0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan28 halaman

Macam Seni Rupa untuk Umpan Balik

Diunggah oleh

dessiyanti2250
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan28 halaman

Macam Seni Rupa untuk Umpan Balik

Diunggah oleh

dessiyanti2250
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

SENI RUPA FASE A SD KELAS 2

INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun : Novitasari, S. Pd
Instansi : UPT SPF SD Negeri 101736 Medan Krio
Tahun Penyusunan : Tahun 2024
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : A / II (Dua
Tema : Mengngidentifikasi dan Mengeksplorasi Garis,
Bentuk, dan Warna.
Deskripsi Umum : Modul ini mengajak peserta didik
mengidentifikasi dan mengeksplorasi aneka garis,
bentuk, dan warna yang ada di lingkungan
sekitar untuk menghasilkan karya seni rupa
Alokasi Waktu : 4 Minggu

B. KOMPETENSI AWAL

 Peserta didik diminta menggambar bebas mengenai lingkungan sekitarnya, hal-


hal yang disukainya atau cita-citanya. Guru dianjurkan berkeliling mengamati
karya peserta didik dan mengajukan pertanyaan mengenai karya mereka.
Misalnya: “Apa yang kamu gambar?”, “Warna apa yang kamu gunakan?”,
“Bentuk apa ini?”

C. PROFIL PELAJAR PANCASILA

 Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
 Berpikir kritis,
 Mandiri,
 Kreatif,
 Bergotong royong, dan
 Berkebinekaan global

D. TARGET PESERTA DIDIK

 Peserta didik reguler/tipikal.

E. JUMLAH PESERTA DIDIK

 Minimum 15 Peserta didik, Maksimum 25 Peserta didik

F. MODEL PEMBELAJARAN

 Tatap muka.
KOMPONEN INTI

A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran Ini:


 Mengamati dan mengenali aneka bentuk dan pola dasar geometris, garis, dan
warna dalam berbagai benda di sekitarnya.
 Menggunakan prosedur kerja yang sesuai dan aman dengan alat dan bahan yang
digunakan.

B. PEMAHAMAN BERMAKNA

 Peserta didik akan belajar tentang aneka bentuk dan pola dasar geometris;
 Peserta didik akan belajar tentang berbagai jenis garis;
 Peserta didik akan belajar tentang berbagai macam warna;
 Peserta didik akan belajar tentang cara memakai alat dan bahan yang digunakan
dengan prosedur yang sesuai dan aman;

C. PERTANYAAN PEMANTIK

 Tahukah kalian apa saja bentuk dan pola dasar geometris?


 Sebutkan macam macam warna.
 Sebutkan berbagai macam garis.
 Apakah peserta didik secara mandiri sudah dapat menggunakan peralatan dengan
benar dan aman

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1. Mengenal Garis, Bentuk, dan Warna


 Ice Breaking: Peserta didik diajak bermain “Garis, Bentuk, dan Warna”
berdasarkan instruksi yang diberikan sesama peserta didik secara bergiliran. Guru
memberikan contoh terlebih dulu. Misalnya: “Ayo kita berbaris membentuk garis
lurus!”, “Ayo membentuk garis bergelombang seperti laut!”, “Pegang benda yang
berwarna…(sebutkan warnanya)”, “Cari benda yang berbentuk…(sebutkan
bentuknya, misalnya lingkaran, segi tiga, segi empat dll)”.
 Cadangkan waktu sekitar 15 menit untuk melakukan permainan ini. Peserta didik
kemudian diajak mengamati sekitarnya atau mengingat keadaan lingkungan
kamar atau rumahnya, atau hal-hal yang disukainya.
 Mereka diminta menyebutkan apa garis, bentuk, dan warna yang ada di sekitar
mereka. Dari sini guru mendapatkan gambaran kemampuan awal peserta didik.
Guru mengajukan pertanyaan pemantik: Apa saja garis, bentuk, dan warna yang
ada di sekitarmu?
 Peserta didik diminta menggambar bebas mengenai lingkungan sekitarnya, hal-
hal yang disukainya atau cita-citanya. Guru dianjurkan berkeliling mengamati
karya peserta didik dan mengajukan pertanyaan mengenai karya mereka.
Misalnya: “Apa yang kamu gambar?”, “Warna apa yang kamu gunakan?”,
“Bentuk apa ini?”

