Implementasi OSS RBA untuk Kemudahan Berusaha
Implementasi OSS RBA untuk Kemudahan Berusaha
ABSTRAK
Kendala utama dalam mewujudkan kemudahan berusaha di Indonesia adalah masalah perizinan dalam
berusaha. Pemerintah telah melahirkan PP Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha
Terintegrasi secara Elektronik. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan
Berusaha. SekaOnline Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) merupakan program
pelaksanaan izin usaha berbasis risiko yang merupakan penyempurnaan dari OSS sebelumnya yaitu
OSS versi 1.1 dengan tujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses perizinan usaha
berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Implementasi Perizinan Berusaha
Berbasis Risiko. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis implementasi e-
government melalui RBA OSS di DPMPTSP Provinsi Sumatera Utara, serta kendala dalam
implementasinya. Konsep teori yang digunakan peneliti adalah teori elemen keberhasilan
implementasi E-government oleh Indrajit (2016:11) yaitu elemen Support, Capacity dan Value.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan analisis data yang meliputi reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa
pelaksanaan RBA OSS di DPMPTSP Provinsi Sumatera Utara berjalan dengan baik dan berhasil
dilaksanakan atas dasar dukungan pemerintah khususnya DPMPTSP Provinsi Sumatera Utara,
kapabilitas atau kapasitas yang tersedia seperti infrastruktur pendukung dan tenaga ahli. dan sumber
daya manusia yang kompeten, serta manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh pemerintah, tetapi juga
dirasakan oleh pelaku usaha/pelamar. Faktor penghambat dalam implementasinya adalah rendahnya
sumber daya manusia program RBA OSS dan sistem yang dikelola lembaga OSS masih dalam tahap
penyempurnaan.
1
A. Pendahuluan Pemerintah kembali menyempurnakan OSS
Seiring dengan berkembangnya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 5
teknologi informasi, segala kegiatan sudah Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan
semakin maju terlebih pada proses Perizinan Berusaha Berbasis Risiko serta
pelayanan publik sektor pemerintahan. Peraturan Badan Koordinasi Penanaman
Pelayanan publik terus bertransformasi Modal (BKPM) Nomor 3 Tahun 2021
dalam menciptakan pelayanan yang efektif tentang Sistem Perizinan Berusaha Berbasis
dan efesien serta terus berkembang seiring Risiko Terintegrasi Secara Elektronik,
dengan perkembangan zaman. Pelayanan sebagai aturan turunan pelaksanaan UU
publik terus bertransformasi sesuai dengan Cipta Kerja di sektor penanaman modal.
kebutuhan zaman yang semakin modern. E- Penyelenggaraan perizinan berusaha
government atau pemerintahan elektronik berbasis risiko bertujuan untuk
merupakan bentuk penyelenggaraan meningkatkan ekosistem investasi dan
pemerintah yang memanfaatkan teknologi kegiatan berusaha, melalui (Pasal (3) PP
informasi dalam penyelenggaraan 5/2021):
pemerintahannnya. Semua system sudah a. pelaksanaan penerbitan Perizinan
terdigitalisasi yang memungkinkan Berusaha secara lebih efektif dan
terintegrasinya pemerintah, swasta dan sederhana;
masyarakat sehingga aktif berpartisipasi b. pengawasan kegiatan usaha yang
dalam proses penyelenggaraaan transparan, terstruktur, dan dapat
pemerintahan. dipertanggungjawabkan sesuai
Hal ini membuat pemerintah dengan ketentuan perundang-
Indonesia terus berupaya untuk undangan.
memperbaiki dan meningkatkan efektivitas Kegiatan Perizinan Berusaha
dan efisiensi kegiatan usaha melalui Berbasis Risiko ini merupakan
percepatan pelaksanaan berusaha yang penyempurnaan yang terus dilakukan oleh
mana tersusun di dalam Peraturan Pemerintah dalam memberikan pelayanan
Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang publik yang prima terutama untuk perbaikan
Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi iklim usaha sekaligus melindungi ekosistem
Secara Elektronik sebagai harapan agar baik lingkungan hidup maupun lingkungan
birokrasi dalam pelayanan masyarakat sosial. Untuk mendukung hal tersebut, maka
(pelaku usaha) berlangsung secara efektif. Pemerintah menyempurnakan system
Namun, dalam implementasinya OSS yang perizinan berusaha terintegrasi secara
telah dilaksanakan pada tahun 2018 belum elektronik yang sebelumnya yaitu OSS versi
menjawab kemudahan berusaha dengan 1.1 menjadi OSS RBA.
