Tabel 2. Matrik Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL – UPL).
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL) UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UPL)
LOKASI PERIODE BENTUK UPAYA LOKASI PERIODE INSTITUSI PENGELOLA
SUMBER BESARAN BENTUK UPAYA
JENIS DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN DAN PEMANTAUAN KET.
DAMPAK DAMPAK PENGELOLAAN LINGKUNGAN
LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP
I. Tahap Prakonstruksi
1. Perubahan Penentuan lokasi Masyarakat sekitar Malakukan sosialisasi atau Di RT 03 RW Sekali Melakukan Di RT 03 RW 1 kali selama Instansi pelaksana: -
persepsi dan perizinan tapak kegiatan konfirmasi kepada 04 Desa prakonstruksi pengamatan dan 04 Desa tahap Sdr. Agus Star Suka
masyarakat khususnya Desa masyarakat sekitar, Karangpucung wawancara Karangpucung prakonstruksi Instansi Pengawas:
Karangpucung khususnya yang berbatasan dengan DLH Kab. Cilacap
langsung dengan tapak masyarakat. Data Instansi Penerima
kegiatan dan pemberitahuan dianalisis secara Laporan: DLH Kab.
kepada pemerintah kelurahan deskriptif. Cilacap
sebelum melakukan kegiatan.
Melakukan perizinan maupun
rekomendasi sesuai dengan
ketentuan peraturan yang
berlaku.
II. Tahap Konstruksi
1. Terbukanya Rekruitmen Jumlah tenaga Memprioritaskan tenaga kerja Masyarakat Selama Mendata jumlah Kantor 1 (satu) kali Instansi pelaksana: -
peluang tenaga kerja kerja lokal yang lokal sekitar lokasi kegiatan sekitar tapak kegiatan tenaga kerja lokal lapangan di pada tahap Sdr. Agus Star Suka
kerja dan konstruksi terserap 12 orang sesuai kompetensi dan kegiatan penerimaan yang terserap. tapak kegiatan konstruksi Instansi Pengawas:
berusaha atau 60% dari kebutuhan. khususnya tenaga kerja Dinas
kebutuhan tenaga Membuat kesepakatan kerja Desa konstruksi. Ketenagakerjaan
kerja konstruksi sesuai peraturan perundang- Karangpucung dan Perindustrian
(20 orang) undangan yang berlaku. Kab. Cilacap
Apabila diperlukan Instansi Penerima
berkoordinasi dengan Laporan: DLH Kab.
pemerintah desa atau tokoh Cilacap
masyarakat di sekitar lokasi
kegiatan dalam merekrut
tenaga kerja lokal.
2. Gangguan Mobilisasi Tundaan lalu lintas Tidak memarkirkan Kendaraan Selama Pengamatan Tapak kegiatan 1 (satu) kali Instansi pelaksana:
kelancaran material dan <1 menit (pada kendaraan di bahu jalan. pengangkut konstruksi langsung (gudang) dan pada tahap Sdr. Agus Star Suka
lalu lintas peralatan saat kendaraan Melaksanakan Tapak dilapangan dan jalan depan konstruksi Instansi Pengawas:
keluar masuk) pembongkaran material di kegiatan. data dianasilis tapak kegiatan. Dinas Perhubungan
dalam tapak kegiatan. secara deskriptif. Kab. Cilacap
30
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL) UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UPL)
LOKASI PERIODE BENTUK UPAYA LOKASI PERIODE INSTITUSI PENGELOLA
SUMBER BESARAN BENTUK UPAYA
JENIS DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN DAN PEMANTAUAN KET.
DAMPAK DAMPAK PENGELOLAAN LINGKUNGAN
LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP
Menempatkan pengatur lalu Jalan depan Instansi Penerima
lintas (security atau kenet depan tapak Laporan: DLH Kab.
kendaraan pengangkut) pada kegiatan. Cilacap
saat kendaraan pengangkut
keluar masuk tapak kegiatan.
3. Penurunan Mobilisasi Peningkatan Menutup bak truk pengangkut Kendaraan Selama Pemeriksaan atau Tapak 1 (satu) kali Instansi pelaksana: -
kualitas material dan konsentrasi material bangunan dengan pengangkut. konstruksi uji kualitas udara kegiatan (S= pada tahap Sdr. Agus Star Suka
udara peralatan. kualitas udara: terpal atau sejenisnya. ambien dan data 07º 24’ 23,4” konstruksi Instansi Pengawas:
ambien Pekerjaan sipil, - SO2 <632 Menggunakan kendaraan Kendaraan dibandingkan E= 108º 53’ DLH Kab. Cilacap
mekanikal dan µg/Nm3 pengangkut dan peralatan pengangkut dengan baku mutu 53,4”) Instansi Penerima
elektrikal - NO2 <316 yang laik jalan dan operasi. dan alat berat Kep. Gubernur Permukiman Laporan: DLH Kab.
