0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan12 halaman

Penyuluhan Diabetes Mellitus untuk Lansia

Dokumen ini membahas tentang satuan acara penyuluhan diabetes mellitus yang diadakan untuk lansia. Penyuluhan ini memberikan pemahaman mengenai pengertian, faktor risiko, penyebab, gejala, komplikasi, penatalaksanaan dan pencegahan diabetes mellitus.

Diunggah oleh

nisaulazminafilah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan12 halaman

Penyuluhan Diabetes Mellitus untuk Lansia

Dokumen ini membahas tentang satuan acara penyuluhan diabetes mellitus yang diadakan untuk lansia. Penyuluhan ini memberikan pemahaman mengenai pengertian, faktor risiko, penyebab, gejala, komplikasi, penatalaksanaan dan pencegahan diabetes mellitus.

Diunggah oleh

nisaulazminafilah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) “DIABETES MELLITUS”

DI RT 04, 05, DAN 06 RW 01 KELURAHAN KLAMPISNGASEM KECAMATAN


SUKOLILO
KOTA SURABAYA

Disusun oleh:
Kelompok 1 Gelombang I (RW 01)

Nur Puji Winasis, [Link] 131813143088


Yeni Rahayu, S. Kep 131813143039
Savira Octaviana, S. Kep 131813143076
Venni Hariani, S. Kep 131813143022
Shanti Indah Lestari, S. Kep 131813143023
Retno Dewi Anggraini, S. Kep 131813143034
Wahyu Dwi Septinengtias, S. Kep 131813143103
Rahendra Wahyu Ananda, S. Kep 131813143093
Raden Roro Ratri P., S. Kep 131813143098
Nadhia Putri Ulva Sari, S. Kep 131813143069
Senja Putrisia Fajar E., S. Kep 131813143109
.

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS (P3N)


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Diabetes Mellitus


Sasaran : Lansia
Tempat : Balai RW 1 kelurahan Klampis Ngasem, Sukolilo
Hari/ Tanggal : Jumat, 19 September 2019
Waktu : 09.00 WIB – Selesai

I. TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan tentang Diabetes Mellitus diaharapkan lansia mengerti dan
memahami hal-hal mengenai Diabetes Mellitus dan pencegahannya.
II. TUJUAN KHUSUS
1. Mengerti dan memahami pengertian Diabetes Mellitus
2. Mengerti dan memahami faktor resiko Diabetes Mellitus
3. Mengerti dan memahami penyebab Diabetes Mellitus
4. Mengerti dan memahami gejala Diabetes Mellitus
5. Mengerti dan memahami komplikasi Diabetes Mellitus
6. Mengerti dan memahami penatalaksanaan Diabetes Mellitus
7. Mengerti dan memahami pengobatan Diabetes Mellitus
8. Mengerti dan memahami pencegahan Diabetes Mellitus
III. MATERI
(Terlampir)
1. Pengertian Diabetes Mellitus
2. Faktor resiko Diabetes Mellitus
3. Penyebab Diabetes Mellitus
4. Gejala Diabetes Mellitus
5. Komplikasi Diabetes Mellitus
6. Penatalaksanaan Diabetes Mellitus
7. Pengobatan Diabetes Mellitus
8. Pencegahan Diabetes Mellitus
IV. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab
V. PERAN
1. Moderator : Rifki Fauzi Maulida
2. Penyaji : Dilruba
3. Notulensi : Isnaini
4. Pendamping Audiens : Prisdamayanti Ayuningsih
5. Dokumentasi : Unza Noor Ramadhanti
6. Sekertaris : Asti Pratiwi
VI. MEDIA
1. Presentasi power point
2. Leaflet
[Link] TEMPAT
Ruang Pertemuan HCU Pandan II

