0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan40 halaman

Manajemen Persediaan dan EOQ

Diunggah oleh

Marina Hutami
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan40 halaman

Manajemen Persediaan dan EOQ

Diunggah oleh

Marina Hutami
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

INVENTORY

MANAGEMENT
Prepared by Anggraeni@2023
Pendahuluan
◦ Persediaan merupakan salah satu asset paling mahal
pada perusahaan
◦ > 25% dari total modal perusahaan direpresentasikan
dalam bentuk persediaan

◦ Persediaan membentuk hubungan antara produksi dan


penjualan produk
Pendahuluan
◦ Manajemen Persediaan adalah kegiatan untuk menjaga
jumlah optimum dari barang yang dimiliki.
◦ Manajemen persediaan merupakan salah satu bagian dalam
manajemen operasional dan manajemen produksi.
◦ Manajemen persediaan yang baik mampu mengurangi biaya.
Persediaan meliputi :
◦ barang yang dibeli dan disimpan untuk dijual kembali
◦ barang jadi yang telah diproduksi
◦ barang dalam penyelesaian yang sedang diproduksi
◦ bahan serta kelengkapan proses produksi
◦ bahan pembantu atau persediaan habis pakai (office supplies
inventory)
Klasifikasi Persediaan
Klasifikasi Persediaan
◦ Persediaan diklasifikasikan sesuai dengan jenis usaha.
◦ Secara umum perusahaan dapat dikelompokkan menjadi tiga
jenis, yaitu :
◦ perusahaan jasa
◦ perusahaan dagang
◦ perusahaan manufaktur
◦ Oleh karena itu, jenis-jenis persediaan pada ketiga
perusahaan tersebut berbeda.
Klasifikasi Persediaan
◦ Jenis-jenis Persediaan menurut Fungsinya (Rangkuti,2004) :
1. Batch Stock/Lot Size Inventory
Persediaan yang diadakan karena kita membeli atau memproduksi
dalam jumlah yang lebih besar daripada jumlah yang dibutuhkan
pada saat itu.
Keuntungannya:
◦ Potongan harga pada harga pembelian
◦ Efisiensi produksi
◦ Penghematan biaya angkutan
Klasifikasi Persediaan
◦ Jenis-jenis Persediaan .........
2. Fluctuation Stock
Persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan
konsumen yang tidak dapat diramalkan
3. Anticipation Stock
Persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan
yang dapat diramalkan, berdasarkan pola musiman yang terdapat
dalam satu tahun dan untuk menghadapi penggunaan, penjualan,
atau permintaan yang meningkat.
Klasifikasi Persediaan
◦ Jenis-jenis Persediaan menurut Jenis dan Posisi Barang
(Dyckman, [Link], 2000) :

1. Persediaan Barang Dagangan (Merchandise Inventory)


2. Persediaan Manufaktur (Manufacturing Inventory)
3. Persediaan Rupa-rupa
Klasifikasi Persediaan Manufaktur
a) Persediaan Bahan Baku
◦ Barang berwujud yang dibeli atau diperoleh dengan cara lain
(misalnya, dengan menambang) dan disimpan untuk
penggunaan langsung dalam membuat barang untuk dijual
kembali.
◦ Bagian atau suku cadang yang diproduksi sebelum digunakan
kadang diklasifikasikan sebagai persediaan komponen suku
cadang
Klasifikasi Persediaan Manufaktur

b) Persediaan Barang Dalam Proses


◦ Barang-barang yang membutuhkan pemrosesan lebih
lanjut sebelum penyelesaian dan penjualan.
c) Persediaan Barang Jadi
◦ Barang-barang manufaktur yang telah diselesaikan dan
disimpan untuk dijual.
Klasifikasi Persediaan Manufaktur

d) Persediaan Perlengkapan Manufaktur


◦ Barang-barang seperti minyak pelumas untuk bahan
pembersih mesin, dan barang lainnya yang merupakan
bagian yang kurang penting dari produk jadi
Menetapkan Persediaan
Kesalahan dalam menetapkan persediaan dapat berakibat
fatal, suatu contoh :

Persediaan terlalu kecil


Hilangnya kesempatan ; untuk menjual – memperoleh laba

Persediaan terlalu besar


Adanya biaya besar ; memperkecil laba – memperbesar risiko
Fokus Pengelolaan Persediaan
◦ Berapa banyak yang harus dipesan pada waktu tertentu ?
◦ Berapa banyak jenis persediaan yang harus disimpan ?
◦ Kapan sebaiknya persediaan dipesan ?

