BAB 157 PEMBUNUHAN
Setelah para pengintai itu saling bertarung dan beberapa pengintai yang lemah
sudah mati, mereka mulai berhenti saling menyerang. Sekarang para pengintai yang
masih hidup hanyalah mereka yang kuat, oleh karena itu mereka menjadi ragu ragu
tentang apakah harus melanjutkan peperangan ini atau tidak.
Seorang pengintai langsung menegaskan tekadnya dan berbalik lalu melarikan diri
dengan cepat, ia seorang pengintai bukan pembunuh sehingga ia sama sekali tidak
hebat bertarung. Bahkan ia sama sekali tidak memiliki tugas untuk bertarung,
tugasnya hanya mengawasi Sairet sehingga ia memutuskan untuk kembali dan
melaporkan masalah Sairet ke para pembunuh yang sudah disiapkan tuannya.
Para pengintai lain melihat seorang pengintai yang melarikan diri itu, tapi tidak ada
yang berani mengejarnya karena mereka berpikir bahwa semua pengntai disini
adalah musuh. Lagipula tugas mereka adalah mengawasi Sairet, bukan untuk
membunuh. Jadi mereka tidak mengejar orang yang berlari itu sama sekali.
Tidak lama kemudian, seorang pengintai mulai melarikan diri lagi sehingga pengintai
yang lain juga melakukannya hingga hanya ada seorang pengintai yang masih
bertahan karena ia adalah orang terakhir yang belum melarikan diri. Tapi sebagai
orang terakhir maka ia langsung sadar, musuh yang ia lawan dari tadi bukanlah
pembunuh yang dikirim oleh Sairet! Tapi nampaknya mereka orang yang bertujuan
sama yaitu mengawasi dan membunuh Sairet, tapi mereka saling salah paham.
la sebenarnya berpikir untuk mengumpulkan para pengintai itu dan mengajak
bekerja sama karena tujuan mereka sama, tapi karena semua pengintai itu sudah
pergi sehingga ia hanya bisa tersenyum pahit dan merasa bodoh. Mereka memiliki
tujuan yang sama dan bukanlah musuh, jadi mereka bertarung disini seperti orang
bodoh.
Melihat mayat pengintai yang mati di tanah karena kesalahpahaman, pengintai itu
menggelengkan kepalanya lalu pergi. la akan menceritakan kejadian ini ke tuannya
yaitu Celos, mereka mungkin bisa saling bekerja sama dengan pembunuh lain agar
memperbesar kemungkinan berhasil.
Kereta dimana Myro dan Sairet berada masih terus berjalan tanpa ada yang
menyadari keberadaan para pengintai itu, kecuali Iris yang sedang tersenyum
sambil melihat jendela pada kereta dan berkata "Hanya dengan kekuatan kecil ini,
kalian pikir bisa mengalahkan ku?".
Myro yang berada di depan Iris dan hampir tertidur langsung terbangun karena
perkataan Iris yang tiba-tiba dan berkata "Apakah kau mengatakan sesuatu?".
Iris langsung mengalihkan penglihatannya ke Myro dan berkata sambil tersenyum
"Tidak apa-apa, aku hanya melihat beberapa hewan kecil yang mencoba menggigit
kita".
Myro langsung mengerti maksud perkataan Iris, tapi Myro sama sekali tidak khawatir
karena disini ada Iris jadi Myro duduk kembali dan mulai menutup matanya untuk
tidur. Walaupun Myro tidur, sebenarnya ia masih menajamkan telinganya jadi
selama musuh atau sesuatu mendekati kereta maka Myro akan langsung terbangun
dan bersiap menyerang. Lagipula apa yang paling awal diajari ayah Myro pada Myro
adalah selalu berhati-hati di semua keadaan, jadi Myro selalu menajamkan
pendengarannya tidak peduli apapun yang terjadi.
Iris melihat wajah tidur Myro dan tersenyum sambil berkata dipikirannya "Aku benar
benar tidak mengerti, kenapa setiap kali kau melakukan perjalanan maka akan
selalu ada musuh yang merepotkan? Jika aku tidak ada disini maka kau mungkin
akan bertemu dengan masalah, tapi kau tidak perlu khawatir karena jika aku ada
disini maka aku akan melindungi mu".
-----------
Pada saat hari mendekati malam, kereta berhenti di tengah jalan untuk membuat
makanan. Walaupun Sairet sudah memutuskan bahwa mereka tidak akan pergi ke
penginapan untuk beristirahat pada malam hari dan tetap berjalan, tapi jika itu untuk
makan maka masakan perlu dibuat terlebih dulu. Oleh karena itu kereta berhenti
dan semua orang mulai turun dari kereta untuk beristirahat.
