0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
216 tayangan15 halaman

Fungsi Emosi dalam Psikologi

Psikologi Umum

Diunggah oleh

Ridho Pratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
216 tayangan15 halaman

Fungsi Emosi dalam Psikologi

Psikologi Umum

Diunggah oleh

Ridho Pratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

EMOSI

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Individu

Mata Kuliah : Psikologi Umum

Dosen Pengampu : Fitri Handayani, [Link]

Disusun Oleh:

RABIATUL ADAWIYAH LUBIS

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)

TEBINGTINGGI DELI

T.A 2022/2023
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Makalah ini dibuat dengan tujuan untuk memenuhi tugas individu mata kuliah
Psikologi Umum, yang berjudul Emosi.

Makalah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam


tentang emosi. Saya menyadari bahwa makalah ini tidak luput dari kekurangan dan
keterbatasan, oleh karena itu kritik dan saran membangun sangat saya harapkan
demi perbaikan dan pengembangan makalah ini.

Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
memberikan dukungan dan bantuan dalam penyelesaian makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca dan menjadi amal jariyah bagi saya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Perbaungan, 11 Mei 2023

RABIATUL ADAWIYAH LUBIS

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang .......................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..................................................................................................1
1.3 Tujuan .....................................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Emosi .................................................................................................3
B. Timbulnya Emosi .................................................................................................4
C. Fungsi Emosi Dalam Kehidupan.........................................................................6
D. Usaha Pengendalian Emosi..................................................................................8
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN...................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................................12

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Emosi adalah pengalaman subjektif dari perasaan yang terkait dengan
perilaku dan fisik. Emosi dapat meliputi berbagai jenis perasaan seperti gembira,
sedih, marah, takut, cemas, dan bahagia. Emosi adalah bagian alami dari kehidupan
manusia dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti situasi, lingkungan, dan
kondisi fisik dan psikologis seseorang.

Emosi dapat terjadi sebagai respons terhadap suatu stimulus atau peristiwa,
seperti berita baik atau buruk, kehilangan seseorang yang dicintai, atau situasi yang
menimbulkan ketakutan atau kecemasan. Selain itu, emosi juga dapat dipicu oleh
proses internal, seperti perasaan tidak aman atau tidak bahagia.

Emosi dapat mempengaruhi perilaku dan interaksi sosial seseorang.


Misalnya, orang yang sedang marah cenderung akan berbicara dengan nada yang
keras dan mengambil tindakan yang impulsif, sementara orang yang sedang sedih
cenderung menarik diri dari interaksi sosial dan menghindari aktivitas yang
biasanya mereka nikmati.

Studi tentang emosi telah dilakukan selama beberapa dekade dan


melibatkan berbagai bidang seperti psikologi, neurosains, dan ilmu kognitif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa emosi dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan
psikologis seseorang. Karena itu, pemahaman tentang emosi dan cara mengelola
emosi yang sehat sangat penting bagi kesejahteraan individu.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam proses penyusunan makalah ini
adalah “emosi”.
1. Apakah yang dimaksud dengan emosi?
2. Tuliskan fungsi-fungsi emosi!
3. Tuliskan usaha pengendalian emosi!

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari rumusan masalah dalam makalah ini adalah:

