0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
94 tayangan27 halaman

Kebijakan Percepatan Akses Air Minum

Dokumen ini membahas kebijakan pemerintah untuk mempercepat akses air minum melalui pengembangan sistem penyediaan air minum regional. Dokumen ini juga membahas kerangka hukum dan regulasi terkait penyediaan air minum di Indonesia.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
94 tayangan27 halaman

Kebijakan Percepatan Akses Air Minum

Dokumen ini membahas kebijakan pemerintah untuk mempercepat akses air minum melalui pengembangan sistem penyediaan air minum regional. Dokumen ini juga membahas kerangka hukum dan regulasi terkait penyediaan air minum di Indonesia.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA


DIREKTORAT AIR MINUM

ARAH KEBIJAKAN PERCEPATAN AKSES AIR MINUM


PENGEMBANGAN SPAM REGIONAL
DALAM MENDUKUNG PENCAPAIAN
TARGET RPJMN 2020-2024

Disampaikan oleh: Direktur Air Minum


Dalam Acara:
Lokakarya Pilot Project Penguatan Kapasitas Pemerintah Daerah Terpadu
untuk Program Percepatan Penyediaan Akses Air Minum (P3AM) Tahun 2021

Jakarta, 6 Desember 2021


OUTLINE
⬢ AMANAT DAN PRINSIP PENYELENGGARAAN SPAM
⬢ TANTANGAN DAN ISU STRATEGIS
⬢ KEBIJAKAN PROGRAM
⬢ PENGEMBANGAN SPAM REGIONAL

2
AMANAT DAN PRINSIP
1. PENYELENGGARAAN SPAM

3
AMANAT DAN PRINSIP
PENYEDIAAN AIR MINUM

Hak Asasi Manusia


UU Dasar 1945 Sustainable Development Goals (SDG’s) Target 6: Air Bersih
Pasal 33 Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di “Menjamin Ketersediaan dan Keberlanjutan Pengelolaan Air”
dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk
sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Pasal 28H (1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan
batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup RPJMN Indonesia (2020-2024) Universal Access (100%)
yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan sektor air minum
kesehatan.

Deklarasi Majelis Umum PBB


Air bersih dan sanitasi sebagai Hak Asasi Manusia Renstra PUPR (2020-2024) 100% Air Minum Layak (dari
baseline 89,27% 2019)
6 Prinsip Dasar Pengelolaan SDA
(Putusan MK No. 85/PUU-XI/2013) Negara
harus memenuhi Hak Rakyat Atas Air.

Prinsip Pemenuhan Kebutuhan Air Minum

1 KUANTITAS 2 KUALITAS 3 KONTINUITAS 4 KETERJANGKAUAN


Mencukupi standar Sesuai standar kesehatan Mencukupi kebutuhan air Mudah diakses dengan
kebutuhan air minum Permenker No.492 tahun minum selama Biaya yang terjangkau.
60 L/orang/hari. 2010. 24 jam.

4
KERANGKA REGULASI
PENYELENGGARAAN SPAM
UU 11/1974 UU 17/ 2019 UU 23/2014
tentang Pengairan tentang Sumber Daya Air tentang Pemerintahan Daerah

PP 121/2015
PP 122/2015
tentang Pengusahaan SDA tentang SPAM PP 12/2017
Tentang Pembinaan dan Pengawasan
PERPRES 185/2014 Penyelenggaraan Pemerintah Daerah
Permen PUPR No. 18/PRT/M/2015
Tentang Percepatan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi
ttg Iuran Eksploitasi Dan Pemeliharaan
Bangunan Pengairan PP 54 /2017
PERPRES 46/2019 Tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
Permen PUPR No. 01/PRT/M/2016 Tentang Pemberian Jaminan dan Subsidi Bunga
ttg Tata Cara Perizinan Pengusahaan SDA PP 2/2018
Dan Penggunaan SDA PERPRES 18/2020 Tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Tentang RPJMN Tahun 2020-2024