ditandai tidak terjadi perubahan yang Online Single Submission Risk
signifikan terhadap peringkat kemudahan Based Approach (OSS-RBA) adalah
berusaha, legalitas yang tidak sah, serta perizinan berusaha yang diberikan kepada
belum maksimal dikarenakan sosialisasi pelaku usaha untuk memulai dan
yang belum tersampaikan secara merata menjalankan kegiatan usahanya yang dinilai
serta kurangnya publikasi sehingga berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha.
masyarakat belum mengetahui terkait OSS Berbasis Risiko wajib digunakan oleh
system perizinan dan aplikasi yang Pelaku Usaha, Kementrian/Lembaga,
disediakan pemerintah. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah, Administrator KEK dan
pemerintah terus berupaya memperbaiki Badan Pengusahaan KPBPB (Kawasan
program OSS demi terciptanya iklim Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas).
investasi yang semakin baik. Untuk mengetahui perbedaan antara OSS
Pada bulan Agustus tahun 2021, v.1.1 dan OSS RBA dapat diidentifikasi
6
dalam tabel berikut : Perizinan dibayarka
Tabel 1 Perbedaan OSS 1.1 dan yang harus n secara
OSS RBA dimohonka online
N KOMPO OSS 1.1 OSS n melalui melalui
o NEN RBA Kementeria system,
1. Dasar PP Nomor PP n atau berdasark
Hukum 24 Tahun Nomor 5 Lembaga an
2018 Tahun terkait ketentuan
2021 dan/atau Penerima
2. Klasifikasi Berdasar Berdasar Daerah. an
Usaha Pada pada Negara
Jumlah Resiko Bukan
Modal dari Pajak
kegiatan (PNBP)
Usaha atau
3. Skala - Mikro - Resik Retribusi.
Usaha - Kecil, o 7. Pengawasa Tidak Terdapat
- Menen renda n terdapat subsistem
gah, h system pengawas
- Besar - Resik pengawasa an. (Pasal
o n khusus 211 PP
Mene 5/2021).
ngah
Rend Sumber: Data Olahan Peneliti 2022
ah Dapat dilihat perbedaan dari OSS 1.1
- Resik dengan OSS-RBA. OSS 1.1 perizinan
o berusaha tidak dibedakan berdasarkan resiko
Mene dan skala usaha, sedangkan OSS RBA
ngah perizinan dibedakan berdasarkan resiko dan
Tingg skala kegiatan usaha sehingga memudahkan
i pelaku UMKM dengan tingkat usaha rendah
- Resik untuk mengantongi perizinan berusaha
o dengan mudah. Kelemahan dari sistem OSS
tinggi 1.1 diantaranya adalah permohonan izin
4. Penetapan Berdasarka Berdasar usaha mendasar pada skala usaha, dimana
Pemenuha n Skala kan pada skala usaha ini ada 4 (empat) yaitu mikro,
n Usaha dan KBLI kecil, menengah dan skala besar. Dari
Komitmen KBLI dan Skala semua skala ini memerlukan adanya izin
Usaha usaha. Namun yang membedakan adalah
5. Waktu Tidak Setiap ketika pemohon memilih skala mikro, maka
Memiliki Jenis izin usaha akan serta merta berlaku efektif
Standar Perizinan sehingga tidak memerlukan pemenuhan
Waktu Memiliki komitmen. Izin usaha skala mikro ini
Pengurusa Standar berlaku untuk semua sektor usaha, baik itu
n Waktu sektor industri sekalipun. Hal ini tentu akan
Jelas berdampak pada lingkungan dan lain lain di
6. Biaya Masih Semua masyarakat. Dan seringkali kegiatan
terdapat biaya berjalan diluar kendali pemerintah.
