BAB 162: MENGETAHUI RENCANA MUSUH
Sairet membawa Myro dan yang lainnya ke sebuah villa mewah di ibukota ini, villa
mewah ini terletak di samping villa Sairet jadi mereka bisa saling bertemu dengan
mudah. Myro juga sama sekali tidak keberatan, apalagi melihat villa mewah yang
mirip dengan villa barat di bumi.
Myro harus mengakui bahwa kota-kota di Federasi Rast jauh lebih berkembang
daripada Kota Labirin ataupun Kerajaan Pengetahuan, bahkan kota perdagangan
yang merupakan kota paling kaya di Kerajaan Pengetahuan sama sekali tidak
sekaya kota-kota di Federasi Rast. Jadi Myro harus mengakui bahwa kota di
Federasi Rast sangat maju dan kaya daripada kota-kota lain yang pernah dilihat
oleh Myro.
Sebelum pergi ke villa mereka, Sairet langsung memberitahu Myro "Myro, kau bisa
kemanapun di kota ini selama 3 hari setelah itu maka pemilihan kepala kamar
dagang Pile akan dilakukan. Aku membutuhkan bantuan mu, lagipula kau adalah
rekan bisnis rumah lelang ku".
Myro mengangguk dan berkata "Jangan khawatir, aku pasti akan datang
membantu".
Setelah mendapatkan persetujuan Myro, Sairet tersenyum dan kembali ke villanya
juga. Sairet berbeda dengan Myro, ia memiliki banyak pekerjaan yang harus
dilakukan seperti menemui ayahnya atau bersiap untuk pemilihan kepala kamar
dagang.
Sairet sangat curiga dengan tindakan para anak muda dari kamar dagang Pile yang
lain, Sairet curiga karena mereka sama sekali tidak mengirim pembunuh untuk
membunuh dirinya sendiri. Lebih tepatnya Myro dan yang lainnya menyelesaikan
pembunuh itu secara diam-diam sehingga Sairet sama sekali tidak mengetahui hal
itu. Oleh karena itu, Sairet menjadi curiga dan berpikir bahwa kemungkinan besar
orang-orang itu pasti memiliki rencana lain untuk mengalahkan dirinya. Sairet
percaya bahwa orang-orang itu sama sekali tidak akan menyerah dengan mudah,
bagaimanapun siapa yang tidak tertarik dengan kekuatan dan kekuasaan sebagai
kepala kamar dagang Pile.
Setelah melihat Sairet yang pergi, Myro dan yang lainnya datang ke villa tersebut.
Gerbang besar villa terbuka secara perlahan lahan dan puluhan penjaga berdiri
sambil membungkuk untuk menyambut Myro dan yang lainnya. Baik itu Myro, Tina,
Liras dan Frize merasa sangat aneh karena mereka hampir tidak pernah disambut
seperti ini.
Walaupun Myro juga diperlakukan dengan hormat seperti ini ketika berada di
Kerajaan Dark Elf, Kerajaan Angin Hitam dan Hutan Elf, tapi Myro yang berasal dari
bumi merasa sama sekali tidak cocok disambut seperti ini.
Iris sama sekali tidak merasakan apapun dengan apa yang dilakukan orang-orang
disekitarnya, lagipula Iris adalah orang yang sudah bertarung melawan pasukan
raja iblis jadi ia merasa bahwa hal ini hanyalah masalah kecil dibandingkan
peperangan melawan raja iblis.
------------
Sairet yang baru kembali ke. villa segera mengganti pakaiannya menjadi pakaian
yang lebih sopan, lalu ia pergi bersama beberapa pelayan dan pengawal menuju
rumah kepala kamar dagang Pile yaitu tempat dimana ayahnya berada.
Saat kereta melewati berbagai tempat di kota, para penduduk mulai berteriak
dengan ramah lagi ke Sairet. Tapi itu sama sekali tidak menghentikan kereta kuda
Sairet yang langsung tiba di rumah ayahnya.
Villa ayah Sairet jauh lebih besar daripada villa Sairet sendiri, lagipula Sairet sama
sekali belum menjadi kepala keluarga sehingga villa yang ia miliki sama sekali tidak
berbeda dengan villa anak-anak muda dari keluarga Pile yang lain.
Gerbang perlahan-lahan terbuka dan kereta kuda Sairet langsung menuju ke arah
villa. Setelah sampai di villa, seorang pelayan membungkuk hormat kepada Sairet
dan membawanya menuju ayahnya.
