Nama : Aldi Nur Rizal Tokae
NIM : 20230801515
DASAR SISTEM INFORMASI
SESI 8
Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah sekelompok komputer otonom yang saling berhubungan
antara yang satu dengan lainnya, menggunakan suatu protokol komunikasi melalui
media komunikasi sehingga dapat saling berbagi dan bertukar informasi .
Manfaat Jaringan Komputer
Berbagi sumber daya (sharing resources)
Media komunikasi
Integrasi data
Pengembangan dan pemeliharaan
Keamanan data
Sumber daya lebih efisien dan informasi terkini.
Komponen-komponen dalam komunikasi data
Komputer host
Komputer receiver
Data
Protokol komunikasi
Kategori Jaringan
a. Jaringan lokal (LAN) adalah jaringan komputer yang berhubungan dalam satu
lokasi (misalkan dalam suatu gedung) muncul tahun 1984.
Kegunaan LAN :
Shared data
Shared software
Penggunaan hardware yang lebih efektif
Email
Komunikasi data dengan kecepatan tinggi
Metered Software Applications
Sharing Printer
b. Metropolitan Area Network (MAN)
c. Wide Area Network (WAN)
d. Personel Area Network (PAN)
Berdasarkan fungsional:
Client-Server
Peer to peer (workgroup)
Instalasi Jaringan
Harus memiliki komputer Server dan Workstation,
Diperlukan perangkat keras lain yang mendukung jaringan tersebut
Sistem operasi harus diinstal agar jaringan dapat berfungsi dengan baik
Keperluan Pembuatan JaringaN
server
workstation
NIC (Network Interface Card)
Wireless LAN
HUB atau Switch
Switch Wireless
Kabel UTP
Kabel Telepon
Connector RJ45 dan RJ11
VDSL Converter
UPS jika diperlukan
Komputer Server
Komputer server adalah sistem komputer yang berjalan terus menerus di jaringan
dengan tugas untuk melayani komputer lain (workstation) dalam jaringan. Misalnya
Mail Server, Streaming Media Server, Web Server, FTP Server, Proxy Server dan
Database Server. Sementara komponen jaringan yaitu wireless, router, dan kabel
jaringan berupa UTP atau coaxial. Pemilihan topologi jaringan didasarkan oleh
beberapa faktor seperti biaya, kecepatan, lingkungan, ukuran(skalabilitas), dan
konektivitas.
Fitur yang harus dimiliki sebuah sistem operasi untuk server antara lain : Realtime,
Security, Reabilitas, dan Skalabilitas.
Penempatan server sebaiknya : 1) Dipasangi pendingin udara (AC) 2) Diletakkan di
tempat yang aman 3) Switch atau Hub sebaiknya diletakkan dekat Server.
Komponen yang harus berada di ruangan server : 1. Komputer Server 2. Switch atau
Hub 3. Modem ADSL atau Modem DialUp 4. Jalur Telepon 5. Komputer untuk
memantau aktivitas jaringan 6. Printer 7. Scanner jika diperlukan.
WAN digunakan untuk menghubungkan beberapa LAN yang terpisah oleh jarak yang
jauh.
WAN dirancang untuk:
Beroperasi di wilayah yang sangat luas.
Memungkinkan akses melalui interface yang berurut pada kecepatan rendah
Menyediakan koneksi full-time dan part-time
Menghubungkan alat-alat yang terpisah jauh bahkan oleh area yang sangat luas
Perangkat WAN : 1. Routers 2. WAN Bandwidth Switches 3. Modems (CSU/DSU)
(TA/NT1) 4. Communication Servers
Jaringan nirkabel adalah adalah jaringan yang tidak menggunakan media kabel sebagai
media penyampaian data melainkan menggunakan gelombang radio.
Komponen Wireless : Access Point dan Wireless Clients (Wireless Capture Device).
Faktor dalam memilih perangkat: ➢ Faktor jarak ➢ Faktor kecepatan ➢ Faktor daya
pancar antena ➢ Faktor kompatibilitas dengan Access Point
Hotspot adalah lokasi tempat wireless (wifi) access point berada sehingga seseorang
dapat menghubungkan komputer mobilenya (laptop, PDA, dsb) dengan Internet.
