0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan19 halaman

Karakteristik dan Aplikasi Op-Amp

k

Diunggah oleh

Shiddiq Abdillah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan19 halaman

Karakteristik dan Aplikasi Op-Amp

k

Diunggah oleh

Shiddiq Abdillah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Elektronika dan Pemprosesan Sinyal : Jurnal Ilmiah Rekayasa Elektro FT

Universitas Lambung Mangkurat


Volume 1, Nomor 1, April 2024
1819-769X (p-ISSN); 2541-1713 (e-ISSN)

OPERASI AMPLIFIER
Muhammad Redhana Shiddiq Abdillah
1)
Jurusan Rekayasa Elektro, Fakultas Teknik
2)
Universitas Lambung Mangkurat
3)
Banjarbaru, Indonesia

Email korespodensi : 2310819110007@[Link]

DOI: [Link]
Subtimetted:…….. ; Accepted:……

ABSTRAK- Dalam dunia elektronik kontemporer, penguat operasional, juga dikenal op-amp,
adalah salah satu komponen yang sangat penting. Op-Amp sangat berguna untuk banyak aplikasi
elektronika, seperti penguat sinyal dan filter, berkat penguatan yang sangat tinggi. Karena dibuat
secara massal dalam bentuk rangkaian terpadu dengan harga yang relatif murah, keunggulan
utamanya adalah efisiensi biaya dan kinerja yang baik. Op-Amp juga terkenal karena dapat
menggunakan prinsip dasar umpan balik negatif, di mana komponen umpan balik menentukan
kinerja rangkaian yang digunakan sepenuhnya. Namun, tanpa mempertimbangkan detail
internalnya, Op-Amp sering dianggap sebagai perangkat yang ideal untuk analisis praktis, ini
memungkinkan analisis yang lebih sederhana namun tetap akurat.
Rangkaian dasar yang sangat berguna yang menggunakan Op-Amp adalah penguat tegangan
pembalik (inverting voltage amplifier) dan penguat tegangan non-pembalik (non-inverting voltage
amplifier). Penguat tegangan pembalik memberikan amplifikasi sinyal dengan membalik
gelombang sinyalnya, sedangkan penguat tegangan non-pembalik memberikan amplifikasi tanpa
membalik gelombang sinyal. Kedua jenis rangkaian ini memanfaatkan sifat dasar Op-Amp dan
prinsip umpan balik untuk menghasilkan penguatan yang diinginkan sesuai dengan aplikasi
elektroniknya. Dengan kehandalan dan fleksibilitasnya, Op-Amp dan berbagai rangkaian yang
dibangun dengannya telah menjadi fondasi dari banyak sistem elektronik modern.

KATA KUNCI: Elektronik; Op-Amp; penguat operasional; rangkaian


ABSTRACT- In the world of contemporary electronics, operational amplifiers, also known as op-
amps, are one of the most important components. Op-Amp is very useful for many electronics
applications, such as signal amplifiers and filters, thanks to its very high gain. Since they are mass-
produced in the form of integrated circuits at a relatively low price, their main advantages are cost
efficiency and good performance. Op-Amp is also notable for being able to use the basic principle of
negative feedback, where the feedback component determines the performance of the circuit being
used completely. However, without considering its internal details, the Op-Amp is often considered
an ideal device for practical analysis, it allows for simpler yet still accurate analysis.
Very useful basic circuits that use Op-Amp are the inverting voltage amplifier and the non-
inverting voltage amplifier. An inverting voltage amplifier provides signal amplification by

