Pemanfaatan Biji Rambutan untuk Lip Balm
Pemanfaatan Biji Rambutan untuk Lip Balm
DAFTAR ISI............................................................................................................i
BAB 1. PENDAHULUAN.....................................................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................3
1.3 Tujuan........................................................................................................3
1.4 Ruang Lingkup..........................................................................................3
BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA..........................................3
2.1 Kondisi Umum Lingkungan......................................................................3
2.2 Potensi Sumber Daya dan Peluang Pasar..................................................4
2.3 Analisis Ekonomi Usaha...........................................................................5
2.4 Kelayakan Usaha.......................................................................................6
BAB 3. METODE PELAKSANAAN...................................................................6
3.1 Teknik Pekerjaan.......................................................................................6
3.2 Tahap Pekerjaan........................................................................................7
3.3 Pencapaian Tujuan Program......................................................................9
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN.....................................................9
4.1 Anggaran Biaya.........................................................................................9
4.2 Jadwal Kegiatan........................................................................................9
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN...............................................................10
5.1 Kesimpulan..............................................................................................10
5.2 Saran........................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................11
i
1
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan negara beriklim tropis dan berada di garis
khatulistiwa. Iklim di daerah tropis atau yang berada di garis khatulistiwa ini
setiap harinya mendapatkan sinar matahari yang dapat merangsang jaringan
kulit. Bibir hampir tidak memiliki melanin, pigmen alami di kulit yang
membantu menyaring sinar matahari yang berbahaya, sehingga
mengakibatkan mudah terbakar karena terpapar sinar matahari dan bibir
menjadi pecah-pecah (Anisa, 2020). Selain itu, akibat dari fungsi
perlindungan yang buruk, bibir sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan,
berbagai produk perawatan kesehatan, kosmetik dan produk perawatan kulit
lainnya yang dapat menyebabkan kerusakan kulit yaitu bibir menjadi kering,
pecah-pecah, dan warna yang kusam. Selain tidak enak dipandang, bibir yang
pecah-pecah juga menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman (Wirdayani, et
al., 2021).
Cheilitis adalah istilah yang mengacu pada radang bibir. Hal ini dapat
berupa peradangan pada kulit di sekitar mulut, batas vermilion atau mukosa
labial, namun batas vermilion lebih sering dilibatkan. Cheilitis
dikelompokkan menjadi beberapa jenis, salah satunya yaitu Cheilitis Simplex.
Cheilitis Simplex (bibir pecah-pecah, common cheilitis, cheilitis sicca) adalah
salah satu subtipe yang paling umum, muncul sebagai bibir pecah-pecah,
retakan atau deskuamasi pada bibir, biasanya pada bibir bawah. Di sini
seringnya menjilat bibir menyebabkan kekeringan dan iritasi, yang berakhir
dengan pemisahan mukosa dan pecah-pecah. Menjilati seperti itu
menghilangkan lapisan tipis permukaan berminyak yang melindungi bibir
dari hilangnya kelembapan, yang menyebabkan bibir pecah-pecah. Lesi pada
bibir juga dipengaruhi oleh air liur, enzim pencernaan yang dapat mengiritasi
bibir dengan mengekstraksi kelembapan dan menyebabkan penguapan
(Bhutta & Hafsi, 2023).
Salah satu produk kosmetik yang memiliki banyak peminat adalah
pada produk kosmetik untuk perawatan bibir atau biasa disebut lipstick.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari beberapa situs kecantikan,
berbagai produk lipstick yang beredar dan banyak digunakan oleh para wanita
di Indonesia maupun di seluruh dunia ternyata memiliki beragam jenis yang
berbeda. Setiap jenis lipstick tersebut memiliki fitur dan hasil pemakaian yang
berbeda sebagian besar perempuan Indonesia mengakui jika mereka memakai
simple makeup dalam kegiatan sehari-hari. Trend ini ditunjukkan semua
kelompok usia, tingkat sosial ekonomi, dan pekerjaan. Namun,
kecenderungan untuk menggunakan make up lengkap setiap hari ditunjukkan
oleh Gen Z, segmen atas, dan mereka yang bekerja. Pada penggunaan lip
2
product, lip balm memimpin dengan 44%, lalu lip cream 40%, lipstick 38%,
liptint 39%, dan lipgloss 20% (Wirdayani, et al., 2021).