Permendagri No. 21 Tahun 2020


Permen PUPR No. 19/PRT/M/2016 ttg Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2016 Permen PUPR No. 04 Tahun 2020
ttg Pemberian Dukungan Oleh Pemerintah Pusat Dan/Atau Tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum ttg Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Sistem Penyediaan
Pemerintah Daerah Dalam Kerjasama Penyelenggaraan SPAM Air Minum
Permen PUPR No. 04/PRT/M/2017
ttg Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Limbah Domestik
Permen PUPR No. 25/PRT/M/2016 Permen PUPR No. 23 Tahun 2020
ttg Pelaksanaan Penyelenggaraan SPAM tttg Rencana Strategis Kementerian PUPR Tahun 2020-2024
Untuk Memenuhi Kebutuhan Sendiri Oleh Badan Usaha Permen PUPR No. 15/PRT/M/2018
ttg Pemberlakuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)
Bidang Pengelolaan SPAM
Permen PUPR No. 27/PRT/M/2016
ttg Penyelenggaraan SPAM
Kepmen PUPR No. 542/KPTS/M/2018
ttg Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Pengelolaan SPAM
Permendagri No. 70 Tahun 2016
ttg Pedoman Pemberian Subsidi dari Pemerintah Daerah
kepada BUMD Penyelenggara SPAM Permen PUPR No. 29/PRT/M/2018
ttg Standar Teknis Standar Pelayanan Minimal Pekerjaan Umum Dan
Perumahan Rakyat
5
PEMBAGIAN URUSAN & KEWENANGAN (UU 23/2014)
Urusan Konkuren Wajib
Pelayanan Dasar

1. Pendidikan
2. Kesehatan
3. Pekerjaan Umum & Penataan
Ruang
➢ Air Minum dan Sanitasi
4. Perumahan Rakyat & Kawasan
Permukiman
5. Ketentraman, Ketertiban Umum,
& Perlindungan Masyarakat
6. Sosial

PEMERINTAH PUSAT PEMERINTAH PROVINSI PEMERINTAH KAB/KOTA


LOKASI
Kewenangan

Lintas daerah provinsi/ lintas negara Lintas daerah kabupaten/ kota Dalam daerah kab/kota
Pembagian

PENGGUNA Lintas daerah provinsi/lintas negara Lintas daerah kabupaten/ kota Dalam daerah kab/kota

Lintas daerah provinsi/lintas negara Lintas daerah kabupaten/ kota Dalam daerah kab/kota
MANFAAT
Penggunaan lebih efisien apabila dilakukan oleh
Penggunaan lebih efisien apabila dilakukan oleh Penggunaan lebih efisien apabila dilakukan oleh
Pemerintah Pusat; dan/atau peranannya yang
daerah provinsi daerah kabupaten/kota.
SUMBER DAYA strategis bagi kepentingan nasional
6
PENYELENGGARAAN SPAM
(PP 122/2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum)
Pasal 54
Sumber dana • APBN dan/atau APBD
Penyelenggaraan SPAM • BUMN atau BUMD
• Dana masyarakat
• Sumber dana lain

Kewajiban Pemerintah/Pemerintah Pasal 56 ayat 1


Daerah Kerjasama dengan badan usaha swasta

Pasal 19
Berlandaskan:
BUMN / BUMD Jakstra dan RISPAM

Dilaksanakan dalam hal di luar jangkauan


pelayanan BUMN/BUMD

Pasal 25 ayat 1 Pasal 25 ayat 2, 3 dan 4


UPT/UPTD
1. Pembangunan Baru;
PengembanganSPAM 2. Peningkatan; dan
Pasal 42

KELOMPOK 3. Perluasan
MASYARAKAT Pasal 26 Pasal 27

Pengelolaan SPAM 1. Operasi dan Pemeliharaan;


BADAN USAHA 2. Perbaikan;
( Untuk memenuhi kebutuhan sendiri) 3. Pengembangan SDM; dan
4. Pengembangan Kelembagaan

