0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan25 halaman

Laporan Asuhan Kebidanan Keluarga Berencana

LAPORAN KB

Diunggah oleh

yunisrah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan25 halaman

Laporan Asuhan Kebidanan Keluarga Berencana

LAPORAN KB

Diunggah oleh

yunisrah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan
Kasus Asuhan Kebidanan Pada Keluarga Berencana. Dalam kesempatan ini
penulis menghanturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar – besarnya
kepada dosen pembimbing yang telah membimbing selama ini.
Penulis juga mengakui bahwa dalam proses penulisan laporan ini, masih
jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian
penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki.
Penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan kritik
dan saran yang membangun guna perbaikan dan penyempurnaan laporan ini
dikemudian hari.
Akhirnya penulis berharap, laporan ini dapat bermanfaat bagi seluruh
pembaca. Dan dapat memberikan kontribusi yang positif serta bermakna dalam
proses perkuliahan Profesi Kebidanan.

Padangsidimpuan, 2023

Penulis
DAFTAR ISI

Hal

Halaman Judul......................................................................................

Halaman Pengesahan ..............................................................................

Kata Pengantar ......................................................................................... i

Daftar Isi................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah..................................................................... 1

B. Tujuan ................................................................................................ 2

C. Ruang Lingkup ................................................................................... 3

D. Manfaat .............................................................................................. 4

BAB II TINJAUAN TEORI ASUHAN

A. Kajian Masalah Kasus ........................................................................ 6

B. Kajian Teori ..................................................................................... 17

BAB III PEMBAHASAN

A. Pengkajian ....................................................................................... 21

B. Asuhan ............................................................................................. 25

C. Penatalaksanaan ............................................................................... 27

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ...................................................................................... 28

B. Saran................................................................................................. 28

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................29


BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu faktor memberikan dampak pada peningkatan Angka Kematian

Ibu adalah resiko 4 terlalu (terlalu muda melahirkan <21 tahun, terlalu tua

melahirkan >35 tahun, terlalu dekat jarak kelahiran <3 tahun, dan terlalu banyak

jumlah anak >2). Persentase ibu meninggal yang melahirkan berusia di bawah 20

tahun dan diatas 35 tahun adalah 33% dari seluruh kematian ibu, sehingga apabila

program KB dapat dilaksanakan dengan baik kemungkinan 33% kematian ibu

dapat dicegah dengan menggunakan KB.

Menurut BKKBN, KB aktif diantara PUS tahun 2019 sebesar 62,5%

mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu 63,27%. Sementara target

RPJMN yang ingin dicapai tahun 2019 adalah 66%. Indonesia masih menduduki

urutan keempat dengan penduduk terbanyak di dunia dengan jumlah penduduk

255.461.686 jiwa (Kemenkes RI,2016). Badan Kependudukan dan Keluarga

Berencana (BKKBN) memprediksi jumlah penduduk Indonesia berpotensi

menjadi terbesar sedunia setelah China dan India jika laju pertumbuhannya tidak

bisa ditekan secara sigifikan. Program yang dilakukan oleh pemerintah untuk

mengurangi laju pertumbuhan penduduk dapat dilakukan dengan gerakan

keluarga berencana dan pemakaian alat kontrasepsi secara sukarela kepada

pasangan usia subur (PUS) (Rismawati, dkk 2015). KB dilaksanakan dengan

berbagai macam metode kontrasepsi sederhana seperti kondom, pantang berkala


dan koitus interuptus. Metode kontrasepsi efektif efektif hormonal seperti pil,

susuk, dan suntikan. Metode kontrasepsi efektif mekanis seperti IUD dan Implant.

Dan metode kontrasepsi mantap seperti metode operasi wanita (MOW) dan

Metode Operasi Pria (MOP). Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan dan indikasi

pasien yang ingin memilihnya. (Manuaba, 2012).Berdasarkan data BKKBN, pada

tahun 2016 penggunaan KB suntikan sebesar (48,85%), pil sebesar (24,589%),

kondom sebesar (4,31%), MOP sebesar (0,40%), MOW sebesar (2,56%).

Cakupan akseptor KB di wilayah Binjai sebanyak 11.728.

