KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan
Kasus Asuhan Kebidanan Pada Keluarga Berencana. Dalam kesempatan ini
penulis menghanturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar – besarnya
kepada dosen pembimbing yang telah membimbing selama ini.
Penulis juga mengakui bahwa dalam proses penulisan laporan ini, masih
jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian
penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki.
Penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan kritik
dan saran yang membangun guna perbaikan dan penyempurnaan laporan ini
dikemudian hari.
Akhirnya penulis berharap, laporan ini dapat bermanfaat bagi seluruh
pembaca. Dan dapat memberikan kontribusi yang positif serta bermakna dalam
proses perkuliahan Profesi Kebidanan.
Padangsidimpuan, 2023
Penulis
DAFTAR ISI
Hal
Halaman Judul......................................................................................
Halaman Pengesahan ..............................................................................
Kata Pengantar ......................................................................................... i
Daftar Isi................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah..................................................................... 1
B. Tujuan ................................................................................................ 2
C. Ruang Lingkup ................................................................................... 3
D. Manfaat .............................................................................................. 4
BAB II TINJAUAN TEORI ASUHAN
A. Kajian Masalah Kasus ........................................................................ 6
B. Kajian Teori ..................................................................................... 17
BAB III PEMBAHASAN
A. Pengkajian ....................................................................................... 21
B. Asuhan ............................................................................................. 25
C. Penatalaksanaan ............................................................................... 27
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ...................................................................................... 28
B. Saran................................................................................................. 28
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................29
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu faktor memberikan dampak pada peningkatan Angka Kematian
Ibu adalah resiko 4 terlalu (terlalu muda melahirkan <21 tahun, terlalu tua
melahirkan >35 tahun, terlalu dekat jarak kelahiran <3 tahun, dan terlalu banyak
jumlah anak >2). Persentase ibu meninggal yang melahirkan berusia di bawah 20
tahun dan diatas 35 tahun adalah 33% dari seluruh kematian ibu, sehingga apabila
program KB dapat dilaksanakan dengan baik kemungkinan 33% kematian ibu
dapat dicegah dengan menggunakan KB.
Menurut BKKBN, KB aktif diantara PUS tahun 2019 sebesar 62,5%
mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu 63,27%. Sementara target
RPJMN yang ingin dicapai tahun 2019 adalah 66%. Indonesia masih menduduki
urutan keempat dengan penduduk terbanyak di dunia dengan jumlah penduduk
255.461.686 jiwa (Kemenkes RI,2016). Badan Kependudukan dan Keluarga
Berencana (BKKBN) memprediksi jumlah penduduk Indonesia berpotensi
menjadi terbesar sedunia setelah China dan India jika laju pertumbuhannya tidak
bisa ditekan secara sigifikan. Program yang dilakukan oleh pemerintah untuk
mengurangi laju pertumbuhan penduduk dapat dilakukan dengan gerakan
keluarga berencana dan pemakaian alat kontrasepsi secara sukarela kepada
pasangan usia subur (PUS) (Rismawati, dkk 2015). KB dilaksanakan dengan
berbagai macam metode kontrasepsi sederhana seperti kondom, pantang berkala
dan koitus interuptus. Metode kontrasepsi efektif efektif hormonal seperti pil,
susuk, dan suntikan. Metode kontrasepsi efektif mekanis seperti IUD dan Implant.
Dan metode kontrasepsi mantap seperti metode operasi wanita (MOW) dan
Metode Operasi Pria (MOP). Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan dan indikasi
pasien yang ingin memilihnya. (Manuaba, 2012).Berdasarkan data BKKBN, pada
tahun 2016 penggunaan KB suntikan sebesar (48,85%), pil sebesar (24,589%),
kondom sebesar (4,31%), MOP sebesar (0,40%), MOW sebesar (2,56%).
Cakupan akseptor KB di wilayah Binjai sebanyak 11.728.
