Seminar Nasional Teknik Sipil
e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA PEMBANGUNAN JALAN RIGID
PAVEMENT DIBOJONEGORO
Clarisma Fio Renda N.A.F1, [Link] Nevila Rodhi2, Ayu Kurnia Ratna Sari3
1,2,3
Universitas Bojonegoro, Jl. Lettu Suyitno no.2 Bojonegoro
clarismafiorendanindyalfistri@[Link]
ABSTRAK
Pembangunan Jalan Rigid Pavement adalah proyek infrastruktur yang kompleks dan memiliki potensi risiko
yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko dalam Pembangunan Jalan
Rigid di Bojonegoro. Dalam penelitian ini data dikumpulkan menggunakan kuisioner dari para pemangku
kepentingan yang terlibat dalam proyek Pembangunan jalan rigid. Kuisioner digunakan untuk
mengumpulkan persepsi dan pandangan mereka tentang tingkat risiko pada berbagai faktor yang relevan
dengan proyek. Setelah data dari kuisioner terkumpul, dilakukan Teknik analisis data FMEA (Failure Mode
Effect and Analysis). FMEA digunakan untuk mengidentifikasi dan mengurutkan potensi penyebab kegagalan
serta dampak yang mungkin terjadi pada proyek Pembangunan jalan rigid. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengidentifikasi, menganalisis dan tindakan penanganan pada Pembangunan jalan rigid pavement di
Bojonegoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 faktor risiko yang mempengaruhi dalam
Pembangunan jalan rigid dan terdapat 10 faktor risiko yang paling berpengaruh pada pembangunan jalan
rigid yaitu faktor politik, faktor lingkungan, faktor ekonomi, faktor perencanaan, faktor pemasaran, faktor
keuangan, faktor proyek, faktor teknis, faktor manusia, dan faktor keselamatan
Kata kunci : Analisis, Manajemen risiko, FMEA, Faktor risiko
ABSTRACT
Rigid Pavement Road construction is a complex infrastructure project and has significant potential risks. This
study aims to analyze risk management in Rigid Road Construction in Bojonegoro. In this study, data was
collected using a questionnaire from stakeholders involved in the rigid road construction project. The
questionnaire is used to collect their perceptions and views on the level of risk on various factors relevant to the
project. After the data from the questionnaire was collected, the FMEA (Failure Mode Effect and Analysis) data
analysis technique was performed. FMEA is used to identify and rank the potential causes of failure and the
impacts on rigid road construction projects. The purpose of this study is to identify, analyze and take action on
the construction of rigid pavement roads in Bojonegoro. The results of the study show that, 12 risk factors affect
the construction of rigid roads and there are 10 risk factors that have the most influence on the construction of
rigid roads, namely political factors, environmental factors, economic factors, planning factors, marketing
factors, financial factors, project factors, technical factors. , human factors, and safety factors.
Keywords: Analysis, Risk management, FMEA, Risk factors
1. PENDAHULUAN
Proyek pembangunan insfrastruktur jalan merupakan salah satu upaya yang dilakukan
pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi
suatu daerah. Salah satu jenis jalan yang umum digunakan adalah jalan kaku perkerasan,
yang memiliki keunggulan dalam hal daya tahan dan kekuatan struktur yang tinggi. Namun,
proses pembangunan jalan kaku juga melibatkan risiko-risiko yang perlu dikelola dengan
201
Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023
Seminar Nasional Teknik Sipil
e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023
baik agar proyek dapat berjalan lancar dan sesuai dengan waktu, biaya, dan kualitas yang
telah ditetapkan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pembangunan jalan di bojonegoro telah mengalami
perkembangan yang signifikan. Kemajuan ini terlihat dari peningkatan jumlah kendaraan,
meningkatnya kegiatan ekonomi, serta pertumbuhan populasi di wilayah tersebut. Hal ini
menandakan kebutuhan yang mendesak untuk membangun jalan-jalan yang berkualitas
dan tahan lama guna memenuhi permintaan transportasi Masyarakat yang semakin
meningkat.
Pada tahun 2022, peningkatan jalan kabupaten di Wilayah Timur bojonegoro terus berlanjut
dengan total panjang peningkatan mencapai 18,6 km. proyek peningkatan jalan tersebut
dilakukan di 1o titik ruas jalan yang berbeda. Penjabat Fungsional Jalan Bm 1 Dinas PU bima
PR Kabupaten Bojonegoro menjelaskan bahwa peningkatan jalan kabupaten dilakukan
menggunakan rigid atau beton.
