0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan11 halaman

Definisi dan Jenis Modulasi Analog

Diunggah oleh

farahdibaana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan11 halaman

Definisi dan Jenis Modulasi Analog

Diunggah oleh

farahdibaana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DASAR

TELEKOMUNIKASI
Modulasi

Fakultas : FTI
Program studi : TEKNIK ELEKTRO

E-Learning

03
Kode Matakuliah : W5319008
Disusun oleh : Dr. Yohanes Galih Adhiyoga, [Link]. MT.
ABSTRAK TUJUAN

Matakuliah ini merupakan salah satu mata Mahasiswa mampu memahami beberapa
kuliah wajib bagi mahasiswa program studi capaian sebagai berikut :
Teknik Elektro Fakultas Teknik dan
Informatika Universitas Dian Nusantara. 1. Menjelaskan dan memahami sistem
modulasi analog
Mata Kuliah Ini membahas topik-topik yang 2. Menjelaskan dan memahami jenis-
jenis modulasi analog
meliputi: Prinsip komunikasi, Sistem
komunikasi telepon, Sistem komunikasi
radio, Sistem komunikasi satelit, Sistem
komunikasi serat optik, Sistem komunikasi
televisi, Sistem komunikasi bergerak, Sistem
komunikasi data.
MODUL 3
Modulasi
1. Pendahuluan
Pada prinsipnya proses komunikasi ialah proses pertukaran data atau [Link] pertukaran
informasi yang diartikan merupakan terbentuknya transfer data/informasi dari pengirim ke
penerima sehingga informasi dapat dimengerti oleh tujuan proses [Link] orang
mengirimkan pesan, hingga pesan tersebut tidak cuma hingga pada orang yang dikirimi,tetapi
juga dibaca dan dimengerti maksudnya oleh orang yang menjadi tujuan surat [Link]
universal,elemen komunikasi bisa ditafsirkan selaku berikut:

Gambar 1. Elemen sistem komunikasi

1.1 Pengertian Modulasi


Modulasi merupakan teknik yang digunakan untuk menumpangkan sinyal informasi pada suatu
gelombang pembawa. Sinyal informasi dengan frekuensinya rendah, ditumpangkan pada
gelombang pembawa dengan frekuensi yg jauh lebih tinggi

Modulasi digunakan untuk mengatasi ketidaksesuaian karakter sinyal dengan media (kanal) yang
[Link] proses modulasi, informasi tidak praktis dikirimkan melalui media udara.
Selain itu, diperlukan Modulasi karena :

• Mempermudah meradiasikan sinyal.


• Pengiriman sinyal akan memiliki performance yang baik.
• Mengurangi pengaruh noise dan interferensi.

Modulasi ialah cara pengubahan data jadi wujud yang cocok dengan alat transmisi. Apabila tanda
dimodulasi, hingga beliau hendak bisa menempuh jarak yang jauh dan bisa cocok dengan alat
transmisi yang dilaluinya. Sebaliknya cara sebaliknya diucap demodulasi, ialah pergantian wujud
informasi yang dikirim jadi wujud informasi yang bisa dibekuk serta dipakai oleh penerimanya
((Wahyono, Teguh, 2003).

Modulasi memanfaatkan gelombang pembawa sebagai media bagi informasi saat ditumpangkan.
Berikut merupakan kondisi apabila modulasi dilakukan dengan dan tanpa gelombang.
Tanpa gelombang pembawa

Sinyal informasi ditransmisikan pada frekuensi baseband (frek pita dasar). Misalnya : transmisi
suara antar pelanggan dan sentral dengan menggunakan media kawat.

Dengan gelombang pembawa

Sinyal informasi ditransmisikan tidak pada frekuensi baseband. Sinyal ditransmisikan pada
frekuensi gelombang pembawa dan hampir semua transmisi menggunakan gelombang pembawa

Dengan modulasi, frekuensi sinyal-sinyal suara dipindahkan ke wilayah frekuensi yang jauh lebih
tinggi, sehingga dapat ditempatkan pada daerah-daerah frekuensi yang berbeda-beda. Proses ini
disebut Frequency Division Multiplexing.