Salah satu jenis kontrasepsi efektif yang menjadi pilihan kaum ibu adalah
KB suntik, ini disebabkan karena aman, efektif, sederhana dan murah. Namun
demikian KB suntik juga mempunyai banyak banyak efek samping seperti
Amenorhea (30%), spotting (bercak darah), dan menoragia, serta perubahan berat
badan (Uliyah, 2010). Salah satu peranan penting bidan adalah meningkatkan
jumlah penerimaan dan kualitas metode KB kepada masyarakat sesuai dengan
pengetahuan dan keterampilan bidan. Dalam melakukan pemilihan metode
kontrasepsi perlu diperhatikan ketetapan bahwa makin rendah pendidikan
masyarakat, semakin efektif metode KB yang dianjurkan yaitu susuk atau AKBK
(Alat Kontrasepsi Bawah Kulit) (Manuaba, 2016) sudah menjadi tugas dan
tanggung jawab bidan mengarahkan pemilihan alat kontrasepsi sesuai dengan
kebutuhan klien.
B. Tujuan
B.1 Tujuan Umum
Memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Keluarga Berencana
Ny. I dengan metode suntik 1 bulan ”, melalui pendekatan manajemen
kebidanan dan di dokumentasikan dalam bentuk SOAP.
B.2 Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui Kontrasepsi Suntik 1 Bulan pada Keluarga Berencana
Ny.I
2. Untuk mengetahui asuhan kebidanan pada Keluarga Berencana Ny.I
dengan metode suntik 1 bulan”. dengan manajemen kebidanan dan
pendokumentasian SOAP.
C. Ruang Lingkup
1. Lokasi dan Waktu :
Lokasi yang dilakukan oleh penulis dalam pembuatan Laporan
Komprehensif ini adalah di Praktek Mandiri Bidan, sedangkan waktu dan
penyusunan Laporan Komprehensif tanggal 20 Januari 2023
2. Subjek Laporan Kasus :
Subjek yang diambil untuk penyusun Laporan Komprehensif ini adalah
Ny.I yang ingin menggunakan Alat Kontrasepsi Metode suntik 1 bulan.
3. Teknik/Cara Pengumpulan Data :
Penulis menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara tekhnik
wawancara dan observasi
a. Wawancara
Teknik ini dilakukan melalui auto anamnesis dan allow anamnesis
dengan pasien, keluarga dan kesehatan lainnya dilibatkan untuk
memperoleh data yang berhubungan dengan permasalahan pasien
yang akan dijadikan sebagai bahan laporan,sehingga diperoleh data
yang akurat. Wawancara dalam laporan ini yaitu melakukan anamnesa
pada pasien.
b. Observasi
Melaksanakan observasi langsung pada Ny. I dengan cara memeriksa
fisik.
c. Studi Kepustakaan
Membaca dan mempelajari buku-buku sumber, makalah ataupun
jurnal yang dapat dijadikan dasar teoritis yang berhubungan dengan
kasus yang diambil. Studi kepustakaan dalam laporan ini diambil dari
buku-buku sumber dan jurnal.
D. Manfaat
1. Bagi Tenaga Kesehatan
Hasil laporan kompherensif ini dapat digunakan untuk menambah
pengetahuan dan bahan masukan bagi lahan praktik agar
lebih meningkatkan pelayanan kesehatan kepada pasien.
2. Bagi Institusi Pendidikan
Hasil laporan komprehensif ini dapat digunakan sebagai bahan
kepustakaan untuk menambah pengetahuan khususnya untuk program
study Profesi Kebidanan Universitas Aufa Royhan
3. Bagi Mahasiswa Profesi
Hasil laporan komprehensif ini untuk menambah wawasan dan
bertanggung jawab dalam mengambil kasus, tindakan, memberikan
pelajaran tersendiri dalam mengasah kemandirian ketika menyikapi
pasien, mampu belajar menyakini seseorang ketika memberi penjelasan
yang berkaitan dengan asuhan kebidanan pada Keluarga Berencana.
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Kajian Teori
1. Definisi
Keluarga berencana adalah suatu usaha untuk menjarangkan
ataumerencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi
(Anggraini, dkk, 2012).Keluarga berencana adalah tindakan yang membantu
pasangan suami istri untuk mencegah kehamilan, penundaan usia kehamilan serta
menjarangkan kehamilan (Pinem, dkk, 2009).
