Dasar Telekomunikasi dan Parameter Jaringan
Dasar Telekomunikasi dan Parameter Jaringan
TELEKOMUNIKASI
Parameter dan Topologi Jaringan
Telekomunikasi
Fakultas : FTI
Program studi : TEKNIK ELEKTRO
Tatap Maya
02
Kode Matakuliah : W5319008
Disusun oleh : Dr. Yohanes Galih Adhiyoga, [Link]. MT.
ABSTRAK TUJUAN
Matakuliah ini merupakan salah satu mata Mahasiswa mampu memenuhi beberapa
kuliah wajib bagi mahasiswa program studi capaian berikut:
Teknik Elektro Fakultas Teknik dan Informatika
Universitas Dian Nusantara. 1. Menjelaskan dan memahami
parameter telekomunikasi
Mata Kuliah Ini membahas topik-topik yang 2. Memahami prinsip komunikasi radio
meliputi: Prinsip komunikasi, Sistem
komunikasi telepon, Sistem komunikasi radio,
Sistem komunikasi satelit, Sistem komunikasi
serat optik, Sistem komunikasi televisi, Sistem
komunikasi bergerak, Sistem komunikasi data.
MODUL 2
Parameter dan Topologi Jaringan Telekomunikasi
1. Pendahuluan
Bab ini membahas istilah-istilah dasar telekomunikasi. Istilah seperti analog, digital dan
bandwidth akan digunakan dalam konteks pekerjaan para profesional sehari-hari. Pemahaman
terhadap terminologi-terminologi yahg fundamental akan menjadi dasar untuk mempelajari
layanan telekomunikasi tingkat tinggi. Pengetahuan tentang konsepkonsep fundamental seperti
digital, analog, bandwidth, kompresi, protokol, kode dan bit dapat digunakan untuk memahami
bermacam-macam teknologi, seperti layanan digital berkecepatan tinggi dan jaringan konvergen
dan tanpa kabel (convergence & wireless network). Teknologi-teknologi ini, seperti juga Internet,
sedang mengubah cara orang Amerika berbisnis dengan melahirkan layanan-layanan
telekomunikasi baru dan mernbuat komunitas dunia luas yang lebih kecil dan saling terhubung.
Protokol adalah unsur penting yang dapat membuat berbagai komputer saling berkomunikasi.
Protokol dapat diumpamakan sebagai etiket antarkornputer. Seperti etiket yang mengajarkan
agar orang berjabatan tangan terlebih dahulu, bagaimana cara orang saling menyapa, dan aturan
tamu untuk merunggalkan acara-acara pesta, demikian juga protokol mengajarkan aturan kapan
komputer mengirimkan data dan sejauh mana komputer menunggu jawaban sebelum
mengakhiri transmisi. Protokol menangani fungsi-fungsi seperti koreksi kesalahan (error
correction), deteksi kesalahan (error detection) dan pengiriman atau transmisi file secara umum
agar komputer dapat saling "berbicara" satu sama lain. Sebuah komputer dapat mengirim data
ke komputer-kornputer lain rnenggunakan protokol, seperti IPX, protocol dari NetWare yang
didesain untuk komunikasi pada jaringan lokal (LAN).
Komputer, printer, dan peralatan yang berasal dari bermacam-macam vendor juga perlu untuk
dapat mengirim informasi seperti surat elektronik dan attachment melewati jaringan. Ini adalah
peranan arsitektur dan rangkaian protokol. Arsitektur mengikat komputer dan peralatan
pendukungnya menjadi satu. Lapisan (layer) di dalam arsitektur memiliki protokol untuk
mendefinisikan fungsi-fungsi seperti pencarian rute (routing), pemeriksaan kesalahan (error
checking) dan pengalamatan (addressing).
Arsitektur paket protokol dapat diumpamakan sebagai payung yang di bawahnya terdapat
protocol protokol dan peralatan yang saling berkomunikasi. Komputer di dalam kantor-kantor
perusahaan secara fisik terhubung bersama melalui local area network (LAN) yang berada di
dalam bangunan atau lingkungan kampus. LAN menghubungkan komputer, printer, scanner, dan
bermacam-macam peralatan seperti modem, unit konferensi video, dan unit faksimile. LAN
dihubungkan dengan LAN yang lain melalui metropolitan area network (MAN), dan wide area
network (WAN). Pertumbuhan jumlah peralatan dan peralatan pendukung pada LAN akan
menambah kepadatan data jaringan. Pengguna akan merasakan kepadatan jaringan saat terjadi
penundaan (delay) pada transmisi dan penerimaan e-mail dan pencarian basis data, misalnya.
