Linear
Programming
dan Analisis
Input Output
BY: RIFALDI RAMADAN
RIFALDI
RAMADAN
Sebagai mahasiswa Ilmu Ekonomi, pemahaman
mendalam tentang Linear Programming dan
Analisis Input-Output memberikan kami alat
yang kuat untuk menganalisis masalah
ekonomi secara komprehensif dan mendalam,
membantu dalam studi akademik dan
mempersiapkan kami untuk berkontribusi di
dunia profesional. Saya berharap power
point ini memberikan wawasan bermanfaat
dalam memahami dan menerapkan kedua konsep
tersebut dalam konteks ekonomi.
Linear
Programming
Linear Programming
Linear Programming adalah metode matematika
untuk menentukan cara terbaik dalam
mengalokasikan sumber daya terbatas untuk
memaksimalkan atau meminimalkan suatu fungsi
objektif (seperti profit atau biaya) dengan
memenuhi sejumlah kendala atau batasan tertentu.
Pentingnya dalam Manajemen Operasi dan Ekonomi:
Linear Programming sangat penting dalam
manajemen operasi dan ekonomi karena
memungkinkan pengambil keputusan untuk
menentukan solusi optimal dalam berbagai situasi
seperti produksi, transportasi, alokasi sumber
daya, dan pengelolaan portofolio investasi.
Dengan memanfaatkan Linear Programming,
perusahaan dapat meningkatkan efisiensi
operasional dan mengurangi biaya, sehingga
mencapai tujuan bisnis mereka secara lebih
efektif.
Tujuan Utama Linear Programming
1. Mencari Keuntungan Maksimal: Linear programming membantu perusahaan
menemukan cara terbaik untuk mendapatkan keuntungan sebanyak mungkin dari
aktivitas bisnis mereka.
2. Menghemat Biaya: Dengan linear programming, perusahaan dapat menemukan
cara untuk mengurangi biaya produksi, transportasi, atau penggunaan sumber
daya lainnya.
3. Mengatur Penggunaan Sumber Daya: Linear programming membantu perusahaan
dalam menggunakan waktu, tenaga kerja, dan bahan baku secara lebih efisien.
4. Mengatur Jadwal Produksi: Tujuan linear programming adalah mengatur jadwal
produksi agar perusahaan dapat memenuhi permintaan pelanggan tanpa biaya
tambahan.
5. Mengoptimalkan Pengiriman: Dengan linear programming, perusahaan dapat
mengatur rute dan jadwal pengiriman barang agar lebih efisien dan murah.
6. Membantu Pengambilan Keputusan: Linear programming membantu manajer
membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan data untuk mencapai tujuan
bisnis mereka.
Simbol Simbol Yang ada Linear Programming
• m = macam batasan sumber atau fasilitas yang tersedia
• n = macam kegiatan yang menggunakan sumber atau fasilitas tersebut
• i = nomor setiap macam sumber atau fasilitas yang tersedia (i=1,2,...,m)
• j = nomor setiap macam kegiatan yang menggunakan sumber atau fasilitas yang tersedia (j =
1,2,...,n)
• xj = tingkat kegiatan ke, j. (j = 1,2,...,n)
• aij = banyaknya sumber i yang diperlukan untuk menghasilkan setiap unit keluaran (output)
kegiatan j (I = 1,2,...,m, dan j = 1,2,...,n)
• bi = banyaknya sumber (fasilitas) yang tersedia untuk dialokasikan ke setiap unit kegiatan
(I = 1,2,...,n)
• Z = nilai yang dioptimalkan (maksimum atau minimum)
• Cj = kenaikan nilai Z apabila ada pertambahan tingkat kegiatan (xj) dengan satu satuan
(unit); atau merupakan sumbangan setiap satuan keluaran kegiatan j terhadap nilai Z
Data UNtuk Linear Programming
Komponen Utama Linear
Programming
Fungsi Variabel
Kendala
Objektif Keputusan
Fungsi
Komponen Utama Linear Programming
Objektif
Fungsi objektif adalah rumusan
matematis yang digunakan untuk
menentukan nilai yang ingin
dioptimalkan dalam suatu masalah
Linear Programming. Optimasi ini
bisa berupa maksimalisasi atau
minimisasi nilai tertentu, seperti
profit, biaya, atau efisiensi.
f(x, y) = px + qy
dengan p dan q adalah konstanta.
