PROSEDUR RPL TIPE A
Universitas Mitra Indonesia melaksanakan RPL mengikuti Prosedur yang telah ditetapkan oleh
Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 162/E/KPT/2022 tentang Petunjuk Teknis Rekognisi
Pembelajaran Lampau pada Perguruan Tinggi yang Menyelenggarakan Pendidikan Akademik. RPL
Tipe A adalah metode pengakuan capaian pembelajaran secara parsial, yaitu melalui pengakuan hasil
belajar yang diperoleh dari:
a. program studi pada Perguruan Tinggi sebelumnya;
b. pendidikan nonformal, informal; dan/atau
c. pengalaman kerja setelah lulus jenjang pendidikan menengah atau bentuk lain yang sederajat.
Capaian pembelajaran yang dapat diakui/di rekognisi dengan satuan kredit untuk
a. Program Sarjana (S1) sebanyak-banyaknya 80% dari beban studi dalam kurikulum Program
Studi Sarjana.
b. Program Magister (S2) sebanyak-banyaknya 70% dari beban studi dalam kurikulum Program
Studi Magister.
c. Program Doktor (S3) sebanyak-banyaknya 70% dari beban studi dalam kurikulum Program
Studi Doktor.
Setelah memperoleh pengakuan atas capaian pembelajaran lampau, Pemohon/calon mahasiswa
dapat melanjutkan pendidikan di program studi yang dipilihnya hingga memperoleh ijazah.
a. Pengakuan Capaian Pembelajaran Yang Diperoleh Dari Program Studi Pada Perguruan Tinggi
sebelumnya Pengakuan capaian pembelajaran secara parsial terhadap hasil belajar yang
diperoleh dari program studi perguruan tinggi sebelumnya yang diselenggarakan oleh program
studi yang terakreditasi dan telah menghasilkan lulusan. Pengakuan capaian pembelajaran ini
dilakukan melalui proses transfer kredit (credit transfer).
b. Pengakuan Capaian Pembelajaran Yang Diperoleh Dari Pendidikan Nonformal, Informal, dan
/atau Pengalaman Kerja Pengakuan capaian pembelajaran secara parsial terhadap hasil belajar
yang diperoleh dari pendidikan nonformal, informal dan/atau pengalam kerja setelah lulus
jenjang pendidikan menengah atau bentuk lain yang sederajat diselenggarakan oleh program
studi dengan peringkat akreditasi paling rendah Baik Sekali atau B Pengakuan capaian
pembelajaran diberikan dalam bentuk Perolehan Satuan Kredit Semester (SKS) yang ditetapkan
oleh Dekan.
c. Prosedur RPL Tipe A
RPL Tipe A dilakukan melalui prosedur/tahapan:
1. Proses Pendaftaran
Pemohon/calon mahasiswa mendaftarkan dan melakukan konsultasi dengan pengelola RPL
Universitas/Fakultas untuk mengidentifikasi pilihan program studi agar pemohon/calon
mahasiswa dapat menemukan program yang sesuai dengan hasil belajar yang diperoleh
calon pendidikan formal sebelumnya yang diperoleh dari perguruan tinggi lain atau berasal
dari pendidikan nonformal, informal, dan/atau dari pengalaman kerja. Pengelola RPL
memberikan penjelasan secara rinci mengenai bukti yang diperlukan untuk melengkapi
berkas aplikasi serta tata cara asesmen RPL yang harus diikuti oleh pemohon/calon
mahasiswa.
2. Proses Penilaian/Asesmen
Pengelola RPL melakukan penilaian melalui asesmen oleh asesor RPL dari program studi
yang memiliki keahlian sesuai bidang yang diajukan oleh pemohon/calon mahasiswa.