1. Jalan Kalicilik-Tanjungharjo
2. Jalan Kanor-Semambung
3. Jalan Wedi-Sukorejo
4. Jalan Sukowati-Bakalan
5. Jalan Tikusan-Sambiroto
6. Jalan bakung-Piyak
7. Jalan Sidobandung-Sepat
8. Jalan Lettu Suwolo
Pada tahun 2023, Pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten bojonegoro terus
berlanjut dengan fokus pada rekonstruksi jalan. Dinas Pekerjaan Umum bina Marga dan
Penataan Ruang (DPU BMPR) Pemerintah Kabupaten bojonegoro akan merekonstruksi 19
titik jalan di 11 kecamatan wilayah barat. Proyek ini melibatkan perubahan dari jalan berlapis
aspal atau paving menjadi jalan rigid beton (cor). Total Panjang rekonstruksi jalan pada
tahun ini mencapai 49.006 km. Pembangunan ini akan berlangsung diberbagai kecamatan,
termasuk Purwosari, bubulan, Ngasem, Kedewan, Tambakrejo, Ngraho, Margomulyo,
Sekar, Kalitidu, Gayam, dan Ngambon.
Dan kembali melanjutkan Upaya untuk memperbaiki serta memperlebar jalan Nasional
Bojonegoro-Babat, khususnya mulai dari Desa Margomulyo di Kecamatan Balen hingga
mencapai Desa Sroyo di Kecamatan Kanor yang berbatasan dengan Kecamatan Baureno.
Menurut data yang dirilis oleh dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bina
Marga, peningkatan jalan kabupaten mencapai 128 km pada tahun 2020, kemudian
meningkat menjadi 190 km di tahun 2021, dan kembali bertambah sepanjang 74 km ditahun
2022. Sementara itu, berdasarkan statistik kondisi jalan pada tahun 2021 panjang jalan
dengan kondisi baik mencapai 676,507 km, yang merupakan 83,40% dari total Panjang jalan
kabupaten yang mencapai 811,235.
Tulisan ini dimaksud untuk menganalisis risiko pada proyek pembangunan jalan rigid
pavement dibojonegoro dengan tujuan untuk mengidentifikasi macam risiko yang terjadi
pada pembangunan jalan rigid pavement dibojonegoro, mengidentifikasi risiko yang
202
Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023
Seminar Nasional Teknik Sipil
e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023
termasuk kategori tinggi, sedang, rendah dan mengetahui tindakan penanganan terhadap
risiko yang tinggi.
2. METODE PENELITIAN
Metode penelitian merupakan cara yang digunakan untuk memperoleh data yang sesuai
dengan tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi macam risiko
yang terjadi pada pembangunan jalan rigid pavement dibojonegoro, mengidentifikasi
risiko yang termasuk kategori tinggi, sedang, rendah dan mengetahui tindakan
penanganan terhadap risiko yang tinggi.
Lokasi Penelitian
Lokasi Penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Sampel Lokasi
No. Nama Proyek Nama Institusi Tahun
Anggaran
1. Rehabilitasi Jalan Lettu Suyitno Cv. Sartika 2021
2. Rehabilitasi Jalan Lettu Suwolo Cv. Dua Raka AR 2021
3. Peningkatan Jalan Penganten-Pekuwon [Link] TEKNIK KARYA 2021
4. Peningkatan Jalan Bubulan-Judeg [Link] SEPAKAT KITA 2021
5. Peningkatan Jalan Rigid beton Paket Turi-Kali Klampok Cv. Bersaudara 2022
Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa identifikasi risiko-risiko yang terjadi pada
pembangunan jalan rigid pavement dibojonegoro, setelah itu mencari data primer dan
sekunder dengan cara melakukan wawancara langsung ke lokasi penelitian dalam bentuk
kuisioner, kuisioner tersebut nantinya akan diberikan kepada pihak yang terkait dalam
pembangunan jalan rigid. Kemudian selanjutnya dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas
apakah kuisioner tersebut valid atau tidak valid dengan menggunakan aplikasi SPSS.
Kemudian baru di analisis data dengan perhitungan FMEA (Failure Mode Effect and
Analsys).