Bab ini membahas mengapa terjadi kepadatan pada LAN, serta bagaimana perusahaan-
perusahaan menghilangkan kepadatan ini.
Satu solusi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas pada wide area network adalah dengan
penggunaan multiplexing. Multiplexing membuat berbagai peralatan dapat berbagi satu jalur
telepon. Sebagai contoh, T-1 menyediakan 24 jalur komunikasi pada satu jalur hubungan
berkecepatan tinggi. Skema-skema multiplexing yang lebih baru bahkan dapat bertambah
kapasitasnya. T-3 menyediakan 672 jalur komunikasi pada satu hubungan telekomunikasi.
Skema-skema multiplexing ini membuat organisasi-organisasi swasta dan non profit dapat
membawa sejumlah besar lalu lintas data, video dan gambar antar tempat. T-3 adalah cara yang
penting untuk pusat panggilan yang besar, seperti perusahaan penerbangan, agar dapat
menangani volume ratusan panggilan telepon yang datang.
Cara lain untuk menambah kapasitas untuk berbagai aplikasi, seperti grafik, citra sinar-x dan
video berbasis Internet adalah dengan penggunaan kompresi (compression). Kompresi
memampatkan sejumlah besar data menjadi berukuran lebih kecil. Dalam kenyataannya,
tersedianya sistem konferensi video yang terjangkau dapat dimungkinkan dengan kemajuan
teknologi kom presi. Kompresi membuat gambar video dapat "pas" ke dalam jalur telepon yang
lebih lambat, dibandingkan tanpa penggunaan kompresi. Sebelum teknologi kompresi
dikembangkan, diperlukan jalur telekomunikasi berkecepatan tinggi dengan biaya mahal untuk
konferensi video.
Kompresi telah memberikan efek besar pada dunia Internet, terutama penggunaannya pada
streaming media. Internet bukan lagi tempat untuk teks dan gambar saja. Kombinasi kompresi
dan komputer yang kuat dan modem .-ng cepat dapat memungkinkan kita mendengar suara
berkualitas melalui Internet. Kualitas video melalui Internet akan terus berkembang, seiring
dengan semakiin lazimnya jaringan telepon digital berkecepatan tinggi.
Layanan-layanan analog, seperti suara, radio dan sinyal TV, bergetar atau berosilasi dalam
rentang (range) frekuensi tertentu. Sebagai contoh, suara berada pada rentang 300 sampai 3300
Hz. Bandwidth, atau rentang frekuensi yang digunakan sebuah layanan, ditentukan dengan
mengurangi batas rentang atas dengan batas rentang bawah. Jadi, rentang suara yang disalurkan
ke jaringan telepon publik adalah 3000 hertz (3300 minus 300), atau dapat juga ditulis Hz atau
siklus per detik.
Bandwidth 3000-siklus yang dialokasikan untuk setiap percakapan pada jaringan publik terlalu
lambat untuk komputer digital saat berkomunikasi melalui jalur analog lewat modem. Modem,
yang memungkinkan komputer digital dan mesin faksimile berkomunikasi lewat jalur telepon
analog, memiliki cara untuk mengatasi beberapa keterbatasan kecepatan di jaringan publik yang
sebagian analog.
Mengirim sinyal telepon analog dapat dianalogikan dengan mengirim air lewat pipa. Aliran air
kehilangan tenaganya saat disalurkan melalui sebuah pipa. Semakin jauh pipa yang dilalui,
semakin banyak tenaga yang hilang dan aliran menjadi semakin lemah. Demikian juga, sinyal
analog menjadi semakin lemah setelah melalui jarak yang jauh, baik sinyal tersebut dikirim
melalui kawat ternbaga, kabel coaxial atau melalui udara sebagai sinyal radio atau gelombang
rnikro. Sinyal yang bertemu dengan resistan di dalam media pengirimannya (baik tembaga, kabel
coaxial atau udara) diperlemah. Pada percakapan suara, suara dapat terdengar lebih pelan. Selain
bertambah lemah, sinyal analog juga rnemungut interferensi elektrik, atau "desah" (noise) dari
dalam jalur. Kabel listrik, petir dan mesin-mesin listrik semuanya menginjeksikan desah dalam
bentuk energi listrik pada sinyal analog. Pada percakapan suara, noise pada jalur analog dapat
terdengar statik.