Komponen Utama Linear Programming
Variabel
Keputusan
Variabel keputusan adalah variabel-
variabel yang mempengaruhi nilai dari
fungsi objektif dalam suatu model
Linear Programming. Variabel ini
merupakan faktor-faktor yang dapat
dikendalikan dan diubah oleh pengambil
keputusan untuk mencapai tujuan
optimasi, seperti memaksimalkan profit
atau meminimalkan biaya.
Kendala
Komponen Utama Linear Programming
Kendala adalah batasan atau restriksi
yang harus dipenuhi dalam model Linear
Programming. Kendala ini membatasi
nilai dari variabel keputusan sehingga
solusi yang dihasilkan sesuai dengan
kondisi dan batasan yang ada dalam
dunia nyata. Kendala mencakup berbagai
aspek seperti sumber daya yang
tersedia, kapasitas produksi,
permintaan pasar, dan kondisi
operasional lainnya.
Bentuk umum fungsi kendala:
Bentuk umum fungsi kendala:
ax + by ≤ m atau ax + by ≥ m
cx + dy ≤ n atau cx + dy ≥ n
x ≥ 0 ; y ≥ o atau x ≥ 0 ; y ≥ o
ax + by ≤ m atau ax + by ≥ m
cx + dy ≤ n atau cx + dy ≥ n
x ≥ 0 ; y ≥ o atau x ≥ 0 ; y ≥ o
Keuntungan Dan Keterbatasan Linear Programming
Keuntungan:
1. Optimasi: Linear programming membantu perusahaan menggunakan
sumber daya dengan lebih efisien untuk mencapai tujuan bisnis.
2. Pemecahan Masalah: Ini membantu menyelesaikan masalah kompleks
dengan mencari solusi terbaik.
3. Analisis Data: Memberikan alat untuk membuat keputusan
berdasarkan data yang kuat, membantu manajer membuat keputusan yang
lebih baik.
4. Aplikasi yang Luas: Dapat digunakan dalam berbagai bidang bisnis.
Keuntungan Dan Keterbatasan Linear Programming
Keterbatasan:
1. Asumsi Linearitas: Model linear programming hanya berlaku jika
hubungan antara variabel adalah linear.
2. Keterbatasan Sumber Daya: Solusi terbaik tergantung pada sumber
daya yang tersedia dan batasan yang diberikan.
3. Keterbatasan Kompleksitas: Tidak semua masalah bisnis dapat
diselesaikan dengan linear programming.
4. Sensitivitas terhadap Perubahan: Solusi optimal dapat menjadi
tidak stabil terhadap perubahan kecil dalam data atau parameter
model.
Contoh Masalah Linear
Programming
Seorang penjual buah punya modal Rp1 juta untuk membeli
apel dan pisang. Harga beli tiap kg apel adalah Rp4 ribu
dan pisang Rp1,6 ribu. Maksimal, pedagang tersebut hanya
bisa menampung 400 kg buah. Berapa jumlah apel dan
pisang yang harus dibeli agar keuntungan bisa maksimal?
Contoh Masalah Linear Programming
Untuk menyelesaikan masalah ini, perlu membuat model matematika terlebih dahulu dari permasalahan
tersebut.
Misal,
Apel = x = 4.000
Pisang = y = 1.600
Syarat:
Kapasitas tempat = x + y ≤ 400 = 2x + 2y ≤ 800
Modal = 4000x + 1600 y ≤ 1.000.000 = 5x + 2y ≤ 1.250
x > 0
y > 0
Lakukan metode eliminasi pada dua persamaan yang sudah diketahui:
5x + 2y ≤ 1250
2x + 2y ≤ 800
3x ≤ 450
x ≤ 150
Setelah diketahui x, bisa dicari nilai y:
2x + 2y ≤ 800
300 + 2y ≤ 800
2y ≤ 500
y ≤ 250
Dari penyelesaian tersebut, diketahui bahwa untuk keuntungan maksimal, pedagang buah tersebut
harus membeli apel sebanyak 150kg dan pisang 250kg.