Secara umum proses modulasi dapat digambarkan dalam diagram blok berikut:

Gambar 2. Proses Modulasi

1.2 Sinyal Analog dan Digital


Berdasarkan data/informasi yang dikirimkan, komunikasi dapat dibedakan menjadi komunikasi
analog dan komunikasi dijital. Jika sinyal data/informasi berbentuk sinyal kontinyu, hingga
komunikasi itu ialah komunikasi analog. Sebaliknya buat sinyal data/informasi dijital semacam
isyarat ASCII, sinyal percakapan dan gambar dijital maka komunikasi tersebut dikenal
komunikasi dijital. Desain modulasi yang dipakai pula berlainan, buat komunikasi analog
menggunakan modulasi konvensional (AM,FM atau PM) sebaliknya komunikasi dijital memakai
modulasi FSK, PSK ataupun QAM beserta turunan masing- masing jenis modulasi itu. Saat ini
komunikasi elektronik berusaha menggunakan sinyal informasi dijital, misalnya komunikasi
telepon seluler.

Gambar 3. Contoh sinyal analog dan digital


Dalam sebuah sinyal, ada istilah amplitudo, periode dan frekuensi, panjang gelombang, serta fase
sinyal. Gambaran tentang istilah-istilah sinyal tersebut adalah sebagai berikut:

Gambar 4. Parameter gelombang (Amplitudo, periode, dan frekuensi)

Amplitudo adalah besarnya sinyal atau besarnya ayunan sinyal tersebut. Yang disebut
dengan satu gelombang terdiri dari sebuah bukit dan sebuah lembah. Sehingga Panjang
gelombang adalah jarak antara satu bukit dengan bukit berikutnya atau jarak lembah dengan
lembah berikutnya dengan satuan meter. Periode adalah waktu yang diperlukan untuk
menempuh satu bukit dengan satu lembah dalam satuan detik. Banyaknya gelombang tiap
detik disebut dengan frekuensi dengan satuan Hertz. sehingga hubungan antara frekuensi
dengan periode dapat dinyatakan:

1
𝑓 (𝐻𝑧) =
𝑇 (𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘)

Fase sinyal adalah sudut yang ditempuh dalam satu periode. Satu periode dinyatakan sebagai
360o. Sehingga fase pada saat awal gelombang (t = 0) adalah 0° dan fase pada saat menempuh
satu periode (t = T) adalah 360°.

Tabel 1. Satuan periode dan frekuensi


Gambar 5. Pengertian fase sinyal (0°, 90°, dan 180°)

Berdasarkan pengertian amplitudo, frekuensi, dan fase tersebut diatas, maka sebuah sinyal
analog periodik dapat dinyatakan dengan:

𝑠(𝑡) = 𝐴 sin(2𝜋𝑓𝑡 + 𝜃)

Sebagai contoh, sebuah sinyal dengan amplitudo (A) = 4, frekuensi (f) = 4 Hz, dan sudut fase (∅)
= 0 dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 6. Sebuah sinyal analog periodik

Pada modulasi analog, sinyal pemodulasi, berupa sinyal analog, digunakan untuk memodifikasi
sinyal pembawa. Jenis modulasi menggambarkan besaran dari sinyal pembawa yang
dimodifikasi.

1.3 Sistem Modulasi Analog


Dalam cara modulasi ini, penumpangan dicoba dengan metode mengubah- ubah patokan
gelombang pembawa dengan cara sepadan cocok ataupun menjajaki pergantian patokan tanda
datanya. Dengan tutur lain,karakter tanda data serta tanda gelombang pembawanya, berbaur jadi
satu menciptakan gelombang ataupun tanda termodulasi. Dengan cara biasa modulasi analog
dipecah jadi 3 berbagai, ialah Modulasi Amplitudo atau Amplitude Modulation( AM) Modulasi
Frekuensi/ Frequency Modulation (FM) dan Modulasi Fasa/ Phase Modulation (PM).

