Metode Penjadwalan Proyek Konstruksi
Metode Penjadwalan Proyek Konstruksi
TINJAUAN PUSTAKA
1
BAB 2
TINJUAN PUSTAKA
2.1 Perencanaan Penjadwalan
2.1.1 Pengertian Penjadwalan
Jadwal adalah penjabaran perencanaan proyek menjadi urutan
langkah-langkah pelaksanaan pekerjaan untuk mencapai sasaran, metode
menyusun jadwal yang terkenal adalah analisis jaringan, yang
menggambarkan dalam suatu grafik hubungan urutan pekerjaan proyek.
Pekerjaan yang harus mendahului atau didahului oleh pekerjaan lain
diidentifikasi dalam kaitanya dengan waktu. Jaringan kerja ini sangat
berguna untuk perencanaan dan pengendalian proyek (Soeharto,1997: 114)
Penjadwalan adalah kegiatan untuk menentukan waktu yang
dibutuhkan dan urutan kegiatan serta menentukan waktu proyek dapat
diselesaikan (Ervianto, 2002: 154). Penjadwalan adalah berfikir secara
mendalam melalui berbagai persoalan-persoalan, menguji jalur-jalur yang
logis, serta menyusun berbagai macam tugas yang menghasilkan suatu
kegiatan lengkap, dan menuliskan bermacam-macam kegiatan dalam
rangka yang logis dan rangkaian waktu yang tepat (Luthan dan Syafiriadi,
2006: 8).
Dalam kenyataannya, prosedur penjadwalan melalui proses estimasi
mengandung unsur ketidakpastian. Hal ini sesuai dengan karakteristik
proyek konstruksi, yaitu tingkat risiko yang tinggi terhadap setiap
perubahan yang terjadi, baik perubahan sistem politik, cuaca,
ketergantungan buruh, kegagalan konstruksi, ketergantungan pihak lain,
dan lain sebagainya.
Untuk mengantisipasi ketidakpastian dari durasi konstruksi dan
penjadwalan, dikembangkan metode penjadwalan dengan
mempertimbangkan ketidakpastian tersebut. Ada dua cara pendekatan
penjadwalan dengan ketidakpastian, yaitu:
Cara pertama adalah mengabaikan ketidakpastian durasi, digunakan
penjadwalan dengan ekspektasi durasi (most likely). Kerugian dari
cara ini adalah schedule yang bersifat optimistik, penggunaan durasi
tunggal akan menghasilkan schedule yang kaku, sehingga
dibutuhkan monitoring dan updating secara kontinyu (terus-
menerus) secara ketat.
Cara kedua adalah dengan memasukan kontingensi (contingency)
dengan tujuan menghindari schedule yang terlalu optimis.
Contohnya durasi yang diharapkan 2 hari, dalam schedule
4
digunakan durasi 2,2 persen hari (10% kontigensi) (Ervianto,
2004:35).
2.1.2 Jenis-Jenis Penjadwalan
Pada umumnya penjadwalan terbagi menjadi 2 bagian yaitu:
Penjadwalan Deterministik, tugas jaringan saling terhubung dengan
dependensi yang menggambarkan pekerjaan yang akan dilakukan,
masa kerja dan rencana penyelesaian proyek. Setiap tugas memiliki
durasi yang direncanakan. Penjadwalan deterministic ini dibagi
menjadi dua yaitu:
CPM (Critical Path Method) adalah metode untuk merencanakan
dan mengawasi proyek, merupakan sistem yang paling banyak
dipergunakan diantara semua sistem lain yang memakai prinsip
pembentukan jaringan. CPM pada dasarnya menitikberatkan pada
persoalan keseimbangan antara biaya dan waktu penyelesaian
proyek (Levin dan Kirkpatrick, 1972). Critical path merupakan
jalur terpanjang dalam network diagram dan mempunyai kesalahan
paling sedikit, yang berupa : Arrow Diagram, Time Scale Diagram,
dan Precedence Diagram Method (PDM)
Non-CPM adalah berbentuk grafik yang digambarkan dengan bar
atau batang vertikal, yang berupa Bar/Gantt Chart, Line Diagram
Penjadwalan Probabilistik, jaringan dengan semua elemen dari
rencana deterministik, tetapi jangka waktu tugas adalah variabel-
variabel acak. Berikut adalah contoh dari penjadwalan probabilistik:
PERT (Program evaluation and review technique) adalah suatu
metode untuk semaksimal mungkin mengurangi adanya penundaan
kegiatan proyek, produksi, dan teknik, mengkoordinasikan dan
menyesuaikan berbagai bagian sebagai suatu keseluruhan pekerjaan
dan mempercepat penyelesain proyek (Nurhayati, 2010).
Monte Carlo adalah sebuah teknik sampling statistik yang
digunakan untuk memperkirakan solusi terhadap masalah-masalah
kuantitatif yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam
penyusunan penjadwalan suatu proyek. Dengan metode Monte
Carlo dapat diteliti apakah penyusunan penjadwalan suatu proyek
sudah memperkirakan waktu yang aman menurut estimasi waktu
dari pihak yang bersangkutan. Pada umumnya, kegiatan monitoring
suatu proyek dilakukan dengan menggunakan kurva s yang berisi
daftar pekerjaan dan bobot biaya setiap pekerjaan yang memiliki
sumbu persentase kumulatif dan waktu pelaksanaan yang nantinya
akan dibandingkan antara jadwal dan pelaksanaan di lapangan
5
berdasarkan laporan proyek akan tetapi dengan penggunaan kurva s
tidak dapat mengetahui pengaruh antar aktivitas dan pengaruh
keterlambatan suatu aktivitas terhadap keseluruhan proyek (Fadjar,
2008).