Salah satu jenis kontrasepsi efektif yang menjadi pilihan kaum ibu adalah

KB suntik, ini disebabkan karena aman, efektif, sederhana dan murah. Namun

demikian KB suntik juga mempunyai banyak banyak efek samping seperti

Amenorhea (30%), spotting (bercak darah), dan menoragia, serta perubahan berat

badan (Uliyah, 2010). Salah satu peranan penting bidan adalah meningkatkan

jumlah penerimaan dan kualitas metode KB kepada masyarakat sesuai dengan

pengetahuan dan keterampilan bidan. Dalam melakukan pemilihan metode

kontrasepsi perlu diperhatikan ketetapan bahwa makin rendah pendidikan

masyarakat, semakin efektif metode KB yang dianjurkan yaitu susuk atau AKBK

(Alat Kontrasepsi Bawah Kulit) (Manuaba, 2016) sudah menjadi tugas dan

tanggung jawab bidan mengarahkan pemilihan alat kontrasepsi sesuai dengan

kebutuhan klien.
B. Tujuan

B.1 Tujuan Umum

Memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Keluarga Berencana

Ny. I dengan metode suntik 1 bulan ”, melalui pendekatan manajemen

kebidanan dan di dokumentasikan dalam bentuk SOAP.

B.2 Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui Kontrasepsi Suntik 1 Bulan pada Keluarga Berencana

Ny.I

2. Untuk mengetahui asuhan kebidanan pada Keluarga Berencana Ny.I

dengan metode suntik 1 bulan”. dengan manajemen kebidanan dan

pendokumentasian SOAP.

C. Ruang Lingkup

1. Lokasi dan Waktu :

Lokasi yang dilakukan oleh penulis dalam pembuatan Laporan

Komprehensif ini adalah di Praktek Mandiri Bidan, sedangkan waktu dan

penyusunan Laporan Komprehensif tanggal 20 Januari 2023

2. Subjek Laporan Kasus :

Subjek yang diambil untuk penyusun Laporan Komprehensif ini adalah

Ny.I yang ingin menggunakan Alat Kontrasepsi Metode suntik 1 bulan.

3. Teknik/Cara Pengumpulan Data :

Penulis menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara tekhnik

wawancara dan observasi


a. Wawancara

Teknik ini dilakukan melalui auto anamnesis dan allow anamnesis

dengan pasien, keluarga dan kesehatan lainnya dilibatkan untuk

memperoleh data yang berhubungan dengan permasalahan pasien

yang akan dijadikan sebagai bahan laporan,sehingga diperoleh data

yang akurat. Wawancara dalam laporan ini yaitu melakukan anamnesa

pada pasien.

b. Observasi

Melaksanakan observasi langsung pada Ny. I dengan cara memeriksa

fisik.

c. Studi Kepustakaan

Membaca dan mempelajari buku-buku sumber, makalah ataupun

jurnal yang dapat dijadikan dasar teoritis yang berhubungan dengan

kasus yang diambil. Studi kepustakaan dalam laporan ini diambil dari

buku-buku sumber dan jurnal.

D. Manfaat

1. Bagi Tenaga Kesehatan

Hasil laporan kompherensif ini dapat digunakan untuk menambah

pengetahuan dan bahan masukan bagi lahan praktik agar

lebih meningkatkan pelayanan kesehatan kepada pasien.


2. Bagi Institusi Pendidikan

Hasil laporan komprehensif ini dapat digunakan sebagai bahan

kepustakaan untuk menambah pengetahuan khususnya untuk program

study Profesi Kebidanan Universitas Aufa Royhan

3. Bagi Mahasiswa Profesi

Hasil laporan komprehensif ini untuk menambah wawasan dan

bertanggung jawab dalam mengambil kasus, tindakan, memberikan

pelajaran tersendiri dalam mengasah kemandirian ketika menyikapi

pasien, mampu belajar menyakini seseorang ketika memberi penjelasan

yang berkaitan dengan asuhan kebidanan pada Keluarga Berencana.


BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Kajian Teori

1. Definisi

Keluarga berencana adalah suatu usaha untuk menjarangkan

ataumerencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi

(Anggraini, dkk, 2012).Keluarga berencana adalah tindakan yang membantu

pasangan suami istri untuk mencegah kehamilan, penundaan usia kehamilan serta

menjarangkan kehamilan (Pinem, dkk, 2009).

