Desain Op-Amp: Inverter, Integrator, Multivibrator
Desain Op-Amp: Inverter, Integrator, Multivibrator
Tugas Akhir
Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman, Yogyakarta 55501
Telp. (0274) 895007, 895287 Faks.(0274) 89 500 7 Ext. 131
E-mail : triassuwasto@[Link]
Abstrak
Op amp sebagai inverter, integrator, dan astable multivibrator sangat penting peranannya dalam rangkaian-
rangkaian elektronika. Desain dan pengujian inverting, integrator dan multivibrator astabil merupakan modul
untuk pembelajaran tentang manfaat op amp. Sesuai dengan konsep nya modul ini digunakan untuk
pembelajaran op amp yaitu op amp sebagai Inverting, integrator, dan astable multivibrator. Modul
digunakan untuk penunjang praktikum elektronika, sesuai yang diharapkan modul dapat bekerja dengan baik.
Dalam pembelajaran OP Amp input masukan adalah signal berupa tegangan dengan variasi bentuk
gelombang menggunakan AFG, Op amp sebagai pengolah dan keluarannya masih berupa signal yang sudah
mengalami pemrosesan dilihat dengan oscilloscop. Op Amp untuk Berbagai macam aplikasi tersebut
menggunakan seri Opamp LM741. Rangkaian Op Amp inverting input berupa gelombang kotak dimasukkan
ke op amp, keluarannya berupa gelombang kotak dengan perubahan fase gelombang(terbalik). Op amp
sebagai integrator input berupa gelombang kotak masuk ke op amp keluaran berupa gelombang gigi gergaji
fungsi diferensial. Op amp sebagai astable multivibrator, keluaran adalah gelombang kotak dengan frekuensi
tertentu.
+ Vcc
2.2 LM 741
Rc
LM741 adalah Operational amplifiers yang
Rc
mempunyai kemampuan standart industri. Fungsi
LM741 dapat menggantikan ic operational
Vin1 Vin2 amplifiers jenis lain diantaranya 709C,lm201,
MC1439 dan 748 dalam berbagai macam
rangkaian.
Re
-
Ve
Gambar 1. Dasar Op-Amp sederhana
e
3. PERANCANGAN
3.1 Gambaran Umum Sistem
Perangkat keras yang digunakan adalah
modul pratikum untuk mempelajari beberapa
macam fungsi dari Operational amplifiers. Fungsi
Gambar 5. Simbol resistor Op-Amp yang akan di pelajari adalah Op-Amp
sebagai
1. Inverting
2.4 Kapasitor 2. Integrator
Kondensator atau sering disebut 3. Multivibrato astabil
sebagai kapasitor adalah suatu alat yang
dapat menyimpan energi di dalam medan listrik,
dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan
internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki
satuan yang disebut Farad dari namaMichael
Gambar 8. Diagram blok system
Faraday. Kondensator juga dikenal sebagai
"kapasitor", namun kata "kondensator" masih
Sistem yang dibuat digunakan untuk
dipakai hingga saat ini. Pertama disebut
percobaan mahasiswa dilaboratorium sehingga
oleh Alessandro Volta seorang
mahasiswa mengetahui kegunaan Op-Amp
ilmuwan Italia pada tahun 1782 (dari bahasa
diantaranya op amp sebagai penguat inverting,
Itali condensatore), berkenaan dengan
multivibrator astabil selain itu Op-Amp untuk
kemampuan alat untuk menyimpan suatu muatan
integrator. Dalam pembuatan system ini akan
listrik yang tinggi dibanding komponen lainnya.
dilengkapi dengan penggunaan secara nyata pada
Kebanyakan bahasa dan negara yang tidak
aplikasi dalam kehidupan sehari hari.
