DNS Server
Saprandi Lasimpala
- Teknik Komputer Jaringan -
Kompetensi Dasar
Mengevaluasi DNS Server
Mengkonfigurasi DNS Server
Apa Itu DNS?
Domain Name Server atau DNS adalah sebuah sistem yang menghubungkan
Uniform Resource Locator (URL) dengan Internet Protocol Address (IP Address).
Normalnya, untuk mengakses internet, Anda perlu mengetikkan IP Address sebuah
website. Cara ini cukup merepotkan. Sebab, ini artinya, Anda perlu punya daftar
lengkap IP Address website yang dikunjungi dan memasukkannya secara manual.
DNS adalah sistem yang meringkas pekerjaan ini untuk Anda. Kini, Anda tinggal
mengingat nama domain dan memasukkannya dalam address bar. DNS kemudian
akan menerjemahkan domain tersebut ke dalam IP Address yang komputer
pahami.
Misalkan, Anda ingin mengakses Google. Alih-alih menulis [Link] ke dalam
address bar, Anda tinggal memasukkan alamat [Link]
Fungsi DNS
❑ Meminta informasi IP Address sebuah website berdasarkan nama
domain;
❑ Meminta informasi URL sebuah website berdasarkan IP Address yang
dimasukkan;
❑ Mencari server yang tepat untuk mengirimkan email.
Kelebihan DNS
❑ Lebih Mudah untuk Berinternet. Dibanding mengingat deretan angka IP address, tentu
akan lebih nyaman untuk mengingat nama website. Hadinya DNS telah berhasil
menjembatani komunikasi antara pengguna internet dengan komputer.
❑ Lebih Konsisten dalam Penggunaan. Anda bisa menggunakan nama DNS yang sama
meskipun ada perubahan pada IP Address yang digunakan. Dengan demikian, akses
pengunjung ke salah satu website tetap bisa dilakuakan meskipun telah terjadi
penggantian IP Address.
❑ Lebih Mudah Dikonfigurasi. Saat terjadi kendala pada IP Address yang digunakan,
Anda bisa mengganti dengan IP yang berbeda dengan mudah. Cukup dengan melakukan
update data pencocokan DNS dan IP Address. Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut pada
Cara Kerja DNS.
❑ Lebih Aman. Ketika menggunakan sistem DNS, semua aktivitas transfer data online
akan melalui server DNS yang terjaga keamanannya. Sistem tersebut akan mencegah
upaya peretasan yang coba dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Jadi, website
akan menjadi lebih aman.
Manfaat DNS
Bagian-Bagian DNS Root-Level Domain merupakan bagian
tertinggi dari hirarki DNS. Biasanya ia
berwujud tanda titik (.) di bagian paling
belakang sebuah URL.
Top-Level Domain adalah ekstensi yang
berada di bagian depan root-level domain.
Terdapat dua jenis TLD yang umumnya
dipakai. Keduanya, yaitu Generic Top-Level
Domain (GTLD) dan Country Code Top-Level
Domain (CCLTD).
GTLD biasanya menjelaskan sifat institusi dari pemilik web. Katakanlah,
website untuk tujuan komersial biasanya memiliki ekstensi .COM. Lalu,
.EDU untuk institusi pendidikan dan .GOV untuk lembaga pemerintahan.
Di sisi lain, CCLTD merupakan ekstensi yang menjelaskan asal negara
dari pemilik situs. Misalnya, akhiran .ID untuk website Indonesia, .AU
untuk Australia, .UK untuk Inggris, dan sebagainya.
❑ Second-Level Domain ialah nama lain untuk domain itu sendiri. Ia
sering digunakan sebagai identitas institusi atau branding. Dalam
kasus URL [Link], yang dimaksud SLD adalah wikipedia.
❑ Third-Level Domain atau subdomain merupakan bagian dari
domain utama yang berdiri sendiri. Apabila domain diibaratkan
sebagai rumah, subdomain adalah salah satu ruang khusus di rumah
itu sendiri.
❑ Hostname atau bisa disebut juga dengan scheme. Ini merupakan
bagian yang mengawali sebuah URL. Bagian ini menunjukkan
sebuah fungsi dari sebuah website atau halamannya. Contoh paling
banyak digunakan, yaitu HTTPS atau Hypertext Transfer Protocol
Secure.