 Setelah selesai, peserta didik melakukan refleksi secara lisan, “Saya membuat
gambar _______. Bagian yang paling saya sukai adalah____________ “.
 Hasil kegiatan pertemuan 1 ini akan menjadi sumber informasi untuk guru
merancang pembelajaran selanjutnya dan tidak menjadi bagian penilaian. Guru
merancang kegiatan berdasarkan hasil pemetaan kemampuan awal. Umumnya
kemampuan peserta didik terbagi dalam 2 kelompok (sudah mampu mengenal
bentuk, garis, dan warna yang digunakan dan yang belum mampu). Pada
Langkah pembelajaran kedua akan disediakan inspirasi beberapa tindak lanjut
dan feedback yang dapat diberikan untuk peserta didik.
 Sebagai penutup, peserta didik melakukan refleksi dengan cara masing-masing
menyebutkan satu kata yang mewakili perasaan mereka saat menggambar
sebelumnya. Alternatif lainnya, peserta didik juga dapat mewarnai ikon yang
menggambarkan perasaan tertentu.

Pertemuan 2 : Eksplorasi Bentuk

 Ice breaking: Peserta didik menutup mata untuk mengambil kertas lipat yang
telah dipotong oleh guru menjadi berbagai bentuk geometris (lingkaran, segitiga,
persegi, elips, bujur sangkar). Peserta didik diajak untuk membuat kelompok
kecil dengan syarat anggotanya harus memiliki bentuk geometris yang
[Link] kemudian harus bekerja sama menyusun dan menempelkan
bentuk-bentuk yang mereka miliki agar menjadi bentuk baru yang memiliki
makna bagi mereka. Kemudian peserta didik bergantian menceritakan proses
kreatif mereka dalam membuat karya tersebut.
 Peserta didik kemudian akan bekerja dengan kertas dan alat tulis masing-masing.
Mereka akan menyimak beberapa perintah yang diberikan guru, yaitu peserta
didik harus membuat gambar yang disebutkan guru. Misalnya: “Pertama,
gambarlah sebuah lingkaran besar.”, “Kedua, gambarlah sebuah lingkaran kecil
di dalam lingkaran besar tadi. Setelah itu, buatlah satu lingkaran kecil lagi di
sebelahnya.”, “Ketiga, gambarlah segitiga di atas lingkaran tersebut.” dst.
Peserta didik dilarang meniru pekerjaan temannya. Mereka perlu diberikan
semangat untuk dapat berkreasi sendiri.
 Peserta didik dapat mengembangkan bentuk yang dibuat menjadi gambar baru.
 Kemudian guru memberikan stimulus peserta didik untuk eksplorasi bentuk
dengan menyusun potongan kertas menjadi sebuah bentuk baru. Peserta didik
juga diinformasikan mengenai hasil yang diharapkan yaitu dapat memotong dan
merekat dengan rapi, menampilkan bentuk yang unik dan berbeda dengan teman
lainnya. Peserta didik diminta untuk melipat dan memotong kertas
warna/origami berdasarkan instruksi dan peragaan dari guru:
 Lipat kertasmu menjadi dua. Pertemukan ujung kiri kertas dengan ujung kanan
kertas.

 Dengan menggunakan telapak tangan atau


jarimu, tekan lipatan kertasmu perlahan-lahan agar rapi.
 Sobek atau gunting mengikuti lipatan kertasmu agar rapi. Kalian akan
mendapatkan 2 buah persegi panjang.
 Lipat salah satu persegi panjang menjadi 2. Sobek atau gunting mengikuti
lipatan yang ada agar kalian memiliki 2 buah bujur Sangkar.
 Lipat bujur sangkar kalian menjadi 2. Pertemukan ujung bawah kiri dengan
ujung atas kanan. Tekan lipatan kertasmu agar rapi. Sobek atau gunting
mengikuti lipatan kertasmu agar rapi. Kalian akan mendapatkan 2 buah segi tiga.
 Coba kalian cari cara untuk bisa memotong bentuk lingkaran.
 Peserta didik menempelkan potongan kertas yang dibuatnya pada kertas/buku
gambar dengan instruksi guru (Jelaskan bagaimana menggunakan lem yang
baik, yaitu dengan mengoleskannya tipis-tipis di sepanjang sisi bentuk, dan
kemudian sedikit olesan di bagian tengah).
 Langkah pembelajaran ini dapat digunakan sebagai asesmen formatif, di mana
guru memberikan umpan balik pada peserta didik untuk membangun kompetensi
yang dituju atau untuk memperbaiki pembelajaran sebelumnya. Beberapa umpan
balik yang dapat diberikan adalah:
1. Kemampuan peserta didik mengidentifikasi bentuk-bentuk geometris.
2. Kemampuan peserta didik menggambar bentuk-bentuk geometris.
3. Kemampuan berkreasi menyusun berbagai bentuk geometri.

