Macam Seni Rupa untuk Umpan Balik
Macam Seni Rupa untuk Umpan Balik
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Novitasari, S. Pd
Instansi : UPT SPF SD Negeri 101736 Medan Krio
Tahun Penyusunan : Tahun 2024
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Fase / Kelas : A / II (Dua
Tema : Mengngidentifikasi dan Mengeksplorasi Garis,
Bentuk, dan Warna.
Deskripsi Umum : Modul ini mengajak peserta didik
mengidentifikasi dan mengeksplorasi aneka garis,
bentuk, dan warna yang ada di lingkungan
sekitar untuk menghasilkan karya seni rupa
Alokasi Waktu : 4 Minggu
B. KOMPETENSI AWAL
Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
Berpikir kritis,
Mandiri,
Kreatif,
Bergotong royong, dan
Berkebinekaan global
F. MODEL PEMBELAJARAN
Tatap muka.
KOMPONEN INTI
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik akan belajar tentang aneka bentuk dan pola dasar geometris;
Peserta didik akan belajar tentang berbagai jenis garis;
Peserta didik akan belajar tentang berbagai macam warna;
Peserta didik akan belajar tentang cara memakai alat dan bahan yang digunakan
dengan prosedur yang sesuai dan aman;
C. PERTANYAAN PEMANTIK
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Setelah selesai, peserta didik melakukan refleksi secara lisan, “Saya membuat
gambar _______. Bagian yang paling saya sukai adalah____________ “.
Hasil kegiatan pertemuan 1 ini akan menjadi sumber informasi untuk guru
merancang pembelajaran selanjutnya dan tidak menjadi bagian penilaian. Guru
merancang kegiatan berdasarkan hasil pemetaan kemampuan awal. Umumnya
kemampuan peserta didik terbagi dalam 2 kelompok (sudah mampu mengenal
bentuk, garis, dan warna yang digunakan dan yang belum mampu). Pada
Langkah pembelajaran kedua akan disediakan inspirasi beberapa tindak lanjut
dan feedback yang dapat diberikan untuk peserta didik.
Sebagai penutup, peserta didik melakukan refleksi dengan cara masing-masing
menyebutkan satu kata yang mewakili perasaan mereka saat menggambar
sebelumnya. Alternatif lainnya, peserta didik juga dapat mewarnai ikon yang
menggambarkan perasaan tertentu.
Ice breaking: Peserta didik menutup mata untuk mengambil kertas lipat yang
telah dipotong oleh guru menjadi berbagai bentuk geometris (lingkaran, segitiga,
persegi, elips, bujur sangkar). Peserta didik diajak untuk membuat kelompok
kecil dengan syarat anggotanya harus memiliki bentuk geometris yang
[Link] kemudian harus bekerja sama menyusun dan menempelkan
bentuk-bentuk yang mereka miliki agar menjadi bentuk baru yang memiliki
makna bagi mereka. Kemudian peserta didik bergantian menceritakan proses
kreatif mereka dalam membuat karya tersebut.
Peserta didik kemudian akan bekerja dengan kertas dan alat tulis masing-masing.
Mereka akan menyimak beberapa perintah yang diberikan guru, yaitu peserta
didik harus membuat gambar yang disebutkan guru. Misalnya: “Pertama,
gambarlah sebuah lingkaran besar.”, “Kedua, gambarlah sebuah lingkaran kecil
di dalam lingkaran besar tadi. Setelah itu, buatlah satu lingkaran kecil lagi di
sebelahnya.”, “Ketiga, gambarlah segitiga di atas lingkaran tersebut.” dst.
Peserta didik dilarang meniru pekerjaan temannya. Mereka perlu diberikan
semangat untuk dapat berkreasi sendiri.
Peserta didik dapat mengembangkan bentuk yang dibuat menjadi gambar baru.
Kemudian guru memberikan stimulus peserta didik untuk eksplorasi bentuk
dengan menyusun potongan kertas menjadi sebuah bentuk baru. Peserta didik
juga diinformasikan mengenai hasil yang diharapkan yaitu dapat memotong dan
merekat dengan rapi, menampilkan bentuk yang unik dan berbeda dengan teman
lainnya. Peserta didik diminta untuk melipat dan memotong kertas
warna/origami berdasarkan instruksi dan peragaan dari guru:
Lipat kertasmu menjadi dua. Pertemukan ujung kiri kertas dengan ujung kanan
kertas.
Selama pengerjaan, peserta didik akan menerima umpan balik dari guru.
