0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan78 halaman

Program Pendidikan TK PGRI MAWAR 2022

Diunggah oleh

Endah Setiawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan78 halaman

Program Pendidikan TK PGRI MAWAR 2022

Diunggah oleh

Endah Setiawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM

JANGKA
PANJANG

JANGKA
MENENGAH

JANGKA
PENDEK
2022
PROGRAM JANGKA PANJANG

- Peningkatan Kualitas SDM

- Pengembangan Sarana Gedung

PROGRAM JANGKA MENENGAH

- Peningkatan Kualitas SDM

- Pengadaan Alat Peraga Multi


Media

- Pengembangan Sarana Dan


Prasarana
PROGRAM JANGKA PENDEK

TAHUN 2022

A. Program Bidang Kurikulum

1. Menyusun Dokumen 1 (Visi, Misi,Tujuan, Struktur


Kurikulum, Kalender Pendidikan)

2. Menyusun Dukumen 2 (Prota, Prosem, RPPM, dan


RPPH)

3. Pendataan sarana prasarana pendukung


kurikulum
4. Pembagian tugas guru kelas
5. Sosialisasi jadwal kegiatan bermain
6. Pembagian ruang kelas
7. Evaluasi kegiatan pembelajaran
8. Pembuatan blanko penilaian
9. Blanko raport

10. Pembagian raport (surat edaran ortu, daftar


hadir pengambilan raport, pembagian ruang
pengambilan raport)
11. Mengikuti PKG/GUGUS PAUD
12. Rapat kerja
13. Mengadakan studi banding
B. Program Bidang Kesiswaan

1. Kegiatan Umum
a. Pelaksanaan PPDB
b. MOA (Masa Orientasi Anak)
c. Melaksanakan carnaval/pawai dalam
rangka menyambut HUT RI
d. Melaksanakan senam sehat ceria
setiap hari Jumat
e. Mengadakan perlombaan pada saat
agustusan
f. Mengadakan lomba menggambar
dan/atau mewarnai
g. Mengikuti kegiatan-kegiatan yang
dilaksanakan oleh panitia setempat
h. Pentas seni yang dilaksanakan pada akhir tahun
i. Membuat SOP tata tertib in door dan out door
j. Field Trip (Kunjungan ke tempat-tempat
terkait dengan tema pembelajaran; kantor
desa, kebun, kantor pos, perpustakaan,
rumah sakit/puskesmas, pasar, terminal,
kantor Polsek, camping and cooking
untuk mengimplementasikan puncak
tema)
2. Kegiatan keagamaan

Pengenalan doa-doa harian yang sesuai dengan pembiasaan

anak

Melaksanakan peringatan hari-hari besar Islam

Infaq setiap hari Jumat

Praktek wudhu dan sholat duha bersama

Membaca Iqro’

Pengenalan hadist-hadist untuk anak

Hafalan surat-surat pendek dalam Al-quran

3. Kegiatan Ekstrakurikuler

• Menari

• Menyanyi

• Bermain angklung
3. Program Bidang Sarana Prasarana

a. Pengadaan APE in door dan out door

b. Pengadaan buku-buku bacaan bergambar

c. Pengadaan UKS

d. Pengadaan buku inventaris perpustakaan

e. Pengadaan baju seragam guru

f. Pengadaan baju seragam dan baju menari anak


A. Sejarah Berdiri TK PGRI MAWAR Bandorasa Kulon
TK PGRI MAWAR didirikan pada tahun 2004 berlokasi di Desa Bandorasa Kulon
Kecamatan Cilimus. Tahun 2004 Kepala Dusun Wage Desa Bandorasa Kulon peduli
dengan Pendidikan TK beliau adalah Bapak NANA SUDIYANA yang diprakarsai oleh
Ketua Komite Sekolah SDN 3 Bandorasa Kulon Bapak NURMAN dan Kepala Sekolah
SDN 3 Ibu Hj. ETI, Beliau memberikan ijin satu ruangan kelas untuk TK PGRI MAWAR
sampai saat ini.
TK PGRI MAWAR berlokasi di Desa Bandorasa Kulon Kecamatan Cilimus
Kabupaten KUNINGAN. TK PGRI MAWAR merupakan salah satu pendidikan yang perlu
mendapat perhatian khusus yakni pendidikan yang ditujukan bagi anak-anak usia
prasekolah. Pendidikan Anak Usia Prasekolah pada saat ini, memiliki bobot yang sangat
berarti untuk menunjang pendidikan anak sebelum mengenyam pendidikan sekolah secara
formal. Konsep tentang pendidikan bagi anak usia prasekolah sebenarnya sudah mendapat
perhatian dan bergulir sejak lama, seperti yang telah kembangkan oleh tokoh-tokoh
pendidikan. Para tokoh pendidikan tersebut diantaranya telah memberikan input bagi
pengembangan dunia pendidikan anak. Bentuk pendidikan yang dikembangkan untuk anak
usia dini.

Program Pendidikan Anak Usia Prasekolah merupakan salah satu usaha untuk
mengembangkan potensi anak dan salah satu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak
usia 4-6 tahun dalam aspek kesehatan yakni terpenuhinya gizi bagi anak. Psikososial dan
emosional, oleh karena itu pendidikan mempunyai peranan penting dan sangat mendasar
dalam upaya peningkatan sumber daya manusia yang berkulitas di masa yang akan datang.
Dengan demikian, setiap anak perlu dirangsang agar dapat tumbuh dan berkembang daya
pikirnya sehingga menjadi manusia yang berguna di masa depannya.
C. Peta Lokasi TK PGRI MAWARDesa Bandorasa Kulon

TK PGRI MAWAR terletak di Jalan Ranggulawang No.109 Desa Bandorasa Kulon


Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat.

Peta Lokasi.
BAB II
DOKUMEN I

A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Pendidikan anak usia dini diyakini menjadi dasar bagi penyiapan sumber daya
manusia yang berkualitas di masa datang. Oleh karena itu layanan PAUD harus
dirancang dengan seksama dengan memperhatikan perkembangan anak, perubahan ilmu
pengetahuan dan teknologi serta budaya yang berkembang. Memahami kondisi tersebut,
maka TK PGRI MAWAR Desa Bandorasa Kulon Kecamatan Cilimus Kabupaten
Kuningan memandang perlu untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan PAUD.
Kurikulum Tingkat Satuan TK PGRI MAWAR Desa Bandorasa Kulon
Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan disusun oleh Tenaga pendidik dan
kependidikan TK PGRI MAWAR Desa Bandorasa Kulon Kecamatan Cilimus
Kabupaten Kuningan, keberadaannya sangat penting karena KTSP sebagai acuan
penyelenggaraan dan pengelolaan keseluruhan program dan pelaksanaan pembelajaran.
KTSP juga dijadikan sebagai patokan untuk melaksanakan pengukuran keberhasilan
pencapaian tujuan, program dan keseluruhan kegiatan pembelajaran. KTSP sebagai data
bagi peningkatan dan perbaikan mutu satuan pendidikan secara bertahap dan
berkesinambungan.

Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004


tentang Pemerintahan Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan
demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula
bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi pengelolaan
pendidikan dengan diberikannya wewenang kepada sekolah untuk menyusun
kurikulumnya mengacu pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, yaitu pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan
pasal 35 tentang standar nasional pendidikan. Juga adanya tuntutan globalisasi
dalambidang pendidikan yang memacu agar hasil pendidikan nasional dapat bersaing
dengan pendidikan negara-negara maju.

Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi


kebutuhan dan kondisi daerah perlu segera dilaksanakan. Bentuk nyata dari
desentralisasi pengelolaan pendidikan ini adalah diberikannya kewenangan kepada
sekolah untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti
dalam pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunan maupun pelaksanaannya di
sekolah.
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi
tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi
daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh
satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan
kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam


mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan
pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas Standar Tingkat
Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA), standar isi, proses, tenaga kependidikan,
sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari
kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar
Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) merupakan acuan utama bagi satuan
pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

Pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan


peserta didik untuk : (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu
melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna
untuk orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui
proses belajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Kewenangan sekolah dalam menyusun kurikulum memungkinkan sekolah


menyesuaikan dengan tuntutan kebutuhan peserta didik, keadaan sekolah, dan kondisi
daerah. Dengan demikian, daerah dan atau sekolah memiliki cukup kewenangan untuk
merancang dan menentukan hal-hal yang akan diajarkan, pengelolaan pengalaman
belajar, cara mengajar, dan menilai keberhasilan prosesr pembelajaran.
2. Dasar Operasional Penyusunan KTSP
Dasar Operasional Penyusunan KTSP adalah sebagai berikut :
a. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
b. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 58 Tahun
2010 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.
c. Pedoman Penyusunan KTSP Direktorat Pembinaan PAUD Tahun 2015.
d. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.
e. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan.
f. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2013 tentang pengembangan Anak Usia
Dini Holistik –Integratif.
g. Undang –Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
h. Undang - Undang Nomor 17 tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional 2005 -2025.
i. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 63 Tahun
2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan.
j. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137
Tahun 2013, Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.

k. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 146


Tahun 2014, Tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini.

l. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 84


Tahun 2014, Tentang Pendirian Satuan Pendidikan Anak Usia Dini.

3. Tujuan Penyusunan KTSP


Tujuan penyusunan KTSP ini untuk memberikan acuan kepada kepala
sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya yang ada di sekolah dalam
mengembangkan program-program yang akan dilaksanakan.
Selain itu, KTSP disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik
untuk :
a. Mengembangkan dan membangun landasan bagi berkembangnya dan sosial
anak pada masa Usia Emas (Golden Age) bagi pertumbuhan dalam lingkungan
bermain
yang edukatif dan menyenangkan. berbagai potensi anak sejak dini agar menjadi
manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia,
berkepribadian luhur, sehat, berilmu, cakap, kritis, kreatif, inovatif, mandiri,
percaya diri dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
b. Mengembangkan potensi kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, kinestetis,
c. Membantu anak mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang
meliputi nilai-nilai agama dan moral, sosio-emosional, kemandirian, kognitif
dan bahasa serta fisik motorik untuk kesiapan dalam memasuki pendidikan dasar
dan kehidupan tahap berikutnya.

4. Prinsip Pengembangan KTSP


Adapun Prinsip Pengembangan KTSP adalah :
a. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik
dan lingkungannya.
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki
posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut
pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi,
perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan
lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada
peserta didik.
b. Beragam dan terpadu
c. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik
peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan
tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status
sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan
wajib kurikulum, muatan lokal.
d. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat
dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti
dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
e. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan
(stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan
kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha, dan
dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan
berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan
vokasional merupakan keniscayaan.
f. Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian
keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara
berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.
g. Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan
pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum
mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan
informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu
berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
h. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan
kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi
dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

5. Pengertian Istilah KTSP


a. Kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
b. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di
masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat
satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan,
kalender pendidikan, dan silabus.
c. Struktur Kurikulum
Struktur Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini merupakan
pengorganisasian Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, muatan pembelajaran,
program pengembangan, dan beban belajar.
d. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA)
Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak merupakan kriteria minimal
tentang kualifikasi perkembangan anak yang mencakup aspek nilai agama dan
moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni.
1. Nilai-nilai agama dan moral, meliputi:
mengenal agama yang dianut, mengerjakan ibadah, berperilaku jujur,
penolong, sopan, hormat, sportif, menjaga kebersihan diri dan lingkungan,
mengetahui hari besar agama, dan menghormati (toleransi) agama orang lain.
2. Fisik Motorik,
a. Motorik Kasar: memiliki kemampuan gerakan tubuh secara terkoordinasi,
lentur, seimbang, dan lincah dan mengikuti aturan.
b. Motorik Halus: memiliki kemampuan menggunakan alat untuk
mengeksplorasi dan mengekspresikan diri dalam berbagai bentuk.
3. Kognitif; Belajar dan Pemecahan Masalah: mampu memecahkan masalah
sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang fleksibel dan
diterima sosial dan menerapkan pengetahuan atau pengalaman dalam konteks
yang baru.
4. Bahasa ; Memahami (reseptif) bahasa: memahami cerita, perintah.
5. Sosial-emosional, meliputi: perasaan sendiri dan mengendalikan diri, serta
mampu menyesuaian diri dengan orang lain
6. Seni, meliputi: mengeksplorasi dan mengekspresikan diri, berimaginasi
dengan gerakan, musik, drama, dan beragam bidang seni lainnya (seni lukis,
seni rupa, kerajinan), serta mampu mengapresiasi karya seni.
e. Kompetensi Inti
Kompetensi Inti (KI) pada Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini
merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai STPP yang harus dimiliki
peserta didik PAUD pada usia 6 tahun. Jadi Kompetensi Inti merupakan
operasionalisasi dari STPP dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki anak
dengan berbagai kegiatan pembelajaran melalui bermain yang dilakukan di
satuan PAUD. Kualitas tersebut berisi gambaran mengenai kompetensi utama
yang dikelompokkan ke dalam kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan. Secara terstruktur kompetensi inti dimaksud mencakup:
1) Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2) Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3) Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4) Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.

f. Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini berisikan
kemampuan dan muatan pembelajaran untuk suatu tema pembelajaran pada
PAUD yang mengacu pada Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar dikembangkan
berdasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat dan memperkaya antar
program pengembangan. Dalam merumuskan Kompetensi Dasar juga
memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari
suatu program pengembangan yang hendak dikembangkan. Kompetensi Dasar
dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan pengelompokkan kompetensi inti
sebagai berikut:

1) Kelompok1:kelompok Kompetensi Dasar sikap spiritual dalam rangka


menjabarkan KI-1
2) Kelompok 2: kelompok Kompetensi Dasar sikap sosial dalam rangka
menjabarkan KI-2
3) Kelompok 3: kelompok Kompetensi Dasar pengetahuan dalam rangka
menjabarkan KI-3
4) Kelompok 4: kelompok Kompetensi Dasar keterampilan dalam rangka
menjabarkan KI-4.
g. Indikator Perkembangan
1. Pengertian
Indikator perkembangan merupakan penanda perkembangan yang lebih
spesifik dan terukur pada satu program pengembangan untuk
memantau/menilai perkembangan anak. Indikator perkembangan juga
merupakan gambaran minimal mengenai ciri-ciri peserta didik yang
dianggap telah mencapai kemampuan dasar pada tingkatan usia tertentu.
Untuk mempertegas kedudukan indikator, maka indikator perkembangan
harus dipahami sebagai berikut.

a. Indikator perkembangan merupakan kontinum perkembangan dan belajar


peserta didik PAUD usia lahir-6 tahun dan dijabarkan berdasarkan
kelompok usia.
b. Indikator perkembangan dirumuskan berdasarkan Kompetensi Dasar (KD).
c. Indikator perkembangan untuk KD pada KI 3 dan KI 4 menjadi satu
untuk memberikan pemahaman bahwa pengetahuan dan keterampilan
merupakan dua hal yang menyatu.

h. Muatan Pembelajaran
Muatan pembelajaran pada PAUD berisi materi-materi yang dikenalkan kepada
anak sesuai dengan program pengembangan. Muatan pembelajaran pada
program anak usia dini lebih menekankan pada pembentukan sikap, etika,
pengenalan cinta tanah air.

i. Beban Belajar
1) Beban belajar PAUD merupakan keseluruhan pengalaman belajar yang
harus diikuti peserta didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu
tahun, dilakukan melalui tatap muka per minggu paling sedikit 900 menit.
2) Apabila satuan PAUD hanya melakukan tatap muka 540 menit per minggu
maka harus diperkaya dengan pengasuhan terprogram oleh orang tua/wali
peserta didik dengan durasi paling sedikit 360 menit per minggu.
B. VISI, MISI DAN TUJUAN TK PGRI MAWAR

1. Visi TK
“Membentuk amak yang cerdas, berakhlak mulia, Sholeh dan solehah sehingga
terwujud anak yang agamis, kreatif, dan mandiri”
2. Misi TK AL MUHAJIRIN
a. Melaksanakan pembelajaran yang aktif, kreatif dan efektif
b. Mendidik anak secara optimal sesuai kemampuan anak
c. Menyiapkan anak didik ke jenjang pendidikan dasar dengan ketercapaian
kompetensi dasar sesuai tahap perkembangan anak.