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil identifikasi risiko pada pembangunan jalan rigid pavement dibojonegoro disajikan
dalam tabel 2.
Tabel 2. Identifikasi Risiko
Kode Risiko Proyek Kategori
R1 Kebijakan pemerintah Perencanaan
R2 Adanya konstribusi dari Lembaga dan pihak terkait Perencanaan
R3 Kurangnya koordinasi antara intasi-instansi terkait Perencanaan
R4 Perubahan struktur tanggungjawab yang erdampak pada efektivitas Perencanaan
pelaksanaan kebijakan
R5 Permasalahan dalam sistem administrasi di kantor pemerintah Kontrak kerja
R6 Pembebasan lahan/perizinan masyarkat Pembebasan
lahan
R7 Peraturan lingkungan Pelaksanaan
R8 Kesesuain mutu dengan spesifikasi Pelaksanaan
203
Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023
Seminar Nasional Teknik Sipil
e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023
R9 Kesalahan desain Perencanaan
R10 Persyaratan perijinan Perencanaan
R11 Tata guna lahan Pembebasan
lahan
R12 Permintaan bahan material kesuplier Perencanaan
R13 Persaingan pasar Pelaksanaan
R14 Kepuasan pelanggan Pelaksanaan
R15 Terjadinya eskalasi harga pada saat pelaksanaan proyek Pelaksanaan
R16 Suku bunga pada saat konstruksi Pelaksanaan
R17 Kebijakan keuangan Pelaksanaan
R18 Kenaikan bbm Pelaksanaan
R19 Tuntutan pekerja atas kenaiakan upah yang tidak sesuai Pelaksanaan
R20 Keterlambatannya pembayaran termin oleh pemilik proyek kepada kontraktor Kontrak kerja
R21 Asuransi pekerja Pelaksanaan
R22 Pembayaran kesubkontraktor/supplier terlambat Pelaksanaan
R23 Cash flow atau aliran kas kontraktor tidak lancer Perencanaan
R24 penggunaan dana diluar yang tidak tercatat dalam kontrak Kontrak kerja
R25 Biaya operasional dan biaya overhead yang tinggi Pelaksanaan
R26 Peningkatan biaya Pelaksanaan
R27 Perkiraan biaya konstruksi Perencanaan
R28 Cuaca buruk Pelaksanaan
R29 Perencanaan dan pengendalian kualitas Perencanaan
R30 Permintaan material dan agegrat yang tinggi di quarry menyebabkan Pelaksanaan
ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan material tersebut.
R31 Manajemen proyek yang kurang optimal dan kurang efektif Pelaksanaan
R32 Proyek menghadapi keterlambatan dalam pengiriman material yang diharapkan Pelaksanaan
R33 Ketersediaan desain yang lengkap dan komprehensif Perencanaan
R34 Efisiensi operasional Pelaksanaan
R35 Adanya kecenderungan melakukan review terhadap desain Perencanaan
R36 Metode kerja yang tidak sesuai dan kurang tepat Pelaksanaan
R37 Kerusakan alat Pelaksanaan
R38 Ketidaksesuaian antara volume pekerjaan yang dijanjikan dalam kontrak Pelaksanaan
dengan kondisi lapangan yang sebenarnya
R39 Pekerja yang tidak memiliki keahlian atau kompetensi yang memadai untuk Pelaksanaan
melaksanakan tugas
R40 Budaya pekerja Pelaksanaan
R41 Kemampuan komunikasi tenaga kerja Pelaksanaan
R42 Melakukan pekerjaan di dalam gelap/malam hari Pelaksanaan
R43 Jumlah tenaga kerja yang terbatas atau kurang Pelaksanaan
R44 Perusakan Pelaksanaan
R45 Pencurian Pelaksanaan
R46 Penipuan Pelaksanaan
R47 Korupsi Pelaksanaan
R48 Kurangnya keamanan Pelaksanaan
R49 Ketdakcukupan implementasi K3 Pelaksanaan
R50 Kesadaran para pekerja dalam menggunakan APD Pelaksanaan
Pengolahan Data
Setelah teridentifikasi risiko-risiko yang adapada proyek pembangunan jalan rigid
pavement dibojonegoro, selanjutnya dilakukan penilaian terhadap risiko-risiko tersebut
204
Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023
Seminar Nasional Teknik Sipil
e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023
untuk mengetahui risiko mana yan memiliki dampak paling parah, risiko yang kerap terjadi,
serta mengetahui risiko mana yang membutuhkan tindakan penanganan.