2.1.3 Tujuan dari Perencanaan Penjadwalan
Sebelum proyek dimulai sebaiknya seorang manager yang baik
terlebih dahulu merencanakan jadwal proyek. Tujuan perencanaan jadwal
adalah :
Mempermudah perumusan masalah proyek
Menentukan metode atau cara yang sesuai
Kelancaran kegiatan lebih terorganisir
Mendapatkan hasil yang optimum
Manfaat perencaan bagi proyek adalah:
Mengetahui keterkaitan antar kegiatan
Mengetahui kegiatan yang perlu menjadi perhatian (kegitan kritis)
Mengetahui dengan jelas kapan memulai kegiatan dan kapan harus
menyelesaikanya
2.2 Time Schedule
Time Schedule adalah rencana waktu yang telah diterapkan dalam
pelaksanaan pekerjaan proyek, meliputi semua item pekerjaan yang ada.
Time Schedule ini menerangkan kapan waktu dimulai pekerjaan, lama
waktu pekerjaan atau durasi dan waktu selesai pekerjaan yang meliputi
pekerjaan pembuatan rumah, gedung, kantor, jalan raya, jembatan, dan
semua konstruksi bangunan sipil lainnya. Time Schedule biasanya dibuat
dalam bentuk Bar Chart dan Network Planning. Saat ini bentuk Bar Chart
sangat sering digunakan dalam penyajian data Time Schedule. Karena
bentuk ini memudahkan kita dalam kegiatan selanjutnya yaitu pembuatan
Kurva S. (M. Taqwa Sitompul,2018).
2.2.1 Tujuan Time Schedule
Tujuan dari pembuatan Time Schedule ini adalah sebagai berikut:
Menentukan urutan pekerjaan, agar sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuan yang ada, sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan
lancar, dan di capai efisiensi sumber daya dengan mutu pekerjaan
yang memenuhi persyaratan teknis.
Mendeteksi terjadinya keterlambatan pelaksanaan pekerjaan, bila
terjadi keterlambatan dapat dicegah sedini mungkin atau diambil
kebijakan lain, sehingga tidak terlalu mengganggu kelancaran
pekerjaan lain.
6
Memperkirakan jumlah sumber daya (material, manusia, peralatan,
dan lain- lain), yang harus disediakan pada waktu tertentu.
Pedoman bagi Kontraktor dan Konsultan Pengawas untuk mengatur
kecepatan pelaksanaan proyek.
Referensi bagi pemilik, Konsultan Pengawas dan Kontraktor untuk
mengontrol kemajuan pekerjaan proyek.
Pedoman bagi Konsultan Pengawas dan Kontraktor untuk
mengevakuasi pekerjaan yang telah diselesaikan.
2.2.2 Pembuatan Time Schedule
Menyusun Time Schedule atau jadwal pelaksanaan proyek yang
baik membutuhkan beberapa cara antara lain:
Gambar kerja proyek.
Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP).
Bill of Quantity (BOQ).
Data Lokasi Proyek.
Data sumber daya meliputi material, peralatan, sub
kontraktor yang tersedia disekitar lokasi pekerjaan proyek
berlangsung.
Data sumber daya material, peralatan, sub kontraktor yang harus
didatangkan ke lokasi proyek.
2.3 Kurva S
Kurva S atau Hanumm curve adalah sebuah grafik yang
dikembangkan oleh Warren T. Hanumm atas dasar pengamatan terhadap
sejumlah besar proyek sejak awal hingga akhir proyek. Kurva S dapat
menunjukkan suatu kemajuan proyek berdasarkan kegiatan waktu dan
bobot pekerjaan yang direpresentasikan sebagai persentase komulatif dari
seluruh kegiatan proyek. Visualisasi dari kurva S dapat memberikan
informasi mengenai kemajuan proyek dengan membandingkan antara
Kurva S rencana dengan realisasi, untuk membuat Kurva S jumlah
persentase kumulatif bobot masing-masing kegiatan pada suatu periode di
antara durasi proyek diplotkan terhadap sumbu vertikal sehingga bila
hasilnya dihubungkan dengan garis akan membentuk kurva yang berbentuk
huruf S.
Kurva S adalah suatu kurva yang disusun untuk menunjukkan
hubungan antar nilai komulatif yang dibuat menjadi sebuah persentase (%)
penyelesaiannya, dengan demikian persentase yang ada dikurva S dapat
digambarkan juga sebagai volume pekerjaan yang diselesaikan sepanjang
berlangsungnya proyek atau pekerjaan dalam bagian dari proyek tersebut.
Dengan membandingkan kurva tersebut dengan kurva yang serupa yang
7
disusun berdasarkan perencanaan, maka akan segera terlihat dengan jelas
apabila terjadi penyimpangan. Oleh karena itu kemampuannya yang dapat
diandalkan dalam melihat penyimpangan-penyimpangan dalam suatu
pelaksanaan proyek, maka pengendalian proyek dengan memanfaatkan
Kurva S sering kali digunakan dalam pengendalian suatu proyek. Pada
Kurva S, sumber mendatar menunjukkan waktu kalender, dan sumbu
vertikal menunjukkan nilai komulatif atau persentase penyelesaian
pekerjaan. Kurva yang berbentuk huruf S tersebut lebih banyak terbentuk
karena kelaziman dalam pelaksanaan proyek yaitu kemajuan pada awal-
awalnya bergerak lambat, kemudian diikuti oleh kegiatan yang bergerak
cepat dalam kurun waktu yang lebih lama, pada akhirnya kegiatan menurun
kembali dan berhenti pada suatu titik akhir.
2.3.1 Manfaat Penggunan Kurva S
Didalam suatu proyek konstruksi Kurva S memiliki beberapa
kegunaan, yaitu:
Sebagai jadwal pelaksanaan kegiatan proyek, disitu akan terlihat
kapan proyeknya dimulai dan kapan akan berakhir, serta pekerjaan
apa saja yang harus dikerjakan pada tanggal tertentu.
Sebagai dasar untuk manajemen keuangan proyek, dengan adanya
Kurva S maka akan terlihat perkiraan besarnya presentase progress
yang akan diraih pada tanggal tertentu, seorang manajer keuangan
dapat memperkirakan berapa dana yang akan tersedia serta kapan
akan menagih pembayaran ke owner dengan besaran sekian rupiah
dihitung dari progress proyek.
