OUTLINE
KONSEP RANCANGAN ARSITEKTUR
1. PEMANFAATAN BANGUNAN GEDUNG TERHADAP FUNGSI BANGUNAN GEDUNG
a. Fungsi Bangunan Gedung
b. Pemanfaatan Ruang Pada Bangunan Gedung
c. Pemanfaatan ruang luar pada persil Bangunan Gedung
2. INTENSITAS BANGUNAN GEDUNG
a. Luas lantai dasar Bangunan Gedung
b. Luas total lantai Bangunan Gedung
c. Jumlah lantai Bangunan Gedung
d. Ketinggian Bangunan Gedung
e. Luas daerah hijau dalam persil
f. Jarak sempadan Bangunan Gedung terhadap jalan, sungai, pantai, danau, rel kereta api,
dan/atau jalur tegangan tinggi
g. Jarak Bangunan Gedung dengan batas persil
h. Jarak antar bangunan Gedung
3. PERSYARATAN ARSITEKTUR BANGUNAN GEDUNG
a. Penampilan Bangunan Gedung
Bentuk Bangunan Gedung
Bentuk Denah Bangunan Gedung
Tampak Bangunan
Bentuk Dan Penutup Atap Bangunan Gedung
Profil, Detail, Material, Dan Warna Bangunan
Batas Fisik Atau Pagar Pekarangan
Kulit Atau Selubung Bangunan
b. Tata ruang dalam Bangunan Gedung
Kebutuhan ruang utama
Bidang-bidang dinding
Dinding-dinding penyekat
Pintu atau jendela
Tinggi ruang
Tinggi lantai dasar
Ruang rongga atap
Penutup lantai
Penutup langit-langit
c. Keseimbangan, Keserasian, Dan Keselarasan Dengan Lingkungan Bangunan Gedung
Tinggi (Peil) Pekarangan
Ruang Terbuka Hijau Pekarangan
Pemanfaatan Ruang Sempadan Bangunan
Daerah Hijau Bangunan
Tata Tanaman
Tata Perkerasan Pekarangan
Sirkulasi Manusia Dan Kendaraan
Jalur Utama Pedestrian
Perabot Lanskap (Landscape Furnihrel)
Pertandaan (Signage)
Pencahayaan Ruang Luar Bangunan Gedung
4. PEMENUHAN PERSYARATAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN
5. PERSYARATAN KESELAMATAN BANGUNAN GEDUNG
a. Sistem struktur Bangunan Gedung
a. Komponen struktur utama
Fondasi
Kolom
Balok
Rangka atap
b. Sistem proteksi kebakaran
Akses dan pasokan air untuk pemadaman kebakaran
Akses petugas pemadam kebakaran ke Bangunan Gedung
Pasokan air untuk pemadam kebakaran
Sarana penyelamatan yang merupakan akses eksit, eksit, keandalan sarana jalan keluar
c. Sistem instalasi listrik
Sumber listrik
Panel Listrik
Instalasi listrik
Sistem Pembumian
6. PERSYARATAN KESEHATAN BANGUNAN GEDUNG
a. Sistem Penghawaan
Ventilasi alami dan/atau mekanis
Sistem pengkondisian udara
Kadar polutan udara dalam ruangan.
b. Sistem Pencahayaan
Pencahayaan alami
Pencahayaan buatan atau artifisial
Tingkat luminansi.
c. Sistem Utilitas
Air bersih
Sumber air bersih
Sistem distribusi air bersih
Kualitas air bersih
Debit air bersih.
Pembuangan air kotor dan/atau air limbah
Peralatan saniter dan instalasi saluran masuk (inlet) atau saluran keluar (outlet)
Sistem jaringan pembuangan air kotor dan/atau air limbah
Sistem penampungan dan pengolahan air kotor dan/atau air limbah
Pembuangan kotoran dan sampah
Saluran masuk (inlet) pembuangan kotoran dan sampah
Penampungan sementara kotoran dan sampah dalam persil
Pengolahan kotoran dan sampah dalam persil
Pengelolaan air hujan
Sistem tangkapan air hujan
Sistem penyaluran air hujan, termasuk pipa tegak dan drainase dalam persil
Sistem penampungan, pengolahan, peresapan, dan pembuangan air hujan
Sistem pemanfaatan air hujan.
d. Penggunaan Bahan Bangunan Gedung
Kandungan bahan berbahaya atau beracun;
7. PERSYARATAN KENYAMANAN BANGUNAN GEDUNG
a. Ruang Gerak Dalam Bangunan Gedung
Jumlah Pengguna Dan Batas Penghunian Bangunan Gedung
Kapasitas Dan Tata Letak Perabot
b. Pandangan Dari Dan Ke Dalam Bangunan Gedung
Pandangan dari dalam setiap ruang ke luar bangunan
Pandangan dari luar bangunan ke dalam setiap ruang
8. PERSYARATAN KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG
a. Fasilitas Dan Aksesibilitas Hubungan Ke, Dari, Dan Di Dalam Bangunan Gedung
Hubungan horizontal antar ruang atau antar bangunan
Hubungan vertikal antar lantai dalam bangunan gedung
b. Kelengkapan Prasarana Dan Sarana Dalam Pemanfaatan Bangunan Gedung
Catatan :
1. Untuk Konsep perancangan paling sedikit meliputi:
a. Data dan informasi
b. Analisis
c. Dasar pemikiran dan pertimbangan perancangan
d. Program ruang
e. Organisasi hubungan ruang
f. Skematik rencana teknis
g. Sketsa gagasan
2. Konsep Perancangan Arsitektur disesuaikan dengan Fungsi dan Kalsifikasi Bangunan Gedung dan
Konsep digunakan sebagai acuan dalam membuat Gambar Rancangan Arsitektur.
3. Setiap Gambar Rancangan arsitektur harus sesuai dengan Konsep Rancang Arsitektur yang sudah di
buat sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2021 Tentang
Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung
4. Konsep Rancangan Arsitektur di buat oleh Tenaga Ahli arsitektur, Sesuai dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun
2017 Tentang Arsitek. Praktik Arsitek adalah penyelenggaraan kegiatan untuk menghasilkan karya
Arsitektur yang meliputi perencanaan, perancangan, pengawasan, dan/atau pengkajian untuk
bangunan gedung dan lingkungannya, serta yang terkait dengan kawasan dan kota.
5. Terkiat dengan Penyusunan Konsep Rancang Arsitektur dapat mengacu pada Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2021 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor
28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung, Peraturan Menteri PUPR, Perda, Perkada, SNI serta
Peraturan Perundang undangan lainnya.
6. Konsep Rancang Arsitektur salah satu dokumen yang harus dibuat dan sebagai dasar diterbitkannya
PBG. Selain itu dengan adanya Konsep Rancang Arsitektur, Gambar rancang Arsitektur nantinya
dapat dijadikan sebagai dokumen As build drawing dalam pengajuan SLF.