PROGRAM ANTI BULLYING
SATUAN PENDIDIKAN FORMAL
SDN 6 DAUHWARU
TAHUN PELAJARAN 2022/2023
DINAS PENDIDIKAN KABUPTEN JEMBRANA
KECAMATAN JEMBRANA KELURAHAN DAUHWARU
Email : sdnenamdauhwaru@[Link]
LEMBAR PENGESAHAN
Program Kerja Anti Bullying di Satuan Pendidikan Formal SDN 6 Dauhwaru
disahkan untuk diberlakukan mulai tahun pelajaran 2022/2023.
Dauhwaru,11 Juli 2022
Kepala SD Negeri 6 Dauhwaru
Ni Made Tastri,[Link]
NIP. 197103212006042004
2
KATA PENGANTAR
.
Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, atas rahmat dan
karunianya sehingga Program Anti Bullying ini dapat tersusun dengan baik.
Bullying atau perundungan atau kekerasan pada peserta didik terkadang bisa
menimbulkan trauma yang mendalam, hal ini bisa terjadi di sekolah, di rumah
bahkan di lingkungan masyarakat dimana kita tinggal. Tujuan dari penyusunan
Program ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang bullying dari berbagai
aspek, agar bisa jadi acuan seluruh warga sekolah dan meminimalisasi kejadian
bullying di sekolah. Semoga Program ini bisa memberikan kontribusi yang berarti
dan bermanfaat warga sekolah SD Negeri 6 Dauhwaru.
Jembrana, 11 Juli 2022
Kepala Sekolah
Ni Made Tastri,[Link]
NIP.19710321 2006004 2004
3
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......................................................................................................i
LEMBAR PENGESAHAN...............................................................................................ii
KATA PENGANTAR .....................................................................................................iii
DAFTAR ISI ...................................................................................................................iv
BAB 1. PENDAHULUAN ...............................................................................................1
A. Latar Belakang ......................................................................................................1
B. Landasan Hukum ..................................................................................................3
C. Tujuan ………………… ......................................................................................3
D. Sasaran. .................................................................................................................3
BAB II. PROGRAM ANTI BULLYING .........................................................................4
A. Penanaman Konsep ............................................................................................4
B. Tujuan Program ..................................................................................................5
C. Mekanisme Pelaksanaan Program ......................................................................5
BAB III. PENUTUP .........................................................................................................6
4
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara yang menandatangani Konvensi Hak Anak pada tanggal 26 Januari 1990 dan meratifikasi dengan Keputusan Presiden
Nomor 36 Tahun 1990 pada tanggal 25 September 1990. Langkah yang di lakukan Indonesia dalam melaksanakan Konvensi 1989 adalah melakukan
Amandemen kedua Undang Undang Dasar Tahun 1945 dengan memasukkan Pasal 28B Ayat (2) pada 18 Agustus 2000 yang berbunyi: Setiap anak berhak
atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas, perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Selain itu dalam Undang-Undang Nomor
23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang beberapa kali diperbaharui dan terakhir dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014. Undangundang
terkait lainnya adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Anak harus dipersiapkan semenjak dini agar kelak
menjadi SDM yang berbudi pekerti baik, berkarakter kuat, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, unggul, berdaya saing, dan menjadi agen perubahan di
masa depan. Dalam pendidikan menurut Asrorun (2017:33) menyatakan bahwa di butuhkan penguatan yang menggunakan standard HOTS (high order
thinking skill), yaitu suatu kemampuan berpikir yang tak hanya mengingat saja, namun kemampuan lain seperti berpikir kreatif dan kritis. Pendidikan tidak
hanya aspek koginisi atau intelegensia saja, tetapi penanaman karakter menjadi hal yang sangat penting. Dalam ruang lingkup pendidikan di sekolah dasar,
telah dirangkum dalam tata nilai, yaitu cerdas dan berkarakter. Pengembangan sumber daya anak sebagaiamana Abu Huraerah (2006:36) merupakan bagian
dari upaya untuk memenuhi hak-hak anak untuk menjamin kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, mendapatkan perlindungan dari segala bentuk
kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi serta berpartisipasi dalam segala hal yang mempengaruhi hidupnya. Tekanan perlindungan pada hak-hak anak
disebabkan karena anak merupakan individu yang sedang berkembang, belum matang baik secara fisik, mental, maupun sosial. Akibatnya rawan terhadap
kekerasan, penelantaran, dan eksploitasi. Banyak anak terancam hidupnya secara fisik, mental, maupun sosial di seluruh dunia. Karena itu, pemerintah di
semua perangkat, Aparat Penegak Hukum, berbagai kelembagaan agama, pendidikan, dan sosial, elemen masyarakat, dan satuan pendidikan wajib melakukan
tindakan yang proaktif melindungi anak dari berbagai tindak kekerasan, baik dengan mempromosikan hak-hak anak, pencegahan, dan penanggulangan tindak
kekerasan pada anak. Pemerintah melalui berbagai peraturan perundang-undangan mengakui kewajiban negara terhadap hak-hak anak, yang diantaranya
1
adalah hak untuk mendapatkan pendidikan dan perlindungan dari tindak kekerasan. Pemenuhan kedua hak utama ini terus mendapatkan tantangan karena
meningkatnya kekerasan pada anak, termasuk di sekolah. Berbagai riset tentang kekerasan anak selalu menunjukkan bahwa anak-anak mengalami kekerasa di
tempat atau lokasi yang mereka kenal dan oleh orang-orang yang mereka kenal. Hal ini tak terkecuali terjadi di sekolah oleh teman sebaya, pendidik atau
tenaga kependidikan.