Untuk melihat pekerjaan yang masuk kedalam lintasan kritis, yaitu
item yang harus segera selesai agar pekerjaan lain yang berkaitan
dapat segera dikerjakan.
Untuk menghitung prestasi pekerjaan proyek, di Kurva S terdapat
rencana progress mingguan proyek, dan ada perhitungan progress
realisasi pelaksanaan, dari perbandingan antara rencana dan
realisasi akan diketahui seberapa besar prestasi pekerjaan, apakah
lebih cepat atau terlambat dari jadwal.
Sebagai pedoman manajer proyek untuk mengambil kebijakan agar
pelaksanaan pekerjaan bisa selesai sesuai batas waktu kontrak, atau
lebih cepat lebih baik.
Sebagai bahan pelaporan proyek dari kontraktor kepada manajemen
konstruksi, konsultan pengawas, atau owner sebagai pemilik
proyek.
8
2.3.2 Pembuatan Kurva S
Ada beberapa tahapan prosedur dalam pembuatan Kurva S
Rencana, yaitu:
Menuliskan item pekerjaan seperti yang ada di Time Schedule.
Menentukan bobot persen dari tiap item pekerjaan berdasarkan
perincian harga pada tiap item pekerjaan terhadap harga total dari
semua item pekerjaan.
Membagi bobot persen pekerjaan dengan lama waktu yang
dibutuhkan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut sesuai dengan
Time Schedule.
Menjumlahkan bobot persen pekerjaan persatuan waktu.
Membuat table kumulatif dari persen pekerjaan persatuan waktu
yang direncanakan sampai dengan waktu dari proyek tersebut.
Memplot grafik hubungan antara kumulatif dari persen pekerjaan
dengan waktu. Grafik inilah yang disebut Kurva S rencana.
Pembuatan kurva S ini berhubungan dengan prestasi pekerjaan
kontraktor yang dicatat dalam Time Schedule. Prestasi pekerjaan ini dinilai
dari beberapa persen dari tiap item atau jenis pekerjaan yang telah
diselesaikan kontraktor di lapangan, sesuai dengan jadwal yang
direncanakan. Adapun tahap-tahap pembuatannya adalah:
Penilaian prestasi kerja kontraktor diplot dalam Time
Schedule persatuan waktu tersebut.
Menjumlahkan prestasi kerja kontraktor untuk seluruh item atau
jenis pekerjaan yangdikerjakan persatuan waktu tersebut.
Membuat table kumulatif dari prestasi kerja yang
diselesaikan kontraktor sampai dengan waktu tersebut.
Memplot grafik hubungan antara kumulatif dari prestasi
kerja dengan waktu. Grafik inilah yang disebut Kurva S
realisasi.
Adapun fungsi kurva S adalah sebagi berikut :
Menentukan waktu penyelesaian proyek.
Menentukan waktu penyelesaian bagian proyek.
Menentukan besarnya biaya pelaksanaan proyek.
Menentukan waktu untuk mendatangkan alat dan material
yang akan dipakai.
Kurva S sangat berguna sebagai laporan kepada pimpinan
proyek maupun pimpinan perusahaan karena grafik ini dapat dengan
jelas menunjukkan kemajuan proyek dan berikut adalah contoh
bentuk dari grafik Kurva S pada gambar 2.1
9
Gambar 2.1 Kurva S
(Sumber: Khalid, 2008)
2.4 Risiko dan Ketidakpastian
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka, 2002)
risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan, merugikan,
membahayakan dari suatu perbuatan atau tindakan. Sedangkan
ketidakpastian adalah keadaan yang tidak diketahui atau tidak pasti.
Sedangkan menurut beberapa literature risiko (risk) didefinisikan sebagai
suatu kondisi yang akan menimbulkan kerugian, kerukkan atau kehilangan
(Kerzner, 1995 ;Flanagan and Norman, 1993;Palmer, 1996). Sedangkan
(Lowe. J, 1996) mendifinisikan ketidakpastian (uncertainty) sebagai
peristiwa-peristiwa yang tidak diketahui, yang tidak dapat diramalkan
secara menyakinkan.
Risiko dalam pengertian umum di masyarakat dapat diartikan
sebagai terjadinya hal-hal yang merupakan dampak negatif dari suatu
aktivitas atau tindakan dan selalu merugikan. Beberapa pakar dan penulis
memberikan pengertian yang berbeda-beda mengenai arti dari kata risiko
ini. Risiko merupakan variasi dalam hal-hal yang mungkin terjadi secara
alami di dalam suatu situasi (Fisk, E.R.1997). Tak akan ada yang dapat
mengetahui kapan risiko akan terjadi. Karena itu risiko dapat didartikan
pula sebagai probabilitas kejadian yang muncul selama suatu periode
waktu. Dari definisi dan pandangan tersebut maka risiko dapat dikaitkan
dengan probabilitas karena risiko tidak pernah diketahui secara pasti
keberadaan dan waktu terjadinya, beberapa definisi risiko adalah sebagai
berikut:
10
Risk is the chance loss (Risiko adalah kans kerugian). Chance loss
biasanya dipergunakan untuk menunjukan suatu keadaan dimana
terdapat suatu keterbukaan (exposure) terhadap kerugian atau suatu
kemungkinan kerugian.
Risk is the possibility of loss (Risiko adalah kemungkinan kerugian).
Istilah possibility berarti bahwa probabilitas suatu peristiwa berada
diantara nol dan satu.
Risk is the dispersion of actual from expected results (Risiko
merupakan penyebaran hasil aktual dari hasil yang diharapkan).
Ahli statistik sudah sejak lama mendefinisikan risiko sebagai derajat
penyimpangan sesuatu nilai disekitar satu posisi sentral atau
disekitar titik rata-rata
Risk is the probabilitu of any outcome different from the one
expected (Risiko adalah probabilitas sesuatu outcome berbeda
outcome yang diharapkan). Variasi lain dari konsep risiko sebagai
suatu penyimpangan yaitu risiko merupakan probabilitas obyektif
bahwa outcome yang aktual dari suatu kejadian akan berbeda dari
outcome yang diharapkan.