1. Untuk mengetahui apa itu emosi.

1
2. Untuk mengetahui fungsi-fungsi emosi.
3. Untuk mengetahui usaha pengendalian emosi.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Emosi
Emosi adalah pengalaman subjektif dari perasaan yang terkait dengan
perilaku dan fisik. Emosi dapat meliputi berbagai jenis perasaan seperti
gembira, sedih, marah, takut, cemas, dan bahagia. Emosi adalah bagian alami
dari kehidupan manusia dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti
situasi, lingkungan, dan kondisi fisik dan psikologis seseorang. 1
Menurut Lazarus (1991) dalam bukunya "Emotion and Adaptation", emosi
merupakan "suatu respons yang terdiri dari proses subjektif, fisiologis, dan
perilaku yang berubah-ubah terhadap stimulus atau situasi tertentu". Sementara
itu, Scherer (2001) dalam "Appraisal Processes in Emotion: Theory, Methods,
Research" mendefinisikan emosi sebagai "suatu konstruksi yang kompleks dan
tidak linear yang melibatkan kognisi, fisiologi, dan perilaku yang terjadi dalam
suatu konteks sosial dan budaya".
Menurut psikologi, emosi adalah proses psikologis yang melibatkan tiga
komponen yaitu pengalaman subjektif, ekspresi fisiologis, dan perilaku.
Pengalaman subjektif merujuk pada perasaan atau kesadaran seseorang tentang
peristiwa atau situasi tertentu. Ekspresi fisiologis merujuk pada respons
fisiologis yang terjadi ketika seseorang mengalami emosi, seperti peningkatan
denyut jantung, pernapasan yang cepat, atau keringat yang meningkat. Perilaku
merujuk pada respons yang tampak pada perilaku seseorang, seperti menangis,
tertawa, atau marah.2
Emosi dapat terjadi sebagai respons terhadap suatu stimulus atau peristiwa,
seperti berita baik atau buruk, kehilangan seseorang yang dicintai, atau situasi
yang menimbulkan ketakutan atau kecemasan. Selain itu, emosi juga dapat
dipicu oleh proses internal, seperti perasaan tidak aman atau tidak bahagia.
Emosi juga dapat mempengaruhi perilaku dan interaksi sosial seseorang.
Misalnya, orang yang sedang marah cenderung akan berbicara dengan nada

1
Sari, D. R. (2020). PENGERTIAN EMOSI, JENIS-JENIS, DAN
PENGELOLAANNYA. Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa, 12(2), 82-91.
2
Yusuf, S. (2018). Psikologi Emosi. Jakarta: Rajawali Pers.

3
yang keras dan mengambil tindakan yang impulsif, sementara orang yang
sedang sedih cenderung menarik diri dari interaksi sosial dan menghindari
aktivitas yang biasanya mereka nikmati.

Pentingnya Pemahaman tentang Emosi


Studi tentang emosi telah dilakukan selama beberapa dekade dan
melibatkan berbagai bidang seperti psikologi, neurosains, dan ilmu kognitif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa emosi dapat mempengaruhi kesehatan
fisik dan psikologis seseorang. Oleh karena itu, pemahaman tentang emosi dan
cara mengelola emosi yang sehat sangat penting bagi kesejahteraan individu.
Salah satu cara untuk mengelola emosi yang sehat adalah dengan mengenali
dan memahami emosi yang dirasakan. Hal ini dapat membantu seseorang untuk
mengatasi emosi negatif yang dapat mempengaruhi kesejahteraan mental dan
fisik. Selain itu, pemahaman tentang emosi juga dapat membantu seseorang
dalam interaksi sosial dan mengembangkan keterampilan interpersonal yang
lebih baik.3

B. Timbulnya Emosi
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya emosi
Timbulnya emosi dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam maupun
luar individu. Beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya emosi antara
lain:
 Situasi atau kejadian yang menimbulkan emosi, seperti berita baik atau
buruk, kehilangan seseorang yang dicintai, atau situasi yang menimbulkan
ketakutan atau kecemasan.
 Faktor psikologis, seperti persepsi individu terhadap situasi atau kejadian,
nilai-nilai yang dimilikinya, serta pengalaman masa lalu yang mungkin
mempengaruhi respons emosionalnya.

3
Goleman, D. (1996). Kecerdasan Emosi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka
Utama.

4
 Faktor biologis, seperti tingkat hormon dan neurotransmitter dalam tubuh,
serta perbedaan individu dalam hal sensitivitas terhadap rangsangan
emosional.
 Lingkungan sosial dan budaya, seperti norma dan nilai-nilai yang berlaku
dalam masyarakat, serta pengaruh keluarga dan teman-teman dalam
membentuk pola respons emosional seseorang. 4
Ada beberapa teori tentang bagaimana emosi timbul, termasuk teori biologis,
kognitif, dan sosial.
1. Teori Biologis
Teori biologis menyatakan bahwa emosi timbul dari proses biologis yang
terjadi di otak dan tubuh. Otak memiliki struktur dan jalur khusus yang terlibat
dalam pengolahan informasi emosi. Misalnya, amigdala, bagian kecil di otak
yang terletak di belakang bola mata, terlibat dalam respons emosional, terutama
terkait dengan perasaan takut dan kecemasan. Hipotalamus, bagian lain di otak,
memainkan peran penting dalam mengatur respon fisiologis seperti detak
jantung dan pernapasan. Hormon seperti adrenalin dan kortisol juga terlibat
dalam respons emosional dan dapat mempengaruhi respon fisiologis dan
perilaku.
2. Teori Kognitif
Teori kognitif menyatakan bahwa emosi timbul dari proses pemrosesan
informasi. Pemrosesan informasi ini meliputi evaluasi situasi dan interpretasi
makna dari situasi tersebut. Misalnya, jika seseorang berpikir bahwa suatu
situasi berbahaya, maka mereka mungkin merasa takut atau cemas. Sementara
itu, jika mereka berpikir bahwa situasi tersebut menyenangkan, maka mereka
mungkin merasa bahagia atau senang. Teori ini menekankan pentingnya
persepsi dan penilaian subjektif dalam timbulnya emosi.
3. Teori Sosial
Teori sosial menyatakan bahwa emosi timbul dari pengalaman sosial dan
interaksi dengan orang lain. Emosi dapat dipicu oleh respons orang lain
terhadap perilaku atau peristiwa tertentu. Misalnya, ketika seseorang melihat