Untuk mengatasi resistan dan meningkatkan sinyal, sebuah gelombang analog dikuatkan secara
periodis menggunakan alat yang disebut amplifer (penguat). Menguatkan sinyal analog yang
telah dilemahkan bukannya tanpa masalah. Pada layanan analog, amplifier yang menguatkan
sinyal tidak dapat membedakan antara energi listrik yang hadir dalam bentuk noise dengan suara
atau data aktual yang ditransmisikan. Maka noise juga ikut dikuatkan bersama sinyal. Pada
percakapan telepon, orang mendengar statik pada latar saat hal ini terjadi. Saat noise pada
transmisi data ikut dikuatkan, noise dapat menyebabkan terjadinya kesalahan pada transmisi.
Sebagai contoh, pada transmisi data keuangan, sales penerima transmisi dapat menerima jumlah
$300.000, padahal informasi yang dikirim sebenarnya $3 juta.
Baik sinyal analog dan digital masing-masing memiliki kelemahan. Volume kedua sinyal makin
berkurang terhadap jarak, rnakin lemah dan mudah menerima gangguan atau interferensi,
termasuk gangguan statik. Namun sinyal digital dapat "direparasi" dengan lebih baik
dibandingkan sinyal analog. Gambar 1.2 mengilustrasikan bahwa pada saat sinyal digital
kehilangan kekuatan dan melemah terhadap jarak, peralatan untuk meregenerasi sinyal pada
jalur dapat mengetahui apakah setiap bit bernilai satu atau nol dan kemudian membangkitkan
ulang bit-bit tersebut. Noise atau gangguan statik dapat dihilangkan. Noise pada sinyal digital
tidak diregenerasi ulang, seperti pada sinyal analog, pada Gambar 1.2. Orang yang dari saat
pertama kali telah terbiasa menggunakan telepon digital tanpa kabel mengomentari adanya
perbaikan kejernihan suara dibandingkan terhadap layanan analog seluler.
Gambar 1.2 Noise yang ikut dikuatkan pada jalur analog; dihilangkan pada layanan digital
Selain kejernihan suara, sinyal digital memiliki lebih sedikit kesalahan/error. Pada transmisi
analog, di mana noise ikut dikuatkan, peralatan penerima dapat menginterpretasikan sinyal yang
telah dikuatkan sebagai bit informasi. Orang yang menggunakan modem untuk mengirim data
sering menerima data salah. Pada transmisi digital, di mana noise dikesampingkan, kesalahan
lebih jarang terjadi, lebih sedikit error pada transmisi.
Orang biasa menggunakan istilah bit, baud rate, dan bytes saling bergantian. Namun artinya
sedikit berbeda. Kecepatan pensinyalan pada jalur analog disebut baud rate. Baud rate diukur
secara berbeda dengan bit per detik. Bit per detik adalah jumlah aktual bit yang dikirim dalam
selang waktu titik A dan titik B. atau jumlah informasi atau data yang ditransmisikan pada
gelombang listrik di jalur telepon analog.
Satu baud adalah satu sinyal atau gelombang analog elektrik. Satu siklus sinyal analog sama
dengan satu baud. Sebuah siklus lengkap dimulai pada tegangan nol, menuju ke tegangan
tertinggi dan turun ke tegangan terendah dan kembali lagi ke tegangan nol. Sebuah jalur 1200
baud berarti bahwa sinyal analog melengkapi 1200 siklusnya pada jangka waktu satu detik.
Sebuah jalur 2400 baud melengkapi 2400 siklus gelombang tiap detik. Istilah baud rate hanya
ditujukan pada sinyal analog elektrik dan tidak mengindikasikan jumlah informasi yang dikirim
oleh sinyal tersebut.
