
apa bedanya qcc dengan g qcc? pakah ada perbedaaan?

Reply

.
CRAVE FREEBIESAugust 27, 2020 at 7:45 pm

.
Hello There. I found your blog using msn. This is a very well written article. I will be
sure to bookmark it and come back to read more of your useful information.
Thanks for the post. I will definitely return.

Reply

.
SYAMSULAugust 28, 2020 at 2:30 pm

.
maaf pak, untuk urutan 8 Step di awal artikel, dengan yang di bawahnya kok
urutanya berbeda yak?
kira kira mana yang benar ya pak?
Btw artikelnya sangat bagus, terimakasih.
.

Reply

.
ADIPURNOMOAugust 30, 2020 at 10:29 am

.
terimakasih atas masukannya, akan kami review lagi isinya

Reply

.
GALIHSeptember 9, 2020 at 1:24 am

.
Keren banget artikelnya, semangat terus..

Reply

.
.
HUI GIOFFRESeptember 20, 2020 at 7:50 pm

.
Thank you a bunch for sharing this with all of us you really recognize what you’re
speaking approximately! Bookmarked. Please also visit my website =). We will have
a hyperlink alternate contract between us!

Reply

.
JOHN WICK 2October 27, 2020 at 4:12 pm

.
you think dog training active collar

Reply

.
JOHN YUOctober 28, 2020 at 10:40 am
.
so you think x grojsman

Reply

.
FARRAH DEARTHNovember 8, 2020 at 9:07 am

.
Will Blogging content of Various Sites findings lead to copyright infringement, Will
mentioning Source help?

Reply

.
BLAINE MONICONovember 8, 2020 at 2:12 pm

.
I’m planning to create my own blog, and a question comes up to my mind..

Reply
.

.
LARRY HINCENovember 28, 2020 at 3:56 pm

.
Cheapest private proxies – costs the small sum of $0.15 in every proxy! Obtain
presently to get 50 lower price for use on your proxy program
– [Link]

Reply

.
SEPATU SAFETYDecember 15, 2020 at 11:55 am

.
Hi there very cool blog!! Guy .. Excellent .. Superb .. I will
bookmark your blog and take the feeds also? I am satisfied to seek
out a lot of helpful information right here within the post,
we’d like develop more techniques in this regard, thanks
for sharing. . . . . .

.
my web page; sepatu safety

.
Reply

.
Pingback: Standar Metode SPC Statistical Process Control - Referensi Standar

.
WRITING A CRITICAL THINKING ESSAYDecember 22, 2020 at 5:19 am

.
Thanks a lot, I like it.
Best Essay writing
Writing A Critical Thinking Essay [Link]
[Link]

Reply

.
WRITING AN ESSAY IN THIRD PERSONDecember 22, 2020 at 11:23 am

.
Great material, Thanks a lot!
Best Essay writing
Writing an essay in third person [Link]
[Link]
.

Reply

.
WRITING AN EXPOSITORY ESSAY MIDDLE SCHOOLDecember 31, 2020 at 4:04 am

.
Wonderful material, Thank you.
Best Essay writing
Writing an expository essay middle
school [Link]

Reply

.
CONTINUOUS WRITING NARRATIVE ESSAYJanuary 3, 2021 at 4:20 pm

.
Kudos. Plenty of data!

.
Best Essay writing
Continuous Writing Narrative Essay [Link]
[Link]
.

Reply

.
SITEJanuary 8, 2021 at 11:03 am

.
I like the way you produce plus share your niche! Pretty interesting and diverse!
Continue to keep it coming!