Contoh Masalah Linear
Programming
Penjahit pekaian punya kain sutera 16m, kain katun 15m, dan kain
wool 11, dan akan membuat dua model pakaian. Model A butuh 2m
sutera, 1m wool, dan 1m katun, sedangkan model B perlu 1m sutera,
2m wool, dan 3m katun.
Keuntungan dari model A adalah Rp3 ribu per potong, sedangkan model
B Rp5 ribu per pakaian. Berapa pakaian masing-masing model yang
harus dibuat agar keuntungan maksimal?
Contoh Masalah Linear Programming
Untuk mencari jawaban, lebih dulu perlu menjadikan permasalahan ini menjadi model
matematika. Dengan ini merupakan optimasi keuntungan, bisa ditulis:
f(x, y) = 3000x + 5000y
Sedangkan kendala dalam masalah ini, misal model A adalah x dan model B adalah y,
dengan memperhatikan jumlah kain yang tersedia:
Sutera: 2x + y ≤ 16
Wool: x + 2y ≤ 11
Katun: x + 3y ≤ 15
Dari penggambaran garis-garis ini, diperoleh empat titik ekstrim, yaitu (8, 0), (7,
2), (3, 4), dan (0,5).
Dari sini, bisa dilakukan uji coba kepada fungsi objektifnya untuk diketahui mana
yang menghasilkan keuntungan maksimal:
f(A) = f(8, 0) = 3.000(8) + 5.000(0) = 24.000
f(B) = f(7, 2) = 3.000(7) + 5.000(2) = 31.000
f(C) = f(3, 4) = 3.000(3) + 5.000(4) = 29.000
f(D) = f(0, 5) = 3.000(0) + 5.000(5) = 25.000
Jadi, dari penyelesaian tersebut diketahui keuntungan maksimal adalah 31 ribu,
didapat dari titik (7, 2). Artinya, keuntungan maksimum akan didapat dengan membuat
7 baju model A dan 2 baju model B.
PENDEKATAN LP
Dalam menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan Linear
Programming, ada dua pendekatan yang bisa digunakan, yaitu metode
grafik dan metode simpleks.
1) Metode grafik hanya bisa digunakan untuk menyelesaikan
permasalahan dimana variabel keputusan sama dengan dua.
2) Metode simpleks bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan
dimana variabel keputusan dua atau lebih.
PENYELESAIAN GRAFIK
MODEL LP
Metode grafik hanya bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dimana hanya
terdapat dua variabel keputusan. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, langkah
pertama yang harus dilakukan adalah memformulasikan permasalahan yang ada ke dalam
bentuk Linear Programming (LP). Langkah-langkah dalam formulasi permasalahan adalah :
1. Pahamilah secara menyeluruh permasalahan manajerial yang dihadapi
2. Identifikasikan tujuan dan kendalanya
3. Definisikan variabel keputusannya
4. Gunakan variabel keputusan untuk merumuskan fungsi tujuan dan fungsi kendala secara
matematis.
Contoh Soal
Perusahaan Krisna Furniture yang akan membuat meja dan kursi. Keuntungan yang diperoleh
dari satu unit meja adalah $7,- sedang keuntungan yang diperoleh dari satu unit kursi
adalah $5,-. Namun untuk meraih keuntungan tersebut Krisna Furniture menghadapi kendala
keterbatasan jam kerja. Untuk pembuatan 1 unit meja dia memerlukan 4 jam kerja. Untuk
pembuatan 1 unit kursi dia membutuhkan 3 jam kerja. Untuk pengecatan 1 unit meja
dibutuhkan 2 jam kerja, dan untuk pengecatan 1 unit kursi dibutuhkan 1 jam kerja. Jumlah
jam kerja yang tersedia untuk pembuatan meja dan kursi adalah 240 jam per minggu sedang
jumlah jam kerja untuk pengecatan adalah 100 jam per minggu. Berapa jumlah meja dan kursi
yang sebaiknya diproduksi agar keuntungan perusahaan maksimum?
Dari kasus di atas dapat diketahui bahwa tujuan perusahaan adalah memaksimumkan profit.
Sedangkan kendala perusahaan tersebut adalah terbatasnya waktu yang tersedia untuk
pembuatan dan pengecatan.