Contoh provider hotspot antara lain T-Mobile Hotspot, Wayport, Patriot Broadband,
Surf and Sip, SurfSpot (New Zealand) dan Surf2Go.
Sistem serat optik pada dasarnya sama seperti sistem dengan kabel tembaga dan
menggunakan sinyal cahaya. Kelebihan serat optik yaitu kecepatan, bandwith, jarak,
ketahanan, dan pemeliharaan. Serat optik memiliki beberapa jenis yaitu Single Mode,
Multimode, dan Plastic Optical Fiber (POF).
TCP/IP : Semua sistem operasi yang modern akan menawarkan dukungan TCP/IP dan
kebanyakan jaringan besar juga mengandalkan TCP/IP untuk lalu lintas jaringannya,
Jaringan TCP/IP dapat dipadukan dengan Internet.
Utiliti TCP/IP : 1. Utiliti transfer data 2. Telnet 3. Utiliti pencetakan 4. Utiliti diagnostik
IP Address. Host yang menggunakan protokol TCP/IP harus memiliki alamat Internet
Protocol (IP) sendiri, alamat logikal yang terdiri dari 32 bit, [Link], 152.
18.24.20.
Alamat IP yang tidak boleh digunakan sebagai host, sbb: a) Alamat host tidak boleh
memiliki nilai 0 atau 255 b) Alamat broadcast yang disebut sebagai local broadcast,
yaitu [Link]. c) Alamat IP lain yaitu [Link].
Alamat private : alamat-alamat yang dapat digunakan sebagai alamat jaringan yang
disebut sebagai private address, sbb: – Kelas A: [Link] – [Link] – Kelas B:
[Link] – [Link] – Kelas C: [Link] – [Link].
Penggolongan Alamat IP :
Kelas Batas Subnet Mask
A [Link] – [Link] [Link]
B [Link] – [Link] [Link]
C [Link] – [Link] [Link]
D [Link] – [Link] -
E [Link] – [Link] -
SWTCH : Perluasan dari bridge, Arsitektur switch: – Cut through – Store and forward
Keuntungan menggunakan switch adalah setiap segmen jaringan memiliki bandwith 10
Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada hub. Switch menurut kemampuannya dikelola
terdiri dari 2 yaitu Manageable Switch dan Non Manageable Switch.
Manable Switch
Jika dibandingkan dengan Router, manageable switch memiliki kelebihan dalam harga
yang relatif lebih murah. Manageable switch unggul dalam skalabilitas jaringan yang
dapat dilakukan dengan penambahan satu unit rak Ethernet. Contoh manageable switch
yaitu Cisco dan Ovislink.
Routing adalah proses memilih suatu jalur untuk mengirimkan paket-paket yang
merupakan suatu fungsi utama IP IP Routing terdiri dari 2 : Dinamis dan Statis.
DNS dapat dianalogikan seperti sebuah buku telepon. Ketika suatu komputer ingin
berhubungan dengan komputer lain, user harus memasukkan nama host komputer yang
ingin dituju kemudian komputer akan menghubungi server DNS yang akan
menyediakan alamat IP dari nama host yang telah dimasukkan tadi. DNS adalah layanan
nama bagi alamat Internet yang menerjemahkan nama-nama domain yang sudah
dikenali ke alamat IP numerik. Misalnya [Link] diterjemahkan ke IP
[Link] .
Komponen DNS : Resolver, Name server, Ruang nama domain
Struktur Domain, Host, dan Zona : Domain Level 1 (uplevel) - .co, .uk, Domain Level
2 - [Link] , Nama Host, Zona
Name Server : Name Server Primer , Name Server Sekunder – Akses yang lebih cepat
untuk lokasi yang jauh. – Pengurangan proses load pada name server primer.
Reverse lookup zone adalah proses kebalikan DNS, yaitu memetakan alamat IP ke nama
domain, biasanya digunakan untuk melacak kesalahan jika terjadi problem pada
pencarian nama alamat.