pemateri

Audiens Audiens

Audiens Audiens

Audiens Audiens

VIII. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

Tahap Kegiatan Waktu Kegiatan Perawat Kegiatan Audiens Media


Pendahuluan 5 menit  Memperkenalkan diri  Mendengarkan Kalimat dari
 Merpersiapkan diri  Bertanya moderator dan
dan materi mengenai pemateri
 Menyatakan tujuan perkenalan
kegiatan dan tujuan jika
kurang jelas
Penyajian 15 menit Menyajikan materi Mendengarkan dan Presentasi
tentang : memperhatikan power point dan
 Pengertian Diabetes materi dengan leaflet
Mellitus seksama
 Faktor resiko
Diabetes Mellitus
 Penyebab Diabetes
Mellitus
 Gejala Diabetes
Mellitus
 Komplikasi Diabetes
Mellitus
 Penatalaksanaan
Diabetes Mellitus
 Pengobatan Diabetes
Mellitus
 Pencegahan Diabetes
Mellitus
Penutupan 10 menit  Melakukan evaluasi Audiens dapat Kalimat dari
dengan memberikan bertanya dan moderator dan
pertanyaan kepada menjawab pemateri
audiens pertanyaan dari
 Audiens dapat pemateri
bertanya apabila ada
yang kurang jelas
dalam penyampaian
materi
 Menyampaikan
ringkasan materi
 Menyampaikan
hasil evaluasi
 Mengakhiri
pertemuan dan
mengucapkan
terimakasih atas
perhatian audiens

IX. KRITERIA EVALUASI


1. Evaluasi Struktur
a. Persiapan alat dan media yang digunakan dalam pendidikan kesehatan
b. Persiapan audiens, moderator dan pemateri baik berupa kontrrak waktu, topik dan
tujuan pendidikan kesehatan
2. Evaluasi Proses
a. Audiens mampu mengikuti pendidikan kesehatan sampai selesai
b. Audiens kooperatif dalam mengikuti pendidikan kesehatan
c. Audiens aktif dalam pendidikan kesehatan
d. Alat bantu dan media mampu digunakan dengan baik
3. Evaluasi Hasil
a. Menanyakan kepada audiens tentang materi resiko jatuh
b. Evaluasi terhadap audiens tentang resiko jatuh dan pencegahannya
MATERI

A. DEFINISI
Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang yang
ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal. Ada
dua jenis utama diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.

B. FAKTOR RISIKO

Faktor risiko diabetes tipe 1, antara lain:


 Faktor riwayat keluarga atau keturunan, yaitu ketika seseorang akan lebih memiliki risiko
terkena diabetes tipe 1 jika ada anggota keluarga yang mengidap penyakit yang sama,
karena berhubungan dengan gen tertentu.
 Faktor geografi, orang yang tinggal di daerah yang jauh dari garis khatulistiwa, seperti di
Finlandia dan Sardinia, berisiko terkena diabetes tipe 1. Hal ini disebabkan karena
kurangnya vitamin D yang bisa didapatkan dari sinar matahari, sehingga akhirnya
memicu penyakit autoimun.
 Faktor usia. Penyakit ini paling banyak terdeteksi pada anak-anak usia 4-7 tahun,
kemudian pada anak-anak usia 10-14 tahun.
 Faktor pemicu lainnya, seperti mengonsumsi susu sapi pada usia terlalu dini, air yang
mengandung natrium nitrat, sereal dan gluten sebelum usia 4 bulan atau setelah 7 bulan,
memiliki ibu dengan riwayat preeklampsia, serta menderita penyakit kuning saat lahir.

Faktor risiko diabetes tipe 2, antara lain:


 Berat badan berlebih atau obesitas.
 Distribusi lemak perut yang tinggi.
 Gaya hidup tidak aktif dan jarang beraktivitas atau berolahraga.
 Riwayat penyakit diabetes tipe 2 dalam keluarga.
 Ras kulit hitam, hispanik, Native American, dan Asia-Amerika, memiliki angka pengidap
lebih tinggi dibandingkan dengan ras kulit putih.
 Usia di atas 45 tahun, walaupun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi sebelum usia
45 tahun.
 Kondisi prediabetes, yaitu ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tapi tidak
cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes.
 Riwayat diabetes saat hamil.
 Wanita dengan sindrom ovarium polikistik, yang ditandai dengan menstruasi tidak
teratur, pertumbuhan rambut berlebihan, dan obesitas.