Asesor berasal dari dosen tetap yang memiliki kualifikasi untuk melakukan penilaian dan
pengakuan capaian pembelajaran. Selain dosen tetap, dapat juga menunjuk praktisi dari
organisasi profesi yang relevan dan memiliki kualifikasi tertentu untuk melakukan penilaian
dan pengakuan capaian pembelajaran. Asesmen RPL Tipe A sebagai berikut:
a. Asesmen capaian pembelajaran yang berasal dari pendidikan formal sebelumnya yang
diperoleh dari Perguruan Tinggi lain. Merupakan asesmen untuk pengakuan capaian
pembelajaran yang berasal dari perguruan tinggi lain sama dengan proses transfer
kredit (credit transfer). RPL tipe ini bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa yang
pindah dari satu program studi ke program studi lainnya karena
alasan perpindahan lokasi, berhenti karena alasan ekonomi atau berhenti untuk
bekerja, kemudian melanjutkan kembali kuliah. Bukti yang harus disampaikan untuk
mendukung klaim pemenuhan capaian pembelajaran yang berasal dari capaian
pembelajaran pendidikan formal adalah ijazah dan/atau transkrip nilai atau surat
keterangan lulus mata kuliah yang pernah ditempuh, surat keterangan mengundurkan
diri pada jenjang Pendidikan tinggi sebelumnya. Evaluasi berkas pengakuan hasil
belajar dari pendidikan formal oleh asesor meliput:
1) pemeriksaan keotentikan status mahasiswa, transkrip akademik dari perguruan
tinggi asal, status dari perguruan tinggi asal melalui system PDDIKTI; dan
2) asesmen ekivalensi mata kuliah untuk menilai ekivalensi capaian pembelajaran
mata kuliah dari program studi perguruan tinggi asal dan program studi di
UmitraPenilaian ekivalensi berdasarkan pada pengetahuan dan keterampilan yang
diperoleh dan tercangkup dalam suatu mata kuliah.
b. Asesmen capaian pembelajaran yang berasal dari pendidikan nonformal, informal
dan/atau pengalaman kerja mengikuti tahapan sebagai berikut:
1) Evaluasi diri pemohon/calon mahasiswa Pemohon/calon mahasiswa mengisi
formulir evaluasi diri untuk diajukan proses verifikasi dan validasi oleh asesor.
Pemohon/calon mahasiswa diberikan kesempatan untuk menentukan tingkat
profisiensi pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka miliki, baik dari
pendidikan nonformal, informal, maupun pengalaman kerja di industri yang
relevan minimal selama 2 (dua) tahun. Dokumen portofolio untuk mendukung
klaim calon atas pernyataan pemenuhan kriteria capaian pembelajaran mata
kuliah harus diverifikasi dan divalidasi sesuai prinsip bukti yaitu:
a) Valid/sahih (V), ada hubungan yang jelas antara persyaratan bukti dari unit
kompetensi/mata kuliah yang akan dinilai dengan bukti yang menjadi dasar
penilaian;
b) Autentik/asli (A), bukti yang disampaikan adalah karya pemohon/calon
mahasiswa sendiri;
c) Terkini (T), bukti yang disampaikan menunjukkan pengetahuan dan
keterampilan pemohon/calon mahasiswa saat ini;
d) Memadai/cukup (M), kriteria mengacu kepada kriteria unjuk kerja dan
panduan bukti: mendemonstrasikan kompetensi selama periode waktu
tertentu; mengacu kepada semua dimensi kompetensi; dan
mendemonstrasikan kompetensi dalam konteks yang berbeda.
2) Wawancara dengan Asesor
Melalui tahap wawancara, pemohon/calon mahasiswa dan asesor berkesempatan
untuk melakukan percakapan profesional tentang pengetahuan dan keterampilan
yang dibutuhkan. Wawancara ini dapat berupa serangkaian pertanyaan langsung
atau berupa daftar topik untuk diskusi yang diambil dari daftar keterampilan dan
pengetahuan yang dibutuhkan. Asesmen portofolio melalui evaluasi diri
pemohon/calon mahasiswa dan wawancara sudah dapat memberikan gambaran
kepada asesor untuk memutuskan hasilnya. Apabila masih diperlukan bukti lainnya
karena hasil evaluasi diri dan wawancara masih dinilai kurang, maka asesor dapat
melanjutkan tahapan asesmen ke tahapan mendemonstrasikan pengetahuan dan
keterampilan.