1.3.1 Modulasi Amplitudo/Amplitude Modulation (AM)


Modulasi amplitudo merupakan sesuatu cara modulasi dengan metode mengganti amplitudo
gelombang pembawa yang dicoba oleh tanda data. Perihal ini bisa diamati pada Gambar 7.
Gambar 7. Gambaran grafis dari suatu gelombang pembawa yang telah dimodulasi amplitudo

Modulasi Amplitudo (AM) merupakan sesuatu cara modulasi dengan metode mengganti
amplitudo gelombang pembawa yang dicoba oleh sinyal data/informasi.( PH Smale, 1986: 18).
Modulasi ini diucap pula linear modulation, maksudnya kalau perpindahan frekuensinya
bertabiat linier menjajaki sinyal data/informasi yang hendak dikirimkan.

Besarnya amplitudo sinyal data/informasi pengaruhi besarnya amplitudo dari carrier, tanpa
pengaruhi besarnya gelombang sinyal pembawa. Patokan sinyal yang hadapi perubahan
merupakan amplitudonya, Amplitudo sinyal pembawa berubah- ubah cocok dengan pergantian
amplitudo sinyal data/informasi. Bentang gelombang AM merupakan 500 Hz hingga 1600 KHz.
Bila direntangkan dengan satuan meter (m), capaian sinyal AM dapat menggapai puluhan ribu
km. Ada pula cerminan gelombang AM bisa diamati pada Gambar 8.
Gambar 8. Gelombang pembawa yang telah dimodulasi amplitudo

Persamaan Matematika untuk Modulasi Amplitudo

Persamaan matematika untuk Modulasi Amplitudo adalah sebagai berikut:

Misalkan, Sinyal informasi: 𝐴𝑚 cos 𝜔𝑚 𝑡

Sinyal/ gelombang pembawa: 𝐴𝑐 cos 𝜔𝑐 𝑡

Persamaan untuk sinyal/ gelombang termodulasi AM adalah :

𝐴𝑚
𝑉𝑐 (𝑡) = (𝐴𝑐 + 𝐴𝑚 cos 𝜔𝑚 𝑡) cos 𝜔𝑐 𝑡 = 𝐴𝑐 (1 + cos 𝜔𝑚 𝑡) cos 𝜔𝑐 𝑡
𝐴𝑐

Karena, Am/ Ac = m (Indeks Modulasi), maka

Sinyal termodulasi AM terdiri dari tiga bagian, yaitu :

• Ac cos ωc t
Untuk gelombang pembawa, dengan frekuensi fc
• ½ mAc cos (ωc – ωm)t
Untuk LSB (Lower Side Band), dengan frekuensi (fc – fm)
• ½ mAc cos (ωc + ωm) t
Untuk USB (Upper Side Band), dengan frekuensi (fc + fm)

Indeks Modulasi AM

Indikator Modulasi AM ialah analogi amplitudo sinyal data/informasi dengan amplitudo


gelombang atau sinyal pembawa. Indikator modulasi AM bisa didefinisikan dalam persamaan
berikut:

𝐴𝑚
𝑚=
𝐴𝑐
Indeks modulasi juga dapat dinyatakan dalam presentase atau disebut juga dengan kedalaman
modulasi, persamaannya :

Kedalaman modulasi (m) = (Am/Ac) x 100%

Keterangan :

(m) : indeks modulasi


Am : amplitudo gelombang pemodulasi
Ac : amplitudo gelombang pembawa

Pengaruh indeks modulasi terhadap proses modulasi sinyal pembawa menyebabkan terjadinya
tiga hal berikut.

• Am < Ac → m < 1 (Undermodulation)


Apabila indeks modulasi terlalu rendah (m < 1), maka daya sinyal termodulasi juga
rendah atau tidak maksimal. Seperti diperlihatkan pada Gambar 9.