1
2 vol. 1, no. 1, Maret 2024

inverting the signal wave, while a non-inverting voltage amplifier provides amplification without
inverting the signal wave. Both types of circuits utilize the basic properties of Op-Amp and the
feedback principle to produce the desired gain according to their electronic applications. With their
reliability and flexibility, Op-Amp and the various circuits built with them have become the
foundation of many modern electronic systems.
KEYWORDS: Electronics; Op-Amp; operational amplifier; circuits
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Amplifier adalah jenis komponen digunakan dalam rangkaian Voltage
listrik yang dapat memberikan Clamping. Ketiga, Op-Amp juga dapat
amplifikasi pada sinyal output nya, digunakan dalam rangkaian komputer
ketika diberikan sinyal input analog untuk melakukan operasi
kepadanya. Jenis amplifier sederhana aritmatika, seperti penjumlahan dan
seperti rangkaian transistor dapat pengurangan, sebelum digunakannya
memberikan amplifikasi sampai ordo komputer digital. Variasi kegunaan Op-
ratusan kali sinyal input. Namun, Amp ini berasal dari karakteristiknya
transistor juga dapat digunakan sebagai yang unik dibandingkan komponen
komponen dasar untuk lain. Ini berarti, memahami karakteristik
mengembangkan jenis amplifier dengan tersebut menjadi penting supaya Op-
amplifikasi yang jauh lebih tinggi lagi. Amp dapat dimanfaatkan dengan baik.
Pada tahun 1968, perusahaan Fairchild Praktikum ini dilakukan untuk
Semiconductor berhasil mengeksplorasi karakteristik Op-Amp
mengembangkan jenis amplifier model LM741 yang banyak digunakan.
tersebut, yang dinamakan sebagai
Tujuan Percobaan
Operational Amplifier (Op-Amp),
dengan nama model μA741. Sampai Tujuan percobaan ini adalah sebagai
sekarang, Op-Amp model μA741 adalah berikut:
model yang paling banyak digunakan [Link] Menggunakan Op-Amp sebagai
dalam berbagai hal. Selain sebagai komparator
amplifier, sifat unik dari Op-Amp dapat [Link] Menggunakan Op-Amp sebagai
dimanfaatkan untuk berbagai fungsi penguat inverting
lain. Pertama, OpAmp dapat [Link] Menggunakan Op-Amp sebagai
dipasangkan dengan resistor dan penguat non inverting.
kapasitor untuk membentuk rangkaian
TINJAUAN PUSTAKA
differentiator dan integrator. Rangkaian
ini dapat menghasilkan sinyal output Operational Amplifier atau lebih
berupa turunan (differentiator) dan dikenal dengan istilah Op-Amp
integral (integrator) dari sinyal output, adalah salah satu dari bentuk IC
terhadap waktu. Kedua, Op-Amp dapat Linear yang berfungsi sebagai
Jurnal Elektronika dan Pemprosesan Sinyal : Jurnal Ilmiah Rekayasa Elektro FT
Universitas Lambung Mangkurat
Volume 1, Nomor 1, April 2024
1819-769X (p-ISSN); 2541-1713 (e-ISSN)

Penguat Sinyal listrik. Sebuah Op- sehingga memungkinkannya untuk


Amp terdiri dari beberapa Transistor, menghasilkan Gain (penguatan) yang
Dioda, Resistor dan Kapasitor yang tinggi pada rentang frekuensi yang
terinterkoneksi dan terintegrasi luas. Dalam
bahasa Indonesia, Op-Amp atau mengurangi biaya pengujian.
Operational Amplifier sering disebut (Saikiran,2022)
juga dengan Penguat Operasional. Op- mengurangi biaya pengujian.
Amp umumnya dikemas dalam (Saikiran,2022)
bentuk IC, sebuah IC Op-Amp dapat menggunakan digital sedapat
terdiri dari hanya 1 (satu) rangkaian Op-
mungkin untuk mengurangi biaya
Amp atau bisa juga terdiri dari
pengujian. (Saikiran,2022)
beberapa rangkaian Op-Amp.
memerlukan sumber daya analog yang
(Ridhoi,A.,2021)
umumnya terbatas dalam Automated
Op-Amp terdiri dari beberapa
Testing Equipment (ATE). Selain itu,
variable seperti lebar pita, impedansi
sumber daya
masukan, dan impedansi keluaran,
bati,dan lain-lain. Kelas Op-Amp yang
yang berbeda tergantung pada
berbeda memiliki spesifikasi
variabel-variabel tersebut. Ada
fase,offset,rasio penolakan mode umum
banyak Op-Amp yang tersedia dalam
(CMRR), penolakan catu daya rasio
bentuk cepis (IC) yang berbeda,
(PSRR) dan sebagainya. Semua
beberapa cepis Op-Amp memiliki dua
pengujian ini memerlukan pengujian
atau lebih Op-Amp dalam satu
digital di ATE sangat dioptimalkan yang
paket.LM358,LM741,LM386 adalah
membuatnya lebih cepat dibandingkan
beberapa cepis Op-Amp yang umum
dengan sumber daya analog. Oleh
digunakan. Simbol Op-Amp dapat
karena itu, sangat disarankan untuk
dilihat pada Gambar 2.1.
menggunakan digital sedapat mungkin
untuk

Gambar 2.1 Simbol Op-Amp

Sebuah Op-Amp memiliki dua pin


masukan dan satu pin keluaran serta
dua pin daya. Kedua pin masukan
adalah pin masukan membalik atau pin
negatif dan pin masukan tak membalik