3
Sejalan dengan hal tersebut penerbitan kegiatan usaha. Setelah
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diterapkannya Peraturan Pemerintah Nomor
melalui Dinas Penanaman Modal dan 5 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Perizinan Berusaha Berbasis Resiko melalui
bersama dengan Perangkat Daerah teknis OSS RBA, pelaku usaha yang telah
menindaklanjuti dengan seluruh melaksanakan izin berusaha pada periode
pelaksanaan perizinan berusaha di daerah Agustus sampai dengan Desember sudah
dilaksanakan melalui (OSS-RBA), berjumlah 691 pelaku usaha dengan 4
merupakan sistem elektronik terintegrasi (empat) tingkatan resiko. Dan mengalami
yang dikelola dan diselenggarakan oleh peningkatan jumlah pelaku usaha yang
Lembaga OSS untuk penyelenggaraan menerbitkan izin usahanya di OSS RBA
Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. OSS pada periode Januari s/d Juni menjadi 995
RBA diluncurkan pada bulan Agustus 2021 pelaku usaha.
dalam rangka menyederhanakan proses Berdasarkan pengamatan dilapangan
perizinan berusaha, dengan alamat website setelah diluncurkannya program tersebut
[Link] Dinas Penanaman Modal ternyata masih banyak mengalami kendala
dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dalam pelaksanaan OSS RBA, seperti sistem
(DPMPTSP) Provinsi Sumatera Utara yang masih dalam tahap penyempurnaan,
merupakan User sebagai hak akses /yang masih kurangnya pemahaman calon
menjalani system pelayanan perizinan pemohon terhadap fitur dan jenis-jenis
OSS-RBA. Berikut adalah jumlah pelaku perizinan yang termasuk dalam PBUMKU
usaha yang sudah terdaftar pada program (Perizinan Berusaha Untuk Menunjang
OSS sebelumnya versi 1.1 dan setelah Kegiatan Usaha). Masyarakat masih banyak
bertransformasi menjadi OSS RBA: yang belum memahami dari aplikasi OSS
sehingga menyulitkan pelaku usaha dalam
Tabel 2 Rekapitulasi Jumlah Pelaku memahami persyaratan dan jenis dokumen
Usaha yang Terdaftar dalam Online yang harus diunggah.
Single Submission (OSS) di Provinsi Permasalahan dalam pelaksanaan
Sumatera Utara OSS RBA ini menjadi hal menarik terhadap
Online Single penelitian yang akan dilakukan. Berdasarkan
Submission pernyataan Presiden Republik Indonesia
Online Single
Risk Based dalam peluncuruan OSS RBA pada tanggal
Submission (OSS) 1.1
Approach 9 Agustus 2021 mengatakan jika “OSS
(OSS RBA) berbasis resiko merupakan reformasi yang
2 sangat signifikan dalam perizinan.
2019 2020 2021 2022 Menggunakan layanan perizinan secara
021
Janua Janua Janu Janu online yang terintegrasi, terpadu dengan
Agustu
ri s/d ri s/d ari ari paradigma perizinan berbasis risiko”. Oleh
s s/d
Dese Dese s/d s/d karena itu OSS RBA merupakan
Desem
mber mber Juni Juni pengembangan dari OSS versi sebelumnya
ber
1.169 931 690 691 995 (OSS 1.1) dan seharusnya sudah dapat
Sumber: Data Olahan Peneliti, 2022 menjawab permasalahan dan kendala yang
dihadapi pada penerapan OSS 1.1.
Dari tabel diatas dapat dilihat METODE
jumlah penerbitan izin usaha yang terdaftar Peneliti ini menggunakan metode
dalam Online Single Submission (OSS) di penelitian kualitatif dalam menentukan hasil
Provinsi Sumatera Utara pada program penelitian ini seperti mencari data,
OSS 1.1 mengalami penurunan dalam mengumpulkan data, mengelola maupun
6
menganalisis data. Teknik pengumpulan program Online Single Submission
data dilakukan melalui kegiatan observasi Risk Based Approach (OSS RBA),
atau pengamatan, wawancara dan yang merupakan system elektronik
dokumentasi. terintegrasi yang dikelola dan
diselenggarakan oleh lembaga OSS
HASIL & PEMBAHASAN untuk penyelenggaraan Perizinan
Pelaksanaan E-Government melalui Berusaha Berbasis Risiko.