3. Tujuan TK AL MUHAJIRIN
a. Menyediakan layanan pendidikan yang terjamgkau dan bermutu bagi anak
usia 4 – 6 tahun
b. Meningkatkan kemampuan anak bermain sambil belajar
c. Membentuk anak – anak yang cerdas, berkualitas dan berkembang sesuai
usianya
d. Menciptakan suasana sekolah yang bernuansa agamis dan disiplin
e. Menyiapkan anak didik memasuki jenjang pendidikan dasar dengan
ketercapaiannya kompetensi dasar sesuai tahapan perkembangan anak
f. Meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik dalam mengelola
pendidikan yang menyenangkan dan berpotensi serta berkualitas

C. Karakteristik TK PGRI MAWAR


1. Kurikulum
Kurikulum TK PGRI MAWAR Desa Bandorasa Kulon Kecamatan
Cilimus Kabupaten Kuningan disusun dengan mengusung nilai-nilai islami
sebagai dasar untuk pengembangan karakter peserta didik, antara lain
kepimpinan, kejujuran, akhalakul karimah, kreativitas dan sebagainya.
Penerapan nilai-nilai dilakukan melalui pembiasaanrutin yang diterapkan
selama anak berada di satuan PAUD Taman Kanak-kanak Amanah.
Dalam mengelola kegiatan pembelajaran yang menyenangakan, kreatif
dan partisipatif, TK PGRI MAWAR menerapkan metode/model pembelajaran
kelompok dengan kegaiatan pengaman, yaitu pola pembelajaran dimana anak-
anak anak-anak atau peserta didik dibagi menjadibeberapa kelompok
(biasanya minimal tiga kelompok), masing-masing kelompok melakukan
kegiatan yang berbeda.
Bagaimana Penerapannya?
- Dalam satu pertemuan, anak didorong mampu menyelesaikandua sampai
tiga kegiatan dalam kelompok secara bergantian.
- Apabila dalam pergantian kelompok terdapat anak-anak yang sudah
menyelesaikan tugasnya lebih cepat daripada temannya, maka anak
tersebut dapat meneruskankegiatan lain selama dalam kelompok lain
masih ada tempat tertentu yang sudah disediakan guru dan tempat itulah
yang disebut kegiatan pengaman.
- Pada kegiatan pengaman disediakan alat-alat pembelajaran yang lebih
bervariasi dan sering diganti sesuai dengan tema dan subtema yang
dibahas.
- Bahasa pengantar yang dipakai adalah bahasa Sunda
Note: perbedaan prinsip dengan sekolah konvensional adalah bahwa TK
AL MUHAJIRIN Desa Peusing Kecamatan Jalaksana Kabupaten
Kuningan mengaplikasikan kurikulumnya secara integratif. Mata
pelajaran yang abstrak diaplikasikan dalam bentuk fakta-fakta kehidupan
sehari-hari yang kongkrit dan menarik. Anak bereksplorasi, menganalisa,
mendiskusikan, menyimpulkan, lalu mempresentasikan hasil kajiannya.
Guru tidak lagi menjadi pusat dari segala informasi karena guru tidak
lagi mendominasi kelas dengan ceramahnya. Siswa akan belajar melalui
lembar kerja sebagai sarana analisi fakta, guru memantau dan
mengarahkan siswa sesuai skenario yang rancangan.

2. Buku Komunikasi (Communication Book)


Buku komunikasi, berfungsi sebagai media penghubung antara pihak
sekolah dan orang tua. Komunikasi antara orang tua dan para teachers
sangat perlu agar terdapat kesinambungan aktifitas dan kebiasaan yang
diajarkan di sekolah dan perilaku anak di rumah.

Diadakannya Buku Komunikasi Ini Bertujuan :

a. Untuk menginformasikan kegiatan yang ada di sekolah mulai anak masuk


kelas sampai anak pulang sekolah setiap hari
b. Untuk meminta orang tua mengecek terhadap penguasaan materi yang
dikuasai oleh putra-putrinya setiap hari sesuai dengan petunjuk yang
diberikan teachers

c. Untuk menyampaikan kekurangan-kekurangan yang ada pada para murid


dari orang tua kepada para teachers setelah diadakan evaluasi di rumah
setiap hari

d. Untuk mengajak orang tua dan teachers bersama-sama memantau kemajuan


para murid dari hari ke hari, baik di sekolah maupun di rumah secara
menyenangkan. Sehingga kita bisa memantau perkembangan murid sejak
dini.
e. Untuk memberi masukan yang membangun terhadap sekolah.

NOTE :
a. Sesibuk apapun manfaatkan buku komunikasi ini sebagai media untuk sama-
sama mengontrol perkembangan anak-anak
b. Tanyakan segala hal yang tidak jelas tentang kondisi putra-putrinya baik melalui
pertemuan langsung dengan kami (face to face), melalui telp (by phone), melalui
buku komunikasi (communication book)
c. Mari kita optimalkan media ini sebagai upaya kita untuk menyempurnakan misi
dan visi kita (orang tua dan sekolah) terhadap keberhasilan anak kita sebagai
tanggung jawab bersama.

4. Kegiatan–Kegiatan TK PGRI MAWAR


a) For Parents (untuk wali murid)
1) Penjelasan Program Sekolah
2) Parenting
3) Halal bihalal
4) Pengambilan hasil perkembangan siswa/semesteran
b) For Parents and Students (untuk wali murid dan Murid)
1) Outbond
2) Lomba Kreatifitas Keluarga
3) Lomba berbasis Edukatif AUD
4) Kunjungan / kegiatan sosial
5) Bakti Sosial

6) Setiap tahun berqurban


c) For Students (untuk para murid)
1) Foundation Class/MPLS ( Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah)
2) Foto untuk dokumen sekolah kolektif di sekolah
3) Peringatan HUT RI
4) Kerja bakti bersama
5) Jalan sehat bersama
7) Renang
8) Ulang Tahun Bersama (Bila ada yang merayakan)
9) Outing Class ke Instansi Pemerintah
10) Pesantrean Ramadhan
11) Study Tour (studi Lapangan)
12) Ekstrakurikuler

13) Peringatan Hari Besar Agama dan nasional


14) Eksplorasi skill( melukis/menggambar, menari, musik, dan lain-lain)
15) Sholat dhuha bersama
16) Mengaji Tartil
17) Talent day/Pentas Seni

18) Jumat berbagi

19) Cooking class


20) Makan bersama

5. Pendidikan Kecakapan Hidup


Di TK PGRI MAWAR Desa Bandorasa Kulon Kecamatan Cilimus
Kabupaten Kuningan mempunyai banyak kegiatan diantaranya adalah
melakukan gerakan penghijauan atau green & clean, dimana kegiatan ini selain
untuk memperindah lingkungan juga bisa memotivasi siswa/siswi dalam upaya
mencintai kepedulian akan lingkungan. Selain itu juga membantu siswa lebih
mengetahui bagaimana cara menanam pohon yang baik, sehingga diharapkan
bisa menjadi bekal siswa pada kehidupannya kelak dewasa baik di lingkungan
keluarga, masyarakat maupun bernegara.
6. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal
TK PGRI MAWAR Desa Bandorasa Kulon Kecamatan Cilimus Kabupaten
Kuningan juga mempunyai keunggulan lokal diantaranya adanya program
membentuk jiwa seorang intrepreneur yakni melalui kegiatan Kunjungan ke
Home Industri sesuai dengan keunggulan daerah di sekitar lingkungan sekolah,
Misalnya Kunjungan ke tempat pembuatan berbagai makanan yang
menggunakan bahan dasar Singkong, disini anak-anak akan di berikan wawasan
tentang bagaimana proses pembuatan Opak dan keripik. Dimana dalam
prakteknya anak-anak diminta untuk melihat bagaimana proses pembuatannya.
Selain itu juga anak-anak akan di minta untuk mempraktekkannya sehingga dia
akan mengalami sendiri bagaimana membuat Opak dan keripik. Tujuan kegiatan
ini diharapkan kita bisa mengenalkan produk-produk keunggulan lokal yang bisa
dijadikan mata pencaharian bagi masyarakat sekitar. Sehingga diharapkan bisa
memunculkan jiwa intrepreneur kepada peserta didik. Sebagai harapan dan
salah satu solusi untuk memecahkan masalah bangsa yaitu mengurangi
pengangguran dan adanya upaya untuk bangkit dari keterpurukan krisis
ekonomi global yang semakin tahun semakin terpuruk.

D. Struktur Dan Muatan Kurikulum


Struktur kurikulum dan muatan kurikulum merupakan pola dan susunan lingkup
pengembangan yang harus di tempuh oleh anak didik dalam kegiatan
pembelajaran.
Adapun lingkup pengembangan adalah sebagai berikut :
1. Lingkup Perkembangan Nilai-nilai Agama dan Moral
Lingkup perkembangan nilai-nilai Agama dan Moral merupakan hal yang
sangat mendasar dan akan menjadi fondasi bagi kehidupan bagi kehidupan
anak pada masa dewasanya. Nilai agama moral ini meliputi: mengenal
agama yang dianut, mengerjakan ibadah, berperilaku jujur, penolong, sopan,
hormat, sportif, menjaga kebersihan diri dan lingkungannya, ,mengetahui
hari besar agama dan menghormati (toleransi) agama orang lain.

Kemampuan yang ingin di capai pada lingkup ini yaitu melatih melalui
pembiasaan beribadah dengan cara yang menyenangkan,mengenal dan
mencintai Tuhan sejak dini sehingga akan terwujud perilaku akhlaqul
karimah,ikhlas,sabarjujur dan senang menjalankan perintah agama.
2. Lingkup Perkembangan Fisik/Motorik
Fisik motorik ini meliputi :
a. Motorik kasar
Memiliki kemampuan gerakan tubuh secara terkoordinasi, lentur,
seimbang, lincah dan mengikuti aturan.
b. Motorik halus.
Memiliki kemampuan menggunakan alat untuk mengeksplorasi dan
mengekspresikan diri dalam berbagai bentuk.
c. Kesehatan dan perilaku Keselamatan
Memiliki berat badan, tinggi badan, lingkar kepala sesuai usia serta
memiliki kemampuan untuk berperilaku hidup bersih, sehat dan peduli
terhadap keselamatannya.

Lingkup ini merupakan pengembangan kemampuan/keterampilan tubuh


termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan halus, gerakan kasar, serta
menerima rangsangan melalui panca indera.

3. Lingkup Perkembangan Kognitif


Lingkup perkembangan ini meliputi:
a. Belajar dan Pemecahan Masalah
Yaitu mampu memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari
dengan cara yang fleksibel dan diterima sosial dan menerapkan pengetahuan
atau pengalaman dalam konteks yang baru.
b. Berfikir Logis.
Yaitu mengenal berbagai perbedaan, klasifikasi, pola, berinisiatif, berencana,
dan mengenal sebab akibat.
c. Berpikir Simbolik
Mengenal, menyebutkan dan menggunakan lambing bilangan 1–10,
mengenal huruf abjad, serta mampu mempresentasikan berbagai benda
dalam bentuk gambar.

Pada lingkup pengembangan ini, kemampuan yang ingin di capai yaitu


kemampuan berfikir logis, kritis, memberi alasan, memecahkan masalah dan
menemukan hubungan sebab akibat. Kemampuan tersebut dapat di capai secara
baik jika anak dilatih sejak usia dini.
4. Lingkup Pengembangan Bahasa
Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting sehingga anak perlu di
latih sejak dini.
Kemampuan yang ingin di capai pada lingkup perkembangan ini adalah
kemampuan berkomunikasi secara baik, sehingga akan sangat bermanfaat untuk
berfikir dan belajar pada masa yang akan datang. Lingkup perkembangan ini
meliputi:
a. Memahami (reseptif) bahasa
Yaitu memahami cerita, perintah, aturan, dan menyenangi serta menghargai
bacaan.
b. Mengekspresikan Bahasa
Yaitu anak mampu bertanya, menjawab pertanyaan, berkomunikasi
secara lisan, menceritakan kembali apa yang diketahui
c. Keaksaraan
Yaitu anak diajak memahami hubungan bentuk dan bunyi huruf, serta
memahami kata dalam cerita.

5. Lingkup Perkembangan Sosial Emosional


Lingkup perkembangan ini meliputi :
a. Kesadaran Diri
Yaitu memperlihatkan kemampuan diri, mengenal perasaan sendiri dan
mengendalikan diri, serta mampu menyesuaikan diri dengan orang lain.
b. Rasa Tanggung Jawab
Yaitu anak dikenalkan dan diajarkan tentang rasa tanggung jawab terhadap
diri sendiri dan orang lain diantaranya yaitu : mengetahui hak-haknya,
mentaati aturan, mengatur diri sendiri, serta bertanggung jawab atas
perilakunya untuk kebaikan sesame.
c. Perilaku Prososial
Yaitu anak di ajak mampu bermain dengan teman sebaya, memahami
perasaan, merespon, berbagi, serta menghargai hak dan pendapat orang lain,
bersikap kooperatif, toleran, dan berperilaku sopan.
Kemampuan yang ingin di kembangkan dalam lingkup perkembangan ini yaitu
kemampuan mengenal lingkungan alam, lingkungan social, menghargai
keragaman social dan budaya, mampu mengembangkan konsep diri, dan sikap
positif. Kontrol diri dan rasa memiliki adalah kemampuan yang sangat penting
untuk di miliki seorang anak agar dapat hidup berdampingan dalam pergaulan
secara luas. Fakta membuktikan bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya di
tentukan oleh kecerdasan/nilai yang tinggi di sekolah namun lebih banyak di
tentukan oleh kecerdasan sosial emosional.

6. Lingkup Perkembangan Seni


Lingkup perkembangan ini meliputi mengeksplorasi dan mengekspresikan diri,
berimajinasi dengan gerakan, musik, drama, dan beragam bidang seni lainnya
(seni lukis, seni rupa, kerajinan), serta mampu mengapresiasi karya seni.

STANDAR ISI TENTANG PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK
Kelompok Usia 4 –6 Tahun

Lingkup Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak


Perkembangan Usia 4 –5 tahun Usia 5 –6 tahun
I. Nilai Agama dan 1. Mengetahui agama yang 1. Mengenal agama yang
Moral dianutnya. dianut.
2. Meniru gerakan beribadah dengan 2. Menegrjakan ibadah.
urutan yang benar. 3. Berpeilaku jujur, penolong,
3. Mengucapkan doa sebelum sopan, hormat, sportif, dsb.
dan/atausesudahmelakukan 4. Menjaga kebersihan diri
sesuatu. dan lingkungan.
4. Mengenal perilaku baik/sopan dan 5. Mengetahui hari besar
buruk. agama.
5. Membiasakan diri berperilaku 6. Menghormati (toleransi)
baik. agama orang lain.
6. Mengucapkan salam dan
membalas salam.
II. Fisik motorik
A. Motorik Kasar 1. Menirukan gerakan binatang, 1. Melakukan gerakan tubuh
pohon tertiup angina, pesawat secara terkoordinasi untuk
terbang, dsb. melatih kelenturan,
2. Melakukan gerakan mengantung keseimbangan, dan
(bergelayut). kelincahan.
3. Melakukan gerakan melompat, 2. Melakukan koordinasi
meloncat, dan berlari secara gerakan mata-kaki-tangan-
terkoordinasi. kepala dalam menirukan
4. Melempar sesuatu secara terarah. tarian atau senam.
5. Menangkap sesuatu dengan tepat. 3. Melakukan permainan fisik
6. Melakukan gerakan antisipasi. dengan aturan.
7. Menendang sesuatu secara 4. Terampil menggunakan
terarah. tangan kanan dan kiri.
8. Memanfaatkan alat permainan di 5. Melakukan kegiatan
luar kelas. kebersihan diri.

