0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan10 halaman

Motivasi dan Tantangan Menjadi Guru

Diunggah oleh

Desi Nur Amalia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan10 halaman

Motivasi dan Tantangan Menjadi Guru

Diunggah oleh

Desi Nur Amalia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKSIMAL 500 HURUF

A. Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru? Apa yang Anda lakukan untuk
mewujudkan motivasi tersebut?

A.1. Tantangan apa yang Anda hadapi dalam mewujudkan motivasi tersebut?
Bagaimana Anda mengatasinya?
Jawab:
Tantangan yang saya hadapi dalam mewujudkan motivasi saya menjadi seorang
guru adalah tantangan dalam dunia perkuliahan dan praktiknya di Sekolah. Dunia
perkuliahan memberikan saya pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk
menjadi seorang guru, namun menguasai pengetahuan dan keterampilan tersebut
tidak mudah. Diperlukan usaha yang besar untuk menguasai pengetahuan dan
keterampilan yang disampaikan dalam dunia perkuliahan. Mengatasi tantangan
tersebut, saya sebagai seorang Mahasiswa yang saat itu menempuh perkuliahan
dalam bidang Pendidikan, melakukan usaha yang besar untuk memperkaya diri saya
akan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang saya perlukan untuk menjadi seorang
guru. Mata kuliah yang memuat teori maupun mata kuliah praktik yang diajarkan
dalam dunia perkuliahan, saya pelajari dengan niat yang besar dan tulus agar saya
dapat menguasai kompetensi guru yang seharusnya dimiliki oleh calon-calon guru
profesional.

Tantangan lain yang saya hadapi dalam mewujudkan motivasi saya menjadi seorang
guru adalah tantangan saat mempraktikan pengetahuan dan keterampilan yang saya
miliki. Dunia perkuliahan telah memperkaya diri saya akan pengetahuan dan
keterampilan untuk menjadi seorang guru, namun mempraktikkannya di Sekolah
tidaklah mudah. Bervariasinya karakter siswa yang tidak sesuai dengan dugaan saya
menghambat proses pengajaran di Sekolah yang saya lakukan. Mengatasi hal
tersebut, saya melakukan riset kecil-kecilan mengenai strategi pembelajaran seperti
apa yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Saya juga menambah wawasan
dalam hal mengajar di Kelas melalui studi pustaka serta pemanfaatan teknologi
sosial media untuk memperoleh solusi terkait permasalahan pengelolaan kelas yang
saya hadapi yang kemudian saya terapkan dalam pembelajaran.

A.2. Apa kelebihan yang mendukung peran Anda sebagai Guru? Jelaskan alasannya
dan berikan contohnya!
Jawab:
Kelebihan yang mendukung peran saya sebagai seorang guru beserta alasan dan
contohnya adalah:
1. Keterampilan menyesuaikan diri yang baik
Keterampilan penyesuaian diri yang saya miliki mendukung peran saya sebagai
seorang guru karena guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran harus
menyesuaikan diri sesuai dengan karakteristik siswa. Ketika diminta mengajar di
kelas rendah, guru harus mengkondisikan diri sesuai dengan karakteristik kelas
rendah dengan memiliki pembawaan mengajar yang ceria dan menyenangkan.
Sedangkan ketika diminta mengajar di kelas tinggi, guru harus menyesuaikan diri
untuk memiliki pembawaan yang menyenangkan namun juga tegas karena anak usia
kelas tinggi biasanya senang mencari perhatian guru. Contohnya dalam
pembelajaran di kelas, ketika mengajar di kelas rendah intonasi suara yang
digunakan harus ceria agar motivasi belajar siswa meningkat, selain itu juga dapat
dimasukkan lagu-lagu atau yel-yel yang menarik bagi siswa kelas rendah.
Sedangkan ketika mengajar di kelas tinggi, intonasi suara ramah namun juga lugas,
sehingga siswa dapat dikondisikan dengan baik. Selain itu, ketika mengajar di kelas
tinggi saya juga pernah membuat aturan kelas yang disepakati bersama siswa
sehingga pengkondisian kelas menjadi lebih mudah.

2. Karakter saya sebagai seorang observer


Saya senang mengamati sesuatu yang terjadi di sekitar saya. Kebiasaan mengamati
tersebut mendukung peran saya sebagai guru karena dengan kemampuan
pengamatan yang baik, saya dapat menemukan permasalahan yang harus diatasi
dalam pembelajaran di Kelas. Contohnya pada kegiatan belajar mengajar yang
pernah saya lakukan di SDN O3 Karangharjo saat mengikuti program Kampus
Mengajar 2, saya mendapati siswa yang kurang antusias dalam pembelajaran.
Ketika saya memberi kesempatan pada siswa untuk mengutarakan pendapatnya,
hanya 3 orang siswa dari seluruh siswa yang berjumlah 17 yang aktif menjawab.
Hal tersebut membuat saya mencari solusi agar antusiasme siswa meningkat.
Berdasarkan studi pustaka mengenai model pembelajaran yang saya lakukan
melalui artikel, internet, dan aplikasi sosial media, saya menemukan model
pembelajaran yang cocok diterapkan di Kelas tersebut yaitu model Teams Games
Tournament atau TGT. Terbukti, setelah penerapan model pembelajaran tersebut
siswa menjadi antusias dan berani mengutarakan pendapatnya di depan seluruh
siswa lainnya.