1
2 vol. 1, no. 1, Maret 2024

atau pin positif. Sebuah Op-Amp menjadi sama dengan impedansi


memperkuat beda tegangan antara dua [Link] menghubungkan langsung ke
pin masukan tersebut dan memberikan tahap berikutnya, tegangan bias (DC
keluaran yang diperkuat di pin bias) dapat diatur tepat ke nol oleh
keluarannya. Tergantung pada tipe resistor R4. Namun, untuk
masukan, Op-Amp dapat menghubungkan secara ac melalui
diklasifikasikan sebagai Penguat kapasitor, resistor R4 dapat dihilangkan.
Membalik atau Penguat tak membalik.
(Murtianta,2022)
Penguat operasional adalah
komponen fundamental dalam berbagai
sirkuit terintegrasi sinyal analog dan
campuran (AMS).Parameter yang paling
umum diuji dari op amp termasuk DC
arus, penguatan, bandwidth penguatan
persatuan, margin
Gambar 2.3 Penguat non inverting AC
amplifier

Jenis penguat ac non-inverting


ditunjukkan pada Gambar 2.3. Sinyal
input diterapkan ke input plus 741 dan
oleh karena itu, outputnya memiliki fase
yang sama dengan sinyal input.
Penguatan penguat dapat diatur ke nilai
berapa pun dengan memilih R1 dan R2,
tetapi, semakin tinggi penguatan,
semakin rendah bandwidth penguat.
Gambar 2.2 Penguat inverting AC amplifier R3. menyediakan jalur arde ke arus bias.
Penguatan turun sebesar 3 dB pada
Gambar 2.2 menggambarkan jenis frekuensi di mana reaktansi C1 sama
penguat ac pembalik. Saat sinyal input dengan R3. R4 dapat dihilangkan jika
diterapkan ke terminal input pembalik, output penguat akan digabungkan ke
sinyal output mengalami pembalikan tahap berikutnya melalui kapasitor.(
fasa. Penguatan penguat ditentukan Sharma,1982)
oleh rasio komponen umpan balik R1
dan R2. Frekuensi cut-off rendah Penerapan paling dasar dari Op-
ditentukan oleh nilai kapasitor C1. Amp adalah dalam rangkaian amplifier.
Penguatan penguat turun 3 dB pada Hal ini dikarenakan Op-Amp memiliki
frekuensi di mana impedansi C1 dua karakteristik yang sangat berguna
Jurnal Elektronika dan Pemprosesan Sinyal : Jurnal Ilmiah Rekayasa Elektro FT
Universitas Lambung Mangkurat
Volume 1, Nomor 1, April 2024
1819-769X (p-ISSN); 2541-1713 (e-ISSN)

(setidaknya dalam keadaan ideal). adalah rangkaian yang dapat


Pertama, tegangan menghasilkan sinyal output yang
pada kedua input dapat dipertahankan proporsional terhadap penjumlahan
bernilai sama. Kedua, arus pada kedua tegangan inputnya. Tentunya, jumlah
input dapat dipertahankan bernilai nol. kaki input rangkaian ini (bukan jumlah
Ini berarti, salah satu kaki input dapat kaki input Op-Amp) haruslah lebih dari
disambungkan ke ground atau sumber satu. Setiap kaki input akan
tegangan tertentu. Kaki satunya lagi memberikan arus listrik,dan arus listrik
dapat disambungkan ke rangkaian dari setiap kaki input digabungkan dan
eksternal untuk menahan nilai dialirkan ke resistor feedback.
tegangannya,tanpa memberikan arus (Gray,2009)
tambahan [Link] Rangkaian inverting amplifier
eksternal tersebut dapat berupa dapat dilihat pada Gambar 2.4. Pada
kombinasi resistor input (yang rangkaian ini, tegangan pada kedua
disambung ke kaki input Op-Amp) dan kaki input Op-Amp adalah nol.
resistor feedback (yang disambung ke Sehingga, arus yang mengalir pada R¿
kaki input dan output Op-Amp). Jika adalah
kaki input disambungkan ke ground,
V¿
maka rangkaian ini menjadi rangkaian i=
R¿
inverting amplifier. Jika kaki input
(2.1)
disambungkan ke tegangan input
rangkaian, maka rangkaian ini menjadi Karena tidak ada arus yang melewati
rangkaian non-inverting kedua kaki input,maka seluruh arus i
[Link] amplifier (terutama akan melewati R f . Sehingga, tegangan
rangkaian inverting amplifier) dapat output rangkaian ini dapat ditulis
dimodifikasi lagi menjadi rangkaian menjadi
penjumlah. Rangkaian penjumlah