B. Motorik Halus 1. Menggambar sesuai


1. Membuat garis vertical, gagasannya.
horizontal, lengkung kiri/kanan, 2. Meniru bentuk.
miring kiri/kanan, dan lingkaran. 3. Melakukan eksplorasi
2. Menjiplak bentuk. dengan berbagai media dan
3. Mengkoordinasikan mata dan kegiatan.
tangan untuk melakukan gerakan 4. Menggunakan alat tulis dan
yang rumit. alat makan dengan benar.
4. Melakukan gerakan manipulative 5. Menggunting sesuai dengan
untuk menghasilkan suatu bentuk pola.
dengan menggunakan berbagai 6. Menempel gambar dengan
media. tepat.
5. Mengekspresikan diri dengan 7. Mengekspresikan diri
berkarya seni menggunakan mellaui gerakan
berbagai media. menggambar secara rinci.
6. Mengontrol gerakan tangan yang
menggunakan otot halus
(menjumput, mengelus, mencolek,
mengepal, memelintir, memilin,
memeras).
C. Kesehatan dan 1. Berat badan sesuai tingkat
Perilaku 1. Berat badan sesuai tingkat usia. usia.
Keselamatan 2. Tinggi badan sesuai tingkat usia. 2. Tinggi badan sesuai standar
3. Berat badan sesuai dengan standar usia.
tinggi badan. 3. Berat badan sesuai dengan
4. Lingkar kepala sesuai tingkat usia. standar tinggi badan.
5. Menggunakan toilet (penggunaan 4. Lingkar kepala sesuai
air, membersihkan diri) dengan tingkat usia.
bantuan minimal. 5. Menutup hidung dan mulut
(missal: ketika batuk dan
bersin)
6. Membersihkan dan
membereskan tempat
bermain.
7. Mengetahui situasi yang
membahayakan diri.
8. Memahami tata cara
menyebrang.
9. Mengenal kebiasaan buruk
bagi kesehatan (rokok,
minuman keras).

IV. Kognitif
A. Belajar dan 1. Mengenal benda berdasarkan 1. Menunjukkan aktivitas yang
Pemecahan fungsi (pisau untuk memotong, bersifat eksploratif dan
Masalah pensil untuk menulis). menyelidik (seperti: apa
2. Menggunakan benda-benda yang terjadi ketika aor
sebagai permainan sombolik ditumpahkan).
(kursi sebagai mobil) 2. Memecahkan masalah
3. Mengenal konsep sederhana sederhana dalam kehidupan
dalam kehidupan sehari-hari sehari-hari dengan cara
(gerimis, hujan, gelap, terang, yang fleksibel dan diterima
temaram, dsb). sosial.
4. Mengetahui jonsep banyak dan 3. Menerapkan pengetahuan

KB & TPA “............


sedikit. atau pengalaman dalam
5. Mengkreasikan sesuatu sesuai konteks yang baru.
dengan idenya sendiri yang terkait 4. Menunjukkan sikap kreatif
dengan berbagai pemecahan dalam menyelesaikan
masalah. masalah (ide, gagasan di
6. Mengamati benda dan gejala luar kebiasaan).
dengan rasa ingin tahu.
7. Mengenal pola kegiatan dan
menyadari pentingnya waktu.
8. Memahami posisi/kedudukan
dalam keluarga, ruang, lingkungan
sosial (misal: sebagai peserta
didik/anak/teman).

B. Berpikir Logis 1. Mengidentifikasikan benda


berdasarakan fungsi, bentuk atau 1. Mengenal perbedaan
warna atau ukuran. berdasarkan
2. Mengenal gejala sebab-akibat dari”, “kur
yang terkait dengan dirinya. “paling/ter”
3. Mengklasifikasikan benda ke 2. Menunjukkan isisiatif
dalam kelompok yang sama atau dalam memilih tema
kelompok yang sejenis atau permainan (
kelompok yang berpasangan kita bermain pura-pura
dengan 2 variasi. seperti buru
4. Mengenal pola (missal: AB-AB 3. Menyusun perencanaan
dan ABC-ABC) dan kegiatan yang akan
mengulanginya. dilakukan.
5. Mengurutkan benda berdasarkan 5 4. Mengenal sebab-akibat
variasi ukuran dan warna. tentang lingkungannya
(angin bertiup
menyebabkan daun
bergerak, air dapat
menyebabkan sesuatu
menjadi basah).
5. Mengklasifikasikan benda
berdasarkan warna, bentuk
dan ukuran (3 variasi).
6. Mengklasifikasikan benda

KB & TPA “............


yang lebih banyak ke dalam
kelompok yang sama atau
kelompok yang sejenis, atau
kelompok berpasangan
yang lebih dari 2 variasi.
7. Mengenal pola ABCD-
ABCD.
8. Mengurutkan benda
berdasarkan ukuran dari
C. Berpikir 1. Membilang banyak benda satu paling kecil ke paling besar
Simbolis sampai sepuluh. atau sebaliknya.
2. Mengenal konsep bilangan.
3. Mengenal lambang bilangan. 1. Menyebutkan lambang
4. Mengenal lambang huruf. bilangan 1 –10.
2. Menggunakan lambang
bilangan untuk menghitung.
3. Mencocokkan bilangan
dengan lambang bilangan.
4. Mengenal berbagai macam
lambing huruf vokal dan
konsonan.
5. Merepresentasikan berbagai
macam benda dalam bentuk
gambar atau tulisan (ada
benda pensil yang diikuti
tulisan dan gambar pensil)
V Bahasa
A. Memahami 1. Menyimak perkataan orang lain 1. Mengerti beberapa
Bahasa (bahasa ibu atau bahasa lainnya). perintah secara bersamaan.
2. Mengerti dua perintah yang 2. Mengulang kalimat yang
diberikan bersamaan. lebih kompleks.
3. Memahami cerita yang dibacakan. 3. Memahami aturan dalam
4. Mengenal perbendaharaan kata suatu permainan.
mengenal kata sifat (nakal, pelit, 4. Senang dan menghargai
baik hati, berani, baik, jelek, dsb). bacaan.
5. Mendengar dan membedakan
bunyi-bunyiandalambahasa
Indonesia (contoh: bunyi dan

KB & TPA “............


ucapan harus sama).

B. Mengungkapkan 1. Mengulang kalimat sederhana. 1. Menjawab pertanyaan


Bahasa 2. Bertanya dengan kalimat benar. yang lebih kompleks.
3. Menjawab pertanyaan sesuai 2. Menyebutkan kelompok
pertanyaan. gambar yang memiliki
4. Mengungkapkan perasaan dengan bunyi yang sama.
kata sifat (baik, senang, nakal, 3. Berkomunikasi secara
pelit, baik hati, berani, baik, jelek, lisan, memiliki
dsb). perbendaharaan kata serta
5. Menyebutkankata-katayang mengenal symbol-simbol
dikenal. untuk persiapan membaca,
6. Mengutarakan pendapat kepada menulis dan berhitung.
orang lain. 4. Menyusun kalimat
7. Menyatakan alasan terhadap sederhana dalam struktur
sesuatu yang diinginkan atau lengkap (pokok kalimat-
ketidaksetujuan. predikat-keterangan).
8. Menceritakan kembali 5. Memiliki lebih banyak
cerita/dongeng yang pernah kata-kata untuk
didengar. mengekspresikan ide pada
9. Memperkaya perbendaharaan orang lain.
kata. 6. Melanjutkan sebagian
10. Berpartisipasi dalam percakapan. cerita/dongeng yang telah
diperdengarkan.
7. Menunjukkan pemahaman
konsep-konsep dalam buku
cerita.

C. Keaksaraan 1. Menyebutkan symbol-


1. Mengenal simbol-simbol. simbol huruf yang dikenal.
2. Mengenal suara-suara 2. Mengenal suara huruf awal
hewan/benda yang ada di dari nama benda-benda
sekitarnya. yang ada di sektarnya.
3. Membuat coretan yang bermakna. 3. Menyebutkan kelompok
4. Meniru (menuliskan dan gambar yang memiliki
mengucapkan) huruf A-Z. bunyi/huruf awal yang
sama.
4. Memahami hubungan

“............
antara buyi dan bentuk
huruf.
5. Membaca nama sendiri.
6. Menuliskan nama sendiri.
7. Memahami arti kata dalam
cerita.
8.
V. Sosial emosional
A. Kesadaran Diri 1. Menunjukkan sikap mandiri dalam 1. Memperlihatkan
memilih kegiatan. kemampuan diri untuk
2. Mengendalikan perasaan. menyesuaikan dengan
3. Menunjukkan rasa percaya diri. situasi.
4. Memahami peraturan dan disiplin. 2. Memperlihatkan kehati-
5. Memiliki sikap gigih (tidak mudah hatian kepada orang yang
menyerah). belum dikenal
6. Bangga terhadap hasil karya (menumbuhkan
sendiri. kepercayaan pada orang
dewasa yang tepat).
3. Mengenal perasaan sendiri
dan mengelolanya secara
wajar (mengendalikan diri
secara wajar).

B. Rasa 1. Menjaga diri sendiri dari 1. Tahu akan haknya.


Tanggungjawab lingkungannya. 2. Mentaati aturan kelas
untuk deiri 2. Menghargai keunggulan orang (kegiatan, aturan).
sendiri dan lain. 3. Mengatur diri sendiri.
orang lain 3. Mau berbagi, menolong dan 4. Bertanggungjawab atas
membantu teman. perilakunya untuk kebaikan
diri sendiri.

C. Perilaku 1. Bermain dengan teman


Prososial 1. Menunjukkan antusiasme dalam sebaya.
melakukan permainan kompetitif 2. Mengetahui perasaan
secara positif. temannya dan merespon
2. Menaati aturan yang berlaku secara wajar.
dalam suatu permainan. 3. Berbagi dengan orang lain.
3. Menunjukkan rasa empati. 4. Menghargai
hal/pendapat/karya orang
lain.
5. Menggunakan cara yang
diterima secara sosial dalam
menyelesaikan masalah
(menggunakan pikiran
untuk menyelesaikan
masalah).
6. Bersikap kooperatif dengan
teman.
7. Menunjukkan sikap toleran.
8. Mengekspresikan emosi
yang sesuai dengan kondisi
yang ada (senang-sedih-
antusias dsb).
9. Mengenal tata karma dan
sopan santun sesuai dengan
nilai sosial budaya
setempat.
VI. Seni
A. Anak mampu 1. Senang mendengarkan berbagai 1. Anak bersenandung atau
menikmati macam musik atau lagu bernyanyi sambil
berbagai alunan kesukaannya. mengerjakan sesuatu.
lagu atau suara 2. Memainkan alat 2. Memainkan alat
musik/instrumen/benda yang musik/instrumen/benda
dapat membentuk irama yang bersama teman.
teratur.
B. Tertarik dengan 1. Menyanyikan lagu dengan
kegiatan seni 1. Memilih jenis lagu yang disukai. sikap yang benar.
2. Bernyanyi sendiri. 2. Menggunakan berbagai
3. Menggunakan imajinasi untuk macam alat music
mencerminkan perasaan dalam tradisional maupun alat
sebuah pesan. musik lain untuk menirukan
4. Membedakan peran fantasi dan suatu irama atau lagu
[Link] dialog, tertentu.
perilaku dan berbagai materi 3. Bermain drama sederhana.
dalam menceritakan suatu cerita. 4. Menggambar berbagai
5. Menggunakan dialog, perilaku, macam bentuk yang

KB & TPA “............


dan berbagai materi dalam beragam.
menceritak sesuatu cerita. 5. Melukis dengan berbagai
6. Mengekspresikan gerakan dengan cara dan objek.
irama yang bervariasi. 6. Membuat karya seperti
7. Menggambar objek di sekitarnya. bentuk sesungguhnya
8. Membentuk berdasarkan objek dengan berbagai bahan
yang dilihatnya (mis. Dengan (kertas, plastisin, balok,
plastisin, tanah liat). dll).
9. Mendeskripsikan sesuatu (seperti
binatang) dengan ekspresif yang
berirama (contoh: anak
menceritakan gajah dengan gerak
dan mimik tertentu).
10. Mengkombinasikan berbagai
warna ketika menggambar atau
mewarnai.


Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum
Kompetensi Inti (KI) pada kurikulum 2014 Pendidikan Anak Usia Dini
merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai STPPA (Standar Tingkat
Pencapaian Perkembangan Anak) yang harus dimiliki peserta didik PAUD pada usia
6 tahun.
Adapun kompetensi inti mencakup :
1. KI-1 adalah sikap spiritual
2. KI-2 adalah sikap sosial
3. KI-3 adalah pengetahuan
4. KI-4 adalah keterampilan
Uraian tentang kompetensi inti PAUD yaitu :
CAKUPAN URAIAN

KI-1 Menerima ajaran agama yang dianutnya

KI-2 Memiliki perilaku hidup sehat, rasa ingin tahu, kreatif dan estetis,
percaya diri, disiplin, mandiri, peduli, mampu bekerja sama, mampu
menyesuaikan diri, jujur, rendah hati dan santun dalam berinteraksi
dengan keluarga, pendidik dan/pengasuh dan teman.

KI-3 Mengenali diri, keluraga, teman, pendidik dan/atau pengasuh,


lingkungan sekitar, teknologi, seni dan budaya di rumah, tempat
bermain dan satuan PAUD dengan cara : mengamati dengan indra
(melihat, mendengar, menghirup, meraasa, meraba), menanya,
mengumpulkan informasi, mengolah informasi/mengasosiasikan,
dan mengkomunikasikan melalui kegiatan bermain.

KI-4 Menunjukkan yang diketahui, dirasakan, dibutuhkan, dan dipikirkan


melalui bahasa, musik, gerakan, dan karya secara produktif dan
kreatif, serta mencerminkan perilaku anak yang berakhlak mulia

Kompetensi Dasar pada kurikulum 2014 Pendidikan Anak Usia Dini berisikan
kemampuan dan muatan pembelajaran untuk suatu tema pembelajaran pada PAUD yang
mengacu pada kompetensi inti. Rumusan Kompetensi Dasar dikembangkan dengan
memeprhatikan karakteristrik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu
program pengembanagan. Kompetensi Dasae dibagi menjadi 4 kelompok sesuai dengan
pengelompokkan kompetensi inti sebagai berikut :

1. Kelompok 1 : kelompok Kompetensi Dasar sikap spiritual dalam rangka


menjabarkan KI-1
2. Kelompok 2 : Kelompok Kompetensi Dasar sikap sosial dalam rangka
menjabarkan KI-2
3. Kelompok 3 : Kelompok Kompetensi Dasar Pengetahuan dalam rangka
menjabarkan KI-3
4. Kelompok 4 : Kelompok Kompetensi Dasar Keterampilan dalam rangka
menjabarkan KI-4
Berikut uraian atau rumusan tentang kompetensi dasar PAUD :

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


KI-1 : a. Mempercayai adanya Tuhan melalui
Menerima ajaran agama yang ciptaan-Nya
dianutnya b. Menghargai diri sendiri, orang lain dan
lingkungan sekitar sebagai rasa syukur
kepada Tuhan
KI-2 2.1 Memilik perilaku yang mencerminkan
Memiliki perilaku hidup sehat, rasa hidup sehat
ingin tahu, kreatif dan estetis, 2.2 Memiliki perilaku yang mencerminkan
percaya diri, disiplin, mandiri, sikap ingin tahu
peduli, mampu menghargai dan 2.3 Memilik perilaku yang mencerminkan
toleran kepada orang lain, mampu sikap kreatif
menyesuaikan diri, jujur, rendah 2.4 Memiliki perilaku yang mencerminkan
hati, dan santun dalam berinteraksi sikap estetis
dengan keluarga, pendidik dan 2.5 Memiliki perilaku yang mencerminkan
teman sikap percaya diri
2.6 Memiliki perilaku yang mencerminkan
sikap taat terhadap aturan sehari-hari
2.7 Memiliki perilaku yang mencerminkan
sikap sabar ( mau menunggu giliran, mau
mendengar ketika orang lain berbicara)
untuk melatih kedisiplinan
2.8 Memiliki perilaku yang mencerminkan
kemandirian
2.9 Memiliki perilaku yang mencerminkan
sikap peduli dan mau membantu jika
diminta bantuannya
2.10 Memilik perilaku yang mencerminkan
sikap menghargai dan toleran kepada
orang lain
2.11 Memiliki perilaku yang dapat
menyesuaikan diri
2.12 Memiliki perilaku yang menceerminkan
sikap tanggung jawab
2.13 Memiliki perilaku yang mencerminkan
sikap jujur
2.14 Memiliki perilaku yang mencerminkan
sikap rendah hati dan snatun kepada
orang tua, pendidik dan teman