Menurut WHO Expert Commite keluarga berencana adalah tindakan yang

membantu individu atau pasangan suami istri untuk (Pinem, 2009) :

a. Mendapatkan objek-objek tertentu.

b. Menghindari kelahiran yang tidak diinginkan.

c. Mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan.

d. Mengatur interval di antara kelahiran.

e. Mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan

umur suami istri.

f. Menentukan jumlah anak dalam keluarga.

2. Fisiologi Keluarga Berencana

Pelayanan kontrasepsi mempunyai 2 tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan


khusus. Tujuan umum yaitu pemberian dukungan dan pemantapan penerimaan

gagasan KB. Tujuan khusus yaitu penurunan angka kelahiran yang bermakna.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pelayanan KB digolongkan ke dalam 3 fase yaitu

fase menunda kehamilan, fase menjarangkan kehamilan, fase menghentikan

kehamilan (Pinem, 2009).

3. Sasaran Program KB

Sasaran program KB dibagi menjadi 2 yaitu sasaran langsung dan sasaran

tidak langsung, tergantung tujuan yang ingin dicapai. Sasaran langsungnya adalah

pasangan usia subur (PUS) yaitu pasangan yang wanitanya berusia antara 15- 49

tahun, karena kelompok ini merupakan pasangan yang aktif melakukan hubungan

seksual dan setiap kegiatan seksual dapat mengakibatkan kehamilan. Sedangkan

Sasaran tidak langsung adalah kelompok usia remaja 15- 19 tahun, remaja ini

memang bukan merupakan target untuk menggunakan alat kontrasepsi secara

langsung tetapi merupakan kelompok yang beresiko untuk melakukan hubungan

seksual akibat telah berfungsinya alat- alat reproduksinya ( Suratun, dkk,. 2013).

4. KB suntik 1 Bulan

Menurut Maryunani (2016)

a) KB suntik 1 bulan adalah kontrasepsi yang berisi kombinasi hormon

estrogen dan progestron yang diberikan setiap sebulan sekali disuntik

secara intramuscular di daerah bokong.

b) Cara kerja :

1) Mencegah lepasnya sel telur dari indung telur wanita.


2) Mengentalkan lender mulut rahim, sehingga sel mani tidak dapat

masuk dalam rahim.

3) Menipiskan endometrium.

c) Keuntungan :

1) Sangat efektif dengan kegegalan kurang dari 0,1%.

2) Tidak mempengaruhi produksi ASI.

3) Sedikit efek samping

4) Dapat digunakan oleh perempuan usia > 35 tahun sampai

perimenopause

5) Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara

d) Kerugian :

1) Gangguan haid.

2) Pusing, mual kenaikan berat badan.

3) Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian

5. Pemilihan Kontrasepsi pada klien menyusui

Menurut Saroha(2014) pemilihan kontrasepsi pada :

1. Klien yang menyusui bayinya tidak memerlukan kontrasepsi pada 6

minggu pasca persalinan, bahkan pada klien yang menggunakan

Metode Amenorea Laktasi (MAL) waktu tersebut dapat sampai 6

bulan.
2. Kontrasepsi kombinasi (merupakan pilihan terakhir pada klien karena)

a. Jangan dipakai sebelum 6 - 8 minggu pasca persalinan karena akan

mengurangi ASI dan mempengaruhi tumbuh kembang bayi.

b. Sebaiknya tidak dipakai dalam waktu 6 minggu sampai dengan 6

bulan pascapersalinan. Selama 3 minggu pascapersalinan

meningkatkan resiko masalah pembekuan darah.

3. Progestin

a. Selama 6 minggu pascapersalinan mempengaruhi tumbuh

kembang bayi.

b. Tidak ada pengaruh terhadap ASI

c. Perdarahan ireguler dapat terjadi

4. AKDR

a) Dapat dipasang langsung pascapersalinan,sewaktu secsio cesarea,

atau sesudah 48 jam pascapersalinan.

b) Sesudah 4 - 6 minggu pascapersalinan.

c) Jika haid sudah dapat, insersi dilakukan sesudah yakin tidak ada

kehamilan.