7
KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENYELENGGARAAN SPAM (RENSTRA PUPR 2020-2024)

PENINGKATAN CAKUPAN PENINGKATAN KAPASITAS DAN PENINGKATAN KEMAMPUAN


PELAYANAN DAN PEMENUHAN PERAN PENYELENGGARA SPAM PENDANAAN DAN KOMITMEN
STANDAR KUALITAS AIR MINUM STAKEHOLDER TERKAIT PENDANAAN

PENDEKATAN PENYEDIAAN AIR MINUM

Prioritas Penanganan Sinkronisasi Lokus dan Kegiatan Kolaborasi pembangunan dengan menjamin
Berdasarkan Ketersediaan Air Baku dengan Pengembangan Kawasan Permukiman keberfungsian sistem secara utuh (hulu-hilir)
Prioritas lokasi merupakan hasil superimpose Pemenuhan kapasitas sesuai kebutuhan
Demand mengacu pada dokumen
beberapa agenda prioritas/nasional dan kesiapan (pelayanan dasar* dan pemenuhan pelayanan
RISPAM kabupaten/kota
dokumen perencanaan sektor prima** untuk permukiman)
* Pelayanan dasar: pelayanan untuk memenuhi
kebutuhan dasar air minum sehari-hari ± 60
L/orang/hari
** Pelayanan prima: pelayanan yang memenuhi standar
kualitas air siap minum
8
2. TANTANGAN DAN ISU STRATEGIS

9
TANTANGAN & ISU STRATEGIS (1/3)

TARGET DAN CAPAIAN


1. AKSES AIR MINUM LAYAK

➢ Target RENSTRA PUPR 2020-2024


➢ Target RPJMN 2020-2024
100 % Akses Air Minum Layak dan

15% Akses Air Minum Aman

➢ Capaian

90,21% (capaian RPJMN tahun 2020)


capaian akses layak (termasuk 11,9%
akses aman air minum) Baseline, 2019

20,69% akses perpipaan dan 69,09%


akses non perpipaan
Target Kontribusi APBN
DJCK

10
TANTANGAN & ISU STRATEGIS (2/3)

AIR BAKU TEKNIS OPERASIONAL


2. Kuantitas dan Kualitas
3. Kinerja Operator

1. Kapasitas handal air baku menurun akibat 1. Masih perlu peningkatan kinerja sekitar 38,25% PDAM
perubahan iklim global dan degradasi (jumlah PDAM: 387)
lingkungan di daerah tangkapan air (sumber: Buku Kinerja PDAM 2020)

2. Kualitas air baku menurun akibat pencemaran 2. Tarif < dari biaya pemulihan produksi (belum full
sumber air oleh limbah, intrusi air laut, dan cost recovery)
perubahan tata guna di hulu

3. Air Tak Berekening (ATR) rata-rata nasional: 33%


(Target Nasional 2024: 25%)
3. Terjadi konflik pemakaian air baku, baik antar
wilayah maupun antar sektor pengguna
Tingkat Air Tak Berekening (ATR)

4. Ketidakmerataan ketersediaan sumber air baku


antar wilayah

5. Pemerintah daerah dan penyelenggara SPAM


umumnya belum memiliki perencanaan
kebutuhan air baku
ATR < 20% ATR 20%-30% ATR 30%-40% ATR > 40%
11
TANTANGAN & ISU STRATEGIS (3/3)

4. KOORDINASI STAKEHOLDER 5. PENDANAAN

1. Keterbatasan dana Pemerintah


Realisasi APBN tidak sesuai target

2. Realisasi APBD rendah


Hanya Rp 10 T selama 5 tahun terakhir atau hanya 0,04% dari
total porsi APBD sebesar ± Rp120 T