3. Kemampuan saya untuk memiliki pandangan yang positif


Kemampuan tersebut mendukung peran saya untuk menjadi seorang guru karena
dalam kegiatan belajar mengajar di Sekolah tidak hanya diajarkan kemampuan
kognitif saja, melainkan juga diajarkan kemampuan afektif atau keterampilan sikap.
Contohnya dalam hal pengelolaan kelas, ketika ada siswa yang melakukan kegiatan
lain seperti bermain bola di dalam kelas sehingga mengakibatkan suasana kelas
menjadi gaduh, saya tidak akan langsung memarahinya. Saya akan memberikan
pemahaman bahwa mungkin saja kelebihan siswa tersebut berada dalam bidang
olahraga sepakbola, akan tetapi saya akan memberi pemahaman pada siswa tersebut
bahwa bermain bola juga ada tempatnya dan tentunya tidak di dalam kelas.

A.3. Bagaimana hasilnya?


Jawab:
Hasil yang diterima oleh siswa berdasarkan kelebihan yang saya miliki adalah siswa
menjadi lebih antusias dalam belajar karena apa yang saya terapkan di dalam kelas
sesuai dengan karakteristik mereka. Suasana kelas juga menjadi lebih
menyenangkan karena penggunaan strategi pembelajaran yang tepat. Selain itu,
siswa juga lebih mudah dikondisikan karena dibuat kesepakatan kelas bersama
siswa.
B. Ceritakan pengalaman ketika Anda perlu mempelajari hal-hal baru untuk meningkatkan performa. Hal-
hal baru apa yang Anda pelajari?

B.1. Bagaimana cara Anda mengidentifikasi area yang perlu di tingkatkan/dikembangkan? Mengapa
Anda merasa perlu meningkatkan/mengembangkan area tersebut?
Jawab:
Cara saya mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan yaitu:

1. Melakukan introspeksi diri


Intopeksi diri saya lakukan agar saya dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan diri saya. Ketika
kelebihan dan kekurangan yang ada dalam diri saya telah saya temukan, maka area yang perlu
ditingkatkan dalam diri saya dapat teridentifikasi. Hal tersebut dikarenakan kelebihan dan kekurangan
tersebut saya jadikan dasar dalam pengidentifikasian area yang perlu ditingkatkan. Kelebihan diri yang
telah saya ketahui tersebut memacu saya untuk mempelajarinya lebih dalam lagi agar dapat
memaksimalkan potensi saya dalam menjadi seorang guru. Sedangkan kekurangan yang telah saya
ketahui dalam diri saya, saya cari solusinya agar kekurangan tersebut dapat teratasi. Sehingga, melalui
intropeksi diri yang saya lakukan, maka kelebihan dan kekurangan diri saya akan terlihat dan menjadi
tolak ukur saya dalam memilih area yang perlu ditingkatkan atau dikembangkan.

2. Meminta saran dari guru yang lebih berpengalaman


Saya sebagai seorang calon guru tentunya membutuhkan saran dari seseorang yang telah berpengalaman
sebagai seorang guru. Ilmu dan keterampilan dalam bidang keguruan telah saya dapatkan dalam dunia
perkuliahan, namun apa yang saya pelajari di dunia perkuliahan pasti tidak sepenuhnya sama dengan
praktik langsungnya di Sekolah. Oleh karena itu, saya perlu meminta saran dari guru yang lebih
berpengalaman agar saya dapat meningkatkan potensi diri saya sebagai calon guru. Saran yang diberikan
oleh guru yang lebih berpengalaman memberikan saya pengetahuan baru bahwasanya apa yang saya
kerjakan kurang maksimal. Kurang maksimalnya keterampilan saya tersebut menjadi area yang perlu saya
tingkatkan dengan mempelajarinya lebih giat lagi dengan terus berlatih dan terus meminta saran dari guru
yang lebih berpengalaman.