Beberapa umpan balik yang dapat diberikan:
Apakah peserta didik hanya menggunakan warna primer atau menggunakan
warna lain?
Apakah banyak warna keluar garis dari bentuk yang diwarnai?
Apakah pewarnaan mengikuti bentuk?
Apakah peserta didik secara mandiri sudah dapat menggunakan peralatan
dengan benar dan aman?
Peserta didik diminta untuk membuat sebuah karya gambar/ lukisan/ gunting
tempel (diferensiasi produk, peserta didik bebas memilih salah satu dari 3 pilihan
jenis karya ini) yang menggunakan garis, bentuk, dan warna yang sudah
dipelajari sebelumnya.
Karya tersebut bisa menceritakan tentang pengalaman dan lingkungan sehari-
harinya atau mengenai hobi atau kesukaannya.
Setelah selesai, peserta didik dan guru bersama-sama menempelkan karya
tersebut pada dinding kelas. Mereka diajak untuk saling mengapresiasi dengan
menyebutkan hal yang paling disukainya dari karya yang sedang diamati
Kegiatan ini merupakan kegiatan sumatif untuk mengukur ketercapaian Tujuan
Pembelajaran setelah peserta didik melewati kegiatan formatif seperti eksplorasi
dan pemberian umpan balik. Guru dapat menggunakan instrumen asesmen
berupa rubrik yang terlampir.
E. ASESMEN / PENILAIAN
Asesmen Awal
Peserta didik diminta menggambar bebas mengenai lingkungan sekitarnya, hal-hal
yang disukainya atau cita-citanya. Guru dianjurkan berkeliling mengamati karya
peserta didik dan mengajukan pertanyaan mengenai karya mereka. Misalnya: “Apa
yang kamu gambar?”, “Warna apa yang kamu gunakan?”, “Bentuk apa ini?”
Pertanyaan Pemantik: Apa saja garis, bentuk, dan warna yang ada di sekitarmu?
Refleksi
Apa saja hal baru yang sudah kamu pelajari hari ini? Bagaimana perasaanmu setelah
mempelajari hal tersebut? Beri tanda centang ( ) pada perasaan yang sesuai.
Asesmen dan Instrumen Penilaian
1. Asesmen Diagnosis
Asesmen Diagnosis dilakukan pada minggu-minggu awal tahun pembelajaran
untuk memetakan kemampuan para peserta didik sehingga mereka mendapatkan
pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Pada bulan
pertama, guru kelas dua idealnya telah dapat memetakan peserta didik yang dapat
mengenal huruf, mengenal suku kata, mengenal kata, serta membaca dan menulis
kalimat sederhana.
Berikut ini adalah contoh soal Asesmen Diagnosis. Anda bisa membuat soal
sesuai dengan kompetensi yang Anda anggap perlu untuk diketahui sebagai guru
kelas dua pada awal tahun pembelajaran.
1 Haidar
2 Halwa
3 Nusaybah
1 Haidar 2
2 Halwa 3
3 Handoyo 1
4 Nusaybah 4
Nilai
1: Kurang
2: Cukup
3: Baik
4: Sangat Baik
Rubrik
Tabel 6.3 Contoh Rubrik Penilaian Memahami Makna Kata
Instrumen Penilaian
Tabel 6.4 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kemampuan
Menulis Nama Pekerjaan
Nama Peserta
No. Kemampuan Menulis Nama-Nama Pekerjaan
Didik
1 Haidar 1
2 Halwa 2
3 Handoyo 3
4 Nusaybah 4
Nilai
1: Kurang
2: Cukup
3: Baik
4: Sangat baik
Rubrik
Tabel 6.5 Contoh Rubrik Penilaian Menulis Nama Pekerjaan
Kemampuan Menulis Nama-Nama Pekerjaan
Cukup Mampu menulis dua hingga tiga nama pekerjaan dari dalam
kotak.
Sangat Baik Mampu menulis enam nama pekerjaan dari dalam kotak
Instrumen Penilaian
Tabel 6.6 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kemampuan
Menyimak
1 Haidar 4
2 Halwa 3
3 Handoyo 2
4 Nusaybah 1
Nilai
1: Kurang
2: Cukup
3: Baik
4: Sangat baik
Rubrik
Tabel 6.7 Contoh Rubrik Penilaian Menyimak
Catatan:
Perhatikan peserta didik yang mendapatkan skor kurang, apakah ada kendala
pendengaran yang menghambat kecakapan menyimaknya atau kesulitan untuk
berkonsentrasi. Konsultasikan dengan kepala sekolah atau ahli jika diperlukan.
