Contoh soal statistika
1. Diambil 18 siswa, sepasang-sepasang mempunyai kemampuan dasar matematika yang hampir sama.
Setiap pasang diambil satu secara acak, dikelompokkan dalam kelas A, lainnya dikelompokkan dalam kelas
[Link] pembelajaran, kelas A dengan metoda pembelajaran A, kelas B dengan metoda pembelajaran
B. Pada akhir periode dilakukan tes untuk mengukur hasil belajar dengan tes yang sama untuk kedua
kelas. Data hasil tes sebagai berikut
Buatlah selang kepercayaan 99% untuk rata-rata nilai tes data berpasangan, asumsikan nilai tes berdistribusi
normal. Metode manakah yang lebih baik?
Data berupa data berpasangan d t 2
sd s
D d t 2 d
5,3151 5,3151
1 3,355 A B 1 3,355
n n 9 9
𝑑𝑖 diperoleh dari A-B, maka 𝜇𝐷 = 𝜇𝐴 − 𝜇𝐵 . Karena −< 𝜇𝐴 − 𝜇𝐵 < +, 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑑𝑖𝑠𝑖𝑚𝑝𝑢𝑙𝑘𝑎𝑛 𝜇𝐴 =
𝜇𝐵 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑚𝑒𝑡𝑜𝑑𝑎 𝐴 𝑑𝑎𝑛 𝐵 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑏𝑎𝑖𝑘𝑛𝑦𝑎
2. Suatu pabrik aki mobil menyatakan bahwa aki produksinya, secara rata-rata akan mencapai
umur 3 tahun dengan ragam 1 tahun. Bila 5 aki mencapai umur: 1,9; 2,4; 3,0; 3,5 dan 4,2 tahun,
maka berdasarkan data ini buatlah selang kepercayaan 95% bagi ragam populasinya, dan
simpulkan apakah pernyataan pabrik bahwa 2 = 1 dapat diterima atau tidak. Asumsikan
bahwa populasi umur aki tersebut menyebar normal.
Penyelesaian:
𝑛=5 n 1s 2 2 n 1s 2 5 1.0,815 2 5 1.0,815
𝑠 2 = 0,90277352 = 0,815 ;( n1)
2
2
1 2 ;( n 1)
11,143 0,484
2
2
𝜒0,025(4) = 11,143 0,2925 2 6,7355
2
𝜒0,975(4) =0,484
𝐽𝑎𝑑𝑖, 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑦𝑎𝑡𝑎𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑏𝑟𝑖𝑘 𝑏𝑎ℎ𝑤𝑎 𝜎^2=1 𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎
3. Tersedia dua pilihan kelas untuk kuliah kimia: 3 jam per minggu tanpa praktikum dan 4 jam per minggu dengan praktikum. Ujian
akhir yang diberikan untuk kedua pilihan itu sama. Bila 13 mahasiswa dalam kelas tanpa praktikum mencapai nilai rata-rata 84
dengan simpangan baku 4 dan 21 mahasiswa dalam kelas dengan praktikum mencapai nilai rata-rata 77 dengan simpangan baku 6,
buatlah selang kepercayaan 98% untuk 1/2. Apakah cukup beralasan bila diasumsikan bahwa 1 = 2 ?
Penyelesaian: 1 = kelas tanpa praktikum, 2 = kelas dengan praktikum
n1 13, x1 84, s1 4
s12 1 s12
n2 21, x2 77, s2 6 1 f
s22 f 1 , 2 2 s22 2 2 , 1
f 0, 01(12 , 20 ) 3,23 , f 0, 01( 20 ,12 ) 3,86 2
𝑛1 = 13 → 𝜈1 = 12
𝑛2 = 21 → 𝜈2 = 20
𝑓0,01(12,20) = 3,23
𝑓0,01(20,12) =3,86
𝜎1
0.37 < < 1,31
𝜎2
𝜎1
𝐾𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑒𝑡𝑎𝑘 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑢𝑎𝑡 1, 𝑚𝑎𝑘𝑎
𝜎2
𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑑𝑖𝑎𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖𝑘𝑎𝑛 𝜎1 = 𝜎2
Peluang melakukan kesalahan
tipe I () dan tipe II ( 1 - )
Taraf
signifi
kansi:
𝛼=
0,02
Langkah-langkah Pengujian Hipotesis
• Menentukan pasangan hipotesis (H0 dan H1)
• Menentukan taraf nyata/ taraf signifikansi ()
• Menentukan statistik uji
• Menentukan kriteria keputusan (lihat formula H1)
• Melakukan perhitungan
• Menentukan kesimpulan
Contoh
Tinggi rata-rata mahasiswi tingkat persiapan di suatu perguruan tinggi adalah 158 cm dengan simpangan baku 5,5 cm. Apakah ada
alasan untuk mempercayai bahwa telah terjadi perubahan dalam tinggi rata-rata, bila sampel acak 50 mahasiswi tingkat persiapan
mempunyai tinggi rata-rata 160 cm? Gunakan taraf nyata 0,02.
Penyelesaian
Hipotesis: Telah terjadi perubahan dalam tinggi rata-rata
Karena memuat tanda ≠ maka hipotesis ini merupakan H1
0 158, 5,5 n 50, x 160, 0,02
H 0 : 158 (Tidak terj adi perubahan tinggi badan)
H1 : 158 (Terjadi perubahan tinggi badan)
Statistik Uji: (lihat hal 305 Walpole pilih yang cocok)
x 0
z 160 158
/ n z hitung 2,57
5,5 / 50
Kriteria Keputusan: Karena H memuat bentuk ≠ Kesimpulan:
1
maka daerah penolakan H ada di 2 ujung kurva Z. Karena Z =2,57 > 2,33, maka H ditolak
hitung 0
0
H ditolak jika Z <-Z = - 2,33 atau Z > 2,33 Artinya terjadi perubahan tinggi badan
0 hitung (1/2) Jadi ada alasan untuk mempercayai bahwa telah
terjadi perubahan dalam tinggi rata-rata