3) Mendemonstrasikan Pengetahuan dan Keterampilan
Jika hasil evaluasi diri dan wawancara menunjukkan pengetahuan verbal dan
teoritis pemohon/calon mahasiswa belum memadai, maka asesmen dapat
dilanjutkan pada tahap selanjutnya, yaitu mengamati dan menilai kinerja
pemohon/calon mahasiswa dalam mendemonstrasikan pengetahuan dan
keterampilan pada capaian pembelajaran mata kuliah yang akan di rekognisi.
Asesmen dapat dilakukan dengan metoda bertanya (asesmen tulis), memberikan tugas
terstruktur atau tugas praktik, atau jika diperlukan melakukan observasi di tempat kerja
pemohon/calon mahasiswa. Tugas praktik memberikan kesempatan kepada
pemohon/calon mahasiswa untuk mendemonstrasikan penerapan pengetahuan dan
keterampilan capaian pembelajaran suatu mata kuliah yang akan di rekognisi. Dalam
melaksanakan asesmen tugas praktik, beberapa hal yang perlu disiapkan antara lain:
a) instruksi kerja yang harus dilakukan;
b) peralatan yang digunakan;
c) bahan dan sumber daya lainnya yang diperlukan;
d) daftar periksa observasi; dan
e) daftar pertanyaan kinerja yang berkaitan dengan tugas praktik.
Dalam melakukan observasi perlu dibuat daftar periksa observasi untukmencatat hasil
asesmen praktik. Daftar periksa ini harus mencatat rincianpenilaian pekerjaan yang
menyeluruh dari semua kriteria untuk kerja unit kompetensi yang dinilai.
3. Pengakuan Perolehan Satuan Kredit Semester
Asesor RPL menginformasikan hasil penilaian/asesmen kepada pengelola RPL
Fakultas/Pascasarjana. Pemohon/calon mahasiswa jalur RPL yang dinyatakan lulus
diteruskan kepada Pimpinan Fakultas/Pascasarjana untuk memperoleh persetujuan. Sebagai
bukti pengakuan, pemohon/calon mahasiswa akan menerima Surat Keputusan
Dekan/Direktur yang mengkonfirmasi pengakuan capaian pembelajaran yang diperoleh dari
hasil belajar sebelumnya, lengkap dengan informasi tentang jumlah mata kuliah dan SKS
yang diperoleh dan mata kuliah yang akan ditempuh di Umitra. Selanjutnya Rektor akan
menetapkan dan menerbitkan surat keputusan tentang penetapan mahasiswa baru jalur
RPL Tipe A dan diunggah ke system informasi RPL yang dikelola oleh Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.
MEKANISME PELAKSANAAN RPL TIPE A
A. Persyaratan pemohon/calon mahasiswa RPL Tipe A untuk melanjutkan studi
1. Persyaratan Umum
Pemohon/calon mahasiswa RPL Tipe A adalah lulusan dari pendidikan formal D3/S1/S2 atau
pernah menempuh pendidikan tinggi dengan status mengundurkan diri dan lulus atau lulusan
dari pendidikan formal SMA/SMK/MA/MAK/D1 dengan memiliki bukti pengalaman pendidikan
nonformal/informal/pengalaman kerja.
2. Persyaratan Khusus
Bagi pemohon/calon mahasiswa RPL Tipe A wajib menyerahkan:
1) Isian form pendaftaran RPL tipe A
2) Isian form daftar riwayat hidup
3) Isian form asesmen mandiri
4) Fotokopi ijazah pendidikan formal D3/S1/S2 atau fotokopi ijazah pendidikan formal
SMA/SMK/MA/MAK/D1 yang dilegalisir.