Reply

.
우리카지노 January 11, 2021 at 6:56 am

.
우리카지노

Reply

.
.
CLICK HEREJanuary 25, 2021 at 1:04 am

.
WOW just what I was looking for. Came here by searching for 바카라사이트

Reply

.
카지노사이트 January 25, 2021 at 3:24 pm

.
Good day! This is kind of off topic but I need some guidance from an established
blog.
Is it hard to set up your own blog? I’m not very techincal but I can figure things
out
pretty fast. I’m thinking about setting up my own but I’m not sure where to start.
Do you have any ideas or suggestions? Thank you

Reply

.
.
CHEAP FLIGHTSJanuary 29, 2021 at 3:42 pm

.
I really love your site.. Very nice colors & theme.
Did you make this web site yourself? Please reply back as I’m hoping
to create my very own blog and would like to learn where you got this from or just
what the theme is called.
Kudos!

Reply

.
HTTP://[Link] 19, 2021 at 6:31 pm

.
You really make it appear so easy with your presentation but I in finding this topic
to be really something
that I think I might by no means understand. It kind of feels too complex and very
extensive for me.
I’m looking ahead on your next publish, I’ll try
to get the cling of it!

Reply

.
.
온라인카지노 February 27, 2021 at 10:06 am

.
Hello there! This post couldn’t be written any better!
Reading through this post reminds me of my old room mate!
He always kept talking about this. I will forward this
write-up to him. Pretty sure he will have a good read.
Many thanks for sharing!

Reply

.
스카이 카지노 March 2, 2021 at 2:31 pm

.
Wow! This blog looks just like my old one! It’s on a entirely different topic but
it has pretty much the same layout and design. Superb choice
of colors!

Reply

.
퍼스트카지노 March 2, 2021 at 8:07 pm
.
I’m not that much of a internet reader to be honest
but your blogs really nice, keep it up! I’ll go ahead and bookmark your site to
come back later on. Many thanks

Reply

.
메리트카지노 March 4, 2021 at 6:11 pm

.
Howdy! I just would like to offer you a big thumbs up for the excellent info you
have got right
here on this post. I am returning to your web site for more soon.

Reply

.
SM 카지노 March 4, 2021 at 11:19 pm

.
Hey just wanted to give you a quick heads up. The text
in your post seem to be running off the screen in Internet explorer.
I’m not sure if this is a formatting issue or something to do with web browser
compatibility but I thought I’d post to
let you know. The style and design look great though!
Hope you get the issue fixed soon. Cheers

Reply

.
코인 카지노 March 5, 2021 at 11:51 am

.
This design is spectacular! You obviously know how to keep a
reader entertained. Between your wit and your videos, I was
almost moved to start my own blog (well, almost…HaHa!) Great job.
I really loved what you had to say, and more than that, how you presented it.
Too cool!

Reply

.
더나인카지노 March 5, 2021 at 10:13 pm

.
This post is invaluable. Where can I find out more?
.

Reply

.
OJENG PRIYANAMarch 5, 2021 at 10:44 pm

.
Mohon ijin copy mas… untuk menambah pengetahuan saya mengenai GKM,
terima kasih

Reply

.
예스카지노도메인 March 5, 2021 at 11:15 pm

.
Hola! I’ve been reading your weblog for a while now and finally got the bravery to
go ahead and give you a shout out from Huffman Tx! Just wanted to
tell you keep up the fantastic work!

Reply

.
.

.
온카지노 March 6, 2021 at 9:28 pm

.
I every time used to read article in news papers but now as I am a
user of net thus from now I am using net for
articles or reviews, thanks to web.

Reply

.
W88March 8, 2021 at 11:42 pm

.
w88Hackers escape rampant on the servers patch as well hijacking the system of
rules to make Sir Thomas More diamonds.

Reply

.
.
W88 SLOTMarch 18, 2021 at 8:46 pm

.
W88 Casino Review
Established in 2013, W88 has been a leading online gaming site in Asia for quite a
while.
During this time, the operator has earned a great reputation among players thanks
to its wide
range of activities, which include casino games, sports betting, lottery, live casino
games and poker.

.
The W88 site is well-known for its commitment to customer service,
offering players the chance to claim generous bonuses regularly.
So, it while it seems like this casino is packed with great games and
customer service, let’s find out if there’s more
to it than this.

Reply

.
[Link] 18, 2021 at 9:46 pm

.
This website was… how do you say it? Relevant!!
Finally I have found something that helped me. Cheers!