Nilai penguatan negatif menunjukkan


bahwa akan ada beda fase sebesar 180°
V out = −iR f (2.2)
antara sinyal input dan sinyal output
Rf rangkaian ini. Selain itu, nilai penguatan
V out = −V ¿ (2.3)
R¿ ini hanya akan lebih dari 1 (sinyal
output lebih besar daripada sinyal
Sehingga, penguatan rangkaian ini input) jika R f > R¿ . Rangkaian non-
adalah inverting amplifier dapat dilihat pada
V out −Rf gambar 2.5. Pada rangkaian ini,
A v= = (2.4) tegangan pada kedua kaki input Op-
V¿ R¿
Amp adalah V ¿Ini berarti, kedua

1
2 vol. 1, no. 1, Maret 2024

resistor ini akan membentuk rangkaian V out Rf


Av = =1+ (2.6)
pembagi tegangan. Sehingga, hubungan V¿ R¿
antara V ¿ dan V out adalah
Berbeda dengan rangkaian inverting
R¿ amplifier, nilai penguatan rangkaian ini
V ¿ = V out (2.5)
R ¿+R f
positif. Ini berarti, tidak akan ada beda
fase antara sinyal
Penguatan rangkaian ini adalah

input dan sinyal [Link] berbeda dengan rangkaian inverting


bahwa nilai penguatan rangkaian ini amplifier yang hanya memberikan
selalu lebih besar dari 1, berapapun nilai penguatan pada satu nilai inputnya saja.
R f dan R¿ .Rangkaian penjumlah dapat Gambar 2.4 Rangkaian inverting amplifier
dilihat pada Gambar 2.6. Pada
rangkaian ini, tegangan pada kedua
kaki input Op-Amp adalah nol. Selain
itu, tidak ada arus yang melewati kedua
kaki input. Arus yang mengalir pada
masing-masing resistor adalah
V1 V2
i 1=¿ ; i 2=¿ (2.7)
R1 R2
Seluruh arus tersebut akan diarahkan
Gambar 2.5 Rangkaian non inverting
menuju R f .Sehingga,tegangan output
amplifier
dapat ditulis menjadi

V out =−Rf (i1 +i 2 ) (2.8)

Rf Rf
V out =−V 1 −V 2 (2.9)
R1 R2
Jika R1=R 2, maka
−R f Gambar 2.6 Op-Amp sebagai penjumlah
V out = (V 1 +V 2) (2.10)
R1 (Alexander,2020)
Penguat Operasional merupakan
Dengan melihat konstanta perangkat penguat tegangan yang
proporsionalitasnya,penguatan didesain dengan menggunakan
rangkaian penjumlah ini mirip dengan berbagai komponen feedback eksternal
rangkaian inverting amplifier. Namun, seperti resistor dan kapasitor yang
rangkaian ini memberikan penguatan diletakkan pada bagian output dan
pada jumlah seluruh tegangan inputnya, input. Op amp merupakan penerapan
Jurnal Elektronika dan Pemprosesan Sinyal : Jurnal Ilmiah Rekayasa Elektro FT
Universitas Lambung Mangkurat
Volume 1, Nomor 1, April 2024
1819-769X (p-ISSN); 2541-1713 (e-ISSN)

