TERAPI MODALITAS
SENAM OTAK (BRAIN GYM) PADA FUNGSI KOGNITIF
OLEH
SUNIYYAH ANGGRAINI
NIM. 2102165
DOSEN PEMBIMBING AKADEMIK
[Link] Herlina,[Link]
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS SYEDZA SAINTIKA
PADANG 2024
1. Pengertian kognitif
Kognitif merupakan istilah ilmiah untuk proses berfikir. Kognitif
adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses
berfikir tentang seseorang atau sesuatu (Romadhani, 2018). Sedangkan,
menurut ahli lain berpendapat kognitif merupakan kepercayaan seseorang
tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berfikir dan memperoleh
pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai,
membayangkan dan berbahasa (Johnson, 2020). Berdasarkan uraian diatas
dapat disimpulkan bahwa kognitif merupakan proses berpikir seseorang untuk
memperoleh pengetahuan dengan cara mengingat, memahami, dan menilai
sesuatu.
2. Fungsi kognitif
Fungsi kognitif merupakan bagian dari fungsi kortikal luhur, dimana
pengetahuan fungsi kognitif luhur mengaitkan tingkah laku manusia dengan
sistem saraf. Fungsi kognitif adalah gangguan penurunan fisik otak yang
mempengaruhi emosi, daya ingat dan pengambilan keputusan dan biasa
disebut pikun. Kepikunan seringkali dianggap biasa dialami oleh lansia
sehingga Fungsi kognitif seringkali tidak terdeteksi. Fungsi kognitif terdiri
dari kemampuan atensi, bahasa, memori, visuospasial dan fungsi eksekutif
(Supraba, F.Y.2023).
Pada lanjut usia selain mengalami kemunduran fisik juga sering
mengalami kemunduran fungsi intelektual termasuk fungsi kognitif.
Kemunduran fungsi kognitif dapat berupa mudah lupa (forgetfulness) bentuk
gangguan kognitif yang paling ringan diperkirakan dikeluhkan oleh 39%
lanjut usia yang berusia 50-59 tahun, meningkat menjadi lebih dari 85% pada
usia lebih dari 80 tahun. Mudah lupa ini bisa berlanjut menjadi gangguan
kognitif ringan (Mild Cognitive Impairment –MCI) sampai ke demensia
sebagai bentuk klinis yang paling berat (Arini dkk, 2019).
3. Manfaat Terapi Senam Otak (Brain Gym)
Senam otak (Brain gym) juga dapat meningkatkan kemampuan
berbahasa dan daya ingat. Pada lansia penurunan otak dan tubuh membuat
tubuh mudah jatuh sakit, pikun dan frustasi. Meski demikian, penurunan ini
bisa diperbaiki dengan melakukan senam otak. Senam otak tidak saja akan
memperlancar aliran darah dan oksigen ke otak, tetapi juga merangsang ke
dua belahan belahan otak untuk bekerja (Widianti & Proverawati, 2018).
Senam otak (Brain gym) juga dapat meningkatkan daya ingat dan
pengulangan kembali terhadap huruf atau angka, meningkatkan ketajaman
pendengaran dan penglihatan, mengurangi kesalahan membaca, memori, dan
kemampuan komprehensif pada kelompok dengan gangguan bahasa, hingga
mampu meningkatkan respons terhadap rangsangan visual (Widianti &
Proverawati, 2018).
Senam otak memiliki banyak manfaat, seperti melatih otak dengan
gerakan pembaharuan dan membuka bagian-bagian otak yang sebelumnya
tertutup atau terhambat. Beberapa mekanisme juga menjelaskan bahwa
aktivitas fisik seperti senam otak dapat mengatur vaskularisasi ke otak,
memelihara struktur saraf, dan meningkatkan perluasan serabut saraf, sinap-
sinap, dan kapilaris.(Widianti, dkk 2019)
Namun yang paling penting adalah untuk meningkatkan kinerja otak
dan kemampuan berpikir, serta bermanfaat untuk meningkatkan semangat
belajar atau bekerja tanpa stres, mengurangi emosi seseorang, meningkatkan
kejernihan pikiran, daya ingat, kepercayaan diri, dan memfasilitasi seseorang
dalam mengaktifkan seluruh potensinya dan keterampilan yang dimiliki
(Widianti & Proverawati, 2019). Menurut (Dennison, 2020), fungsi gerakan
Brain Gym terkait dengan 3 dimensi otak.
a. Merangsang aspek lateralitas;
b. Mengurangi tingkat fokus; dan
c. Mengendurkan dimensi konsentrasi.