Reply
.

.
WEB HOSTINGMarch 22, 2021 at 2:35 am

.
Tremendous issues here. I’m very satisfied to see your article.
Thanks a lot and I am having a look ahead to contact you.
Will you please drop me a e-mail?

Reply

.
[Link] 22, 2021 at 1:12 pm

.
I’m not sure why but this site is loading extremely slow for
me. Is anyone else having this problem or is it a issue on my end?
I’ll check back later on and see if the problem
still exists.

Reply

.
.
BUDDY MONTALBOMarch 29, 2021 at 7:11 pm

.
Kita bisa banyak tahu akan kabar-info yang benar-benar menarik disini. Khususnya
berita perihal pengetahuan dan hal-hal yang menunjang kabar penting agar
orang-orang yang membaca artikel ini dapat belajar banyak.

Reply

.
카지노사이트 March 29, 2021 at 11:23 pm

.
Hmm is anyone else encountering problems with the images on this blog loading?
I’m trying to determine if its a problem on my end or if it’s the blog.
Any suggestions would be greatly appreciated.

Reply

.
TOOMarch 30, 2021 at 8:07 am

.
Saxxxyyyy dp

Reply

.
예스 카지노 March 30, 2021 at 10:21 pm

.
Yesterday, while I was at work, my sister stole my iphone and tested to see if it can
survive a twenty five foot drop, just so she can be a
youtube sensation. My apple ipad is now destroyed and she has 83 views.
I know this is completely off topic but I had to share it with someone!

Reply

.
SM 카지노 April 1, 2021 at 10:58 am

.
I really like what you guys are usually up too.
This kind of clever work and exposure! Keep up the very good works guys I’ve
included you guys to my blogroll.

Reply

.
FLORINE ASPENApril 2, 2021 at 1:44 pm

.
Divergent

Reply

.
HUGO VINETApril 5, 2021 at 9:48 pm

.
Bagaimana kaprah-kaprah prediksi perlombaan bola pekan ini? Laga sepakbola
yang telah berlangsung tadi malam sungguh-sungguh mengasyikan dan kami
pikir regu favorit kami dapat menang telak. Bravoo!

.
Reply

.
SM 카지노 April 7, 2021 at 10:21 pm

.
Hello, I think your website might be having browser compatibility issues.
When I look at your website in Opera, it looks fine but when opening in Internet
Explorer, it has some
overlapping. I just wanted to give you a quick heads up!
Other then that, wonderful blog!

Reply

.
Pingback: metformin drug

.
NAOMA DEVEREApril 22, 2021 at 10:33 pm

.
Aku seseorang yang menyenangi membaca sebuah tulisan. Sebab aku tahu
dengan membaca aku aku akan dapat menerima pengetahuan dari seluruh tulisan
yang anda berikan. Oleh sebab itu aku mau anda dapat meningkatkan lagi
kwalitas dari tulisan yang anda buat. Terima beri banyak ya admin.
.

Reply

.
Pingback: finasterid

.
DORIS MCWHAEApril 24, 2021 at 12:13 pm

.
[Link]

Reply

.
BUY MORPHINE ONLINEApril 25, 2021 at 10:34 am

.
495191 52712Id must consult you here. Which is not some thing Its my job to do! I
spend time reading an write-up that may possibly get men and women to think.
Also, a lot of thanks for permitting me to comment! 216833

.
Reply

.
Pingback: best otc ed pills

.
JERROLD CATTANOApril 28, 2021 at 2:22 am

.
Thank you for the good writeup. It actually was once a leisure account it. Look
complex to far added agreeable from you! However, how could we keep in touch?

Reply

.
Pingback: canadadrugpharmacy com

.
HTTPS://[Link] 1, 2021 at 1:06 am

.
Best view i have ever seen !
.