Pertemuan 3 : Eksplorasi Warna

 Ice breaking: menyanyikan lagu “Pelangi” dan “Balonku”, ciptaan AT Mahmud


 Peserta didik mengidentifikasi warna yang terdapat dalam lagu Pelangi dan
Balonku. Peserta didik diajak berdiskusi mengenaiwarna yang mereka kenal.
Peserta didik juga berdiskusi mengenai variasi warna seperti variasi merah,
merah muda, merah jambu, jambon, dan pink atau biru tua, biru donker, biru
muda, dan biru navy. Dalam diskusi ini, guru dapat menunjukkan sejumlah
warna dan peserta didik diminta untuk berbagi mengenai bagaimana keluarganya
atau orang-orang di daerahnya menyebut nama warna tersebut.
 Peserta didik kemudian mengeksplorasi beragam benda di sekitarnya untuk
mengidentifikasi lebih mendalam warna berbagai benda yang ada di sekitar.
Misalnya: “Tempat pensil saya berwarna merah tua”, “Seragam kita berwarna
merah marun”, “Tong itu berwarna perak” atau “pot ini berwarna terakota.”
 Peserta didik diajak untuk membuat garis -garis vertikal dan horizontal di
kertasnya. Mereka bebas menentukan jumlah dan lebar atau panjang jarak antar
garis yang dibuat. Hasil dari pekerjaan mereka kelak akan menghasilkan bentuk
kotak atau persegi Panjang.
 Setelah selesai, mereka diminta untuk mewarnai kotak-kotak yang ada dengan
warna merah, biru, dan kuning (warna primer). Peserta didik dapat mewarnai
bentuk dengan alat yang mereka punya (pensil warna, krayon, cat, spidol, atau
pewarna makanan/pewarna alam). Mereka perlu diinformasikan bahwa mereka
boleh membiarkan beberapa kotak kosong tidak diwarnai.

sumber gambar: Mia Wenjen/


[Link]

Selama pengerjaan, peserta didik akan menerima umpan balik dari guru.
Beberapa umpan balik yang dapat diberikan:
 Apakah peserta didik hanya menggunakan warna primer atau menggunakan
warna lain?
 Apakah banyak warna keluar garis dari bentuk yang diwarnai?
 Apakah pewarnaan mengikuti bentuk?
 Apakah peserta didik secara mandiri sudah dapat menggunakan peralatan
dengan benar dan aman?

Pertemuan 4 Membuat Karya dengan Menyusun Garis, Bentuk, dan Warna

 Peserta didik diminta untuk membuat sebuah karya gambar/ lukisan/ gunting
tempel (diferensiasi produk, peserta didik bebas memilih salah satu dari 3 pilihan
jenis karya ini) yang menggunakan garis, bentuk, dan warna yang sudah
dipelajari sebelumnya.
 Karya tersebut bisa menceritakan tentang pengalaman dan lingkungan sehari-
harinya atau mengenai hobi atau kesukaannya.
 Setelah selesai, peserta didik dan guru bersama-sama menempelkan karya
tersebut pada dinding kelas. Mereka diajak untuk saling mengapresiasi dengan
menyebutkan hal yang paling disukainya dari karya yang sedang diamati
 Kegiatan ini merupakan kegiatan sumatif untuk mengukur ketercapaian Tujuan
Pembelajaran setelah peserta didik melewati kegiatan formatif seperti eksplorasi
dan pemberian umpan balik. Guru dapat menggunakan instrumen asesmen
berupa rubrik yang terlampir.

E. ASESMEN / PENILAIAN

 Asesmen Awal
Peserta didik diminta menggambar bebas mengenai lingkungan sekitarnya, hal-hal
yang disukainya atau cita-citanya. Guru dianjurkan berkeliling mengamati karya
peserta didik dan mengajukan pertanyaan mengenai karya mereka. Misalnya: “Apa
yang kamu gambar?”, “Warna apa yang kamu gunakan?”, “Bentuk apa ini?”
Pertanyaan Pemantik: Apa saja garis, bentuk, dan warna yang ada di sekitarmu?

 Rencana Tindak Lanjut Hasil Asesmen


Hasil kegiatan pertemuan ini akan menjadi sumber informasi untuk guru merancang
pembelajaran selanjutnya dan tidak menjadi bagian penilaian. Guru merancang
kegiatan berikutnya berdasarkan hasil pemetaan kemampuan awal. Umumnya
kemampuan Peserta didik terbagi dalam 2 kelompok (sudah mampu mengenal
bentuk, garis, dan warna yang digunakan dan yang belum mampu). Pada langkah
pembelajaran kedua akan disediakan inspirasi beberapa tindak lanjut dan feedback
yang dapat diberikan untuk peserta didik