3. Asesmen Sumatif
Asesmen dilakukan pada akhir semester untuk mengetahui capaian peserta didik
pada akhir tahun ajaran. Jenis dan format Asesmen Sumatif dapat merujuk pada
AKM (Asesmen Kompetensi Minimum). Asesmen Sumatif untuk kelas dua
mencakup penilaian kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
Jurnal Membaca
Judul Buku : ........................................................................
Nama Penulis : ........................................................................
Nama Ilustrator (jika ada) : ........................................................................
F. REFLEKSI
Pada bagian ini peserta didik mengisi refleksi tentang hal-hal yang telah
dipelajari di sepanjang bab. Sebagai guru, Anda bisa menambahkan poin-poin
yang dirasa perlu.
Jika memungkinkan, perbanyak lembar refleksi untuk masing-masing peserta
didik. Jika tidak, minta peserta didik menyalin di buku tulis masing-masing.
Izinkan peserta didik berkreasi dengan menggambari sisa ruang putih yang
tersedia di lembaran tersebut.
Jika ada peserta didik yang mengisi kolom “Masih Perlu Belajar Lagi”, berikan
kepadanya kegiatan pengayaan yang menyenangkan. Jika perlu, komunikasikan
dengan orang tua.
REFLEKSI PEMBELAJARAN
A. Memetakan Kemampuan Peserta didik
1. Pada akhir bab ini Anda telah memetakan peserta didik sesuai dengan kemampuan
masing-masing dalam:
Menjelaskan kata-kata baru pada gambar dengan menggunakan petunjuk
visual;
Menuliskan nama-nama pekerjaan yang sering ditemui sehari-hari;
Menyimak instruksi sederhana dan melakukannya.
Informasi ini menjadi acuan untuk merumuskan strategi pembelajaran pada bab
berikutnya.
2. Rumuskan kemampuan peserta didik tersebut dalam data pemetaan sebagai
berikut.
1: Kurang
2: Cukup
3: Baik
4: Sangat Baik
Tabel 6.8 Contoh Pemetaan Peserta Didik Berdasarkan Kompetensi yang
Diajarkan di Bab 6
Menjelaskan
Kata-Kata Menuliskan
Menyimak
Baru pada Nama-Nama
Nama Peserta Instruksi
No. Gambar Pekerjaan yang
Didik Sederhana dan
dengan Sering Ditemui
Melakukannya
Menggunakan Seharihari
Petunjuk Visual
1 Haidar 4 4 3
2 Halwa 3 3 4
3 Handoyo 2 2 3
4 Nusaybah 1 1 2
Asyik!
Bab 6 sudah selesai.
Apa saja yang sudah kalian pelajari?
Salinlah tabel berikut di buku kalian.
Kemudian isi dengan tanda centang, ya.
Kegiatan Pengayaan:
Beberapa peserta didik bahkan mungkin kesulitan mengidentifikasi suku kata.
Tuliskan beberapa kata di papan tulis, lalu minta mereka menemukan suku kata pada
kata-kata tersebut.
Kegiatan Perancah:
Minta peserta didik untuk mencari kata yang memiliki rima akhir sempurna dari kata-
kata yang Anda tulis di papan tulis.
Remedial :
Remedial dilakukan dengan diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan
bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang siswa yang
belum mecapai CP.
Mengetahui
Guru Kelas II
Kepala Sekolah
Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Tahukah kalian nama mata uang Indonesia?
Sebutkan pecahan mata uang Indonesia yang kalian ketahui.
Apakah kalian selalu mendapatkan uang saku?
Jika ya, berapa jumlahnya?
Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Nama :
Nama Kelompok :
Kelas :
Petunjuk!
Berdiskusilah dengan tiga teman kalian.
• Pilih dua jenis pekerjaan.
• Jelaskan apa saja yang dilakukan oleh pekerjanya.
Contoh: Nelayan adalah orang yang menangkap ikan
dan menjualnya.
Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Nama :
Nama Kelompok :
Kelas :
Petunjuk!
Nama :
Kelas :
Petunjuk!
Nama :
Nama Kelompok :
Kelas :
Petunjuk!
Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang bijak memakai uang dari
berbagai media atau website resmi dibawa nauangan kementerian pendidikan,
kebudayaan, riset dan teknologi.
Buku Panduan Guru dan Siswa Bahasa Indonesia | Keluargaku Unik untuk SD Kelas II :
Kemendikbudristek 2021.