4. Pelaksanaan Gerakan Terapi Senam Otak (Brain Gym)
Pelaksanaan senam otak juga sangat praktis, karena bisa dilakukan
dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Porsi latihan yang tepat adalah
sekitar 10-15 menit setiap pelaksanaan (Arini dkk, 2019). Sebelum melakukan
gerakan senam otak dianjurkan terlebih dahulu minum air putih, karena
sebagai unsur pembawa energi listrik, mengandung mineral, membantu
memperlancar aliran darah dan oksigen ke otak juga merangsang kedua
belahan otak secara bersamaan. Senam otak ini melatih otak bekerja dengan
melakukan gerakan pembaruan (repatteing) dan aktivitas brain gym. Latihan
ini membuka bagian – bagian otak yang sebelumnya tertutup dan terhambat
(Jurnal Arini dkk, 2020).
Dari penelitian Dr. Yuda Turana ditemukan bahwa senam otak
seminggu 2 kali dalam waktu 1 bulan terdapat pengaruh dalam kognitif lansia
terutama dalam fungsi memori atau daya ingat (Kemenkes RI, 2015).
5. Gerakan Terai Senam Otak (Brain Gym)
a. Gerakan silang
Gerakan ini di lakukan dengan cara menggerakkan tangan dan kaki secara
berlawanan, gerakan ini di lakukan sambil berjalan di tempat. Lakukan
gerakan ini 45 detik.
Manfaat: menstimulasi bagian otak yang berfungsi untuk mengungkapkan
informasi dan bagian yang berfungsi menerima informasi sehingga dalam
mempelajari sesuatu yang baru dapat dilakukan dengan mudah serta
kemampuan daya ingat.
b. Mengisi energy
Melakukan dengan duduk di kursi, kedua lengan di bawah serta menunduk
di atas meja. Tangan berada di depan bahu (tangan kanan di bahu kanan,
tangan kiri di bahu kiri), jari-jari menghadap sedikit kedalam. Ketika
menarik napas rasakan nafas mengalir ke garis tengah seperti pancuran
energi, mengangkat dahi, kemudian tengkuk dan terakhir punggung atas.
Diafragma dan dada tetap terbuka dan bahu tetap rileks, Lakukan gerakan
ini 30 detik.
Manfaat: meningkatkan konsentrasi, kemudian dapat mengembalikan
energi yang terkuras akibat stress, dan meningkatkan kemampuan berpikir
rasional dan pemahaman.
c. Olengan pinggul
Dilakukan dengan duduk di lantai, tangan diletakkan di belakang dan
dijadikan tumpuan dilantai. Angkat kaki sedikit kemudian olengkan
pinggul ke kanan dan ke kiri dengan santai. Lakukan gerakan ini selama 30
detik.
Manfaat: meningkatkan otak untuk kemampuan belajar, meningkatkan
kemampuan memperhatikan dan memahami.
d. Menguap berenergi
Membuka mulut seperti hendak menguap, kemudian otot-otot pada
persendian rahang dipijat. Kemudian menguaplah dengan mengeluarkan
suara untuk melepaskan otot-otot tersebut, Lakukan 3x gerakan.
Manfaat: mengaktifkan otot untuk meningkatkan kemampuan penglihatan
dan meningkatkan perhatian, memperbaiki komunikasi ekspresi dan lisan
serta meningkatkan kemampuan dalam memilah informasi.
e. Luncuran gravitasi
Duduk di kursi, posisi kaki lurus ke bawah dan silangkan kaki. Tundukkan
badan dengan lengan ke depan bawah (searah kaki). Buang napas ketika
badan membungkuk ke bawah dan ambil napas ketika badan tegak ke atas.
Lakukan 3x gerakan.
Manfaat: mengaktifkan otak untuk rasa keseimbangan dan koordinasi,
meningkatkan kemampuan mengorganisasi dan meningkatkan energy.
f. Pompa betis
Lakukan gerakan mendorong dengan tangan bertumpu pada sandaran kursi
atas, sambil menekan tumit ke bawah tahan beberapa saat pada posisi ini
.Lakukan 3x gerakan.
Manfaat: gerakan ini dikembangkan untuk membawa kesadaran ke arah
betis, tempat asal naluri untuk menahan diri dan dapat mengakses
kemampuan berbahasa.
g. Mengaktifkan tangan
Luruskan satu tangan ke atas di samping telinga. Buang nafas perlahan
sementara otot-otot diaktifkan dengan cara mendorong tangan keempat
jurusan (depan belakang, dalam dan luar). Sementara tangan lainnya
menguatkan dorongan tersebut ulangi 2x.
Manfaat: mengaktifkan otot agar mampu berbicara ekspresif dan
keterampilan berbahasa serta meningkatkan koordinasi mata sampai
tangan.
h. Tombol imbang
Gerakan ini di lakukan dengan cara meluruskan salah satu tangan ke atas di
samping telinga lalu tangan ke dua melewati bagian belakang kepala dan di
letakkan di bawa siku tangan pertama telapak tangan yang lurus di
gerakkan dengan cara mengepal dan meregang kan nya, lalu hembuskan
nafas pada saat mengepalkan tangan, ulangi gerakan ini selama 30 detik.
