TOLIS ILMIAH: JURNAL PENELITIAN
Vol. 2, No. 1, Mei 2020
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN
PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA
Arsyil Waritsman
Universitas Madako Tolitoli
Korespondensi Penulis. e-mail: [Link]@[Link]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang
signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika Siswa
di salah satu Sekolah Menengah Atas yang ada di Kabupaten Tolitoli.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan
analisis korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di sekolah
tersebut, sedangkan sampel dalam penelitan ini adalah 40 siswa kelas X, 45
siswa kelas XI, dan 28 siswa kelas XII. Teknik pengambilan sampel yang
digunakan adalah stratified random sampling. Data motivasi belajar
dikumpulkan melalui angket motivasi belajar sedangkan data prestasi belajar
diambil dari data prestasi belajar matematika yang ada di sekolah tersebut.
Data kemudian dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar
dan prestasi belajar matematika siswa.
Kata Kunci: hubungan, motivasi, prestasi, belajar, matematika
Abstract
This study aims to determine whether there is a significant correlation
between learning motivation and student mathematics learning achievement
in one of the Senior High Schools in The Tolitoli Regency. This research uses
a quantitative approach using correlation analysis. The population in this
study were all students in the school, while the sample in this study were 40
students of class X, 45 students of class XI, and 28 students of class XII. The
sampling technique used is stratified random sampling. Learning motivation
data was collected through learning motivation questionnaires while learning
achievement data was taken from mathematics learning achievement data in
the school. Data were analyzed using the t-test. The results showed that there
was a positive and significant correlation between students' learning
motivation and mathematics learning achievement.
Keywords: correlation, motivation, achievement, learning, mathematics
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan hal mendasar dalam pembangunan manusia seutuhnya.
Pembangunan manusia seutuhnya meliputi pembentukan dari segi wawasan dan karakter.
Wawasan dan karakter manusia dapat dikatakan dua hal yang tak terpisahkan. Sesuatu
yang tersirat dalam Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 adalah bahwa seseorang yang
dibentuk melalui pendidikan adalah manusia yang tidak hanya berwawasan/memiliki
pengetahuan luas namun juga memiliki karakter yang kuat pada sikap dan keterampilan.
Wawasan yang berupa pengetahuan dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak
terpisahkan dengan aspek sikap dan keterampilan Beberapa aspek yang menjadi perhatian
dalam pengembangan pendidikan tidak lepas dari kaitan atau hubungan antara satu aspek
dengan aspek lainnya. Keterkaitan antara satu aspek dengan aspek lainnya dalam konteks
pendidikan misalnya dilakukan melalui penelitian untuk mengungkap seberapa besar
kaitan antara beberapa aspek yang mejadi perhatian di dunia pendidikan.
Waritsman, A. (2020). Hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika siswa. Tolis Ilmiah; Jurnal
Penelitian, 2(1), 28-32.
28
TOLIS ILMIAH: JURNAL PENELITIAN
Vol. 2, No. 1, Mei 2020
Salah satu aspek yang telah diungkap dalam penelitian-penelitian sebelumnya adalah
penelitian tentang hubungan antara aspek motivasi belajar dan prestasi belajar
matematika. Hal tersebut telah dilakukan oleh Hidayat (2013), Hamdi dan Abadi (2014),
Kurniawan dan Wutsqa (2014), Cleaopatra (2015), Basuki (2015) mengungkapkan bahwa
motivasi belajar memiliki hubungan yang positif terhadap prestasi belajar matematika.
Menganalisis perkembangan hasil temuan penelitian tersebut, dengan cakupan populasi
yang berbeda, maka penting pula dilakukan penelitian untuk mengungkapkan apakah hal
tersebut juga berlaku pada populasi yang berbeda. Penulis tertarik untuk melakukan
penelitian untuk mengungkap apakah terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan
prestasi belajar matematika di salah satu sekolah yang ada berada di desa yang ada di
kabupaten Tolitoli. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengungkap apakah hasil
penelitian-penelitian sebelumya juga berlaku pada populasi yang ada di sekolah tersebut.
Selanjutnya, terkait penelitian ini, tentunya tidak terlepas dari apa yang dimaksud
dengan motivasi belajar sehingga kita perlu memahami terlebih dahulu tentang apa yang
dimaksud dengan motivasi belajar. Hamdu dan Agustina (2011) menjelaskan bahwa
motivasi adalah usaha yang dilakukan secara sadar untuk mendorong seseorang
melakukan sesuatu dalam mencapai suatu tujuan. Sjukur (2012) menambahkan bahwa
Motivasi adalah proses internal yang mengaktifkan, menuntun, dan mempertahankan
perilaku dari waktu ke waktu. Handhika (2012) juga mengaskan bahwa siswa yang
memiliki motivasi kuat, akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan
belajar. Ini berarti, motivasi akan menentukan intensitas usaha belajar siswa. Dari
beberapa paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah suatu faktor
internal dari dalam diri yang mendorong kita untuk berusahamelakukan sesuatu dalam
mencapai suatu tujuan yang diharapkan.