KI-3 3.1 Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari


Mengenali diri, keluarga, teman 3.2 Mengenal perilaku baik sebagai cerminan
pendidik, lingkungan akhlak mulia
sekitar,agama, teknologi, seni dan 3.3 Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan
budaya di rumah, tempat bermain gerakannya untuk pengembangan motorik
dan satuan PAUD dengan cara: kasar dan motorik halus
Mengamati dengan indra (melihat, 3.4 Mengetahui cara hidup sehat
mendengar, menghirup, merasa, 3.5 Mengetahui cara memecahkan masalah
meraba); menanya; mengumpulkan sehari-hari secara kreatif
informasi; menalar; dan 3.6 Mengenal benda-benda di sekitarnya
mengkomunikasikan mealalui (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat,
kegiatan bermain. suara, tekstur, fungsi dan ciri-ciri lainnya)
3.7 Mengenal lingkungan sosial (keluarga,
teman, tempat tinggal, tempat ibadah,
budaya, transportasi)
3.8 Mengenal lingkungan alam (hewan,
tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan,
dan lain-lain)
3.9 Mengenal teknologi sederhana (peralatan
rumah tangga, peralatan bermain, peralatan
pertukangan, dan lain-lain)
3.10 Memahami bahasa reseptif (menyimak
dan membaca)
3.11 Memahami bahasa ekspresif
(mengungkapkan bahasa secara verbal dan
non verbal)
3.12 Mengenal keaksaraan awal melalui
bermain
3.13 Mengenal emosi diri dan orang lain
3.14 Mengenali kebutuhan, keinginan dan
minat diri
3.15 Mengenali berbagai karya dan aktivitas
seni

KI –4 4.1 Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari


Menunjukkan yangdiketahui, dengan tuntunan orang dewasa
dirasakan, dibutuhkan, dan 4.2 Melakukan perilaku santun sebagai
dipikirkan melalui bahasa, musik, cerminan akhlak mulia
gerakan, dan karya secara produktif 4.3 Menggunakan anggota tubuh untuk
dan kreatif, serta mencerminkan pengemabangan motorik kasar dan
perilaku anak yang berakhlak mulia motorik halus
4.4 Mampu menolong diri sendiri untuk
hidup sehat
4.5 Menyelesaikan masalah sehari-hari secara
kreatif
4.6 Menyampaikan tentang apa dan
bagaimana benda-benda di sekitar yang
dikenalnya (nama, warna, bentuk, ukuran
pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-
ciri lainnya) melalui berbagai hasil karya
4.7 Menyajikan berbagai karya yang
berhubungan dengan lingkungan sosial
(keluarga, teman, tempat tinggal, tempat
ibadah, budaya, transportasi) dalam bentuk
gambar, bercerita, bernyanyi, dan gerak tubuh.
4.8 Menyajikan berbagai karya yang berhubungan
dengan lingkungan alam (hewan, tanaman,
cuaca, tanah, air, batu-batuan, dan lain-lain)
dalam bentuk gambar, bercerita, dan gerak
tubuh
4.9 Menggunakan teknologi sederhana untuk
menyelesaikan tugas dan kegiatannya
(peralatan rumah tangga, peralatan bermain,
peralatan pertukangan dan lain-lain)
4.10 Menunjukkan kemampuan berbahasa reseptif
(menyimak dan membaca)
4.11 Menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif
(mengungkapkan bahasa secara verbal dan non
verbal)
4.12 Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal
dalam berbagai karya
4.13 Menunjukkan reaksi emosi diri secara wajar
4.14 Mengungkapkan kebutuhan, keinginan, dan
minat diri dengan cara yang tepat
4.15 Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan
menggunakan berbagai media.


Indikator Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini Lahir –6 Tahun
Indikator pencapaian anak adalah penanda perkembangan anak adalah penanda
perkembangan yang spesifik dan terukur untuk memantau/menilai perkembangan anak
pada usia tertentu. Indikator pencapaian perkembangan anak merupakan
kontinum/rentang perkembangan anak sejak lahir sampai usia 6 tahun. Indikator
pencapaian anak berfungsi untuk memantau perkembangan anak dan bukan untuk
digunakan secara langsung baik sebagai bahan ajar maupun kegiatan pembelajaran.
Indikator pencapaian perkembangan anak dirumuskan berdasarkan Kompetensi Dasar
(KD). Kompetensi Dasar dirumuskan berdasarkan Kompetensi Inti (KI). Kompetensi Inti
(KI) merupakan gambaran pencapaian standar tingkat pencapaian perkembangan anak
pada akhir layanan PAUD usia 6 tahun yang dirumuskan secara terpadu dalam bentuk KI
sikap Spiritual, KI sikap sosial, KI Pengetahuan dan KI Keterampilan. Indikator
pencapaian perkembangan anak untuk KD pada KI sikap Spiritual dan KD pada KI sikap
tidak dirumuskan secara tersendiri. Pembelajaran untuk mencapai KD-KD pada KI
pengetahuan dan KI keterampilan. Dengan kata lain, sikap positif anak akan terbentuk
ketika dia memiliki pengetahuan dan mewujudkan pengetahuan itu dalam bentuk hasil
karya dan/atau unjuk kerja. Indikator pencapaian perkembangan anak untuk KD pada
pengetahuan dan KD pada keterampilan merupakan satu kesatuan karena pengetahuan
dan keterampilan merupakan dua hal yang saling berinteraksi.


INDIKATOR PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 4 –5 TAHUN
KD INDIKATOR PENCAPAIAN PERKEMBANGAN
ANAK
1.1 Mempercayai adanya Tuhan
melalui ciptaan-Nya
1.2 Menghargai diri sendiri, orang
lain, dan lingkungan sekitar
sebagai rasa syukur kepada
Tuhan
2.1 Memiliki perilaku yang
mencerminkan hidup sehat
Indikator pencapaian perkembangan anak untuk KD pada KI
2.2 Memiliki perilaku yang
Sikap Spritual dan KD pada KI Sikap Sosial tidak dirumuskan
mencerminkan sikap ingin tahu
secara tersendiri. Pembelajaran untuk mencapai KD-KD ini
2.3 Memiliki perilaku yang
dilakukan secara tidak langsung, tetapi melalui pembelajaran
mencerminkan sikap kreatif
untuk mnecapai KD-KD pada KI Pengetahuan dan KI
2.4 Memiliki perilaku yang
Keterampilan, serta melalui pembiasaan dan keteladanan.
mencerminkan sikap estetis
Dengan kata lain, sikap positif anak akan terbentuk ketika dia
2.5 Memiliki perilaku yang
memiliki pengetahuan dan mewujudkan pengetahuan itu dalam
mencerminkan sikap percaya diri
bentuk hasil karya dan/atau unjuk kerja. Contoh sikap positif itu
2.6 Memiliki perilaku yang
adalah perilaku hidup sehat, jujur, tanggung jawab, peduli,
mencerminkan sikap taat terhadap
kreatif, kritis, percaya diri, disiplin, mandiri, mampu bekerja
aturan sehari-hari untuk melatih
sama, mampu menyesuaikan diri dan santun.
kedisiplinan
2.7 Memiliki perilaku yang
mencerminkan sikap sabar (mau
menunggu giliran, mau mendengar
ketika orang lain berbicara) untuk
melatih kedisiplinan
2.8 Memiliki perilaku yang
mencerminkan kemandirian
2.9 Memiliki perilaku yang
mencerminkan sikap peduli dan mau
membantu jika diminta bantuannya
2.10 Memiliki perilaku yang
mencerminkan sikap menghargai
dan toleran kepada orang lain
2.11 Memiliki perilaku dapat
menyesuaikan diri
2.12 Memiliki perilaku yang
mencerminkan sikap tanggung jawab
2.13 Memiliki perilaku yang
mencerminkan sikap jujur
2.14 Memilik perilaku yang
mencerminkan sikap santun kepada
orang tua, pendidik dan teman
3.1 Mengenal kegiatan beribadah Mulai mengucapkan doa-doa pendek dan melakukan ibadah
sehari-hari sesuai dengan agama yang dianutnya
4.1 Melakukan kegiatan beribadah
sehari-hari dengan tuntunan orang
dewasa
3.2 Mengenal perilaku baik sebagai Bersikap sopan dan peduli melalui perkataan dan perbuatannya
cerminan akhlak mulia dengan bimbingan (misal : mengucapkan maaf, permisi,
4.2 Menunjukkan perilaku santun terimakasih)
sebagai cerminan akhlak mulia Menunjukkan sikap mau menolong orang tua, pendidik dan
teman
3.3 Mengenal anggota tubuh, fungsi, Melakukan berbagai kegiatan motorik kasar dan halus yang
dan gerakan-gerakannya untuk seimbang terkontrol dan lincah
pengembangan motorik kasar
dan motorik halus Melakukan kegiatan yang menunjukkan anak mampu melakukan
4.3 Menggunakan anggota tubuh gerakan bergelayutan (berkibar)
untuk pengembangan motorik kasar Melakukan kegitan yang menunjukkan anak mampu melakukan
dan halus gerakan melompat, dan berlari secara terkoordinasi
Melakukan kegiatan yang menunjukkan anak mampu
menangkap bola dengan tepat
Melakukan kegiatan yang menunjukkan anak mampu melakukan
gerakan antisipasi (misal : permainan lempar bola)
Melakukan kegiatan yang menunjukkan anak mampu
menendang bola secara terarah
Melakukan kegiatan yang menunjukkan anak mampu
memanfaatkan alat permainan di dalam dan luar ruang
Melakukan kegiatan yang menunjukkan anak mampu
menggunakan anggota badan untuk melakukan gerakan halus
terkontrol (misal : meronce)
3.4 Mengetahui cara hidup sehat Mulai terbiasa melakukan hidup bersih dan sehat
4.4 Mampu menolong diri sendiri Melakukan kegiatan yang menunjukkan anak mampu mengenali
untuk hidup sehat bagian tubuh yang harus dilindungi dan cara melindungi dari
kekerasan, termasuk kekerasan seksual
Mulai terbiasa mengkonsumsi makanan dan minuman yang
bersih, sehat dan bergizi
Menggunakan toilet tanpa bantuan
3.5 Mengetahui cara memecahkan Mampu memecahkan masalah sederhana yang dihadapi di bantu
masalah seharihari dan oleh orang dewasa
berperilaku kreatif Melanjutkan kegiatan sampai selesai
4.5 menyelesaikan masalah sehari-
hari secara kreatif
3.6 Mengenal benda-benda di Melakukan kegiatan yang menunjukkan anak mampu mengenal
sekitarnya (nama, warna, bentuk, benda dengan mengelompokkan berbagai benda berdasarkan
ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, ukuran (misal : besara –kecil, panjang pendek, tebal-tipis, berat-
fungsi dan ciri-ciri lainnya) ringan)
4.6 Menyampaikan tentang apa dan Melakukan kegiatn yang menunjukkan anak mampu mengenal
bagaimana benda-benda di benda dengan memasngkan benda dengan pasangannya
sekitar yang dikenalnya (nama,
Melakukan kegiatan yang menunjukkan anak mampu mengenal
warna, bentuk, ukuran, pola,
benda dengan mengurutkan benda berdasarkan ukuran dari yang

KB & TPA “............


sifat, suara, tekstur, fungsi dan terpanjang, terkecil-terbesar)
ciri-ciri lainnya) melalui berbagai
hasil karya Melakukan kegiatan yang menunjukkan anak mampu mengenal
benda berdasarkan bentuk, ukuran, dan warna melalui kegiatan
mengelompokkan
Melakukan kegiatan yang menunjukkan anak mengenal konsep
besar-kecil, banyak-sedikit, panjang-pendek, berat-ringan
melalui kegiatan membandingkan.
3.7 Mengenal lingkungan sosial Menyebut nama anggota keluarga lain, teman, dan jenis kelamin
(keluarga, teman, tempat tinggal, mereka
tempat ibadah, budaya dan Menyebut tempat di lingkungan sekitarnya
transportasi)
Menyebutkan arah ke tempat yang sering dikunjungi pada radius
4.7 Menyajikan berbagai karya yang
yang lebih jauh (pasar, taman bermain)
berhubungan dengan lingkungan
Menyebutkan dan mengetahui perlengkapan/atribut yang
sosial (Keluarga, teman, tempat
berhubungan dengan pekerjaan orang-orang yang ada
tinggal, tempat ibadah, budaya,
disekitarnya
transportasi) dalam bentuk gambar,
Mengikuti aturan
bercerita, bernyanyi dan gerak tubuh
3.8 Mengenal lingkungan alam Menunjukkan nama dan kegunaan benda-benda alam
(hewan, tanaman, cuaca, tanah,
air, batu-batuan dan lain-lain) Mengungkapkan hasil hasil karya yang dibuatnya secara
4.8 Menyajikan berbagai karya yang sederhana yang berhubungan dengan benda-benda yang ada di
berhubungan dengan lingkungan alam lingkungan alam.
(hewan, tanaman, cuaca, tanah, air,
batu-batuan, dan lain-lain) dalam Menunjukkan proses perkembangbiakan makhluk hidup (misal :
bentuk gambar, bercerita, bernyanyi kupu-kupu, ayam, katak)
dan gerak tubuh
3.9 Mengenal teknologi sederhana Menggunakan cara penggunakan benda-benda teknologi
(perlatan rumah tangga, peralatan sederyhana (misal : gunting, sekop, palu, cangkul, pisau, gunting
bermain, peralatan pertukangan kuku, sikat gigi, sendok pembuka botol, spons, roda pada
dan lain-lain) kendaraan)
4.9 menggunakan teknologi Mengenali bahan-bahan pembuatan teknologi sederhana
sederhana untuk menyelesaikan tugas
dan kegiatannya (peralatan rumah
tangga, peralatan bermain, peralatan
pertukangan dan lain-lain)
3.10 Memahami bahasa reseptif Menceritakan kembali apa yang didengar dengan kosakata yang
(menyimak dan membaca) terbatas
4.10 Menunjukkan kemapuan Melaksanakan perintah sederhana sesuai dengan aturan yang
berbahasa reseptif (menyimak dan disampaikan (misal : aturan makan bersama)
membaca)

3.11 Memahami bahasa ekspresif Menggunakan kalimat pendek untuk berinteraksi dengan anak
(mengungkapkan bahasa secara atau orang dewasa untuk menyatakan apa yang dilihat dan dirasa
verbal dan non verbal) Menceritakan gambar yang ada dalam buku
4.11 Menunjukkan kemampuan
berbahasa ekspresif (mengungkapkan Berbicara sesuai dengan kebutuhan (kapan harus bertanya,
bahasa secara verbal dan non verbal) berpendapat
Bertanya dengan menggunakan lebih dari 2 kata kata tanya
seperti : apa, mengapa, bagaimana, dimana
3.12 Mengenal kekasaraan awal Meuliskan huruf-huruf yang dicontohkan dengan cara meniru
4.12 menunjukkan kemapuan
keaksaraan awal dalam berbagai Menceritakan isi buku walaupun tidaks ama tulisan dengan
bentuk karya bahasa yang diungkapkan
Menghubungkan benda-benda konkret dengan lambang bilangan
1 -10

KB & TPA “............


