0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan4 halaman

Refleksi Perjalanan Menjadi Guru

Diunggah oleh

gitanaiborhu27
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan4 halaman

Refleksi Perjalanan Menjadi Guru

Diunggah oleh

gitanaiborhu27
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A. Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru?

Apa yang Anda lakukan untuk mewujudkan


motivasi tersebut?
A.1. Tantangan apa yang Anda hadapi dalam mewujudkan motivasi tersebut? Bagaimana Anda
mengatasinya?
Motivasi saya menjadi guru adalah :
1. Saya ingin mewujudkan cita-cita impian saya dari kecil yaitu menjadi seorang guru.
2. Guru merupakan seorang panutan dan contoh bagi muridnya dan saya ingin mewujudkan itu di
kehidupan saya.
3. Saya juga termotivasi melihat ibu saya yang juga merupakan seorang guru, dimana profesi guru
memiliki waktu yang fleksibel dan dapat meluangkan waktu untuk keluarga. Selain itu beliau juga
merupakan sosok guru yang dapat mengerti dan berusaha membantu muridnya saat mengeluh dan
meminta tolong padanya, dan itu membuat beliau menjadi guru favorit dikalangan muridnya termasuk
saya. Dengan itu saya termotivasi menjadi seorang guru.
Tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan motivasi tersebut dan cara mengatasinya:
Tantangan yang saya hadapi adalah saya bukan berasal dari jurusan yang berlatar belakang pendidikan
dan akan membutuhkan usaha yang lebih dalam mewujudkan motivasi tersebut serta resikonya yang
harus dihadapi dari jurusan non-pendidikan adalah jarang sekolah-sekolah yang akan membutuhkan.
Cara mengatasinya adalah mempelajari dan memperdalam tentang dunia pendidikan dengan
memanfaatkan teknologi gadget, internet dan media sosial. Belajar memahami metode pembelajaran di
era digital, membiasakan diri berbicara dan bersikap selayaknya menjadi guru yang berhadapan langsung
dengan murid. Rutin mencari informasi terkait lowongan pekerjaan yang membutuhkan peran guru sesuai
bidang saya dengan memanfaatkan jejaring media sosial.
A.2. Apa kelebihan yang mendukung peran Anda sebagai Guru? Jelaskan alasannya dan berikan
contohnya!
Kelebihan yang saya miliki dalam mendukung peran sebagai seorang guru adalah kemampuan
beradaptasi yang baik dan rasa tanggung jawab yang saya miliki. Menjadi seorang guru merupakan
pekerjaan yang tidak mudah dan untuk mendukung pekerjaan itu membutuhkan berbagai keterampilan
yang diterapkan dalam menjalankan peran ini. Memiliki kreativitas dan fleksibilitas yang saya pelajari
dan kembangkan selama di bangku perkuliahan merupakan salah satu kelebihan yang mampu saya
terapkan untuk menjalani peran sebagai guru. Saya mampu mempelajari dan menerapkan metode
pembelajaran yang sifatnya menyenangkan karena saya ingin menjadi guru yang selalu dipandang dan
dapat menjadi panutan bagi murid. Contohnya dengan memberikan metode pembelajaran yang bersifat
dinamis dan tidak membosankan bagi murid seperti membuat ice breaking saat murid sudah merasa jenuh
ditengah proses belajar mengajar dan membuat kuis harian untuk menambah nilai agar murid semangat
dan termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran.
A.3. Bagaimana hasilnya?
Saya berhasil menyelesaikan studi DIV Manajemen Rekayasa Konstruksi Gedung dengan Indeks Prestasi
Kumulatif (3,41). Untuk mewujudkan profesi guru saya harus memberikan usaha yang lebih mengingat
jurusan saya non-pendidikan. Menjadi guru merupakan sebuah dedikasi dalam mewujudkan Pendidikan
yang maju di Indonesia. Oleh karena itu saya harus punya keterampilan, keahlian, prestasi yang
membanggakan dan menjadi seorang guru yang profesional.