C. GLOSARIUM
GLOSARIUM
alur konten capaian pembelajaran: elemen turunan dari capaian pembelajaran
yang menggambarkan pencapaian kompetensi secara berjenjang
alat peraga: alat bantu yang digunakan guru dalam pembelajaran agar materi yang
diajarkan mudah dipahami oleh peserta didik
asesmen: upaya untuk mendapatkan data dari proses dan hasil pembelajaran untuk
mengetahui pencapaian peserta didik di kelas pada materi pembelajaran tertentu
asesmen diagnosis: asesmen yang dilakukan pada awal tahun ajaran guna
memetakan kompetensi para peserta didik agar mereka mendapatkan penanganan
yang tepat
asesmen formatif: pengambilan data kemajuan belajar yang dapat dilakukan oleh
guru atau peserta didik dalam proses pembelajaran
eco brick: botol plastik yang diisi dengan sampah plastik hingga padat
fakta: hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar
ada atau terjadi
grafik: lukisan pasang surut suatu keadaan dengan garis atau gambar (tentang turun
naiknya hasil, statistik, dan sebagainya)
intonasi: ketepatan pengucapan dan irama dalam kalimat agar pendengar memahami
makna kalimat tersebut dengan benar
kata ajaib: sebutan untuk ungkapan santun yang wajib dikenal dan digunakan
peserta didik dalam kesehariannya
kartu Snellen: poster yang berisi deretan huruf untuk mendeteksi tajam penglihatan
seseorang
membaca nyaring: membacakan buku atau kutipan dari buku kepada orang lain
secara nyaring dengan tujuan untuk menarik minat membaca
perancah: teknik pemberian dukungan belajar secara terstruktur dan bertahap agar
peserta didik dapat belajar secara mandiri
peta berpikir: diagram dengan struktur hierarkis yang digunakan untuk menyajikan
informasi atau pemikiran secara visual
pojok baca kelas: bagian dari kelas yang dilengkapi dengan rak buku berisikan
buku-buku pengayaan sesuai jenjang untuk dibaca peserta didik selama berada di
kelas
proyek kelas: tugas pembelajaran yang kompleks dan melibatkan beberapa kegiatan
untuk dilakukan peserta didik secara kolaboratif dengan serangkaian proses mulai
dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan
sampah organik: berkaitan dengan zat yang berasal dari makhluk hidup seperti
hewan atau tumbuhan
teks deskripsi: teks yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya
sehingga pembaca dapat melihat, mendengar, mencium, dan merasakan apa yang
dilukiskan itu sesuai dengan citra penulisnya
teks eksposisi: teks yang bertujuan untuk memberikan informasi tertentu, misalnya
maksud dan tujuan sesuatu
D. DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Adams, Christine. 2004. Menjadi Teman yang Baik. Yogyakarta: PT Kanisius.
Bingham, Jane. 2006. Semua Bisa Sedih. Solo: Tiga Serangkai.
Dewayani, Sofie. 2017. Menghidupkan Literasi di Ruang Kelas. Yogyakarta: Penerbit
PT Kanisius.
Fisher, Douglas, dkk. 2019. This is Balanced Literacy. Thousand Oaks: Corwin.
Fountas, Irene C. & Gay Su Pinnell. 2010. The Continuum of Literacy Learning. Grades
PreK to 8. New Portsmouth: Heinemann.
Gudgel, Dan. 2019. Screen Use for Kids. [Link]
prevention/screen-use-kids. Diakses pada tanggal 11 Februari 2021.
Imron, Maurilla. 2019. Eco bricks. [Link]
Diunduh pada tanggal 11 Februari 2021
Kaiser, Barbara & Judy Sklar Rasminsky. 2007. Challenging Behaviour in Young
Children. New York City: Pearson.
McGraw-Hill Reading Wonders. 2014. Balanced Literacy Guide. New York City:
McGraw Hill Education.
Mukamal, Reena. 2019. 20 Things to Know About Children’s Eyes and Vision.
[Link]
Diunduh pada tanggal 11 Februari 2021.
Nofu, Blandina Damayanti. 2018. “Analisis Perilaku Menyeberang Jalan Anak Sekolah
di Yogyakarta” (skripsi). Yogyakarta: Universitas Atma Jaya.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2020. Modul Asesmen Diagnosis di Awal
Pembelajaran. Jakarta: Pusmenjar Kemendikbud RI.
Rasinski, Timothy dkk. (Eds.). 2012. Fluency Instruction: Research-Based Best
Practices. New York: The Guilford Press.
Robb. Laura. 2003. Teaching Reading in Social Studies, Science, and Math. New York
City: Scholastic Teaching Resources.