 Refleksi
Apa saja hal baru yang sudah kamu pelajari hari ini? Bagaimana perasaanmu setelah
mempelajari hal tersebut? Beri tanda centang ( ) pada perasaan yang sesuai.
Asesmen dan Instrumen Penilaian
1. Asesmen Diagnosis
Asesmen Diagnosis dilakukan pada minggu-minggu awal tahun pembelajaran
untuk memetakan kemampuan para peserta didik sehingga mereka mendapatkan
pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Pada bulan
pertama, guru kelas dua idealnya telah dapat memetakan peserta didik yang dapat
mengenal huruf, mengenal suku kata, mengenal kata, serta membaca dan menulis
kalimat sederhana.
Berikut ini adalah contoh soal Asesmen Diagnosis. Anda bisa membuat soal
sesuai dengan kompetensi yang Anda anggap perlu untuk diketahui sebagai guru
kelas dua pada awal tahun pembelajaran.

Asesmen Diagnosis Kelas Dua


Contoh soal pengenalan huruf
Memasangkan huruf kapital dengan huruf kecil yang sesuai.
B–b
M-m
Contoh soal pengenalan suku kata
Lengkapi titik-titik dengan suku kata yang sesuai.

Contoh soal menulis kalimat sederhana


Peserta didik diminta menulis namanya.
Peserta didik diminta menulis warna kesukaannya dengan kalimat lengkap,
misalnya: Aku suka warna biru.
Contoh soal membaca kalimat sederhana
Aku senang main sepeda.
Adik kalian berapa orang?*
Instrumen Penilaian
Tabel 6.1. Pemetaan Asesmen Diagnosis pada Awal Tahun

Aspek yang Diamati/Dinilai


Nama
No. Peserta Menulis Membaca
Pengenalan Pengenalan Pengenalan Total
Didik Kalimat Kalimat
Huruf Suku Kata Kata Skor
Sederhana Sederhana

1 Haidar

2 Halwa

3 Nusaybah

1: Kurang (dapat menjawab sebagian kecil soal dengan benar)


2: Cukup (dapat menjawab separuh bagian soal dengan benar)
3: Baik (dapat menjawab sebagian besar soal dengan benar)
4: Sangat Baik (dapat menjawab semua soal dengan benar)
Peserta didik yang memperoleh nilai 1 akan mendapatkan pendampingan dalam
bentuk kegiatan perancah, sementara peserta didik yang memperoleh nilai 4 akan
mendapatkan kegiatan pengayaan.
2. Asesmen Formatif
Asesmen formatif hanya dilakukan pada beberapa Alur Konten Capaian
Pembelajaran yang memiliki tanda seperti di samping.
Kegiatan lain dilakukan sebagai latihan; tidak diujikan.
Instrumen Penilaian
Tabel 6.2 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kemampuan
Memahami Makna Kata

Kemampuan Memahami Makna Kata dengan


Nama Peserta
No. Bantuan Ilustrasi dan Konteks Kalimat yang
Didik
Mendukung

1 Haidar 2

2 Halwa 3

3 Handoyo 1

4 Nusaybah 4

Nilai
1: Kurang
2: Cukup
3: Baik
4: Sangat Baik
Rubrik
Tabel 6.3 Contoh Rubrik Penilaian Memahami Makna Kata

Kemampuan Memahami Makna Kata dengan Bantuan


Ilustrasi dan Konteks Kalimat yang Mendukung

Kurang Tidak mampu menjelaskan arti kosakata sama sekali

Cukup Mampu menjelaskan arti satu kosakata dengan bahasanya


sendiri.

Baik Mampu menjelaskan arti dua kosakata dengan bahasanya


sendiri.

Sangat Baik Mampu menjelaskan arti tiga kosakata dengan bahasanya


sendiri.

Instrumen Penilaian
Tabel 6.4 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kemampuan
Menulis Nama Pekerjaan

Nama Peserta
No. Kemampuan Menulis Nama-Nama Pekerjaan
Didik

1 Haidar 1

2 Halwa 2

3 Handoyo 3

4 Nusaybah 4

Nilai
1: Kurang
2: Cukup
3: Baik
4: Sangat baik

Rubrik
Tabel 6.5 Contoh Rubrik Penilaian Menulis Nama Pekerjaan
Kemampuan Menulis Nama-Nama Pekerjaan

Kurang Mampu menulis satu nama pekerjaan dari dalam kotak.

Cukup Mampu menulis dua hingga tiga nama pekerjaan dari dalam
kotak.

Baik Mampu menulis empat hingga lima nama pekerjaan dari


dalam kotak.

