pemasangan dan konfigurasi
perangkat jaringan
Muhammad Fajri, [Link]
Kelas XI
Tahun Pelajaran 2023/2024
3
routing static
Jalur Rute Jaringan
Proses setting router jaringan
menggunakan tabel routing yang
dilakukan secara manual saat melakukan
konfigurasi.
Jika ada perubahan, maka administrator
jaringan harus melakukan setting ulang
pada jaringan.
3
ROUTING STATIC
4
3 jenis routing
1. Default Router
2. Routing Static
3. Routing Dynamic
5
1. default router
Routing default merupakan jalur default yang dilalui oleh
paket yang mempunyai alamat network tujuan tertentu
tetapi tidak terdapat table routing pada router yang
dilewati tersebut.
Table routing biasanya digunakan untuk mengirimkan
paket-paket secara manual serta menambahkan beberapa
router ke sebuah network tujuan yang tidak terdapat table
routing ke router berikutnya.
6
1. default router
Default Routing bisanya digunakan pada jaringan
yang hanya memiliki satu jalur keluar.
Jika terdapat default routing yang di-set pada
sebuah router, maka paket tersebut akan
mengikuti rute default yang telah ditetapkan, jika
tidak ada default routing maka paket akan
dibuang / discard.
7
1. default router
Default routing didefiniskan dengan alamat
: [Link]/0. Default routing pada routing table
ditandai dengan flag “S*”.
8
1. default router
Tabel routing (routing table) terdiri atas entri-entri rute ip address.
Berikut adalah field dari tabel routing IPv4.
a. Destination
Dapat berupa alamat IPv4 tujuan yang akan dilewatkan pada sebuah
jaringan. Dalam Windows, kolom ini dinamakan Network Destination
dalam display perintah route print.
b. Network Mask
Subnet mask digunakan untuk menyesuaikan tujuan alamat IPv4 yang
dikirim dari field destination. Pada windows, kolom ini dinamakan
Netmask.
9
1. default router
c. Next-Hop
Alamat IPv4 pada sebuah jaringan yang dilewati. Pada tabel router di Windows,
kolom ini dinamakan Gateway.
d. Interface
Interface jaringan yang digunakan untuk mengirim (meneruskan) kembali paket
IPv4. Dalam Windows, kolom ini berisi alamat IPv4 yang ditugaskan sebagai
interface.
e. Metric
Merupakan angka yang digunakan sebagai indikasi penggunaan route sehingga
menjadi jalur yang terbaik di antara banyak route dengan tujuan yang sama.
Metric dapat menunjuk pada banyak tujuan atau rute yang diinginkan untuk
digunakan, tergantung banyak link.
10
1. default router
Buatlah topologi jaringan dengan table routing diatas.
11
2. ROUTING STATIC
✗ Routing yang setting secara manual oleh admin jaringan
dengan menambahkan Table Routing pada sebuah router
dan dimaintenance secara terpisah karena tidak melakukan
pertukaran informasi routing table secara dinamis dengan
router-router yang lainnya.
✗ Sehingga Routing Static harus diisi table routing network
yang akan dihubungi sehingga ketika ingin berhubungan
dengan jaringan yang berbeda maka harus melalui default
gateway Router yang sekelas.
12
2. ROUTING STATIC
✗ Suatu static route akan berfungsi sempurna jika routing
table berisi suatu route untuk setiap jaringan di dalam
internetwork yang mana di konfigurasi secara manual oleh
administrator jaringan.
✗ Setiap host pada jaringan harus di konfigurasi untuk
mengarah kepada default gateway agar dapat
berhubungan pada sebuah jaringan network yang berbeda,
di mana router memeriksa routing table dan menentukan
route yang mana digunakan untuk meneruskan paket.
13
2. ROUTING STATIC
✗ Static routing terdiri dari perintah-perintah konfigurasi manual
untuk setiap router secara sendiri-sendiri. Sebuah router hanya
akan meneruskan paket kepada subnet-subnet yang hanya ada
pada table routing.
✗ Sebuah router selalu mengetahui route yang bersentuhan
langsung kepadanya keluar dari interface router yang mempunyai
status “up and up” pada line interface dan protokolnya. Dengan
menambahkan static routing, sebuah router dapat diberitahukan
kemana harus meneruskan paket-paket kepada subnet-subnet
yang tidak bersentuhan langsung kepadanya.
14
2. ROUTING STATIC
✗ Bentuk routing bersifat manual,
membutuhkan administrator dan juga
operator dalam melakukan pengawasan
dan pengoperasian router.
✗ Routing itu jalur/akses jaringan yang
berisikan informasi.
15
2. kelebihan ROUTING STATIC
✗ Tingkat keamanan lebih baik.
✗ Proses routing diawasi dgn mudah.
✗ Manajemen dilakukan dgn mudah.
✗ Apabila terjadi kesalahan routing bisa
terdeteksi dengan mudah.
16
2. kelemahan ROUTING STATIC
✗ Membutuhkan administrator dan
operator yang paham akan jaringan.
✗ Sulit diterapkan pada jaringan berskala
besar.
✗ Proses edit data pada tabel routing
harus dilakukan secara manual.
17
Thanks!
Any questions?
You can find me at:
fajri aseek
fajri aseek
fajri@[Link]
[Link]
18