3. Target pendanaan non dana pemerintah tidak


terpenuhi

Masih kurangnya koordinasi antar stakeholders

Masih adanya tumpang tindih program

12
3. KEBIJAKAN PROGRAM

13
PRIORITAS OUTPUT KEGIATAN FISIK SPAM
UPAYA MENCAPAI TARGET RPJMN 2020-2024

PERLUASAN SPAM

1
- Fungsionalisasi SPAM,
- Pemanfaatan Idle Capacity melalui Pembangunan Jaringan Perpipaan
JDU maupun JDB untuk menambah pelayanan air minum,
- Penurunan Kebocoran (NRW)

2 PEMBANGUNAN SPAM
- Pembangunan unit SPAM baru pada daerah yang belum mendapat pelayanan SPAM (Greenfield)

3 PENINGKATAN SPAM
- Peningkatan kapasitas produksi pada daerah yang sudah terdapat pelayanan SPAM (Brownfield)

14
KEBIJAKAN PRIORITAS
PENYEDIAAN AIR MINUM

1 SPAM Skala Nasional

SPAM Regional / SPAM


2 Perkotaan Skala Besar

3 Penugasan Khusus

15
SUMBER PENDANAAN, POLA INVESTASI
DAN ALTERNATIF PEMBIAYAAN

APBN KPBU B-to-B

Pinjaman Pinjaman
APBD PDAM pada Pemerintah
Perbankan Daerah

Obligasi CSR DAK Air


Minum

Hibah Air Hibah


Minum Berbasis Lain Lain
Kinerja

16
DUKUNGAN KHUSUS APBN
UNTUK KEGIATAN PRIORITAS

KRITERIA PRIORITAS DUKUNGAN KHUSUS APBN

• PSN
• KSPN
Penyusunan Dokumen Perencanaan
• Direktif Presiden (RISPAM, FS dan DED)
• Kegiatan Prioritas Lainnya yang
ditetapkan

• SPAM Kawasan Khusus • Penyusunan Dokumen Perencanaan


(Perbatasan, Pulau Kecil Terluar, Pesisir, (RISPAM, FS, AMDAL dan DED)
Kawasan Kumuh, Rawan Kekeringan)

• SPAM Teknologi Khusus Terbangun • Pengalokasian Biaya Operasi &


(SWRO) Pemeliharaan

17
4. PENGEMBANGAN SPAM REGIONAL

18
DASAR KEBIJAKAN
PENGEMBANGAN SPAM REGIONAL

UU No 23/2014 tentang Pemerintah Daerah

Lampiran C
Pembagian Urusan Pemerintahan Bidang Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang

No Sub Urusan Pemerintah Pusat Daerah Provinsi Daerah Kabupaten/ Kota

1. Air Minum a. Penetapan pengembangan Pengelolaan dan Pengelolaan dan


Sistem Penyediaan Air Minum pengembangan SPAM pengembangan SPAM di
(SPAM) secara nasional. lintas Daerah Daerah kabupaten/kota.
b. Pengelolaan dan pengembangan kabupaten/kota.
SPAM lintas Daerah provinsi, dan
SPAM untuk kepentingan
strategis nasional.

19
ALUR PEMBENTUKAN SPAM REGIONAL
1 PERSIAPAN 2 PERENCANAAN 3 PELAKSANAAN 4 PENGELOLAAN

Menyusun
Membentuk Lembaga /BUMD Provinsi
RI-SPAM Provinsi
sebagai Pengelola
SPAM Regional
Menyusun Mengurus
FS SPAM Regional Perijinan & Pembebasan Lahan

APBD Povinsi
Menawarkan
Pembentukan Melaksanakan
SPAM Regional Membangun Operasi dan Pemeliharaan
ke Kabupaten /Kota Komponen SPAM Hulu Bagian Hulu oleh
Lembaga /BUMD
APBD Povinsi
Provinsi
Meyetujui Menyusun Dokumen Pembangunan
Rencana SPAM Regional Bagian Hulu : APBN
dan Pembentukan TKKSD • DED Hulu SPAM Regional
• AMDAL Hulu SPAM Regional Sumber Pembiayaan lainnya