Tabel 3. Perhitungan Nilai RPN
Kode Risiko Proyek Severity Occurance Detection RPN
R1 Kebijakan pemerintah 4 4 3 48
R2 Adanya konstribusi dari Lembaga dan pihak terkait 3 3 2 18
R3 Kurangnya koordinasi antara intasi-instansi terkait 3 3 2 18
R4 Perubahan struktur tanggungjawab yang erdampak 3 3 2 18
pada efektivitas pelaksanaan kebijakan
R5 Permasalahan dalam sistem administrasi di kantor 3 3 2 18
pemerintah
R6 Pembebasan lahan/perizinan masyarkat 3 3 3 27
R7 Peraturan lingkungan 3 4 3 36
R8 Kesesuain mutu dengan spesifikasi 4 4 2 32
R9 Kesalahan desain 3 3 2 18
R10 Persyaratan perijinan 3 3 2 18
R11 Tata guna lahan 3 3 2 18
R12 Permintaan bahan material kesuplier 3 3 3 27
R13 Persaingan pasar 3 3 2 18
R14 Kepuasan pelanggan 3 3 2 18
R15 Terjadinya eskalasi harga pada saat pelaksanaan 3 3 3 27
proyek
R16 Suku bunga pada saat konstruksi 3 3 2 18
R17 Kebijakan keuangan 3 3 2 18
R18 Kenaikan bbm 3 3 2 18
R19 Tuntutan pekerja atas kenaiakan upah yang tidak 3 3 2 18
sesuai
R20 Keterlambatannya pembayaran termin oleh pemilik 3 3 3 27
proyek kepada kontraktor
R21 Asuransi pekerja 3 3 2 18
R22 Pembayaran kesubkontraktor/supplier terlambat 3 4 2 24
R23 Cash flow atau aliran kas kontraktor tidak lancar 3 3 3 27
R24 penggunaan dana diluar yang tidak tercatat dalam 3 3 2 18
kontrak
R25 Biaya operasional dan biaya overhead yang tinggi 3 3 2 18
R26 Peningkatan biaya 3 3 3 27
R27 Perkiraan biaya konstruksi 3 3 3 27
R28 Cuaca buruk 3 3 2 18
R29 Perencanaan dan pengendalian kualitas 3 2 2 12
R30 Permintaan material dan agegrat yang tinggi di quarry 3 3 2 18
menyebabkan ketidakmampuan untuk memenuhi
kebutuhan material tersebut.
R31 Manajemen proyek yang kurang optimal dan kurang 4 3 2 24
efektif
R32 Proyek menghadapi keterlambatan dalam pengiriman 4 3 2 24
material yang diharapkan
R33 Ketersediaan desain yang lengkap dan komprehensif 3 3 3 27
205
Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023
Seminar Nasional Teknik Sipil
e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023
R34 Efisiensi operasional 4 3 2 24
R35 Adanya kecenderungan melakukan review terhadap 3 3 3 27
desain
R36 Metode kerja yang tidak sesuai dan kurang tepat 3 3 2 18
R37 Kerusakan alat 3 3 2 18
R38 Ketidaksesuaian antara volume pekerjaan yang 3 3 2 18
dijanjikan dalam kontrak dengan kondisi lapangan
yang sebenarnya
R39 Pekerja yang tidak memiliki keahlian atau kompetensi 3 3 3 27
yang memadai untuk melaksanakan tugas
R40 Budaya pekerja 3 3 3 27
R41 Kemampuan komunikasi tenaga kerja 3 3 2 18
R42 Melakukan pekerjaan di dalam gelap/malam hari 3 3 2 18
R43 Jumlah tenaga kerja yang terbatas atau kurang 3 3 3 27
R44 Perusakan 3 3 2 18
R45 Pencurian 3 3 2 18
R46 Penipuan 3 3 2 18
R47 Korupsi 3 3 2 18
R48 Kurangnya keamanan 3 3 2 18
R49 Ketidakcukupan implementasi K3 4 3 2 24
R50 Kesadaran para pekerja dalam menggunakan APD 3 3 2 18
Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer 2023
Faktor risiko sebelum dilakukan usulan perbaikan
Berikut adalah faktor-faktor yang berisiko mempengaruhi Pembangunan jalan rigid
dibojonegoro sebelum dilakukan usulan perbaikan, yang tertera dalam Tabel 4.
