HIGH RISE BUILDING
PENGERTIAN
Pengertian dari high rise building yaitu bangunan gedung yang memiliki struktur
tinggi. Biasanya bangunan ini digunakan untuk hunian apartemen, selain itu juga
digunakan sebagai gedung yang difungsikan untuk perkantoran. Namun baru bisa
dikatakan sebagai bangunan tinggi apabila memenuhi beberapa karakteristik,
sehingga bukan karena tinggi saja lalu bisa dikatakan sebagai high rise building.
Seperti yang kita ketahui, bahwa Indonsia merupakan salah satu negara yang
memiliki rangkaian gunung api teraktif di dunia. Selain itu wilayah Indonesia juga
bertepatan dengan pertemuan tiga lempeng bumi. Oleh sebab itu, Indonesia
merupakan wilayah yang rawan terjadi bencana alam seperti gempa bumi ataupun
letusan gunung api. Sehingga memiliki struktur bangunan yang kokoh dan kuat
adalah sebuah keharusan dari bangunan gedung.
Sebuah bangunan dapat disebut bangunan tinggi atau high rise building jika
bangunan tersebut memiliki ketinggian 23 meter hingga 150 meter di atas tanah. Beberapa definisi mengenai bangunan tinggi dikutip dari Wikipedia adalah sebagai
Jika lebih dari 150 meter maka dapat disebut gedung pencakar langit atau yang berikut :
dikenal dengan istilah Skyscraper. Jika tinggi rata-rata sebuah tingkat lantai adalah
4 meter maka bangunan tinggi setidaknya memiliki 6 tingkat lantai. a) International Conference on Fire Safety in High-Rise Buildings
mengartikan bangunan tinggi sebagai "struktur apapun dimana tinggi dapat
High rise building memiliki bentuk fisik yang langsing dan tinggi. Perbedaan memiliki dampak besar terhadap evakuasi"
antara luasan tapak dan ketinggiannya cukup signifikan. Sesuai dengan tujuan high
rise building untuk menambah ruang dengan keterbatasan lahan, bangunan ini b) New Shorter Oxford English Dictionary mengartikan bangunan tinggi
memiliki luasan tapak yang kecil yaitu 750 m2 sampai dengan 1500m 2, dengan sebagai "bangunan yang memiliki banyak tingkat"
setiap lantainya memiliki ketinggian 3,75 m pada umumnya. Jika dikategorikan c) Massachusetts General Laws mengartikan bangunan tinggi lebih tinggi dari
sesuai dengan tingkat ketinggian gedung berdasarkan jumlah lantainya. Walaupun 70 kaki (21 m)
tidak sepenuhnya benar karena bisa saja jumlah lantainya banyak tetapi tinggi floor
d) Banyak insinyus, inspektur, arsitek bangunan dan profesi sejenisnya
to floor-nya rendah. Jika dianggap tinggi floor to floor adalah 3.75 m (standard),
mengartikan bangunan tinggi sebagai bangunan yang memiliki tinggi
maka suatu gedung dapat dikategorikan high rise building apabila memiliki jumlah
setidaknya 75 kaki (23 m).
lantai di atas 20 lantai.