Menurut WHO Expert Commite keluarga berencana adalah tindakan yang
membantu individu atau pasangan suami istri untuk (Pinem, 2009) :
a. Mendapatkan objek-objek tertentu.
b. Menghindari kelahiran yang tidak diinginkan.
c. Mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan.
d. Mengatur interval di antara kelahiran.
e. Mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan
umur suami istri.
f. Menentukan jumlah anak dalam keluarga.
2. Fisiologi Keluarga Berencana
Pelayanan kontrasepsi mempunyai 2 tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan
khusus. Tujuan umum yaitu pemberian dukungan dan pemantapan penerimaan
gagasan KB. Tujuan khusus yaitu penurunan angka kelahiran yang bermakna.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pelayanan KB digolongkan ke dalam 3 fase yaitu
fase menunda kehamilan, fase menjarangkan kehamilan, fase menghentikan
kehamilan (Pinem, 2009).
3. Sasaran Program KB
Sasaran program KB dibagi menjadi 2 yaitu sasaran langsung dan sasaran
tidak langsung, tergantung tujuan yang ingin dicapai. Sasaran langsungnya adalah
pasangan usia subur (PUS) yaitu pasangan yang wanitanya berusia antara 15- 49
tahun, karena kelompok ini merupakan pasangan yang aktif melakukan hubungan
seksual dan setiap kegiatan seksual dapat mengakibatkan kehamilan. Sedangkan
Sasaran tidak langsung adalah kelompok usia remaja 15- 19 tahun, remaja ini
memang bukan merupakan target untuk menggunakan alat kontrasepsi secara
langsung tetapi merupakan kelompok yang beresiko untuk melakukan hubungan
seksual akibat telah berfungsinya alat- alat reproduksinya ( Suratun, dkk,. 2013).
4. KB suntik 1 Bulan
Menurut Maryunani (2016)
a) KB suntik 1 bulan adalah kontrasepsi yang berisi kombinasi hormon
estrogen dan progestron yang diberikan setiap sebulan sekali disuntik
secara intramuscular di daerah bokong.
b) Cara kerja :
1) Mencegah lepasnya sel telur dari indung telur wanita.
2) Mengentalkan lender mulut rahim, sehingga sel mani tidak dapat
masuk dalam rahim.
3) Menipiskan endometrium.
c) Keuntungan :
1) Sangat efektif dengan kegegalan kurang dari 0,1%.
2) Tidak mempengaruhi produksi ASI.
3) Sedikit efek samping
4) Dapat digunakan oleh perempuan usia > 35 tahun sampai
perimenopause
5) Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara
d) Kerugian :
1) Gangguan haid.
2) Pusing, mual kenaikan berat badan.
3) Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian
5. Pemilihan Kontrasepsi pada klien menyusui
Menurut Saroha(2014) pemilihan kontrasepsi pada :
1. Klien yang menyusui bayinya tidak memerlukan kontrasepsi pada 6
minggu pasca persalinan, bahkan pada klien yang menggunakan
Metode Amenorea Laktasi (MAL) waktu tersebut dapat sampai 6
bulan.
2. Kontrasepsi kombinasi (merupakan pilihan terakhir pada klien karena)
a. Jangan dipakai sebelum 6 - 8 minggu pasca persalinan karena akan
mengurangi ASI dan mempengaruhi tumbuh kembang bayi.
b. Sebaiknya tidak dipakai dalam waktu 6 minggu sampai dengan 6
bulan pascapersalinan. Selama 3 minggu pascapersalinan
meningkatkan resiko masalah pembekuan darah.
3. Progestin
a. Selama 6 minggu pascapersalinan mempengaruhi tumbuh
kembang bayi.
b. Tidak ada pengaruh terhadap ASI
c. Perdarahan ireguler dapat terjadi
4. AKDR
a) Dapat dipasang langsung pascapersalinan,sewaktu secsio cesarea,
atau sesudah 48 jam pascapersalinan.
b) Sesudah 4 - 6 minggu pascapersalinan.
c) Jika haid sudah dapat, insersi dilakukan sesudah yakin tidak ada
kehamilan.