Lip balm adalah sediaan yang diaplikasikan pada bibir untuk
mencegah bibir kering dan melindungi dari efek lingkungan yang buruk. Lip
balm digunakan sebagai langkah awal untuk mencegah terjadinya masalah
bibir. Lip balm merupakan sediaan kosmetik yang diaplikasikan pada bibir
dengan komponen utama seperti lilin, lemak dan minyak dengan tujuan untuk
mencegah terjadinya kekeringan pada bibir dengan meningkatkan
kelembaban bibir dengan cara membentuk lapisan minyak yang tidak dapat
bercampur pada permukaan bibir. Lapisan yang terbentuk oleh lip balm
merupakan lapisan pelindung bibir dari lapisan luar (Ambari, et al., 2020).
Lip balm yang ada dipasaran, marak menggunakan bahan kimia yang
berbahaya. Ada beberapa masalah yang ditimbulkan akibat zat kimia
berbahaya seperti terjadinya alergi pada bibir, menjadi bibir semakin
menghitam dan kering, bengkak dan gatal-gatal. Oleh karena itu, sebagai
upaya untuk menghindari efek negative yang merugikan bagi penggunanya,
dapat menggunakan bahan alami sehingga hasilnya lebih aman digunakan
untuk bibir (Anisa & Daniati, 2020).
Biji rambutan merupakan bagian terdalam dari buah rambutan yang
berwarna putih saat masih segar dan berwarna coklat bila kering. Biji
rambutan bermacam-macam jenisnya yaitu rapiah, narmada, sinyonya, binjai,
garuda, dan kapulasan. Biji rambutan binjai mudah ditemukan saat musim
rambutan karena buah rambutan binjai lebih murah dibandingkan jenis buah
rambuatan yang lain. Biji rambutan binjai ukurannya lebih besar
dibandingkan biji rambutan lain sehingga kandungan folifenol nya lebih
banyak. Biji rambutan biasanya menjadi sampah saat musim panen rambutan
tiba rambutan mengandung polifenol yang sangat dibutuhkan oleh kulit. Kulit
biji rambutan memiliki lapisan kayu yang tipis. Kandungan biji rambutan
memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Folifenol yang terkandung
didalam biji rambutan berfungsi untuk meningkatkan kemampuan anti-
inflamasi dan kekebalan tubuh, menetralkan radikal bebas yang memiliki efek
merusak terhadap sel-sel dan jaringan tubuh, Sebagai antioksidan kuat,
folifenol mampu memperlambat proses penuaan, memperkuat sistem
kekebalan tubuh. Beberapa kandungan kimia dari biji rambutan yakni tanin,
saponin, lemak, fosfor, kalsium, vitamin C, polifenol, flavonoida, pectin
substances, zat besi (Sirait, et al., 2023).
Mengingat produk lip balm tersendiri belum memiliki varian dari biji
rambutan yang dapat dijadikan peluang besar. Maka dari itu, kami tertarik
untuk membuat produk inovasi untuk memaksimalkan pemanfaatan buah
rambutan khususnya dengan menggunakan biji rambutan sesuai dengan latar
belakang diatas dengan judul proposal “Memaksimalkan Pemanfaatan Buah
3
Rambutan dengan nama produk Biji Rambutan Balm Stick atau disingkat
dengan BIRABALM ”.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana memaksimalkan pemanfaatan dari buah rambutan untuk
meningkatkan nilai ekonomi lokal dalam pembuatan produk inovasi kosmetik
dari bahan alami yang berbeda dari produk sebelumnya, serta bagaimana cara
mengemas dan menyajikan lipbalm dari buah rambutan agar menarik minat
konsumen dan mempertahankan kualitas produk?