Jaringan penghubung publik beroperasi pada 2400 baud. Karena jaringan publik hanya dapat
membawa 2400 bit per detik, para pengguna komunikasi data akan sering terganggu saat
menerima dan mengirim informasi melalui jalur telepon analog. Untuk mencapai kapasitas yang
lebih besar, manufaktur-manufaktur modem mendesain modem yang dapat menambah lebih
dari satu bit pada tiap sinyal analog atau baud. Maka, sebuah modem 9600 bit per detik dapat
membuat setiap gelombang analog membawa empat bit data per gelombangnya (9600 . 2400 =
4). Pernyataan bahwa 9600 bps modem beroperasi pada 2400 baud adalah benar. Sebuah modem
28.800 menempatkan 12 bit data kc dalam tiap sinyal atau gelombang elektrik dan tetap
menggunakan jalur 2400 baud.
Baud rate ditujukan pada transmisi analog, bukan digital. Layanan digital tidak menggunakan
gelombang untuk membawa informasi. Informasi dibawa sebagai sinyal elektrik on dan off dalam
wadah kabel tembaga, dan berbentuk pulsa cahaya on dan off pada jalur serat optik. Pada layanan
digital, sebuah jalur 56.600 bit per detik dapat membawa 56.600 bit tiap detiknya. Kecepatannya
adalah 56 Kbps, atau 56 kilobit per detik.
Bit
Agar komputer dapat bercakap-cakap dalam "bahasa" yang umum, bit-bit digital disusun menjadi
kode seperti ASCII untuk komputer personal dan EBCDIC untuk komputer mainframe dan
minikomputer IBM. Kode membuat komputer dapat menerjemahkan bit-bit biner on dan off
menjadi informasi. Sebagai contoh, komputer-komputer berjarak jauh dapat membaca pesan
email sederhana karena berada pada ASCII. ASCII (American Standard Code for Information
lnterchange) adalah kode tujuh bit yang digunakan oleh PC. Kode ASCII terbatas pada 128
karakter. Tambahan pada ASCII mendukung penggunaan kode delapan bit. Kebanyakan PC
sekarang menggunakan ASCII lanjutan (extended ASCII). Karakter-karakter ini termasuk semua
huruf kapital dan kecil pada alfabet, bilangan dan tanda-tanda baca seperti !, " dan: (lihat Tabel
1.1).
Karena hanya ada 128 atau 256 dengan karakter ASCII lanjutan, pemformatan seperti cetak tebal,
garis bawah, tabulasi dan kolom tidak termasuk ke dalam kode ASCII. Program pengolah kata dan
lembar kerja khusus meambahkan kode-kode tersendiri untuk memasukkan pemformatan dan
fasilitas-fasilitas khusus. Maka, dokumen MicrosoftWord®, sebagai contoh, perlu
"diterjemahkan" jika akan "dibaca" oleh program WordPerfect®. Setiap program menggunakan
susunan bit yang berbeda, misalnya untuk pemforrnatan kolom, tabulasi dan footer. Masing-
masing menambah format kode rniliknya di samping kode standar ASCII. Mengirim dokumen
antar kom-puter di ASCII membuat dokumen dapat dibaca pada semua PC. Namun, pemformatan
khusus seperti tabulasi, tabel, kolom dan cetak tebal tidak termasuk ke dalam transmisi.
Byte
Setiap karakter yang dibangkitkan komputer disebut satu byte (8 bit). Satu bit berarti hanya satu
sinyal on atau off. Keseluruhan karakter adalah satu byte. Sebuah dokumen satu halaman dapat
memiliki 250 kata dengan rata-rata lima huruf per kata. Isi sama dengan 5 x 25O, atau 1250 byte
atau karakter. Namun, dapat juga mengandung 8750 bit jika tiap karakter dibangun dengan 7 bit.
Kesimpulannya, satu byte adalah satu karakter yang tersusun atas tujuh atau delapan bit. Satu bit
adalah satu sinyal on atau off.
1.2.2 Bandwidth
Pada telekomunikasi, bandwidth mengacu ke kapasitas. Bandwidth diekspresikan secara
berbeda pada transmisi digital dan analog. Kapasitas angkutan pada media analog, seperti kabel
coaxial, dinyatakan dalam hertz. Hertz adalah cara untuk mengukur kapasitas atau frekuensi
layanan-layanan analog. Sebagai contoh, seseorang mungkin mengatakan kabel coaxial memiliki
bandwidth 400 MHz; 400 Mhz berarti empat ratus juta siklus tiap detik. Kapasitas kabel dapat
dinyatakan dalam frekuensi 400 MHz. Bandwidth layanan analog adalah perbedaan antara
frekuensi tertinggi dan terendah di dalam medium saat membawa lalu lintas data. Pengkabelan
yang membawa data antara 200 MHz dan 300 MHz memiliki bandwidth, atau frekuensi 100 MHz.