Risk is uncertainty (Risiko adalah ketidakpastian). Risiko
berhubungan dengan ketidakpastian, yaitu adanya risiko karena
adanya ketidakpastian. Pengertian ketidakpastian secara subjektif
merupakan penilaian individu terhadap situasi risiko.
Ketidakpastian (uncertainty) sering diartikan dengan keadaan di
mana ada beberapa kemungkinan kerjadian dan setiap kejadian akan
menyebabkan hasil yang berbeda. Tetapi, tingkat kemungkinan atau
probabilitas kejadian itu sendiri tidak diketahui secara kuantitatif
(Djohanputro, 2004). Perbandingan risiko dan ketidakpastian menurut
Djohanputro dapat kita lihat pada table berikut:
Tabel 2.1 Perbandingan Resiko dan Ketidakpastian
(Sumber: Djohanputro, 2004)
11
Risiko adalah hal yang tidak akan pernah dapat dihindari pada suatu
kegiatan / aktivitas yang dilakukan manusia, termasuk aktivitas proyek
pembangunan dan proyek konstruksi. Karena dalam setiap kegiatan, seperti
kegiatan konstruksi, pasti ada berbagai ketidakpastian (uncertainty). Faktor
ketidakpastian inilah yang akhirnya menyebabkan timbulnya risiko pada
suatu kegiatan, berikut adalah faktor penyebab ketidakpastian:
Ketidak cukupan informasi, informasi kualitatif dan informasi
kuantitatif yang tidak mencakupi akan menghalangi pembuat
keputusan untuk mengenali masalah yang ada dan keputusan delay
yang efektif.
Ketidak jelasan masalah struktur, hal ini dapat mengakibatkan
kurang percaya diri dalam membuat keputusan karena ada kesulitan
dalam perumusan masalah ke dalam beberapa komponen yang bias
dimengerti.
Ketidak mampuan untuk mengidentifikasi alternative solusi jika ada
kesulitan dalam mengidentifikasi komponen masalah dan alternatif
solusi, pembuat keputusan mungkin akan membuat keputusan yang
salah (Ritchie dan Marshall, 1993)
Dalam proyek konstruksi terdapat beberapa tipikal risiko yang mungkin
terjadi, antara lain adalah:
Gagal menyelesaikan jadwal yang telah diterapkan untuk pekerjaan
perancangan (design) dan konstruksi.
Gagal memperoleh persetujuan (approval) mengenai detail kode
bangunan, garis besar perencanaan dalam kurun waktu yang
direncanakan selama program perencangan.
Bencana alam (force majeure) seperti banjir, gempa bumi, tanah
longsor.
Klaim kerugian dari kontraktor akibat keterlambatan produksi
rancangan detil dari tim perencana.
Kenaikan harga material dan tenaga kerja yang tidak diharapkan.
Gagal menyelesaikan proyek dalam koridor anggaran pemilik.
Kecelakaan kerja di lokasi proyek (on site) selama masa konstruksi
yang mengakibatkan luka fisik (physical injury).
Keadaan cuaca yang dapaat mengakibatkan keterlambatan proyek
Keterlambatan atau pembayaran dan ketidakmampuan pemilik
membayar kontraktor.
12
2.5 Monte Carlo
Monte Carlo adalah algoritma komputasi untuk mensimulasikan
berbagai perilaku sistem fisika dan matematika. Penggunaan klasik metode
ini adalah untuk mengevaluasi integral definit, terutama integral
multidimensi dengan syarat dan batasan yang rumit. Simulasi Monte Carlo
sangat penting dalam fisika komputasi dan bidang terapan lainnya, dan
memiliki aplikasi yang beragam mulai dari penghitungan termodinamika
kuantum esoterik hingga perancangan aerodinamika. Metode ini terbukti
efisien dalam memecahkan persamaan diferensial integral medan radian,
sehingga metode ini digunakan dalam penghitungan iluminasi global yang
menghasilkan gambar-gambar fotorealistik model tiga dimensi, dimana
diterapkan dalam video games, arsitektur, perancangan, film yang
dihasilkan oleh komputer, efek-efek khusus dalam film, bisnis, ekonomi,
dan bidang lainnya (Noviandhini, 2013).
Algoritma ini memerlukan pengulangan (repetisi) dan penghitungan
yang amat kompleks, metode Monte Carlo pada umumnya dilakukan
menggunakan komputer, dan memakai berbagai teknik simulasi komputer.
Algoritma Monte Carlo adalah metode Monte Carlo numerik yang
digunakan untuk menemukan solusi matematis (yang dapat terdiri dari
banyak variabel) yang sulit dipecahkan, misalnya dengan kalkulus integral,
atau metode numerik lainnya
2.5.1 Sejarah dari Metode Monte Carlo
Ide pertama dicetuskan Enrico Fermi di tahun 1930-an. Pada saat
itu para fisikawan di Laboratorium Sains Los Alamos sedang memeriksa
perlindungan radiasi dan jarak yang akan neutron tempuh melalui beberapa
macam material. Namun data yang didapatkan tidak dapat membantu untuk
memecahkan masalah yang ingin mereka selesaikan karena ternyata
masalah tersebut tidak bisa diselesaikan dengan penghitungan analitis. Lalu
John von Neumann dan Stanislaw Ulam memberikan ide untuk
memecahkan masalah dengan memodelkan eksperimen di komputer.
Metode tersebut dilakukan secara untung-untungan. Takut hasil karyanya
dicontek orang, metode tersebut diberi kode nama Monte Carlo.
Nama Monte Carlo kemudian akhirnya menjadi populer oleh Enrico
Fermi, Stanislaw Ulam, dan rekan-rekan mereka sesama peneliti fisika.
Nama Monte Carlo merujuk kepada sebuah kasino terkenal di Monako. Di
sanalah paman dari Stanislaw Ulam sering meminjam uang untuk berjudi.