Mengingat produk yang akan dihasilkan adalah meja dan kursi, maka dalam rangka
memaksimumkan profit, perusahaan harus memutuskan berapa jumlah meja dan kursi
yang sebaiknya diproduksi. Dengan demikian dalam kasus ini, yang merupakan
variabel keputusan adalah meja (X1) dan kursi (X2).
1) Fungsi Tujuan: Maksimisasi Z = $7X1 + $5X2
2) Fungsi Kendala:
4 X1 + 3 X2 ≤ 240 (kendala departemen pembuatan)
2X1 + 1 X2 ≤ 100 (kendala departemen pengecatan)
X1, X2 ≥ 0 (kendala non negatif pertama)
Contoh Masalah Linear Programming
Langkah pertama dalam penyelesaian dengan metode grafik adalah menggambarkan
fungsi kendalanya. Untuk menggambarkan kendala pertama secara grafik, kita harus
merubah tanda pertidaksamaan menjadi tanda persamaan seperti berikut.
4X1+3X2 = 240 Kendala ini akan memotong salah satu atau kedua sumbu
Kendala I: 4X1 + 3X2 = 240 memotong sumbu X1 pada saat X2 = 0 4 X1 + 0 = 240
X1 = 240/4 X1 = 60.
memotong sumbu X2 pada saat X1 = 0
0 + 3 X2 = 240
X2 = 240/3 X2 = 80
Kendala I memotong sumbu X1 pada titik (60, 0) dan memotong sumbu X2 pada titik (0,
80).
Kendala II: 2X1+ X2 =100
memotong sumbu X1 pada saat X2 = 0 2 X1 + 0 = 100
X1 = 100/2 X1 = 50
memotong sumbu X2 pada saat X1 =0
0 + X2 = 100
X2 = 100
Kendala II memotong sumbu X1 pada titik (50, 0) dan memotong sumbu X2 pada titik
(0, 100)
Contoh Masalah Linear Programming
Titik potong kedua kendala bisa dicari dengan cara substitusi atau
eliminasi 2X1+ X2 =100
X2 = 100 - 2 X1
4 X1 + 3 X2 = 240
4 X1 + 3 (100 - 2X1) = 240
4X1+300-6X1 =240
-2X1 =240-300
-2X1 = - 60
X1 = -60/-2 = 30. X2 = 100 - 2 X1
X2 = 100 - 2 * 30
X2 = 100 - 60
X2 = 40
Sehingga kedua kendala akan saling berpotongan pada titik
(30, 40).
Tanda ≤ pada kedua kendala ditunjukkan pada area sebelah kiri dari
garis kendala. Sebagaimana nampak pada feasible region (area layak)
meliputi daerah sebelah kiri dari titik A (0; 80), B (30; 40), dan C
(60; 0).
Contoh Masalah Linear Programming
Untuk menentukan solusi yang optimal, ada dua cara yang bisa digunakan yaitu
1. dengan menggunakan garis profit (iso profit line)
2. dengan titik sudut (corner point): Penyelesaian dengan menggunakan garis profit
adalah penyelesaian dengan menggambarkan fungsi tujuan. Kemudian fungsi tujuan
tersebut digeser ke kanan sampai menyinggung titik terjauh dari dari titik nol,
tetapi masih berada pada area layak (feasible region). Untuk menggambarkan garis
profit, kita mengganti nilai Z dengan sembarang nilai yang mudah dibagi oleh
koefisien pada fungsi profit. Pada kasus ini angka yang mudah dibagi angka 7
(koefisien X1) dan 5 (koefisien X2) adalah 35. Sehingga fungsi tujuan menjadi 35
= 7X1 + 5X2. Garis ini akan memotong sumbu X1 pada titik (5, 0) dan memotong
sumbu X2 pada titik (0, 7).
Iso profit line menyinggung titik B yang merupakan titik terjauh dari titik nol.
Titik B ini merupakan titik optimal. Untuk mengetahui berapa nilai X1 dan X2, serta
nilai Z pada titik B tersebut, kita mencari titik potong antara kendala I dan
kendala II (karena titik B merupakan perpotongan antara kendala I dan kendala II).
Dengan menggunakan eliminiasi atau subustitusi diperoleh nilai X1 = 30, X2 = 40. dan
Z =410. Dari hasil perhitungan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa keputusan
perusahaan yang akan memberikan profit maksimal adalah memproduksi X1 sebanyak 30
unit, X2 sebanyak 40 unit dan perusahaan akan memperoleh profit sebesar 410.