5. Kondom
Kondom dapat digunakan setiap saat, tidak ada pengaruhnya terhadap
laktasi. Klien tidak menyusui :
a) Kondom, MAL, Progestin dapat segera digunakan
b) Kontrasepsi kombinasi dapat dimulai 3 minggu pascapersalinan,
lebih dari 6 minggu pascapersalinan atau sesudah dapat haid
(setelah yakin tidak ada kehamilan).
6. Panduan Pemilihan Kontrasepsi
Pemberian pelayanan berperan sebagai konselor dan fasilisator, sesuai
dengan langkah-langkah di bawah ini, ( Kemenkes, 2013) :
1. Jalin komunikasi yang baik denga ibu. Beri salam kepada ibu, tersenyum,
perkenalkan diri. Gunakan komunikasi verbal dan non-verbal sebagai awal
interaksi dua arah. Tanya ibu tentang identitas dan keinginannya pada
kunjungan ini.
2. Nilailah kebutuhan dan kondisi ibu. Tanyakan tujuan ibu berkontrasepsi
dan jelaskan pilihan metode yang dapat digunakan untuk tujuan tersebut.
Tanyakan juga apa ibu sudah memikirkan pilihan metode tertentu.
Tabel 2.1
Pilihan Metode Kontrasepsi Berdasarkan Tujuan Pemakaiannya
Urutan Fase menunda Fase menjarangkan Fase tidak hamil
prioritas kehamilan kehamilan (anak < 2) lagi (anak > 3)
1 Pil AKDR Steril
2 AKDR Suntikan AKDR
3 Kondom Minipil Implant
4 Implant Pil Suntikan
5 Suntikan Implant Kondom
6. Kondom Pil
Sumber: WHO, 2013. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu Di
Fasilitas Kesehatan Dasar Dan Rujukan
3. Berikan informasi mengenai pilihan metode kontrasepsi yang dapat
digunakan ibu. Berikan informasi objektif dan lengkap tentang berbagai
metode kontrasepsi: efektivitas, cara kerja, efek samping, dan komplikasi
yang dapat terjadi serta upaya-upaya untuk menghilangkan atau
mengurangi berbagai efek yang merugikan tersebut.
4. Bantu ibu menentukan pilihan. Bantu ibu memilih metode kontrasepsi
yang paling aman dan sesuai bagi dirinya. Beri kesempatan pada ibu untuk
mempertimbangkan pilihannya. Apalagi ingin mendapat penjelasan
lanjutan, anjurkan ibu untuk berkonsultasi kembali atau rujuk pada
konselor atau tenaga kesehatan yang lebih ahli.
5. Jelaskan secara lengkap mengenai metode kontrasepsi yang telah dipilih
ibu Setelah ibu memilih metode yang sesuai baginya, jelaskan mengenai :
a) Waktu, tempat, tenaga dan cara pemasangan/pemakaian alat
kontrasepsi.
b) Rencana pengamatan lanjutan setelah pemasangan.
c) Cara mengenali efek samping/komplikasi.
d) Lokasi klinik keluarga berencana (KB)/tempat pelayanan untuk
kunjungan ulang bila diperlukan.
e) Waktu penggantian/pencabutan alat kontrasepsi.
f) Rujuk ibu bila diperlukan. Rujuk ke konselor yang lebih ahli
apabila di klinik KB ini belum mendapat informasi yang cukup
memuaskan, atau rujuk ke fasilitas pelayanan
kontrasepsi/kesehatan yang lebih lengkap apabila klinik KB
setempat tidak mampu mengatasi efek samping/komplikasi atau
memenuhi keinginan ibu. Berikan pelayanan lanjutan setelah ibu
dikirim kembali oleh fasilitas rujukan.
2.2 Asuhan Keluarga Berencana
a. Pengertian Asuhan pada Keluarga Berencana
Program Keluarga Berencana menurut UU No. 10 tahun 1992 (tentang
perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera) adalah upaya
peningkatan kepedulian dan bahagia dan sejahtera (Setiyaningrum, 2015).
Konseling adalah proses yang berjalan dan menyatu dengan semua aspek
pelayanan keluarga berencana dan bukan hanya informasi yang diberikan dan
dibicarakan pada satu kali kesempatan yakni, pada saat pemberian pelayanan.