3.13 Mengenal emosi diri dan orang Menjalin pertemanan dengan anak lain
lain
4.13 Menunjukkan reaksi emosi diri Mempertahankan haknya untuk melindungi diri dengan bantuan
secara wajar orang lain, misalnya meminta bantuan pada orang dewasa
3.14 Mengenali kebutuhan, keinginan Memilih satu macam dari 2-3 pilihan yang tersedia (misal :
dan minat diri mainan, makanan, pakaian)
4.14 mengungkapkan kebutuhan, Memilih satu dari berbagai kegiatan/benda yang disediakan
keinginan, dan minat diri dengan cara
yang tepat
3.15 Mengenal berbagai karya dan Menghargai penampilan karya seni anak lain dengan bimbingan
aktivitas seni (misal dengan bertepuk tangan dan memuji)
4.15 Menunjukkan karya dan
aktivitas seni dengan menggunakan
berbagai media Menampilkan karya seni sederhana di depan anak atau orang
Catatan : tidak semua anak harus lain
menyukai semua jenis seni artinya
stimulasi/rangsangan dapat dilakukan
berdasarkan minat dan bakat anak


INDIKATOR PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 5 –6 TAHUN
KD INDIKATOR PENCAPAIAN PERKEMBANGAN
ANAK
1.3 Mempercayai adanya Tuhan
melalui ciptaan-Nya
1.4 Menghargai diri sendiri, orang
lain, dan lingkungan sekitar
sebagai rasa syukur kepada
Tuhan
2.1 Memiliki perilaku yang
mencerminkan hidup sehat
Indikator pencapaian perkembangan anak untuk KD pada KI
2.2 Memiliki perilaku yang
Sikap Spritual dan KD pada KI Sikap Sosial tidak dirumuskan
mencerminkan sikap ingin tahu
secara tersendiri. Pembelajaran untuk mencapai KD-KD ini
2.3 Memiliki perilaku yang
dilakukan secara tidak langsung, tetapi melalui pembelajaran
mencerminkan sikap kreatif
untuk mnecapai KD-KD pada KI Pengetahuan dan KI
2.4 Memiliki perilaku yang
Keterampilan, serta melalui pembiasaan dan keteladanan.
mencerminkan sikap estetis
Dengan kata lain, sikap positif anak akan terbentuk ketika dia
2.5 Memiliki perilaku yang
memiliki pengetahuan dan mewujudkan pengetahuan itu dalam
mencerminkan sikap percaya diri
bentuk hasil karya dan/atau unjuk kerja. Contoh sikap positif itu
2.6 Memiliki perilaku yang
adalah perilaku hidup sehat, jujur, tanggung jawab, peduli,
mencerminkan sikap taat terhadap
kreatif, kritis, percaya diri, disiplin, mandiri, mampu bekerja
aturan sehari-hari untuk melatih sama, mampu menyesuaikan diri dan santun.
kedisiplinan
2.7 Memiliki perilaku yang
mencerminkan sikap sabar (mau
menunggu giliran, mau mendengar
ketika orang lain berbicara) untuk
melatih kedisiplinan
2.8 Memiliki perilaku yang
mencerminkan kemandirian
2.9 Memiliki perilaku yang
mencerminkan sikap peduli dan mau
membantu jika diminta bantuannya
2.10 Memiliki perilaku yang
mencerminkan sikap menghargai dan
toleran kepada orang lain
2.11 Memiliki perilaku dapat
menyesuaikan diri
2.12 Memiliki perilaku yang
mencerminkan sikap tanggung jawab
2.13 Memiliki perilaku yang
mencerminkan sikap jujur
2.14 Memilik perilaku yang
mencerminkan sikap santun kepada
orang tua, pendidik dan teman

3.1 Mengenal kegiatan beribadah Mengucapkan doa-doa pendek, melakukan ibadah sesuai
sehari-hari dengan agamanya (misal : doa sebelum memulai dan selesai
4.1 Melakukan kegiatan beribadah kegiatan)
sehari-hari dengan tuntunan orang Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang di anutnya (misal :
dewasa tidak bohong, tidak berkelahi)
Menyebutkan hari-hari besar agama
Menyebutkan tempat ibadah agama lain
Menceritakan kembali tokoh-tokoh keagamaan (misal : nabi-
nabi)
3.2 Mengenal perilaku baik sebagai Berperilaku sopan dan peduli melalui perkataan dan
cerminan akhlak mulia perbuatannya secara spontan (misal : mengucapkan maaf,
4.2 Menunjukkan perilaku santun permisi, terimakasih)
sebagai cerminan akhlak mulia Mau menolong orang tua, pendidik, dan teman

3.3 Mengenal anggota tubuh, fungsi, Melakukan berbagai gerakan terkoordinasi secara terkontrol,
dan gerakan-gerakannya untuk seimbang, dan lincah
pengembangan motorik kasar
dan motorik halus Melakukan kegiatan yang menunjukkan anak mampu melakukan
4.3 Menggunakan anggota tubuh gerakan mata, tangan, kaki, kepala secara terkoordinasi dalam
untuk pengembangan motorik kasar menirukan berbagai gerakan yang teratur (misal : senam dan
dan halus tarian)
Melakukan kegitan yang menunjukkan anak mampu melakukan
permaianan fisik dengan aturan
Melakukan kegiatan yang menunjukkan anak mampu terampil
menggunakan tangan kanan dan kiri dalam berbagai aktivitas
(misal : mengancingkan baju, menali sepatu, menggambar,
menempel menggunting , makan)
3.4 Mengetahui cara hidup sehat Melakukan kebiasaan hidup bersih dan sehat (misal : mandi 2x
4.4 Mampu menolong diri sendiri sehari, memakai baju bersih, membuang sampah pada
untuk hidup sehat tempatnya)
Mampu melindungi diri dari percobaan kekerasan, termasuk
kekerasan seksual dan bullying (misal dengan berteriak dan/atau
berlari)
Mampu menjaga keamanan diri dari benda-benda berbahaya
(misal : listrik, pisau, pembasmi serangga)
Terbiasa mengkonsumsi makanan dan minuman yang bersih,
sehat dan bergizi
Menggunakan toilet dengan benar tanpa bantuan
3.5 Mengetahui cara memecahkan Mampu memecahkan sendiri masalah sederhana yang di hadapi
masalah seharihari dan
berperilaku kreatif Menyelesaikan tugas meskipun menghadapi kesulitan
4.5 menyelesaikan masalah sehari-
hari secara kreatif
3.6 Mengenal benda-benda diMelakukan kegiatan yang menunjukkan anak mampu mengenal
sekitarnya (nama, warna, bentuk, bendadenganmengelompokkanberbagaibendadi
ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, lingkungannya berdasarkan ukuran, pola, fungsi, sifat, suara,
fungsi dan ciri-ciri lainnya) tekstur, fungsi dan ciri-ciri lainnya
4.7 Menyampaikan tentang apa dan Melakukan kegiatn yang menunjukkan anak mampu mengenal
bagaimana benda-benda dibenda dengan menghubungkan satu benda dengan benda yang
sekitar yang dikenalnya (nama, lain
warna, bentuk, ukuran, pola, Melakukan kegiatan yang menunjukkan anak mampu mengenal
sifat, suara, tekstur, fungsi dan benda dengan menghubungkan nama benda dengan tulisan
ciri-ciri lainnya) melalui berbagaisederhana melalui berbagai aktivitas (misal : menjodohkan,
hasil karya menjiplak, meniru)
Melakukan kegiatan yang menunjukkan anak mampu mengenal
benda berdasarkan lima seriasi atau lebih, bentuk, ukuran,
warna, atau jumlah melalui kegiatan mengurutkan benda
Melakukan kegiatan yang menunjukkan anak mampu mengenal
konsep besar-kecil, banyak-sedikit, panjang-pendek, berat-
ringan, tinggi-rendah dengan mengukur menggunakan alat ukur
tidak baku
3.7 Mengenal lingkungan sosial Menyebut nama anggota keluarga dan teman serta ciri-ciri
(keluarga, teman, tempat tinggal, khusus mereka secara lebih rinci (warna kulit, warna rambut,
tempat ibadah, budaya dan jenis rambut dll)
transportasi) Menjelaskan lingkungan sekitarnya secara sederhana
4.7 Menyajikan berbagai karya yang
Menyebutkan arah ke tempat yang sering dikunjungi dan alat
berhubungan dengan lingkungan
transportasi yang digunakan
sosial (Keluarga, teman, tempat
Menyebutkan peran-peran dan pekerjaan termasuk didalamnya
tinggal, tempat ibadah, budaya,
perlengkapan/atribut dan tugas-tugas yang dilakukan dalam
transportasi) dalam bentuk gambar,
pekerjaan tersebut
bercerita, bernyanyi dan gerak tubuh
Membuat dan mengikuti aturan
3.8 Mengenal lingkungan alam Menceritakan peristiwa-peristiwa alam dengan melakukan
(hewan, tanaman, cuaca, tanah, percobaan sederhana
air, batu-batuan dan lain-lain) Mengungkapkan hasil hasil karya yang dibuatnya secara
4.8 Menyajikan berbagai karya yang lengkap/utuh yang berhubungan dengan benda-benda yang ada
berhubungan dengan lingkungan alam di lingkungan alam
(hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, Menunjukkan proses perkembangbiakan makhluk hidup (misal :
batu-batuan, dan lain-lain) dalam kupu-kupu, ayam, katak)
bentuk gambar, bercerita, bernyanyi Menceritakan perkembangbiakan makhluk hidup
dan gerak tubuh
3.9 Mengenal teknologi sederhana Menggunakan cara penggunakan benda-benda teknologi
(perlatan rumah tangga, peralatan sederyhana (misal : gunting, sekop, palu, cangkul, pisau, gunting
bermain, peralatan pertukangan kuku, sikat gigi, sendok pembuka botol, spons, roda pada
dan lain-lain) kendaraan)
4.9 menggunakan teknologi Mengenali bahan-bahan pembuatan teknologi sederhana
sederhana untuk menyelesaikan tugas
dan kegiatannya (peralatan rumah Melakukan kegiatan dengan menggunakan alat teknologi
tangga, peralatan bermain, peralatan sederhana sesuai fungsinya secara aman dan bertanggungjawab
pertukangan dan lain-lain) Membuat alat-alat teknologi sederhana (misal: baling-baling,
pesawat-pesawatan, kereta-keretaapian, mobil-mobilan, telpon-
telponan dengan benang)
Melakukan proses kerja sesuai dengan prosedurnya (misal:
membuat teh dimulai dari menyediakan air panas, teh, gula, dan
gelas)
3.10 Memahami bahasa reseptif Menceritakan kembali apa yang didengar dengan kosakata yang
(menyimak dan membaca) lebih

KB & TPA “............


4.10 Menunjukkan kemapuan Melaksanakan perintah sederhana yang lebih kompleks sesuai
berbahasa reseptif (menyimak dan dengan aturan yang disampaikan (misal : aturan, untuk
membaca) melakukan kegiatan memasak ikan)

3.11 Memahami bahasa ekspresif Mengungkapkan keinginan, perasaan, dan pendapat dengan
(mengungkapkan bahasa secara kalimat sederhana dalam berkomunikasi dengan anak atau orang
verbal dan non verbal) dewasa
4.11 Menunjukkan kemampuan Menunjukkan perilaku senang membaca buku terhadap buku-
berbahasa ekspresif (mengungkapkan buku yang dikenali
bahasa secara verbal dan non verbal) Mengungkapkan perasaan, ide dengan pilihan kata yang sesuai
ketika berkomuniskasi
Menceritakan kembali isi cerita secara sederhana
3.12 Mengenal kekasaraan awal Menunjukkan bentuk-bentuk simbol (pra menulis)
4.12 menunjukkan kemapuan
keaksaraan awal dalam berbagai Membuat gambar dengan beberapa coretan/tulisan yang sudah
bentuk karya berbentuk huruf/kata
Menulis huruf-huruf dari namanya sendiri
Menyebutkan angka bila diperlihatkan lambang bilangnya
Menyebutkan jumlah benda dengan cara menghitung
3.13 Mengenal emosi diri dan orang Beradaptasi secara wajar dalam situasi baru
lain Mempertahankan hak-haknya untuk melindungi diri
4.13 Menunjukkan reaksi emosi diri
secara wajar
3.14 Mengenali kebutuhan, keinginan Memilih satu macam dari 3 kegiatan atau lebih pilihan yang
dan minat diri tersedia
4.14 mengungkapkan kebutuhan, Memilih kegiatan/benda yang sesuai dengan yang dibutuhkan
keinginan, dan minat diri dengan cara dari beberapa pilihan yang ada
yang tepat
3.15 Mengenal berbagai karya dan Menghargai penampilan karya seni anak lain dengan bimbingan
aktivitas seni (misal dengan bertepuk tangan dan memuji)
4.15 Menunjukkan karya dan
aktivitas seni dengan menggunakan
berbagai media Membuat karya seni sesuai kreativitasnya misal seni, musik,
Catatan : tidak semua anak harus visual, gerak dan tari yang dihasilkannya dan dihasilkan orang
menyukai semua jenis seni artinya lain
stimulasi/rangsangan dapat dilakukan
berdasarkan minat dan bakat anak

❖ Materi Life Skill

c. Pengembangan Life Skill Usia 4-5 Tahun


Lingkup Perkembangan Indikator Materi/konsep
1
. Menggunakan sendok dan 1.1 Menggunakan sendok 1.1.1 Menggunakan sendok
garpu dengan benar dan garpu dengan benar dan garpu
2
. Melepaskan pakaian yang 2.1 Melepaskan pakaian 2.1.1 Melepas pakaina ke
harus di tarik ke atas yang harus di tarik ke atas
atas
2.2 Berpakaian sendiri 2.2.1 Berpakaian sendiri
tanpa harus di awasi
kecuali untuk
mengancingkan
2.3 Mengancingkan baju 2.3.1 Mengancingkan baju
dengan kancing kecil
3
. Membuka dan menutup 3.1 Membuka dan 3.1.1 Membuka dan
menutup resleting
resleting tanpa bantuan tanpa bantuan menutup resleting

4
. Mengenakan ikat pinggang 4.1 Mengenakan ikat 4.1.1 Mengenakan ikat
dengan rapi pinggang dengan rapi pinggang
5
. Mencoba membuat tali sepatu 5.1 Mencoba membuat 5.1.1 Membuat tali sepatu
sendiri tali sepatu sendiri
6
. Membuat susu sendiri 6.1 Membuat susu sendiri 6.1 Membuat susu sendiri

7
. Dapat menggosok gigi sendiri 7.1 Dapat menggosok 7.1.1 Gosok gigi sendiri
gigi sendiri
8
. Dapat mencuci piring dan 8.1 Dapat mencuci piring 8.1.1 Mencuci piring dan
sendok sendiri dan sendok sendiri sendok sendiri
9
. Dapat membersihkan sendiri 9.1 Dapat membersihkan 9.1.1 Membersihkan
sendiri setelah sendiri setelah
setelah BAB/BAK BAK/BAB BAK/BAB

➢ Materi Imtaq
Lingkup Indikator Materi/konsep
Perkembangan
1. Aqidah Akhlak
a. Syahadah Mengenal dan Mengucapkan 2 kalimat syahadah
mengucapkan kalimat
syahadah
b. Asmaul Husna Mengenal dan Asmaul husna 1- 30,1-50,1-80,1-100
mengucapkan Asmaul
Husna
c. Malaikat Mengenal dan Nama-nama malaikat beserta tugasnya
mengucapkan nama-nama
Malaikat
d. Mengenal Nabi - Mengenal dan Menyebutkan nama-nama nabi dan
dan Rosul mengucapkan nama- bercerita tentang kisahnya
nama nabi
- Mengenalka
para nabi dan rosul
- Shiroh/cerita kisah-
kisah teladan dalam al
Qur‘an
e. Nama-nama Mengenal dan Nama-nama surat dal
surat dalam al mengucapkan nama-nama
Qur’an surat dalam
f. Hari besar Mengenal hari besar islam Mengenal idul fi
islam Baru Hijriyah,Is
Nabi
g. Mengenal - Akhlak terpuji dan - Jujur >< bohong
akhlak terhadap tercela - Menyayangi >< Menyakiti
manusia dan - Menyayangi tanaman - Berkata baik >< Mengejek
alam sekitar dan binatang - Memaafkan >< Pendendam
- Rajin >< Malas
h. Kalimat Mengenal,menirukan dan Kalimat
Thoyyibah mengucapkan kalimat tasbih,takbir,tahmid,tahlil,istighfar,tarji
thoyyibah ‘, hauqolah