Contoh Masalah Linear Programming
Penyelesaian dengan menggunakan titik sudut (corner point) artinya
kita harus mencari nilai tertinggi dari titik-titik yang berada pada
area layak (feasible region). Dari peraga 1, dapat dilihat bahwa ada
4 titik yang membatasi area layak, yaitu titik 0 (0, 0), A (0, 80), B
(30,40), dan C (50, 0).
Keuntungan pada titik O (0, 0) adalah (7 x 0) + (5 x 0) = 0.
Keuntungan pada titik A (0; 80) adalah (7 x 0) + (5 x 80) = 400.
Keuntungan pada titik B (30; 40) adalah (7 x 30) + (5 x 40) = 410.
Keuntungan pada titik C (50; 0) adalah (7 x 50) + (5 x 0) = 350.
Karena keuntungan tertinggi jatuh pada titik B, maka sebaiknya
perusahaan memproduksi meja sebanyak 30 unit dan kursi sebanyak 40
unit, dan perusahaan memperoleh keuntungan optimal sebesar 410.
Analisis Input
Output
Analisis Input Output
Analisis Input-Output, atau I-O, adalah metode
yang digunakan untuk memahami bagaimana sumber
daya dimasukkan ke dalam suatu sistem (input)
dan bagaimana sumber daya tersebut diubah
menjadi produk atau layanan (output). I-O
penting dalam pengambilan keputusan bisnis
karena memberikan pemahaman yang mendalam
tentang bagaimana sumber daya digunakan dalam
proses produksi.
Analisis Input Output
Analisis input-output (I-O), yaitu suatu model
matematis untuk menelaah keterkaitan antar
sektor dalam suatu perekonomian.
Alat analisis ini, pertama kali dikembangkan
oleh Wassily Leontief pada tahun 1930-an.
Tujuan utama dari analisis input-output ini
adalah untuk meramalkan (memprediksi) tingkat
output yang harus disediakan (diproduksi) oleh
masing-masing sektor untuk memenuhi tingkat
permintaan akhir.
Untuk dapat memahami dengan baik analisis
input-output ini, diperlukan pengetahuan yang
memadai tentang operasi matriks, determinan,
invers suatu matriks, dan persamaan linear.
Analisis Input Output
Tabel input-output ini, memuat keterangan-
keterangan tentang output suatu sektor yang
didistribusikan ke sektor-sektor lain sebagai
input dan ke pemakai akhir sebagai barang
konsumsi, di samping dipakai oleh dirinya
sendiri sebagai input.
Satuan datanya dapat dalam satuan nilai uang
ataupun dalam satuan Fisik
Tabel input -output sering juga disebut tabel
transaksi.
Untuk lebih jelasnya Perhatikan Tabel di bawah ini:
Cara Membaca tabel tersebut adalah :
Baris pertama: menunjukkan bahwa, dari seluruh output (keluaran) sektor pertanian senilai 15 triliun
rupiah, 4 triliun rupiah digunakan oleh sektor pertanian sendiri sebagai input, 5 triliun rupiah
digunakan oleh sektor Industri sebagai input, 1 triliun rupiah digunakan oleh sektor jasa, juga
sebagai input. Sisanya sebesar 5 triliun dibeli oleh
konsumen akhir sebagai barang konsumsi.
Baris kedua: menunjukkan bahwa, dari seluruh output (keluaran) sector industri sebesar 40 triliun
rupiah, 6 triliun Rupiah digunakan oleh sector pertanian sebagai input, 10 triliun rupiah
digunakan sendiri oleh sector industri sebagai input, 4 triliun rupiah digunakan oleh sektor
jasa,juga sebagai input. Sisanya sebesar 20 triliun rupiah dibeli oleh konsumen akhir sebagai
barang konsumsi.
Baris ketiga dapat dibaca dengan cara yang sama, seperti membaca baris pertama dan kedua.
Baris keempat: menunjukkan nilai tambah yang dihasilkan oleh masingmasing sektor. Sektor
pertanian menghasilkan nilai tambah 4 triliun rupiah, sektor Industri menghasilkan 18 triliun
rupiah dan sektor jasa menghasilkan 10 triliun rupiah.