Instalasi DHCP server melakukan identifikasi terhadap hal-hal berikut: – Persyaratan
penyimpanan dan hardware untuk server DHCP – Komputer mana yang
dikonfigurasikan sebagai client DHCP untuk konfigurasi TCP/IP dinamis dan komputer
mana yang statis – Tipe-tipe pilihan DHCP dan angka-angkanya ditentukan sebelumnya
untuk client DHCP.
Konfigurasinya antara lain yaitu pembuatan scope, konfigurasi client, dan mengesahkan
DHCP.
Web Server adalah komponen pada Windows Server 2003 yang dapat diinstal melalui
Control Panel. Seperti komponen lain yang dapat ditambah atau dapat pula dikurangi,
untuk menambah user harus masuk ke Control Panel.
Kemampuan web server dapat diketahui dengan cara membuat sebuah web site dan
meletakkannya pada web server. URL:
Menggunakan IP Address seperti [Link]
Menggunakan Nama Host seperti [Link]
Menggunakan nama domain seperti [Link]
Content Management System atau CMS adalah suatu aplikasi yang memberikan
kemudahan di dalam proses distribusi informasi . Aplikasi CMS digunakan untuk
mempermudah pengguna dalam manajemen data, mempermudah perubahan situs web
yang diinginkan, Melakukan standarisasi isi dan tampilan karena antara data dan
tampilan terpisah, dan melakukan pemutakhiran dan pemeliharaan dengan
menggunakan “template based” yang memisahkan data isi dan disain tampilan.
Jika user telah melakukan instalasi file atau direktori secara sharing, maka file atau
direktori tersebut dapat digunakan secara bersamaan dari Client. User harus melakukan
instalasi atau menjadikan file tersebut dapat dimanfaatkan oleh semua pemakai dalam
jaringan, sebelum digunakan.
Distributed File System (DFS) : Membuat Distributed File System Link, Membuat
Replika Folder, Mengecek Status
Instalasi Print Server : Instalasi printer di server dan instalasi printer di client
Konfigurasi Printer : Memberikan izin atas print server dan menambahkan driver server.
Jenis Mail Server : Merak Mail Server , MDaemon , Sendmail , Qmail , Zimbra, Apache
James, Qmail, Microsoft Exchange, Postfix, dan lain-lain.
Konfigurasi Mail Server :
Membuat dan Mengelola Mail Box
Mengunci Mail Box
Menghapus Mailbox
Pengaturan Mail pada Outlook Express
Konfigurasi pada Postfix
Pengujian : Mengirim email dengan Outlook Express dan menerima email
dengan Outlook Express. Gangguan yang ada terhadap aktivitas email adalah
spamming. Fitur antispamming: – SMTP authorization dengan user name dan
password – Dukungan terhadap real-time blacklist – Menyaring email dengan
IP address, subject, atau ukuran file – Melakukan verifikasi terhadap domain
pengirim email.
Contoh basis data server : SQL Server (disediakan Microsoft), MySQL, Oracle,
PostGre, dsb.
Keuntungan basis data :
Semakin mempercepat kerja suatu tim
Dapat melakukan pencarian data dengan mudah dan tepat
Mampu menambahkan suatu data yang baru dengan mudah
Menjamin tersimpannya data dengan tersusun rapi.
Kebutuhan : Hardware dan Kebutuhan Software : Sistem operasi dan perangkat lunak
jaringan. Proses Instalasi SQL Server 2000 : Konfigurasi SQL Server 2000, Membuat
Database Baru, Menghapus Database, Membuat Tabel Melalui Enterprise Manager,
Menggunakan Query Analyzer.
Masalah dalam keterbukaan akses :
Pemeliharaan validitas dan integritas data atau informasi tersebut
Jaminan ketersediaan informasi bagi pengguna yang berhak
Pencegahan akses sistem dari yang tidak berhak
Pencegahan akses informasi dari yang tidak berhak
Hal yang membahayakan jaringan : Probe, Scan, Account Compromise, Root
Compromise, Packet Sniffer, Denial of Service, Exploitation of Trust, Malicious Code,
Internet Infrastructure Attacks.