Pelayan itu hanya membawa Sairet sampai ke depan sebuah pintu yang merupakan
pintu ruang kerja ayah Sairet, lalu pelayan itu pergi dengan hormat karena ia hanya
diberitahu untuk membawa Sairet sampai disini.
Melihat pelayan itu pergi, Sairet menarik nafas dan melihat pintu di depannya
dengan hormat. Bagi Sairet, ayahnya adalah orang yang paling ia hormati jadi
Sairet selalu berusaha sebaik mungkin untuk terlihat baik di depan ayahnya.
Sairet mengetuk pintu tersebut dengan lembut karena takut menganggu ayahnya
yang bekerja, sebuah suara tua dan ramah datang dari balik pintu "Kau bisa
membuka pintunya".
Sairet membuka pintu lalu membungkuk dengan hormat sambil berkata "Lama tidak
bertemu, ayah".
Seorang pria tua dengan rambut hitam dan berusia sekita 50 tahun sedang duduk di
meja dan sibuk menulis kertas yang ada di atas meja, dapat dilihat dari mata lelah
pria tua itu bahwa ia sudah sangat lelah tapi pria ini adalah kepala kamar dagang
Pile yang sekarang jadi semua waktu sangat berharga baginya. Tidak ada
sedikitpun waktu untuk beristirahat karena kekuasaan yang besar juga memiliki
tanggung jawab yang besar, jika ayah Sairet melakukan sedikit kesalahan maka
puluhan atau ratusan orang mungkin bisa mati. Jadi ayah Sairet selalu berusaha
untuk bekerja sebaik mungkin, tidak seperti yang dipikirkan Celos yang orang lain
dari keluarga Pile yang hanya berpikir bahwa setelah menjadi penguasa maka akan
menjadi sangat dihormati dan ditakuti.
Sairet merasa air mata akan jatuh dari matanya saat melihat ayahnya yang sudah
tua dan lelah tapi masih berusaha bekerja tanpa henti, tapi Sairet sama sekali tidak
menangis dan membungkuk sedikit sambil berkata lagi "Ayah, saya rasa anda perlu
beristirahat. Jika terus seperti ini maka keadaan tubuh ayah akan menjadi buruk,
kesehatan adalah yang paling penting".
Ayah Sairet menghentikan gerakan alat tulisnya dan mengangkat kepalanya sambil
tersenyum senang lalu berkata kepada Sairet "Sepertinya anakku sudah semakin
dewasa, meskipun ia bertambah gemuk lagi".
Sairet tersenyum malu ketika mendengarkan perkataan ayahnya, ayah Sairet hanya
tersenyum melihat senyum malu anaknya itu dan berkata "Jangan berdiri disana,
ayo duduk".
Sairet mengangguk dan menutup pintu ruangan itu lalu duduk, ayah Sairet juga
meminum teh hangat yang ada di meja dan berkata lagi "Sairet, kau sama sekali
tidak perlu khawatir dengan tubuhku karena aku hanya perlu bekerja lagi selama
beberapa hari sebelum seseorang menggantikan ku. Nampaknya anakku sama
sekali tidak mengecewakan dan akan menjadi pengganti diriku".
Sairet berkata tanpa kesombongan sedikitpun "Saya merasa senang karena tidak
mengecewakan ayah, tapi semua yang Sairet lakukan ini dapat terjadi karena
bantuan dari teman-teman saya. Jadi kehormatan yang saya dapatkan adalah kerja
sama saya dan teman-teman saya juga".
Ayah Sairet mengangguk dan berkata "Kata kata yang tepat, teman sangat penting
dan harus dilindungi dengan baik".
"Saya mengerti ayah", kata Sairet dengan tegas.
Ayah Sairet melihat anaknya yang sudah dewasa ini lalu berkata lagi "Sairet, aku
sudah mendengar beberapa berita baru baru ini bahwa ada beberapa anggota
keluarga kerajaan dan bangsawan dari kerajaan lain yang datang ke wilayah kita,
nampaknya mereka datang dengan ajakan dari pamanmu, Celos".
Wajah Sairet langsung berubah dan berkata "Apakah paman Celos berusaha
menarik dukungan dari kerajaan lain untuk menjadi kepala kamar dagang?".
Ayah Sairet mengangguk lalu menghela nafas sambil berkata "Tidak ada aturan
yang melarang hal tersebut, tapi tidak ada keluarga Pile yang pernah melakukannya
juga".