SEJARAH Contoh perumahan bertingkat tinggi modern awal adalah di Edinburgh abad ke-17,
Skotlandia, di mana tembok kota defensif mendefinisikan batas-batas kota. Karena
keterbatasan lahan yang tersedia untuk pengembangan, rumah-rumah malah
Istilah "pencakar langit" pertama kali diterapkan pada bangunan konstruksi rangka bertambah tinggi. Bangunan 11 lantai itu umum, dan ada catatan bangunan setinggi
baja minimal 10 lantai pada akhir abad ke-19, hasil dari keheranan publik pada 14 lantai. Banyak struktur yang dibangun dari batu masih dapat dilihat hari ini di
gedung-gedung tinggi yang dibangun di kota-kota besar Amerika seperti Chicago, kota tua Edinburgh. Bangunan berbingkai besi tertua di dunia, meskipun hanya
New York City, Philadelphia, Detroit, dan St. Louis. Pencakar langit rangka baja sebagian berbingkai besi, adalah The Flaxmill (juga secara lokal dikenal sebagai
pertama adalah Home Insurance Building, awalnya berjumlah 10 lantai dengan "Maltings"), di Shrewsbury, Inggris. Dibangun pada tahun 1797, bangunan ini
ketinggian 42 m atau 138 kaki di Chicago pada tahun 1885, kemudian dua lantai dipandang sebagai "kakek dari gedung pencakar langit", karena kombinasi kolom
tambahan ditambahkan. Beberapa menunjuk ke Jayne Building dengan 10 lantai di besi cor dan balok besi cor yang tahan api berkembang menjadi rangka baja modern
Philadelphia (1849–50) sebagai proto-pencakar langit, atau ke Equitable Life yang memungkinkan gedung pencakar langit modern menjadi mungkin. Pada tahun
Building dengan tujuh lantai di New York, yang dibangun pada tahun 1870, tetapi 2013 pendanaan dikonfirmasi untuk mengubah bangunan terlantar menjadi kantor.
desain strukturnya secara inheren membatasi ketinggiannya. Konstruksi kerangka
baja telah memungkinkan gedung pencakar langit super tinggi saat ini dibangun di
seluruh dunia.
Home Insurance Building di
Beberapa insinyur struktural mendefinisikan bangunan tinggi sebagai konstruksi Chicago, salah satu contoh
vertikal, di mana angin merupakan faktor beban yang lebih signifikan daripada pencakar langit modern pertama di
gempa atau berat. Perhatikan bahwa kriteria ini tidak hanya cocok untuk bangunan dunia (dihancurkan tahun 1931)
tinggi tetapi juga beberapa bangunan tinggi lainnya, seperti menara.
Beberapa organisasi berbeda di Amerika Serikat dan Eropa mendefinisikan gedung
pencakar langit sebagai bangunan dengan ketinggian minimal 150 meter atau lebih
tinggi, dengan gedung pencakar langit "supertinggi" untuk bangunan yang lebih
tinggi dari 300 m (984 kaki) dan gedung pencakar langit "megatall" untuk yang
lebih tinggi dari 600 m (1.969 kaki).
Cakrawala kota-kota besar abad pertengahan memiliki sejumlah besar menara kota
bertingkat tinggi yang dibangun oleh orang kaya untuk pertahanan dan status.
Menara perumahan Bologna abad ke-12 berjumlah antara 80 dan 100 sekaligus,
yang tertinggi adalah Menara Asinelli setinggi 97,2 m (319 kaki). Undang-undang
Firenze tahun 1251 menetapkan bahwa semua bangunan perkotaan harus segera
dikurangi menjadi kurang dari 26 m. Bahkan kota-kota berukuran sedang pada
zaman itu diketahui memiliki proliferasi menara, seperti ketinggian 72 hingga 51 m
di San Gimignano.
KARAKTERISTIK
Tinggi Bangunan
Pada umumnya, karakteristik ketinggian pada high rise building adalah 75
hingga 100 kaki atau jika diubah ke satuan dasar berkisar mulai 23 sampai 30
meter. Ukuran ini memang melebihi jangkauan maksimum mobil pemadam
kebakaran. Oleh sebab itu, di setiap lantainya, perlu disediakan
APAR sebagai alat penanganan pertama bila terjadi kebakaran.