Selain tentang motivasi, maka prestasi belajar juga perlu dedefinisikan secara jelas.
Nitko dan Brookhart (2011) mengungkapkan bahwa prestasi belajar adalah hasil
perkembangan siswa yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan kemampuan
yang dicapai/diperoleh setelah mengikuti pembelajaran. Inayah (2013) menjelaskan
bahwa prestasi belajar adalah cerminan dari sebuah usaha. Sehingga jika dikaitkan dalam
konteks siswa dan pembelajaran dapat dikatakan bahwa semakin besar usaha siswa dalam
pembelajaran, maka akan semakin baik pula pencapaian prestasi belajarnya. Malykh
(2017) menambahkan bahwa prestasi belajar sangat berkaitan dengan karakter seseorang
yang juga berkontribusi terhadap kesuksesan kinerja akademik siswa. Jadi dapat dikatakan
bahwa prestasi belajar adalah suatu pencapaian siswa di dalam suatu pembelajaran baik
meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotor dan menjadi tolak ukur kinerja siswa
dalam suatu pembelajaran.
Sebagai penegasan, penelitian tentang hubungan antara motivasi belajar dan prestasi
belajar hanya dibatasi pada aspek mata pelajaran matematika.
METODE
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di salah
satu SMA/MA yang ada di kabupaten Tolitoli. Penelitian dilaksanakan dari Bulan
September 2019 sampai Oktober 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa
yang ada di sekolah tersebut sedangkan sampel dalam penelitan ini adalah 40 siswa kelas
X, 45 siswa kelas XI, dan 28 siswa kelas XII. Teknik pengambilan sampel yang digunakan
adalah stratified random sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah motivasi belajar
dan prestasi belajar matematika. Dalam mengumpulkan data kondisi motivasi belajar
siswa, instrumen yang digunakan adalah angket. Skala yang digunakan dalam angket
Waritsman, A. (2020). Hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika siswa. Tolis Ilmiah; Jurnal
Penelitian, 2(1), 28-32.
29
TOLIS ILMIAH: JURNAL PENELITIAN
Vol. 2, No. 1, Mei 2020
tersebut adalah skala likert. Data prestasi belajar yang digunakan adalah data yang telah
ada di sekolah tersebut. Data prestasi belajar matematika yang dimaksud adalah nilai
ulangan harian matematika siswa-siswa.
Dalam menganalisis data yang telah dikumpulkan, digunakan analisis statistik
deskriptif dan inferensial. Statistik deskriptif yang dimaksud adalah skor rata-rata, nilai
tertinggi, nilai terendah, dan simpangan baku. Analisis Inferensial digunakan untuk
menganalisis ada atau tidaknya hubungan antara motivasi belajar dan prestasi belajar
matematika siswa. Data dianalisis menggunakan analisis korelasional dengan uji yang
digunakan adalah uji t dengan taraf signifikansi 5%. Apabila |𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 | > 𝑡𝛼(𝑛−2) maka
2
dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dan
prestasi belajar matematika. Sebelum dilakukan analisis korelasional, terlebih dahulu
dilakukan uji normalitas data karena syarat normalitas merupakan asumsi yang harus
dipenuhi terlebih dahulu, sebelum melakukan analisis.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Data deskriptif tentang motivasi belajar dan prestasi belajar matematika disajikan
pada Tabel 1.
Tabel 1. Deskriptif Data
Variabel Rata-rata Data tertinggi Data Terendah Simpangan Baku
Motivasi Belajar 83,41 92 76 4,236
Prestasi Belajar 71,71 90 55 9,616
Berdasarkan Tabel 1 terlihat bahwa nilai tertinggi motivasi belajar adalah 92
sedangkan skor terendah adalah 76 dengan rata-rata yaitu 83,41 dan simpangan baku
sebesar 4,236. Untuk data prestasi belajar matematika terlihat bahwa nilai tertinggi
prestasi belajar matematika siswa adalah 90 sedangkan nilai terendahnya adalah 55
dengan rata-rata sebesar 71,71 dan simpangan baku sebesar 9,616.
Selanjutnya, setelah dilakukan analisis statistik deskriptif, lankah selanjutnya adalah
melakukan analisis inferensial yaitu analisis korelasi. Namun, dilakukan dilakukan
terlebih dahulu dilakukan uji normalitas sebagai syarat untuk melakukan uji korelasi.
Adapun Hasil Uji Normalitas data disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Data
Variabel Nilai sig. Kolmogorov Smirnov Kesimpulan
Motivasi Belajar 0,068 Data Berdistribusi Normal
Prestasi Belajar 0,121 Data Berdistribusi Normal
Berdasarkan Tabel 2 diperoleh informasi bahwa baik data motivasi belajar maupun
prestasi belajar matematika berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Karrena
memenuhi asumsi normalitas, analisis korelasi dengan menggunakan uji t dapat
dilanjukan.