5) Fotokopi transkrip nilai dari perguruan tinggi sebelumnya bagi lulusan D3/S1/S2 atau
pernah kuliah tetapi mengundurkan diri dari perguruan tinggi sebelumnya
6) Surat keputusan pengunduran diri atau surat keterangan pindah kuliah dari perguruan
tinggi asal bagi pemohon/calon mahasiswa yang belum selesai pendidikan dari perguruan
tinggi
7) Bukti-bukti autentik yang menunjukkan telah mengikuti Pendidikan nonformal, informal,
dan atau pengalaman kerja bagi pemohon/calon mahasiswa yang memenuhi syarat
B. Tahapan RPL
Tahapan proses RPL Tipe A dari pendaftaran hingga mengikuti pendidikan pada program studi di
Umitra dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Pemohon/calon mahasiswa melakukan pendaftaran dan konsultasi dengan pengelola RPL
universitas. Kegiatan yang dapat dilakukan pada tahapan ini
yaitu:
a. Pemohon/calon mahasiswa melakukan konsultasi dengan pengelola RPL universitas
tentang prosedur yang harus ditempuh
b. Pengelola RPL Umitramembantu pemohon/calon mahasiswa dalam mengidentifikasi pilihan
program studi yang memungkinkan pemohon/calon mahasiswa menemukan program studi
yang sesuai dengan hasil belajar di perguruan tinggi sebelumnya atau yang sesuai dengan
pendidikan nonformal/ informal/ pengalaman kerja yang dimiliki
c. Jika dibutuhkan pendalaman informasi yang bersifat substansial, Pengelola RPL universitas
dapat mengarahkan pemohon/calon mahasiswa kepada pengelola RPL
Fakultas/Pascasarjana untuk memperoleh penjelasan lebih rinci mengenai bukti yang
diperlukan untuk melengkapi berkas aplikasi pengukuran hasil pembelajaran.
2) Pemohon/calon mahasiswa menyiapkan kelengkapan dokumen portofolio yang membuktikan
bahwa pemohon/calon mahasiswa telah memiliki pengetahuan/ keterampilan tertentu yang
relevan dengan capaian pembelajaran mata kuliah pada program studi yang dituju.
3) Pengelola RPL Fakultas/Pascasarjana melakukan pemeriksaan kelengkapan dan validitas
dokumen dan penilaian capaian pembelajaran dengan cara asesmen. Asesmen dilakukan
melalui 2 cara, yang pertama yaitu pengecekan ekivalensi capaian pembelajaran mata kuliah
dari pendidikan tinggi sebelumnya dengan program studi yang dituju dengan transfer kredit/
transfer sks, yang kedua yaitu asesmen dan rekognisi dilakukan dengan mengecek berkas
portofolio, melakukan asesmen tulis/lisan/demonstrasi untuk mengetahui capaian
pembelajaran guna mendapat perolehan kredit dari kegiatan nonformal/ informal/
pengalaman kerja.
4) Umitramenetapkan jumlah sks/mata kuliah yang di rekognisi sesuai hasil asesmen dengan
menerbitkan Surat Keputusan Pengakuan Perolehan SKS.
5) Pemohon/calon mahasiswa melaksanakan pendidikan di Umitra, Pemohon/calon mahasiswa
menyelesaikan sejumlah sks hingga lulus sesuai dengan pemenuhan Capaian Pembelajaran
Program Studi (CPMK).
C. Langkah Transfer Kredit, Asesmen, dan Rekognisi Pembelajaran Lampau
Kegiatan transfer kredit RPL Tipe A adalah mengevaluasi terhadap transkrip nilai pemohon/calon
mahasiswa dari pendidikan tinggi yang telah ditempuh sebelumnya. Langkah kegiatan asesmen
yang dilakukan oleh asesor adalah sebagai berikut:
1) Mengecek kelengkapan persyaratan umum dan khusus yang telah ditetapkan.
2) Memverifikasi dan memvalidasi dokumen asesmen mandiri dengan melihat kesesuaian CP
pada mata kuliah pendidikan tinggi sebelumnya dengan mata kuliah program studi yang
dituju dan/atau memverifikasi dan memvalidasi dokumen asesmen mandiri dengan melihat
kesesuaian Pendidikan nonformal/informal/ pengalaman kerja dengan CP pada mata kuliah
yang dituju.