B. Ceritakan pengalaman ketika Anda perlu mempelajari hal-hal baru untuk meningkatkan
performa. Hal-hal baru apa yang Anda pelajari?
B.1. Bagaimana cara Anda mengidentifikasi area yang perlu di tingkatkan/dikembangkan? Mengapa
Anda merasa perlu meningkatkan/mengembangkan area tersebut?
Cara yang saya lakukan untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan/dikembangkan dari diri saya
yaitu saya akan bertanya dan meminta saran kepada orang terdekat yang berpengalaman dengan harapan
agar kedepannya menjadi lebih baik sehingga dapat meningkatkan motivasi saya menjadi seorang guru
dan tidak lupa untuk memperbaiki dan meningkatkan kekurangan yang saya miliki. Dengan cara
demikian saya dapat memahami apa yang perlu ditingkatkan/dikembangkan dalam diri saya. Selain itu
saya juga melakukan refleksi diri dan menganalisis apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan dalam
diri saya. Berdasarkan refleksi yang saya lakukan, saya mendapati bahwa saya memiliki kekurangan
sebagaimana yang harus dimiliki seorang guru yaitu kemampuan public speaking yang digunakan sehari-
hari dalam melakukan perannya sebagai guru dan hal itu merupakan kekurangan yang perlu diperhatikan,
dikuasai dan ditingkatkan lagi.
B.2. Tindakan apa saja yang Anda lakukan untuk mengembangkan diri Anda? Adakah cara-cara di luar
kebiasaan atau berbeda yang Anda lakukan dalam proses pengembangan? Berikan contoh yang
spesifik!
Berdasarkan refleksi yang saya lakukan dan mengetahui apa saja yang menjadi kekurangan dan hal-hal
yang perlu dikembangkan dalam diri saya, saya berusaha menemukan solusi yang perlu dilakukan
untuk dapat mengembangkan potensi dan kemampuan saya. Tindakan yang saya lakukan untuk
mengembangkan diri adalah dengan cara mencari kegiatan-kegiatan yang mengembangkan diri saya,
diantaranya yaitu dengan membaca buku-buku pengembangan diri, mengikuti pelatihan atau webinar
terkait public speaking. Selain itu saya mengikuti video edukasi dari media sosial seperti aplikasi
Youtube, Tiktok dan Instagram.
Adapun cara-cara diluar kebiasaan atau berbeda yang saya lakukan adalah dengan mengikuti sebuah
acara/event dimana saya berpartisipasi dalam acara tersebut sekaligus belajar dan mempraktikkan
langsung berbicara di depan umum untuk melihat seberapa kemampuan yang dapat saya lakukan dalam
proses pengembangan ini. Contohnya dalam sebuah acara kerohanian saya mengambil peran sabagai
sekretaris panitia yang bertugas membantu ketua panitia, berhadapan dan berbicara kepada pimpinan
rohani dan mengkoordinasi setiap bagian dari acara dimana itu melatih saya dalam hal public speaking.
Dengan cara seperti itu saya mengetahui bagaimana kemampuan saya dalam mengembangkan diri.
B.3. Apa tantangan atau kesulitan yang Anda hadapi dalam proses pengembangan diri tersebut?
Bagaimana Anda mengatasinya?
Tantangan atau kesulitan yang saya hadapi dalam proses pengembangan diri adalah dari faktor internal
yaitu berhadapan dengan diri sendiri. Terkadang saat melakukan aktivitas untuk mengembangkan diri
selalu ada tantangan seperti timbulnya rasa malas karena terlena scrolling di media sosial hingga
kehilangan motivasi dan akhirnya menunda pekerjaan yang seharusnya segera diselesaikan. Tantangan
lain yang selalu mengganggu proses pengembangan diri yaitu faktor eksternal yaitu pikiran dan
pandangan negatif dari lingkungan sekitar karena masih banyak masyarakat yang masih terpaku pada
pemikiran masa lalu yang bersifat statis yang sudah terbiasa dilakukan. Dalam menghadapai tantangan-
tantangan tersebut saya membangkitkan motivasi kembali dan meyakinkan diri saya akan keputusan dan
tujuan awal yang sudah saya dalam proses mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi. Dan dari
pendapat yang mengarah ke hal yang negatif, saya selalu berusaha untuk berpikir positif dan optimis
dapat melakukan pengembangan diri sesuai dengan tujuan awal yang sudah saya tetapkan serta
menganalisis pendapat yang diberikan kepada saya baik itu posiif maupun negatif agar dapat diperbaiki
kedepannya.
B.4. Apa hasil yang Anda peroleh/rasakan dengan mengembangkan perilaku tersebut? Bagaimana Anda
menerapkannya dalam peran Anda?
Hasil yang saya perolah/rasakan dengan melakukan proses pengembangan diri tersebut adalah
1. Saya merasa lebih percaya diri akan kemampuan yang saya untuk berbicara di depan publik (public
spaking).
2. Saya juga dapat mempelajari dan menyimpulkan hal-hal baru yang belum pernah saya dapat
sebelumnya.
3. Saya lebih mengenal dan memahami diri sendiri.
4. Ketika saya membaca buku-buku pengembangan diri membuat saya lebih termotivasi.
5. Selalu berpikir optimis dalam segala hal dan tetap berusaha melakukan pembiasaan diri yang positif
sehinnga saya dapat menerapkannya dalam peran saya sebagai guru kelak.