5. Kondom

Kondom dapat digunakan setiap saat, tidak ada pengaruhnya terhadap

laktasi. Klien tidak menyusui :

a) Kondom, MAL, Progestin dapat segera digunakan


b) Kontrasepsi kombinasi dapat dimulai 3 minggu pascapersalinan,

lebih dari 6 minggu pascapersalinan atau sesudah dapat haid

(setelah yakin tidak ada kehamilan).

6. Panduan Pemilihan Kontrasepsi

Pemberian pelayanan berperan sebagai konselor dan fasilisator, sesuai

dengan langkah-langkah di bawah ini, ( Kemenkes, 2013) :

1. Jalin komunikasi yang baik denga ibu. Beri salam kepada ibu, tersenyum,

perkenalkan diri. Gunakan komunikasi verbal dan non-verbal sebagai awal

interaksi dua arah. Tanya ibu tentang identitas dan keinginannya pada

kunjungan ini.

2. Nilailah kebutuhan dan kondisi ibu. Tanyakan tujuan ibu berkontrasepsi

dan jelaskan pilihan metode yang dapat digunakan untuk tujuan tersebut.

Tanyakan juga apa ibu sudah memikirkan pilihan metode tertentu.

Tabel 2.1

Pilihan Metode Kontrasepsi Berdasarkan Tujuan Pemakaiannya

Urutan Fase menunda Fase menjarangkan Fase tidak hamil

prioritas kehamilan kehamilan (anak < 2) lagi (anak > 3)

1 Pil AKDR Steril

2 AKDR Suntikan AKDR

3 Kondom Minipil Implant

4 Implant Pil Suntikan


5 Suntikan Implant Kondom

6. Kondom Pil

Sumber: WHO, 2013. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu Di

Fasilitas Kesehatan Dasar Dan Rujukan

3. Berikan informasi mengenai pilihan metode kontrasepsi yang dapat

digunakan ibu. Berikan informasi objektif dan lengkap tentang berbagai

metode kontrasepsi: efektivitas, cara kerja, efek samping, dan komplikasi

yang dapat terjadi serta upaya-upaya untuk menghilangkan atau

mengurangi berbagai efek yang merugikan tersebut.

4. Bantu ibu menentukan pilihan. Bantu ibu memilih metode kontrasepsi

yang paling aman dan sesuai bagi dirinya. Beri kesempatan pada ibu untuk

mempertimbangkan pilihannya. Apalagi ingin mendapat penjelasan

lanjutan, anjurkan ibu untuk berkonsultasi kembali atau rujuk pada

konselor atau tenaga kesehatan yang lebih ahli.

5. Jelaskan secara lengkap mengenai metode kontrasepsi yang telah dipilih

ibu Setelah ibu memilih metode yang sesuai baginya, jelaskan mengenai :

a) Waktu, tempat, tenaga dan cara pemasangan/pemakaian alat

kontrasepsi.

b) Rencana pengamatan lanjutan setelah pemasangan.

c) Cara mengenali efek samping/komplikasi.

d) Lokasi klinik keluarga berencana (KB)/tempat pelayanan untuk

kunjungan ulang bila diperlukan.


e) Waktu penggantian/pencabutan alat kontrasepsi.

f) Rujuk ibu bila diperlukan. Rujuk ke konselor yang lebih ahli

apabila di klinik KB ini belum mendapat informasi yang cukup

memuaskan, atau rujuk ke fasilitas pelayanan

kontrasepsi/kesehatan yang lebih lengkap apabila klinik KB

setempat tidak mampu mengatasi efek samping/komplikasi atau

memenuhi keinginan ibu. Berikan pelayanan lanjutan setelah ibu

dikirim kembali oleh fasilitas rujukan.

2.2 Asuhan Keluarga Berencana

a. Pengertian Asuhan pada Keluarga Berencana

Program Keluarga Berencana menurut UU No. 10 tahun 1992 (tentang

perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera) adalah upaya

peningkatan kepedulian dan bahagia dan sejahtera (Setiyaningrum, 2015).

Konseling adalah proses yang berjalan dan menyatu dengan semua aspek

pelayanan keluarga berencana dan bukan hanya informasi yang diberikan dan

dibicarakan pada satu kali kesempatan yakni, pada saat pemberian pelayanan.