Kegunaan dari ketidakteraturan dan proses yang berulang memiliki
kesamaan dengan aktivitas di kasino. Hal yang berbeda dari simulasi
Monte Carlo adalah ia membalikkan‖ bentuk simulasi yang umum. Metode
ini akan mencari kemungkinan terlebih dahulu sebelum memahami
13
permasalahan yang ada. Sementara umumnya menggunakan simulasi
untuk menguji masalah yang sebelumnya telah dipahami. Walaupun
pendekatan terbalik ini sudah ada sejak lama, namun baru setelah metode
Monte Carlo populer pendekatan ini diakui.
Penggunaan metode paling awal diketahui digunakan oleh Enrico
Fermi di tahun 1930. Pada waktu itu beliau menggunakan metode acak
untuk menghitung sifat dari neutron yang baru ditemukan. Baru setelah
komputer pertama diperkenalkan sekitar tahun 1945 metode Monte Carlo
mulai dipelajari lebih lanjut. Metode ini telah digunakan di bidang fisika,
kimia fisika, dan lain-lain. Rand Corporation dan U.S. Air Force
merupakan sponsor utama dalam pengembangan metode Monte Carlo pada
waktu itu dan metode ini semakin berkembang di berbagai bidang.
Penggunaan metode Monte Carlo membutuhkan sejumlah besar
angka acak sehingga seiring dengan berkembangnya metode ini,
berkembang pula pseudorandom number generator yang ternyata lebih
efektif digunakan daripada tabel angka acak yang terlah sebelumnya sering
digunakan untuk pengambilan sampel statistik. Metode Monte Carlo
memiliki banyak penerapan di berbagai bidang.
Penerapan metode Monte Carlo antara lain dalam bidang:
Grafis
Digunakan untuk penjejakan sinar.
Biologi
Mempelajari jaringan biologi.
Keuangan
Dalam bidang ini Monte Carlo digunakan untuk menilai dan
menganalisa model-model finansial.
Fisika
Cabang-cabang fisika yang menggunakan antara lain fisika
statistik dan partikel, dalam fisika partikel digunakan untuk
eksperimen, dalam ilmu nuklir metode ini juga banyak diterapkan.
Ilmu probabilitas dan statistic
Digunakan untuk mensimulasikan dan memahami efek
keberagaman.
Ilmu Komputer
Misalnya Algoritma Las Vegas dan berbagai permainan
komputer.
Kimia
Digunakan untuk simulasi yang melibatkan kluster-kluster
atomic.
14
Ilmu lingkungan
Metode ini digunakan untuk memahami perilaku kontaminan.
Definisi simulasi Monte Carlo menurut Monte Carlo Method yang
ditulis dalam jurnal yang ditulis (Fadjar, 2008) adalah semua teknik
sampling statistik yang digunakan untuk memperkirakan solusi terhadap
masalah-masalah kuantitatif. Pada jurnal yang sama, Project Management
Institute 2004 menjelaskan bahwa dalam bidang manajemen proyek,
simulasi Monte Carlo digunakan untuk menghitung atau mengiterasi biaya
dan waktu sebuah proyek dengan menggunakan nilai-nilai yang dipilih
secara random dari distribusi probabilitas biaya dan waktu yang mungkin
terjadi dengan tujuan untuk menghitung distribusi kemungkinan biaya dan
waktu total dari sebuah proyek.
Sehingga dengan adanya keragaman waktu atau durasi yang tidak
menentu, penjadwalan dengan menggunakan software Microsoft Project
Professional akan memiliki indikator lebih dalam keuntungan dan kerugian
proyek jika menggunakan metode Monte Carlo. Oleh karena itu, salah satu
metode digunakan dalam proses analisis risiko untuk menentukan estimasi
durasi proyek, yaitu metode simulasi Monte Carlo.
Metode ini merupakan metode yang umum digunakan untuk
simulasi perhitungan probabilitas membahas aspek risiko dalam
manajemen proyek. Dengan meninjau latar belakang di atas, pada kasus
pekerjaan rekontruksi Apron B di terminal Bandar Udara Juanda Surabaya
maka perlu adanya suatu penelitian untuk mencari indikator lebih dalam
menganalisis pekerjaan rekontruksi tersebut sehingga mendapat perkiraan
waktu yang optimal. Untuk mengatasi masalah ini dapat dilakukan analisis
proyek pekerjaan rekontruksi dengan metode Monte Carlo.
Fokus penelitian yang diambil mengenai penerapan teknologi
perangkat lunak untuk mencapai kemudahan dalam menjalankan proyek
konstruksi pada sub bidang manajemen konstruksi, khususnya dalam hal
perencanaan dan pengendalian jadwal. Istilah Monte Carlo sering dianggap
sama dengan simulasi probabilistik. Namun Monte Carlo Sampling secara
lebih tegas berarti teknik memilih angka secara acak dari distribusi
probabilitas untuk menjalankan simulasi. Dasar dari simulasi Monte Carlo
adalah percobaan elemen kemungkinan dengan menggunakan sampel
random (acak). Metode ini terbagi dalam 5 tahapan yaitu:
Membuat distribusi kemungkinan untuk variable penting.
Membangun distribusi kemungkinan kumulatif untuk tiap-tiap
variable ditahap pertama.
15
Menentukan interval angka random untuk tiap variable.
Membuat angka random.
Membuat simulasi dari rangkaian percobaan.
Untuk dapat benar-benar mencerminkan system yang disimulasi,
angka acak buatan yang dihasilkan harus memiliki karakteristik-
karakteristik berikut ini:
Angka-angka acak tersebut harus didistribusikan secara seragam.
Hal ini berarti bahwa setiap angka acak yang ada dalam suatu
interval (yaitu antara 0 sampai 1 atau 0 sampai 100) memiliki
kesempatan yang sama untuk dapat dipilih. Jika konsidi ini tidak
tercapai, maka hasil simulasi akan menjadi bias dengan adanya
angka acak yang memiliki kesempatan lebih besar untuk dipilih.