Area tersebut perlu saya tingkatkan karena:


1. Saya sebagai calon guru perlu memiliki kompetensi guru yang baik agar layak dinyatakan sebagai
seseorang yang berprofesi sebagai guru. Layaknya saya berprofesi sebagai guru tentunya akan berdampak
pada siswa yang saya fasilitatori dalam kegiatan belajar mengajarnya. Melalui penguasaan kompetensi
guru yang baik, akan tercipta siswa-siswi yang berkualitas pula.
2. Tanggung jawab saya sebagai calon guru. Menjadi guru adalah tanggung jawab besar, karena ilmu
yang saya transfer kepada siswa akan dibawa oleh siswa sampai mereka dewasa. Sehingga saya perlu
meningkatkan potensi diri saya sebagai seorang calon guru agar ilmu yang saya sampaikan kepada siswa
adalah ilmu yang dapat saya pertanggungjawabkan kebenarannya dan tidak merugikan siswa.

B.2. Tindakan apa saja yang Anda lakukan untuk mengembangkan diri Anda? Adakah cara-cara di luar
kebiasaan atau berbeda yang Anda lakukan dalam proses pengembangan? Berikan contoh yang spesifik!
Jawab:
Tindakan yang saya lakukan untuk mengembangkan diri saya adalah menambah sumber pustaka yang
saya pelajari, menonton video pengembangan diri sebagai seorang guru melalui aplikasi sosial media
seperti youtube, tiktok, dan instagram, serta belajar mempraktikkannya pada anak usia sekolah dasar di
lingkungan sekitar domisili saya. Selain itu, terdapat cara-cara di luar kebiasaan saya dalam proses
pengembangan diri, yaitu mengikuti kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan mengajar
anak-anak. Melalui kegiatan praktik secara langsung, saya dapat mengasah potensi saya untuk menjadi
seorang guru. Contohnya saya mengikuti program kampus mengajar 2 saat masih berada di semester 5
perkulian S1 PGSD tepatnya pada tahun 2021. Program tersebut melatih saya untuk praktik mengajar
secara langsung dihadapan siswa. Implementasi mengajar yang saya lakukan di SD tersebut membuat
saya mengetahui kelebihan dan kekurangan saya melalui kegiatan refleksi di akhir pembelajaran. Saya
menanyakan perasaan siswa setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar, apakah mereka merasa senang
atau tidak. Apabila ada siswa yang merasa tidak senang maka saya perlu melakukan perbaikan terhadap
pembelajaran yang saya laksanakan di kelas tersebut. Saya juga meminta saran pada guru tentang
bagaimana seharusnya saya bertindak sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi lebih tertata dan tujuan
pembelajaran dapat tercapai.

B.3. Apa tantangan atau kesulitan yang Anda hadapi dalam proses pengembangan diri tersebut?
Bagaimana Anda mengatasinya?
Jawab:
Tantangan atau kesulitan yang saya hadapi dalam proses pengembangan diri tersebut adalah
ketidaktahuan saya apakah ilmu dan keterampilan yang saya pelajari untuk pengembangan diri saya sudah
tepat atau belum. Ilmu yang saya peroleh melalui studi pustaka dan video dari internet perlu saya
aplikasikan langsung agar saya mengetahui hal tersebut benar atau salah. Akan tetapi, kondisi saya yang
masih berkuliah tidak memiliki akses untuk mempraktikannya pada siswa. Mengatasi hal tersebut saya
memilih untuk menanyakan kebingungan saya kepada Dosen pengampu mata kuliah. Apakah ilmu yang
saya peroleh tersebut sudah benar atau perlu adanya perbaikan. Sehingga saya semakin yakin bahwa
proses pengembangan diri saya sudah tepat.

B.4. Apa hasil yang Anda peroleh/rasakan dengan mengembangkan perilaku tersebut? Bagaimana Anda
menerapkannya dalam peran Anda?
Jawab:
Hasil yang saya peroleh/rasakan dengan mengembangkan perilaku tersebut yaitu saya semakin paham
mengenai kompetensi guru yang harus saya kuasai. Meskipun belum sempurna, akan tetapi saya jauh
lebih memahaminya daripada sebelum melakukan kegiatan pengembangan diri yang saya peroleh dari
dunia perkuliahan maupun kegiatan-kegiatan lain di luar perkuliahan seperti kegiatan mengikuti program
kampus mengajar 2 dan kegiatan volunteer yang bergerak di bidang pendidikan. Keterampilan yang saya
miliki untuk menjadi seorang guru menjadi lebih berkembang dan memudahkan saya untuk mengerjakan
tugas-tugas kuliah maupun mempraktikannya pada anak usia sekolah dasar. Contohnya pada pembuatan
RPP atau modul ajar yang digunakan dalam kurikulum merdeka, saya menjadi lebih mudah
mengerjakannya karena telah memahami ilmunya dan telah melakukan kegiatan tersebut berulang kali.
Sehingga apabila terdapat tugas kuliah untuk membuat RPP menjadi lebih mudah dan
pengimplementasiannya saat mengikuti program kampus mengajar 2 menjadi lebih mudah pula.