Sairet merasa bahwa mereka harus pergi ke Federasi Rast secepat mungkin,
karena hal ini sehingga ia mengatakan bahwa tidak perlu ke penginapan untuk
beristirahat pada malam hari dan membiarkan kusir kuda untuk bergantian
membawa kereta dan beristirahat. Myro sama sekali tidak keberatan dengan ide
tersebut, Sairet adalah orang kaya dan bisa membawa banyak kusir kuda
berpengalaman sehingga hal ini sama sekali tidak sulit.
Myro juga merasakan bahwa kereta berhenti dan membuka matanya, Myro
menyadari bahwa Iris sekarang sedang menatap dirinya yang tertidur sambil berkata
"Apakah kau sudah bangun?".
Myro langsung berdiri tegak karena terkejut dan membersihkan air dari mulutnya,
Myro tidak pernah berpikir bahwa Iris akan melihat dirinya yang tertidur seperti ini.
Untungnya Myro sama sekali tidak tahu bahwa Iris sama sekali belum beristirahat
selama perjalanan ini, ia terus melihat Myro yang tertidur seharian. Jika Myro
mengetahui hal ini maka ia akan merasa lebih malu.
Myro langsung berdiri dan berkata "Ayo kita pergi makan".
Iris mengangguk dan juga berdiri dari kereta, Frize serta Liras dan Tina juga baru
bangun sehingga mereka sama sekali tidak menyadari sesuatu yang aneh dari
wajah Myro. Mereka turun dari kereta dan sudah bisa melihat banyak orang yang
mulai memasak, Sairet melambaikan tangannya dan berkata "Myro, disini! Aku
sudah menyiapkan makanan untuk kalian!".
Myro tersenyum dan memimpin semua orang berjalan menuju Sairet, selama 9
bulan bekerja sama ini maka Myro dan Sairet sudah cukup dekat. Apalagi Sairet
yang benar-benar sangat tersentuh terhadap Myro.
Semua orang tahu bahwa kamar dagang Sairet menjadi terkenal karena dukungan
pakaian Myro, jadi banyak orang yang mengajak Myro bekerja sama. Bahkan orang-
orang dari kamar dagang Pile yang juga bertarung dengan Sairet, mereka sama
sekali tidak bisa duduk diam melihat Sairet menang sehingga mencoba menarik
Myro. Mereka juga berencana memberikan keuntungan yang sangat besar pada
Myro, Sairet merasa bahwa Myro pasti akan pergi karena keuntungan tersebut
sama sekali tidak bisa ditolak.
Tapi Sairet tidak akan melupakan hari itu, dimana Myro melihat orang-orang ini
dengan aneh dan berkata "Kalian salah paham, aku dan Sairet adalah teman jadi
bagaimana mungkin aku meninggalkannya".
Saat itu Sairet benar-benar tersentuh dengan perkataan Myro dan menganggap
Myro sebagai teman yang sangat dekat, bahkan Myro seperti keluarga Sairet sendiri
yang sebenarnya.
Oleh karena itu, Sairet sangat dekat dengan Myro dan bahkan Sairet bisa dibilang
sangat mempercayai Myro. Karena hal ini juga sehingga Sairet langsung setuju
membawa petualang rank A dari ayahnya untuk perjalanan ini, bagaimanapun ini
adalah perkataan Myro.
-----------
Ketika semua orang sedang sibuk membuat makanan di dekat Sairet dan Myro, ada
beberapa orang dengan pakaian hitam mendekati tempat Myro dan Sairet berada.
Ada lebih dari 50 orang berpakaian hitam dan membawa senjata seperti belati pada
diri mereka, dengan sekali lihat maka seseorang dapat mengetahui bahwa orang
orang ini adalah pembunuh.
Ada 3 pembunuh yang memimpin lebih dari 50 pembunuh ini dan kekuatan 3 orang
pembunuh ini adalah rank A, tugas yang mereka dapatkan adalah membunuh Sairet
sebelum mereka mencapai wilayah Federasi Rast jadi mereka memutuskan untuk
melakukan tugas tersebut hari ini. Semakin lama mereka tidak melakukan tugas ini
maka waktu yang mereka miliki akan semakin sedikit, karena itu para pembunuh ini
memutuskan dengan tegas bahwa hari ini akan menjadi malam kematian Sairet.