II. IQRA‘
a. Huruf Mengenal,menirukan dan Huruf Alif –Ya‘
Hijaiyah mengucapkan huruf
hijaiyah
III. AL –QUR‘AN
a. Hafalan Mengenal,menirukan dan Surat Al Fatihah sampai Surat Al
surat-surat mengucapkan surat-surat Lumazah
pendek pendek
b. Hafalan ayat- Mengenal,menirukan dan Al Baqarah : 255 (Ayat Kursi)
ayat pilihan mengucapkan ayat-ayat
pilihan
IV. KHOT
a. Mewarnai Mewarnai Huruf Hijaiyah Mewarnai Huruf Hijaiyah
Huruf
Hijaiyah

b. Menebalkan Menebalkan Huruf Menebalkan Huruf


Huruf Hijaiyah
Hijaiyah
c. Mewarnai Mewarnai Angka Arab Mewarnai Angka
Angka Arab
V. IBADAH
- Mengenal dan menirukan
gerakan wudhu dan praktik
pelaksanaan wudhu
a. Wudhu - Mengenal dan
menirukan gerakan
wudhu
- Mengenalkan doa
setela wudhu
- Mengenalkan yang
membatalkan wudhu
b. Adzan dan - Diperdengarkan - Diperdengarkan adzan
iqamah adzan - Diperdengarkan doa setelah adzan
- Mengenalkan dan
menirukan doa
setelah adzan
c. Shalat - Mengenalkan - Praktik langsung shalat 2 rakaat
gerakan dan bacaan
shalat - Praktik shalat dhuha
- Mengenalkan waktu
shalat
- Mengenalkan jumlah
rakaat shalat
- Dzikir setelah shalat
d. Puasa Mengenalkan puasa - Mengenalkan arti dan cara puasa di
secara sederhana bulan Ramadhan
- Amalan-amalan di bulan Ramadhan
e. Zakat Mengenalkan arti dan Macam-macam zakat,infak dan sodaqoh
cara berzakat secara
sederhana
f. Haji Mengenalkan arti haji Mengenalkan tempat dan makna haji

VI. HADIST
a. Macam- Mengenalkan,mendengar Hadist Kasih sayang,senyum,Tebarkan
macam kan,menirukan dan salam,Kebersihan,Shalat,Niat,Muslim
Hadist mengucapkan hadist Bersaudara,Menuntut
Ilmu,Silahturahmi,Berkata Baik dan
menutup aurat
VII. DOA HARIAN
Macam- Mengenalkan,mendengar - Senandung Al Qur’an
macam doa kan,menirukan dan
sehari-hari mengucapkan doa sehari- - Doa sebelum belajar, pembuka
hari hati,kedua orang tua, sebelum dan
Sesudah makan dan lain-lain
➢ Materi Pilar Karakter

LINGKUP
PENGEMBANGAN MATERI
INDIKATOR PENGEMBANGAN

- Anak mencintai semua


makhluk ciptaan Tuhan
1. Konsep Taqwa Yaitu manusia, tumbuhan
Lingkungan dan hewan

PILAR 1

- Tidak mengganggu, merusak


CINTA TUHAN DAN dan menyakiti ciptaan Tuhan
SEGENAP

CIPTAAN-NYA

- Anak di harapkan
mencintai Tuhan
- Berbuat baik kepada
2. Konsep Setia
siapapun dan
lingkungannya
- Membela yang benar
sesuai aturan yang ada

-Mampu dan mau


PILAR 2 melakukan pekerjaan
1. Konsep Mandiri sendiri
KEMANDIRIAN DAN -Percaya diri
-Dapat menyelesaikan
TANGGUNG JAWAB tugas rutinnya

2. Konsep Disiplin -Dapat mengontrol diri


Diri - Melakukan tugas sebaik-
baiknya

Menerima kesalahan
3. Konsep Tanggung Dengan lapang dada
Jawab Dapat di percaya atau
diandalkan
Anak mencintai
- Kejujuran
- Berkata dan berperilaku
1. Konsep Jujur
benar dengan penuh
kesadaran
PILAR 3 - Senantiasa menepati janji
dan melakukan tugas
KEJUJURAN/AMANAH DAN
dengan penuh
DIPLOMATIS
dedikasi/amanah

- Berkata jujur dengan


menyenangkan (bijak)
2. Konsep Berkata
- Sopan dalam bertutut
Bijak
bahasa sehingga hati orang
lain tidak tersinggung atau
tersakiti

1. Konsep Sopan - Berkata dan berperilaku


Santun santun
- Membuat orang lain
merasai di hargai dan di
hormati
PILAR 4 - Tidak sombong kepada
HORMAT DAN SANTUN orang lain

2. Konsep - Memperhatikan dan


Pendengar Yang mendengar orang lain
Baik - Tidak memotong
pembicaraan orang lain

3. Konsep Hormat - Mendengarkan nasehat


dan Patuh orang tua
- Mentaati peraturan yang di
berikan

1. Konsep - Suka memberi/berbagi


PILAR 5 Dermawan - Tidak berharap
DERMAWAN, SUKA balasan/pamrih
GOTONG ROYONG - Empati dan cinta sesama

2. Konsep Suka - Suka membantu


Menolong - Tidak mengharapkan
balasan

3. Konsep Kerja - Saling membantu dalam


Sama pekerjaan yang bermanfaat
- Pekerjaan lebih mudah dan
cepat selesai dengan hasil
yang baik
Saling memahami dan
- menghargai

1. Konsep Percaya - Yakin dengan potensi


diri yang di miliki
- Punya keinginan untuk
PILAR 6 maju dan berani mencoba
PERCAYA DIRI, KREATIF
DAN - Pantang menyerah
PEKERJA KERAS 2. Konsep kreatif - Berimajinasi
- Mencoba melakukan
sesuatu yang baru/berbeda
- Berpikir cepat dalam
menanggulangi situasi
sukar dan dalam
memecahkan suatu
masalah
3. Konsep Kera - Bekerja dengan senang
keras dan tanpa paksaan
- Antusias/bersemangat dan
bersungguh-sungguh
- Berhasil

1. Konsep - Peka dalam melihat


kepemimpinan masalah
- Mempunyai inisiatif dan
berani mengambil
PILAR 7 tindakan untuk mengatasi
KEPEMIMPINAN DAN masalah
KEADILAN - Berbuat kebajikan
- Mengajak orang lain untuk
berbuat baik
2. Konsep keadilan - Berprasangka baik kepada
siapa saja
- Berkawan dengan siapa
saja
- Membagi segala sesuatu
dengan adil

1. Konsep baik - Mencintai sesama


- Ramah dan mudah bergaul
- Memiliki banyak teman
dan di senangi oleh semua
2. Konsep rendah - Tidak merasa diri lebih
PILAR 8 hati hebat
BAIK DAN RENDAH HATI - Tidak mengejek orang lain
- Tidak membanding-
bandingkan kelebihan
dirinya dengan
kekurangan kawannya

1. Konsep toleransi - Menerima perbedaan


- Sabar dan tidak mengeluh

2. Konsep kedamaian - Cinta Tuhan


- Hati selalu damai
PILAR 9 - Tidak ada kebencian
TOLERANSI, KEDAMAIAN - Damai dengan sesama
KESATUAN 3. Konsep kesatuan - Cinta Tuhan
- Cinta sesama makhluk
hidup
- Hidup harmoni dengan
sesama manusia dan
lingkungan hidup

1. Konsep kebersihan - Bersih diri (mandi,gosok


gigi,memotong kuku,cuci
tangan sebelum makan)
- Bersih lingkungan
(membuang sampah pada
tempatnya,menyapu
lantai)
2. Konsep kerapian - Rapi diri (berpakaian rapi
dan serasi,menyisir
rambut,menyeka keringat
dengan sapu tangan)
- Rapi lingkungan
K4 (menyimpan alat main dan
KEBERSIHAN, KERAPIAN,
KESEHATAN DAN buku pada
KEAMANAN tempatnya,makan dengan
tertib)
3. Konsep keamanan
- Bermain benda-benda
tajam,api dan benda yang
beraliran listrik dengan
pengawasan orang dewasa
- Menyeberang jalan dengan
bantuan dan sesuai disiplin
lalu lintas
- Tidak mengorek hidung
dan telinga dengan benda
Keras atau tajam/keras
-
a. Kesehatan pribadi
- Mandi 2x sehari dan
berkeramas
- Menggosok gigi 2x
sehari dengan teratur
sebelum tidur dan
setelah sarapan pagi
- Mencuci tangan
sebelum dan sesudh
makan
Mencuci tangan dan kaki
sebelu, tidur
- Menyisir rambut
- Membuang ingus dan
Dahak jika sedang flu atau
batuk
-
- Membiasakan tidur teratur
- Suka berolahraga

b. Kesehatan makan

Makan makanan yang


bergizi (karbohidrat,
vitamin, mineral, protein),
halal dan bersih

Makan secukupnya/tidak
berlebihan

Tidak jajan sembarangan

❖ Indikator perkembangan
a. Pengertian
Indikator perkembangan merupakan penanda perkembangan yang lebih spesifik
dan terukur pada satu program pengembangan untuk memantau/menilai
perkembangan anak. Indikator perkembangan juga merupakan gambaran minimal
mengenai ciri-ciri peserta didik yang dianggap telah mencapai kemampuan dasar
pada tingkatan usia tertentu. Untuk mempertegas kedudukan indikator, maka
indikator perkembangan harus dipahami sebagai berikut.
1) Indikator perkembangan merupakan kontinum perkembangan dan belajar
peserta didik PAUD usia lahir-6 tahun dan dijabarkan berdasarkan kelompok
usia.
2) Indikator perkembangan dirumuskan berdasarkan Kompetensi Dasar (KD).
3) Indikator perkembangan untuk KD pada KI 3 dan KI 4 menjadi satu untuk
memberikan pemahaman bahwa pengetahuan dan keterampilan merupakan dua
hal yang menyatu.

❖ Muatan Pembelajaran
Muatan pembelajaran pada PAUD berisi materi-materi yang dikenalkan
kepada anak sesuai dengan program pengembangan. Muatan pembelajaran pada
program anak usia dini lebih menekankan pada pembentukan sikap, etika,
pengenalan cinta tanah air.

❖ Beban Belajar

Beban belajar PAUD merupakan keseluruhan pengalaman belajar yang harus


diikuti peserta didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun.
a. Beban belajar untuk anak usia 4-6 tahun
dilakukan melalui tatap muka per minggu paling sedikit 900 menit.
b. Apabila satuan PAUD hanya melakukan tatap muka 540 menit per minggu
maka harus diperkaya dengan pengasuhan terprogram oleh orang tua/wali
peserta didik dengan durasi paling sedikit 360 menit per minggu.

2. PROSES PEMBELAJARAN
Adapun Proses pembelajaran di TK AL MUHAJIRIN adalah sebagai berikut :
a. Belajar melalui bermain
Anak di bawah usia 6 tahun berada pada masa bermain. Pemberian rangsangan pendidikan
dengan cara yang tepat melalui bermain, dapat memberikan pembelajaran yang bermakna pada
anak.
b. Berorientasi pada perkembangan anak
Pendidik harus mampu mengembangkan semua aspek perkembangan sesuai dengan tahapan usia
anak.
c. Berorientasi pada kebutuhan anak
Pendidik harus mampu memberi rangsangan pendidikan dan stimulasi sesuai dengan
kebutuhan anak, termasuk jika ada anak-anak yang berkebutuhan khusus.

d. Berpusat pada Anak


Pendidikan harus menciptakan suasana yang bisa mendorong semangat belajar, motivasi, minat,
kreaativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian esuai dengan karakteristik, minat,
potensi, tingkat perkembangan dan kebutuhan anak.

e. Pembelajaran aktif
Pendidik harus mampu menciptakan suasana yang mendorong anak aktif
mencari, menemukan, menentukan pilihan, mengemukakan pendapat, dan melakukan serta
mengalami sendiri.
f. Berorientasi pada pengembangan nilai-nilai karakter
Pemberian rangsangan pendidikan diarahkan untuk mengembangkan nilai-
nilai yang membentuk karakter yang positif pada anak. Pengembangan nilai- nilai karakter tidak
dengan pembelajaran langsung, akan tetapi melalui pembelajaran untuk mengembangkan
kompetensi pengetahuan dan keterampilan serta melalui pembiasaan dan keteladanan.
g. Berorientasi pada pengembangan kecakapan hidup
Pemberian rangsangan pendidikan diarahkan untuk mengembangkan
kemandirian anak. Pengembangan kecakapan hidup dilakukan secara terpadu baik melalui
pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan maupun
melalui pembiasaan dan keteladanan.

h. Didukung oleh lingkungan yang kondusif


Lingkungan pembelajaran diciptakan sedemikian rupa agar menarik,
menyenangkan, aman, dan nyaman bagi anak. Penataan ruang diatur agar anak dapat
berinteraksi dengan pendidik, pengasuh, dan anak lain.

i. Berorientasi pada pembelajaran yang demokratis


Pembelajaran yang demokratis sangat diperlukan untuk mengembangkan
rasa saling menghargai antara anak dengan pendidik, dan antara anak dengan anak lain.

j. Pemanfaatan media belajar, sumber belajar, dan narasumber


Penggunaan media belajar, sumber belajar, dan narasumber yang ada di lingkungan PAUD
bertujuan agar pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna. Termasuk narasumber adalah
orang-orang dengan profesi tertentu yang dilibatkan sesuai dengan tema, misalnya dokter,
polisi, nelayan, dan petugas pemadam kebakaran.

3. Penilaian (Authentic Assesment)


Menekankan kemampuan berbahasa sebagai alat komunikasi, pembawa pengetahuan dan berfikir
logis, sistematis, dan kreatif.

Mengukur tingkat berpikir siswa mulai dari rendah sampai tinggi.

Menekankan pada pertanyaan yang membutuhkan pemikiran mendalam [bukan sekedar hafalan].

Mengukur proses kerja siswa, bukan hanya hasil kerja siswa.

Menggunakan portofolio pembelajaran siswa

3. MUATAN LOKAL
Untuk kegiatan muatan lokal di TK PGRI MAWAR Desa Bandorasa Kulon
dilakukan dengan
mengadakan kegiatan pembelajaran pelestarian budaya lokal baik dalam hal seni
ataupun permainan tradisionalnya
1. P
engembangan/Pelestarian Budaya Seni Lokal
Satuan pendidikan TK PGRI MAWAR memberikan bimbingan tambahan yang
berkaitan
dengan pengembangan seni budaya setempat, salah satunya angklung dan rebana.
2. Pengembangan/Pelestarian Permainan Tradisional
Satuan pendidikan TK PGRI MAWAR memberikan bimbingan tambahan yang
berkaitan
dengan pengembangan permainan tradisional, seperti Oray-orayan, Congklak,
Bermain Kelereng, engklekan, lompat tali, Bentengan, Bekelan dan sebagainya.
[Link] hafalan surat-surat pendek dalam Al-Quran
4. Pengembangan Doa-doa Harian
5. Kalimah Thoyibah
6. Pengetahuan dasar islam
7. Pengembangan hafalan hadist-hadist pendek
8. Pengenalan huruf hijaiyah

4. PENGEMBANGAN DIRI
Pengembangan diri di Kelompok Bermain Kartikasari dikembangkan dengan
kegiatan extrakurikuler yang ada di sekolah diantaranya:
a. Tari
b. Mengaji
c. Menari
d. Menyanyi
e. Menggambar & Mewarnai
Dan sebagai pengembangan dari extra ini sekolah mengadakan lomba-lomba
sesuai dengan extra yang ada untuk mengetahui bakat dan minat anak. Disamping
mengadakan kegiatan kegiatan lomba intern di satuan pendidikan. Di satuan pendidikan
juga sering mengikuti lomba-lomba yang diadakan di luar, sehingga dengan begitu
disamping sebagai pengembangan bakat juga bisa menambah pengetahuan dan wawasan
untuk lembaga pada umumnya dan siswa pada khususnya.