Penerapannya dalam peran saya sebagai guru yaitu dengan mengaplikasikan materi-materi yang telah
saya pelajari. Baik untuk tugas guru di dalam kelas maupun tugas guru lainnya seperti administrasi.
Pendalaman materi dan praktik yang saya gunakan untuk mengembangkan diri saya memudahkan saya
dalam kegiatan di dalam pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Contohnya pada pemilihan strategi
pembelajaran yang tepat untuk proses belajar mengajar. Mengacu pada refleksi yang saya lakukan pada
pembelajaran sebelumnya dan saran yang diberikan oleh guru yang berpengalaman, saya menyusun
strategi pembelajaran yang lebih baik dari sebelumnya sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
C. Terkadang kita diminta untuk melakukan sesuatu yang menurut kita tidak sesuai dengan nilai, etika, pedoman kerja, ataupun aturan
yang berlaku.

C.1. Ceritakan satu pengalaman Anda terkait situasi tersebut. Jelaskan secara detail!
Jawab:
Saya memiliki pengalaman yang tidak sesuai dengan nilai, etika, dan pedoman kerja yang berlaku saat masih menjadi siswa di kelas 1
SMA. Ketika itu, saya sebagai siswa diwajibkan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka setiap hari Jumat sepulang sekolah. Namun
salah satu teman saya mengajak saya untuk membolos dalam kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Kejadian tersebut terjadi ketika kami
hendak keluar dari area sekolah untuk membeli makan siang dan ia kemudian mengutarakan niat tersebut. Alasan Ia mengajak saya
membolos adalah karena Ia tidak menyukai kegiatan ekstrakurikuler pramuka dan ingin mengajak saya ke suatu tempat wisata untuk
bersenang-senang. Ia mengajak saya membolos dengan cara berpura-pura membeli makanan dari luar Sekolah. Namun, dengan tegas
saya menolaknya.

C.2. Tindakan apa yang Anda lakukan dan mengapa hal tersebut Anda lakukan?
Tindakan yang saya lakukan adalah menolak ajakan tersebut dengan cara yang baik. Hal tersebut saya lakukan karena saya menyadari
bahwa hal tersebut adalah hal yang salah dan tidak sepatutnya dilakukan. Saya juga memberikan pemahaman pada teman saya bahwa
mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka adalah kewajiban kita sebagai seorang siswa kelas 1 SMA sehingga kita wajib
mengikutinya. Membolos adalah perbuatan yang tercela sehingga kita tidak sepatutnya melakukan hal tersebut. Saya kemudian
mengajak teman saya untuk tetap mengikuti kegiatan pramuka dan tidak membolos. Meskipun pada hari pertama Ia tetap membolos,
akan tetapi saya terus berusaha mengajaknya hingga akhirnya Ia bersama saya mengikuti kegiatan tersebut dan tidak membolos lagi.

C.3. Bagaimana hasilnya ?


Hasilnya saya tidak jadi membolos dan lambat laun teman saya juga tidak membolos. Tindakan saya yang selalu menolak ajakannya
untuk membolos dan semangat saya mengajaknya untuk tidak membolos ternyata memotivasi dia untuk mengikuti kegiatan pramuka
bersama-sama dengan saya. Hasilnya kami memperoleh predikat A untuk kegiatan ekstrakurikuler tersebut dan kami dapat mengisi
waktu luang untuk sesuatu yang bermanfaat yaitu mengikuti kegiatan Pramuka.
D. Ceritakan secara spesifik situasi pengalaman Anda saat bekerja sama dengan orang lain yang memiliki beragam perbedaan, seperti
budaya, cara pandang, latar belakang, pendidikan, cara berpikir, dll

D.1. Ceritakan secara spesifik situasinya? Apa tujuan dari kerjasama yang terjadi? Keberagaman seperti apa yang Anda hadapi?

Pengalaman saya dalam bekerja sama dengan orang lain yang memiliki beragam perbedaan adalah ketika mengikuti kegiatan karang
taruna di Desa saya. Anggota karang taruna yang terdiri dari pemuda dengan berbagai usia, cara pandang, latar belakang pendidikan, dan
lain-lain mengakibatkan terjadinya perbedaan pendapat. Contohnya ketika sedang rapat untuk kegiatan lomba hari kemerdekaan di Desa
saya. Seluruh anggota karang taruna melakukan rapat dengan tujuan acara lomba hari kemerdekaan dapat meriah dan berjalan dengan
baik. Namun, terdapat perbedaan pendapat terkait jenis lomba seperti apa yang akan dilombakan. Saya sebagai salah satu anggota karang
taruna memandang bahwa jenis perlombaan yang membutuhkan penggunaan air yang banyak akan menyulitkan, mengingat pada bulan
Agustus tahun 2023 di Desa kami sedang musim kemarau dan sedang kesulitan mendapatkan air bersih. Sedangkan, anggota yang lain
menyetujui untuk menggunakan jenis lomba tersebut karena lomba tersebut menyenangkan dan tidak berbahaya bagi anak-anak.
Pengalaman bekerjasama dalam merencanakan kegiatan perayaan hari kemerdekaan bersama karang taruna di Desa saya tersebut
bertujuan untuk mewujudkan kesepakatan terkait jenis lomba apa saja yang akan dilombakan. Perbedaan pendapat yang terjadi
menunjukkan keberagaman dalam hal cara pandang dan cara berpikir antara saya sebagai salah satu anggota karang taruna di desa saya
dan anggota karang taruna yang lain.