Jenis Struktur Bangunan
High rise building adalah konstruksi yang terdiri dari 21-29 lantai atau lebih
dari 21 m. Berbagai jenis struktur digunakan dalam pembangunan gedung
bertingkat. Beragam struktur tersebut bertujuan supaya gedung dapat Keterbatasan Lahan
membagi beban, sehingga mampu menahannya apabila terjadi goyangan atau
getaran, baik akibat angin maupun bencana alam seperti gempa. Contohnya Faktor pendorong tingginya pembangunan gedung-gedung tinggi adalah
pada struktur rangka kaku, balok dikonstruksikan secara monolitik untuk peningkatan populasi perkotaan di seluruh dunia. Di tahun 2030, diperkirakan
menahan tekanan akibat adanya beban yang diberikan. lebih dari 60 persen populasi di dunia akan berkembang menjadi perkotaan.
Sementara pada 2050, ketika populasi di dunia mencapai 9 miliar,
Luas Lantai diperkirakan sekitar 80 persen orang akan tinggal di daerah perkotaan. Untuk
mengakomodasi pertumbuhan populasi yang begitu besar pada wilayah
Karakteristik selanjutnya adalah luas lantainya minimal 750 m2 dan maksimal terbatas, tentu menjadi tantangan tersendiri. Maka dari itu, bangunan dengan
seluas 1500 m2. Selain itu, gedung-gedung semacam ini biasanya dibangun di konstruksi horizontal nantinya akan semakin dibatasi dan digantikan
daerah perkotaan. Hal ini karena adanya keterbatasan lahan, sehingga salah dengan high rise building.
satu cara untuk memperluas nilai fungsinya adalah dengan menambahkan
ruang secara vertikal. Menerapkan Sistem Aerodinamika
Typical Secara umum, bangunan berstruktur tinggi seringkali mengadaptasi sistem
aerodinamika. Sebab, konstruksinya akan selalu berhubungan langsung
Melanjutkan dari poin sebelumnya, karakteristik orientasi fisik untuk high dengan pergerakan angin. Sistem aerodinamika adalah salah satu teknik yang
rise building adalah vertikal. Artinya, properti tersebut dibangun secara lurus kerap kali digunakan karena dapat menetralisir guncangan akibat gempa atau
ke atas. Meskipun banyak juga bangunan yang memiliki desain unik. Namun, hembusan kuat dari angin.
struktur inti dari gedung tersebut tetap akan dibuat selalu vertikal.
Risiko
Dalam membangun high rise building, Anda tentu harus memikirkan segala
bentuk risiko yang bisa ditimbulkan misalnya seperti gempa bumi, angin
topan, banjir dan bencana alam lainnya. Berbagai ancaman yang ditimbulkan
dapat diperparah oleh beban serta tekanan angin. Variasi kecepatan angin
antara ketinggian sekian dan lainnya, rendahnya tingkat elastisitas elemen
bangunan akibat berat konstruksinya, hingga penempatan perabotan seperti
kaca jendela.
Kompleksitas
Pada pembangunan gedung tinggi dibutuhkan sebuah rangkaian proses
analisis panjang dan rinci supaya bisa memenuhi segala persyaratan
perencanaan maupun pelaksanaannya.
Target Mutu
High rise building adalah properti yang memiliki ukuran besar, peralatan
kompleks, dan fungsional internal yang memenuhi berbagai persyaratan.
Semua itu menyebabkan permintaan serta tuntutan lebih tinggi pada
pembangunan gedung ini. Tidak semata mempertimbangkan nilai estetika
saja, tapi juga kualitas konstruksinya.
Tuntutan Keamanan
Demi meningkatkan kinerja dan juga keselamatan penghuni bangunan
ini, penyedia harus menyiapkan langkah-langkah pengendalian pasif serta
aktif seperti bahan tahan api, jalur evakuasi, kompartementalisasi demi
mencegah penyebaran kebakaran, APAR, hingga pendeteksi dan juga alarm.
Bisa disimpulkan bahwa tidak semua gedung tinggi termasuk dalam kategori
bangunan ini, di mana salah satu karakteristiknya adalah mencapai ketinggian 23
meter. Setiap bangunan, terlebih jika memiliki struktur cukup tinggi tentu
membutuhkan maintenance yang berkualitas untuk menjaga kenyamanan dan
keselamatan penghuninya.