Semakin besar perbedaan antara frekuensi tertinggi dan frekuensi terendah, semakin besar
kapasitas atau bandwidth.
Pada layanan digital seperti ISDN, T-1, dan ATM, kecepatan dinyatakan dalam bit per detik. Secara
sederhana, bit per detik adalah jumlah bit yang dapat ditransmisikan dalam satu detik. T-1
memiliki bandwidth sebesar 1,54 juta per detik. Bandwidth dalam istilah bit per detik atau hertz
dapat dinyatakan dalam banyak cara. Beberapa di antaranya termasuk:
• Saluran individual ISDN memiliki bandwidth 64 ribu bit per detik, 64 kilobit per detik
atau 64 Kbps.
• Rangkaian T-1 memiliki bandwidth 1,54 juta per detik, 1,54 juta bit per detik atau 1,54
Mbps.
• Salah satu versi ATM memiliki kapasitas sebesar 622 juta bit per detik, 622 megabit per
detik, atau 622 Mbps.
• Versi lain ATM memiliki kapasitas 13,22 milyar bit per detik, 13,22 Gigabit per detik atau
13,22 Gbps.
• Seribu Gigabit disebut sebagai satu Terabit; 10 terabit per detik = [Link].000 bit
per detik.
Selain bit per detik dan hertz, kecepatan kadang-kadang mengacu sebagai narrowband (jalur
sempit) dan wideband (jalur lebar). Seperti air dimuat pada pipa lebar dan bergerak lebih cepat,
jalur wideband membawa lebih banyak informasi daripada jalur narrowband, dan istilah
wideband menjurus kepada kecepatan layanan yang lebih tinggi daripada narrowband. Kembali,
kecepatan digital diekspresikan dalam bit per detik dan kecepatan analog diekspresikan dalam
hertz. Televisi dan kabel dibawa pad kecepatan wideband. Jalur yang saling menghubungkan
kantor-kantor telepon menggunakan layanan wideband. Panggilan suara, video dan data
ditransportasikan dalam jaringan penyedia layanan secara umum dibawa pada kecepatan
wideband. Namun, kebanyakan lalu lintas kantor menuju rumahrumah individu dan bisnis
dibawa pada kecepatan narrowband yang lebih lambat.
1.2.3 Arsitektur
Arsitektur mengikat banyak protokol yang berbeda-beda. Model-model standar dan perusahaan-
perusahaan yang dominan, seperti IBM mengembangkan arsiur. Pada pertengahan 1970-an, IBM
telah menjual kepada pelanggannya sejurnlah printer, terminal dan mainframe dan mini-
komputer. Peralatan-peralatan ini saling berkomunikasi melalui sejurnlah protokol yang tidak
kompatibel. Sebuah arsitektur telah dikembangkan oleh IBM untuk membuat berbagai
peralatannya dapat saling berhubungan. Arsitektur ini disebut SNA dan hanya spesifik ke IBM.
Selama periode yang sama, sebuah arsitektur dikembangkan oleh International Standards
Organization atau ISO. Arsitektur ini, Interkonektivitas Sistem Terbuka (Open System
Interconnectivity) atau OSI dikembangkan agar peralatan dari berbagai vendor dapat saling
bekomunikasi. Ini adalah sebuah arsitektur yang terbuka. Saat OSI belum terimplementasi secara
luas, OSI telah, memiliki pengaruh yang mendalam pada telekomunikasi. OSI meletakkan dasar
konsep komunikasi terbuka (open communication) di antara banyak manufaktur perangkat.
Tujuan dibuatnya model referensi OSI ini adalah agar menjadi rujukan untuk para vendor dan
developer sehingga produk atau software yang mereka buat dapat bersifat interporate, yang
berarti dapat bekerja sama dengan sistem atau produk lainnya tanpa harus melakukan upaya
khusus dari si pengguna. Pada prosesnya model OSI dibagi menjadi tujuh layer yang mana tiap
layer tersebut memiliki peran yang saling terkait antara layer diatas dengan layer yang
dibawahnya. Berikut ini penjelasan mengenai tujuh layer OSI.