Tehnik konseling yang baik dan informasi yang memadai harus diterapkan dan
dibicarakan secara interaktif sepanjang kunjungan klien dengan cara yang sesuai
dengan budaya yang ada ( Handayani, 2014).
Tujuan Konseling menurut Handayani ( 2014) yaitu:
1. Meningkatkan penerimaan
2. Menjamin pilihan yang cocok
3. Menjamin penggunaan cara yang efektif
4. Menjamin kelangsungan yang lebih lama
Jenis Konseling KB menurut( Handayani, 2014) yaitu:
a. Konseling Awal
Bertujuan untuk memutuskan metode apa yang akan dipakai didalamnya
termasuk mengenalkan pada klien semua cara KB atau pelayanan
kesehatan, prosedur klinik, kebijakan dan bagaimana pengalaman klien
pada kunjungannya itu.
b. Konseling Khusus
Koseling khusus mengenai metode KB memberi kesempatan pada klien
untuk mengajukan pertanyaan tentang cara KB tertentu dan membicarakan
pengalamannya, mendapatan informasi lebih rinci tentang cara KB yang
tersedia yang ingin dipilihnya, mendapatkan bantuan untuk memilih
metode KB yang cocok serta mendapat penerangan lebih jauh tentang
bagaimana menggunakan metode tersebut dengan aman, efektif dan
memuaskan.
c. Konseling tindak lanjut
Bila klien datang untuk mendapatkan obat baru atau pemeriksaan ulang
maka penting untuk berpijak pada konseling yang dulu.
Menurut Walyani (2015), kata kunci SATU TUJUH adalah sebagai berikut:
a. SA: Sapa dan Salam
Sapa dan salam kepada klien secara terbuka dan sopan. Berikan
perhatian sepenuhnya kepada mereka dan berbicara ditempat yang
nyaman serta terjamin privasinya. Yakinkan klien untuk membangun
rasa percaya diri, tanyakan kepada klien apa yang perlu dibantu serta
jelaskan pelayanan apa yang dapat diperolehnya.
b. T: Tanya
Tanyakan kepada klien informasi tenttang dirinya. Bantu klien untuk
berbicara mengenai pengalaman keluarga berencana dan kesehatan
reproduksi, tujuan, kepentingan, harapan serta keadaan kesehatan dan
kehidupan keluarganya. Tanyakan kontrasepsi yang diinginkan oleh
klien.
c. U: Uraikan
Uraikan kepada klien mengenai pilihannya dan beritahu apa pilihan
reproduksi yang paling mungkin, termasuk pilihan beberapa
kontrasepsi. Bantulah klien pada jenis kontrasepsi yang paling ia ingini
serta jelaskan pula jenis - jenis lain yang ada. Jelaskan alternative
kontrasepsi lain yang mungkin diingini oleh klien.
Uraukan juga mengenai resiko penularan HIV/ AIDS dan pilihan
metode ganda
d. TU: Bantu
Bantulah klien menentukan pilihannya. Bantulah klien berfikir
mengenai apa yang paling sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya,
doronglah klien untuk menunjukkan keinginannya dan mengajukan
pertanyaan. Tanggapi secara terbuka, petugas membantu klien
mempertimbangkan kriteria dan keinginan klien terhadap setiap jenis
kontrasepsi. Tanyakan juga apakah pasangannya akan memberikan
dukungan dengan pilihan tersebut.
e. J : Jelaskan
Jelaskan secara lengkap bagaimana menggunakan kontrasepsi
pilihannya setelah klien memilih jenis kontrasepsinya, jika diperlukan
perlihatkan alat/obat kontrasepsinya. Jelaskan bagaimana alat/obat
kontrasepsi tersebut digunakan dna bagaimana cara penggunaannya.
f. U : Kunjungan Ulang
Perlunya dilakukan kunjungan ulang. Bicarakan dan buatlah
perjanjian, kapan klien akan kembali untuk melakukan pemeriksaan
atau permintaan kontrasepsi jika dibutuhkan. Perlu juga selalu
mengingatkan klien untuk kembali apabila terjadi suatu masalah.