Reply

.
Pingback: legit online pharmacy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment
Name *
Email *
Website
Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

Search for:

Categories
 Audio
 automotive
 Buku
 Business
 Clothing
 Dokumentasi
 DuniaKerja
 DuniaSeluler
 Electronic
 Elektronik
 Environment
 Fisika
 Food
 Games
 Geografi
 Influencer
 Information Technology
 Karir
 Kayu
 Kesehatan
 Keselamatan
 Kimia
 Komputer
 Lingkungan
 Makanan
 Management
 Media
 Mesin
 Method
 Mining
 Music
 Office
 Oil and Gas
 olahraga
 organisasi standar
 Pakaian
 Pemerintahan
 Pendidikan
 Perdagangan
 Perpustakaan
 Perusahaan
 Phone
 Photography
 Plastik
 Project
 Property
 Quality System
 Safety
 Seluler
 Sepatu
 Sepeda
 Software
 Standard
 Statistic
 System
 Telekomunikasi
 Uncategorized
Archives
 May 2021
 April 2021
 March 2021
 February 2021
 January 2021
 December 2020
 November 2020
 October 2020
 September 2020
 August 2020
 July 2020
 June 2020
 May 2020
 April 2020
 March 2020
 February 2020
 January 2020
 December 2019
 November 2019
 October 2019
 August 2019
 July 2019
 May 2019
 April 2019
 February 2019
 January 2019
 December 2018
Meta
 Log in
 Entries feed
 Comments feed
 [Link]

Neve | Powered by WordPress

Bahasa Indonesia

Common questions

Didukung oleh AI

It is important for QCC leaders to communicate targets with their teams and superiors to ensure alignment and understanding of project goals across all levels. This communication fosters buy-in and support, ensuring all stakeholders are informed and can contribute to achieving the desired outcomes effectively .

The '4M1E' technique can be applied to identify themes for QCC by categorizing issues based on five factors affecting production: Material, Machine, Man, Method, and Environment. By analyzing these factors, teams can identify potential problems in the production process that could be developed into themes for improvement within QCC .

Risk Management techniques in QCC can transform risks into opportunities by systematically identifying, evaluating, and mitigating potential risks in the production process. When themes are derived from risk management, they can maximize the potential for benefits and minimize threats, ultimately leading to innovative solutions and improvements .

A Business Case in the implementation of QCC is used to strengthen or clarify the importance of the selected theme or title for a project improvement. It involves addressing questions such as why the project is important, why it needs to be undertaken now, and what the consequences might be if the project is not executed .

Facilitators play a crucial role in a QCC team by guiding discussions, ensuring everyone has a chance to contribute, and maintaining the focus on the QCC objectives. They help in coordinating activities, like scheduling team meetings and preparing necessary materials, which are essential for the smooth operation of the QCC .

The 'Why-Why Analysis' helps identify root causes in QCC projects by encouraging teams to question repeatedly the underlying reasons for a problem using a five-step questioning process. By combining tools like the Fishbone Diagram, this analysis helps narrow down from broader issues to more specific causes, facilitating targeted improvements .

Using the SMART criteria in setting goals for QCC projects ensures that objectives are Specific, Measurable, Achievable, Realistic, and Time-Bound. This framework helps in clearly defining project intentions and expectations, making it easier to track progress and evaluate success in a structured and reliable manner .

Defining a theme for QCC that is related to Voice of Customer is crucial because themes centred around VoC often hold prestigious value as they directly impact customer satisfaction. These themes help ensure that customer needs and preferences are met, leading to better product or service outcomes .

Using a SIPOC (Supplier-Input-Process-Output-Customer) diagram in outlining the Project Scope for QCC helps clarify the overall process by providing a high-level overview. It defines inputs and outputs, identifies key players, and outlines process steps, which aids in setting clear boundaries and understanding the system impacts .

Understanding non-specific customer desires impacts QCC themes by driving teams to interpret these ideas into measurable and actionable specifications. This requires creativity and strategic thinking to align product or service improvements with broader market trends, generating themes that are more likely to enhance customer satisfaction and company performance .

Anda mungkin juga menyukai