D.2. Langkah-langkah apa yang Anda lakukan untuk mencapai tujuan kerja sama? Bagaimana Anda memastikan langkah-langkah
tesebut sudah sesuai dengan kebutuhan semua pihak?

Langkah-langkah yang saya lakukan untuk mencapai tujuan kerja sama adalah dengan mengusulkan penggunaan voting atau suara
terbanyak. Penggunaan sistem voting atau suara terbanyak akan menghasilkan kesepakatan yang adil bagi seluruh anggota karena
diperoleh berdasarkan keputusan bersama. Penggunaan sistem voting juga meminimalisir pertengkaran karena apapun hasil akhirnya
maka setiap anggota harus menerimanya dengan lapang dada dan tetap menghargai serta menghormati satu sama lain. Namun, usulan
saya untuk melakukan voting juga saya tanyakan terlebih dahulu pada seluruh anggota apakah mereka setuju atau tidak. Hal tersebut agar
saya mengetahui bahwa langkah-langkah yang saya pilih telah sesuai dengan kebutuhan semua pihak. Menyatukan pendapat dari seluruh
cara pandang yang berbeda yang dimiliki oleh setiap anggota karang taruna tidak mudah, maka diperlukan keputusan yang adil dan tidak
memihak, sehingga saya mengusulkan untuk melakukan voting dan diterima dengan lapang dada oleh sebagian besar anggota karang
taruna lainnya.

D.3. Apa hasil yang Anda capai saat itu? Adakah komentar atau respon lingkungan (mis. rekan sejawat ataupun pihak lain) terhadap
tindakan Anda? Bagaimana dampaknya terhadap kerja sama tersebut?

Hasil yang saya capai saat itu adalah berhasil diperolehnya kesepakatan terkait jenis lomba seperti apa yang akan dilombakan, tentunya
kesepakatan tersebut berjalan dengan baik dan berakhir dengan rasa saling menghargai keputusan bersama satu sama lain. Respon
lingkungan terkait peristiwa tersebut adalah cara tersebut efektif dan efisien dan sepakat untuk digunakan kembali dalam kegiatan rapat
karang taruna untuk acara-acara lain yang akan datang. Dampak dari kerja sama tersebut yaitu tercapainya kesepakatan bersama,
tumbuhnya rasa saling menghargai pendapat satu sama lain, meningkatnya antusias anggota untuk menyampaikan pendapat, waktu yang
digunakan lebih efektif dan efisien, serta kerja sama yang semakin erat antara setiap anggota karang taruna.
E. Ceritakan salah satu pengalaman Anda saat mengembangkan kemampuan dan keterampilan dari orang lain (contoh : anak didik, rekan
sejawat, anggota komunitas/organisasi).

E.1. Seperti apa situasinya pada saat itu? Siapa yang Anda kembangkan? Mengapa pengembangan itu diperlukan?

Saya memiliki pengalaman mengembangkan keterampilan membaca dan menulis permulaan pada siswa kelas 2 SD. Ketika itu, saya
sedang mengikuti program kampus mengajar angkatan 2 yang dilaksanakan selama 5 bulan pada tahun 2021. Berdasarkan kesepakatan
bersama kelompok, saya diminta untuk membantu guru dalam mengajar di kelas 2 terkait literasi dan numerasi. Dari 17 siswa di kelas
tersebut, saya mendapati 3 orang siswa yang belum lancar membaca dan menulis permulaan. Ketika saya meminta siswa menyalin apa
yang telah tertulis di papan tulis, ketiga siswa tersebut selalu menjadi siswa terakhir yang selesai mencatat dibuku mereka. Hal tersebut
disebabkan oleh kurangnya keterampilan membaca dan menulis permulaan yang mereka miliki. Saya sebagai mahasiswa yang saat itu
ditugaskan untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar, berusaha mendampingi mereka untuk mengembangkan
keterampilan membaca dan menulis permulaannya. Pengembangan keterampilan tersebut perlu dilakukan karena keterampilan membaca
dan menulis permulaan adalah bekal bagi siswa untuk mempelajari seluruh mata pelajaran di Sekolah. Pengajaran mata pelajaran di
Sekolah pasti membutuhkan kegiatan membaca dan menulis, sehingga mereka perlu untuk menguasainya.