BAB III
PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN
PENGKAJIAN/PENGUMPULAN DATA (Data Subjektif)
Tanggal : 09 Maret 2022
BIODATA
Nama : Ny. I Nama Suami : Tn. D
Umur : 25 tahun Umur : 27 tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Suku : Jawa/Indonesia
Pendidikan : SMA Pendidikan : S1
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Karyawan swasta
Alamat :
Keluhan : Ibu mengatakan ingin menjarangkan kehamilannya, masih, ingin ber-
KB yang sesuai dengannya yaitu KB suntik 1 bulan
1. Kunjungan saat ini : kunjungan ulang
2. Riwayat perkawinan : kawin 1 kali, kawin pertama umur 20 tahun
3. Riwayat menstruasi :
- Menarche : 12 tahun
- Siklus : ± 30 hari
- Dismenorhea : tidak ada
- Banyaknya : ±2-3 kali ganti doek/hari
- HPHT : 17 Januari 2023
4. Riwayat kontrasepsi yang digunakan : suntik KB 1 bulan
5. Riwayat kesehatan
- Penyakit yang pernah/sedang diderita : tidak ada
- Riwayat yang [Link] diderita keluarga : tidak ada
- Riwayat keturunan kembar : tidak ada
6. Kebiasaan-kebiasaan : meminum jamu
7. Keadaan psikososial spiritual
Ibu mengatakan baru saja selessai haid tadi pagi dan belum ada melakukan
hubungan seksualitas. Ibu mengatakan haid nya teratur dan lancar tetapi ibu
mengalami peningkatan badan dan ibu belum mengetahui bahwa kenaikan berat
badan yang dialaminya,merupakan efek samping dari penggunaan KB suntik 1
bulan
Data Objektif
1. Keadaan umum : Baik
2. Kesadaran : Composmentis
3. Tanda vital
TD : 120/80 mmHg
HR : 72 x/i
RR : 22x/i
Temp : 36,5°C
BB : 61 kg
4. Plano test : Negatif
5. Pemeriksaan fisik
a. Wajah
Inspeksi : Tidak pucat, tidak ada cloasma.
Palpasi : Tidak ada edema.
b. Mata
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan, konjungtiva merah muda, sclera putih.
c. Mulut
Inspeksi : Bibir lembab, tidak pucat, gigi tampak bersih, tidak ada caries.
d. Leher
Palpasi : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, limfe dan vena jugularis.
e. Payudara
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan, putting susu terbentuk.
Palpasi : Tidak ada benjolan dan nyeri tekan.
f. Abdomen
Inspeksi :Tidak terdapat luka bekas operasi, tampak linea nigra dan striae
alba.
Palpasi : Tidak ada pembesaran uterus, tidak ada nyeri tekan.
g. Ekstremitas
Inspeksi : Simetris kiri dan kanan, tidak ada varices.
Palpasi : Tidak ada edema.
Analisa
Ny.I 25 tahun akseptor KB suntik 1 bulan
Penatalaksanaan
1. Memberitahukan hasil pemeriksaan pada ibu
TD : 120/80 mmHg
HR : 72 x/i
RR : 22x/i
Temp : 36,5°C
BB : 61 kg
Plano test : Negatif
2. Menjelaskan konsep KB suntik 1 bulan/ Cyclofem, Kb suntik 1 bulan adalah
jenis KB yang mengandung hormon estrogen dan progesteron
(medroxyprogesterone acetate dan estradiol cyplonate), diberikan injeksi
secara IM setiap satu bulan sekali. Adapun efek samping dari KB suntik 1
bulan yaitu penambahan berat badan, perubahan siklus haid, gangguan haid,
spotting dll.
3. Memberikan KB suntik 1 bulan pada ibu melalui injeksi Intramuskular
4. Menganjurkan ibu untuk olahraga ringan setiap pagi dan sore hari
5. Memberitahu ibu jadwal kunjungan ulang pada tanggal 18 Februari 2023
6. Melakukan pencatatan dokumentasi rekam medik ibu
BAB IV
PEMBAHASAN
Setelah melakukan asuhan kebidanan pada akseptor KB suntik 1 bulan
pada Ny. I dengan menerapkan manajemen kebidanan, maka penulis akan
membahas serta membandingkan antara teori dan pelaksanaan teori dengan
kenyataan yang terjadi saat memberikan asuhan. ibu mengaku telah mendapatkan
informasi tentang Keluarga Berencana dari petugas kesehatan dan sudah tau jenis,
keefektifan, keuntungan, efek samping dan cara pemakaian KB yang mungkin ibu
gunakan sesuai dengan keadaan ibu untuk menjarangkan anak. Ibu mengaku
bahwa ia masih memberikan ASI kepada anaknya. Ny. I ingin memakai alat
kontrasepsi KB suntik 1 bulan. Ny. I lebih praktis dan tidak mengganggu ASI dan
ibu sudah mengetahui efek samping dari pemakaian KB suntik 1 bulan.