Online Single Submission Risk Based b. Dialokasikannya sejumlah sumber
Approach (OSS RBA) di DPMPTSP daya. Dalam hal ini pemerintah
Provinsi Sumatera Utara. berfokus untuk memilih sumber
Teori elemen sukses pelaksanaan E- daya manusia yang memiliki
government oleh (Indrajit, 2016: 11) yaitu; keahlian dan finansial dalam
support, capacity, dan value. Dalam menunjang keberhasilan
penelitian ini, penulis memakai tiga elemen pelaksanaan program OSS RBA.
tersebut dengan tujuan agar dapat c. Dasar hukum. Dasar hukum yang
memahami pelaksanaan E-government mendasari pelaksanaan E-
melalui OSS RBA di DPMPTSP Provinsi government melalui OSS RBA di
Sumatera Utara. Tiga elemen ini saling DPMPTSP Provinsi Sumatera
keterkaitan, jika satu di antara yang ada Utara adalah Undang-Undang
pada tiga elemen tersebut menemukan Nomor 11 Tahun 2020 tentang
masalah, akibatnya akan memberikan Cipta Kerja dan Peraturan
berdampak dengan elemen yang lain. Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021
1. Support (Pendukung) tentang Penyelenggaraan Perizinan
Faktor pertama dan Berusaha Berbasis Risiko. Namun,
terpenting dalam setiap DPMPTSP Provinsi Sumatera
implementasi e-government yaitu Utara belum mempunyai Peraturan
Support atau pendukung. Dukungan Daerah Provinsi Sumatera Utara
bagi implementasi e-government, atau Peraturan Bupati untuk
dukungan oleh pemerintah, mendukung pelaksanaan OSS
komunitas, pelaku usaha, atauapun RBA.
kelompok kepentingan maupun d. Disosialisasikanya konsep E-
sektor swasta. Berikut dukungan government. Sosialisasi
yang diberikan dalam hal-hal diselenggarakan tidak hanya untuk
sebagai berikut adalah: aparatur penyelenggaranya saja,
a. Pemimpin. Keputusan yang sosialisasi juga dilaksanakan untuk
diambil oleh pemimpin masyarakat dan pelaku usaha yang
merupakan upaya untuk ingin menerbitkan izin usahanya
memperbaiki system yang lama. melalui media elektronik agar
Kebijakan yang diambil oleh pengetahuan masyarakat/pelaku
pemerintah Provinsi Sumatera usaha meningkat. Berdasarkan
Utara melalui Dinas Penanaman observasi peneliti, sosialisasi
Modal dan Pelayanan Terpadu melalui media elektronik mulai
Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi dari Facebook (Dpmptsp Provinsi
Sumatera Utara bersama dengan Sumatera Utara), Instagram,
perangkat Daerah teknis Youtube dan Website
menindaklanjuti dengan seluruh ([Link]
pelaksanaan perizinan berusaha di sudah berjalan dengan baik dalam
daerah dilaksanakan melalui sosialisasinya.
5
Support atau dukungan yang
diberikan oleh Pemerintah dari
Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu
(DPMPTSP) Provinsi Sumatera Tabel 3 Fasilitas Pelayanan OSS
Utara terkait dengan pelaksanaan E- No Fasilitas Jumlah
government melalui Online Single 1. Computer 3
Submission Risk Based Approach 2. Printer 1
(OSS RBA) sudah dikatakan baik, 3. Wifi 1
dengan adanya dukungan yang Sumber: Data Olahan Peneliti, 2022
diberikan seperti pelatihan-pelatihan
kepada beberapa pegawai teknis, Dengan adanya ketersediaan
memberikan finansial yang cukup infrastruktur TI pada program OSS
dan memberikan fasilitas yang yang diterbitkan kementrian
menunjang pelaksanaan OSS RBA, Investasi di DPMPTSP Provinsi
serta antusias dinas dalam Sumatera Utara sudah terpenuhi
mengsosialisasikan program untuk menunjang pelaksanaan e-
tersebut demi meningkatkan government melalui OSS RBA.