E.2. Apa yang menjadi fokus pada pengembangan? Bagaimana cara Anda membangun kesepakatan untuk mencapai hasil yang
diharapkan?

Fokus pengembangan dalam kegiatan tersebut adalah keterampilan membaca dan menulis permulaan. Cara membangun kesepakatannya
adalah dengan mengajak siswa-siswi tersebut berdiskusi setelah pulang sekolah. Tentunya tanpa memberi tahu teman satu kelas lainnya
tentang tujuan dipanggilnya ketiga siswa tersebut agar terhindar dari bullying. Saat pulang sekolah, ketiga siswa tersebut diminta untuk
jangan pulang dulu dan melakukan diskusi dengan saya. Apakah siswa-siswi tersebut bersedia untuk melakukan pengembangan
keterampilan membaca dan menulis permulaan mereka dengan pendampingan dari saya. Tentunya atas seizin guru kelas dan juga kepala
sekolah. Apabila siswa-siswi tersebut bersedia, maka kegiatan pembelajaran tambahan dapat dilakukan, namun apabila mereka tidak
bersedia, saya mencari alternatif lain untuk mengembangkan keterampilan membaca dan menulis permulaan mereka.

E.3. Langkah-langkah apa yang Anda ambil untuk pengembangan tersebut? Apa hambatan yang Anda temui dan bagaimana cara
mengatasinya? Apa yang Anda lakukan untuk mempertahankan motivasi dari orang tersebut?

Langkah-langkah yang saya ambil untuk pengembangan tersebut adalah memberikan mereka pelajaran tambahan sepulang sekolah.
Setelah melakukan diskusi dengan siswa dan mereka juga telah memperoleh izin dari orang tua, maka pelajaran tambahan sepulang
sekolah saya laksanakan. Pelajaran tambahan mengenai keterampilan membaca dan menulis permulaan tersebut saya lakukan selama 30
menit sampai 1 jam sesuai dengan situasi dan kondisi pada hari tersebut. Menyesuaikan pula dengan kesibukan siswa beserta orang
tuanya, mengingat mereka masih diantar jemput oleh orang tua. Saya mengajarkan siswa untuk menggunakan metode eja dalam
membaca dan menulis permulaan. Selain itu, saya juga menitipkan pesan kepada orang tua agar mengajari anaknya membaca dan
menulis permulaan di rumah agar kemampuan siswa dapat meningkat lebih baik. Namun, dalam proses pengembangan diri tersebut,
terdapat hambatan berupa kurangnya waktu yang dimiliki siswa dan orang tua. Orang tua siswa banyak yang bekerja sehingga tidak
memiliki cukup waktu untuk mendampingi siswa belajar di rumah. Padahal pembelajaran membaca dan menulis memerlukan banyak
latihan agar siswa segera menguasainya. Mengatasi hal tersebut, saya selalu memberikan tugas rumah kepada siswa tentang kata apa
yang harus mereka tulis dan kata apa yang harus mereka baca. Nantinya tugas rumah tersebut akan saya periksa kebenarannya pada hari
berikutnya untuk memastikan apakah siswa benar-benar mempelajarinya atau tidak. Motivasi yang saya berikan kepada siswa adalah
pemahaman bahwa siswa kelas 2 haruslah bisa membaca dan menulis permulaan. Saya juga memberikan motivasi mengenai apabila
mereka telah pandai membaca dan menulis, mereka dapat membaca buku-buku cerita yang ada di Perpustakaan dengan baik dan
menemukan cerita yang seru serta menarik.

E.4. Bagaimana hasil yang diperoleh dari upaya Anda membantu mereka?
Hasil yang diperoleh adalah meningkatnya keterampilan membaca dan menulis permulaan siswa. Selain itu, siswa juga menjadi
termotivasi untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis permulaan dengan penggunaan buku cerita bergambar yang saya
gunakan dalam mengajarkan membaca dan menulis permulaan. Antusiasme siswa dalam pembelajaran meningkat karena kemampuan
membaca dan menulis permulaan lebih mereka kuasai dibandingkan sebelumnya. Rasa percaya diri mereka untuk tampil didepan kelas
juga meningkat karena telah mampu menulis permulaan dengan baik.
F. Ceritakan salah satu keputusan penting dalam suatu kegiatan baik di pekerjaan/ organisasi/ komunitas/ perkuliahan yang pernah Anda
ambil.

F.1. Apa yang menyebabkan Anda harus mengambil keputusan tersebut? Apa peran Anda saat itu?