Sangat Baik Mampu menulis enam nama pekerjaan dari dalam kotak

Instrumen Penilaian
Tabel 6.6 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kemampuan
Menyimak

Nama Peserta Kemampuan Menyimak Instruksi Sederhana dan


No.
Didik Melakukannya

1 Haidar 4

2 Halwa 3

3 Handoyo 2

4 Nusaybah 1

Nilai
1: Kurang
2: Cukup
3: Baik
4: Sangat baik

Rubrik
Tabel 6.7 Contoh Rubrik Penilaian Menyimak

Kemampuan Menyimak Instruksi Sederhana dan


Melakukannya

Kurang Tidak memahami instruksi permainan yang disampaikan guru


sehingga tidak dapat melakukannya.

Cukup Memahami setidaknya satu hingga tiga instruksi permainan


yang disampaikan guru dengan baik dan dapat melakukannya.
Baik Memahami setidaknya empat hingga enam instruksi
permainan yang disampaikan guru dengan baik dan dapat
melakukannya.

Sangat Baik Memahami ketujuh instruksi permainan yang disampaikan


guru dengan sangat baik dan dapat melakukannya.

Catatan:
Perhatikan peserta didik yang mendapatkan skor kurang, apakah ada kendala
pendengaran yang menghambat kecakapan menyimaknya atau kesulitan untuk
berkonsentrasi. Konsultasikan dengan kepala sekolah atau ahli jika diperlukan.

3. Asesmen Sumatif
Asesmen dilakukan pada akhir semester untuk mengetahui capaian peserta didik
pada akhir tahun ajaran. Jenis dan format Asesmen Sumatif dapat merujuk pada
AKM (Asesmen Kompetensi Minimum). Asesmen Sumatif untuk kelas dua
mencakup penilaian kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

Sudahkah kalian membaca buku hari ini?


Mintalah orang tua kalian mengunduh buku berjudul Dangke Gilang.
Buku tersebut bercerita tentang anak bernama Gilang.
Kerbau kesayangan Gilang sakit.
Apa yang akan Gilang lakukan?

Bacalah sendiri buku tersebut.


Bila mengalami kesulitan, mintalah bantuan orang tua.
Kemudian, salinlah jurnal berikut di buku kalian.

Jurnal Membaca
Judul Buku : ........................................................................
Nama Penulis : ........................................................................
Nama Ilustrator (jika ada) : ........................................................................

Adakah kosakata yang tidak kalian pahami di dalam cerita?


Sebutkan jika ada!
.....................................................................................................................
Dapatkah ilustrasi cerita membantu kalian memahaminya?
.....................................................................................................................
Bagaimana cara kalian mengetahui arti kosakata tersebut?
.....................................................................................................................
Carilah kata yang berima dengan kata susu!
.....................................................................................................................

F. REFLEKSI

 Pada bagian ini peserta didik mengisi refleksi tentang hal-hal yang telah
dipelajari di sepanjang bab. Sebagai guru, Anda bisa menambahkan poin-poin
yang dirasa perlu.
 Jika memungkinkan, perbanyak lembar refleksi untuk masing-masing peserta
didik. Jika tidak, minta peserta didik menyalin di buku tulis masing-masing.
Izinkan peserta didik berkreasi dengan menggambari sisa ruang putih yang
tersedia di lembaran tersebut.
 Jika ada peserta didik yang mengisi kolom “Masih Perlu Belajar Lagi”, berikan
kepadanya kegiatan pengayaan yang menyenangkan. Jika perlu, komunikasikan
dengan orang tua.
REFLEKSI PEMBELAJARAN
A. Memetakan Kemampuan Peserta didik
1. Pada akhir bab ini Anda telah memetakan peserta didik sesuai dengan kemampuan
masing-masing dalam:
 Menjelaskan kata-kata baru pada gambar dengan menggunakan petunjuk
visual;
 Menuliskan nama-nama pekerjaan yang sering ditemui sehari-hari;
 Menyimak instruksi sederhana dan melakukannya.
Informasi ini menjadi acuan untuk merumuskan strategi pembelajaran pada bab
berikutnya.
2. Rumuskan kemampuan peserta didik tersebut dalam data pemetaan sebagai
berikut.
1: Kurang
2: Cukup
3: Baik
4: Sangat Baik
Tabel 6.8 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kompetensi yang
Diajarkan di Bab 6

Menjelaskan
Kata-Kata Menuliskan
Menyimak
Baru pada Nama-Nama
Nama Peserta Instruksi
No. Gambar Pekerjaan yang
Didik Sederhana dan
dengan Sering Ditemui
Melakukannya
Menggunakan Seharihari
Petunjuk Visual

1 Haidar 4 4 3

2 Halwa 3 3 4

3 Handoyo 2 2 3

4 Nusaybah 1 1 2

B. Merefleksi Strategi Pembelajaran: Apa yang Sudah Baik dan Perlu


Ditingkatkan
Beri tanda centang.
Tabel 6.9 Contoh Refleksi Strategi Pembelajaran di Bab 6

No. Pendekatan/Strategi Selalu Kadang- Tidak


kadang Pernah

Saya menyiapkan media dan alat peraga


1 yang disarankan sebelum memulai
pembelajaran.