Tehnik konseling yang baik dan informasi yang memadai harus diterapkan dan

dibicarakan secara interaktif sepanjang kunjungan klien dengan cara yang sesuai

dengan budaya yang ada ( Handayani, 2014).

Tujuan Konseling menurut Handayani ( 2014) yaitu:

1. Meningkatkan penerimaan
2. Menjamin pilihan yang cocok

3. Menjamin penggunaan cara yang efektif

4. Menjamin kelangsungan yang lebih lama

Jenis Konseling KB menurut( Handayani, 2014) yaitu:

a. Konseling Awal

Bertujuan untuk memutuskan metode apa yang akan dipakai didalamnya

termasuk mengenalkan pada klien semua cara KB atau pelayanan

kesehatan, prosedur klinik, kebijakan dan bagaimana pengalaman klien

pada kunjungannya itu.

b. Konseling Khusus

Koseling khusus mengenai metode KB memberi kesempatan pada klien

untuk mengajukan pertanyaan tentang cara KB tertentu dan membicarakan

pengalamannya, mendapatan informasi lebih rinci tentang cara KB yang

tersedia yang ingin dipilihnya, mendapatkan bantuan untuk memilih

metode KB yang cocok serta mendapat penerangan lebih jauh tentang

bagaimana menggunakan metode tersebut dengan aman, efektif dan

memuaskan.

c. Konseling tindak lanjut

Bila klien datang untuk mendapatkan obat baru atau pemeriksaan ulang

maka penting untuk berpijak pada konseling yang dulu.

Menurut Walyani (2015), kata kunci SATU TUJUH adalah sebagai berikut:
a. SA: Sapa dan Salam

Sapa dan salam kepada klien secara terbuka dan sopan. Berikan

perhatian sepenuhnya kepada mereka dan berbicara ditempat yang

nyaman serta terjamin privasinya. Yakinkan klien untuk membangun

rasa percaya diri, tanyakan kepada klien apa yang perlu dibantu serta

jelaskan pelayanan apa yang dapat diperolehnya.

b. T: Tanya

Tanyakan kepada klien informasi tenttang dirinya. Bantu klien untuk

berbicara mengenai pengalaman keluarga berencana dan kesehatan

reproduksi, tujuan, kepentingan, harapan serta keadaan kesehatan dan

kehidupan keluarganya. Tanyakan kontrasepsi yang diinginkan oleh

klien.

c. U: Uraikan

Uraikan kepada klien mengenai pilihannya dan beritahu apa pilihan

reproduksi yang paling mungkin, termasuk pilihan beberapa

kontrasepsi. Bantulah klien pada jenis kontrasepsi yang paling ia ingini

serta jelaskan pula jenis - jenis lain yang ada. Jelaskan alternative

kontrasepsi lain yang mungkin diingini oleh klien.

Uraukan juga mengenai resiko penularan HIV/ AIDS dan pilihan

metode ganda

d. TU: Bantu

Bantulah klien menentukan pilihannya. Bantulah klien berfikir

mengenai apa yang paling sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya,


doronglah klien untuk menunjukkan keinginannya dan mengajukan

pertanyaan. Tanggapi secara terbuka, petugas membantu klien

mempertimbangkan kriteria dan keinginan klien terhadap setiap jenis

kontrasepsi. Tanyakan juga apakah pasangannya akan memberikan

dukungan dengan pilihan tersebut.

e. J : Jelaskan

Jelaskan secara lengkap bagaimana menggunakan kontrasepsi

pilihannya setelah klien memilih jenis kontrasepsinya, jika diperlukan

perlihatkan alat/obat kontrasepsinya. Jelaskan bagaimana alat/obat

kontrasepsi tersebut digunakan dna bagaimana cara penggunaannya.

f. U : Kunjungan Ulang

Perlunya dilakukan kunjungan ulang. Bicarakan dan buatlah

perjanjian, kapan klien akan kembali untuk melakukan pemeriksaan

atau permintaan kontrasepsi jika dibutuhkan. Perlu juga selalu

mengingatkan klien untuk kembali apabila terjadi suatu masalah.

