DASAR
TELEKOMUNIKASI
Modulasi Digital 1
Fakultas : FTI
Program studi : TEKNIK ELEKTRO
E-Learning
05
Kode Matakuliah : W5319008
Disusun oleh : Dr. Yohanes Galih Adhiyoga, [Link], M.T.
ABSTRAK TUJUAN
Matakuliah ini merupakan salah satu mata Mahasiswa mampu memahami beberapa
kuliah wajib bagi mahasiswa program studi capaian sebagai berikut :
Teknik Elektro Fakultas Teknik dan
Informatika Universitas Dian Nusantara. 1. Menjelaskan dan memahami sistem
modulasi analog
Mata Kuliah Ini membahas topik-topik yang 2. Menjelaskan dan memahami jenis-
jenis modulasi analog
meliputi: Prinsip komunikasi, Sistem
komunikasi telepon, Sistem komunikasi
radio, Sistem komunikasi satelit, Sistem
komunikasi serat optik, Sistem komunikasi
televisi, Sistem komunikasi bergerak, Sistem
komunikasi data.
MODUL 5
Modulasi Digital 1
1. Pendahuluan
Modulasi digital ialah suatu cara penumpangan sinyal digital ke dalam sinyal pembawa (carrier).
Modulasi digital ini pula bisa dibilang selaku suatu cara mengubah- ubah karakter serta sifat
gelombang pembawa sedemikian rupa alhasil wujud hasilnya (modulated carrier) mempunyai
identitas dari bit 0 ataupun bit 1 yang di milikinya. Akibatnya dengan mencermati modulated
carrier, kita dapat mengenali barisan bitnya diiringi clock (timing, sinkronisasi). Lewat cara
modulasi digital sinyal- sinyal digital tiap jenjang sanggup dikirim ke penerima dengan baik.
Untuk pengiriman ini dapat dipakai alat transmisi fisik (logam ataupun optik) maupun non fisik
(gelombang- gelombang radio).
Metode modulasi, secara umum, paling mudah dapat dilihat dengan diagram fasor (Gambar 1). I
adalah bidang referensi dalam fase (0°), sedangkan Q adalah bidang referensi kuadratur (90°),
dan di antara dua status I dan Q ini adalah sinyal (S), yang dapat bervariasi dalam fase (q) dan
amplitudo (A). Karena setiap modulasi digital akan mengubah fase atau amplitudo pembawa
(atau keduanya), ini adalah cara yang sangat efektif untuk memvisualisasikan berbagai metode
modulasi.
Gambar 1. Diagram Fasor
Sebagai contoh modulasi analog versus modulasi digital, Gambar 2 menampilkan diagram fasor
phase modulation karena tidak memiliki informasi dalam amplitudo pembawa, menyajikan
lingkaran penuh saat pembawa berputar dari 0° hingga 360°. Di sisi lain, karena modulasi AM
analog tidak mengandung informasi fase dalam pembawanya, fasornya hanya akan bervariasi
dalam amplitudo (Gambar 3).
Gambar 2. Diagram fasor dari Phase Modulation
Gambar 3. Diagram Fasor dari Amplitude Modulation
Metode modulasi analog seperti digital yang lebih efisien dimungkinkan dengan hanya
menggunakan keadaan diskrit dalam diagram fasor. Yang paling sederhana, seperti yang
dinyatakan di atas, adalah modulasi ASK/On-off Keying (OOK) (Gambar 4), yang biasanya
digunakan untuk mengirim kode Morse yang dapat dibaca manusia. OOK juga dapat digunakan
untuk mengirimkan 1 dan 0 yang dapat dibaca mesin, memungkinkan 1 bit data dikirim di antara
setiap transisi amplitudo diskrit.
Gambar 4. Diagram fasor dari modulasi ASK
Modulasi digital dasar lainnya adalah FSK nonkoheren, yang melibatkan pergeseran frekuensi,
biasanya, osilator yang dikontrol tegangan ke dua (atau lebih) frekuensi diskrit yang berbeda
(Gambar 5). FSK tidak hanya sangat sederhana untuk diterapkan pada bagian pita dasar
penerima dan pemancar, tetapi juga dapat memanfaatkan amplifier daya yang sepenuhnya jenuh,
dan dengan demikian sangat efisien, pada tahap keluaran pemancar.