pengetahuan masyarakat mengenai 3. Value (Manfaat)
perizinan berusaha. Sehingga dapat Menurut Indrajit (2016:12),
menjawab permasalahan- Elemen value berdasarkan pada
permasalahan yang ada dan manfaat yang diperoleh oleh
menjadikan program ini berjalan pemerintah sebagai pemberi
dengan sukses. pelayanan dan juga masyarakat
2. Capacity (Kapasitas) penerima layanan E-government.
Capacity atau kapasitas, Dalam hal ini, yang menentukan
ketersediaan sumber daya dalam besar tidaknya manfaat yang
mengembangkan E-government di diperoleh dengan adanya
DPMPTSP Provinsi Sumatera Utara pelaksanaan E-government bukanlah
baik sumber daya manusia maupun kalangan pemerintah sendiri
sumber daya finansial serta melainkan masyarakat dan mereka
ketersediaan infrastruktur atau yang berkepentingan (demand side).
sarana penunjang pelaksanaan OSS E-government tidak ada gunanya
RBA ini dinilai sudah sangat baik. apabila tidak ada pihak yang
Terkait dengan ketersediaan sumber diuntungkan, secara umum
daya manusia yaitu pendamping pelaksanaan konsep e-government
pemohon sudah dibekali dengan memiliki manfaat yang
ilmu dan skill dari pelatihan- meningkatkan kualitas pelayanan
pelatihan dan bimbingan teknis, publik. Pelaksanaan E-government
sehingga mereka tidak mengalami memiliki berbagai manfaat terutama
masalah dalam pendampingan bagi masyarakat sebagai penerima
pemohon atau layanan bantuan layanan. Manfaat yang didapatkan
kepada masyarakat atau pemohon dari penggunaan OSS RBA yaitu
yang ingin melakukan penerbitan proses perizinan yang cepat, bebas
izin usahanya. biaya, tidak memerlukan syarat
apapun untuk pendirian UMKM dan
NIB langsung jadi dan dapat di
download langsung dari sitem OSS.
6
Proses penerbitan yang RBA) bagi pelaku UMKM:
mudah, tentunya memberikan a) Mengurangi izin usaha
manfaat dimana prosesnya akan b) Memangkas perizinan
menjadi lebih cepat sehingga komersial/operasional
masyarakat/pelaku usaha ingin berdasarkan pendekatan
menerbitkan izin usahanya dan risiko
penerbitan izin usaha akan terus c) Memangkas biaya yang
meningkat. Proses perizinan yang dikeluarkan.
efektif dan sederhana sebab adanya Pada indikator ini, manfaat yang
pemangkasan waktu, jenis izin dirasakan dalam pelaksanaan OSS
usaha yang diinginkan ada pada RBA tidak hanya dirasakan pada
website [Link] terdapat lingkungan pemerintahan, tapi juga
info yang jelas tersedia serta dirasakan pada pelaku usaha.
pengamanan system dengan adanya Keberhasilan dari penerapan konsep
pengawasan. Diterapkannya system teori e-Government bisa dilihat pada
OSS RBA pada DPMPTSP Provinsi manfaatnya yang diterima oleh
Sumatera Utara pemohon dapat pelaku usaha. Sejak
melakukan pendaftaran melalui diselenggarakannya program OSS
internet dirumah saja. Terlihat pada RBA di DPMPTSP Provinsi
jumlah pelaku usaha yang sudah Sumatera Utara terus mengalami
terdaftar pada system OSS RBA. peningkatan dalam penerbitan izin
Tabel 4 Rekapitulasi Jumlah Pelaku usaha berdasarkan data jumlah usaha
Usaha yang Terdaftar dalam OSS-RBA yang telah terbit pada program OSS
berdasarkan Jenis Risiko di Provinsi RBA yang peneliti dapatkan dari
Sumatera Utara DPMPTSP Provinsi Sumatera Utara.
Agustus-Desember Faktor
Januari-Juni Penghambat Pelaksanaan E-
Jenis Risiko government melalui OSS RBA di
2021 2022
Risiko Rendah 380 495 DPMPTSP Provinsi Sumatera Utara.