Perencanaan keamanan :
Menentukan data atau informasi apa saja yang harus dilindungi
Menentukan berapa besar biaya yang harus ditanamkan dalam melindunginya
Menentukan siapa yang bertanggung jawab untuk menjalankan langkah-langkah
yang diperlukan untuk melindungi bagian tersebut
Metode keamanan jaringan :
Pembatasan akses pada suatu jaringan o Internal Password Authentication
>Server-based password authentication >Firewall dan Routing Control
Menggunakan metode enkripsi tertentu
Pemonitoran terjadwal terhadap jaringan
Akun administrator diubah namanya dan hanya bisa diakses satu akun dengan
password yang sukar ditebak.
Metode Enskripsi kriptografi digunakan untuk mencegah orang yang tidak berhak untuk
memasuki komunikasi, sehingga kerahasiaan data dapat dilindungi. Metode: – DES –
PGP (Pretty Good Privacy) – SSL – SSH.
Monitor jaringan dapat dilakukan dengan melakukan pembatasan berdasarkan MAC
address dan IP address. Tools untuk diagnosis antara lain yaitu NSAuditor, GFI Network
Server Monitoring, MRTG.
Instrusion Detection System adalah sebuah sistem untuk mendeteksi penyalahgunaan
jaringan dan sumber daya komputer IDS memiliki sejumlah sensor yang digunakan
untuk mendeteksi penyusupan o Sebuah sensor untuk memonitor TCP request o Log
file monitor o File integrity checker
Diagram blok IDS : Modul sensor (sensor modul), Modul analisis (analyzer modul),
Modul basis data (database modul)
Karakteristik Firewall : >Seluruh hubungan/kegiatan dari dalam ke luar, harus melewati
firewall > Hanya kegiatan yang terdaftar/dikenal yang dapat melewati/melakukan
hubungan, > Firewall itu sendiri haruslah kebal atau relatif kuat terhadap
serangan/kelemahan
Jenis-jenis Firewall : Packet Filtering Firewall, Circuit Level Gateway, Application
Level Gateway
Konfigurasi Firewall : Screened Host Firewall system (single-homed bastion), Screened
Host Firewall system (Dual-homed bastion), Screened subnet firewall
Membangun Firewall : Mengidentifikasi bentuk jaringan yang dimiliki, Menentukan
Policy atau kebijakan, Menyiapkan Software atau Hardware yang akan digunakan dan
Melakukan test konfigurasi
Koneksi putus dapat mengakibatkan kerugian berupa terhambatnya proses bisnis suatu
perusahaan dan tertundanya beberapa pekerjaan yang dapat mengakibatkan kerugian
materi. Suatu strategistrategi perawatan untuk menjaga kontinuitas operasi IT dan
fungsi bisnis diidentifikasi berdasarkan faktor, faktor tersebut antara lain adalah sebagai
berikut: Anggaran, Kebutuhan bisnis dan Persyaratan SLA
SLA atau yang dikenal dengan perjanjian tingkat layanan adalah perjanjian formal
antara Service Provider dengan pelanggan untuk menetapkan suatu level pelayanan
(QoS) tertentu. Beberapa parameter yang dapat mempengaruhi SLA untuk layanan
voice adalah sebagai berikut : – Paket loss – Delay – Jitter – Throughput
Helpdesk adalah suatu sistem pendukung yang didesain untuk menuntun pelanggan
dengan jawaban teknis dan fungsional.
Metode Identifikasi Masalah : Metode Penelusuran Kesalahan melakukan pelacakan
hal-hal yang menyebabkan terjadinya kesalahan pada sistem jaringan, Metode Try and
Error melakukan percobaan dan mencatat hasil yang dikeluarkan untuk menemukan
pemecahan
Perawatan Perangkat Keras : Membersihkan setiap perangkat keras jaringan dari debu
yang menumpuk, Melakukan penyusunan kabel LAN secara teratur untuk mudah dalam
melakukan penelusuran kesalahan. Oleh karena itu kabel LAN biasanya diberikan
sebuah label dan Memastikan antena yang terhubung ke ISP tidak berubah posisi dari
posisi semula dan berada pada kondisi Line Of Sight.