Bagian-Bagian DNS
Cara Kerja DNS
DNS bekerja dalam tahapan-tahapan. Dimulai proses meminta informasi atau DNS query. Kemudian
dilanjutkan dengan tahapan-tahapan lain seperti DNS recursion, root nameserver, TLD nameserver, hingga
authoritative nameserver.
❑ sistem ini bekerja dalam beberapa langkah melalui sebuah struktur dns. langkah pertama dimulai
dengan dns query, yaitu permintaan informasi tentang alamat ip sebuah website.
❑ sebagai contoh, kita ingin membuka website (misalnya [Link]) menggunakan web browser dengan
mengetikkan nama domainnya.
❑ pertama, server dns akan mencari informasi alamat ip di filehost, yaitu file teks biasa dalam sistem
operasi yang berfungsi untuk mengarahkan hostname ke alamat ip. jika informasi yang dicari tidak
ditemukan, server akan mencari di cache, yaitu komponen hardware atau software yang menyimpan
data untuk sementara.
Macam-Macam DNS
Informasi yang diminta user dalam sistem DNS disebut dengan DNS record. Ada beberapa jenis informasi yang
bisa diminta dalam sistem DNS
❑ A Record atau Address record ─ menyimpan informasi soal hostname, time to live (TTL), dan IPv4 Address.
❑ AAA Record ─ menyimpan informasi hostname dan hubungannya dengan IPv6 address.
❑ MX Record ─ merekam server SMTP yang khusus digunakan untuk saling berkirim email di suatu domain.
❑ CNAME Record ─ digunakan untuk me-redirect domain atau subdomain ke sebuah IP Address. Lewat fungsi satu
ini, Anda tak perlu memperbarui DNS record.
❑ NS Record ─ merujuk subdomain pada authoritative name server yang diinginkan. Record ini berguna jika
subdomain Anda di web hosting berbeda dengan domain.
❑ PTR Record ─ memberikan izin pada DNS resolver untuk menyediakan informasi soal IP Address dan
menampilkan hostname (reverse DNS lookup).
❑ CERT Record ─ menyimpan sertifikat enkripsi atau sertifikat keamanan.
❑ SRV Record ─ menyimpan informasi terkait lokasi komunikasi, semacam Priority, Name, Weight, Port, Points,
dan TTL
❑ TXT Record ─ membawa dan menyalurkan data yang hanya bisa dibaca oleh mesin.
❑ SOA Record ─ bagian yang muncul di awal dokumen DNS zone. Bagian yang sama juga merujuk pada
Authoritative Name Server serta informasi lengkap sebuah domain.
Skema local DNS Server
Ketentuan konfigurasi DNS server dalam jaringan
1. Web Server
IP Address : [Link]/26
Hostname : Server-TEKAJE
OS : Debian 9.8
2. Komputer Klien 1
IP Address : [Link]/26
Hostname : ClientPC
OS : Debian 9.8 (Desktop)
3. Komputer Klien 2
IP Address : [Link]/26
Computer Name : PC Client
OS : Windows 10
Konsep DNS Server
❑ Resolver
Merupakan suatu rutin pustaka yang akan membuat query dan mengirimkannya ke sebuah name-server. Program ini
berjalan pada host serta memili tugas untuk menginterpretasikan respon dari name-server.
❑ Resolution
Merupakan proses pencarian name-server yang memiliki tanggung jawab terhadap suatu domain yang diminta.
❑ Caching
Suatu rutin yang menyimpan hasil pencarian domain
Contoh DNS Server yang Populer
Kesimpulan
❑Kesimpulan DNS adalah hasil pengembangan dari metode pencarian
host name terhadap IP address di Internet.
❑DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti
web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host
name sebuah komputer ke IP address.
❑ Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address
(memetakan). Pada DNS client (resolver) mengirimkan queries ke
Name Server (DNS). Name Server akan menerima permintaan dan
memetakan nama komputer ke IP address Domain Name Space
adalah pengelompokan secara hirarki yang terbagi atas root-level
domains, top-level domains, second-level domains, dan host names
Pertemuan Berikutnya Akan masuk pada materi
“Konfigurasi DNS SERVER pada Debian Server”
THANKS!
Saprandi Lasimpala
Teknik Komputer Jaringan
SMK Negeri 1 Gorontalo
[Link]/[Link]
Please keep this slide for attribution
@saprandy
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons
by Flaticon, infographics & images by Freepik and illustrations by Stories [Link]