4
Sari, D. R. (2020). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
TIMBULNYA EMOSI. Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa, 12(2), 92-101.

5
reaksi positif orang lain terhadap tindakan mereka, mereka mungkin merasa
senang atau bangga. Sebaliknya, jika mereka menerima reaksi negatif, mereka
mungkin merasa malu atau sedih. Teori ini menekankan pentingnya lingkungan
sosial dalam pengalaman emosi seseorang.5
Meskipun ada beberapa teori tentang timbulnya emosi, kenyataannya,
emosi muncul dari interaksi kompleks antara faktor biologis, kognitif, dan
sosial. Pengalaman emosi seseorang dipengaruhi oleh bagaimana mereka
memproses informasi, persepsi mereka terhadap situasi, interaksi sosial, dan
respons fisiologis mereka. Keterampilan mengelola emosi dapat membantu
seseorang memahami dan mengatasi emosi mereka dengan cara yang sehat dan
efektif.

C. Fungsi Emosi Dalam Kehidupan


Emosi juga memiliki berbagai fungsi yang sangat penting dalam kehidupan
manusia.
1. Fungsi adaptif
Fungsi emosi yang paling penting adalah membantu manusia beradaptasi
dengan lingkungan sekitarnya. Emosi memungkinkan seseorang untuk
merespon situasi atau kejadian yang mengancam dengan cara yang efektif dan
efisien. Contohnya, ketika seseorang merasa takut karena menghadapi situasi
berbahaya, maka respons emosionalnya akan membantunya untuk bertindak
cepat dan menghindari bahaya tersebut. Emosi juga membantu manusia
mengambil keputusan yang tepat dalam situasi yang kompleks dan sulit.
2. Fungsi sosial
Emosi juga memiliki fungsi sosial yang penting. Emosi memengaruhi
interaksi sosial manusia dan membantu dalam mempertahankan hubungan
sosial yang sehat. Contohnya, rasa kasih sayang memotivasi seseorang untuk
merawat dan memelihara hubungan dengan pasangan, keluarga, atau teman-
teman. Sementara itu, rasa marah memungkinkan seseorang untuk
memperjuangkan haknya atau membela orang-orang yang dicintai.

5
Susanti, R. (2019). TIMBULNYA EMOSI. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan,
7(1), 25-36.

6
3. Fungsi motivasi
Emosi juga memiliki fungsi motivasi. Emosi yang positif seperti
kebahagiaan dan kegembiraan memotivasi seseorang untuk melakukan
tindakan yang menyenangkan dan mencari pengalaman positif lainnya.
Sementara itu, emosi yang negatif seperti rasa sedih atau marah dapat
memotivasi seseorang untuk mengubah situasi yang tidak menyenangkan atau
memperbaiki keadaan yang kurang baik.
4. Fungsi kognitif
Emosi juga memiliki fungsi kognitif. Emosi memengaruhi persepsi,
pemikiran, dan ingatan manusia. Emosi positif dapat meningkatkan ingatan dan
memperbaiki proses kognitif lainnya, sementara emosi negatif dapat
mengganggu proses kognitif dan memengaruhi ingatan seseorang.
5. Fungsi psikologis
Emosi juga memiliki fungsi psikologis yang penting. Emosi dapat
membantu seseorang mengatasi tekanan dan stres dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya, emosi seperti humor dan optimisme dapat membantu seseorang
menghadapi situasi yang sulit dan membantu mereka tetap positif dan optimis
dalam kehidupan.6
6. Pentingnya emosi dalam kehidupan
Emosi sangat penting dalam kehidupan seseorang karena mempengaruhi
hampir setiap aspek kehidupan, seperti hubungan sosial, kesehatan mental, dan
kesejahteraan fisik. Beberapa alasan mengapa emosi penting dalam kehidupan
antara lain:
 Meningkatkan hubungan sosial: Emosi yang sehat dapat membantu
seseorang untuk memahami perasaan dan niat orang lain, serta
mengungkapkan perasaan dan niat sendiri secara efektif, sehingga dapat
meningkatkan kualitas hubungan sosial.
 Menjaga kesehatan mental: Emosi yang sehat dapat membantu seseorang
untuk mengatasi stres, mengurangi rasa cemas dan depresi, serta
meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan.