Saya melakukan kegiatan pendahuluan


dan mengajak para peserta didik
2
berdiskusi agar mereka lebih mudah
memahami tema yang akan dibahas.

Saya meminta peserta didik mengamati


3 gambar sampul cerita sebelum
membacakan isi cerita.

Saya mendorong peserta didik untuk


4 terlibat dalam kegiatan berdiskusi agar
melatih cara berpikir yang kritis.

Saya mengelaborasi tanggapan seluruh


5
peserta didik dalam kegiatan berdiskusi.

Saya menggunakan tip pembelajaran dan


inspirasi kegiatan sehingga dapat
6 mengajar peserta didik dengan
kemampuan yang berbeda secara efektif
dan efisien

Saya memperhatikan reaksi peserta didik


dan menyesuaikan strategi pembelajaran
7
dengan rentang perhatian dan minat
peserta didik.

Saya telah melibatkan peserta didik


dengan kebutuhan khusus dalam semua
8 kegiatan pembelajaran dengan
memperhatikan kebutuhan dan keunikan
mereka.

Saya memilih dan menggunakan media


dan alat peraga pembelajaran yang
9
relevan, di luar yang disarankan Buku
Guru ini.

Saya telah menyesuaikan materi


pembelajaran, penggunaan lagu,
10
permainan, dengan materi yang tersedia
di daerah saya.

11 Saya telah menggunakan pengetahuan


peserta didik, termasuk bahasa daerah
yang dikuasai, untuk menjembatani
pemahaman peserta didik terhadap materi
pembelajaran dan kosakata baru dalam
bab ini.

Saya mengumpulkan hasil pekerjaan


12 peserta didik sebagai Asesmen Formatif
peserta didik.

Saya membaca Jurnal Menulis peserta


13 didik dan memberikan umpan balik
secara tertulis.

Saya mengajak para peserta didik


14 merefleksi pemahaman dan keterampilan
mereka pada akhir pembelajaran bab.

Tabel 6.10 Contoh Refleksi Guru di Bab 6

Keberhasilan yang saya rasakan dalam mengajarkan Bab 1 ini:


...............................................................................................................................
Kesulitan yang saya alami dan akan saya perbaiki untuk bab berikutnya:
...............................................................................................................................
Kegiatan yang paling disukai peserta didik:
...............................................................................................................................
Kegiatan yang paling sulit dilakukan peserta didik:
...............................................................................................................................
Rencana strategi yang akan saya lakukan untuk pembelajaran berikutnya:
...............................................................................................................................
Sumber lain yang saya gunakan untuk mengajarkan bab ini:
...............................................................................................................................

Asyik!
Bab 6 sudah selesai.
Apa saja yang sudah kalian pelajari?
Salinlah tabel berikut di buku kalian.
Kemudian isi dengan tanda centang, ya.

Sudah Masih Perlu


No. Tentang Bab 6 “Bijak Memakai Uang”
Bisa Belajar

1 Saya bisa menyebutkan cara mendapatkan


uang.

2 Saya bisa menjelaskan arti kata-kata baru


dengan bantuan gambar.

3 Saya bisa menuliskan nama-nama pekerjaan.

4 Saya bisa menuliskan tentang pekerjaan


orang tua saya.

5 Saya bisa menyampaikan pendapat terhadap


cerita dan mengaitkannya dengan
pengalaman pribadi.

6 Saya bisa menjelaskan hal yang dialami dan


dilakukan oleh tokoh cerita.

7 Saya bisa mengurutkan gambar secara runtut


sesuai alur cerita.

8 Saya bisa menyebutkan peribahasa dan


maknanya.

9 Saya bisa mengelompokkan jenis


pengeluaran.

10 Saya bisa menyimak dan melakukan


instruksi permainan.

11 Saya bisa membaca lirik lagu.

12 Saya bisa bernyanyi bersama guru dan


teman.

13 Saya bisa menyampaikan pendapat tentang


lirik lagu.

14 Saya bisa mengenali rima.

15 Saya bisa melengkapi pantun sederhana.


G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Kegiatan Pengayaan:
Beberapa peserta didik bahkan mungkin kesulitan mengidentifikasi suku kata.
Tuliskan beberapa kata di papan tulis, lalu minta mereka menemukan suku kata pada
kata-kata tersebut.

Kegiatan Perancah:
Minta peserta didik untuk mencari kata yang memiliki rima akhir sempurna dari kata-
kata yang Anda tulis di papan tulis.