BAB III
PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN
PENGKAJIAN/PENGUMPULAN DATA (Data Subjektif)
Tanggal : 09 Maret 2022

BIODATA

Nama : Ny. I Nama Suami : Tn. D


Umur : 25 tahun Umur : 27 tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Suku : Jawa/Indonesia
Pendidikan : SMA Pendidikan : S1
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Karyawan swasta

Alamat :

Keluhan : Ibu mengatakan ingin menjarangkan kehamilannya, masih, ingin ber-


KB yang sesuai dengannya yaitu KB suntik 1 bulan

1. Kunjungan saat ini : kunjungan ulang

2. Riwayat perkawinan : kawin 1 kali, kawin pertama umur 20 tahun

3. Riwayat menstruasi :

- Menarche : 12 tahun

- Siklus : ± 30 hari

- Dismenorhea : tidak ada

- Banyaknya : ±2-3 kali ganti doek/hari

- HPHT : 17 Januari 2023

4. Riwayat kontrasepsi yang digunakan : suntik KB 1 bulan

5. Riwayat kesehatan

- Penyakit yang pernah/sedang diderita : tidak ada

- Riwayat yang [Link] diderita keluarga : tidak ada


- Riwayat keturunan kembar : tidak ada

6. Kebiasaan-kebiasaan : meminum jamu

7. Keadaan psikososial spiritual

Ibu mengatakan baru saja selessai haid tadi pagi dan belum ada melakukan
hubungan seksualitas. Ibu mengatakan haid nya teratur dan lancar tetapi ibu
mengalami peningkatan badan dan ibu belum mengetahui bahwa kenaikan berat
badan yang dialaminya,merupakan efek samping dari penggunaan KB suntik 1
bulan

Data Objektif

1. Keadaan umum : Baik


2. Kesadaran : Composmentis

3. Tanda vital

TD : 120/80 mmHg

HR : 72 x/i

RR : 22x/i

Temp : 36,5°C

BB : 61 kg

4. Plano test : Negatif


5. Pemeriksaan fisik
a. Wajah
Inspeksi : Tidak pucat, tidak ada cloasma.
Palpasi : Tidak ada edema.
b. Mata
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan, konjungtiva merah muda, sclera putih.
c. Mulut
Inspeksi : Bibir lembab, tidak pucat, gigi tampak bersih, tidak ada caries.
d. Leher
Palpasi : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, limfe dan vena jugularis.
e. Payudara
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan, putting susu terbentuk.
Palpasi : Tidak ada benjolan dan nyeri tekan.
f. Abdomen
Inspeksi :Tidak terdapat luka bekas operasi, tampak linea nigra dan striae
alba.
Palpasi : Tidak ada pembesaran uterus, tidak ada nyeri tekan.
g. Ekstremitas
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan, tidak ada varices.
Palpasi : Tidak ada edema.

Analisa

Ny.I 25 tahun akseptor KB suntik 1 bulan

Penatalaksanaan
1. Memberitahukan hasil pemeriksaan pada ibu
TD : 120/80 mmHg

HR : 72 x/i

RR : 22x/i

Temp : 36,5°C

BB : 61 kg

Plano test : Negatif


2. Menjelaskan konsep KB suntik 1 bulan/ Cyclofem, Kb suntik 1 bulan adalah

jenis KB yang mengandung hormon estrogen dan progesteron

(medroxyprogesterone acetate dan estradiol cyplonate), diberikan injeksi


secara IM setiap satu bulan sekali. Adapun efek samping dari KB suntik 1

bulan yaitu penambahan berat badan, perubahan siklus haid, gangguan haid,

spotting dll.

3. Memberikan KB suntik 1 bulan pada ibu melalui injeksi Intramuskular

4. Menganjurkan ibu untuk olahraga ringan setiap pagi dan sore hari

5. Memberitahu ibu jadwal kunjungan ulang pada tanggal 18 Februari 2023

6. Melakukan pencatatan dokumentasi rekam medik ibu

BAB IV
PEMBAHASAN

Setelah melakukan asuhan kebidanan pada akseptor KB suntik 1 bulan

pada Ny. I dengan menerapkan manajemen kebidanan, maka penulis akan

membahas serta membandingkan antara teori dan pelaksanaan teori dengan

kenyataan yang terjadi saat memberikan asuhan. ibu mengaku telah mendapatkan

informasi tentang Keluarga Berencana dari petugas kesehatan dan sudah tau jenis,

keefektifan, keuntungan, efek samping dan cara pemakaian KB yang mungkin ibu

gunakan sesuai dengan keadaan ibu untuk menjarangkan anak. Ibu mengaku

bahwa ia masih memberikan ASI kepada anaknya. Ny. I ingin memakai alat

kontrasepsi KB suntik 1 bulan. Ny. I lebih praktis dan tidak mengganggu ASI dan

ibu sudah mengetahui efek samping dari pemakaian KB suntik 1 bulan.