dari penguat diferensial. Penguat tentang summing amplifier. Banyak


operasional adalah perangkat yang aplikasi dalam rangkaian elektronik
sangat efisien dan serbaguna. membutuhkan dua atau lebih sinyal
Aplikasinya menjangkau persyaratan analog untuk xiv ditambahkan atau
pengisian industri elektronik yang luas digabungkan menjadi satu output.
untuk pengkondisian sinyal, fungsi Penguat penjumlah melakukan hal yang
transfer khusus, instrumentasi analog, persis sama. Untuk alasan ini,
komputasi analog, dan desain sistem penjumlahan amplifier juga disebut
khusus. Aset analog dari kesederhanaan sebagai penambah tegangan karena
dan presisi menggambarkan rangkaian outputnya adalah penambahan
yang menggunakan amplifier tegangan yang
operasional. Selanjutnya dibahas
ada pada terminal inputnya. keuntungannya masing-masing. Jadi
Penguat operasional dapat secara ringkas, buku ini juga membahas
dikonfigurasikan untuk melakukan beberapa "Diagram Blok Penguat
operasi kalkulus seperti diferensiasi dan Operasional Dasar" yang dapat kita
integrasi. Dalam rangkaian gunakan untuk membuat rangkaian dan
pengintegrasian, output adalah integrasi filter elektronik yang berbeda.
dari tegangan input yang didukung (Dewantara,2020)
dengan waktu. Integrator pasif adalah
METODE PENELITIAN
sirkuit yang tidak menggunakan
perangkat aktif seperti op-amp atau 3.1 Waktu dan Tempat
transistor. Dengan demikian dibahas Praktikum kali ini dilaksanakan
juga tentang penguat diferensiator dan pada hari Jumat 05 April 2024 Pukul
integrator. Pembanding sering 14.00 WITA – Selesai. Bertempat di
digunakan untuk membedakan antara Laboratorium Fisika Dasar Fakultas
dua kondisi dalam suatu sistem: Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Misalnya, mengeluarkan logika tinggi Alam Universitas Lambung Mangkurat
(5V) dalam situasi tegangan lebih dan Banjarbaru.
logika rendah (0V) untuk operasi
3.2 Alat dan Bahan
normal. Bersama dengan komparator
khusus, dimungkinkan untuk Alat dan bahan pada percobaan ini
mengonfigurasikan penguat operasional adalah sebagai berikut:
(op-amp) untuk beroperasi sebagai
[Link], berfungsi membatasi aliran
pembanding. xv Resistor dapat
arus listrik atau mengatur tegangan
dihubungkan ke amplifier operasional
yang mengalir dalam suatu sirkuit.
dasar untuk menghasilkan berbagai
output dan konfigurasi pembalik dan
non-pembalik bersama dengan

1
2 vol. 1, no. 1, Maret 2024

[Link] Supply, berfungsi mengubah [Link] kaki inverting seri memberi


arus tegangan listrik agar tidak melebihi sinyal sinusoidal dengan frekuensi 1
batas maksimal perangkat. KHz, mengamati dan menggambar
sinyal indput dan output penguat ini
[Link] Board, berfungsi untuk
merancang sebuah rangkaian elektronik [Link] R2dengan resistor yang
sederhana. lebih kecil, mengamati hasilnya
(mengikuti petunjuk asisten)
[Link], berfungsi untuk
mengukur tegangan dan arus pada [Link] Non Inverting
rangkaian elektronik.
[Link] rangkaian seperti gambar
[Link], berfungsi untuk melihat 2.3 (dengan
bentuk gelombang sinyal elektronik R1=2 , 7 KΩ dan R 2=6 , 8 KΩ¿
[Link] AMP 741, berfungsi untuk [Link] kaki non inverting memberi
memperkuat sinyal masukan yang sinyal sinusoidal dengan frekuensi 1
diterima KHz, mengamati dan menggambar
sinyal input dan output penguat ini
3.3 Prosedur Percobaan
Prosedur percobaan pada percobaan [Link] R2dengan resistor yang
ini adalah sebagai berikut: lebih besar,mengamati hasilnya
(mengikuti petunjuk asisten)
[Link]
HASIL PEMBAHASAN
[Link] Rangkaian seperti gambar
2.4 (output generator frekuensi: 4.1 Hasil
sinusoidal dengan frekuensi 100 Hz) Berikut adalah hasil yang di
[Link] gelombang masukan dapatkan setelah melakukan percobaan
dan keluaran amplifier:

[Link] masukan ke kaki inverting 4.1.1 Data Hasil Pengamatan Penguat


dan kaki non inverting di ground kan Inverting

Vin R1 R2

5V 10Ω 100Ω
B. Penguat Inverting 4.1.2 Data Hasil Pengamatan Penguat
[Link] rangkaian seperti gambar Non-Inverting
2.2 (dengan R1=¿ 10Ω dan R2=100 Ω)
Vin R1 R2

5V 10Ω 100Ω
Jurnal Elektronika dan Pemprosesan Sinyal : Jurnal Ilmiah Rekayasa Elektro FT
Universitas Lambung Mangkurat
Volume 1, Nomor 1, April 2024
1819-769X (p-ISSN); 2541-1713 (e-ISSN)