Tabel 4. Faktor Risiko Pada Kondisi Awal
No. Faktor Risiko Kategori Risk Priority Number Rata-rata Skor RPN
Rendah Sedang Tinggi (Kondisi Awal)
1. Politik (Political) 5 0 0 24
2. Lingkungan (Environment) 2 0 0 31.5
3. Perencanaan (Planning) 4 0 0 27
4. Pemasaran (Market) 3 0 0 21
5. Ekonomi (Economic) 7 0 0 21
6. Keuangan (Financial) 8 0 0 22.7
7. Alami (Natural) 1 0 0 18
8. Proyek (Project) 4 0 0 19.5
206
Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023
Seminar Nasional Teknik Sipil
e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023
9. Teknis (Technical) 6 0 0 22
10. Manusia (Human) 5 0 0 23.4
11. Kriminal (Criminal) 5 0 0 18
12. Keselamatan (Safety) 2 0 0 21
Total 50 0 0
Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer 2023
Berdasarkan tabel 4. terlihat bahwa pada kondisi saat ini terdapat 50 kategori risiko rendah,
0 kategori risiko sedang, dan 0 kategori risiko tinggi. Ini menujukkan bahwa mayoritas
faktor risiko pada Pembangunan jalan rigid di Bojonegoro saat ini memiliki tingkat risiko
rendah. Setiap factor risiko memliki jumlah kategori risiko yang berbeda-beda tegantung
pada nilai RPN yang dihasilkan, sebagai contoh factor risiko Lingkungan (Environment)
memiliki nilai RPN tertinggi, yaitu 31,5 dan masuk kategori risiko rendah dengan 2 potensi
risiko. Faktor risiko lainya seperti persyaratan perijinan memiliki nilai RPN 27 dan masuk
kategori risiko rendah juga. Pada Tabel 4.33. disebutkan bahwa facktor risiko yang memiliki
risiko paling tinggi adalah Lingkungan (Environment), Politik (Political), Alam (Natural),
Perencanaan (Planning), Proyek (Project), Teknis (Technical). Faktor-faktor ini memiliki
rata-rata nilai RPN yang berkisar antara 31,5 hingga 18 dan kategori sebagai risiko level
sedang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kondisi saat ini mayoritas factor risiko
memiliki tingkat risiko rendah, tetapi beberapa faktor risiko kritis seperti lingkungan,
politik, alam, perencanaan, proyek, dan teknis memiliki tingkat risiko sedang dan perlu
mendapat perhatian khusus dalam Upaya pengelolaan dan penanganan risiko pada
Pembangunan jalan rigid dibojonegoro.
4. KESIMPULAN
Terdapat 12 faktor risiko yang teridentifikasi selama pelaksanaan proyek pembangunan
jalan rigid pavement di bojonegoro, faktor-faktor tersebut mencakup risiko politik,
lingkungan, perencanaan, pemasaran, ekonomi, keuangan, alami, proyek, manusia,
kriminal, dan keselamatan.
Terdapat 10 faktor yang dianggap dominan yaitu : Faktor Politik dengan variabel (R1) yaitu
Kebijakan Pemerintah, Faktor Lingkungan dengan variabel (R7) yaitu Peraturan lingkungan
, Faktor Perencanaan dengan variabel (R8) yaitu Kesesuaian mutu dengan spesifikasi dan
(R9) Kesalahan desain, Faktor Pemasaran dengan variabel (R12) yaitu permintaan bahan
material kepada supplier, Faktor Ekonomi dengan variabel (R15) yaitu Terjadinya eskalasi
harga pada saat pelaksanaan proyek dan (R20) yaitu keterlambatan dalam pembayaran
termin oleh pemilik proyek pada kontraktor , Faktor Keuangan dengan variabel (R25) yaitu
cash flow atau aliran kas tidak lancar, (27) yaitu perkiraan biaya konstruksi dan (R28)
peningkatan biaya, Faktor Proyek dengan variabel (R31) yaitu manajemen proyek yang
tidak optimal dan tidak efektif , (R32) yaitu proyek menghadapi keterlambatan pengiriman
material yang diharapkan, Faktor Teknis dengan variabel (R33) yaitu ketersediaan desain
yang lengkap dan komprehensif dan (R37) yaitu adanya kecenderungan untuk melakukan
review terhadap desain, Faktor Manusia dengan variabel (R39) yaitu Pekerja yang tidak
207
Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023
Seminar Nasional Teknik Sipil
e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023
mempunyai keahlian dan kompetensi yang memadai dan (R40) yaitu Budaya pekerja,
Faktor Keselamatan dengan variabel (R49) yaitu ketidakcukupan implementasi K3.