1.3 Tujuan
Untuk memaksimalkan pemanfaatan dari buah rambutan untuk
meningkatkan nilai ekonomi lokal. Selain itu bertujuan untuk menjaga
kesehatan, kelembaban dan menutrisi bibir agar terhindar dari masalah seperti
bibir pecah-pecah atau kering sehingga membantu merawatnya secara
keseluruhan.
1.4 Ruang Lingkup
Ruang lingkup produk lipbalm dari biji rambutan mencakup
beberapa proses dari mulai pengujian keamanan untuk memastikan kualitas
produk yang dihasilkan, pengembangan dan pemasarannya. Produk ini
ditujukan mencakup orang sehat dan sakit. Untuk orang sehat, lipbalm dari
biji rambutan menawarkan solusi alami untuk menjaga kesehatan dan
kelembaban bibir. Dengan kandungan nutrisi dan antioksidan yang
terkandung dalam biji rambutan, lipbalm dapat membantu menjaga
kelembaban bibir secara alami, mencegah pecah-pecah, dan memberikan
perlindungan dari efek buruk sinar matahari. Sementara itu, bagi orang yang
mengalami masalah kesehatan tertentu seperti bibir kering serta dapat
meningkatkan kepercayaan diri. Dengan demikian ruang lingkup produk ini
meliputi seluruh proses pengembangan produk hingga pemasarannya kepada
konsumen.
BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
2.1 Kondisi Umum Lingkungan
Jawa Barat merupakan salah satu daerah penghasil rambutan terbesar
di Indonesia. Daerah-daerah seperti Garut, Bogor, Subang dan Cianjur
memiliki kondisi geografis dan iklim yang ideal untuk pertumbuhan pohon
rambutan. Tanaman ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat karena untuk
dimanfaatkan buahnya sebagai suatu komoditas yang bernilai ekonomis,
terutama di daerah Cipatat dimana masyarakatnya banyak yang menanam
pohon rambutan.
Cipatat merupakan salah satu daerah yang subur dengan iklim tropis
yang cocok untuk pertumbuhan rambutan. Dikelilingi oleh pegunungan dan
4
Pra Pasca
Produksi Produksi Pengemasan Promosi Pemasaran Produksi
7
Daftar Pustaka
Ambari, Y. et al., 2020. Studi Formulasi Sediaan Lip Balm Ekstrak Kayu Secang
(Caesalpinia sappan L.) dengan Variasi Beeswax. J. Islamic Pharm.,
Volume 5 (2), pp. 36-45.
Anggara, D. et al., 2019. Potensi Limbah Kulit Rambutan (Nephelium lappaceum)
Sebagai Minuman Seduhan Herbal. Jurnal Agroteknologi, 13(02), pp. 131-
136.
Anisa, N. Q. & Daniati, S., 2020. Kelayakan Bunga Rosella Dalam Pembuatan
Lip Scrub The Feasibility of Rosella in Making Lip Scrub. Akademi
Kesejahteraan Sosial, 12(2), pp. 1-8.
Bhutta, B. S. & Hafsi, W., 2023. Cheilitis. s.l.:StatPearls Publishing.
I.A.K, P., P.S., A. & Ngadiani, 2021. Pembuatan Emping Dari Biji Rambutan.
Jurnal Abadimas Adi Buana, 4(02), pp. 119-121.
Sirait, S. M. et al., 2023. Pemanfaatan Biji Rambutan (Nephelium lappaceum)
sebagai Produk Pangan Inovasi Martabak Tepung Biji Rambutan.
WARTAAKAB, 47(1), pp. 1-7.
Wirdayani, D., Juanin, H. & Gunardi, A., 2021. Pengaruh Electronic Word Of
Mouth Dan Brand Image Terhadap Brand Attachment Dan Dampaknya
Terhadap Loyalitas Pelanggan Produk Cream Matte Emina Cosmetics
(Survey pada Pengunjung Store Emina Cosmetics di Bandung Indah
Plaza).
11