Saya pernah mengalami kejadian bentroknya jadwal kuliah dengan rapat organisasi yang saya ikuti. Keputusan yang saya ambil adalah
saya tetap memprioritaskan perkuliahan saya dan meminta izin pada ketua organisasi untuk tidak mengikuti rapat. Namun, saya tetap
bertanggungjawab terhadap hasil dari rapat tersebut dengan meminta catatan pada anggota lain terkait hasil rapat tersebut dan
menerimanya dengan lapang dada. Keputusan tersebut saya ambil karena peran saya pada saat itu sebagai Mahasiswa adalah prioritas
utama yang perlu saya tanggungjawabkan pada orang tua. Sehingga, prioritas utama saya ketika itu adalah mengikuti perkuliahan dengan
baik. Sedangkan, kegiatan diluar perkuliahan hanyalah penunjang pengembangan diri yang tidak sepatutnya mengganggu kegiatan
perkuliahan.

F.2. Bagaimana Anda mengidentifikasi dan memeroleh pemahaman yang lebih baik tentang permasalahan yang ada?

Cara saya mengidentifikasi dan memahami permasalahan yang ada yaitu dengan melakukan identifikasi yang mendalam. Saya
melakukan kegiatan refleksi diri dengan mempertimbangan hal apa saja yang menjadi prioritas saya sebagai mahasiswa semester 6 pada
tahun 2022 tersebut. Saya menjabarkan berbagai tanggung jawab yang perlu saya kerjakan saat itu dan mengurutkannya berdasarkan
tanggung jawab yang paling utama hingga tanggung jawab yang paling akhir. Tujuannya agar saya memperoleh pemahaman mengenai
prioritas yang perlu saya kerjakan terlebih dahulu. Hasilnya adalah perkuliahan saya lebih penting dibandingkan rapat organisasi yang
perlu saya hadiri. Itulah yang membuat saya akhirnya memiliki pemahaman yang lebih baik mengapa saya perlu memilih perkuliahan
saya dibandingkan menghadiri rapat organisasi.

F.3. Apa saja yang menjadi pertimbangan Anda? Mengapa? Jelaskan proses atau langkah-langkah dalam mengambil keputusan tersebut!

Hal yang menjadi pertimbangan saya dalam mengambil keputusan tersebut adalah mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan yang
akan saya peroleh ketika memilih salah satunya. Karena dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan atas suatu pilihan, saya dapat
mengetahui keputusan tepat seperti apa yang dapat saya ambil. Saya melakukan pertimbangan dengan menjabarkan kelebihan dan
kekurangannya yaitu apabila saya memilih untuk tetap mengikuti perkuliahan, maka saya akan memperoleh kelebihan berupa
memperoleh ilmu yang saya perlukan untuk masa depan saya, kehadiran saya pada daftar hadir juga akan bagus karena saya tidak pernah
izin maupun alpha, dan saya dapat bertanya terkait materi yang belum saya pahami ketika menjalani perkuliahan. Sedangkan
kekurangannya adalah saya tidak bisa mengikuti rapat organisasi yang didalamnya saya ikut berperan untuk menjalankan sebuah
program kerja. Kemudian, apabila saya mengikuti rapat organisasi dan tidak mengikuti perkuliahan, maka saya akan memperoleh
kelebihan berupa pemahaman saya terkait hal apa saja yang perlu dilakukan saat pelaksanaan program kerja di organisasi tersebut.
Namun, kekurangannya adalah saya tidak memperoleh ilmu perkuliahan pada hari itu dan daftar hadir perkuliahan saya menjadi tidak
sempurna yang pastinya akan memengaruhi nilai mata kuliah tersebut.

F.4. Bagaimana hasil dari keputusan yang Anda ambil?


Hasil keputusan yang saya ambil berdasarkan pertimbangan yang saya lakukan sebelumnya adalah saya tetap mengikuti perkuliahan dan
meminta izin untuk tidak menghadiri rapat organisasi, akan tetapi saya meminta tolong kepada teman organisasi yang lain agar
mengirimkan catatan hasil rapatnya kepada saya sehingga perkuliahan tetap dapat saya laksanakan dan hasil dari rapat organisasi tetap
dapat saya pahami.
G. Ceritakan secara spesifik saat Anda dihadapkan dengan beberapa tugas dalam waktu yang bersamaan.

G.1. Seperti apakah situasinya pada saat itu? Kapan situasi tersebut terjadi?

1. Saya pernah dihadapkan dengan beberapa tugas dalam waktu bersamaan ketika mengikuti kampus mengajar angkatan 2 pada tahun
2021. Saat itu saya ditugaskan untuk mengajar di kelas 6, akan tetapi diwaktu yang bersamaan saya memiliki tanggung jawab untuk
melakukan zoom meeting salah satu mata kuliah saya dan dilanjutkan dengan diskusi melalui forum yang disampaikan dalam bentuk
tulisan. Kedua tugas tersebut harus saya laksanakan dengan baik sesuai dengan waktu yang ditentukan, karena keduanya merupakan
tanggungjawab saya.