Menurut Affandi (2013) suntik kombinasi merupakan suntik yang
hormone sitetis estrogen dan progesteron, keuntungan pada suntik ini yaitu sangat
efektif, resiko terhadap kesehatan kecil, tidak berpengaruh pada hubungan suami
istri, dapat dipakai dan diberikan pasca persalinan, tidak terganggu pengeluaran
laktasi dan tumbuh kembang bayi. ibu mengatakan mengalami kenaikan berat
badan, aktivitasnya berkurang dan nafsu makannya bertambah. Penulis
memberikan KIE yaitu penjelasan sebab terjadinya penambahan berat badan
bersifat sementara dan individu (tidak terjadi pada semua pemakai suntikan,
tergantung reaksi tubuh wanita terhadap metabolism progesterone). Dan
menganjurkan pasien untuk diet rendah kalori untuk akseptor yang mengalami
kenaikan berat badan dianjurkan olahraga yang teratur dan bila cara tersebut tidak
berhasil dan berat badannya bertambah, pemakaian kontrasepsi dihentikan dan
ganti cara kontrasepsi yang lain.
Setelah diberikan suntik 1 bulan Ny. I akan diberikan kartu dan
kunjungan ulang setelah 1 bulan yang akan datang kembali. Meningkatkan
kembali untuk tidak lupa tanggal penyuntikan kembali dengan keadaan setelah
haid dan belum melakukan campur dengan suami, jika ibu ada keluhan yang tidak
nyaman atau tidak mengerti anjuran kepada ibu untuk datang kembali.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam kasus ini dapat dipahami tentang asuhan pada Keluarga Berencana
Ny.I dengan metode suntik 1 bulan sesuai teori dan praktek. Asuhan
kebidanan pada akseptor KB dilakukan berdasarkan pengkajian, pemeriksaan
fisik, sehingga pelaksanaan yang diberikan berdasarkan kebutuhan dan
kewenangan bidan.
B. Saran
Peran tenaga kesehatan khususnya bidan diharapkan dapat digunakan
sebagai bahan acuan dan pertimbangan dalam melaksanakan asuhan
kebidanan secara komprehensif pada Keluarga Berencana khususnya yang
menggunakan metode suntik 1 bulan untuk meningkatkan kualitas asuhan
kebidanan dan mutu pelayanan kebidanan.
DAFTAR PUSTAKA
Affandi, B. 2013. Buku Panduan Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : PT Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Handayani, Sri. 2014. Buku Ajara Pelayanan Berencana. Yogyakarta : Pustaka
Rihama
[Link] DATIN Pusat Data dan Informasi.
[Link] in-
[Link] (diakses 06 Juni 2018 ).
Manuaba. 2016. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB. Jakarta : EGC
Maryunani, Anik. 2016. Management Kebidanan Terlengkap. Jakarta :
Buku Kesehatan
Mulyani, [Link], 2013. Keluarga Berencana dan Alat Kontrasepsi . Yogyakarta:
Nuha Medika
. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Pinem, S. 2014. Kesehatan Reproduksi & Kontrasepsi. Jakrta: TIM
Rismawati, S. 201. Unmet Need : Tantangan Program Keluarga Berencana
Dalam Menghadapi Ledakan Penduduk Tahun 2030.
Setyaningrum, Erna. 2015. Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan
Reproduksi. Jakarta : CV Infomedia
Suratun, dkk. 2014 Pelayanan Keluarga Berencana & Pelayanan Kontrasepsi.
Jakarta : Trans Info Medika
WHO. 2013. Maternal Mortality. [Link]