Gambar 5. FSK dalam domain frekuensi
1.1 Amplitude Shift Keying (ASK)
Amplitude Shift Keying (ASK) atau pengiriman sinyal berdasarkan pergeseran amplitudo
merupakan suatu metoda modulasi dengan mengubah-ubah amplitudo. Dalam proses modulasi
ini kemunculan frekuensi gelombang pembawa tergantung pada ada atau tidak adanya sinyal
informasi digital. Keuntungan yang diperoleh dari metode ini adalah bit per baud (kecepatan
digital) lebih besar. Sedangkan kesulitannya adalah dalam menentukan level acuan yang
dimilikinya, yakni setiap sinyal yang diteruskan melalui saluran transmisi jarak jauh selalu
dipengaruhi oleh redaman dan distorsi lainnya. Oleh sebab itu meoda ASK hanya menguntungkan
bila dipakai untuk hubungan jarak dekat saja. Dalam hal ini faktor derau harus diperhitungkan
dengan teliti, seperti juga pada sistem modulasi AM. Derau menindih puncak bentuk-bentuk
gelombang yang berlevel banyak dan membuat mereka sukar mendeteksi dengan tepat menjadi
level ambangnya (Gambar 6).
Dengan skema ASK, sinyal termodulasi dapat dinyatakan oleh persamaan berikut:
A cos ωct merepresentasikan simbol 1
Xc(t) =
0 merepresentasikan simbol 0
Gambar 6. Amplitude Shift Keying (ASK)
Perhatikan bahwa sinyal termodulasi ini dalam realita fisiknya merupakan denyut-denyut yang
timbul dan mati (on-off). Sehingga modulasi ASK seringkali disebut sebagai on-off keying (OOK).
1.2 Frequency Shift Keying
Frequency Shift Keying (FSK) atau pengiriman sinyal melalui penggeseran frekuensi. Metoda ini
merupakan suatu bentuk modulasi yang memungkinkan gelombang modulasi menggeser
frekuensi output gelombang pembawa. Pergeseran ini terjadi antara harga-harga yang telah
ditentukan semula dengan gelombang output ang tidak mempunyai fasa terputus-putus. Dalam
proses modulasi ini besarnya frekuensi gelombang pembawa berubah-ubah sesuai dengan
perubahan ada atau tidak adanya sinyal informasi digital.
FSK merupakan metode modulasi yang paling populer. Dalam proses ini gelombang pembawa
digeser ke atas dan ke bawah untuk memperoleh bit 1 dan bit 0. Kondisi ini masing-masing
disebut space dan mark (Gambar 7). Keduanya merupakan standar transmisi data yang sesuai
dengan rekomendasi CCITT. FSK juga tidak tergantung pada teknik on-off pemancar, seperti yang
telah ditentukan sejak semula. Kehadiran gelombang pembawa dideteksi untuk menunjukkan
bahwa pemancar telah siap. Dalam hal penggunaan banyak pemancar (multi transmitter),
masing-masingnya dapat dikenal dengan frekuensinya.
Gambar 7. Frequency Shift Keying (FSK)
Prinsip pendeteksian gelombang pembawa umumnya dipakai untuk mendeteksi kegagalan
sistem bekerja. Bentuk dari modulated Carrier FSK mirip dengan hasil modulasi FM. Secara
konsep, modulasi FSK adalah modulasi FM, hanya disini tidak ada bermacam-macam variasi
/deviasi ataupun frekuensi, yang ada hanya 2 kemungkinan saja, yaitu More atau Less (High atau
Low, Mark atau Space). Tentunya untuk deteksi (pengambilan kembali dari kandungan Carrier
atau proses demodulasinya) akan lebih mudah, kemungkinan kesalahan (error rate) sangat
minim/kecil. Umumnya tipe modulasi FSK dipergunakan untuk komunikasi data dengan Bit Rate
(kecepatan transmisi) yang relative rendah, seperti untuk Telex dan Modem-Data dengan bit rate
yang tidak lebih dari 2400 bps (2.4 kbps).