Tujuan Pengelolaan Persediaan


Menyediakan persediaan yang dibutuhkan untuk menyokong
operasi dengan biaya minimum
Biaya Persediaan

Biaya yang berhubungan dengan persediaan :


◦ Biaya Penyimpanan Persediaan
◦ Biaya Pengadaan Persediaan
◦ Biaya Persiapan Produksi
◦ Biaya Akibat Kekurangan Persediaan
Biaya Persediaan meliputi :
◦ Biaya Penyimpanan Persediaan
◦ Biaya untuk menyimpan/menjaga/merawat persediaan
◦ Misal: biaya sewa gudang, penjaga gudang, listrik gudang,
asuransi, biaya peralatan untuk perawatan.
◦ Biaya Pengadaan Persediaan
◦ Biaya yang timbul selama proses pemesanan.
◦ Misal: biaya administrasi pemesanan, biaya proses pesan,
biaya bongkar muatan, dll
Biaya Persediaan meliputi :
Biaya Persiapan Produksi
◦ Biaya yang timbul untuk menyiapkan mesin atau proses
untuk produksi.
◦ Misal: biaya untuk membersihkan dan menyiapkan mesin,
service/setting mesin, dsb.
Biaya Akibat Kekurangan Persediaan
◦ Biaya yang timbul jika terjadi kehabisan bahan.
◦ Misal: biaya kehilangan penjualan, biaya kehilangan
pelanggan, selisih harga beli antara harga supplier, eceran,
dsb.
Biaya Penyimpanan Persediaan
(Carrying Cost)
Yang termasuk biaya simpan :
◦ Sewa gudang
◦ Biaya pemeliharaan barang di dalam gudang
◦ Biaya modal yang tertanam dalam inventori
◦ Pajak
◦ Asuransi
Biaya Penyimpanan Persediaan
(Carrying Cost)
Besarnya Carrying Cost dapat diperhitungkan dengan dua
cara :
1. Berdasarkan persentase tertentu dari nilai inventori rata –
rata
2. Berdasarkan biaya per unit barang yang disimpan (dari jumlah
rata – rata)
Biaya Pengadaan Persediaan
(Ordering Cost)
Yang Termasuk Biaya Pengadaan:
◦ Biaya selama proses pesanan
◦ Biaya pengiriman permintaan
◦ Biaya penerimaan barang
◦ Biaya penempatan barang ke dalam gudang
◦ Biaya proses pembayaran kepada supplier
Kuantitas Pemesanan Yang Optimal
Salah satu rumusan untuk menentukan kuantitas pesanan yang
akan meminimumkan biaya persediaan adalah:
◦ Model EOQ (Economic Ordering Quantity Model)