Teknik numeric untuk menentukan angka acak tersebut harus
efisien. Hal ini berarti bahwa angka-angka acak tersebut jangan
sampai berubah nilainya menjadi konstan atau terlalu sering
kembali. Sebagai tambahan, teknik tersebut tidak boleh menyita
waktu dan biaya.
Urutan angka-angka acak tersebut tidak boleh mencermintkan
adanya suatu pola, misalnya
0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 dan
seterusnya. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun terdistribusi
secara seragam, tetapi tidak menunjukkan perilaku acak.
Dalam manajemen proyek, simulasi Monte Carlo dapat mengukur
akibat dari risiko dan ketidakpastian dari jadwal dan pembiayaan proyek,
dengan memberikan managemen proyek sebuah indikator statistik dari
kinerja proyek, seperti target waktu penyelesaian dan anggaran
penyelesaian proyek (Kwak Y dan Ingall L, 2007).
Keuntungan utama dari penggunaan simualasi Monte Carlo di
proyek adalah simulasi Monte Carlo merupakan sebuah perangkat yang
cukup kuat atau cermat dalam menganalisa, memahami dan mengukur efek
potensial dari ketidakpastian dari proyek. Tanpa menggunakan bahan
pertimbangan dari ketidakpastian pada jadwal proyek dan anggaran
keuangan, manajer proyek menempatkan dirinya pada risiko yang melebihi
target proyek.
Simulasi Monte Carlo membantu manajer proyek dalam
penjumlahan dan pembenaran proyek sesuai kesepakatan, dengan peristiwa
risiko itu akan terjadi selama proyek, bahwa keuntungan dari Simulasi
Monte Carlo digunakan sebagai cara lain dalam menganalisa proyek
dengan menggabungkan ketidakpastian.
16
2.6 Crystal Ball
Oracle Crystal Ball adalah suatu lembar kerja untuk pemodelan
prediksi, peramalan, simulasi, dan optimasi. Crystal Ball memberi
wawasan tak tertandingi tentang faktor-faktor kritis yang mempengaruhi
risiko. Dengan Crystal Ball, dapat membuat keputusan taktis yang tepat
untuk mencapai tujuan dan meningkatkan daya saing, bahkan kondisi pasar
yang paling tidak menentu.
Dengan lebih dari 4.000 pengguna di seluruh dunia, Crystal Ball
digunakan oleh pengguna dari berbagai industri, seperti aerospace, layanan
keuangan, manufaktor, minyak dan gas, farmasi dan utilitas. Crystal Ball
digunakan di lebih dari 800 universitas dan sekolah-sekolah di seluruh
dunia untuk mengajar konsep-konsep analisis risiko (M. Taqwa
Sitompul,2018).
Aplikasi Crystall Ball meliputi analisis risiko keunangan, penilitian,
teknik, Six Sigma, alokasi, portofolio, estimasi biaya, dan manajemen
proyek. Crystall ball dengan Oracle Enterprise Performance Management
dan Business intelligence (BI) merupakan aplikasi untuk meningkatkan
proses pengambilan keputusan strategis (Adytia, 2013). Keuntungan
penggunaan aplikasi Crystal Ball antara lain:
Meningkatkan data berbasis prediksi
Meningkatkan kualitas dan akurasi prakiraan kritis EPM keuangan
dan operasional.
Mengidentifikasi risiko lebih awal dan mengurangi risiko yang
sangat dominan dengan membuat langkah antisipasi
Mengkomunkasikan risiko
Menampilkan hasil simulasi melalui grafik, barchart dan laporan
statistic untuk mendukung keputusan.
Mengurangi waktu peramalan
Mudah dalam penggunaannya, sehingga menghemat waktu yang
dibutuhkan.
Secara umum, Tahapan untuk menjalankan Crystall Ball, sebagai
berikut:
Mendefinisikan dugaan (Entering Assumptions), ramalan (Defining
Forecasts), dan variable keputusan yang sesuai (Defining Decision
Variable).
Menyesuaikan penampilan dari masing-masing sel.
Mengatur setelan dalam menjalankan simulasi, seperti jumlah
interasidan sebaginya.
17
Mengunci input data dalam simulasi, dengan “Freezing”
Menjalankan simulasi
Simulasi Monte Carlo dapat dilakukan dengan program Crystal
Ball. Crystal Ball dalam program untuk simulasi data yang menyediakan
dua pilihan metode sampling, yaitu Monte Carlo dan Latin Hypercube.
Program ini adalah program simulasi, maka dibutuhkan pemahaman dasar
mengenai statistika dan metode-metode yang berkaitan dengan topik utama
atau pendukung-pendukungnya. Pemahaman awal mengenai Crystal Ball
diawali dengan pemahaman terhadap karakter sel-sel yang ada pada
Crystal Ball, yaitu (Siswanto, 2007)
Assumption cells atau sel-sel asumsi, berisi nilai yang kita tidak
yakin atau variabel yang kita tidak tahu pasti di dalam masalah yang
akan diselesaikan
Decision cells atau sel-sel keputusan, berisi nilai numeric atau angka
dan bukan formula atau teks serta menjelaskan variabel yang
memiliki interval nilai tertentu di mana kita bisa mengontrolnya
untuk memperoleh putusan maksimal
Forecast cells atau sel-sel peramalan, berisi formula yang berkaitan
dengan
Assumption cell adalah nilai atau variabel yang tidak diketahui pasti
masalah yang akan diselesaikan. Sel ini harus berupa nilai numerik dan
bukan formula atau teks dan didefinisikan sebuah distribusi probabilitas
yang dapat dipilih, seperti; normal, uniform, exponential, geometric,
weibull, beta, hyper geometric, gamma, logistic, pareto, extreme, value,
negative, binomial, dan costum. Decision cell berisi nilai numerik atau
angka bukan formula atau teks atau menjelaskan variabel yang memiliki
interval nilai tetrtentu sehingga didapat nilai optimal. Sedangkan forecast
cell merupakan sel formula dari assumption cell. Angka yang dihasilkan
merupakan suatu variabel random. Variabel random merupakan variabel
yang nilainya ditentukan oleh kesempatan atau peluang. Istilah random
disebabkan tidak ada cara untuk memperkirakan angka yang akan muncul.