4.1.3 Data Hasil Perhitungan Penguat Gambar 4.2 Grafik Rangkaian Non-
Inverting Inverting

Vin Vout R1 R2 A

5V -50V 10Ω 100Ω -10A

4.1.4 Data Hasil Perhitungan


Penguat Non-Inverting

Vin Vout R1 R2 A

5V 50V 10Ω 100Ω 10A

Gambar 4.3 Grafik Rangkaian Komparator

4.2 Pembahasan
Penguat Operasional (Operational
Amplifier / Op-Amp) adalah penguat
diferensial yang memiliki penguatan
yang sangat tinggi. Op-Amp tersebut
diproduksi secara masal dalam bentuk
rangkaian terpadu dan karena itu
harganya murah. Kegunaan dari Op-
Amp berasal dari sifat dasar rangkaian
umpan balik yang dengan jumlah besar
Gambar 4.1 Grafik Rangkaian Inverting umpan balik negatifnya, kinerja dari
rangkaian tersebut benar-benar
ditentukan oleh komponen umpan
baliknya. Rangkaian Op-Amp dianalisis
dengan akurasi yang baik tanpa
menggunakan teori umpan balik
dengan mengasumsikan bahwa Op-
Amp tersebut adalah ideal. Kehadiran
Op-Amp ideal dalam rangkaian
penguat membatasi arus dan tegangan
diferensial pada terminal input Op-Amp
keduanya menjadi nol. Kendala ini
ketika disertakan dengan persamaan
untuk rangkaian seputar Op-Amp

1
2 vol. 1, no. 1, Maret 2024

mengizinkan kinerja rangkaian yang Amp sebagai integrator dan


akan mudah dianalisis. Sebuah diferensiator, dengan hasil data dari
rangkaian Op-Amp dasar dan sangat praktikum atau percobaan ini diperoleh
berguna adalah penguat tegangan menggunakan variasi kondisi lampu
pembalik ( (interting voltage amplifier). pada perbedaan nyala dan mati,
parameter lampu mati nyala dan
Pada praktikum Operational
tidaknya dapat dikondisikan dengan
Amplifier ini memiliki tujuan untuk
memutar potensiometer pada
memahami cara kerja Op-Amp dan
rangkaian. Adapun peralatan yang
aplikasinya pada sistem instrumentasi,
digunakan dalam praktikum ini adalah
memahami cara kerja Op-Amp sebagai
power supply,multimeter, kabel jumper,
komparator, memahami cara kerja Op-
project
board, resistor atau hambatan, 1 buah IC diferensiator. Setelah Op-amp
LM741, Kapasitor, Potensiometer,audio disusunsebagai komparator,
generator, osiloskop, kabel jumper, potensiometer diputar ke arah kiri atau
lampu LED. Praktikum ini memiliki dikecilkan, dan diamati apa yang terjadi
langkah kerja di antaranya yaitu alat pada lampu [Link] tegangan
dan bahan yang diperlukan selama output pada komparator diukur. Untu
praktikum disiapkan, lalu alat dan kop-amp sebagai diferensiator dan
bahan disusun sesuai skema yang adadi integrator rangkaiannya kurang lebih
modul. Terdiri dari Op-amp sebagai sama, hanya saja pada posisi
komparator,integrator, dan
resistor ditukardengan kapasitor. Pada telah diungkapkan pada studi pustaka
percoban pada langkah op-amp tentang Op-Amp ideal dan Op-Amp
integrator dan diferensiator, setelah alat tidak ideal. Nilai aktual dari resistor
disusun sesuai dengan skema alat, juga mempengaruhi hasil pengukuran
grafik yang muncul pada osiloskop [Link] inverting ini juga dapat
diamati dan didokumentasikan. dilihat dari pengukuran rangkaian
dengan sumber berasal dari generator
Dari hasil pengolahan data di atas
sinyal yang memperlihatkan bahwa
dapat dilihat bahwa penguatan yang
tegangan output nya akan dua kali
dihasilkan mendekati 2 atau tegangan
lipat tegangan input dan terjadi
output dua kali lebih besar dari pada
perubahan polaritas tegangan
tegangan input dan tidak ada
pengubahan polaritas atau tanda negatif Pada percobaan yang dilakukan kali
atau positif. Perbedaan Vin dan Vout ini yaitu Penguatan Operasional (Op
yang jauh pada hasil perhitungan dan Amp) yang meliputi dua kegiatan yaitu
pengukuran Op-Amp menunjukkan penguat inverting dan penguata non
adanya kebenaran pada teori yang inverting, dimana percobaan ini,
dilakukan 2 kali pengambilan data
Jurnal Elektronika dan Pemprosesan Sinyal : Jurnal Ilmiah Rekayasa Elektro FT
Universitas Lambung Mangkurat
Volume 1, Nomor 1, April 2024
1819-769X (p-ISSN); 2541-1713 (e-ISSN)