Kekerasan terhadap peserta didik di satuan pendidikan adalah krisis yang mengkhawatirkan saat ini dan hanya bisa diatasi dengan melibatkan semua pihak,
mulai dari orang tua/wali, pendidik, tokoh masyarakat, dan pemerintah. Sebagai bentuk tanggung jawab Pemerintah melalui Kemendikbud telah menerbitkan
regulasi tentang penanggulangan kekerasan di sekolah dalam bentuk Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak
Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. Permendikbud ini mengatur tata cara pencegahan dan penanggulangan kekerasan untuk menghadirkan rasa
aman pada peserta didik khususnya di lingkungan sekolah sebagai rumah kedua yang bebas dari tindak kekerasan. Kecerdasan emosional ternyata dapat
mengurangi kemungkinan seseorang melakukan perundungan. Hal ini menjustifikasi pentingnya pencegahan untuk mengembangkan empati, salah satu aspek
penting kecerdasan emosional untuk di integrasikan dalam program anti perundungan. Perundungan (bullying) merupakan tindakan menyakiti seseorang
dengan sengaja oleh seseorang atau kelompok yang merasa lebih berkuasa dan dapat berdampak negatif baik bagi para pelaku maupun penyintas. Penelitian
Center for Indigenous and Cultural Psychology (CICP) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada sebagaimana dijelaskan Abintoro (2016:7) menemukan
adanya korelasi negatif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan kecenderungan untuk melakukan perundungan. Hal ini membuktikan bahwa
tingginya kecerdasan emosional berhubungan dengan rendahnya kecenderungan melakukan perundungan. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi
program pendidikan menjadi hal penting dalam melindungi hak-hak anak dalam satuan pendidikan. Pembahasan hak anak sejalan dengan pemenuhan hak
asasi anak dalam satuan pendidikan.
2
B. Landasan Hukum
1. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 80 ayat (1), (2), (3)
Tentang Perlindungan Anak
3. Permendikbud No.82 tahun 2015 tentang pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di satuan pendidikan.
C. Tujuan
Adapun tujuan yang hendak dicapai dari program ini yaitu untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi
secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak di
Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan sejahtera.
D. SASARAN
Adapun sasaran dari kegiatan program ini adalah seluruh warga sekolah SD Negeri 6 Dauhwaru
3
BAB II
PROGRAM ANTI BULLYING
A. Penanaman Konsep Dasar
Bullying adalah masalah serius yang harus dihadapi di [Link] individu yang dapat menjadi korban atau bahkan pelaku bullying,sehingga sangat
penting bagi sekolah untuk membuat kebijakan yang mencangkup semua komponen sekolah,termasuk guru,tenaga kependidikan,kepala sekolah,siswa,dan
orang tua siswa.
Penting untuk memfokuskan perhatian pada tindakan yang dilakukan dan tidak mencirikan seseorang sebagai pelaku atau korban bullying. Ini juga penting
untuk menyadari bahwa tindakan bullying tidak selalu berlangsung secara terbuka dan bias terjadi dibelakang [Link] bullying berbeda-beda
berdasarkan jenis kelamin,dengan laki-laki sering melakukan tindakan fisik atau menakut-nakuti,sedangkan perempuan lebih cendrung memisahkan seseorang
dari group atau membuat mereka merasa diterima.
