0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan13 halaman

Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas Lahat

Diunggah oleh

Rini Puspita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan13 halaman

Sistem Informasi Kesehatan Puskesmas Lahat

Diunggah oleh

Rini Puspita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

SISTEM TEKNOLOGI DAN INFORMASI RUJUKAN


DI PUSKESMAS BANDAR JAYA LAHAT
KABUPATEN LAHAT

DISUSUN OLEH :
[Link] PUSPITA,[Link]

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


STIKES BINA HUSADA PALEMBANG
2019
Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya
dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul ” SISTEM TEKNOLOGI DAN INFORMASI
RUJUKAN DI PUSKESMAS BANDAR JAYA LAHAT KABUPATEN LAHAT “ ini tepat pada
waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari Dosen Bapak Tri
Rizqi Ariantoro, [Link].,[Link] pada mata kuliah Sistem Informasi Keperawatan. Selain itu,
makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang sistem teknologi dan informasi
rujukan bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Tri Rizqi Ariantoro, [Link].,[Link] selaku Dosen
mata kuliah Sistem Informasi Keperawatan yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat
menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua piahk yang telah membagi sebagian
pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Terapi inhalasi adalah cara pengobatan dengan cara memberi obat untuk dihirup agar dapat
langsung masuk menuju paru parusebagai organ sasaran [Link] inhalasi adalah terapi dengan
memanpaatkan uap dari hasil kerja mesin [Link] air yang berasal dari campuran obat dan
pelarutnya dipercaya dapat langsung mencapai saluran pernapasan,sehingga efektif untuk mengatasi
masalah didaerah [Link] sering digunakan pada anak anak dibawah usia sepuluh
[Link] pilek karena alergi dan asma adalah gangguan saluran pernapasan yang paling umum
terjadi.

1.2 Tujuan Penulisan


Tuju

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sistem Informasi Kesehatan
Sistem informasi kesehatan merupakan suatu pengelolaan informasi di seluruh seluruh tingkat
pemerintah secara sistematis dalam rangka penyelengggaraan pelayanan kepada masyarakat.
Peraturan perundang-undangan yang menyebutkan sistem informasi kesehatan adalah Kepmenkes
Nomor 004/Menkes/SK/I/2003 tentang kebijakan dan strategi desentralisasi bidang kesehatan dan
Kepmenkes Nomor 932/Menkes/SK/VIII/2002 tentang petunjuk pelaksanaan pengembangan sistem
laporan informasi kesehatan kabupaten/kota. Hanya saja dari isi kedua Kepmenkes mengandung
kelemahan dimana keduanya hanya memandang sistem informasi kesehatan dari sudut padang
manejemen kesehatan, tidak memanfaatkan state of the art teknologi informasi serta tidak berkaitan
dengan sistem informasi nasional. (Sanjoyo). Perkembangan Sistem Informasi Rumah Sakit yang
berbasis computer (Computer Based Hospital Information System) di Indonesia telah dimulai pada
akhir dekade 80’an. Rumah sakit di Indonesia sudah ada yang memanfaatkan komputer untuk
mendukung operasionalnya. Namun, tampaknya komputerisasi dalam di instansi rumah sakit, kurang
mendapatkan hasil yang cukup memuaskansemua pihak.

2.2 Sistem Teknologi informasi


Sistem informasi keperawatan merupakan kombinasi dari ilmu komputer, informasi dan
keperawatan yang disusun untuk mempermudah manajemen ,proses pengambilan keputusan, dan
pelaksanaan asuhan keperawatan. Salah satu penggunaan sistem informasi keperawatan di
kembangkan pada tahun 1960-1970 -an adalah dengan pendokumentasian keperawatan
terkomputerisasi. Pendokumentasian terkomputerisasi memfasilitasi pembakuan klasifikasi asuhan
keperawatan sehingga menghilangkan ambiguitas dalam pendokumentasian keperawatan. Sedangkan
menurut ANA (Vestal, Khaterine, 1995) sistem informasi keperawatan berkaitan dengan legalitas
untuk memperoleh dan menggunakan data, informasi dan pengetahuan tentang standar dokumentasi,
komunikasi, mendukung proses pengambilan keputusan, mengembangkan dan mendesiminasikan
pengetahuan baru, meningkatkan kualitas, efektifitas dan efisiensi asuhan keperawaratan dan
memberdayakan pasien untuk memilih asuhan kesehatan yang diiinginkan. Kehandalan suatu sistem
informasi pada suatu organisasi terletak pada keterkaitan antar komponen yang ada sehingga dapat
dihasilkan dan dialirkan menjadi suatu informasi yang berguna, akurat, terpercaya, detail, cepat,
relevan untuk suatu organisasi.