Remedial :
 Remedial dilakukan dengan diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan
bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang siswa yang
belum mecapai CP.

Mengetahui
Guru Kelas II
Kepala Sekolah

MARLINA, S. Pd NOVITASARI, [Link]


NIP. 197101071993052002
LAMPIRAN

A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Tahukah kalian nama mata uang Indonesia?
Sebutkan pecahan mata uang Indonesia yang kalian ketahui.
Apakah kalian selalu mendapatkan uang saku?
Jika ya, berapa jumlahnya?

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Kelas :
Petunjuk!

Uang adalah alat pembayaran.


Ada dua jenis uang, yaitu uang kertas dan uang logam.
Bagaimana cara seseorang mendapatkan uang?
Amatilah gambar di bawah ini bersama guru.
Tebak arti kata-kata berikut dengan bantuan gambar.
Tuliskan dengan kalimat kalian sendiri.
1. Pekerjaan : _______________________
2. Jasa : _______________________
3. Karya : _______________________
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Kelas :
Petunjuk!

Pedagang adalah salah satu contoh pekerjaan.


Pekerjaan apa saja yang kalian ketahui?

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Nama Kelompok :
Kelas :
Petunjuk!
Berdiskusilah dengan tiga teman kalian.
• Pilih dua jenis pekerjaan.
• Jelaskan apa saja yang dilakukan oleh pekerjanya.
Contoh: Nelayan adalah orang yang menangkap ikan
dan menjualnya.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Kelas :
Petunjuk!

Tuliskan tentang pekerjaan orang tua kalian dalam lima kalimat.


Gunakan pertanyaan-pertanyaan berikut sebagai bantuan.
• Apakah mereka memerlukan alat atau pakaian khusus?
• Apakah mereka bekerja sendiri atau bersama orang lain?
• Apakah mereka menjual barang atau jasa?
• Apakah mereka bekerja di dalam atau di luar ruangan?

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)


Nama :
Kelas :
Petunjuk!

Berlatihlah menggunakan kosakata baru.


1. Leo ______ agar bisa membeli sepatu baru.
2. Aini suka makan _________, sedangkan kakaknya suka makan kue lepet.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Nama Kelompok :
Kelas :
Petunjuk!

Berdiskusilah dengan tiga teman kalian.


Apa peribahasa yang tepat untuk cerita berikut?
1. Minggu depan akan ada perayaan hari kemerdekaan.
Siswa SD Merdeka bersama-sama membersihkan sekolah. Siswa kelas 2A sudah
selesai membersihkan kelas.
Kemudian, mereka membantu siswa dari kelas lain.

2. Labih tak sengaja merusak pot milik ibu.


Labih tahu ibu sangat suka teh hangat.
Labih membuatkan ibu teh sebelum minta maaf.
3. Arai mendapat uang saku Rp10.000,00 untuk seminggu.
Arai sangat suka jajan.
Biasanya uang Arai habis pada hari keempat.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Kelas :
Petunjuk!

Bacalah cerita “Labih dan Arai” sekali lagi.


Kemudian, jawablah pertanyaan–pertanyaan berikut.

Tuliskan di buku tulis kalian.


1. Mengapa Arai tidak punya uang untuk membeli kue dange?
2. Apa yang dilakukan Arai untuk mendapatkan keinginannya?
3. Apa yang dilakukan Labih ketika Arai meminta uang kepadanya?
4. Tokoh mana yang kalian sukai? Mengapa?
5. Pernahkah kalian ingin jajan, tetapi tidak memiliki cukup uang?

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama :
Nama Kelompok :
Kelas :
Petunjuk!

Amatilah catatan pengeluaran berikut.


• Uang sekolah : Rp100.000,00
• Roti cokelat : Rp1.500,00
• Layang-layang : Rp2.000,00
• Potong rambut : Rp30.000,00
• Tiket bus : Rp50.000,00
• Pensil warna : Rp15.000,00

Lalu, berdiskusilah dengan tiga teman kalian.


Kelompokkan pengeluaran tersebut ke dalam dua bagian.
Kemudian, jelaskan hasil diskusi kalian di depan kelas.

B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK

 Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang bijak memakai uang dari
berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian pendidikan,
kebudayaan, riset dan teknologi.
 Buku Panduan Guru dan Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD Kelas II :
Kemendikbudristek 2021.