5. BEBAN BELAJAR
Beban belajar yang ditetapkan di satuan pendidikan TK PGRI MAWAR dalam sehari
adalah 3 jam dengan pembagian waktu 1 sesi saja yaitu pagi, dimulai pukul 07.30 –
10.30 WIB selama 6 hari.

6. METODE PEMBELAJARAN
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan pendidik dalam melakukan kegiatan
pembelajaran kepada anak untuk mencapai kompetensi tertentu. Metode pembelajaran
dirancang dalam kegiatan bermain yang bermakna dan menyenangkan bag ianak.
Beberapa metode pembelajaran yang dianggap sesuai untuk PAUD, diantaranya adalah
sebagai berikut.

a. Bercerita

Bercerita adalah cara bertutur dan menyampaikan cerita secara lisan. Cerita harus
diberikan secara menarik. Anak diberi kesempatan untuk bertanya dan memberikan
tanggapan. Pendidik dapat menggunakanbukusebagaialatbantubercerita.

b. Demonstrasi

Demonstrasi digunakan untuk menunjukkan atau memeragakan cara untuk membuat atau
melakukan sesuatu.

c. Bercakap-cakap

Bercakap-cakap dapat dilakukan dalam bentuk tanya jawab antara anak dengan pendidik
atau antara anak dengan anak yang lain.

d. Pemberiantugas

Pemberian tugas dilakukan oleh pendidik untuk memberi pengalaman yang nyata kepada
anak baik secara individu maupun secara berkelompok.

e. Sosio-drama/bermain peran

Sosio-drama atau bermain peran dilakukan untuk mengembangkan daya khayal/imajinasi,


kemampuan berekspresi, dan kreativitas anak yang diinspirasi dari tokoh-tokoh atau
benda-benda yang ada dalam cerita.

f. Karyawisata

Karyawisata adalah kunjungan secara langsung ke objek-objek di lingkungan kehidupan


anak yang sesuai dengan tema yang sedang dibahas.

7. KETUNTASAN BELAJAR
Untuk ketuntasan Belajar yang ada di TK PGRI MAWAR tentunya di
sesuaikan dengan perencanaan yang telah dibuat seperti PROTA, PROSEM, RPPM
dan RPPH. Dimana dari perencanaan itu tetap mengacu pada standar kurikulum yang
ada. Dan dalam rangka pembentukan karakter, seluruh kegiatan juga harus sesuai
dengan karakter yang ada . Adapun pelaksanaan karakter ini kita laksanakan secara
bertahap agar bisa lebih maksimal.
Penerapan karakter kepada siswa lebih kita optimalkan, bisa saja dalam satu
hari materi tidak tersampaikan karena kita laksanakan pembentukan karakter.
Misalnya: Jika anak belum siap pada saat sebelum masuk Sentra kita tunggu sampai
semua siap, jika masih belum siap juga maka materi pada saat itu tidak akan kita
sampaikan dulu dan anak tidak perkenankan bermain dulu. Sedangkan pelaksanaan
materi itu akan dimasukkan di Minggu Pengayaan. Adapun pembagian Minggu dalam
setiap semester adalah Sebagai berikut : Untuk Semester I ada 17 Minggu dan untuk
semester II ada 17 Minggu. Jadi untuk Minggu pengayaannya dilaksanakan diluar
Minggu efektif yang sudah di jadwalkan. Jadi dalam pelaksanaan pembelajaran di TK
AL MUHAJIRIN bukan target materi yang kita jadikan tujuan akhir atau kita kejar,
namun proses suatu pembelajaran yang paling penting untuk dijadikan tolak ukur
berhasil tidaknya dalam suatu kegiatan pembelajaran.

8. KELULUSAN
Untuk standar kelulusan, kita mengacu pada muatan
pembelajaran yang diambil dari pengembangan Kompetensi Dasar dalam
Kurikulum Nasional. Adapun kriteria penilaiannya adalah sebagai berikut :

1. Belum Berkembang (BB) : Jika kompetensi yang diharapkan belum


berkembang/belum terlihat (0 - 25%)
2. Mulai Berkembang (MB) : Jika kompetensi yang diharapkan mulai terlihat
Atau Mulai berkembang tetapi belum konsisten
dilakukan (25%-50%)
3. Berkembang Sesuai Harapan (BSH) : Jika kompetensi yang diharapkan
sudah terlihat/sudah berkembang dan
mulai konsisten dilakukan (50%-75%)
4. Berkembang Sangat Baik (BSB) : Jika kompetensi yang diharapkan sudah terlihat
Atau berkembang dan konsisten dilakukan
(75%-100%)

Jadi, untuk menilai semua kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik adalah dengan
menggunakan istilah BB, MB, BSH, BSB, dengan mengacu pada muatan pembelajaran
yang ada pada kurikulum 2013. Sedangkan bagi siswa/siswi yang nilainya di anggap
masih kurang atau di bawah rata-rata, maka akan diadakan kegiatan pengayaan. Kegiatan
pengayaan ini akan dilaksanakan diluar miinggu efektif atau minggu pengayaan.
Sehingga di harapkan tujuan yang diharapkan bisa tercapai dengan baik. Namun dengan
catatan harus di sesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kecerdasan masing - masing
siswa. Sehingga siswa yang lulus akan di berikan sertifikat sesuai dengan talenta masing-
masing.

D. KALENDER PENDIDIKAN
Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta
didik selama satu tahun pelajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun
pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.
Setiap permulaan tahun pelajaran, tim penyusun program di sekolah menyusun kalender
pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran selama satu tahun ajaran yang
mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif
dan hari libur. Pengaturan waktu belajar di sekolah/madrasah mengacu kepada Standar Isi
dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah/madrasah, kebutuhan
peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.

Beberapa aspek penting yang menjadi pertimbangan dalam menyusun kalender


pendidikan sebagai berikut:

Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal
tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Permulaan tahun pelajaran telah
ditetapkan oleh Pemerintah yaitu bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan
Juni tahun berikutnya.


Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun
pelajaran. Sekolah/madrasah dapat mengalokasikan lamanya minggu efektif belajar
sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya.

Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam
pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam
untuk kegiatan pengembangan diri.
➢ Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran
terjadwal. Hari libur sekolah/madrasah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri
Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari
raya keagamaan, Kepala Daerah tingkat Kabupaten/Kota, dan/atau organisasi
penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.


Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antarsemester, libur akhir tahun
pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan
hari libur khusus.


Libur jeda tengah semester, jeda antarsemester, libur akhir tahun pelajaran digunakan
untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun.


Sekolah/madrasah-sekolah pada daerah tertentu yang memerlukan libur keagamaan lebih
panjang dapat mengatur hari libur keagamaan sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu
efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.


Bagi sekolah/madrasah yang memerlukan kegiatan khusus dapat mengalokasikan waktu
secara khusus tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran
efektif.


Hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang dan jenis
pendidikan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten.

ANALISIS HARI BELAJAR EFEKTIF

KALENDER PENDIDIKAN TK PGRI MAWAR

TAHUN PELAJARAN 2022/2023

JUMLA
SEMESTER

H KEGIATAN
Selasa

Jumat
Kamis

Sabtu
Senin

Rabu

BULAN
HARI

* 14- 16 Juli 2022 Masa Orientasi Pendidikan


Juli 2 2 2 2 2 1 11 Baru

* 18 Juli 2022 Masuk Sekolah


S E M E S T E R I

* Kegiatan puncak tema diriku

* Kegiatan Lomba-lomba memeriahkan

Agustus 5 5 4 4 4 4 26 HUT Kemerdekaan RI

* 17 Agustus 2022 HUT Kemerdekaan RI

* Kegiatan punsak tema lingkunganku


*26-30 September 2022 Prakiraan Jeda
Septembe Tengah Semester 1
4 4 4 5 5 4 26
r
* Kegiatan puncak tema kebutuhanku

Oktober * 1 Oktober 2022 Hari Kesaktian Pancasila

* 8 Oktober 2022 Libur Maulid Nabi


5 4 4 4 4 4 25
Muhammad SAW

* Kegiatan punvak tema binatang

* 10 November 2022 Hari Pahlawan

Nopember 4 5 5 4 4 4 26 * 25 November 2022 Hari Guru ( PGRI )

*Kegiatan puncak tema tanaman

* 23 Desember 2022 Tanggal penetapan


Raport Semester 1

* 23/24 Desember 2022 Penyerahan Buku


Desember 3 3 3 4 4 4 21 Laporan Hasil Belajar semester 1

* 25 Desember 2022 Libur Hari Natal

* 26 Desember 2022 – 3 Januari 2023 Libur


semester Ganjil

JUMLAH 135

JUMLA
SEMESTER

H KEGIATAN
Selasa

Jumat
Kamis

Sabtu
Senin

Rabu

BULAN
HARI

* 1 Januari 2023 Tahun Baru

* 9Januari 2023 hari pertama semester 2


Januari 3 4 3 3 3 3 19
* 23 Januari 2023 Libur tahun baru Imlek
S E M E S T E R II

*Kegiatan puncak tema rekreasi

* 18 Februari 2023 libur Isro mi’raj


Pebruari 4 4 4 4 4 4 24
*Kegiatan puncak tema kendaraan, pekerjaan

* 13-18 Maret 2023 Jeda tengah semester 2

Maret 4 4 4 5 5 4 26 * 22 Maret 2023 Libur hari raya nyepi

* 23-25 Maret Libur awal Ramadhan 1444H


* 27 Maret-15 April 2023 Kegiatan penumbuhan
budi pekerti / Pesantren

*Kegiatan puncak tema air api udara

* 7 April 2023 Prakiraan Libur Wafat Isa Almasih

* 17-29 April 2023 Prakiraan libur hari raya idul


April 4 4 4 3 4 4 23 fitri 1444 H

*Kegiatan Peringatan Hari Kartini

*Kegiatan puncak tema alat komunikasi

*1 Mei 2023 Libur hari buruh

* 6 Mei 2023 Libur hari raya waisak


Mei 4 5 5 3 4 4 25 * 18 Mei 2023 Prakiraan Libur Kenaikan Isa
Almasih

*Kegiatan puncak tema Negaraku,alam semsesta

* 1 Juni 2023 Libur Hari raya Pancasila

* 23 Juni 2023 Tanggal Penetapan Rapor


Semester II

Juni 3 3 3 3 4 4 20 * 23/24 Juni 2023 Pebagian Rapor Semester II

* 26 Juni – 15 Juli Libur Semester II

* Juni- Juli Masa PPDB TP 2020/2021

* Membuat program untuk tahun ajaran 2023-


2024
Juli

JUMLAH 137

Cilimus , Juli 2022

Keterangan Ekskul Kepala TK PGRI MAWAR

- Jumlah jam belajar pertahun = 34 minggu

- Hari Efektif Proses Pembelajaran semester 1


dan semester 2 = 272 hari ENDAH SETIAWATI,[Link]
“............

TPA “.........
BAB III
DOKUMEN II

A. Program Tahunan
Program tahunan disusun oleh lembaga berisi tentang rencana kegiatan penerapan
kurikulum yang mendukung perkembangan dan belajar anak secara holistik-integratif (baik
secara langsung, maupun tidak langsung), yang akan dilaksanakan dari awal tahun ajaran
hingga akhir tahun ajaran terdiri dari:
1. Kegiatan yang terkait dengan kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran (awal-akhir
bulan, awal-akhir semester, awal-akhir TA)
2. Kegiatan penunjang kurikulum (mendatangkan nara sumber, mengunjungi tempat yang
terkait dengan tema, kegiatan bazaar anak, pentas seni anak, dll)

3. Kegiatan ke-orang tuaan/parenting yang mendukung kurikulum/ pembelajaran


(pertemuan orang tua, hari konsultasi, dll)
(Contoh : Prota Ada pada Lampiran)

B. Program Semester
Perencanaan program semester berisi daftar tema satu dan sub tema dalam satu
semester , serta Kompetensi Dasar yang dipilih pada tema tersebut, termasuk alokasi waktu
setiap tema dengan menyesuaikan hari efektif kalender pendidikan yang bersifat fleksibel.
Penentuan tema dapat dikembangkan oleh satuan PAUD atau mengacu pada contoh tema
yang ada dalam Panduan
Cara Penyusunan Program Semester
1. Tema dan sub tema dikembangkan berdasarkan potensi satuan PAUD, minat anak,
atau diambil dari contoh yang terdapat dalam Panduan.
2. KD diambil dari struktur kurikulum yang paling sesuai dengan tema-sub tema yang
ditetapkan.
3. Alokasi waktu ditetapkan sesuai dengan kedalaman dan keluasan yang ingin
dicapai sesuai dengan potensi satuan PAUD
Alokasi waktu minimal untuk satu semester adalah 17 minggu @ 900 menit
perminggu.

(Contoh : Prosem Ada pada Lampiran)


C. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
Perencanaan program mingguan merupakan rencana kegiatan yang disusun
untuk pembelajaran selama satu minggu.
Penyusunan RPPM memperhatikan hal-hal berikut:
1. Diturunkan dari program semester
2. Berisi sub tema,materi/muatan pembelajaran dan rencana kegiatan (memuat
pembisaan dan kegiatan main)
3. Materi/muatan pembelajaran adalah konsep yang berupa sikap,pengetahuan dan
keterampilan yang ingin dibangun pada anak.
4. Materi/muatan pembelajaran dikembangkan dari KD dan tema yang telah dipilih.
5. Anak belajar optimal bila terjadi pengulangan. Karenanya Kompetensi Dasar
dalam satu tema akan digunakan oleh seluruh sub tema sampai tema dan sub
tema selesai di bahas.
Cara penyusunan RPPM:
1. Tuliskan Identitas Program
a. Smester/ bulan/ minggu
b. Tema
c. Kelompok sasaran
d. Kompetensi dasar
2. Mengembangkan rencana mingguan
a. Nomor urut diisi sesuai urutan
b. Sub tema diambil dari bagian tema di program semester
c. Materi/muatan pembelajaran diturunkan dari pengetahuan yang akan dikenalkan
sesuai KD
d. Rencana kegiatan diisi dengan jenis kegiatan yang akan dilakukan anak selama satu
minggu.
(Contoh : RPPM Ada pada Lampiran)

D. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)


Rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) adalah perencanaan program
harian yang akan dilaksanakan oleh pendidik/pengasuh pada setiap hari atau sesuai

dengan program lembaga. Komponen RPPH, antara lain: tema/sub tema/sub-sub tema,
alokasi waktu, hari/tanggal, kegiatan pembukaan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Cara
Penyusunan RPPH:
1. Disusun berdasarkan kegiatan mingguan.
2. Pilih beberapa kegiatan yang ada di RPPM
3. Sesuaikan dengan pendekatan yang digunakan oleh lembaga (area, sentra atau sudut)
4. Kegiatan harian berisi kegiatan pembuka, inti, dan penutup.
5. Pelaksanaan pembelajaran dalam satu hari dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip
pembelajaran.
6. Penyusunan kegiatan harian disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan masing-
masing dan menggunakan pendekatan saintifik.
7. Kegiatan harian dapat dibuat oleh satuan pendidikan dengan format sesuai kebutuhan
masing-masing.
(Contoh : RPPH Ada pada Lampiran)

E. Penilaian Pembelajaran
Kemampuan pendidik untuk mengkaitkan atau menghubungkan hasil
pengamatan dengan standar penilaian yang dipersiapkan dan diterapkan dengan baik untuk
memantau kegiatan aktif anak dalam membangun pengalaman bermain yang bermakna
sesuai dengan usianya harusnya menjadi kemampuan yang dipersyaratkan bagi pendidik
PAUD. Melalui kegiatan penilaian, banyak hal yang dapat dikembangkan. .