Risiko Menengah 119 1. SDM masyarakat yang rendah terhadap
48 program OSS RBA
Rendah
Risiko Menengah 280 Aspek penghambat pelaksanaan program
176 OSS RBA yaitu masih terdapatnya
Tinggi
Risiko Tinggi 87 101 masyarakat (pemohon)/pelaku usaha yang
tidak mengetahui tentang program OSS
Jumlah 691 995
RBA. Dari mereka hanya menyerahkan
Sumber: Olahan Peneliti, 2022
pada orang yang paham tentang
Berdasarkan data tabel diatas
penerbitan izin usaha dan masih ada yang
menunjukkan bahwa sejak diterapkannya
mengurus ke DPMPTSP Provinsi
OSS RBA pada Agustus sampai/dengan
Sumatera Utara untuk melakukan
Desember tahun 2021 tercatat 691 NIB
pendaftaran izin usaha mereka dengan
yang sudah diterbitkan dan pada tahun
memimta layanan bantuan dalam
2022 pada periode Januari sampai/dengan
penerbitan usahanya. Pelaku usaha
Juni mencapai 995 NIB yang telah
tersebut masih kurang dalam memahami
diterbitkan. Artinya peningkatan dalam
alur pendaftaran dan penginputan data
pelaksanaan OSS RBA ini memberikan
melalui program OSS RBA yang saat ini
manfaat kemudahan dalam penerbitan izin
diterapkan.
berusaha dan mengalami peningkatan.
2. System
Manfaat pengguna online single
Sebuah rintangan yang harus
submission risked based approach (OSS
7
ditempuh DPMPTSP Provinsi Sumatera system OSS RBA.
Utara pada pelaksanaan OSS RBA a. Pada elemen support, dimana
yaitu sistem. Dimana system tersebut adanya dukungan kepemimpinan
pada pelaksanaannya masih pada tahap bahwa pemerintah Provinsi
perubahan OSS versi sebelumnya 1.1 Sumatera Utara khususnya
ke OSS RBA atau izin usaha berbasis DPMPTSP mendukung adanya
risiko yang dimana mengakibatkan pelaksanaan OSS RBA yang
system ini terus menghadapi perbaikan sudah menjadi kewenangan
dalam proses penyempurnaanya. pemerinntah daerah
sistem OSS RBA tersebut Kabupaten/kota. Serta adanya
dikelola oleh Lembaga OSS yang dukungan DPMPTSP dalam
terpusat. Daerah/Kabupaten hanya mengalokasikan sumber daya
mempunyai kewenangan dari pusat berupa finansial, tenaga, waktu,
guna melaksanakan sistem OSS RBA dan lain-lain. Dasar hukum yang
tersebut. Jika mengalami masalah pada mendasari pelaksanaan OSS
system ini, DPMPTSP Provinsi RBA adalah Peraturan
Sumatera Utara tidak mampu langsung Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021
membenahi system. Tetapi perlu tentang Penyelenggaraan
memberitahukan terlebih dahulu kepada Perizinan Berusaha Berbasis
pusat untuk dilakukan perbaikan. Tidak Risiko. Pada aspek sosialisasi,
hanya itu, dikarenakan system tersebut DPMPTSP Provinsi Sumatera
masih terbilang baru dalam Utara sangat antusias
penerapannya, sehingga masih dalam mengsosialisasikan OSS RBA
tahap penyempurnaan pada system baik pad kalangan pemerintahan
tersebut. Masalah inilah yang menjadi maupun masyarakat melalui
sebuah rintangan yang dihadapi oleh media elektronik dan sosialisasi
DPMPTSP Provinsi Sumatera Utara langsung.
pada pelaksanaan OSS RBA di daerah. b. Pada elemen capacity
kemampuan atau kapasitas yang
KESIMPULAN dimiliki DPMPTSP Provinsi
Berdasarkan dari hasil analisis Sumatera Utara dalam
didapatkan terkait pelaksanaan E- menyediakan sumber daya
government melalui Online Single finansial, infrastruktur dan
Submission Risk Based Approach (OSS manusia yang ahli dan kompeten
RBA) di DPMPTSP Provinsi Sumatera sudah sangat baik. Dengan
Utara sehingga disimpulkan bahwa: tersedianya infrastruktur yang
1) Pelaksanaan E-Government melalui tersedia dan SDM yang sudah
Online Single Submission Risk dibekali pelatihan dan bimbingan
Based Approach (OSS RBA) di teknis.