Terdapat dua macam variabel random, yaitu diskrit dan kontinu.
Variabel random diskrit hanya mengisis nilai-nilai tertentu yang terpisah
dalam suatu interval. Jika digambarkan di atas garis interval, variabel
random diskrit akan berupa sederetan titik-titik yang terpisah. Variabel
random kontinu akan berupa sederetan titik yang tersambung membentuk
garis lurus (Mulyono, 2007).
Kemunculan nilai variabel random diasumsikan sebagai suatu
probabilitas, sehingga kemungkinan kemunculan random variabel yang
18
bersifat discrete dan continue diartikan sebagai discrete probability dan
continuous probability. Discrate probability distribution menggambarkan
perbedaan, nilai tak hingga, dan nilai integer. Disribusi ini terlihat berbeda
untuk setiap tinggi kolom. Continuous probability distribution
mengasumsikan semua nilai berada pada kisaran yang mungkin, termasuk
range nilai yang tak hingga. Distribusi ini memiliki kurva yang solid dan
halus.
2.7 Microsoft Project
Microsoft Project merupakan sistem yang dapat membantu dalam
menyusun penjadwalan schedulling suatu proyek atau rangkaian pekerjaan.
Microsoft Project juga dapat membantu pencatatan dan pemantauan
terhadap penggunaan sumber daya alat dan manusia, yang dapat dikerjakan
oleh Microsoft Project antara lain mencatat jam tenaga kerja, jam lembur
dan menghitung biaya upah pekerja, memasukkan biaya, mencatat
kebutuhan tenaga kerja pada setiap sektor menghitung total kebutuhan
biaya proyek, serta membantu mengontrol penggunaan tenaga kerja pada
beberapa pekerjaan untuk menghindari overallocation (kelebihan beban
pada penggunaan tenaga kerja) (Adi Kusrianto, 2008).
Program Microsoft Project Professional 2016 suatu solusi dalam
dunia manajemen konstruksi yang semakin berkembang dan penuh
kompleksitas dalam membangun sebuah proyek konstruksi. Dalam
pelaksanaannya sebuah proyek konstruksi mengalam fluktuasi, baik dalam
pelaksanaan rencana kerja maupun sumber daya penyokong kehidupan
konstruksi.
Microsoft Project Professional 2016 merupakan software
administrasi proyek yang digunakan untuk melakukan perencanaan,
pengelolaan, pengawasan dan pelaporan data dari suatu proyek.
Kemudahan penggunaan dan keleluasaan lembar kerja serta cakupan
unsur-unsur proyek menjadikan software ini sangat mendukung proses
administrasi sebuah proyek.
Microsoft Project 2016 memberikan unsur-unsur manajeman
proyek yang sempurna dengan memadukan kemudahan penggunaan,
kemampuan, dan fleksibilitas sehingga penggunanya dapat mengatur
proyek secara lebih efisien dan efektif, kita akan mendapatkan informasi,
mengendalikan pekerjaan proyek, jadwal, laporan keuangan, serta
mengendalikan kekompakan tim proyek. kita juga akan lebih produktif
dengan mengintegrasikan program-program Microsoft Office yang
familiar, membuat pelaporan yang kuat, perencanaan yang terkendali dan
sarana yang fleksibel.
19
Pengelolaan proyek konstruksi membutuhkan waktu yang panjang
dan ketelitian yang tinggi. Microsoft Project 2016 dapat menunjang dan
membantu tugas pengelolaan sebuah proyek konstruksi sehingga
menghasilkan suatu data yang akurat. Keunggulan Microsoft Project 2016
adalah kemampuannya menangani perencanaan suatu kegiatan,
pengorganisasian dan pengendalian waktu serta biaya yang mengubah
input data menjadi sebuah output data sesuai tujuannya. Pengelolaan
proyek konstruksi bangunan gedung dengan Microsoft Project 2016 secara
khusus ditujukan bagi para perencana dan praktisi yang ingin menerapkan
Microsoft Project 2016 secara praktis, cepat dan aplikatif untuk mengelola
proyek konstruksi bangunan gedung.
Microsoft Project 2016 merupakan software yang dapat digunakan
untuk membuat rancangan proyek serta melakukan manajemen dalam
proyek tersebut. kelengkapan fasilitas dan kemampuannya yang luar biasa
dalam pengolah data-data proyek menjadikan software ini paling banyak
dipakai oleh operator komputer. ini karena keberadaannya benar-benar
mampu membnatu dan memudahkan pemakai dalam menyelesaikan
pekerjaan, terutama pekerjaan yang berhubungan dengan olah data proyek.
2.7.1 Tahapan Proses Pengerjaan Microsoft Project
Tahap selanjutnya setelah didapatkan data hasil simulasi Monte
Carlo untuk setiap pekerjaan, dilakukan penyusunan penjadwalan dengan
menggunakan software Microsoft Project. Sehingga akan didapatkan 4
buah jadwal yaitu jadwal optimis, jadwal pesimis, jadwal paling disukai
dan jadwal hasil simulasi Monte Carlo. Langkah pertama adalah membuat
jadwal project dengan durasi paling disukai dengan acuan urutan pekerjaan
berdasarkan kurva S rencana proyek, sehingga durasi total pekerjaan tidak
jauh berbeda dengan durasi pada kurva S rencana proyek. Setelah
didapatkan susunan pekerjaan pada Microsoft Project, maka dibuat jadwal
pekerjaan dengan durasi optimis, pesimis paling disukai dan hasil simulasi
Monte Carlo.
Berikut langkah-langkah pejadwalan dengan Microsoft Project:
Mulai Microsoft Project dengan memilih blank project.
Masukkan data setiap item pekerjaan dari hasil simulasi Monte
Carlo. Tentukan waktu pekerjaan proyek yang akan dimulai dengan
tollbar project, project information, start date
Gunakan automatically task mode untuk mempermudah
penjadwalan di Microsoft Project.