C. PENYEBAB
Diabetes disebabkan karena adanya gangguan dalam tubuh, sehingga tubuh tidak mampu
menggunakan glukosa darah ke dalam sel, sehingga glukosa menumpuk dalam darah. Pada
diabetes tipe 1, gangguan ini disebabkan karena pankreas tidak dapat memproduksi insulin.
Sedangkan pada diabetes tipe 2, gangguan ini terjadi akibat tubuh tidak efektif menggunakan
insulin atau kekurangan insulin yang relatif dibandingkan kadar glukosa darah. Kadar
glukosa yang tinggi ini dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, jantung, mata, dan
sistem saraf, sehingga mengakibatkan berbagai macam komplikasi.

D. TANDA DAN GEJALA


 Sering merasa haus.
 Frekuensi buang air kecil meningkat, terutama pada malam hari.
 Rasa lapar yang terus-menerus.
 Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
 Lemas dan merasa lelah.
 Pandangan yang kabur.
 Luka yang lama sembuh.
 Sering mengalami infeksi pada kulit, saluran kemih, gusi, atau vagina.

E. KOMPLIKASI
Baik diabetes tipe 1 maupun 2 dapat menyebabkan komplikasi berupa kerusakan retina
mata, kerusakan saraf, penyakit stroke dan jantung koroner, kerusakan ginjal, disfungsi
seksual, keguguran, atau bayi lahir mati dari ibu yang mengidap diabetes.
F. PENATALAKSANAAN

Prinsip penatalaksanaan diabetes melitus menurut (Restyana, 2015) secara umum ada lima
sesuai dengan Konsensus Pengelolaan DM di Indonesia tahun 2006 adalah untuk meningkatkan
kualitas hidup pasien.
Tujuan penatalaksanaan DM adalah:
 Jangka pendek
Hilangnya keluhan dan tanda DM, mempertahankan rasa nyaman dan tercapainya target
pengendalian glukosa darah.
 Jangka panjang
Tercegah dan terhambatnya progresivitas penyulit mikroangiopati, makroangiopati dan
neuropati.
Tujuan akhir pengelolaan adalah turunnya morbiditas dan mortalitas DM. untuk mencapai
tujuan tersebut perlu dilakukan pengendalian glukosa darah, tekanan darah, berat badan dan
profil lipid melalui pengelolaan pasien secara holistik dengan mengajarkan perawatan mandiri
dan perubahan perilaku seperti:
1. Diet
Prinsip pengaturan makan pada penyandang diabetes adalah makananyang seimbnag dan
sesuai dengn kebutuhan kalori dan at gizi masing-masing individu. Pada penderita
diabetes perlu ditekankan pentingnya keteraturan makan dalam hal jadwal makan, jenis
dan jumlah makanan terutama pada mereka yang menggunakan obat penurun glukosa
darah atau insulin.
2. Exercise (latihan fisik/olahraga)
Dianjurkan latihan secara teratur (3-4 kali seminggu selama kurang lebih 30 menit, yang
sifatnya continuous, rhythmical, interval progressive, endurance (CRIPE). Sebagai
contoh dafi latihan adalah olahraga ringan jalan kaki biasa selama 30 menit. Hindarkan
kebiasaan hidup yang kurang gerak atau bermalas-malasan.
3. Pendidikan kesehatan
Pendidikan kesehatan sangat penting dalam pengrlolaan. Pendidikan kesehatan
pencegahan primer harus diberikan kepada kelompok masyarakat resiko tinggi.
Pendidikan kesehatan sekunder diberikan kepada kelompok pasien DM. Sedangkan
Pendidikan kesehatan untuk pencegahan tersier diberikan kepada pasien yang sudah
mengidap diabetes dengan penyakit menahun.
4. Obat : oral hipoglikemik, insulin
Jika pasien telah melakukan pengaturan makan dan latihan fisik tetapi tidak berhasil
mengendalikan kadar gula darah maka dipertimbangkan pemakaian obat hipoglikemik