Kolom pertama: menunjukkan bahwa, dari 15 triliun rupiah seluruh input (total input) sektor
pertanian, 4 triliun rupiah input dari sektor pertanian sendiri, 6 triliun rupiah berupa input
dari sektor industri, 1 triliun rupiah merupakan input dari sektor jasa, dan sisanya sebesar 4
triliun rupiah merupakan nilai tambah bagi sektor pertanian.
Nilai tambah ini sering juga disebut input primer. Nilai tambah merupakan selisih dari nilai
total output suatu sector dengan nilai inputnya. Kolom lainnya dapat dibaca dengan cara yang sama
seperti membaca kolom pertama.
Kolom yang terakhir: menunjukkan nilai total output masing-masing sektor, dan baris yang
terakhir: menunjukkan nilai total input masing- masing sektor.
Nilai total input masing-masing sektor harus sama dengan nilai total outputnya masing–masing
Tujuan Analisis Input -Output
Dalam konteks pengelolaan sumber daya, tujuan utama dari analisis
Input-Output adalah:
1. Mengidentifikasi Penggunaan Sumber Daya: Memahami bagaimana
sumber daya, seperti tenaga kerja, bahan baku, dan modal, digunakan
dalam suatu proses produksi atau aktivitas bisnis.
2. Meningkatkan Efisiensi: Mengoptimalkan penggunaan sumber daya
untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional.
3. Mendukung Pengambilan Keputusan: Memberikan data dan wawasan yang
diperlukan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dalam alokasi
sumber daya.
Manfaat Analisis Input -Output
1. Memahami Penggunaan Sumber Daya: I-O membantu kita mengerti bagaimana kita
menggunakan sumber daya seperti tenaga kerja dan bahan baku dalam bisnis
kita.
2. Meningkatkan Efisiensi: Dengan I-O, kita bisa menemukan cara untuk
menggunakan sumber daya dengan lebih baik, sehingga bisnis kita bisa berjalan
lebih efisien.
3. Menemukan Peluang untuk Peningkatan: Analisis I-O membantu kita menemukan
area-area di mana kita bisa melakukan perbaikan, misalnya dengan
mengidentifikasi proses yang lambat atau pemborosan sumber daya.
4. Membuat Keputusan yang Lebih Baik: Dengan data yang diberikan oleh I-O,
kita bisa membuat keputusan yang lebih baik tentang bagaimana mengelola
sumber daya kita, seperti menentukan alokasi anggaran atau jadwal produksi.
5. Perencanaan dan Pengelolaan yang Lebih Baik: Dengan I-O, kita bisa
merencanakan dan mengelola bisnis kita dengan lebih efektif, termasuk dalam
hal anggaran, produksi, dan manajemen rantai pasokan.
Langkah " Analisis Input -Output
1. Identifikasi Input dan Output:
• Langkah pertama adalah mengidentifikasi semua sumber daya atau
input yang digunakan dalam proses produksi atau aktivitas bisnis.
Ini dapat mencakup tenaga kerja, bahan baku, peralatan, dan lain-
lain.
• Selanjutnya, identifikasi output atau hasil akhir dari proses
produksi atau aktivitas bisnis tersebut. Misalnya, produk jadi,
layanan yang disediakan, atau hasil akhir dari sebuah proyek.
2. Pengukuran Input dan Output:
• Setelah mengidentifikasi input dan output, langkah berikutnya
adalah mengukur jumlah dan nilai dari setiap jenis input yang
digunakan dalam proses produksi. Ini bisa dalam bentuk jumlah fisik
atau nilai moneter.
• Demikian pula, pengukuran dilakukan untuk output yang dihasilkan
dari proses produksi atau aktivitas bisnis tersebut. Ini membantu
kita memahami seberapa besar hasil yang telah dicapai.
Langkah " Analisis Input -Output
3. Analisis Keterkaitan Input-Output:
• Analisis keterkaitan input-output melibatkan memahami hubungan
antara input dan output dalam sistem tersebut. Ini membantu kita
menilai seberapa efisien penggunaan input dalam menghasilkan output.