5. DAFTAR PUSTAKA
Nadya Shafira Salsabilla, Kartono Wibowo, Hermin Poedjiastoeti, 2020. “Analisis Risiko
Proyek Jalan Lingkar Utara Brebes-Tegal”. Universitas Islam Sultan Agung
Hermanita Sabir,2021. “Analisa Risiko Pada Proyek Pembangunan Jalan Provinsi Di Provinsi
Sumatera”,
Fransiska Moi, I.G.A. Neny Purnawirati, 2021. “Analisis Manajemen Risiko Pada Proyek
Pembangunan Ruas Jalan Waebetu-Tarawaja “. Jurnal Talenta Sipil vol 4 Politeknik
Negeri Bali
Adi Setiawan, Eko Walujodjati, Ida Farida ,2014.”Analisis Manajemen Risiko Pada Proyek
Pembangunan Jalan Tol Cismdawu.”. Vol 11Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Rani,Hafnidar a, 2016.”Manajemen Proyek Konstruksi”. Ed.1, Cet, 1—Yogyakarta:
Deepublish, November 2016.
Santoso, Nb, Analisis manajemen Risiko pada Proyek Pembangunan jalan tol (studi kasus
proyek pembangunan jalan tol solo-ngawi-kertosono paket 3), Suraaya,2017.
Susanto ,N, &Nursyachbani ,Pa, Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Pada Proyek Underpass
Jatingaleh Semarang dengan metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA), 2016.
Bekti Siwi Aningrum,2012. Identifikasi dan analisis risiko dalam masa pemeliharaan proyek
pada proyek konstruksi dikota Surakarta, skripsi. Universitas Sebelas Maret
Surakarta.
Darmawi, Herman, 2005, “Manajemen Risiko”, Bumi Aksara, Jakarta
Ervianto,W.I,2002,”Manajemen Proyek Konstruksi”, penerbit Andi Yogyakarta, Yogyakarta
Ghozali, Imam, 2011.”Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS”. Badan Penerbit
Universitas Diponegoro, Semarang
Mastura, 2011,” Manajemen Risiko Dalam Proyek Konstruksi.” Jurnal SMARTek, vol. 9 No. 1.
Februari 2011 : 39 – 46, Palu.
Budi Puspitasari, N., Padma Arianie, G, and Adi Wicaksono, P. (2017) “Analisis Identifikasi
Masalah Dengan Menggunakan Metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) dan Risk
Priority Number (RPN) pada sub Assembly Line (studi kasus : PT. Toyota Motor
Manufacturing Indonesia)”, j@ti Undip: Jurnal Teknik Industri, 12(2), p, [Link]
:10.14710/jati.12.2.77-84.
Darmawi, H (2008). Manajemen Risiko Jakarta : Bumi aksara
Asmarantaka, N. S. (2014). Analisa Risiko Yang berpengaruh Terhadap Kinerja Proyek Pada
Pembangunan Hotel Batiqa Palembang. Teknik Sipil dan Lingkungan, 2 (3),483-491
208
Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023
Seminar Nasional Teknik Sipil
e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023
Fatimah, A, Hayati, K, Akmal, b. (2021). Identifikasi Manajemen Risiko Proyek Konstruksi
Gedung Di Provinsi Aceh. Bulletin of Civil Engineering, 1 (2), 81-86.
[Link]
Labombang, M.(2011). Manajemen Risiko Dalam Proyek Konstruksi, SMARTek, 9 (1), 39-46
Moko, F. T. (2017). Analisis Faktor-Faktor Risiko Yang Terjadi Pada Proyek Konstruksi
Bangunan Gedung Di Kota Pati. Universitas Semarang.
Widya, P., Mursadin, A., & Yuliana, C. (2013). Model Manajemen Risiko Pada Pelaksanaan
Proyek Peningkatan Jalan Di Kabupaten Pulang Pisau. Jurnal Teknologi
berkelanjutan, 2(2), 122-136
209
Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023