C. Terkadang kita diminta untuk melakukan sesuatu yang menurut kita tidak sesuai dengan nilai,
etika, pedoman kerja, ataupun aturan yang berlaku.
C.1. Ceritakan satu pengalaman Anda terkait situasi tersebut. Jelaskan secara detail!
Selama saya mengikuti kegiatan organisasi dan beberapa kepanitiaan, saya belum pernah mengalami dan
diminta untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan nilai, etika, pedoman kerja ataupun aturan
yang berlaku di setiap intansi. Bagi saya dengan menjalankan peran dan tugas harus dengan baik dan
bertanggung jawab, mengikuti etika kerja yang berlaku di organisasi atau unstansi terkait. Dengan bekerja
sesuai aturan akan membuahkan hasil yang baik pula dan pekerjaan kita menjadi berkah. Saya selalu
berpegang teguh pada pendirian dan nasihat dari orangtua saya mengenai etika serta prinsip dalam
mengerjakan sesuatu itu harus dengan keikhlasan hati, penuh tanggung jawab dan mengikuti dan tidak
mengabaikan aturan yang berlaku. Jadi menurut saya apabila terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan
nilai, etika, pedoman kerja ataupun aturan yang berlaku itu tidak pantas untuk dilakukan.
C.2. Tindakan apa yang Anda lakukan dan mengapa hal tersebut Anda lakukan?
Dari pengalaman yang saya alami, saya tidak pernah melakukan hal tersebut seperti yang saya jelaskan
pada pertanyaan sebelumnya. Namun jika saya diminta untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai
dengan nilai, etika, pedoman kerja, ataupun aturan yang berlaku maka saya dengan tegas akan menolak
hal tersebut dan menarik diri dari orang yang meminta saya melakukan hal tersebut. Pada dasarnya nilai,
etika, pedoman kerja maupun aturan yang berlaku diciptakan dalam suatu instansi pastinya untuk
kepentingan bersama, dengan melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan hal-hal tersebut merupakan
keegoisan diri sendiri dan merupakan suatu kecurangan serta merugikan orang lain. Dengan etika dan
prinsip yang pegang, maka dengan tegas saya menolak hal tersebut untuk dilakukan.
C.3. Bagaimana hasilnya ?
Berpegang teguh dengan etika dan prinsip yang saya pegang maka kemungkinan ada resiko yang akan
saya tanggung seperti dianggap naif dan dikucilkan oleh orang yang meminta saya untuk melakukan hal-
hal tersebut. Namun dengan tetap yakin akan prinsip yang dipegang maka saya tidak perlu merasakan
kegusaran dan kekhawatiran karena telah melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsip saya. Saya
tetap merasa tenang dalam mengerjakan tugas dan peran saya karena tidak melakukan kecurangan dan
merugikan orang lain akibat dari perilaku tersebut.

Anda mungkin juga menyukai