Membentuk Jual Beli


TKKSD Air Curah
Menyusun Dokumen Pembangunan Mengurus
Bagian Hilir : Perijinan & Pembebasan Lahan
Menandatangani • DED Hilir SPAM Regional
Kesepakatan Bersama • AMDAL/UPL/UKL Hilir SPAM Regional APBD Kab /Kota
(KSB )
Melaksanakan
Membangun
Membangun Komponen Operasi dan Pemeliharaan
Komponen
SPAMSPAM
Hilir Hulu Bagian Hilir oleh
Menandatangani Perjanjian
Lembaga /BUMD
Kerjasama (PKS APBD Kab /Kota
Kabupaten /Kota

PDAM
Menerima Permohonan
Dukungan Pemerintah Sumber Pembiayaan lainnya

Keterangan
Pemerintah(Pusat) PemerintahDaerah Provinsi PemerintahDaerah Kabupaten/Kota

PemerintahDaerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota


20
KELENGKAPAN & READINESS CRITERIA
SPAM REGIONAL

Nota Kesepakatan
4 Perencanaan Terinci
7
1 Antara Pemprov,
Pemkab/Pemkot, dan
(DED) Kesiapan Lahan

Pemerintah Pusat

2 RISPAM Regional 5 Kesepakatan Tarif Air


Curah Dengan Offtaker) Dokumen AMDAL
8

3 Studi Kelayakan SPAM


Regional 6 Kesiapan Lembaga
Pengelola SPAM Izin Penggunaan Air
Regional 9 Baku

21
PENGEMBANGAN SPAM REGIONAL

SPAM
ISU KEBUTUHAN
REGIONAL

• Ketersediaan air baku secara • Kerjasama daerah untuk


geografis tidak merata; memanfaatkan sumber
• Pemekaran wilayah administrasi. air baku secara bersama
MANFAAT

• Efisiensi pembiayaan
CONTOH:
investasi dan operasional
SPAM UMBULAN (4000 l/dtk) • Peningkatan skala ekonomi
Investasi Rp 2.05 Trilyun • Peningkatan kinerja operator
Penerima Manfaat 1.3 juta jiwa; 310,000 SR

Tarif Rp 2,370/m3 (PPP Company–PDAB)


Rp 2,444/m3 (PDAB-PDAM)
Offtaker 1. PDAB Prov. Jawa Timur: 100 L/det
2. PDAM Kab. Pasuruan: 420 L/det
3. PDAM Kota Pasuruan: 110 L/det
4. PDAM Kab. Sidoarjo: 1.370 L/det
5. PDAM Kota Surabaya: 1.000 L/det

22
SKEMA PEMBIAYAAN
PENGEMBANGAN SPAM
Jaringan Distribusi
Bagi

Meter Offtake
Reservoar
Jaringan
Transmisi
Jaringan Distribusi Jaringan Distribusi
Air Baku
Utama Bagi

Meter Offtake
Intake
IPA Regional Watermeter Induk

Jaringan Distribusi Bagi

Meter Offtake

Sambungan Rumah (SR)

UNIT AIR BAKU UNIT PRODUKSI UNIT DISTRIBUSI & PELAYANAN

KABUPATEN/KOTA KAB/KOTA
Lintas
Kab/Kota Pusat: Pusat: Pemerintah Kabupaten/Kota: Pemerintah Kabupaten/Kota:
- APBN melalui Ditjen SDA - APBN melalui Ditjen CK - APBD kab/kota - KPBU - APBD kab/kota
- Pinjaman pemerintah kab/kota - DAK
- CSR
PROVINSI - KPBU
- Pinjaman pemerintah kab/kota
Pusat: Pusat: Pemerintah Provinsi::
- APBN melalui Ditjen SDA - APBN melalui Ditjen CK - APBD provinsi - KPBU
PDAM:
- Pinjaman pemerintah provinsi
- Internal cash
- Pinjaman perbankan
PUSAT - B-to-B