2. Saya juga pernah mengalami hal yang sama ketika sedang menjalani perkuliahan di semester 6 atau pada tahun 2022. Saat itu
perkuliahan dilaksanakan secara hybrid. Mata kuliah A yang harus saya jalani menghendaki untuk tatap muka secara langsung, namun
setelah waktu pada mata kuliah tersebut habis, dosen pengampu meminta untuk mengirimkan ringkasan terkait materi yang dipelajari
hari ini. Sementara itu, jeda antara mata kuliah A dan mata kuliah B hanya 20 menit. Ringkasan materi tersebut hanya diberi waktu
pengiriman selama 4 jam dihitung dari berakhirnya pembelajaran pada mata kuliah tersebut.

G.2. Apa yang Anda lakukan dalam mengatur tugas-tugas tersebut? Bagaimana Anda memastikan tugas-tugas tersebut sesuai dengan
waktu yang ditentukan?

1. Hal yang saya lakukan untuk mengatur tugas-tugas tersebut adalah membagi waktu dengan baik dengan mendahulukan tugas yang
lebih dekat waktu pengumpulannya. Pada saat mengikuti kegiatan kampus mengajar, saya tetap melakukan pengajaran di kelas dan
memberikan tugas kepada siswa, sehingga ketika siswa mengerjakan tugasnya saya dapat mengikuti zoom meeting dan berdiskusi dalam
forum yang tersedia. Setelah zoom meeting berakhir, saya mengecek pada daftar hadir untuk memastikan bahwa kehadiran saya
dianggap kehadirannya karena sesuai dengan waktu yang ditentukan.

2. Pada kejadian sebagai mahasiswa semester 6 yang melakukan perkuliahan secara hybrid, saya menggunakan jeda waktu pergantian
mata kuliah untuk mencicil mengerjakan ringkasan tersebut, kemudian saya menunda pengerjaannya dengan mengikuti perkuliahan pada
mata kuliah berikutnya. Setelah perkuliahan selesai, barulah saya melanjutkan membuat ringkasan. Namun dalam membuat ringkasan,
saya menargetkan untuk menyelesaikan ringkasan tersebut sekurang-kurangnya 30 menit sebelum batas waktu pengiriman tugas, agar
meminimalisir terjadinya keterlambatan. Target itulah yang menjadi cara saya memastikan bahwa tugas tersebut terkirim sesuai waktu
yang ditentukan.

G.3. Sumber daya apa yang Anda butuhkan dalam membantu penyelesaian tugas-tugas tersebut? Apa hambatan yang Anda temui dan
bagaimana cara mengatasinya?

Sumber daya yang saya butuhkan dalam penyelesaian tugas-tugas tersebut adalah orang lain yang dapat mengetik dengan cepat dan tepat
serta fasilitas yang memadai. Mengingat, tugas-tugas tersebut adalah tugas yang pengirimannya dikirimkan dalam bentuk file microsoft
word. Ketika mengerjakan dua tugas dalam waktu bersamaan, hambatan yang saya temui adalah persoalan waktu. Semakin cepat
pengetikan tugas, maka tugas akan cepat selesai sehingga saya membutuhkan sumber daya yang dapat mendukung proses pembuatan
tugas tersebut. Selain itu, saya juga membutuhkan fasilitas yang memadai seperti laptop yang dapat dioperasikan dengan cepat dan
jaringan internet yang memadai. Fasilitas yang saya miliki yaitu laptop memiliki kecepatan yang lambat dalam penggunaanya dan
jaringan internetnya kurang memadai, sehingga menghambat pengerjaan tugas saya. Namun, saya segera mencari solusi terkait hal
tersebut yang saya peroleh dari internet. Berdasarkan pencarian saya melalui internet, saya menemukan solusi terkait hal tersebut.
Solusinya berupa penggunaan voice keyboard yang terdapat di ponsel saya. Ketika mengerjakan tugas yang membutuhkan kemampuan
mengetik yang cepat, saya menggunakan voice keyboard yang ada di ponsel saya dengan cara mengubah sinyal suara menjadi teks yang
diketik. Teks tersebut kemudian saya pindahkan dalam microsoft word melalui aplikasi Whatsapp Web. Dengan begitu pengerjaan tugas
menjadi lebih mudah dan efisien.

G.4. Bagaimana hasilnya?

Hasilnya adalah tugas-tugas yang saya kerjakan dalam waktu bersamaan tersebut dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu
yang telah ditentukan. Selain itu, saya juga memperoleh ilmu dan keterampilan dalam hal memanajemen waktu. Saya juga memperoleh
ilmu baru mengenai alternatif yang dapat saya lakukan untuk mengefisienkan pengerjaan tugas saya. Hal-hal positif tersebut akhirnya
saya peroleh berdasarkan peristiwa bentroknya tugas-tugas tersebut dan menjadi salah satu proses pengembangan diri saya.

Anda mungkin juga menyukai