1.3 Phase Shift Keying
Phase Shift Keying (PSK) adalah pengiriman sinyal melalui pergeseran fase. Metoda ini
merupakan suatu bentuk modulasi fase yang memungkinkan fungsi pemodulasi fase gelombang
termodulasi di antara nilai-nilai diskrit yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam proses
modulasi ini fase dari frekuensi gelombang pembawa berubah-ubah sesuai dengan perubahan
status sinyal informasi digital. Sudut fase harus mempunyai acuan kepada pemancar dan
penerima. Akibatnya, sangat diperlukan stabilitas frekuensi pada pesawat penerima. Guna
memudahkan untuk memperoleh stabilitas pada penerima, kadang-kadang dipakai suatu teknik
yang koheren dengan PSK yang berbeda-beda. Hubungan antara dua sudut fase yang dikirim
digunakan untuk memelihara stabilitas. Dalam keadaan seperti ini , fase yang ada dapat dideteksi
bila fase sebelumnya telah diketahui. Hasil dari perbandingan ini dipakai sebagai patokan
(referensi). Untuk transmisi Data atau sinyal Digital dengan kecepatan tinggi, lebih efisien dipilih
sistem modulasi PSK.
Dengan skema PSK, sinyal termodulasi dapat dinyatakan oleh persamaan berikut:
A cos ωct merepresentasikan simbol 1
Xc(t) =
A cos (ωct + π) merepresentasikan simbol 0
Dari persamaan diatas, dapat dilihat bahwa nilai pada simbol 0 akan berbeda 180° dengan simbol
0, sehingga persamaannya dapat ditulis sebagai berikut:
A cos ωct merepresentasikan simbol 1
Xc(t) =
-A cos (ωct + π) merepresentasikan simbol 0
Dua jenis modulasi PSK yang sering kita jumpai yaitu :
a. Binary Phase Shift Keying (BPSK)
BPSK adalah format yang paling sederhana dari PSK. Menggunakan dua yang tahap yang
dipisahkan sebesar 180° dan sering juga disebut 2-PSK. Modulasi ini paling sempurna
dari semua bentuk modulasi PSK. Akan tetapi bentuk modulasi ini hanya mampu
memodulasi 1 bit/simbol dan dengan demikian maka modulasi ini tidak cocok untuk
aplikasi data-rate yang tinggi dimana bandwidthnya dibatasi (Gambar 8).
Gambar 8. Binary Phase Shift Keying (BPSK)
b. Quadrature Phase Shift Keying (QPSK)
Quadrature Phase Shift Keying (QPSK) dikenal sebagai quarternary atau quadriphase PSK
atau 4-PSK, QPSK menggunakan empat titik pada diagram konstilasi, terletak di sekitar
suatu lingkaran. Dengan empat tahap, QPSK dapat mendekode dua bit per simbol
(Gambar 9). Hal ini berarti dua kali dari BPSK. Analisa menunjukkan bahwa ini mungkin
digunakan untuk menggandakan data rate jika dibandingkan dengan sistem BPSK.
Walaupun QPSK dapat dipandang sebagai sebagai suatu modulasi quaternary, lebih
mudah untuk melihatnya sebagai dua quadrature carriers yang termodulasi tersendiri.
Gambar 4. Quadrature Phase Shift Keying (QPSK)
Dengan penafsiran ini, maka bit yang digunakan untuk mengatur komponen phase pada
sinyal carrier ketika digunakan untuk mengatur komponen quadrature-phase dari sinyal
carrier tersebut. BPSK digunakan pada kedua carrier dan dapat dimodulasi dengan bebas.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Ir. Arjuni Budi P., MT Erik Haritman, [Link]., MT. Modul Dasar Sistem Telekomunikasi.
Universitas Pendidikan Indonesia, Jakarta
[2] Wahyono, Teguh, “Prinsip Dasar dan Teknologi Komunikasi Data”, Graha Ilmu,
Yogyakarta, Hal 134, 2003.
[3] Saputro, F. D. (2015). PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS
MULTIMEDIA PADA SISTEM MODULASI AMPLITUDO UNTUK MENINGKATKAN
PEMAHAMAN MATERI (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG).
[4] Sayre, Cotter W. Complete wireless design. McGraw-Hill Education, 2008.