DPMPTSP Provinsi Sumatera Utara c. Value atau manfaat yang tidak
dalam pelaksanaannya sudah hanya dirasakan oleh kalangan
tercapai berdasarkan indikator pemerintah, tetapi juga dirasakan
elemen sukses penerapan e- pada pelaku usaha/masyarakat
government menurut Indrajit yang terus mengalami
(2016:11) yaitu support, capacity, peningkatan dalam penerbitan
dan value. Ketiga elemen tersebut izin berusaha melalui OSS RBA
merupakan kunci sukses berdasarkan data jumlah penerbit
keberhasilan dalam pelaksanaan dari DPMPTSP Provinsi
6
Sumatera Utara. Morowali. Skripsi. Universitas
2) Faktor penghambat pelaksanaan E- Muhammadiyah Makassar.
government melalui OSS RBA di Arrum, D. A. (2019). Kepastian Hukum
DPMPTSP Provinsi Sumatera Utara Dalam Perizinan Berusaha Terintegrasi
yaitu SDM masyarakat yang rendah Secara Elektronik (Online Single
terhadap program OSS RBA dan Submission) di Indonesia. Jurist-
system yang masih dalam tahap Diction, 2(5), 1631–1654.
penyempurnaan yang dikelola oleh [Link]
lembaga OSS. Namun disamping Assegaf, M. I. F., Juliani, H., & Sa’adah, N.
itu, DPMPTSP Provinsi Sumatera (2019). Pelaksanaan Online Single
Utara terus berupaya untuk Submission (OSS) Dalam Rangka
mewujudkan serta mendukung Percepatan Perizinan Berusaha Di
pelaksanaan Online Single Dinas Penanaman Modal Dan
Submission Risk Based Approach Pelayanan Terpadu Satu Pintu
(OSS RBA). Sosialisasi secara (DPMPTSP) Jawa Tengah. Jurnal
langsung kepada masyarakat/pelaku Hukum Diponegoro, 8(2), 1328–1342.
usaha yang masih terus dilakukan Creswell, J. W. (2010). Research design:
untuk meningkatkan SDM pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan
masyarakat yang rendah akan mixed. Yogjakarta: PT Pustaka Pelajar.
pemahaman tentang E-Government Diva Cantika, & RFS, H. T. (2021). Elemen
khususnya OSS RBA dalam Sukses Pelayanan E-Government
perizinan berusaha serta system dalam Penanggulangan Kemiskinan di
yang terus berjalan dalam Dinas Sosial Kota Pekanbaru. Jurnal
penempurnaanya demi kemudahan Ilmu Administrasi Negara (JUAN),
bagi pemohon. 9(1), 49–60.
[Link]
Fuji Puspita Rahayu, dkk, 2021,
“Pelaksanaan Pelayanan Perizinan
DAFTAR PUSTAKA Berusaha
Adianto, Maryani, & Mashur, D. (2017). Online Single Submission (OSS) di
Model Penerapan Prinsip Good Dinas Penanaman Modal dan
Governance Dalam Pelayanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Perizinan Di Kota Pekanbaru. (DPMPTSP) Kota Samarinda”,
Administratio : Jurnal Ilmiah eJournal
Administrasi Publik Dan Administrasi Publik, Vol. 9, No. 2.
Pembangunan, 8(1), 5–24. Inas T. F dkk. (2021). Transformasi
[Link] Birokrasi Digital Di Masa Pandemi
nts/detail/1099913 Covid-19 Untuk Mewujudkan
Ahmad, J. (2015). Metode Penelitian Digitalisasi Pemeritahan Indonesia
Administrasi (cetakan I). PENERBIT dalam studi “ The Microsoft Asia
GAVA MEDIA. Digital Transformation : Enabling The
[Link] Informasi Intelligent Presiden Joko Widodo pada
Administrasi. Bandung: Alfabeta. Rapat Terbatas mengenai Perencanaan
Amsar. 2021. Penerapan E-Goverment Tr. Kybernan: Jurnal Stdui
melalui Aplikasi Online Single Kepemerintahan, 4(2), 226–239.
Submission dalam Pelayanan Izin Indonesia, P. pemerintah R. (2021).