Gambar 9. Undermodulation
• Am = Ac → m = 1 (Modulation)
Kondisi indeks modulasi m = 1 atau m = 100% adalah kondisi ideal, dimana proses
modulasi amplitudo menghasilkan output terbesar dipenerima tanpa adanya distorsi.
Seperti diperlihatkan pada Gambar 10.

Gambar 10. Modulation


Untuk menghindari keadaan overmodulasi yaitu keadaan gelombang pembawa
termodulasi lebih dari 100% atau m > 1, maka kita harus membatasi besar kecilnyaa
modulasi yang terjadi.
• Overmodulation
Apabila indeks modulasi terlalu besar (m > 1), maka hasil sinyal termodulasi AM akan
cacat. Seperti diperlihatkan pada Gambar 11.

Gambar 11. Overmodulation


Untuk menghindari keadaan overmodulasi yaitu keadaan gelombang pembawa
termodulasi lebih dari 100% atau m > 1, maka kita harus membatasi besar kecilnyaa
modulasi yang terjadi.

1.3.2 Spektrum Frekuensi dari Sinyal AM


Bila suatu gelombang pembawa sinusoidal dengan frekuensi fc Hz dimodulasi amplitudo oleh
suatu sinyal pemodulasi dengan frekuensi fm Hz, maka gelombang pembawa yang telah
dimodulasikan tersebut akan mempunyai tiga frekuensi sebagai berikut :

• Frekuensi pembawa asli, fc Hz


• Jumlah frekuensi gelombang pembawa dan sinyal pemodulasi atau disebut frekuensi sisi
atas, (fc + fm) Hz.
• Selisih antara frekuensi-frekuensi gelombang pembawa dan sinyal pemodulasi atau
disebut frekuensi sisi bawah, (fc - fm) Hz.

Menurut FCC (Federation Communication Comission), Lebar band (Bandwidth) untuk satu
stasiun AM Broadcast adalah 10 kHz ( (fc + fm) – (fc - fm) = 2 fm ). Hal ini diperlihatkan pada Gambar
12.

Gambar 12. Spektrum frekuensi gelombang yang telah dimodulasi

Kelebihan dari Modulasi Amplitudo antara lain:

• Jangkauan siaran dengan frekuensi ini lebih jauh


• AM cocok digunakan untuk stasiun radio yang mempunyai pendengar mayoritas jauh
dari stasiun pemancarnya
• Biaya untuk pemancar AM lebih murah

Sedangkan kelemahan dari Modulasi Amplitudo yaitu:

• Dapat terganggu oleh gangguan atmosfer


• Lebar Band (Bandwidth) yang sempit juga membatasi kualitas suara yang dapat
dipancarkan.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Pramaita,Nyoman. RANCANG BANGUN SISTEM KOMUNIKASI RADIO DIGITAL SEBAGAI
REMOTE KONTROL SAKLAR LAMPU PADA BANGUNAN BERBUDAYA BALI. Fakultas
Teknik Universitas Udayana . Rancang Bangun Sistem Komunikasi Radio Vol. 9 No.1
Januari – Juni 2010.
[2] Ir. Arjuni Budi P., MT Erik Haritman, [Link]., MT. Modul Dasar Sistem Telekomunikasi.
Universitas Pendidikan Indonesia, Jakarta
[3] Sudjendro, Herry. Teknik Transmisi Telekomunikasi Edisi Pertama [Link]
Pendidikan & Kebudayaan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik & Tenaga
Kependidikan,th. 2013: Jakarta
[4] Wahyono, Teguh, “Prinsip Dasar dan Teknologi Komunikasi Data”, Graha Ilmu,
Yogyakarta, Hal 134, 2003.
[5] Saputro, F. D. (2015). PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS
MULTIMEDIA PADA SISTEM MODULASI AMPLITUDO UNTUK MENINGKATKAN
PEMAHAMAN MATERI (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG).

Anda mungkin juga menyukai