Perawatan Perangkat Lunak : Tidak melakukan perangkat lunak yang memakan memori
besar pada komputer yang berfungsi untuk memonitoring kondisi jaringan. Perangkat
lunak yang memakan memori besar antara lain adalah game dan Selalu memperbaharui
kompatibilitas perangkat lunak dengan perangkat keras.
Dokumentasi Perawatan : Dokumentasi yang dibuat secara digital memiliki kelebihan
dibandingkan dokumentasi secara manual , Contoh dari format digital adalah dengan
membuat dokumen berformat .txt, .doc, atau .pdf
Pembaharuan jaringan yaitu Untuk dapat memenuhi permintaaan perubahan suatu
sistem, laporan kesalahan dan laporan help desk perlu dikumpulkan dan ditinjau terlebih
dahulu. Untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengerjaan
permintaan perubahan sistem, Agar dapat menjalankan permintaan secara terstruktur
sesuai dengan laporan dan permintaan yang ada .
Modifikasi Sistem :
Koreksi kesalahan sistem
Perbaikan sistem
Pengembangan sistem Staf yang ditugasi :
Administrator
IT technical support
Provider jaringan
Koreksi Kesalahan Sistem :
Memeriksa log sistem
Melakukan pencarian kesalahan
Membenahi dan membetulkan sistem yang salah
Pengembangan Sistem :
Menilai kelayakan sistem
Memperbaharui seluruh komponen dalam sistem
Menyelaraskan dengan standarisasi teknologi yang baru
Penyimpanan
Penyimpanan dokumentasi tiap user
Penyimpanan data
Penyimpanan program
Penyimpanan komponen dari sistem
Perubahan atau pengembangan dalam penyimpanan :
Perubahan kapasitas dari storage tersebut
Perubahan letak dari storage tersebut
Dampak:
Jaringan akan dimatikan dan down dalam beberapa saat
Alamat dari storage akan dikonfigurasi ulang (untuk perubahan letak storage)
Penyimpanan juga dapat dilakukan melalui jaringan berbasis IP. Salah satu keuntungan
dari network storage berbasis IP adalah membuat pelanggan dapat memilih arsitektur
penyimpanan baik tersebar (distributed), maupun terpusat (centralized).
Untuk mengantisipasi terjadinya perubahan yang terjadi pada storage, kita dapat
membuat salinan atau copy terhadap data dan informasi yang terdapat pada storage ke
media tertentu seperti Hard disk eksternal, flash disk, CD, DVD, Floppy disk, dll.
Restore adalah sistem yang berguna untuk mengembalikan suatu komputer ke suatu
keadaan sebelumnya tanpa kehilangan data-data penting (seperti dokumen word,email
dll) sesuai dengan restore point yang ditandai. Restore point adalah representasi kondisi
waktu data tertentu dari suatu komputer.
Disaster Recovery System adalah sistem yang dijalankan ketika terjadi masalah yang
disebabkan oleh bencana alam seperti gempa, banjir, tsunami, kebakaran, dll.
Dampak Bencana :
Semakin memperbesar keterlambatan suatu perusahaan dalam menyediakan
jasa. Hal ini tentu saja akan membuat perusahaan kehilangan keuntungan yang
tidak sedikit jumlahnya.
Hilangnya data-data pelanggan dan perusahaan yang akan berdampak serius
pada kelangsungan bisnis perusahaan ke depannya.
Runtuhnya infrastruktur jaringan yang telah dibangun dengan biaya yang tidak
sedikit.
Strategi dan Skenario Disaster Recovery Plan :
Memastikan keamanan para pekerja dan pengunjung atau pelanggan
Menata dan mem-back-up data-data perusahaan dengan baik
Melakukan pelatihan pada para pekerja secara periodik yang meliputi berbagai
aspek.