Pusat: Pusat:
- APBN melalui Ditjen SDA - APBN melalui Ditjen CK - KPBU

23
REKAPITULASI SPAM REGIONAL
TAHAP OPERASI TAHAP KONSTRUKSI
1. SPAM Regional Pekan Kampar (Kota Pekanbaru-Kab. 1. SPAM Regional Mebidang (Kota Medan-Kota Binjai-
Kampar) Tahap I, Riau Kab. Deli Serdang) Tahap I, Sumatera Utara
2. SPAM Regional Durolis (Kota Dumai-Kab. Rokan Hilir- Kab. 2. SPAM Regional Durolis (Kota Dumai-Kab. Rokan
Bengkalis) Tahap I, Riau Hilir-Kab. Bengkalis) Tahap I, Riau
3. SPAM Regional Banjarbakula (Kab. Banjar-Kota 3. SPAM Regional Banjarbakula (Kab. Banjar-Kota
Banjarbaru-Kab. Tanah Laut-Kota Banjarmasi—Kab. Barito Banjarbaru-Kab. Tanah Laut-Kota Banjarmasin-Kab.
Kuala ) Tahap I, Kalimantan Selatan Barito Kuala) Tahap II, Kalimantan Selatan
4. SPAM Regional Bregas (Kab. Tegal-Kota Tegal-Kab. 4. SPAM Regional Benteng Kobema (Kab. Bengkulu
Brebes), Jawa Tengah Tengah-Kota Bengkulu-Kab. Seluma), Bengkulu
5. SPAM Regional Keburejo (Kab. Kebumen-Kab. Purworejo), 5. SPAM Regional Kartamantul (Kab. Sleman-Kota
Jawa Tengah Yogyakarta-Kab. Bantul) Tahap II, D.I Yogyakarta
6. SPAM Regional Petanglong (Kota Pekalongan-Kab. 6. SPAM Regional Mojolamong (Kab. Mojokerto-Kab.
Batang-Kab. Pekalongan), Jawa Tengah Lamongan) Tahap II, Jawa Timur
7. SPAM Regional Metro Bandung (Kota Bandung-Kab. 7. SPAM Regional Burana (Titab) (Kab. Buleleng-Kab.
Bandung) Tahap I, Jawa Barat Jembrana), Bali
8. SPAM Regional Kartamantul (Kab. Sleman-Kota
Yogyakarta-Kab. Bantul) Tahap I, D.I Yogyakarta
9. SPAM Regional Umbulan (Kota Surabaya-Kota Pasuruan-
Kab. Pasuruan-Kab. Sidoarjo-Kab. Gresik-PDAB Jatim),
Jawa Timur
10. SPAM Regional Mojolamong (Kab. Mojokerto-Kab.
Lamongan) Tahap I, Jawa Timur
11. SPAM Regional Penet (Kota Denpasar-Kab. Badung), Bali
12. SPAM Regional Petanu (Kota Denpasar-Kab. Badung-Kab.
Gianyar), Bali
13. SPAM Regional Pasigala (Kota Palu-Kab. Donggala-Kab.
Sigi), Sulawesi Tengah 24
REKAPITULASI SPAM REGIONAL
TAHAP PENYIAPAN TAHAP PENYIAPAN
1. SPAM Regional Aceh (Kab. Aceh Utara-Kota Lhokseumawe), 14. SPAM Regional Sinumbra , Jawa Barat
D.I Aceh 15. SPAM Regional Mojolamong (Kab. Mojokerto-Kab.
2. SPAM Regional Seriti (Kab. Serdang Bedagai-Kota Tebing Lamongan) Tahap III, Jawa Timur
Tinggi), Sumatera Utara 16. SPAM Regional Kamijoro (Kab. Kulon Progo-Kab.
3. SPAM Regional Agam Bukittinggi (Kota Bukittinggi—Kab. Bantul), Yogyakarta
Agam-Kota Solok), Sumatera Barat 17. SPAM Regional Karian Barat (Kota Jakarta-Kota