µg/Nm3 Melakukan pembongkaran Dalam tapak Jateng No. 8 penduduk (S= Cilacap
- Ox <200 µg/Nm3 material bangunan di dalam kegiatan Tahun 2001 07º 24’ 22,2”
- Debu (TSP) <230 tapak kegiatan. tentang Baku Mutu E= 108º 53’
µg/Nm3 Membatasi jam kerja Dalam tapak Udara Ambien di 51,8”)
khususnya terkait dengan kegiatan Provinsi Jawa
pematangan lahan Tengah.
(pekerjaan sipil).
4. Peningkatan Mobilisasi Peningkatan Menggunakan kendaraan Kendaraan Selama Pengukuran Tapak 1 (satu) kali Instansi pelaksana: -
kebisingan material dan kebisingan di tapak pengangkut dan peralatan pengangkut konstruksi kebisingan dan kegiatan (S= pada tahap Sdr. Agus Star Suka
peralatan. kegiatan <70 dBA yang laik jalan dan operasi. dan alat berat data dibandingkan 07º 24’ 23,4” konstruksi Instansi Pengawas:
Pekerjaan sipil, dan permukiman Melakukan pembongkaran Dalam tapak dengan baku mutu E= 108º 53’ DLH Kab. Cilacap
mekanikal dan penduduk <55 dBA material bangunan di dalam kegiatan atau nilai ambang 53,4”) Instansi Penerima
elektrikal tapak kegiatan. batas sesuai Permukiman Laporan: DLH Kab.
Membatasi jam kerja Dalam tapak Kepmen penduduk (S= Cilacap
khususnya terkait dengan kegiatan Lingkungan Hidup 07º 24’ 22,2”
pematangan lahan. No. 48 Tahun E= 108º 53’
1996 tentang Baku 51,8”)
Tingkat
Kebisingan
5. Perubahan Pekerjaan sipil, Potensi perubahan Melaksanakan pembangunan Bangunan Selama Pengamatan Bangunan dan 1 (satu) kali Instansi pelaksana: -
air larian (run mekanikal dan air larian (run off) sesuai IMB dan/atau desain gudang konstruksi langsung di saluran pada tahap Sdr. Agus Star Suka
off) elektrikal air hujan seluas yang telah mendapat (tapak lapangan dan drainase konstruksi Instansi Pengawas:
tanah yang tertutup rekomendasi dari instansi kegiatan) data dianasilis sekunder DPUPR dan DLH
oleh bangunan berwenang. secara deskriptif. dan/atau sumur Kab. Cilacap
gudang (3809 m2) resapan
31
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL) UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UPL)
LOKASI PERIODE BENTUK UPAYA LOKASI PERIODE INSTITUSI PENGELOLA
SUMBER BESARAN BENTUK UPAYA
JENIS DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN DAN PEMANTAUAN KET.
DAMPAK DAMPAK PENGELOLAAN LINGKUNGAN
LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP
Membuat ruang terbuka hijau Ruang Instansi Penerima
sesuai dengan ketentuan terbuka hijau Laporan: DLH Kab.
peraturan. Cilacap
Membuat saluran drainase Saluran
sekunder untuk mengalirkan drainase
air hujan ke saluran drainase dan/atau
umum dan/atau perlu sumur
membuat sumur resapan air resapan
hujan.
III. Tahap Operasi
1. Terbukanya Rekruitmen Jumlah tenaga Memprioritaskan tenaga kerja Masyarakat Selama Mendata jumlah Kantor 1 (satu) kali Instansi pelaksana: -
peluang tenaga kerja kerja lokal yang lokal sekitar lokasi kegiatan sekitar tapak kegiatan tenaga kerja lokal pada tahap Sdr. Agus Star Suka
kerja dan operasi terserap 7 orang sesuai kompetensi dan kegiatan penerimaan yang terserap. operasi Instansi Pengawas:
berusaha atau 70% dari kebutuhan. khususnya tenaga kerja Dinas
kebutuhan tenaga Membuat kesepakatan kerja Desa operasi. Ketenagakerjaan
kerja sesuai peraturan perundang- Karangpucung dan Perindustrian
undangan yang berlaku. Kab. Cilacap
Apabila diperlukan Instansi Penerima
berkoordinasi dengan Laporan: DLH Kab.
pemerintah desa atau tokoh Cilacap
masyarakat di sekitar lokasi
kegiatan dalam merekrut
tenaga kerja lokal.