6
Nuryanti, S., & Yusuf, S. (2016). FUNGSI EMOSI DALAM KEHIDUPAN.
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 4(1), 45-52.

7
 Meningkatkan kesejahteraan fisik: Emosi yang sehat juga dapat membantu
seseorang untuk meningkatkan kesejahteraan fisik, seperti mengurangi
risiko penyakit jantung, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan
memperpanjang umur.7

D. Usaha Pengendalian Emosi


Usaha pengendalian emosi atau regulasi emosi adalah kemampuan untuk
mengatur dan mengelola emosi agar sesuai dengan situasi dan lingkungan yang
dihadapi. Regulasi emosi yang baik penting untuk menjaga kesehatan mental
dan kesejahteraan seseorang. Beberapa usaha pengendalian emosi yang dapat
dilakukan adalah dengan mengenali dan memahami emosi, mengatur
pernapasan, berbicara pada diri sendiri, serta mencari dukungan sosial.
Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang beberapa usaha pengendalian
emosi:
1. Mengenali dan memahami emosi
Usaha pertama dalam pengendalian emosi adalah dengan mengenali dan
memahami emosi yang dirasakan. Hal ini dapat dilakukan dengan
mengidentifikasi jenis emosi, memperhatikan gejala fisik yang muncul, serta
mencari tahu apa yang memicu munculnya emosi tersebut. Setelah memahami
emosi, seseorang dapat mencari strategi untuk mengendalikan atau mengelola
emosi tersebut.
2. Mengatur pernapasan
Teknik pengaturan pernapasan merupakan salah satu cara yang dapat
membantu mengendalikan emosi. Pernapasan dalam dan perlahan dapat
membantu menenangkan pikiran dan tubuh, sehingga memungkinkan
seseorang untuk lebih tenang dan terfokus. Seseorang dapat mencoba teknik
pernapasan seperti pernapasan diafragma atau pernapasan relaksasi progresif.
3. Berbicara pada diri sendiri
Teknik ini melibatkan penggunaan kata-kata positif atau afirmasi pada diri
sendiri untuk membantu mengubah pola pikir dan mengendalikan emosi.

7
Suhardono, S. (2019). PENTINGNYA EMOSI DALAM KEHIDUPAN. Jurnal
Psikologi Terapan, 7(1), 25-36.

8
Contoh dari afirmasi positif adalah "Saya mampu menghadapi situasi ini" atau
"Saya bisa mengatasi emosi saya dengan cara yang positif".
4. Mencari dukungan sosial
Mendapatkan dukungan sosial dari orang lain dapat membantu mengurangi
tingkat stres dan mengatasi emosi yang tidak sehat. Seseorang dapat mencari
dukungan sosial dari keluarga, teman, atau konselor. Hal ini dapat membantu
memperbaiki suasana hati dan membantu dalam pengendalian emosi.8