Beberapa konsep yang bisa kita memasyarakatkan pada siswa anatara lain:
1. Rasa aman adalah milik semua orang,dengan demikian tidak boleh ada orang yang membuat kita merasa tidak nyaman
4
2. Bicara. Membekali kemampuan ini pada anak sangat penting sebab mereka akan segera membicarakan hal yang mereka rasakan pada orang yang
mereka [Link] itu merupakan ancaman atau hal lain yang mengganggu perasaan mereka.
3. Mengenali apa saja yang membuat kita menjadi tidak nyaman sehingga siswa dapat melindungi serta mengenali gejala awal adanya bahaya disekitar
mereka,seperti
- Kekerasan dalam rumah tangga
- Rasa memiliki tubuh(menghindari pelecehan seksual)
- Kekrasan secara verbal (ucapan)
- Kekrasan secara visik
- Alkohol serta penyalah gunaan obat-obatan
4. Tindakan yang dikategorikan bullying :
- Menghina atau menghilangkan kepercayaan diri lawan dengan kata-kata atau
perilaku negatife
- Meneror atau membully dengan fidik,seperti memukul,menendang,atau mengambil
barang milik orang lain.
- Menyebarkan fitnah atau rumor yang membahayakan nama baik lawan
- Mengucilkan atau memisahkan seseorang dari kelompok atau membuat mereka
merasa tidak diterima oleh group
- Meminta atau memaksa lawan untuk melakukan sesuatu melalui intimidasi atau
ancaman
B. Tujuan Program
Adapun tujuan yang hendak dicapai dengan program ini adalah:
5
1. Memberi pemahaman kepada siswa tentang bahaya bullying yang berdampak negative bagi semua pihak
2. Membei pemahaman bagi siswa tentang pentingnya saling tolong menolong,dan saling peduli antar sesama
3. Membuiasakan siswa untuk saling hormat-menghormati dan harga –menghargai antar sesame.
C. Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan Program
1. Sosialisasi Program anti Bullying dilakukkan setahun sekali pada kegiatan
pengenalan lingkungan sekolah pada seluruh siswa baru di SD Negeri 6 Dauhwaru
2. Pembinaan karakter dilaksanakan secara rutin setiap hari pada saat apel pagi
3. Melaksanakan program literasi membaca buku cerita yang berhubungan dengan
bullying.
4 Menggiatkan pengawasan melalui guru piket di halaman bermain,toilet,serta tempat berolah raga saat siswa beraktifitas.
5. Memasukan asfek bullying kedalam pembelajaran di kelas
6. Guru pengajar/wali kelas melaporkan kepada kepala sekolah jika menerima laporan perundungan dari siswa
7. Guru pengajar/wali kelas memberikan pembinaan secara intensif kepada pelaku perundungan, jika berkelanjutan maka kepala sekolah akan
menindaklanjuti pelaku perundungan tersebut.
PROGRAM ANTI PERUNDUNGAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 6 DAUHWARU
6
TAHUN PELAJARAN 2022 / 2023
Bulan Penanggung
NO Jenis Program Januari Pebruari Maret April Mei Juni Jawab Sasa
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
Kepala
Sekolah
1 Sosialisasi
2 Pembinaan
7
PROGRAM ANTI PERUNDUNGAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 6 DAUHWARU
TAHUN PELAJARAN 2022 / 2023
Bulan Penanggung
NO Jenis Program Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Jawab
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
Kepala Sekolah
1 Sosialisasi
2 Pembinaan
8
BAB III
PENUTUP
9
Demikian program Anti Bullying ini disusun sebagai upaya dalam mengatasi masalah perundungan di sekolah. Bullying adalah masalah serius yang dihadapi di
sekolah. Banyak individu yang dapat menjadi korban atau bahkan pelaku bullying,sehingga penting bagi sekolah membuat kebijakan yang mencangkup semua
komponen [Link] program ini berupaya untuk meningkatkan kesadaran seluruh komponen sekolah tentang dampak negative dari bullying.
Semoga program anti bullying ini dapat dilaksanakan dengan baik sehingga tujuan yang kita harapkan dapat tercapai demi kemajuan pendidikan khususnya
masalah perundungan yang terjadi di sekolah bisa teratasi.
Dauhwaru, 11 Juli 2022
Kepala Sekolah
Ni Made Tastri,[Link]
NIP.19710321 200604 2004
10