menggunakan bahasa Inggris masih mengacu
pada perkataan bahasa Italia "condensatore",
bahasa Perancis condensateur, Indonesia 3.1.1 Op-Amp Sebagai Inverting
dan Jerman Kondensator atau Spanyol Condensa Op-Amp sebagai inverting atau
dor. pembalik, outputnya berlawanan polaritas dangan
input op amp. Jadi ada tanda minus pada rumus
Kondensator diidentikkan mempunyai dua keluaran. Penguatan inverting amplifier adalah
kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta bisa lebih kecil nilai besaran dari 1, misalnya -
memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk 0.2 , -0.5 , -0.7 , dst dan selalu negatif. Rumus nya
tabung. :
i 1=i 2
Vi−V V −Vo
=
R1 Rf
V i xR f =−V o xR i
Gambar 6. Lambang kondensator Vo Rf
(mempunyai kutub) pada skema =−
elektronika. Vi R1
Rf
Sedangkan jenis yang satunya lagi V o =− V
kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak R1 i
mempunyai kutub positif atau negatif pada .................................(2)
I2
kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih
Rf
berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti
tablet atau kancing baju. I2
Vo
Vi
Ri
4
( )
v in−v2 d
R1
=C F ( v −v )
dt 2 o
Gambar 9. Inverting Amplifier ,
Op-Amp untuk inverting yang akan karena v1 = v2 ¿ 0,
dibuat dengan merangkai Op-Amp sesuai pada karena penguatan A terlalu besar, sehingga
( dtd ) . (−v )
Gambar 10. Dibutuhkan AFG sebagai input dan vin
keluarannya dibaca menggunakan osciloskop. =C F o
R1
R1
t v in t d
10k
∫0 R dt=∫0 C F (−v o )dt=C F (−v o )+v 0|t=0
dt
1
R 2 10k
Sehingga persamaannya menjadi :
4
5
LM741
2 -
AFG +
6
1
∫0 v in dt+C =− 1 Δt . ΔV i
O U T (C R O y )
AFG -
3 +
t
v o =−
R1 CF RC
U1
7
1
I N P (C R O X)
........(4)
GND
Batas frekuensi yang dilalui oleh capasitor dalam
rangkaian integrator adalah
1
Gambar 10. Rangkaian Inverting Amplifier f o=
2 πR1 C F
R1 dan R2 menggunakan resistor dengan nilai Biasanya rangkaian untuk aplikasi ini
yang sama yaitu 10 kohm, sesuai dengan rumus ada penambahan tahanan yang diparalel dengan
jika R1 dan R2 sama maka penguatannya adalah 1 kapasitor dengan dinama RF. Seperti pada
kali. Dengan rangkaian yang sama dicoba dengan Gambar 12 rangkaian integrator yang belum di
beberapa perubahan pada nilai resistornya. tambah tahanan yang diparalel dengan kapasitor.
Melakukan percobaan dengan perubahan harga Nilai ROM adalah antara nol sampai dengan R1.
resistor, sesuai pada Tabel 1. Perhitungan nilai untuk RF berkaitan dengan
Tabel 1. Variasi resistor untuk percobaan komponen lainnya yaitu fa< fb dimana rumus fa
No R2(kohm) R1(kohm) adalah :
1 10 13 1 1
f b= f a=
2 4,7 10 2 πR1 C F ,
2 πR F C F , misal
3 12 15 fa=fb/10
4 15 20 iF
CF
IB
diabaikan karena sangat kecil nilainya
sehingga : 1
i ≃i F . Gambar 11. Rangkaian Integrator op-amp
sederhana
Arus pada kapasitor adalah
dvC RF
iC =C
dt ,
yang sama dengan iF , sehingga R1
CF
vi Vo
ROM
5
R 10k
4
5
C1 0,05 uf LM741
2 -
6
O U T (C R O X)
Gambar 12. Rangkaian Integrator op-amp untuk R2 10k
3 +
aplikasi (praktis) U1
7
1
R1
C1 11,6k
1 uF GND
R 2 10 k Ga
4
5
LM 74 1
2 -
AFG +
AFG -
3 +
6
O U T (C R O y )
mbar 14. Rangkaian Multivibrator Astabil
U1 3.3 Power Supply
7
1
IN P (C R O X)
Power supply yang digunakan dalam
pembuatan Op-Amp untuk berbagai macam
GND
aplikasi , berupa catu daya +12 Volt dan -12 Volt.
Trafo yang digunakan adalah trafo 1 A CT.
Gambar 13. Rangkaian Integrator untuk Fungsi trafo dalam rangkaian ini untuk
percobaan menurunkan tegangan dari 220 V AC ke 15 Volt
AC. Untuk merubah tegangan AC ke DC
Op-Amp sebagai integrator untuk menggunakan dioda bridge 1 A, dan untuk
percobaan membutuhkan dapat dilihat pada menurunkan tegangan 15 V DC ke +12 Volt DC
Gambar 3.8. Input dari AFG berupa gelombang menggunakan regulator LM7812, sedangkan
kotak. Keluaran dari rangkaian ini seharusnya untuk tegangan negative 12 volt menggunakan
berupa gelombang gergaji 7912. Op amp Rangkaian power supply
ditunjukkan pada Gambar 15.