Layer 1 adalah layer paling dasar, yaitu physical layer. Layer ini bertanggung jawab untuk
mentransmisikan bit data digital dari physical layer perangkat pengirim (sumber) menuju ke
physical layer perangkat penerima (tujuan) melalui media komunikasi jaringan. Pada physical
layer data ditransmisikan menggunakan jenis sinyal yang didukung oleh media fisik, seperti
tegangan listrik, kabel, frekuensi radio atau infrared maupun cahaya biasa.
Layer 2 adalah data link layer. Data link layer bertanggung jawab untuk memeriksa kesalahan
yang mungkin terjadi pada saat proses transmisi data dan juga membungkus bit kedalam bentuk
data frame. Data link layer juga mengelola skema pengalamatan fisik seperti alamat MAC pada
suatu jaringan. Data link layer merupakan salah satu layer OSI yang cukup kompleks, oleh karena
itu layer ini kemudian dibagi lagi menjadi dua sublayer, yaitu layer Media Access Control (MAC)
dan Layer Logical Link Control (LLC). Layer Media Access Control (MAC) bertanggung jawab
untuk mengendalikan bagaimana sebuah perangkat pada suatu jaringan memperoleh akses ke
medium dan izin untuk melakukan transmisi data. Layer Logical Link Control (LLC) bertanggung
jawab untuk mengidentifikasi dan membungkus protokol network layer dan mengontrol
pemeriksaan kesalahan dan juga melakukan sinkronisasi pada frame.
Layer 3 disebut network layer. Network layer bertanggung jawab untuk menetapkan jalur yang
akan digunakan untuk melakukan transfer data antar perangkat di dalam suatu jaringan. Router
jaringan beroperasi pada layer ini, yang mana juga menjadi fungsi utama pada layer network
dalam hal melakukan routing. Routing memungkinkan paket dipindahkan antar komputer yang
terhubung satu sama lain. Untuk mendukung proses routing ini, network layer menyimpan
alamat logis seperti alamat IP untuk setiap perangkat pada jaringan. Layer Network juga
mengelola pemetaan antara alamat logikal dan alamat fisik. Dalam jaringan IP, pemetaan ini
dilakukan melalui Address Resolution Protocol (ARP).
Layer 4 adalah transport layer. Transport layer bertanggung jawab untuk mengirimkan pesan
antara dua atau lebih host didalam jaringan. Transport layer juga menangani pemecahan dan
penggabungan pesan dan juga mengontrol kehandalan jalur koneksi yang diberikan. Protokol
TCP merupakan contoh yang paling sering digunakan pada transport layer.
Layer 5 adalah session layer. Session layer bertanggung jawab untuk mengendalikan sesi koneksi
dialog seperti menetapkan, mengelola dan memutuskan koneksi antar komputer. Untuk dapat
membentuk sebuah sesi komunikasi, session layer menggunakan sirkuit virtual yang dibuat oleh
transport layer.
Layer 6 adalah presentation layer. Presentation layer bertanggung jawab untuk mendefinisikan
sintaks yang digunakan host jaringan untuk berkomunikasi. Presentation layer juga melakukan
proses enkripsi/ dekripsi informasi atau data sehingga mampu digunakan pada lapisan aplikasi.
Layer 7 adalah application layer. Application layer merupakan lapisan paling atas dari model OSI
dan bertanggung jawab untuk menyediakan sebuah interface antara protokol jaringan dengan
aplikasi yang ada pada komputer. Application layer menyediakan layanan yang dibutuhkan oleh
aplikasi, seperti menyediakan sebuah interface untuk Simple Mail Transfer Protocol (SMTP),
telnet dan File Transfer Protocol (FTP). Pada bagian sinilah dimana aplikasi saling terkait dengan
jaringan.
Proses berjalannya data dari suatu host ke host lain pada sebuah jaringan terbilang cukup
panjang, semua data tersebut harus melalui setiap layer dari OSI untuk dapat sampai ke host
tujuan. Contoh misalnya ketika anda akan mengirimkan sebuah email ke komputer lain pada
sebuah jaringan komputer.
Proses yang terjadi pertama adalah pada application layer, yaitu menyediakan program aplikasi
email yang akan digunakan untuk mengirim data ke komputer lain melalui jaringan. Pada
presentation layer email tersebut kemudian dikonversi menjadi sebuah format jaringan.