dengan setiap percobaan menggunakan


R1 = 10Ω, R2 = 100Ω. Perhitungan analisis
data pada kegiatan 1 yaitu penguat
Amplifier ini
membalik (inverting) diperoleh tegangan
input V sebesar 5 V, kemudian frekuensi memiliki
tujuan untuk
dinaikkan secara logaritmik hingga
diperoleh Vo = Vi. Adapun hasil analisis
yang diperoleh untuk penguatan inverting
yaitu secara teori V = -5,5V = sedangkan
secara praktikum V = -5 . Dengan merata-
memahami cara
ratakan nilai penguat secara teori dan
praktikum maka diperoleh pemguatan kerja Op-Amp
inverting pada percobaan dengan nilai
kesalahan %diff = 10% dan aplikasinya
Pada percobaan 2 yaitu penguat tak
membalik (non inverting). Adapun nilai
tegangan input (Vi) yang digunakan
pada sistem
sama dengan yang pertama yaitu 5V
dan diperoleh besar Vo = Vi. Adapun
instrumentasi,
hasil analisis yang diperoleh untuk
penguatan non inverting yaitu secara memahami cara
teori Av = 7,5V sedangkan secara
praktikum Av = 5V . Dengan merata-
ratakan nilai penguat secara teori dan
kerja Op-Amp
praktikum maka diperoleh pemguatan
non inverting pada percobaan dengan
sebagai
nilai kesalahan
Berdasarkan hasil
%diff
analisis
= 50%.
dapat komparator,
dikatakan bahwa nilai penguatan
inverting lebih besar
penguatan Non-inverting.
ketimbang memahami cara
Pada praktikum kerja Op-Amp
Operational sebagai

1
2 vol. 1, no. 1, Maret 2024

integrator dan dengan


diferensiator, memutar
dengan hasil potensiometer
data dari pada rangkaian.
praktikum Adapun
atau percobaan peralatan yang
ini diperoleh digunakan
menggunakan dalam
variasi kondisi praktikum ini
lampu pada adalah power
perbedaan nyala supply,
dan mati, multimeter,
parameter kabel jumper,
lampu mati project board,
nyala dan resistor atau
tidaknya dapat hambatan, 1
dikondisikan buah IC
Jurnal Elektronika dan Pemprosesan Sinyal : Jurnal Ilmiah Rekayasa Elektro FT
Universitas Lambung Mangkurat
Volume 1, Nomor 1, April 2024
1819-769X (p-ISSN); 2541-1713 (e-ISSN)

LM741, siapkan, lalu


Kapasitor, alat dan bahan
Potensiometer, disusun sesuai
audio generator, skema yang ada
osiloskop, kabel di modul.
jumper, lampu Terdiri dari Op-
LED. amp sebagai
Praktikum ini komparator,
memiliki integrator, dan
langkah kerja di diferensiator.
antaranya yaitu Setelah Op-amp
alat dan bahan disusun
yang diperlukan sebagai
selama komparator,
praktikum di potensiometer

1
2 vol. 1, no. 1, Maret 2024

diputar ke arah kurang lebih


kiri atau sama, hanya
dikecilkan, dan saja pada posisi
diamati apa resistor ditukar
yang terjadi dengan
pada lampu kapasitor. Pada
LED. percoban pada
Kemudian langkah op-amp
tegangan output integrator dan
pada diferensiator,
komparator setelah alat
diukur. Untuk disusun sesuai
op-amp sebagai dengan skema
diferensiator alat, grafik yang
dan integrator muncul pada
rangkaiannya osiloskop
Jurnal Elektronika dan Pemprosesan Sinyal : Jurnal Ilmiah Rekayasa Elektro FT
Universitas Lambung Mangkurat
Volume 1, Nomor 1, April 2024
1819-769X (p-ISSN); 2541-1713 (e-ISSN)

diamati dan sebagai


didokumentasik komparator,
an memahami cara
Pada praktikum kerja Op-Amp
Operational sebagai
Amplifier ini integrator dan
memiliki diferensiator,
tujuan untuk dengan hasil
memahami cara data dari
kerja Op-Amp praktikum
dan aplikasinya atau percobaan
pada sistem ini diperoleh
instrumentasi, menggunakan
memahami cara variasi kondisi
kerja Op-Amp lampu pada
perbedaan nyala