3.2 Op-Amp Sebagai Multivibrator Astabil
Rangkaian ini seperti rangkaian 1 T3 5
D6
1
U8
L M 7 8 1 2 C / TO 2 2 0
3
+1 2 V o lt
220 V
PLN 6 BR ID G E
GND
+
TR A N S F O R M E R C T
8 3 - 1
C 17
2
negatif. C 18
2200 uF / 25 V
100 nF
2
Perhitungannya :
R1 C 18 C 17
R1 + R 2 (
v 1= −V sat ) 2200 uF / 25 V 100 nF
1
GND
-1 2 V o lt
dan 2
IN OUT
3
R1
L M 7 9 1 2 C / TO 2 2 0
U9
v 1=
R1 + R 2
( + V sat ) Gambar 15. Rangkaian dual power supply 12 volt
....................(5)
4. PENGUJIAN DAN ANALISIS KINERJA
( )
2 R1 + R 2 SISTEM
T =2 RC
R1 4.1 Metode Pengujian
ln atau
1 Berdasarkan spesifikasi sistem yang
f o=
2 RC ln [ ( 2 R 1 + R2 ) / R2 ] telah dijelaskan sebelumnya, selanjutnya
....(6) dilakukan pengujian terhadap sistem
menggunakan beberapa metode pengujian.
R =1.16 R 1 Tujuan pengujian ini untuk membuktikan apakah
Untuk 2 maka nilai sistem yang diimplementasikan telah memenuhi
1 spesifikasi yang telah direncanakan sebelumnya.
f o=
2 RC Hasil pengujian akan dimanfaatkan untuk
Op-Amp sebagai multivibrator astable menyempurnakan kinerja sistem dan sekaligus
dengan merangkai rangkaian sesuai pada Gambar digunakan dalam pengembangan lebih lanjut.
3.9, melihat hasil keluaran frekuensi yang
terbentuk menggunakan osciiloscop. Metode pengujian dipilih berdasarkan
Gambar rangkaian seperti berikut ini fungsi operasional dan beberapa parameter yang
ingin diketahui dari sistem tersebut. Data yang
diperoleh dari metode pengujian yang dipilih
6
f=1000 Hz
No R1(kohm) R2(kohm Vin Vout Penguatan
frekuensi gelombang input sama dengan frekuensi )
gelombang output. Perbedaan antara input dan
outuput pada fasa gelombangnya, yaitu
gelombang keluaran fasanya berkebalikan (fungsi 1 10 13 0,5 0,5 1x
Volt Volt
inverting/ pembalik).
2 4,7 10 0,5 1 2x
Volt Volt
4 15 20 0,5 1 2x
Dari hasil pada Gambar 4.6 ferkuensi
Volt Volt gelombang input sama dengan frekuensi
gelombang output. Perbedaan pada perubahan
bentuk gelombang. Input gelombang berupa
Dengan input Vin= 0,5 Volt maka diperoleh gelombang kotak akan berubah menjadi
keluaran seperti pada table gelombang gigi gergaji.
f o=
1
2 x 10000 x 1−6
8
f o=50 Hz
5. PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan perancangan, pembuatan,
pengujian alat, dan pembahasan, maka dapat
diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Op-Amp untuk Berbagai macam
aplikasi erdiri dari bagian input
yaitugelombang kotak / gigi gergaji yang
dibangkitkan menggunakan AFG
pengolah berupa Ap-Amp dan bagian
output berupa perubahan gelombang
(penguat,inverting, fungsi integral,
pembangkit frekuensi) hasil dilihat
menggunakan CRO.
2. Rangkaian Op-Amp Inverting input
berupa gelombang kotak dimasukkan ke
op amp, keluarannya berupa gelombang
kotak dengan fasa yang terbalik/
inverting. Op-Amp sebagai integrator
input berupa gelombang kotak masuk ke
Op-Amp keluaran berupa gelombang
gigi gergaji/ fungsi integral. Op-Amp
sebagai mutivibrator astable keluaran
dari rangkain ini adalah gelombang
kotak, besarnya frekuensi bisa dirubah
dengan penggantian nilai r dan c.
5.2 Saran-saran
Penelitian ini dapat dikembangkan lagi
untuk mencapai hasil yang lebih baik.
Diantaranya yaitu dengan menambah jumlah
percobaan, karena masih banyak fungsi Op-Amp.
DAFTAR PUSTAKA