C. GLOSARIUM

GLOSARIUM
alur konten capaian pembelajaran: elemen turunan dari capaian pembelajaran
yang menggambarkan pencapaian kompetensi secara berjenjang

alat peraga: alat bantu yang digunakan guru dalam pembelajaran agar materi yang
diajarkan mudah dipahami oleh peserta didik

asesmen: upaya untuk mendapatkan data dari proses dan hasil pembelajaran untuk
mengetahui pencapaian peserta didik di kelas pada materi pembelajaran tertentu

asesmen diagnosis: asesmen yang dilakukan pada awal tahun ajaran guna
memetakan kompetensi para peserta didik agar mereka mendapatkan penanganan
yang tepat

asesmen formatif: pengambilan data kemajuan belajar yang dapat dilakukan oleh
guru atau peserta didik dalam proses pembelajaran

asesmen sumatif: penilaian hasil belajar secara menyeluruh yang meliputi


keseluruhan aspek kompetensi yang dinilai dan biasanya dilakukan pada akhir
periode belajar
capaian pembelajaran: kemampuan pada akhir masa pembelajaran yang diperoleh
melalui serangkaian proses pembelajaran

eco brick: botol plastik yang diisi dengan sampah plastik hingga padat

fakta: hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar
ada atau terjadi

fiksi: cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya)

gawai: alat elektronik atau mekanik dengan fungsi praktis

grafik: lukisan pasang surut suatu keadaan dengan garis atau gambar (tentang turun
naiknya hasil, statistik, dan sebagainya)
intonasi: ketepatan pengucapan dan irama dalam kalimat agar pendengar memahami
makna kalimat tersebut dengan benar

kata ajaib: sebutan untuk ungkapan santun yang wajib dikenal dan digunakan
peserta didik dalam kesehariannya

kartu Snellen: poster yang berisi deretan huruf untuk mendeteksi tajam penglihatan
seseorang

kompetensi: kemampuan atau kecakapan seseorang untuk mengerjakan pekerjaan


tertentu

membaca nyaring: membacakan buku atau kutipan dari buku kepada orang lain
secara nyaring dengan tujuan untuk menarik minat membaca

nonfiksi: teks yang berdasarkan kenyataan atau fakta

perancah: teknik pemberian dukungan belajar secara terstruktur dan bertahap agar
peserta didik dapat belajar secara mandiri

peta berpikir: diagram dengan struktur hierarkis yang digunakan untuk menyajikan
informasi atau pemikiran secara visual

pojok baca kelas: bagian dari kelas yang dilengkapi dengan rak buku berisikan
buku-buku pengayaan sesuai jenjang untuk dibaca peserta didik selama berada di
kelas

presentasi: penyajian atau pertunjukan

proyek kelas: tugas pembelajaran yang kompleks dan melibatkan beberapa kegiatan
untuk dilakukan peserta didik secara kolaboratif dengan serangkaian proses mulai
dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan

sampah anorganik: sampah yang terdiri atas benda tidak hidup

sampah organik: berkaitan dengan zat yang berasal dari makhluk hidup seperti
hewan atau tumbuhan

teks deskripsi: teks yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya
sehingga pembaca dapat melihat, mendengar, mencium, dan merasakan apa yang
dilukiskan itu sesuai dengan citra penulisnya

teks eksposisi: teks yang bertujuan untuk memberikan informasi tertentu, misalnya
maksud dan tujuan sesuatu

D. DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA
Adams, Christine. 2004. Menjadi Teman yang Baik. Yogyakarta: PT Kanisius.
Bingham, Jane. 2006. Semua Bisa Sedih. Solo: Tiga Serangkai.
Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit
PT Kanisius.
Fisher, Douglas, dkk. 2019. This is Balanced Literacy. Thousand Oaks: Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades
PreK to 8. New Portsmouth: Heinemann.
Gudgel, Dan. 2019. Screen Use for Kids. [Link]
prevention/screen-use-kids. Diakses pada tanggal 11 Februari 2021.
Imron, Maurilla. 2019. Eco bricks. [Link]
Diunduh pada tanggal 11 Februari 2021
Kaiser, Barbara & Judy Sklar Rasminsky. 2007. Challenging Behaviour in Young
Children. New York City: Pearson.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. New York City:
McGraw Hill Education.
Mukamal, Reena. 2019. 20 Things to Know About Children’s Eyes and Vision.
[Link]
Diunduh pada tanggal 11 Februari 2021.
Nofu, Blandina Damayanti. 2018. “Analisis Perilaku Menyeberang Jalan Anak Sekolah
di Yogyakarta” (skripsi). Yogyakarta: Universitas Atma Jaya.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal
Pembelajaran. Jakarta: Pusmenjar Kemendikbud RI.
Rasinski, Timothy dkk. (Eds.). 2012. Fluency Instruction: Research-Based Best
Practices. New York: The Guilford Press.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. New York
City: Scholastic Teaching Resources.

Anda mungkin juga menyukai