1
2 vol. 1, no. 1, Maret 2024

dan mati, multimeter,


parameter kabel jumper,
lampu mati project board,
nyala dan resistor atau
tidaknya dapat hambatan, 1
dikondisikan buah IC
dengan LM741,
memutar Kapasitor,
potensiometer Potensiometer,
pada rangkaian. audio generator,
Adapun osiloskop, kabel
peralatan yang jumper, lampu
digunakan LED.
dalam Praktikum ini
praktikum ini memiliki
adalah power langkah kerja di
supply, antaranya yaitu
Jurnal Elektronika dan Pemprosesan Sinyal : Jurnal Ilmiah Rekayasa Elektro FT
Universitas Lambung Mangkurat
Volume 1, Nomor 1, April 2024
1819-769X (p-ISSN); 2541-1713 (e-ISSN)

alat dan bahan sebagai


yang diperlukan komparator,
selama potensiometer
praktikum di diputar ke arah
siapkan, lalu kiri atau
alat dan bahan dikecilkan, dan
disusun sesuai diamati apa
skema yang ada yang terjadi
di modul. pada lampu
Terdiri dari Op- LED.
amp sebagai Kemudian
komparator, tegangan output
integrator, dan pada
diferensiator. komparator
Setelah Op-amp diukur. Untuk
disusun

1
2 vol. 1, no. 1, Maret 2024

op-amp sebagai dengan skema


diferensiator alat, grafik yang
dan integrator muncul pada
rangkaiannya osiloskop
kurang lebih diamati dan
sama, hanya didokumentasik
saja pada posisi PENUTU
resistor ditukar PENUTUP
5.1 Kesimpulan

dengan Kesimpulan dari


adalah sebagai berikut:
percobaan ini

kapasitor. Pada [Link]-Amp Sebagai Komparator: Dengan


menggunakan op-amp sebagai
percoban pada komparator, kita dapat membandingkan
dua tegangan input dan menghasilkan

langkah op-amp sinyal output yang menunjukkan relasi


antara keduanya. Ini penting untuk
deteksi perbedaan tegangan dalam
integrator dan berbagai aplikasi, seperti sensorik dan
kontrol.
diferensiator, [Link]-Amp Sebagai Penguat Inverting:
Dengan mengkonfigurasi op-amp
setelah alat sebagai penguat inverting, kita dapat
menghasilkan output yang berbanding

disusun sesuai terbalik dengan inputnya.


memungkinkan untuk memperkuat
Ini

sinyal dengan faktor penguatan yang


Jurnal Elektronika dan Pemprosesan Sinyal : Jurnal Ilmiah Rekayasa Elektro FT
Universitas Lambung Mangkurat
Volume 1, Nomor 1, April 2024
1819-769X (p-ISSN); 2541-1713 (e-ISSN)

ditentukan oleh rasio resistor dalam Ridhoi, A., Setyadjit, K., & Hariadi, B.
rangkaian. (2021). Pengaturan Lampu
Penerangan Menggunakan
[Link]-Amp Sebagai Penguat Non-
Komparator Op-Amp LM358.
Inverting: Dalam konfigurasi penguat
Jurnal Teknik Industri, 24(1), 45-57.
non-inverting, output mengikuti arah
yang sama dengan inputnya. Ini Saikiran, M., Ganji, M., & Chen, D.
berguna ketika diperlukan penguatan (2020, November). Robust DfT
sinyal tanpa mengubah arahnya, seperti techniques for built-in fault
dalam aplikasi audio atau komunikasi. detection in operational amplifiers
with high coverage. In 2020 IEEE
5.2 Saran
International Test Conference
Diharapkan untuk percobaan (ITC) (pp. 1-10). IEEE.
selanjutnya lebih banyak untuk waktu
Sharma,M.C.,(1982). 41 Projects Using IC
percobaan nya dan juga untuk praktikan
741 OP AMP. Delhi:Business
untuk lebih teliti lagi dalam
Promotion Bureau
pengamatan dan pengukuran.

DAFTAR PUSTAKA
Alexander, C., & Sadiku, M. (2020).
Fundamentals of Electric Circuits
(7th ed.). McGraw-Hill Education
Dewantara, D. (2020). TEORI DASAR
AMPLIFIER. Banjarmasin:
Lambung Mangkurat University
Press.
Gray, P. R., Hurst, P. J., Lewis, S. H., &
Meyer, R. G. (2009). Analysis and
Design of Analog Integrated Circuits,
5th Edition (5th ed.). Wiley.
Murtianta, B., & Susilo, D. (2022).
Penguat Kelas D Frekuensi Tetap
Orde 2. Jurnal Edukasi Elektro, 6(1),
24-31.

Anda mungkin juga menyukai