Untuk perhitungan nilai korelasi antara motivasi belajar dan prestasi belajar
matematika dilakukan dengan bantuan SPSS. Berdasarkan analisis korelasi yang
dilakukan, diperoleh nilai korelasi yaitu 𝑟 = 0,886. Dari nilai korelasi tersebut, maka
diperoleh nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 20,131 sedangkan 𝑡𝛼(𝑛−2) = 1,981567 dengan 𝛼 = 0,05 dan
2
𝑛 = 113. Hal ini berarti |𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 20,131| > 𝑡𝛼(𝑛−2) = 1,981567 maka dapat
2
Waritsman, A. (2020). Hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika siswa. Tolis Ilmiah; Jurnal
Penelitian, 2(1), 28-32.
30
TOLIS ILMIAH: JURNAL PENELITIAN
Vol. 2, No. 1, Mei 2020
dikatakan bahwa terdapat hubungan yang positif dan siginifikan antara motivasi belajar
dan prestasi belajar matematika (hubungan yang positif karena 𝑟 bernilai positif).
Hasil penelitian ini menunjukkan lebih jauh tentang hubungan antara motivasi belajar
dan prestasi belajar matematika. hal yang lebih dipertegas adalah bahwa dengan
karakteristik populasi yang berbeda dari penelitian sebelumnya namun tetap diperoleh
hasil yang sejalan yaitu motivasi belajar memiliki hubungan yang positif dan signifikan
dengan prestasi belajar matematika. karakteristik populasi dalam penelitian ini yang
menjadi pembeda adalah populasi dalam penelitian ini berada pada lokasi pedesaan yang
jauh dari kota. Pada intinya, karakteristik yang khas dari populasi yang ada pada
penelitian ini, dapat dijadikan referensi penelitian ke depannya.
Selain itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu informasi bahwa dalam
pelaksanaan pembelajaran tidak hanya memperhatikan satu aspek saja, melainkan harus
dipandang beberapa aspek sebagai satu kesatuan yang utuh dan tidak terpisahkan. Dengan
kata lain, aspek kognitif, afektif dan psikomotor diharapkan selalu sejalan. Hal ini
ditunjukkan khusus pada penelitian ini bahwa motivasi belajar berkaitan erat dengan
prestasi belajar matematika.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang ada, dapat disimpulkan bahwa terhadapat
hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar
matematika.
Saran
Diharapkan penelitian tentang hubungan antara motivasi belajar dan prestasi belajar
matematika dapat dilakukan lebih lanjut dengan karakteristik populasi yang berbeda dan
belum pernah dilakukan sebelumnya agar dapat memperkaya referensi penelitian-
penelitian yang di akan datang khususnya penelitian tentang hubungan motivasi belajar
dan prestasi belajar matematika.
DAFTAR RUJUKAN
Basuki, K. H. (2015). Pengaruh kecerdasan spiritual dan motivasi belajar terhadap
prestasi belajar matematika. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 5(2).
Cleopatra, M. (2015). Pengaruh gaya hidup dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar
matematika. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 5(2).
Hamdi, S., & Abadi, A. M. (2014). Pengaruh motivasi, self-efficacy dan latar belakang
pendidikan terhadap prestasi matematika mahasiswa PGSD STKIP-H dan PGMI
IAIH. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 1(1), 77-87.
Hamdu, G., & Agustina, L. (2011). Pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi
belajar IPA di sekolah dasar. Jurnal penelitian pendidikan, 12(1), 90-96.
Handhika, J. (2012). Efektivitas media pembelajaran IM3 ditinjau dari motivasi belajar.
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 1(2).
Hidayat, A. F. (2013). Hubungan regulasi diri dengan prestasi belajar kalkulus ii ditinjau
dari aspek metakognisi, motivasi dan perilaku. Jurnal Elektronik Pendidikan
Matematika Tadulako, 1(1).
Waritsman, A. (2020). Hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika siswa. Tolis Ilmiah; Jurnal
Penelitian, 2(1), 28-32.
31
TOLIS ILMIAH: JURNAL PENELITIAN
Vol. 2, No. 1, Mei 2020
Inayah, R. (2013). Pengaruh kompetensi guru, motivasi belajar siswa, dan fasilitas belajar
terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas XI IPS SMA
Negeri 1 Lasem Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2011/2012. S2 Pendidikan Ekonomi,
2(1).
Kurniawan, D., & Wustqa, D. U. (2014). Pengaruh perhatian orangtua, motivasi belajar,
dan lingkungan sosial terhadap prestasi belajar matematika siswa SMP. Jurnal riset
pendidikan matematika, 1(2), 176-187.
Malykh, S. (2016). The role of personality traits and intelligence in academic achievement
of Russian high school students. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 237,
1304–1309.
Nitko, A. J., & Brookhart, S. M. (2011). Educational assesment of students (6th. Ed.).
Boston, MA: Allyn & Bacon,Inc.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. (2013). Permendikbud No. 66 Tahun 2013
tentang Standar Penilaian. Jakarta: Kemdikbud.
Sjukur, S. B. (2012). Pengaruh blended learning terhadap motivasi belajar dan hasil
belajar siswa di tingkat SMK. Jurnal pendidikan vokasi, 2(3).
Waritsman, A. (2020). Hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika siswa. Tolis Ilmiah; Jurnal
Penelitian, 2(1), 28-32.
32