Setelah itu memasukkan durasi setiap pekerjaan pada Microsft
Project
20
Tentukan waktu kerja proyek pada tollbars project, change
working time,work weeks, detail. Agar proyek dikerjakan pada
hari senin sampai dengan sabtu dengan durasi 8 jam kerja.
Kemudian membuat jadwal proyek dan predecessor sesuai
dengan kurva S rencana sebagai acuan.
Keunggulan penggunaan Microsoft Project 2016:
Dapat melakukan penjadwalan produksi secara efektif dan efisien,
karena ditunjang dengan informasi alokasi waktu yang dibutuhkan
untuk tiap proses, serta kebutuhan sumber daya untuk setiap
proses sepanjang waktu.
Dapat diperoleh secara langsung informasi aliran biaya selama
periode.
Mudah dilakukan modifikasi, jika ingin dilakukan rescheduling.
Penyusunan jadwal produksi yang tepat akan lebih mudah
dihasilkan dalam waktu yang cepat.
2.8 Teknik Sampling
Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang
secara umum terbagi dua yaitu probability sampling dan non probability
sampling. Dalam pengambilan sampel cara probabilitas besarnya peluang
atau probabilitas elemen populasi untuk terpilih sebagai subjek diketahui.
Sedangkan dalam pengambilan sampel dengan cara nonprobability
besarnya peluang elemen untuk ditentukan sebagai sampel tidak diketahui.
Desain pengambilan sampel dengan cara probabilitas jika representasi
sampel adalah penting dalam rangka generalisasi lebih luas. Bila waktu
atau faktor lainnya, dan masalah generalisasi tidak diperlukan, maka cara
nonprobability biasanya yang digunakan.
2.8.1 Probability Sampling
Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang
memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk
menjadi sampel. Teknik ini meliputi simpel random sampling, sistematis
sampling, proportioate stratified random sampling, disproportionate
stratified random sampling, dan cluster sampling.
2.8.2 Non Probability Sampel
Non Probability artinya setiap anggota populasi tidak memiliki
kesempatan atau peluang yang sama sebagai sampel. Teknik-teknik yang
termasuk ke dalam Non Probability ini antara lain : Sampling Sistematis,
Sampling Kuota, Sampling Insidential, Sampling Purposive, Sampling
Jenuh, dan Snowball Sampling.
21
2.9 Kuisioner
Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang
memungkinkan analis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan
karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa
terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada.
Dengan menggunakan kuesioner, analisi berupaya mengukur apa yang
ditemukan dalam wawancara, selain itu juga untuk menentukan seberapa
luas atau terbatasnya sentiment yang diekspresikan dalam suatau
wawancara, berikut adalah penggunaan kuesioner yang tepat bila:
[Link] (orang yang merespon atau menjawab pertanyaan) saling
berjauhan.
[Link] sejumlah orang di dalam proyek sistem, dan berguna bila
mengetahui berapa proporsi suatu kelompok tertentu yang menyetujui atau
tidak menyetujui suatu fitur khusus dari sisstem yang diajukan
[Link] studi untuk mengetahui sesuatu dan ingin mencari seluruh
pendapat sebelum proyek sistem diberi petunjuk-petunjuk tertentu
[Link] yakin bahwa masalah-masalah dalam sistem yang ada bisa
diidentifikasi dan dibicarakan dalam wawancara tidak lanjut.
2.9.1 Jenis Kuisioner
Perbedaan pertanyaan dalam wawancara dengan pertanyaan dalam
kuesioner adalah dalam wawancara memungkinkan adanya interaksi antara
pertanyaan dan artinya. Dalam wawancara analis memiliki peluang untuk
menyaring suatu pertanyaan, menetapkan istilah istilah yang belum jelas,
mengubah arus pertanyaan, member respons terhadap pandangan yang
rumit dan umumnya bisa mengontrol agar sesuai dengan konteksnya.
Beberapa diantara peluang-peluang di atas juga dimungkinkan dalam
kuesioner. Jadi bagi penganalisis pertanyaan- pertanyaan harus benar-
benar jelas, arus pertanyaan masuk akal, pertanyaan-pertanyaan dari
responden diantisipasi dan susunan pertanyaan direncanakan secara
mendetail, berikut adalah jenis-jenis pertanyaan dalam kuesioner:
Pertanyaan terbuka: pertanyaan-pertanyaan yang member pilihan-
pilihan respon terbuka kepada responden. Pada pertanyaan terbuka
antisipasilah jenis respons yang muncul. Respons yang diterima
harus tetap bisa diterjemahkan dengan benar.
Pertanyaan tertutup: pertanyaan-pertanyaan yang membatasi atau
menutup pilihan-pilihan respons yang tersedia bagi responden.
Pertanyaan terbuka dan tertutup: pertanyaan-pertanyaan model ini
merupakan percampuran dari kedua macam pertanyaan
sebelumnya. Dalam kuesioner ini, disamping adanya pertanyaan
22
terbuka juga dapat terdapat pertanyaan yang tertutup. Kuesioner
jenis ini menggunakan kuesioner tertutup, artinya kuesioner
diberikan langsung kepada responden kemudian responden tinggal
memilih alternative jawaban yang sudah disediakan di dalam
kuesioner itu. Jadi jawaban telah terikat, responden tidak dapat
memberikan jawabannya secara bebas yang mungkin dikehendaki
oleh responden yang bersangkutan, (Bimo Walgito, 2010)
2.9.2 Tujuan Kuisioner
Beberapa tujuan pokok dalam pembuatan kuesioner antara lain
sebagai berikut:
Memperoleh data yang relevan dengan tujuan penelitian.
Memperoleh data dengan reliabilitas dan validitas setinggi
mungkin.
Untuk mengumpulkan informasi sebagai bahan dasar dalam
penyusunan catatan secara permanen.
Untuk menjamin validitas informasi yang diperoleh dengan metode
lain.
Untuk mengambil sampling pendapat dari responden.
23