G. PENGOBATAN

 Antidiabetik oral
Penatalaksanaan pasien DM dilakukan dengan menormalkan kadar gula darah dan
mencegah komplikasi. Lebih khusus lagi dengan menghilangkan gejala, optimalisasi
parameter metabolik, dan mengontrol berat badan. Bagi pasien DM tipe 1
penggunaan insulin adalah terapi utama. Indikasi antidiabetik oral terutama ditujukan
untuk penanganan pasien DM tipe 2 ringan sampai sedang yang gagal dikendalikan
dengan pengaturan asupan energi dan karbohidrat serta olah raga. Obat golongan ini
ditambahkan bila setelah 4-8 minggu upaya diet dan olah raga dilakukan, kadar gula
darah tetap di atas 200 mg% dan HbA1c di atas 8%. Jadi obat ini bukan
menggantikan upaya diet, melainkan membantunya. Pemilihan obat antidiabetik oral
yang tepat sangat menentukan keberhasilan terapi diabetes. Pemilihan terapi
menggunakan antidiabetik oral dapat dilakukan dengan satu jenis obat atau
kombinasi. Pemilihan dan penentuan regimen antidiabetik oral yang digunakan harus
mempertimbangkan tingkat keparahan penyakit DM serta kondisi kesehatan pasien
secara umum termasuk penyakit-penyakit lain dan komplikasi yang ada. Dalam hal
ini obat hipoglikemik oral adalah termasuk golongan sulfonilurea, biguanid, inhibitor
alfa glukosidase dan insulin sensitizing.
 Insulin
Insulin merupakan protein kecil dengan berat molekul 5808 pada manusia. Insulin
mengandung 51 asam amino yang tersusun dalam dua rantai yang dihubungkan
dengan jembatan disulfide, terdapat perbedaan asam amino kedua rantai tersebut.
Untuk pasien yang tidak terkontrol dengan diet atau pemberian hipoglikemik oral,
kombinasi insulin dan obat-obat lain bisa sangat efektif. Insulin kadangkala dijadikan
pilihan sementara, misalnya selama kehamilan. Namun pada pasien DM tipe 2 yang
memburuk, penggantian insulin total menjadi kebutuhan. Insulin merupakan hormon
yang mempengaruhi metabolisme karbohidrat maupun metabolism protein dan
lemak. Fungsi insulin antara lain menaikkan pengambilan glukosa ke dalam sel–sel
sebagian besar jaringan, menaikkan penguraian glukosa secara oksidatif, menaikkan
pembentukan glikogen dalam hati dan otot serta mencegah penguraian glikogen,
menstimulasi pembentukan protein dan lemak dari glukosa.

H. PENCEGAHAN

Pada diabetes tipe 1, antara lain:


 Menjalani pengobatan intensif jika terdapat anggota keluarga yang mengidap diabetes
tipe 1.
 Menjalami tes DNA untuk mengetahui adanya gen pembawa atau penyakit diabetes tipe
1.

Pada diabetes tipe 2, antara lain:


 Mempertahankan berat badan ideal dengan mengonsumsi makanan rendah lemak.
 Mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayur.
 Mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.
 Berolahraga secara rutin dan banyak melakukan aktivitas fisik.
 Mengurangi waktu duduk diam terlalu lama, seperti ketika menonton televisi.
 Menghindari atau berhenti merokok.

Referensi :

Medical News Today. Diakses pada 2019. Diabetes: Symptoms, Treatment, and Early Diagnosis.

WebMD. Diakses pada 2019. Diabetes Center: Types, Cause, Symptoms, Test, and Treatments

Restyana. 2015. Diabetes Melitus Tipe 2 Artikel review Medical Faculty, Lampung University
ABSENSI PESERTA PKRS

Nama Peserta Keluarga dari Pasien TTD

Anda mungkin juga menyukai