Dokumen yang dapat diterima sebagai bentuk rekognisi dari Pendidikan nonformal, informal, dan
pengalaman kerja antara lain:
1) Sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh asosiasi profesi/Lembaga sertifikasi
profesi/lembaga pelatihan lainnya yang kredibel dan diakui secara nasional maupun
internasional, baik yang diterbitkan di dalam negeri maupun di luar negeri dilengkapi dengan
daftar kompetensi yang telah dicapainya;
2) Keanggotaan dalam asosiasi profesi disertai dengan rincian kegiatan yang pernah diikutinya;
3) Surat dukungan dari asosiasi profesi atau asosiasi industri yang kredibel untuk bidang
keahlian yang sesuai dengan program studi, dan telah memiliki badan hukum sesuai dengan
peraturan perundangan yang berlaku. Tidak diperkenankan adanya transaksi jual beli surat
dukungan. Surat dukungan berbayar dari asosiasi profesi atau asosiasi industri akan
membatalkan semua proses RPL;
4) Bagi pemohon/calon mahasiswa RPL yang berasal dari bidang keahlian yang langka dan
belum ada asosiasi profesinya, dokumen pendukung dapat berupa pernyataan keahlian dari
rekan sejawat pada profesi yang relevan, yaitu berupa:
a) Rekomendasi dari atasan langsung atau tidak langsung;
b) Buku catatan (log book) dari pekerjaan yang pernah dilakukannya;
c) Karya monumental;
d) Dokumen lainnya yang membuktikan bahwa pemohon/calon mahasiswa telah
memiliki pengalaman/keahlian/pengetahuantertentu yang relevan.
5) Dokumen Pendukung lainnya yang dapat diajukan untuk memperkuat persyaratan
pemohon/calon mahasiswa antara lain:
a) Sertifikat kursus/pelatihan yang dikeluarkan oleh Lembaga penyelenggara pelatihan
dilengkapi dengan jadwal kursus/pelatihan atau deskripsi tujuan kursus/pelatihan (dibuat
dalam satu lembar);
b) Sertifikat kursus/pelatihan yang dikeluarkan oleh industri/pabrik/perusahaan yang
dilengkapi dengan jadwal kursus/pelatihan atau deskripsi tujuan kursus/pelatihan (dibuat
dalam satu lembar);
c) Sertifikat kehadiran workshop, seminar, simposium, dan lain-lain, dilengkapi dengan
jadwal workshop/ seminar/ simposium sebagai penyaji atau peserta;
d) Karya ilmiah yang dipublikasikan;
e) Penghargaan dari industri atau lembaga lainnya yang kredibel.
f) Tes tulis/lisan/demonstrasi untuk menilai kedalaman dan keluasan substansi pengalaman
belajar yang pernah diikuti pada pendidikan nonformal,
g) informal dan/atau pengalaman kerja;
h) Memberi rekomendasi rekognisi hasil asesmen dalam bentuk jumlah sks yang diakui;
i) Menyusun berita acara sebagai dasar penerbitan surat keputusan oleh Dekan tentang
Pengakuan Perolehan Satuan Kredit Semester.
Dalam proses asesmen pemohon/calon mahasiswa dari Pendidikan nonformal/
informal/pengalaman kerja, Asesor RPL perlu memperhatikan beberapa aspek khusus yaitu:
a. Perlu mempertimbangkan jenjang literasi, latar belakang budaya, dan pengalaman
pemohon/calon mahasiswa;
b. Asesor RPL sebaiknya terdiri dari tim yang ditunjuk memiliki keahlian dalam menilai
keterkaitan antara kemampuan yang diklaim oleh pemohon/calon mahasiswa dengan
substansi CPMK pada program studi yang dipilih;
c. Asesmen RPL harus menjamin kerahasiaan, kesahihan, keterpercayaan, dan reliabilitas
sehingga hasilnya dapat dikomparasikan antar asesor;
d. Asesmen hendaknya memperhatikan perbedaan usia, latar belakang, profesionalisme,
kemampuan dengan mahasiswa reguler pada umumnya. Namun demikian, dalam proses
pembelajaran pada saat diterima sebagai mahasiswa tidak diperkenankan pemisahan
proses belajar secara eksklusif.