2.3 Sejarah Sistem Informasi Keperawatan


Komputer telah dikenal berpuluh – puluh tahun lalu, tetapi rumah sakit lambat dalam
menangkap revolusi komputer. Perawat terlambat mendapatkan manfaat dari komputer, usaha
pertama dalam menggunakan komputer oleh perawat terjadi pada akhir tahun 1960-an dan awal tahun
1970-an, penggunaannya mencakup automatisasi catatan perawat untuk menjelaskan status dan
perawatan pasien dan penyimpanan hasil sensus dan gambaran staf keperawatan untuk analisa
kecenderungan masa depan staf.
Pada pertengahan tahun 1970-an ide dari sistem informasi rumah sakit diterapkan dan perawat
mulai menerapkan sistem informasi manajemen keperawatan. Pada akhir tahun 1980-an munculah
sistem mikro komputer yang semakin mendukung pengembangan sistem informasi keperawatan. Di
Indonesia sistem informasi manajemen keperawatan masih minim penerapannya, pendokumentasian
keperawatan umumnya masih menggunakan pendokumentasian tertulis. Pemerintah Indonesia sudah
memiliki visi tentang sistem informasi kesehatan nasional, yaitu Reliable Health Information
2010 (Depkes,2001). Pada perencanaannya sistem informasi kesehatan akan di bangun di Rumah
Sakit kemudian di masyarakat, tetapi pelaksanaanya belum optimal.

2.4 Kelebihan Menggunakan Sistem Informasi Keperawatan


1. Sistemnya cepat sehingga pihak Rumah Sakit yang di tuju bisa menyiapkan peralatan dan
ruangan yang akan di gunakan nantinya.
2. Penghematan biaya dari penggunaan kertas untuk pencatatan
3. Penghematan ruangan karena tidak dibutuhkan tempat yang besar dalam penyimpanan arsip.
4. Penyimpanan data pasien menjadi lebih lama.
5. Pendokumentasian keperawatan berbasis komputer yang dirancang dengan baik akan
mendukung otonomi yang dapat dipertanggung jawabkan.
6. Membantu dalam mencari informasi yang cepat sehingga dapat membantu pengambilan
keputusan secara cepat
7. Meningkatkan produktivitas kerja.

2.5 Kekurangan Menggunakan Sistem Informasi Keperawatan


1. Ketergantungan terhadap signal internet.
2. Petugas harus bisa menggunakan komputer.
3. Petugas harus yang sudah dilatih
4. Petugas khusus
BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Teknologi dalam kesehatan mempunyai peran yang sangat penting,terutama dalam
memberikan kualitas atau mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Seiring dengan perkembangan
teknologi dan informasi seakan telah membuat standar baru yang harus di penuhi. Hal tersebut
membuat keperawatan di Indonesia menjadi tertantang untuk terus mengembangkan kualitas
pelayanan keperawatan yang berbasis teknologi informasi.
Teknologi dalam kesehatan mempunyai peran yang sangat penting,terutama dalam
memberikan kualitas atau mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Seiring dengan perkembangan
teknologi dan informasi seakan telah membuat standar baru yang harus di penuhi. Hal tersebut
membuat keperawatan di Indonesia menjadi tertantang untuk terus mengembangkan kualitas
pelayanan keperawatan yang berbasis teknologi informasi. Namun demikian, tidak dipungkiri bahwa
masih banyak kendala dalam penerapan teknologi informasi untuk manajemen kesehatan di rumah
sakit. Jika masih dalam taraf pengembangan sistem informasi transaksi (misalnya data administratif,
keuangan dan demografis) problem sosiokltural tidak terlalu kentara. Namun demikian, jika sudah
sampai aspek klinis, tantangan akan semakin besar.
Di sisi lain, persoalan kesiapan SDM seringkali menjadi pengganjal. Pemahaman tenaga
kesehatan di rumah sakit terhadap potensi TI kadang menjadi lemah karena pemahaman yang keliru.
Oleh karena itu penguatan pada aspek pengetahuan dan ketrampilan merupakan salah satu kuncinya.
Disamping itu, tentu saja adalah masalah finansial. Tanpa disertai dengan bantuan tenaga ahli yang
baik, terkadang investasi TI hanya akan memberikan pemborosan tanpa ada nilai lebihnya. Yang
terakhir adalah kecurigaan terhadap lemahnya aspek security, konfidensialitas dan privacy data
medis.
Dalam penggunaan TI terutama computer dapat berpengaru negative jga bagi kesehatan
pnggunanya apabila dalam penggunaannya tidak baik. Yaitu dari Posisi duduk, jarak pandang
monitor dengan mata, intensitas cahaya monitor, sirkulasi udara ruangan, keamanan kabel jaringan,
dan cara menggunakan computer. Apabila hal ini tidak diperhatikan dapat mngakibatkan gangguan
kesehatan.

3.2 Saran
Pemerintah atau lembaga kesehatan hendaknya segera meningkatkan standar dan mutu sistem
kesehtan di Indonesia, terutama yang berhubungan dengan teknologi karena bila di bandingkan
dengan negara lain ini masih sangat tertinggal. Untuk membenahi hal tersebut maka harus di
butuhkan solusi cerdas.
DAFTAR PUSTAKA

Wikipedia,“Peran Teknologi Dalam Bidang Kesehatan”

Choirun Nisa, Yunita “Peran Teknologi Dalam Bidang Kesehatan”

[Link]

[Link]
bidang-kedokteran/
Mulyanto, Agus.2009. Sistem Informasi Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Susanto Gunawan, & Sukadi.2012. Sistem Informasi rekam Medik pada Rumah sakit umum daerah
(RSUD) Pacitan Berbasis Web [Link] jurnal on computer science speed-FTI UNSA,9 (3): 44
Triyono, Joko Wandyatmono.2012. Sistem Informasi Rekam Medis Puskesmas Jayengan Surakarta,
Jurnal Speed. ISSN : 1979-9330
[Link]

Anda mungkin juga menyukai