Berikut adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk mengendalikan


emosi:
1. Mengenali Emosi yang Muncul
Strategi pertama untuk mengendalikan emosi adalah dengan
mengenali emosi yang muncul. Ketika emosi muncul, pertama-tama
cobalah untuk mengidentifikasi dan memahami emosi tersebut. Dengan
demikian, kamu akan dapat mengontrolnya dengan lebih efektif.
2. Mengenal Pemicu Emosi
Pemicu emosi dapat berasal dari berbagai faktor, seperti pengalaman
masa lalu, situasi saat ini, atau bahkan faktor fisik seperti kelelahan atau
kelaparan. Dengan mengenal pemicu emosi, kamu dapat mempersiapkan
diri sebelumnya dan mengambil tindakan yang tepat untuk mengendalikan
emosi yang muncul.
3. Berpikir Positif
Berpikir positif merupakan salah satu strategi yang efektif dalam
mengendalikan emosi. Cobalah untuk memfokuskan pikiran pada hal-hal
positif dan optimis, terlepas dari situasi yang sedang dihadapi. Hal ini dapat
membantu mengurangi stres dan membantu kamu mengendalikan emosi
yang muncul.
4. Berbicara dengan Orang Lain
Berbicara dengan orang lain juga dapat membantu mengendalikan
emosi. Cobalah untuk berbicara dengan teman atau keluarga dan ceritakan
mengenai apa yang membuatmu emosi. Dengan mendiskusikan masalahmu

8
Sabrina, C. (2020). Seni Mengendalikan Emosi. Bright Publisher.

9
dengan orang lain, kamu akan merasa lebih tenang dan terkadang dapat
menemukan solusi yang lebih baik untuk masalah yang dihadapi.
5. Menggunakan Teknik Relaksasi
Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau teknik pernapasan
dapat membantu mengendalikan emosi dengan merilekskan tubuh dan
pikiran. Cobalah untuk meluangkan waktu setiap hari untuk melakukan
teknik relaksasi ini agar dapat membantu meredakan stres dan
mengendalikan emosi.
6. Mengambil Tindakan yang Tepat
Ketika kamu menghadapi situasi yang menimbulkan emosi, cobalah
untuk mengambil tindakan yang tepat. Misalnya, jika kamu merasa marah
pada seseorang, cobalah untuk mengomunikasikan perasaanmu dengan baik
dan mencari solusi bersama. Hal ini akan membantu meredakan emosi dan
menjaga hubungan baik dengan orang tersebut.
7. Menjaga Keseimbangan Hidup
Terakhir, menjaga keseimbangan hidup juga sangat penting dalam
mengendalikan emosi. Cobalah untuk menjaga keseimbangan antara
pekerjaan dan waktu untuk bersantai, serta jangan lupa untuk menjaga
kesehatan fisik dan mentalmu.9

9
Prawito, P. (2018). Membangun Emotional Intelligence: Strategi Pengendalian
Emosi untuk Sukses dalam Karir. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

10
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
1. Emosi adalah pengalaman subjektif dari perasaan yang terkait dengan
perilaku dan fisik. Emosi dapat meliputi berbagai jenis perasaan seperti
gembira, sedih, marah, takut, cemas, dan bahagia. Emosi adalah bagian
alami dari kehidupan manusia dan dapat dipengaruhi oleh berbagai
faktor seperti situasi, lingkungan, dan kondisi fisik dan psikologis
seseorang.
2. Adapun fungsi emosi dalam kehidupan yaitu:
1. Fungsi Adaptif
2. Fungsi Sosial
3. Fungsi Motivasi
4. Fungsi Kognitif
5. Fungsi Psikologis
3. 1. Mengenali dan memahami emosi
2. Mengenal Pemicu Emosi
3. Berpikir Positif
4. Berbicara dengan Orang Lain

11
DAFTAR PUSTAKA

Goleman, D. (1996). Kecerdasan Emosi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.


Nuryanti, S., & Yusuf, S. (2016). FUNGSI EMOSI DALAM KEHIDUPAN.
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 4(1), 45-52.
Prawito, P. (2018). Membangun Emotional Intelligence: Strategi Pengendalian
Emosi untuk Sukses dalam Karir. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Sabrina, C. (2020). Seni Mengendalikan Emosi. Bright Publisher.
Sari, D. R. (2020). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
TIMBULNYA EMOSI. Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa, 12(2), 92-101.
Sari, D. R. (2020). PENGERTIAN EMOSI, JENIS-JENIS, DAN
PENGELOLAANNYA. Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa, 12(2), 82-91.
Suhardono, S. (2019). PENTINGNYA EMOSI DALAM KEHIDUPAN. Jurnal
Psikologi Terapan, 7(1), 25-36.
Susanti, R. (2019). TIMBULNYA EMOSI. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan,
7(1), 25-36.
Yusuf, S. (2018). Psikologi Emosi. Jakarta: Rajawali Pers.

12

Anda mungkin juga menyukai