Usaha Menengah Keatas di Dinas Peraturan Pemerintah RI Nomor 5
Penanaman Modal Kabupaten Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan
9
Perizinan Berusaha Berbasis Resiko. Berusaha Terintegrasi Secara
Peraturan Pemerintah, 087293, 390. Elektronik
Indrajit, R. E. (2016). Konsep dan Strategi Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Electronic Government. Andi. Nomor 5 Tahun 2021 Tentang
Jumiati. (2010). Electronic Government : Penyelenggaraan Perizinan Berusaha
Suatu Inovasi Peningkatan Berbasis Risiko
Manajemen Publik Dalam Kerangka Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2021
Good Governance. Jurnal tentang Penyelenggaraan Perizinan
Administrasi Publik, 1(1), 54–78. Berusaha di Daerah, Tambahan
Khairiyah, N., & Zulkarnaini. (2021). Lembaran Negara Republik Indonesia
Efektivitas Pelaksanaan Program Satu Tahun 2021 Nomor 6618.
Keluarga Satu Satu Sarjana Oleh Putra, D. M., & Jumiati. (2019).
Baznas di Kabupaten Kampar. Jurnal PELAKSANAAN PENDAMPINGAN
Birokrasi & Pemerintahan Daerah, ONLINE SINGLE SUB-MISSION
3(3), 258–266. ( OSS ) DI DINAS PENANAMAN
Kusuma Habibie, D. (2019). Citizen- MODAL DAN PELAYANAN
Centric E-Goverment Pelayanan TERPADU SATU PINTU (DPM-
Publik. Jurnal Kebijakan Publik, PTSP) PROVINSI SUMATERA
10(1), 1–58. BARAT. Journal of Multidicsiplinary
[Link] Research and Development, 4(2), 101–
on/251485069 110. [Link]
Kusnadi, I. H., & Baihaqi, M. R. (2020). Rahayu. (2021). Pelaksanaan Pelayanan
Implementasi Kebijakan Sistem Perizinan Berusaha Online Single
Online Single Submission (OSS) Pada Submission (OSS) Di Dinas
Dinas Penanaman Modal dan Penanaman Modal Dan Pelayanan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota
(DINAS PENANAMAN MODAL Samarinda. EJournal Administrasi
PELAYANAN TERPADU SATU Publik, 9(2),
PINTU) di Kabupaten Subang. The 5018–[Link]://[Link]-
World of Public 118 Administration [Link]/site/wpcontent/uploads/
Journal, 2(2), 126–150. 2021/07/Jurnal Fuji hlm 5018-5032
[Link] (07-07-21-02-10-58).pdf
6 Raja, R. A. B. M., & Mayarni. (2021).
Lestariningtyas, T., & Roqib, M. (2021). Efektivitas Perizinan Berusaha Melalui
Perlindungan Data Pribadi Pengguna Sistem Elektronik Terintegrasi Online
Sistem Layanan Perizinan Berusaha Single Submission (Oss) Pada Dinas
Terintegrasi Secara Elektronik Oss 1.1 Penanaman Modal Dan Pelayanan
Dan Oss Rba (Risk Basic Approach). Terpadu Satu Pintu Kabupaten Rokan
Jurnal Jendela Hukum, 8(2), 25–34. Hulu. Journal Publicuho, 4(4), 1130–
[Link] 1138.
Moleong, Lexy J. (2009). Metodologi [Link]
Penelitian Kualitatif. Bandung: 9
Remaja Ridwan HR. 2016. Hukum Administrasi
Rosdakarya. Negara, Jakarta: Raja Grafindo
Nazir, Moh. (2005). Metode Penelitian. Persada.
Jakarta: Ghalia Indonesia. Robby, U. B., & Tarwini, W. (2019).
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun INOVASI PELAYANAN
2018 Tentang Pelayanan Perizinan PERIZINAN MELALUI ONLINE
6
SINGLE SUBMISSION (OSS) Studi
Pada Izin Usaha di Dinas Penanaman
Modal dan Pelayanan Terpadu Satu
Pintu (DINAS PENANAMAN
MODAL PELAYANAN TERPADU
SATU PINTU) Kabupaten Bekasi.
Administratio: Jurnal Ilmiah
Administrasi Publik Dan
Pembangunan, 10(2), 51–57.
[Link]
v10i2.98
Samudra, Wibawa. 2004. Kebijakan Publik
Proses dan Analisis. Jakarta
Sugiono. 2013. Metode Penelitian
Kualitatif, kuantitatif dan R&D. Bandung:
CV Alfabeta.
Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja