0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
57 tayangan16 halaman

Pemanfaatan Biji Rambutan untuk Lip Balm

Dokumen ini membahas tentang pembuatan produk lip balm dari biji rambutan untuk memaksimalkan pemanfaatan buah rambutan. Lip balm dari biji rambutan diharapkan dapat menjaga kesehatan dan kelembaban bibir secara alami.

Diunggah oleh

221fk01017
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
57 tayangan16 halaman

Pemanfaatan Biji Rambutan untuk Lip Balm

Dokumen ini membahas tentang pembuatan produk lip balm dari biji rambutan untuk memaksimalkan pemanfaatan buah rambutan. Lip balm dari biji rambutan diharapkan dapat menjaga kesehatan dan kelembaban bibir secara alami.

Diunggah oleh

221fk01017
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI............................................................................................................i
BAB 1. PENDAHULUAN.....................................................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................3
1.3 Tujuan........................................................................................................3
1.4 Ruang Lingkup..........................................................................................3
BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA..........................................3
2.1 Kondisi Umum Lingkungan......................................................................3
2.2 Potensi Sumber Daya dan Peluang Pasar..................................................4
2.3 Analisis Ekonomi Usaha...........................................................................5
2.4 Kelayakan Usaha.......................................................................................6
BAB 3. METODE PELAKSANAAN...................................................................6
3.1 Teknik Pekerjaan.......................................................................................6
3.2 Tahap Pekerjaan........................................................................................7
3.3 Pencapaian Tujuan Program......................................................................9
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN.....................................................9
4.1 Anggaran Biaya.........................................................................................9
4.2 Jadwal Kegiatan........................................................................................9
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN...............................................................10
5.1 Kesimpulan..............................................................................................10
5.2 Saran........................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................11

i
1

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan negara beriklim tropis dan berada di garis
khatulistiwa. Iklim di daerah tropis atau yang berada di garis khatulistiwa ini
setiap harinya mendapatkan sinar matahari yang dapat merangsang jaringan
kulit. Bibir hampir tidak memiliki melanin, pigmen alami di kulit yang
membantu menyaring sinar matahari yang berbahaya, sehingga
mengakibatkan mudah terbakar karena terpapar sinar matahari dan bibir
menjadi pecah-pecah (Anisa, 2020). Selain itu, akibat dari fungsi
perlindungan yang buruk, bibir sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan,
berbagai produk perawatan kesehatan, kosmetik dan produk perawatan kulit
lainnya yang dapat menyebabkan kerusakan kulit yaitu bibir menjadi kering,
pecah-pecah, dan warna yang kusam. Selain tidak enak dipandang, bibir yang
pecah-pecah juga menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman (Wirdayani, et
al., 2021).

Cheilitis adalah istilah yang mengacu pada radang bibir. Hal ini dapat
berupa peradangan pada kulit di sekitar mulut, batas vermilion atau mukosa
labial, namun batas vermilion lebih sering dilibatkan. Cheilitis
dikelompokkan menjadi beberapa jenis, salah satunya yaitu Cheilitis Simplex.
Cheilitis Simplex (bibir pecah-pecah, common cheilitis, cheilitis sicca) adalah
salah satu subtipe yang paling umum, muncul sebagai bibir pecah-pecah,
retakan atau deskuamasi pada bibir, biasanya pada bibir bawah. Di sini
seringnya menjilat bibir menyebabkan kekeringan dan iritasi, yang berakhir
dengan pemisahan mukosa dan pecah-pecah. Menjilati seperti itu
menghilangkan lapisan tipis permukaan berminyak yang melindungi bibir
dari hilangnya kelembapan, yang menyebabkan bibir pecah-pecah. Lesi pada
bibir juga dipengaruhi oleh air liur, enzim pencernaan yang dapat mengiritasi
bibir dengan mengekstraksi kelembapan dan menyebabkan penguapan
(Bhutta & Hafsi, 2023).
Salah satu produk kosmetik yang memiliki banyak peminat adalah
pada produk kosmetik untuk perawatan bibir atau biasa disebut lipstick.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari beberapa situs kecantikan,
berbagai produk lipstick yang beredar dan banyak digunakan oleh para wanita
di Indonesia maupun di seluruh dunia ternyata memiliki beragam jenis yang
berbeda. Setiap jenis lipstick tersebut memiliki fitur dan hasil pemakaian yang
berbeda sebagian besar perempuan Indonesia mengakui jika mereka memakai
simple makeup dalam kegiatan sehari-hari. Trend ini ditunjukkan semua
kelompok usia, tingkat sosial ekonomi, dan pekerjaan. Namun,
kecenderungan untuk menggunakan make up lengkap setiap hari ditunjukkan
oleh Gen Z, segmen atas, dan mereka yang bekerja. Pada penggunaan lip
2

product, lip balm memimpin dengan 44%, lalu lip cream 40%, lipstick 38%,
liptint 39%, dan lipgloss 20% (Wirdayani, et al., 2021).
Lip balm adalah sediaan yang diaplikasikan pada bibir untuk
mencegah bibir kering dan melindungi dari efek lingkungan yang buruk. Lip
balm digunakan sebagai langkah awal untuk mencegah terjadinya masalah
bibir. Lip balm merupakan sediaan kosmetik yang diaplikasikan pada bibir
dengan komponen utama seperti lilin, lemak dan minyak dengan tujuan untuk
mencegah terjadinya kekeringan pada bibir dengan meningkatkan
kelembaban bibir dengan cara membentuk lapisan minyak yang tidak dapat
bercampur pada permukaan bibir. Lapisan yang terbentuk oleh lip balm
merupakan lapisan pelindung bibir dari lapisan luar (Ambari, et al., 2020).
Lip balm yang ada dipasaran, marak menggunakan bahan kimia yang
berbahaya. Ada beberapa masalah yang ditimbulkan akibat zat kimia
berbahaya seperti terjadinya alergi pada bibir, menjadi bibir semakin
menghitam dan kering, bengkak dan gatal-gatal. Oleh karena itu, sebagai
upaya untuk menghindari efek negative yang merugikan bagi penggunanya,
dapat menggunakan bahan alami sehingga hasilnya lebih aman digunakan
untuk bibir (Anisa & Daniati, 2020).
Biji rambutan merupakan bagian terdalam dari buah rambutan yang
berwarna putih saat masih segar dan berwarna coklat bila kering. Biji
rambutan bermacam-macam jenisnya yaitu rapiah, narmada, sinyonya, binjai,
garuda, dan kapulasan. Biji rambutan binjai mudah ditemukan saat musim
rambutan karena buah rambutan binjai lebih murah dibandingkan jenis buah
rambuatan yang lain. Biji rambutan binjai ukurannya lebih besar
dibandingkan biji rambutan lain sehingga kandungan folifenol nya lebih
banyak. Biji rambutan biasanya menjadi sampah saat musim panen rambutan
tiba rambutan mengandung polifenol yang sangat dibutuhkan oleh kulit. Kulit
biji rambutan memiliki lapisan kayu yang tipis. Kandungan biji rambutan
memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Folifenol yang terkandung
didalam biji rambutan berfungsi untuk meningkatkan kemampuan anti-
inflamasi dan kekebalan tubuh, menetralkan radikal bebas yang memiliki efek
merusak terhadap sel-sel dan jaringan tubuh, Sebagai antioksidan kuat,
folifenol mampu memperlambat proses penuaan, memperkuat sistem
kekebalan tubuh. Beberapa kandungan kimia dari biji rambutan yakni tanin,
saponin, lemak, fosfor, kalsium, vitamin C, polifenol, flavonoida, pectin
substances, zat besi (Sirait, et al., 2023).
Mengingat produk lip balm tersendiri belum memiliki varian dari biji
rambutan yang dapat dijadikan peluang besar. Maka dari itu, kami tertarik
untuk membuat produk inovasi untuk memaksimalkan pemanfaatan buah
rambutan khususnya dengan menggunakan biji rambutan sesuai dengan latar
belakang diatas dengan judul proposal “Memaksimalkan Pemanfaatan Buah
3

Rambutan dengan nama produk Biji Rambutan Balm Stick atau disingkat
dengan BIRABALM ”.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana memaksimalkan pemanfaatan dari buah rambutan untuk
meningkatkan nilai ekonomi lokal dalam pembuatan produk inovasi kosmetik
dari bahan alami yang berbeda dari produk sebelumnya, serta bagaimana cara
mengemas dan menyajikan lipbalm dari buah rambutan agar menarik minat
konsumen dan mempertahankan kualitas produk?
1.3 Tujuan
Untuk memaksimalkan pemanfaatan dari buah rambutan untuk
meningkatkan nilai ekonomi lokal. Selain itu bertujuan untuk menjaga
kesehatan, kelembaban dan menutrisi bibir agar terhindar dari masalah seperti
bibir pecah-pecah atau kering sehingga membantu merawatnya secara
keseluruhan.
1.4 Ruang Lingkup
Ruang lingkup produk lipbalm dari biji rambutan mencakup
beberapa proses dari mulai pengujian keamanan untuk memastikan kualitas
produk yang dihasilkan, pengembangan dan pemasarannya. Produk ini
ditujukan mencakup orang sehat dan sakit. Untuk orang sehat, lipbalm dari
biji rambutan menawarkan solusi alami untuk menjaga kesehatan dan
kelembaban bibir. Dengan kandungan nutrisi dan antioksidan yang
terkandung dalam biji rambutan, lipbalm dapat membantu menjaga
kelembaban bibir secara alami, mencegah pecah-pecah, dan memberikan
perlindungan dari efek buruk sinar matahari. Sementara itu, bagi orang yang
mengalami masalah kesehatan tertentu seperti bibir kering serta dapat
meningkatkan kepercayaan diri. Dengan demikian ruang lingkup produk ini
meliputi seluruh proses pengembangan produk hingga pemasarannya kepada
konsumen.
BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
2.1 Kondisi Umum Lingkungan
Jawa Barat merupakan salah satu daerah penghasil rambutan terbesar
di Indonesia. Daerah-daerah seperti Garut, Bogor, Subang dan Cianjur
memiliki kondisi geografis dan iklim yang ideal untuk pertumbuhan pohon
rambutan. Tanaman ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat karena untuk
dimanfaatkan buahnya sebagai suatu komoditas yang bernilai ekonomis,
terutama di daerah Cipatat dimana masyarakatnya banyak yang menanam
pohon rambutan.
Cipatat merupakan salah satu daerah yang subur dengan iklim tropis
yang cocok untuk pertumbuhan rambutan. Dikelilingi oleh pegunungan dan
4

lahan pertanian, Cipatat memiliki kondisi lingkungan yang mendukung


pertumbuhan pohon rambutan. Hutan-hutan yang masih lestari di sekitar
daerah ini juga memainkan peran penting dalam menjaga ekosistem alami
dan ketersediaan air. Namun, dengan pertumbuhan industri rambutan yang
semakin pesat, beberapa tantangan lingkungan mungkin muncul. Selain itu,
manajemen limbah pertanian seperti pembuangan limbah kulit dan biji
rambutan juga perlu diperhatikan untuk menghindari dampak negatif terhadap
lingkungan, termasuk pencemaran tanah dan air.
2.2 Potensi Sumber Daya dan Peluang Pasar
a. Potensi Sumber Daya
Pengembangan produk olahan dengan memaksimalkan
pemanfaatan buah rambutan memiliki potensi untuk dikembangkan
menjadi produk yang bernilai tambah. Biji rambutan yang umumnya
dibuang dan tidak dimanfaatkan atau hanya menjadi limbah ini diketahui
memiliki berbagai kandungan yang berpotensi memiliki peluang usaha
yang dapat meningkatkan nilai tambah dalam pemanfaatan limbah. Selain
itu didukung oleh daerah yang memiliki budidaya rambutan memberi
peluang ekonomi dan peningkatan pendapatan bagi petani lokal dan
komunitas didaerah-daerah rambutan tumbuh.
b. Peluang Pasar
Peluang pasar inovasi Birabalm ini dari biji rambutan yang sangat
menjanjikan. Produk ini merupakan inovasi baru dengan manfaat yang
banyak, sehingga dapat menarik minat masyarakat terutama pada anak
muda yang peduli dalam perawatan diri, mengingat bahwa produk lip
balm tersendiri belum memiliki varian dari biji rambutan yang dapat
dijadikan peluang besar. Peluang dan potensi pasar lip balm di zaman
sekarang sangat besar. Trend kesehatan dan kecantikan meningkatkan
kesadaran akan perawatan diri.
Inovasi produk kosmetik lip balm dengan kandungan bahan alami
atau organik dapat menjadi produk yang diminati oleh banyak orang.
Mengingat penjualan produk kosmetik secara online terus meningkat,
terutama melalui platform e-commerce dan media sosial memberikan
kesempatan bagi merek lip balm untuk membuka pasar target yang luas.
5

Tabel 2.1 Analisis SWOT Produk BIRABALM


Aspek Produk BIRABALM
Strength Bahan baku dan peralatan yang digunakan mudah didapatkan.
(Kelebihan) Produk ini dari biji rambutan dengan memaksimalkan
pemanfaatan buah rambutan yang tidak dimanfaatkan.
Memberikan nilai jual dengan bahan baku alami yang ramah
lingkungan dan memiliki nilai tambah untuk kesehatan yang
mengandung banyak manfaat. Produk ini menggunakan bahan
dari biji rambutan yang dapat bertahan dalam jangka waktu
yang cukup lama, sehingga memiliki persediaan ketika tidak
musim rambutan. Produk awet dan dapat digunakan dalam
jangka waktu yang lama.

Weakness Keterbatasan pasokan biji rambutan yang mungkin tidak selalu


(Kelemahan stabil, terutama jika produksi rambutan tidak konsisten atau
) terganggu oleh faktor lingkungan.
Opportunity Trend kesehatan dan kecantikan produk perawatan diri
(Peluang) menggunakan bahan alami yang terus meningkat. Lip balm
dari biji rambutan dapat memanfaatkan trend ini untuk
menjangkau pasar yang lebih luas dan belum ada produk
sebelumnya yang menggunakan bij rambutan. Bermitra
dengan petani lokal dapat berkontribusi terhadap
pengembangan masyarakat.
Threat Birabalm harus bersaing dengan produk-produk yang tersedia
(Ancaman) di pasaran. Trend pasar yang berubah harus mampu
beradaptasi dengan perubahan tersebut. Sensitivitas konsumen
terhadap bahan alami tersebut.

2.3 Analisis Ekonomi Usaha


Tablel 2.2 Analisis Ekonomi Usaha Produk BIRABALM STICK
Birabalm
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 20 Februari 2025
2025 2024
Saldo awal: - 12.000.000
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Penjualan Produk 84.500.000 65.000
Arus Kas Masuk
Pembelian Bahan Baku - 3.515.000
Pembayaran Biaya sewa tempat - 2.500.000
Pembayaran Biaya Pengemasan - 1.985.000
Arus Kas Keluar - 8.065.000
Total Arus Kas Aktivitas Operasi - 8.065.000
6

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI


Arus Kas Masuk -
Pembelian HKI Merek - 500.000
Pembayaran Izin Usaha & Sertifikasi Halal - 500.000
Pembayaran Pengujian Kandungan - 500.000
Adsense akun media social - 985.000
Mencetak dan mempublikasi hasil rekomendasi - 1.450.000
Arus Kas Keluar - 3.935.000
Total Arus Kas Aktivitas Investasi - 3.935.000

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN


Penerimaan Dana Hibah Belmawa - 10.000.000
Penerimaan Dana Hibah Perguruan Tinggi - 2.000.000
Arus Kas Masuk - 12.000.000
Total Arus Kas Aktivitas Pendanaan - 12.000.000
Total: Cash flow - 12.000.000

2.4 Kelayakan Usaha


Untuk memperoleh keuntungan usaha maka harga jual per unit (P)
untuk barang yang diproduksi sebesar Rp. 65.000 dengan biaya tetap (Fixed
Cos) sebesar Rp 6.500.000, variabel cost (VC) sebesar Rp 3.515.000, biaya
variabel unit (VCU) sebesar Rp 60.000, serta target laba per produksi Rp
5.000. Perhitungannya adalah sebagai berikut:

 Perhitungan BEP Unit


BEP = Rp 6.500.000 / (Price–Variabel Cost Unit)
BEP = Rp 6.500.000 / (Rp 65.000 – Rp 60.000)
BEP = Rp 6.500.000 / Rp 5.000
BEP = 1.300 unit
 Perhitungan BEP Rupiah
BEP = Jumlah unit x Price
BEP = 1.300 x Rp 65.000
BEP = Rp 84.500
 Analisis R/C
Jika produk terjual 1.300 unit maka, analisis R/C sebagai berikut:
R/C = Penerimaan Total / Biaya Produksi
R/C = Rp 84.500.000 / Rp 10.015.000
R/C = 8,4
Berdasarkan hasil perhitungan Revenue/Cost Ratio sebesar 8,4, maka
dapat disimpulkan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan.

BAB 3. METODE PELAKSANAAN

Pra Pasca
Produksi Produksi Pengemasan Promosi Pemasaran Produksi
7

Gambar 3.1 Tahap Pekerjaan


Proses tahap pekerjaan dimulai dari pra hingga pasca, berikut detail
kegiatannya:
1. Pra produksi
Pada tahap ini kita melakukan perencanaan produk, pengembangan
merek, survey mencari tempat yang memiliki banyak penghasil buah
rambutan, mengumpulkan sumber daya yang diperlukan dan analisis
produk.
2. Produksi Birabalm
Pada tahap ini dilakukan produksi Birabalm dengan rincian sebagai
berikut:
a. Alat
Gelas ukur, mangkok, spatula, timbangan, saringan, blender,
thermometer
b. Bahan
Rambutan, beeswax, illipe butter, jojoba oil, sweet almond oil,
macadamia oil, cocoa butter, red 27 atau bubuk bit murni, tube lip
balm
c. Cara pembuatan
1) Pemilihan biji rambutan
2) Cuci dan jemur biji rambutan, setelah kering kemudian dikupas
kulitnya
3) Hancurkan biji rambutan dengan blender sehingga menjadi bubuk
halus
4) Saring bubuk biji rambutan, untuk mendapatkan bubuk yang lebih
halus
5) Campur semua bahan, kemudian dipanaskan dengan api kecil
sambil diaduk dengan spatula sampai rata
6) Setelah bahan tercampur dan mendapatkan tekstur yang
diinginkan, masukkan ke dalam tube Birabalm
7) Simpan dan tunggu sampai mengeras pada suhu yang normal
3. Pengemasan Birabalm
Pada tahap ini kami memaksimalkan dalam pengemasannya
dengan seunik dan semenarik mungkin dengan desain menggunakan kulit
rambutan yang menjadi case dari tube yang diresinkan kemudian pada
tube tersebut terdapat strap yang bisa digantungkan dileher. Tidak lupa
juga dengan logonya sesuai dengan brand yang kami buat pada atas
tutupnya.
8

Gambar 3.2 Kemasan

Gambar 3.3 Logo Produk

4. Promosi dan pemasaran Birabalm


Promosi serta pemasaran produk dilakukan secara offline dan
online yang pertama kami menemui secara offline dengan masyarakat
sekitar yang memang dekat dengan lingkungan kampus dengan
memperkenalkan produk dan juga mengadakan konseling dan tester secara
langsung. Yang kedua secara online dengan memperkenalkan produk
dengan membuat video promosi dan review produk yang menarik di
aplikasi seperti instagram, tiktok dan mengirim broadcast keseluruh
kontak whatsapp dan menjadikan kontak whatsapp pribadi menjadi kontak
bisnis. Kami juga akan memasarkan di shopee supaya produk kita
terjangkau dengan luas.
5. Pasca produksi Birabalm
Pada tahap ini dilakukan evaluasi secara menyeluruh oleh semua
anggota dari pra produksi hingga pemasaran termasuk keberhasilan
manfaat, keuntungan serta kepuasan yang didapatkan masyarakat terhadap
produk dan mengenai analisis data meliputi perkembangan usaha.
9

3.1 Pencapaian Tujuan Program


Pencapaian tujuan program ini adalah memaksimalkan pemanfaatan
buah rambutan dari biji rambutan yang tidak terpakai menjadi peluang usaha,
dan konsumen mendapatkan manfaat dari produk lip balm yang kami buat.
Untuk mencapai tujuan program kami akan melakukan evaluasi produk
secara menyeluruh agar dapat meningkatkan kualitas produk, kami akan
meminta konsumen untuk mengisi kuesioner dan review untuk mengetahui
kepuasan dan masukan dari konsumen.

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1 Anggaran Biaya
Adapun format tabel ringkasan anggaran biaya produk Birabalm
sebagai berikut:
Tabel 4.1 Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya
No Jenis Pengeluaran Sumber Dana Besaran Dana
(RP)
1. Bahan habis pakai Belmawa Rp 6.500.000
Perguruan tinggi Rp 500.000
Instansi lain (jika ada) Rp 150.000
2. Sewa dan jasa Belmawa Rp 1.000.000
Perguruan tinggi Rp 200.000
Instansi lain (jika ada) Rp 100.000
3. Transportasi local Belmawa Rp 1.500.000
Perguruan tinggi Rp 1.000.000
Instansi lain (jika ada) Rp 100.000
4. Lain-lain Belmawa Rp1.000.000
Perguruan tinggi Rp 300.000
Instansi lain (jika ada) Rp 650.000
Jumlah
Rekap Sumber Dana Belmawa Rp 10.000.000
Perguruan tinggi Rp 2.000.000
Instansi lain (jika ada) Rp 1.000.000
Jumlah Rp 13.000.000

4.2 Jadwal Kegiatan


Tabel 4.2 Jadwal Kegiatan PKM
No Jenis Kegiatan Bulan Penanggung Jawab
1 2 3 4
1. Persiapan Zahra NurulRian
a. Survey lokasi dan
pengambilan bahan
baku
b. Pengambilan bahan
baku
c. Pengadaan alat
10

2. Produksi dan pengemasan Intan Damayanti, Lies


Lusiyanty Suleman
3. Promosi Ina
4. Pemasaran Ina
5. Monitoring dan evaluasi Muhammad Afif Abidin
6. Pelaporan dan presentasi Muhammad Afif Abidin
hasil

Daftar Pustaka
Ambari, Y. et al., 2020. Studi Formulasi Sediaan Lip Balm Ekstrak Kayu Secang
(Caesalpinia sappan L.) dengan Variasi Beeswax. J. Islamic Pharm.,
Volume 5 (2), pp. 36-45.
Anggara, D. et al., 2019. Potensi Limbah Kulit Rambutan (Nephelium lappaceum)
Sebagai Minuman Seduhan Herbal. Jurnal Agroteknologi, 13(02), pp. 131-
136.
Anisa, N. Q. & Daniati, S., 2020. Kelayakan Bunga Rosella Dalam Pembuatan
Lip Scrub The Feasibility of Rosella in Making Lip Scrub. Akademi
Kesejahteraan Sosial, 12(2), pp. 1-8.
Bhutta, B. S. & Hafsi, W., 2023. Cheilitis. s.l.:StatPearls Publishing.
I.A.K, P., P.S., A. & Ngadiani, 2021. Pembuatan Emping Dari Biji Rambutan.
Jurnal Abadimas Adi Buana, 4(02), pp. 119-121.
Sirait, S. M. et al., 2023. Pemanfaatan Biji Rambutan (Nephelium lappaceum)
sebagai Produk Pangan Inovasi Martabak Tepung Biji Rambutan.
WARTAAKAB, 47(1), pp. 1-7.
Wirdayani, D., Juanin, H. & Gunardi, A., 2021. Pengaruh Electronic Word Of
Mouth Dan Brand Image Terhadap Brand Attachment Dan Dampaknya
Terhadap Loyalitas Pelanggan Produk Cream Matte Emina Cosmetics
(Survey pada Pengunjung Store Emina Cosmetics di Bandung Indah
Plaza).
11

Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota


1. Ketua Tim
2. Anggota Tim 1
3. Anggota Tim 2
4. Anggota Tim 3
5. Anggota Tim 4
6. Anggota Tim 5
12

Lampiran 2. Biodata Dosen Pembimbing


13

Lampiran 3. Format Justifikasi Anggaran Kegiatan


No Jenis Pengeluaran Volume Harga Total (Rp)
Satuan (Rp)
1 Belanja bahan (maks 60%)
Rambutan 30 kg Rp 30.000 Rp 900.000
Beeswax 9 kg Rp 100.000 Rp 900.000
Cocoa butter 4 kg Rp 200.000 Rp 800.000
Sweet almond oil 3 liter Rp 250.000 Rp 750.000
Jojoba oil 4 liter Rp 220.000 Rp 880.000
Bubuk buah bit murni 500 gr Rp 125.000 Rp 125.000
Tube lipbalm 280 pcs Rp 3.500 Rp 980.000
Resin 6 kg Rp 55.000 Rp 330.000
Kapstok baut gantung 279 pcs Rp 1.000 Rp 279.000
Cetakan resin 21 pcs Rp 30.000 Rp 630.000
Strap 264 pcs Rp 1.500 Rp 396.000
Blender 1 buah Rp 150.000 Rp 150.000
Saringan 3 buah Rp 10.000 Rp 30.000
SUB TOTAL Rp 1.176.000 Rp 7.150.000
2 Belanja sewa (maks. 15%)
Sewa lab. (termasuk penggunaan 1 paket Rp 800.000 Rp 800.000
alat lab)
Sewa stand 1 paket Rp 500.000 Rp 500.000
SUB TOTAL Rp 1.300.000 Rp 1.300.000
3 Perjalanan lokal (maks. 30%)
Penyiapan bahan dan pembuatan 1 liter Rp 10.000 Rp 900.000
produk
Kegiatan pemasaran 1 paket Rp 850.000 Rp 850.000
Biaya distribusi pelanggan Rp 850.000 Rp 850.000
SUB TOTAL Rp 1.710.000 Rp 2.600.000
4 Lain-lain (maks. 15%)
Jasa cetak kemasan produk 1 paket Rp 450.000 Rp 450.000
Pembayaran pengujian Rp 500.000 Rp 500.000
kandungan
Pembayaran izin usaha dan Rp 500.000 Rp 500.000
sertifikasi halal
Adsense akun media social 1 paket Rp 500.000 Rp 500.000
SUB TOTAL Rp 1.950.000 Rp 1.950.000
GRAND TOTAL Rp 6.136.000 Rp 13.000.000
GRAND TOTAL Rp 6.136.000 Rp 13.000.000
14

Lampiran 4. Susunan Tim Pengusul dan Pembagian Tugas


No Nama / NIM Program Bidang Ilmu Alokasi Uraian Tugas
Studi Waktu
(jam/min
ggu)
1 Muhammad Fakultas Keperawatan 2 jam 1. Monitoring
Afif Abidin Keperawatan /minggu dan
evaluasi
2. Pelaporan
dan
presentasi
hasil
2 Zahra Fakultas Keperawatan 10 1. Survey
NurulRian Keperawatan jam lokasi dan
/minggu pengambila
n bahan
baku
2. Pengambila
n bahan
baku
3. Pengadaan
alat
3 Ina Fakultas Keperawatan 2 jam Promosi dan
Keperawatan /minggu pemasaran
4 Intan Fakultas Keperawatan 5 jam Produksi dan
Damayanti Keperawatan /minggu pengemasan
5 Lies Lusiyanty Fakultas Keperawatan 5 jam Produksi dan
Sulaeman Keperawatan /minggu pengemasan
6 Haerul Imam, Fakultas Keperawatan - Pengarah dan
S. Kep., Ners., Keperawatan desain
MNS kegiatan serta
penyelaras
menuskrip
15

Lampiran 5. Surat Pernyataan Ketua Tim Pengusul

Anda mungkin juga menyukai