Manfaat: mengaktifkan otak untuk kesiapsiagaan dan memusatkan
perhatian, mengambil keputusan, berkonsentrasi dan pemikiran asosiatif.
6. Kelebihan Terapi Senam Otak (Brain Gym) Pada Fungsi Kognitif
Beberapa kelebihan dari terapi ini terkait dengan pengembangan fungsi
kognitif adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan Konsentrasi: Latihan yang terfokus pada Brain Gym dapat
membantu meningkatkan konsentrasi dan fokus. Ini membantu individu
untuk lebih mudah memusatkan perhatian pada tugas-tugas kognitif yang
memerlukan fokus yang tinggi.
2. Memperbaiki Keseimbangan Otak: Terapi ini sering kali melibatkan
gerakan tubuh yang lintas sisi otak, yang dapat membantu memperbaiki
keseimbangan antara dua belahan otak. Hal ini dapat membantu
meningkatkan koordinasi, pemecahan masalah, dan kreativitas.
3. Merangsang Integrasi Sensorik: Brain Gym dapat merangsang integrasi
sensorik, yang merupakan kemampuan otak untuk mengintegrasikan
informasi sensorik dari berbagai indra. Hal ini penting untuk
pengembangan fungsi kognitif yang baik, termasuk persepsi, pemahaman,
dan memori.
4. Meningkatkan Memori dan Retensi Informasi: Melalui latihan-latihan
yang terstruktur, Brain Gym dapat membantu meningkatkan kemampuan
memori dan retensi informasi. Ini terutama bermanfaat bagi individu yang
mengalami kesulitan dalam mengingat informasi atau mempelajari
konsep-konsep baru.
5. Mengurangi Stres dan Kecemasan: Aktivitas fisik yang terlibat dalam
Brain Gym juga dapat membantu mengurangi tingkat stres dan
kecemasan. Dengan mengurangi stres, otak menjadi lebih baik dalam
memproses informasi dan berfungsi secara optimal.
6. Mendorong Kreativitas: Latihan-latihan yang melibatkan gerakan tubuh
dan pemikiran kreatif dapat merangsang kreativitas. Ini membantu
individu untuk berpikir di luar kotak dan menemukan solusi yang inovatif
untuk masalah-masalah yang kompleks.
7. Meningkatkan Kesejahteraan Emosional: Brain Gym tidak hanya fokus
pada aspek-aspek kognitif, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan
emosional. Dengan merangsang otak dan tubuh secara holistik, terapi ini
dapat membantu meningkatkan mood dan merasa lebih baik secara
keseluruhan.
7. Kelemahan Terapi Senam Otak (Brain Gym) Pada Fungsi Kognitif
Beberapa kelemahan yang perlu dipertimbangkan:
a. Kurangnya Bukti Ilmiah yang Kuat: Meskipun banyak penggemar Brain
Gym yang mengklaim manfaatnya, bukti ilmiah yang mendukung
efektivitasnya terbatas. Sebagian besar penelitian terkait Brain Gym tidak
memenuhi standar ilmiah yang ketat dalam hal desain studi, ukuran
sampel, atau penggunaan kelompok kontrol.
b. Efek Placebo: Beberapa peningkatan yang dilaporkan dalam fungsi
kognitif dan kesejahteraan mungkin disebabkan oleh efek placebo atau
harapan positif, bukan oleh efek langsung dari latihan Brain Gym itu
sendiri.
c. Alternatif yang Lebih Terbukti: Ada banyak metode lain yang telah
terbukti secara ilmiah untuk meningkatkan fungsi kognitif, seperti latihan
aerobik, meditasi, dan kognisi berbasis komputer. Sementara Brain Gym
mungkin memberikan manfaat bagi beberapa individu, mungkin ada
pendekatan lain yang lebih efektif dan didukung oleh penelitian yang lebih
kuat.
d. Klaim yang Berlebihan: Beberapa praktisi Brain Gym telah membuat
klaim yang tidak didukung secara ilmiah tentang kemampuan terapi untuk
mengatasi berbagai masalah kesehatan dan pendidikan. Ini bisa
menciptakan harapan yang tidak realistis di antara orang-orang yang
mencari solusi untuk masalah mereka.
e. Biaya dan Waktu: Terapi Brain Gym mungkin memerlukan investasi
signifikan dalam hal waktu dan uang tanpa jaminan hasil yang pasti. Ini
dapat menjadi kendala bagi orang-orang yang memiliki keterbatasan
waktu atau sumber daya finansial.