EOQ merupakan suatu metode yang digunakan untuk


mengoptimalkan pembelian bahan baku yang dapat menekan
biaya-biaya persediaan sehingga efisiensi persediaan bahan
dalam perusahaan dapat berjalan dengan baik.
Kuantitas Pemesanan Yang Optimal
Dua Dasar Keputusan Dalam Model EOQ:
◦ Berapa jumlah bahan mentah yang harus dipesan pada saat bahan
tersebut perlu dibeli kembali – Replenishment Cycle
◦ Kapan perlu dilakukan pembelian kembali – Reorder Point
Model Economic Order Quantity
Asumsi Model EOQ
Dalam penentuan model EOQ terdapat beberapa asumsi, al:
1. Jumlah kebutuhan bahan baku sudah dapat ditentukan terlebih
dahulu secara pasti untuk penggunaan satu periode.
2. Penggunaan bahan baku relatif stabil dalam satu periode.
3. Harga bahan baku konstan selama periode tertentu.
4. Lead Time (waktu tunggu mulai dari memesan sampai barang
datang) tetap.
5. Tidak terjadi stockout (kehabisan bahan).
REORDER POINT
◦ ROP adalah titik/tingkat persediaan, dimana pemesanan kembali
harus dilakukan.
ROP = penggunaan/hari x lead time
◦ Dalam pelaksanaannya, biasanya ada kebijakan-kebijakan yang
diputuskan oleh perusahaan, sehingga perhitungan ROP disesuaikan
dengan kebijakan tersebut.
◦ Kebijakan berkaitan dengan Safety Stock
Persediaan Pengaman (Safety Stocks)
◦ Persediaan tambahan yang dimiliki untuk berjaga-jaga
terhadap perubahan tingkat penjualan atau kelambatan
produksi – pengiriman
◦ Maka
◦ Persediaan awal = EOQ + Safety stock
◦ Persediaan rata – rata
= ( EOQ/2 ) + Safety Stock
Menentukan Besarnya Safety Stock
◦ Faktor pengalaman
◦ Faktor dugaan
◦ Biaya
◦ Keterlambatan
Contoh : Penggunaan per hari 15 Kg. Keterlambatan pengiriman 10 hari
Maka besarnya safety stock
= 10 x 15 Kg
= 150 Kg
Menentukan Besarnya Safety Stock
Menetapkan jumlah penggunaan selama lead time ditambah persentase
tertentu sebagai persediaan pengaman.
Contoh:
◦ Suatu perusahaan elektronik memerlukan bahan baku per hari sebanyak
500 unit dg waktu tunggu 4 hari. Jika kebutuhan pengamannya
ditetapkan sebesar 50% dari kebutuhan per hari, tentukan titik
pemesanan kembali !
◦ Jawaban:
ROP = (4 x 500 unit) + 50% (4 x 500 unit)
= 2.000 unit + 1.000 unit = 3.000 unit
Menentukan Besarnya Safety Stock
Menetapkan jumlah penggunaan selama lead time ditambah penggunaan
selama periode tertentu sebagai safety stock. Contoh:
◦ Suatu perusahaan elektronik memerlukan bahan baku per hari
sebanyak 500 unit dg waktu tunggu 4 hari. Jika kebutuhan
pengamannya ditetapkan sebesar kebutuhan selama 3 hari, tentukan
titik pemesanan kembali !
◦ Jawaban:
ROP = (4 x 500 unit) + (3 x 500 unit)
= 2.000 unit + 1.500 unit = 3.500 unit
.
Contoh Kasus
Sebuah restoran Pizza membutuhkan salah satu bahan utama yaitu keju.
Diperkirakan permintaan keju adalah 1.600 kg/minggu, biaya pemesanan Rp.
500.000 per satu kali pesan, biaya penyimpanan 25% dari harga beli dan
harga beli Rp. 12.000 /kg. Persediaan pengaman 50 kg dan waktu pengiriman
4 hari. (1 tahun = 52 minggu / 1 tahun = 365 hari).
◦ Hitunglah berapa total biaya yang dibutuhkan untuk mengadakan
persediaan keju selama 1 tahun ?
Model Economic Order Quantity
◦ Biaya total tahunan = biaya pembelian + biaya variabel
◦ Biaya variabel = biaya pesan + biaya simpan
◦ Biaya pesan = jml memesan * biaya pesan per order
◦ Jml memesan = jml pesanan setahun : EOQ
◦ EOQ = √ ((2 * kebutuhan setahun * biaya pesan) : (biaya simpan/kg/th))
◦ Biaya simpan = rata-rata persediaan * biaya simpan/kg/th * harga/kg
◦ Rata-rata persediaan = EOQ : 2
Model Economic Order Quantity
Jawab:

diketahui :
C (cost) = 12.000
I (inventory carrying charge) = 25%
S (setup) = 500.000
L (lead time) = 4
D (annual demand) = 1.600 x 52
Model Economic Order Quantity
Model Economic Order Quantity
Model Economic Order Quantity
Model Economic Order Quantity
Model Economic Order Quantity
4. Biaya Variabel;
= biaya pesan + biaya simpan
= Rp. 7.899.374,13 + Rp. 7.899.360
= Rp. 15.798.734,13
Model Economic Order Quantity
5. Biaya Total;
= biaya beli + biaya variabel
= Rp. 998.400.000 + Rp. 15.798.734,13
= Rp. [Link],13

Jadi, total biaya yang dibutuhkan untuk mengadakan persediaan


selama 1 tahun adalah Rp. [Link],13,-
Pemesanan Ulang
◦ Penggunaan per hari
= (1.600 kg * 52 minggu) / 365 hari
= 228 kg
◦ Titik pemesan ulang
= Waktu pengiriman + safety stock
= (4 hari x 228) + 50
= 912 + 50 Jadi, apabila persediaan tinggal 962 kg,
maka bagian pembelian sudah harus order
= 962 kg ke supplier
Pemesanan Dalam Satu Tahun
◦ Jumlah Pemesanan dalam satu tahun
= jml pesanan setahun : EOQ
= (1.600 * 52) / 5.266,24
= 83.200 / 5.266,24
= 16 kali

Anda mungkin juga menyukai