Menurut Affandi (2013) suntik kombinasi merupakan suntik yang

hormone sitetis estrogen dan progesteron, keuntungan pada suntik ini yaitu sangat

efektif, resiko terhadap kesehatan kecil, tidak berpengaruh pada hubungan suami

istri, dapat dipakai dan diberikan pasca persalinan, tidak terganggu pengeluaran

laktasi dan tumbuh kembang bayi. ibu mengatakan mengalami kenaikan berat

badan, aktivitasnya berkurang dan nafsu makannya bertambah. Penulis

memberikan KIE yaitu penjelasan sebab terjadinya penambahan berat badan

bersifat sementara dan individu (tidak terjadi pada semua pemakai suntikan,

tergantung reaksi tubuh wanita terhadap metabolism progesterone). Dan

menganjurkan pasien untuk diet rendah kalori untuk akseptor yang mengalami

kenaikan berat badan dianjurkan olahraga yang teratur dan bila cara tersebut tidak
berhasil dan berat badannya bertambah, pemakaian kontrasepsi dihentikan dan

ganti cara kontrasepsi yang lain.

Setelah diberikan suntik 1 bulan Ny. I akan diberikan kartu dan

kunjungan ulang setelah 1 bulan yang akan datang kembali. Meningkatkan

kembali untuk tidak lupa tanggal penyuntikan kembali dengan keadaan setelah

haid dan belum melakukan campur dengan suami, jika ibu ada keluhan yang tidak

nyaman atau tidak mengerti anjuran kepada ibu untuk datang kembali.

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dalam kasus ini dapat dipahami tentang asuhan pada Keluarga Berencana

Ny.I dengan metode suntik 1 bulan sesuai teori dan praktek. Asuhan

kebidanan pada akseptor KB dilakukan berdasarkan pengkajian, pemeriksaan

fisik, sehingga pelaksanaan yang diberikan berdasarkan kebutuhan dan

kewenangan bidan.

B. Saran

Peran tenaga kesehatan khususnya bidan diharapkan dapat digunakan

sebagai bahan acuan dan pertimbangan dalam melaksanakan asuhan

kebidanan secara komprehensif pada Keluarga Berencana khususnya yang

menggunakan metode suntik 1 bulan untuk meningkatkan kualitas asuhan

kebidanan dan mutu pelayanan kebidanan.


DAFTAR PUSTAKA

Affandi, B. 2013. Buku Panduan Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : PT Bina


Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Handayani, Sri. 2014. Buku Ajara Pelayanan Berencana. Yogyakarta : Pustaka


Rihama

[Link] DATIN Pusat Data dan Informasi.


[Link] in-
[Link] (diakses 06 Juni 2018 ).

Manuaba. 2016. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB. Jakarta : EGC
Maryunani, Anik. 2016. Management Kebidanan Terlengkap. Jakarta :
Buku Kesehatan

Mulyani, [Link], 2013. Keluarga Berencana dan Alat Kontrasepsi . Yogyakarta:


Nuha Medika

. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Pinem, S. 2014. Kesehatan Reproduksi & Kontrasepsi. Jakrta: TIM

Rismawati, S. 201. Unmet Need : Tantangan Program Keluarga Berencana


Dalam Menghadapi Ledakan Penduduk Tahun 2030.

Setyaningrum, Erna. 2015. Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan


Reproduksi. Jakarta : CV Infomedia

Suratun, dkk. 2014 Pelayanan Keluarga Berencana & Pelayanan Kontrasepsi.


Jakarta : Trans Info Medika

WHO. 2013. Maternal Mortality. [Link]

Anda mungkin juga menyukai