1. Definisi Penilaian
Penilaian merupakan suatu proses pengum[ulan informasi tentang anak untuk
memahami dan mendukung kegiatan pembelajaran serta perkembangan anak yamg lebih baik.
Penilaian mencakup perilaku, keterampilan, kemampuan, kesukaan, dan interaksi anak dengan
anak, anak dengan guru, dan anak dengan bahan/alat main. Hasil penilaian dapat menjabarkan
beberapa informasi yang lebih rinci tentang apa saja yang anak ketahui dan yang dapat
dilakukan anak. Penilaian juga merupakan proses menafsirkan berbagai informasi secara
sistematis,

berkala, berkelanjutan, dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan serta
perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui kegiatan pembelajaran dan
menginterpretasikan informasi tersebut untuk membuat keputusan.

2. Manfaat
Penilaian memiliki manfaat bagi semua unsure, termasuk bagi anak itu sendiri. Di
bawah ini beberapa manfaat melakukan penilaian:
2.1 Anak-anak
- Lebih memahami kebutuhan dan perkembangan anak-anak
- Memberikan dukungan untuk anak yang lebih sesuai dengan kebutuhan
perkembangan anak.
2.2 Keluarga
- Membangun komunikasidengan orang tuauntuk memberikan informasi
tentangkemajuan perkembangan danbelajaranak-anak mereka
- Menghubungkankegiatan sekolahdengan kegiatanrumah
- Membuat keputusanbersamamengenaiapa yang sesuai dantidak sesuaiuntuk anak-
anak.
2.3 Guru Anak Usia Dini
- Memahami kemampuanketerampilan, pengetahuan, sikap, dan kebutuhananak-
anak.
- Memudahkan dalam pembuatan rencana pembelajaran yang tepat
- Pengaturanruang kelasdan pemilihan kegiatan yang tepat
- Memberikan dukungan yang tepat selama anak berkegiatan.
3. Prinsip
Prinsip-prinsip umum berikut ini harusmemandukebijakan dan praktikuntuk
penilaian:
3.1 Penilaian dilakukan melalui observasi atas perilaku dan kinerja yang anak
tunjukkan pada saat mereka melakukan kegiatan.
3.2 Fokus pada apa yang dapat dilakukan anak, kekuatan, minat, hal yang perlu
diperkuatkan, dan potensi-potensi anak.

3.3 Penilaian didasarkan pada hasil observasi yang berulang dengan kegiatan
anak yang beragam.
3.4 Mengakomodasi seluruh anak yang memilki keragaman budaya, bahasa,
sosial ekonomi, termasuk anak yang berkebutuhan khusus.
3.5 Penilaianharus memilikimanfaatbaikjelas dalampelayanan langsungkepada
anakataupeningkatan kualitasprogram pendidikan.
3.6 Penilaian harusdisesuaikan dengantujuan secara tepatdan adil.
3.7 Penilaian harussesuai dengan anak usiabaik isidanmetodepengumpulan data.
3.8 Orang tua harusmenjadi sumberinformasipenilaian yang sangat berharga.
4. Aspek Penilaian

Penilaian mencakup seluruh aspek perkembangan anak. Aspek yang dinilai oleh pendidik
mencakup semua program pengembangan yang ada dalam Kompetensi Dasar (KD) terdiri dari 4
ranah yakni: kompetensi sikap religius, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan sesuai
dengan usia dan tahap perkembangan anak.
Indikator merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang
dapat diukur mencakup sikap, pengetahuan, dan [Link]-indikator inilah
yang membantu pendidik untuk mengetahui apakah sebuah KD telah dimiliki oleh peserta
didik. Indikator akan muncul

bilamana guru memberikan kesempatan berupa kegiatan-kegiatan main yang dapat


mendorong anak menampilkan indikator tersebut. Misalnya anak dapat menunjukkan
kemampuan membuat pola yang lebih kompleks/bervariasi (indikator 4) jika guru
seringkali menata alat ronce dengan berbagai warna, bentuk, ukuran, bahan baku (bahan
alam atau bahan pabrikan seperti balok) yang membolehkan anak bermain dengan
benda-benda tersebut. Kemampuan guru dalam memahami perkembangan anak sangat
membantu mengenal indikator yang muncul saat ia mengamati anak bermain.

5. Tipe Penilaian
Penilaian pada anak usia dini berupa penilaian otentik. Penilaian otentik adalah
jenis penilaian yang berhubungan dengan kondisi nyata dan dalam konteks yang
bermakna. Penilaian otentik dilakukan pada saat anak terlibat dalam kegiatan bermain
(tugas) secara mandiri atau bersama anak lain. Dengan demikian penilaian anak usia
dini harus dilakukan secara alami, pada saat anak terlibat dalam kegiatan (tugas)
selama bermain sehari-hari.

Contoh: Guru ingin mengetahui kemampuan anak mengenal bentuk-bentuk geometri, maka
guru menyiapkan kegiatan bermain dengan alat main berbagai bentuk di semua kegiatan main.

Guru melakukan pengamatan, pencatatan, dan pertanyaan, “bisa memesan kue

berbentuk s mencetak pasir dengan menggunakan cetakan berbagai bentuk.


6. Proses Penilaian
a. Tahap Penilaian
Tantangan setiap pendidik dalam melaksanakan penilaian adalah menentukan
seberapa banyak data yang harus dikumpulkan dan bagaimana menggunakan data yang
sudah terkumpul tersebut agar menjadi informasi yang penuh makna. Sebelum kita
membahas bagaimana menggunakan data, ada baiknya kita sepaham tentang bagaimana
penilaian yang dilakukan.
1. Informasi untuk penilaian dikumpulkan secara periodic dan berkelanjutan. Asnak
usia dini belajar sangat cepat. Guru dan juga orang tua harus lebih teliti dalam
mengumpulkan, menterjemahkan, dan menerapkan penilaian dalam kegiatan harian
anak.
2. Untuk mendapatkan data yang lebih akurat maka seharusnya menggunakan berbagai
metode pengumpulan data, karena banyak informasi ditunjukkan anak saat anak
berada di luar kelas
3. Setiap data yang terkumpul dari hasil observasi hendaknya diarsipkan untuk
menjaga keajegan data.
4. Instrumen penilaian maupun hasil penilaian seharusnya sejalan dengan budaya dan
bahasa yang biasa digunakan anak
Penilaian pada Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dilakukan melalui penilaian
otentik dilakukan melalui tahap:

- Perencanaan:
1. Pemilihan Kompetensi Dasar
a. Sebelum penilaian dilakukan langkah pertama adalah menetapkan dahulu
aspek apa yang akan dinilai. Tahap ini seharusnya sudah masuk saat
menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Dalam
RPPH ada bagian yang disebut dengan Rencana penilaian yang isinya sikap,
pengetahuan, dan keterampilan apa yang akan dilihat pada anak.

b. Pada tahap awal, sebagai latihan jumlah unsure yang dinilai cukup satu satu
indicator dari setiap domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Seiring
dengan terbiasa dengan proses penilaian otentik tersebut, maka jumlah
indicator yang dinilai mulai bertambah. Misalnya 1 unsur dari sikap, 1
indikator dari keterampilan, dan 2 indikator pengetahuan.
2. Menentukan waktu dan tempat yang terbaik.
Seringkali pertanyaan guru adalah bagaimana mungkin dapat mengobservasi
dan mencatat banyak informasi saat anak main, sebab banyak yang harus
dikerjakan dengan member dukungan saat anak bermain. Untuk mengatasi
kondisi tersebut maka:
a. Tentukan waktu yang paling cocok untuk melihat indicator tertentu,
misalnya untuk melihat anak dapat bekerja sama, maka waktu observasi
yang lebih tepat disaat membereskan mainan. Saat ingin melihat seberapa
sabarnya anak mengantri maka pilih waktu saat anak menunggu waktu
mengantri ke kamar kecil atau saat mau mencuci tangan.

b. Ketika guru sudah menentukan apa yang akan dilihat, maka ia hanya perlu
beberapa menit untuk mengamati anak, maka ia akan dapat informasi yang
lebih banyak disbanding bila guru tidak menyiapkan tentang apa yang
akan diobservasi.
c. Apabila guru sudah menetapkan indicator apa yang diobservasi maka
memudahkan ia melakukannya karena diberbagai tempat dia dapat
mengobservasi anak dengan waktu yang lebih singkat, sehingga lebih
banyak anak yang dapat diobservasi.

- Pelaksanaan
1. Observasi/Pengamatan

Hal yang paling penting dalam melakukan penilaian terhadap anak adalah
melakukan pengamatan (observasi). Observasi adalah cara pengumpulan
data/informasimelalui pengamatan langsung terhadap sikap, pengetahuan dan
keterampilan anak.

Observasi dilakukan guru saat anak bermain atau melakukan suatu kegiatan
sekalipun tidak sedang bermanin di dalam ruangan.

2. Pencatatan

Teknik yang dapat dilakukan pendidik dalam pencatatan atau


mendokumentasikan perkembangan dan hasil belajar anak dengan
menggunakan:
a. Catatan harian

b. Catatan Skala perkembangan harian anak/daftar ceklist

c. Catatan anekdot (anecdotal records)

d. Karya anak
- Catatan harian

Catatan harian dilakukan guru selama melakukan observasi disaat anak


bermain. Jika anak cukup banyak sebaiknya guru memfokuskan pada
beberapa anak di setiap harinya secara bergilir, sehingga dalam satu minggu
(sub tema) semua anak sudah teramati dan tercatat perkembangannya dalam
catatan harian.
Catatan harian dibuat dengan memperhatikan:
1) Catatan tidak berdasarkan asumsi (menurut sudut pandang pengamat),
misalnya menuliskan: Radit agresif, bosan, marah, dll.
2) Tidak menggunakan kata-kata yang subjektif dan ambigu (memiliki lebih
dari satu makna), misalnya: Radit bermain berantakan. Ia terlalu banyak
menggunakan mainan.
3) Catat kejadian segera pada saat peristiwa berlangsung, oleh karena itu
sebaiknya guru selalu membawa buku kecil di dalam saku dan mencatat
kata-kata kunci terkait dengan hal yang diamati. Bila tidak
memungkinkan segera lakukan pencatatan saat anak pulang.
4) Tulis nama dan usia anak, tanggal/waktu, tempat kejadian, serta peristiwa
yang diamati.
5) Telah KD dan indikator perkembangan, tentukan KD dan indikator
perkembangan mana yang relevan dengan peristiwa pada catatan.

& TPA “...........


7. Standar Operasional Prosedur (SOP)
1. PENGERTIAN
Standar operasional merupakan langkah-langkah yang harus diikuti untuk
menjalankan suatu pekerjaan dengan berpedoman pada tujuan yg harus dicapai.
Penetapan langkah tersebut dituangkan secara tertulis mengenai apa yang harus
dilakukan,kapan,dimana , oleh siapa dan dengan cara bagaimana. Sehingga SOP
menjadi cara baku, yang disepakati dan diterapkan oleh semua orang yang ada di
satuan PAUD.

2. FUNGSI
2.1 Memperlancar tim dalam melaksanakan tugasnya msing-masing dan tugas
secara kelompok.
2.2 Mempermudah mengetahui hambatan yang mungkin muncul dalam
pelaksanaan tugas baik hambatan tersebut datangnya dari dalam maupun
dari luar.
2.3 Membiasakan semua pendidik dan tenaga kependidikan berdisiplin sesuai
dengan aturan yang disepakati bersama.
2.4 Upaya untuk membangun cara kerja yang kelih tertata, disiplin, dan adil.

3. MANFAAT
3.1 Semua orang yang ada di satuan PAUD memiliki standar yang sama dalam
melayani dan memfasilitasi anak belajar.
3.2 Memudahkan dalam pengkaderan bagi pendidik yunior untuk mengenal cara
memberikan layanan.
3.3 Sebagai informasi terbuka bagi tenaga pendidik, kependidikan dan orang tua
tentang layanan yang baik dan sistematis

4. SYARAT
4.1 Mudah dilakukan oleh seluruh pendidik
4.2 Memuat sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang ingin dikembangkan
4.3 Langkah-langkah jelas yang harus dilakukan.
5. CARA PENYUSUNAN
5.1 Identifikasi semua ketentuan harus dilakukan petugas dalam hal ini pendidi
dalam melaksanakan tugasnya
5.2 Identifikasi kemampuan yang ingin dibangun pada saat kegiatan ini
dilakukan.
5.3 Susunlah ke dalam langkah-langkah kegiatan yang teratur dan jelas.
STANDAR OPERASIONAL PELAYANAN (SOP)
LEMBAGA PAUD
A. SOP Umum
Sebelum pendidik melaksanakan pembelajaran, diharapkan
pendidik memahami tahapan-tahapan pelaksanaan sebagai
berikut :

1. Pastikan bahwa lingkungan belajar di dalam (indoor) dan


di luar (outdoor) bersih, aman, nyaman, dan
menyenangkan.
2. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui bermain.
Kegiatan bermain yang dipilih adalah kegiatan bermain
yang mampu menstimulasi dan mengembangkan seluruh
aspek perkembangan anak. Pilihlah kegiatan main yang
kaya akan stimulasi terhadap pertumbuhan dan
perkembangan anak.

3. Alat dan bahan main yang akan digunakan sesuai dengan


kebutuhan, karakteristik, tahapan perkembangan, dan
lingkungan anak.
4. Alat dan bahan main disiapkan sebaik mungkin sebelum
kegiatan pembelajaran dilaksanakan, baik untuk aktivitas
individu, kelompok kecil, kelompok sedang, maupun
kelompok besar.
5. Alat dan bahan main serta buku ditata pada tempat yang
mudah dijangkau oleh anak.
6. Semua proses dan karya anak dikumpulkan sebagai bahan
penilaian (asesmen) ketercapaian pertumbuhan dan
perkembangan anak. Hasil karya anak dapat dipajang
sesuai dengan keperluan.
7. Untuk berjalannya seluruh kegiatan di atas, dapat disusun
aturan atau tata tertib yang penyusunannya berdasarkan
kesepakatan pendidik dan pengelola untuk mengatur
keberlangsungan kegiatan pembelajaran dengan efektif.
BAB IV

PENUTUP
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ini diharapkan dapat
dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga kegiatan
pembelajaran di TK PGRI MAWAR menjadi lebih menyenangkan,
menantang, mencerdaskan dan sesuai kebutuhan peserta didik.

Di samping itu, sementara para guru menetapkan KTSP ini,


diharapkan dapat melakukan evaluasi secara informal terhadap
dokumen KTSP maupun pelaksanaanya. Evaluasi tersebut
diharapkan paling sedikit dapat menjawab pertanyaan berikut :

1. Apakah tujuan pendidikan yang tertulis dalam KTSP ini


cukup lengkap dan dapat dicapai ?
2. Apakah kemampuan (pemahaman, ketrampilan, dan sikap
serta perilaku) yang tertulis cukup lengkap untuk merespon
keadaan daerah dan kebutuhan peserta didik ?
3. Sejauhmana kemampuan peserta didik (pemahaman,
keterampilan, dan sikap perilaku) yang diharapkan dapat
tercapai ?
4. Apakah metode pembelajaran yang digunakan cukup efektif
dalam mencapai tujuan yang diharapkan ?
5. Sejauhmana penilaian pembelajaran yang dirancang dapat
mengungkap secara jelas perkembangan kemampuan
diharapkan dari peserta didik ?

Jawaban terhadap pertanyaan tersebut, yang mungkin


terkumpulkan secara bertahap dari waktu ke waktu oleh guru
sebagai pengembang sekaligus pelaksana KTSP, sebaiknya
didokumentasikan dengan baik sehingga menjadi masukan
berhargabagi penyempurnaan KTSP di kemudian hari.
Selain itu, berbagai hasil belajar yang diperoleh peserta
didik (pemahaman, keterampilan, sikap dan perilaku) dapat
menjadi bahan evaluasi guna mengetahui sejauhmana visi yang
telah dirumuskan dapat dicapai atau didekati guna menyusun dan
melaksanakan kegiatan tindak lanjut.
Akhirnya kesungguhan, komitmen, kerja keras, dan kerja
dari para guru, kepala sekolah, dan warga sekolah secara
keseluruhan merupakan kunci utama bagi perwujudan dari apa
yang telah direncanakan.

Anda mungkin juga menyukai