Kemudian pada session layer akan dibentuk sebuah sesi perjalanan data tersebut dari mulai
dibentuk hingga selesainya proses pengiriman. Pada transport layer data tersebut dipecah
menjadi bagian-bagian kecil lalu kemudian akan dikumpulkan kembali pada transport layer si
penerima. Pada network layer akan dibuatkan sebuah alamat dan ditentukan jalan yang akan
dilalui oleh data tersebut untuk dapat sampai ke tujuan. Pada data link layer data tersebut
dibentuk menjadi sebuah frame dan alamat fisik dari perangkat pengirim dan penerima akan di
tetapkan. Kemudian pada layer terakhir physical layer mengirimkan data tersebut melalui
sebuah medium jaringan, menuju ke lapisan transport si penerima. Lalu kemudian alur yang
sama terjadi pada komputer tujuan namun dimulai dari layer paling bawah (physical layer)
hingga ke layer paling atas (application layer).
Dengan kompresi, data yang ditransmisikan dibuat lebih kecil dengan cara menghilangkan white
space dan citra yang redundan, dan dengan menyingkat huruf-huruf yang paling sering timbul.
Sebagai contoh, dengan faksimile, kompresi menghilangkan white space dari gambar dan hanya
mengirirnkan citranya. Modem menggunakan kompresi untuk mencapai kecepatan transmisi,
atau saluran yang lebih tinggi. Masukan adalah jumlah aktual data berguna yang dikirimkan pada
suatu transmisi. Saat modem yang dilengkapi dengan kompresi mengirim teks, kata-kata yang
diulang disingkat menjadi kode yang lebih kecil. Sebagai contoh, huruf E, T. O. dan I sering muncul
dalam teks. Kompresi akan mengirimkan versi pendek huruf-huruf ini dengan 3 bit daripada
keseluruhan delapan bit untuk huruf E, T. O dan I. Karena itu, satu halaman teks kemungkinan
dapat dikirim menggunakan 1600 bit daripada 2200 bit.
Modem menggunakan kompresi untuk mengirimkan data komputer dalam jumlah lebih besar
dalam waktu lebih singkat melalui jalur analog. Sebagai contoh, jika ada sebuah berkas pengolah
kata sepanjang sepuluh halaman, kompresi yang menghilangkan white space, karedundan
menyingkat karakter, mungkin dapat memampatkan dokumen tersebut menjadi rujuh halaman.
Tujuh halaman data memerlukan waktu yang lebih singkat untuk ditransmisikan daripada
sepuluh halaman. Ini adalah contoh kompresi yang meningkatkan masukan, atau jumlah
informasi yang dikirim melalui sebuah jalur dalam suatu waktu. Telecommuter yang mengakses
dan mengirimkan data kepada lokasi korporat sering menggunakan modem yang dilengkapi
dengan kompresi untuk mentransmisikan berkas secara lebih cepat. Kompresi yang cocok
diperlukan baik pada rumah telecommuter maupun situs korporat (Lihat Gambar 1.4).
Gambar 1.4 Contoh kompresi pada modem
Multiplexing mengkombinasikan lalu lintas dari banyak peralatan telepon atau data ke dalam
satu aliran (stream) sehingga banyak peralatan dapat memakai bersama-sama saluran
telekomunikasi. Seperti kompresi, multiplexing membuat pemakaian jalur telepon lebih efisien.
Namun, tidak seperti kompresi, multiplexmg tidak mengubah data aktual yang dikirim. Peralatan
multiplexing berada pada perusahaan telepon lokal, perusahaan telepon jarak jauh, dan pada
penghubung pemakai akhir. Multiplexing diasosiasikan baik dengan layanan analog dan digital.
Contoh multiplexing melalui fasilitas digital meliputi T-1, sebagian T-1, T-3, ISDN dan teknologi
ATM.
Teknik multiplexing yang tertua dirancang oleh AT&T untuk digunakan dengan layanan suara
analog. Tujuannya adalah untuk membuat pemakaian bagian-bagian mahal dari jaringan telepon
publik menjadi lebih efisien, yaitu kabel-kabel luar yang digunakan untuk saling menghubungkan
rumahrumah dan kantor telepon. Teknik analog ini disebut frequency division multiplexing.