• Dengan menganalisis hubungan ini, kita dapat mengidentifikasi
apakah ada input tertentu yang lebih efektif dalam menghasilkan
output yang diinginkan.
4. Identifikasi Ketergantungan Input dan Output:
• Selanjutnya, kita mengidentifikasi seberapa besar setiap jenis
input mempengaruhi output. Ini membantu kita memahami ketergantungan
antara input dan output dalam proses produksi.
• Tinjau apakah ada ketergantungan antara input tertentu dengan
output yang dihasilkan. Misalnya, apakah peningkatan jumlah tenaga
kerja akan menghasilkan peningkatan produksi yang proporsional.
Langkah " Analisis Input -Output
5. Evaluasi Efisiensi Penggunaan Sumber Daya:
• Dengan mempertimbangkan hasil analisis, kita mengevaluasi seberapa
efisien penggunaan sumber daya dalam menghasilkan output. Faktor-
faktor seperti biaya, waktu, dan kualitas dapat dievaluasi.
• Identifikasi area-area di mana efisiensi dapat ditingkatkan atau
biaya dapat diminimalkan, berdasarkan temuan dari evaluasi tersebut.
6. Perbaikan dan Perencanaan untuk Masa Depan:
• Berdasarkan hasil analisis, buat rencana untuk meningkatkan
efisiensi penggunaan sumber daya di masa mendatang. Ini bisa
melibatkan perbaikan proses, penggunaan teknologi baru, atau
pengembangan kebijakan baru.
• Terapkan perbaikan yang direncanakan dan monitor hasilnya secara
teratur untuk memastikan pencapaian tujuan bisnis yang diinginkan.
Evaluasi terus-menerus diperlukan untuk memastikan kesesuaian dengan
kondisi yang berubah.
Aspek Yang Dinalisis Input Output
1. VALIDITAS MODEL: ANALISIS OUTPUT DAPAT DIGUNAKAN UNTUK
MENGEVALUASI VALIDITAS MODEL YANG DIGUNAKAN. INI MELIBATKAN
MEMERIKSA SEJAUH MANA MODEL DAPAT MENJELASKAN VARIASI DALAM DATA
YANG DIAMATI. JIKA HASIL MODEL TIDAK SESUAI DENGAN DATA YANG
DIAMATI, HAL INI DAPAT MENUNJUKKAN ADANYA MASALAH DALAM MODEL YANG
PERLU DIPERBAIKI ATAU DIPERTIMBANGKAN KEMBALI.
2. KONSISTENSI INTERNAL: ANALISIS OUTPUT DAPAT MEMBANTU DALAM
MEMERIKSA KONSISTENSI INTERNAL DARI HASIL YANG DIHASILKAN OLEH
MODEL. INI MELIBATKAN MEMERIKSA APAKAH HUBUNGAN ANTARA VARIABEL-
VARIABEL DALAM MODEL KONSISTEN DENGAN EKSPEKTASI TEORITIS ATAU
INTUISI EKONOMI. JIKA TERDAPAT INKONSISTENSI, HAL INI DAPAT
MENUNJUKKAN ADANYA MASALAH DALAM MODEL ATAU PERLUASAN ANALISIS YANG
LEBIH LANJUT.
Aspek Yang Dinalisis Input Output
3. PENGUJIAN ASUMSI: ANALISIS OUTPUT DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENGUJI
ASUMSI YANG DIGUNAKAN DALAM MODEL. MISALNYA, JIKA DIGUNAKAN ASUMSI
TENTANG PERILAKU RASIONAL AGEN EKONOMI, ANALISIS OUTPUT DAPAT
DIGUNAKAN UNTUK MEMERIKSA APAKAH HASIL MODEL SESUAI DENGAN ASUMSI
TERSEBUT. JIKA TIDAK, MAKA ASUMSI TERSEBUT MUNGKIN PERLU
DIPERTIMBANGKAN ULANG ATAU DIGANTI DENGAN ASUMSI YANG LEBIH
REALISTIS.
4. ANALISIS KEBIJAKAN: ANALISIS OUTPUT DAPAT DIGUNAKAN UNTUK
MENGEVALUASI DAMPAK DARI KEBIJAKAN EKONOMI ATAU TINDAKAN PERUSAHAAN.