2. Gangguan Mobilisasi Tundaan lalu lintas Tidak memarkirkan Kendaraan Selama Pengamatan Dalam gudang Enam bulan Instansi pelaksana: -
kelancaran pengangkutan <1 menit (pada kendaraan di bahu jalan. pengangkut operasional langsung (tapak kegiatan) sekali selama Sdr. Agus Star Suka
lalu lintas rongsokan saat kendaraan Melaksanakan pemuatan dan Dalam tapak dilapangan dan dan jalan depan operasi Instansi Pengawas:
keluar masuk) pembongkaran rongsokan di kegiatan data dianasilis tapak kegiatan. Dinas Perhubungan
dalam tapak kegiatan. (gudang) secara deskriptif. Kab. Cilacap
Menempatkan pengatur lalu Jalan depan Instansi Penerima
lintas (security atau kenet depan tapak Laporan: DLH Kab.
kendaraan pengangkut) pada kegiatan. Cilacap
saat kendaraan pengangkut
keluar masuk tapak kegiatan.
3. Peningkatan Operasional Peningkatan Menggunakan kendaraan Kendaraan Selama Pengukuran Tapak Enam bulan Instansi pelaksana: -
kebisingan kebisingan di tapak pengangkut rongsok yang pengangkut. operasional kebisingan dan kegiatan (S= sekali selama Sdr. Agus Star Suka
kegiatan <70 dBA laik jalan dan operasi. data dibandingkan 07º 24’ 23,4” operasi
32
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL) UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UPL)
LOKASI PERIODE BENTUK UPAYA LOKASI PERIODE INSTITUSI PENGELOLA
SUMBER BESARAN BENTUK UPAYA
JENIS DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN DAN PEMANTAUAN KET.
DAMPAK DAMPAK PENGELOLAAN LINGKUNGAN
LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP
Mobilisasi dan permukiman Melakukan pembongkaran Tapak dengan baku mutu E= 108º 53’ Instansi Pengawas:
pengangkutan penduduk <55 dBA rongsokan di dalam tapak kegiatan atau nilai ambang 53,4”) DLH Kab. Cilacap
rongsok. kegiatan. (gudang) batas sesuai Permukiman Instansi Penerima
Membatasi jam kerja secara Tapak Kepmen penduduk (S= Laporan: DLH Kab.
umum. kegiatan Lingkungan Hidup 07º 24’ 22,2” Cilacap
(gudang) No. 48 Tahun E= 108º 53’
1996 tentang Baku 51,8”)
Tingkat
Kebisingan
4. Potensi Operasional Perkembangan Menjaga kebersihan dan Kantor, Selama Melakukan Seluruh area Enam bulan Instansi pelaksana: -
berkembang- vektor di seluruh sarana penunjang baik timbangan, operasional pengamatan tapak kegiatan sekali selama Sdr. Agus Star Suka
nya vektor tapak kegiatan. kantor, timbangan dan toilet, toilet dan langsung operasi Instansi Pengawas:
penyakit serta area kerja. area kerja dilapangan dan Dinas Kesehatan
Menata atau merapikan Area data dianalisis Kab. Cilacap
barang rongsokan, seperti penempatan secara deskritif. Instansi Penerima
menghancurkan rongsok atau Laporan: DLH Kab.
berbentuk wadah atau penyimpanan Cilacap
mengarahkan lubang wadah rongsok.
ke bawah.
Melakukan pemberantasan Seluruh area
vektor penyakit seperti kerja di tapak
nyamuk secara berkal kegiatan.
dengan cara foging.
5. Bahaya Operasional Seluruh rongsok, Menyediakan dan memasang Alat Pemadam Selama Pengamatan Alat Pemadam Enam bulan Instansi pelaksana: -
kebakaran bangunan dan Alat Pemadam Api Ringan Api Ringan operasional langsung Api Ringan sekali selama Sdr. Agus Star Suka
karyawan/pekerja (APAR) sesuai dengan (APAR) dilapangan dan (APAR) operasi Instansi Pengawas:
ketentuan yaitu: data dianasilis Dinas
Memasang APAR dengan secara deskriptif. Ketenagakerjaan
ketinggian 1,25 m dari lantai dan Perindustrian
dan jarak 15 m antar APAR. Kab. Cilacap
APAR dipasangatau Instansi Penerima
ditempatkan di tempat yang Laporan: DLH Kab.
terlihat jelas dan tidak Cilacap
terhalang.
33
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL) UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UPL)
LOKASI PERIODE BENTUK UPAYA LOKASI PERIODE INSTITUSI PENGELOLA
SUMBER BESARAN BENTUK UPAYA
JENIS DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN DAN PEMANTAUAN KET.
DAMPAK DAMPAK PENGELOLAAN LINGKUNGAN
LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP
Segera mengganti atau isi
ulang pada APAR yang
kadaluarsa/expired.
34