4. SPAM Regional Kab. Padang Pariaman – Kota Pariaman Tangerang Selatan-Kota Tangerang), Banten
(Kab. Padang Pariaman-Kota Pariaman), Sumatera Barat 18. SPAM Regional Sarbagikung (Kota Denpasar-Kab.
5. SPAM Regional Kab. Solok – Kota Solok (Kab. Solok-Kota Badung-Kab. Gianyar), Bali
Solok), Sumatera Barat 19. SPAM Regional Sarbagita (Kota Denpasar-Kab.
6. SPAM Regional Bulan (Kab. Bulungan—Kota Tarakan), Badung-Kab. Gianyar-Kab. Tabanan), Bali
Kalimantan Utara 20. SPAM Regional Bimatara (Kota Manado-Kota Bitung-
7. SPAM Regional Kukar Bontang (Kab. Kutai Kertanegara-Kota Kab. Minahasa Utara), Sulawesi Utara
Bontang), Kalimantan Timur 21. SPAM Regional Gorontalo Raya (Kota Gorontalo-Kab.
8. SPAM Regional Wososukas (Kab. Wonogiri-Kab. Sukoharjo- Gorontalo-Kab. Bone Bolango), Gorontalo
Kota Surakarta-Kab. Karanganyar) Tahap I, Jawa Tengah 22. SPAM Regional New Pasigala (Kota Palu-Kab. Sigi),
9. SPAM Regional Dadimuria (Kab. Grobogan-Kab. Kudus-Kab. Sulawesi Tengah
Jepara), Jawa Tengah 23. SPAM Regional Polman Majene (Kab. Polewali Mandar-
10. SPAM Regional Semarang Barat (Kota Semarang), Jawa Kab. Majene), Sulawesi Barat
Tengah 24. SPAM Regional Mamminasata (Kota Makassar-Kab.
11. SPAM Regional Jatiluhur (Kota Jakarta-Kota Bekasi-Kab. Gowa-Kab. Maros-Kab. Takalar), Sulawesi Selatan
Bekasi-Kab. Karawang), Jawa Barat – DKI Jakarta 25. SPAM Regional Ajatappareng (Kab. Pare-pare-Kab.
12. SPAM Regional Jatigede (Kota Cirebon-Kab. Cirebon-Kab. Enrekang-Kab. Pinrang-Kab. Sidrap), Sulawesi Selatan
Indramayu-Kab. Majalengka-Kab. Sumedang), Jawa Barat 26. SPAM Regional Sorong (Kota Sorong-Kab. Sorong),
13. SPAM Regional Djuanda (Kab. Karawang-Kab. Bekasi-Kota Papua Barat
Bekasi-Kab. Bogor-Kota Jakarta), Jawa Barat
25
ISU PERMASALAHAN
PENGEMBANGAN SPAM REGIONAL

1
TAHAP PENYIAPAN
- Ketidaksiapan Readiness Criteria (RC): Kesiapan Lahan, Lembaga Pengelola, Alokasi Dana terbatas (APBN/APBD),
DED tidak detail/perlu riviu, Sumber Air Baku/ Izin Pengambilan dan Pemanfaatan Air Baku serta Izin Lingkungan.

2 TAHAP KONSTRUKSI
-Terjadi penyesuaian metode pelaksanaan, desain gambar hingga spesifikasi yang digunakan.

TAHAP OPERASI

3 -Ketidaksiapan Offtaker dalam penyerapan air


- Penurunan Ketersediaan Air Baku
- Penambahan SR tidak sesuai target karena lebih memprioritaskan suplai kepada SR terpasang
- Kinerja dan Kualitas sumber daya manusia Lembaga Pengelola pada offtaker

26
TERIMA KASIH.
[Link]/pspam

[Link]
Direktorat Air Minum

27

Anda mungkin juga menyukai