MISALNYA, JIKA TERDAPAT KEBIJAKAN YANG MENGUBAH KEBIJAKAN FISKAL
ATAU MONETER, ANALISIS OUTPUT DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MEMPREDIKSI
DAMPAK KEBIJAKAN TERSEBUT TERHADAP VARIABEL EKONOMI YANG RELEVAN,
SEPERTI PERTUMBUHAN EKOΝΟΜΙ. INFLASI, ATAU TINGKAT PENGANGGURAN.
Aspek Yang Dinalisis Input Output
5. ANALISIS RISIKO: ANALISIS OUTPUT DAPAT DIGUNAKAN UNTUK
MENGANALISIS RISIKO- RISIKO YANG TERKAIT DENGAN HASIL YANG
DIHASILKAN OLEH MODEL. INI MELIBATKAN MENGIDENTIFIKASI DAN
MEMPERKIRAKAN RISIKO YANG MUNGKIN TERJADI, SERTA MENGEMBANGKAN
STRATEGI PENGELOLAAN RISIKO YANG SESUAI. MISALNYA, DENGAN
MENGGUNAKAN ANALISIS OUTPUT, KITA DAPAT MENGIDENTIFIKASI RISIKO-
RISIKO YANG TERKAIT DENGAN PERUBAHAN DALAM FAKTOR-FAKTOR EKONOMI
ATAU KONDISI PASAR YANG TIDAK TERDUGA.
Bentuk Umum
Bentuk Umum
Agar lebih jelas mengenai analisis input–output, di bawah ini diberikan contoh berikut :
Contoh
Hubungan input-output antar sektor dalam perekonomian sebuah negara, ditunjukkan oleh tabel
transaksi
berikut (triliun rupiah)
Berdasakan data dalam tabel,
(a) Hitunglah nilai tambah masing-masing sektor.
(b) Susunlah koefisien matriks inputnya
(c) Prediksilah output total yang harus disediakan atau diproduksi oleh masing-masing
sektor bila
ditargetkan/diharapkan permintaan akhir untuk sektor pertanian 100, sektor industri
120, dan sektor jasa
130
Penyelesaian
1. Untuk menghitung nilai tambah masing-masing sektor, tabel tersebut dilengkapi terlebih dahulu,
sebagai berikut:
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa,
Nilai tambah di sektor pertanian = {150 – (50 + 60 + 40)} = 0.
Nilai tambah di sektor industri = {200 – (30 + 20 + 10)} = 140 triliun rupiah.
Nilai tambah di sektor jasa = {180 – (10 + 30 + 50)} = 90 triliun rupiah.
(Ketiga nilai ini yaitu 0, 140 dan 90 terdapat pada baris kedua dari bawah
yaitu pada baris nilai tambah).
2. Dihitung terlebih dahulu koefisien input masing-masing elemen berdasarkan rumus (5.2) sebagai
berikut:
Jadi matriks koefisien inputnya adalah :
3. Untuk dapat memprediksi output total yang harus
disediakan/diproduksi oleh masing-masing sektor untuk
memenuhi permintaan akhir, secara bertahap dicari terlebih
dahulu
Jadi, prediksi output total yang disediakan di sektor pertanian
senilai 244,60 triliun rupiah, di sektor industri senilai 293,80
triliun rupiah, dan di sektor jasa senilai 289,80 triliun rupiah.
Contoh 2
Nilai masing-masing unsur dalam matrik transaksi tsb dibagi
terhadap nilai jumlah baris diperoleh koefisien input.
Koef. Input = A = aij di mana aij = Xij/Xj
Berdasarkan contoh tabel I/O 2 sektor diperoleh matrik teknologinya
adalah:
Dalam analisa I/O ini yang selalu ditanyakan adalah berapa jumlah
output yang harus disediakan oleh setiap produsen/sektor, bila
permintaan akhirnya berubah.
X = |𝐼 − 𝐴|-¹U
I : Matrik Identitas
A : Matrik Teknologi
U : Permintaan Akhir Baru
X : Total Output
Untuk contoh soal di atas, hitunglah output total masing-masing
sektor dan nilai tambahnya jika ditargetkan permintaan akhir
terhadap sektor pertanian 3 dan 4 untuk sektor industri. Susun
matrik transaksi yang baru!
Thank you,
everyone. It
was nice to
meet you all.