Pembagian frekuensi (frequency division) memperbanyak pembagian jangkauan frekuensi di
antara banyak pemakai. Banyak panggilan suara dan data selanjutnya dapat berbagi jalur antar
kantor-kantor pusat. Maka, AT&T tidak perlu mengkonstruksi hubungan kabel untuk tiap
percakapan. Tetapi, banyak percakapan dapat berbagi kabel yang sama antar kantor pusat
telepon.
Skema multiplexing digital juga membuat banyak potongan suara dan data untuk berbagi satu
jalur. Skema multiplexing digital beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi dan membawa lebih
banyak lalu lintas daripada multiplexing analog. Sebagai contoh, T-3 membawa 672 percakapan
melalui satu jalur pada kecepatan 45 megabit per detik (lihat Gambar 1.5). Pada multiplexing
analog dan digital, diperlukan sebuah multiplexer yang cocok pada akhir pengiriman dan
penerimaan saluran komunikasi.
Gambar 1.5 Contoh Multiplexer untuk berbagi satu jalur telepon
• Node – node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan pada kedua ujung kabel
ditutup dengan terminator.
• Sangat sederhana dalam instalasi
• Sangat ekonomis dalam biaya.
• Paket‐paket data saling bersimpangan pada suatu kabel
• Tidak diperlukan hub, yang banyak diperlukan adalah Tconnector pada setiap ethernet
card.
• Problem yang sering terjadi adalah jika salah satu node rusak, maka jaringan keseluruhan
dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
• Cukup mudah untuk mengubah dan menambah komputer ke dalam jaringan yang
menggunakan topologi star tanpa mengganggu aktvitas jaringan yang sedang
berlangsung.
• Apabila satu komputer yang mengalami kerusakan dalam jaringan maka computer
tersebut tidak akan membuat mati seluruh jaringan star.
• Kita dapat menggunakan beberapa tipe kabel di dalam jaringan yang sama dengan hub
yang dapat mengakomodasi tipe kabel yang berbeda.
• Memiliki satu titik kesalahan, terletak pada hub. Jika hub pusat mengalami kegagalan,
maka seluruh jaringan akan gagal untuk beroperasi.
• Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus ditarik ke satu
central point, jadi lebih banyak membutuhkan lebih banyak kabel daripada topologi
jaringan yang lain.
• Jumlah terminal terbatas, tergantung dari port yang ada pada hub.
• Lalulintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat.
• Node‐node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel, dengan bentuk jaringan seperti
lingkaran.
• Sangat sederhana dalam layout seperti jenis topologi bus.
• Paket‐paket data dapat mengalir dalam satu arah (kekiri atau kekanan) sehingga collision
dapat dihindarkan.
• Problem yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu: jika salah satu node rusak maka
seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
• Tipe kabel yang digunakan biasanya kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe 6).
• Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadinya collision dapat dihindarkan.
• Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanan dari
server.
• Dapat melayani aliran lalulintas data yang padat, karena data dapat bergerak kekiri atau
ke kanan.
• Waktu untuk mengakses data lebih optimal.
• Apabila ada satu komputer dalam ring yang gagal berfungsi, maka akan mempengaruhi
keseluruhan jaringan.
• Menambah atau mengurangi computer akan mengacaukan jaringan.
• Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang.
• Topologi mesh memiliki hubungan yang berlebihan antara peralatan‐peralatan yang ada.
• Susunannya pada setiap peralatan yang ada didalam jaringan saling terhubung satu sama
lain.
• jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak, tentunya ini akan sangat sulit sekali
untuk dikendalikan dibandingkan hanya sedikit peralatan saja yang terhubung.
• Sulitnya pada saat melakukan instalasi dan melakukan konfigurasi ulang saat jumlah
komputer dan peralatan‐peralatan yang terhubung semakin meningkat jumlahnya.
• Biaya yang besar untuk memelihara hubungan yang berlebih.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Ir. Arjuni Budi P., MT Erik Haritman, [Link]., MT. Modul Dasar Sistem Telekomunikasi.
Universitas Pendidikan Indonesia, Jakarta
[2] Sudjendro, Herry. Teknik Transmisi Telekomunikasi Edisi Pertama [Link]
Pendidikan & Kebudayaan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik & Tenaga
Kependidikan,th. 2013: Jakarta