UAS
1. Apa yang Anda ketahui mengenai pendekatan TaRL?
Jelaskan kelebihan dari pendekatan ini!
Jawab : Pendekatan yang mengupayakan setiap peserta didik agar
mendapatkan hak belajar sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai
sesuai yang diharapkan. Pembelajaran dengan pendekatan Teaching at
The Right Level (TaRL) memungkinkan siswa memperoleh dan
meningkatkan kemampuan dasar, seperti membaca dan menghitung.
TaRL (Teaching at The Right Level) salah satu pendekatan pembelajaran
dengan mengorientasikan peserta didik melaksanakan pembelajaran
sesuai dengan tingkatan kemampuan peserta didik yang terdiri dari
tingkatan kemampuan rendah, sedang, dan tinggi bukan berdasarkan
tingkatan kelas maupun usia.
Kelebihan dari pendekatan TaRL menjadikan peserta didik aktif,
pembelajaran berpusat kepada peserta didik sehingga meningkatkan
kognitif peserta didik, memudahkan guru untuk menyesuaikan materi
dengan minat dan kemampuan siswa, membantu guru menyediakan
konstruksi konseptual yang kuat dan meningkatkan keterampilan berpikir
siswa. Namun pendekatan TaRL yang telah dilaksanakan memiliki
kekurangan yaitu membutuhkan lebih dari satu guru agar pembelajaran
dapat efektif atau pembelajaran dapat dilaksanakan secara kolaborasi
team teaching.
2. Bagaimana cara yang dapat dilakukan guru untuk
mengetahui capaian pembelajaran masing-masing
siswa dalam menerapkan pendekatan TaRL?
Jawab : Cara yang dapat dilakukan guru untuk mengetahui capaian
pembelajaran masing siswa yaitu:
a. Memberikan tes diagnostic, untuk menilai pemahaman siswa
terhadap keterampilan dasar seperti membaca, menulis, dan
berhitung.
b. Mengelompokkan siswa berdasarkan hasil diganostik, untuk
menciptakan kelompok dengan tingkat kemampuan yang seragam.
Ini memungkinkan pengajaran yang lebih terfokus dan disesuaikan.
c. Memantau aktivitas kelompok, misalnya partisipasi, pemahaman,
dan kemajuan siswa dalam setiap kelompok. Observasi ini
memberikan gambaran lebih jelas tentang pemahaman siswa
terhadap materi.
d. Menerapkan asesmen formatif di setiap pembelajaran
e. Memberikan umpan balik dan refleksi kepada peserta didik
f. Mengkomunikasikan kepada orang tua siswa terkait perkembangan
peserta didik di sekolah.
g. Melakukan evaluasi di setiap pembelajaran
3. Buatlah contoh rancangan pembelajaran berdiferensiasi
jika Anda mengajar di kelas dengan tingkat capaian
siswa yang beragam.
Jawab : Berikut merupakan contoh rancangan pembelajaran
berdiferensiasi pada materi perubahan zat
Capaian
Diferensiasi Pembelajaran
Pembelajaran
Pemberian Rangsangan Guru menuntun peserta didik untuk melihat kembali
stimulus yang diberikan, menanyakan apakah terdapat pertanyaan yang kurang
dimengerti. menjelaskan maksud dari stimulus, kemudian meminta peserta didik
Perlu
menyampaikan pendapatnya. Identifikasi Masalah Guru memberikan peserta
bimbingan
didik kesempatan untuk menuliskan pertanyaan setelah menyimak video
pembelajaran dengan menuntun peserta didik untuk menulis jawaban pada LKPD
dengan bantuan guru.
Pemberian Rangsangan Guru menanyakan apakah ada pertanyaan yang kurang
dimengerti. kemudian Guru mengarahkan peserta didik untuk menyampaikan
Mahir pendapatnya. Identifikasi Masalah Guru memberikan peserta didik kesempatan
untuk menuliskan pertanyaan setelah menyimak video pembelajaran dengan
menuntun peserta didik untuk menulis jawaban pada LKPD
Pemberian Rangsangan Guru meminta peserta didik untuk menyampaikan
pendapatnya setelah menyaksikan video stimulus. Identifikasi Masalah Guru
Sangat mahir
memberikan peserta didik kesempatan untuk menuliskan pertanyaan setelah
menyimak video pemebelajaran.
4. Mengapa pembelajaran dengan pendekatan CRT
sangat cocok diterapkan di Indonesia?
Jawab : Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) sangat
cocok diterapkan di Indonesia karena mencerminkan pengakuan
terhadap keberagaman budaya dan latar belakang siswa. Indonesia
memiliki banyak suku bangsa dan budaya yang beragam. Pendekatan
CRT membantu guru untuk memahami dan menghormati perbedaan
budaya. Sehingga pembelajaran dapat lebih baik dan bermakna bagi
siswa dari berbagai latar belakang. CRT menekankan pentingnya
representasi yang seimbang dalam bahan ajar dan kurikulum. Dengan
mewakili berbagai kelompok etnik, budaya, dan sosial dalam
pembelajaran, siswa dapat merasa diakui dan dihargai. CRT
mendorong keterlibatan orang tua dan komunitas dalam proses
pembelajaran. Di Indonesia, di mana budaya partisipatif dan kolaboratif
sangat dihargai, pendekatan ini dapat memperkuat hubungan antara
sekolah, siswa, dan masyarakat. Pendekatan CRT membantu guru
untuk merespons isu-isu lokal dan kontekstual yang memengaruhi
siswa. Ini sangat penting di Indonesia, di mana setiap wilayah mungkin
memiliki tantangan dan kebutuhan pendidikan yang berbeda.
5. Rancanglah sebuah pembelajaran dengan
mengintegrasikan unsur budaya sesuai dengan tempat
Anda tinggal!
Jawab :
Judul Pembelajaran: "Eksplorasi Budaya Lokal"
1. Tujuan Pembelajaran
a. Memahami Nilai-Nilai Budaya
Menganalisis dan memahami nilai-nilai budaya yang dipegang oleh masyarakat lokal.
b. Mengintegrasikan Budaya dalam Pembelajaran
Mengembangkan cara untuk mengintegrasikan unsur budaya dalam kegiatan sehari-hari.
c. Kerjasama dan Keterlibatan Komunitas
Meningkatkan kerjasama dan keterlibatan dengan komunitas lokal untuk memahami dan
menghargai tradisi.
2. Rencana Pembelajaran
a. Pendahuluan (1 minggu)
Pengenalan konsep budaya lokal.
Diskusi kelompok tentang pengalaman pribadi dan pemahaman awal mengenai budaya.
b. Penelitian dan Refleksi (2 minggu)
Penugasan penelitian tentang sejarah, tradisi, dan nilai budaya lokal.
Refleksi individu tentang bagaimana budaya tersebut tercermin dalam kehidupan sehari-
hari.
c. Pertemuan dengan Tokoh Masyarakat (1 minggu)
Mengundang tokoh masyarakat untuk berbicara tentang nilai-nilai budaya dan bagaimana
dapat diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari.
d. Kegiatan Praktis (2 minggu)
Memasak atau membuat makanan tradisional lokal.
Workshop kerajinan atau seni lokal.
3. Metode Evaluasi
a. Penilaian proyek kolaboratif.
b. Presentasi dan partisipasi dalam kegiatan kelompok.
c. Esai reflektif akhir.
4. Sumber Daya
a. Buku-buku dan artikel tentang sejarah dan budaya lokal.
b. Tamu pembicara atau tokoh masyarakat lokal.
c. Akses ke tempat-tempat bersejarah atau kegiatan budaya.