Kegagalan Infrastruktur :
Sabotase dari pihak yang tidak bertanggung jawab
Kegagalan infrastruktur
Serangan para cracker ganas
Menangani suatu system yang crash :
Memeriksa letak kesalahan
Mengidentifikasi jenis kesalahan
Membetulkan kesalahan sesuai jenisnya
Membetulkan kesalahan sesuai jenisnya
Business continuity plan adalah sebuah rencana yang diambil suatu perusahaan untuk
meneruskan bisnisnya, jika terjadi suatu kekacauan
Perencanaan BCP (4R) :
Mengurangi ancaman-ancaman yang mungkin terjadi (Reduce),
Merespon suatu peristiwa dengan baik (Respon),
Memulihkan dari dampak langsung suatu peristiwa (Recover),
Mengembalikan ke kondisi semula (Restore). Perancangan BCP : Dilakukan
pengamatan pada semua area pengolahan informasi kritis perusahaan – LAN,
WAN, Server, workstation – Telekomunikasi dan link komunikasi data –
Perangkat keras, perangkat lunak dan data – Media dan penyimpanan arsip –
Tugas-tugas staf dan proses produksi.
Proses BCP :
Proses Inisiasi Lingkup dan Rencana
Proses Business Impact Assessment
Proses Persetujuan Rencana dan implementasi
Proses Pengembangan BCP
CISCO : Perusahaan peralatan komunikasi yang berbasis di California, Amerika
Serikat Perusahaan ini awalnya hanya membuat peralatan routing, akan tetapi
sekarang menjual bermacam peralatan-peralatan komunikasi
Alat komunikasi CISCO :
Ethernet switches
Branch office routers and CPE (Customer Premises Equipment)
IP Telephony products such as IP PBXes (CallManager), VoIP gateways and
IP phones
Network security devices such as Firewalls, VPN concentrators, Network
and Host Intrusion Prevention and Software
Metro optical switching platforms
Large carrier grade core and edge routers / MPLS switches
Carrier and enterprise ATM switches
Cable Modem Termination Systems (CMTSes)
DSL subscriber aggregation / concentration equipment
Remote access and universal gateways
Storage Area Network (SAN) switches and appliances
Network management software and appliances
Wireless
Home networking products (via the Linksys division).
CISCO Networking Academy :
CCNA
CCNP
Hp IT Essentials I
Hp IT Essentials II
JAVA
Network Security
UNIX
Web Design
Wireless LAN
DASAR SISTEM INFORMASI
SESI 9
Planning for Acquiring, and Maintaining information systems
Strategi atau desain Supply chain
Penentuan struktur supply chain dan proses yang akan dilakukan pada tiap stage dalam waktu
jangka panjang. Struktur ini menjelaskan konfigurasi supply chain untuk kedepannya dan
bagaimana strategi/desain akan dialokasikan serta proses apa saja yang akan berjalan pada
setiap stage.
Keputusan strategis supply chain mencakup :
Lokasi dan kapasitas fasilitas
Produk yang akan dibuat atau disimpan
Moda transportasi
Sistem informasi
Keputusan rancangan supply chain berlaku untuk jangka panjang dan perlu biaya
Operasional Supply chain:
Horizon waktu bersifat mingguan atau harian
Keputusan diambil berdasar order tiap konsumen
Menyusun kebijakan operasional
Menerapkan kebijakan seefektif mungkin
Alokasi order, menetapkan duedate, kontrol data gudang, mengatur jadwal pengiriman
Faktor ketidakpastian makin sedikit
Push/pull view àmerespon order konsumen (pull) atau mengantisipasi order (push)Semua
proses dalam supply chain masuk kedalam salah satu dari dua kategori tergantung pada waktu
eksekusi relatif perusahaan untuk mengakhiri permintaan pelanggan. Dengan pull proses,
eksekusi dimulai sebagai respons terhadap pesanan pelanggan. Dengan push proses, eksekusi
dimulai dengan mengantisipasi pesanan pelanggan. Oleh karena itu, pada saat eksekusi pull
proses, permintaan pelanggan yang diketahui dengan pasti, sedangkanpada saat pelaksanaan
push proses, permintaan tidak dikenal dan harus diperkirakan. Pull proses juga dapat disebut
sebagai proses reaktif karena bereaksi terhadap permintaan pelanggan.
SUPPLY CHAIN Supply chain pada hakikatnya adalah jaringan organisasi yang menyangkut
hubungan ke hulu (UPSTREAMS) dan ke hilir (DOWNSTREAMS) dan dalam proses kegiatan
berbeda yang menghasilkan nilai yang terwujud dalam barang dan jasa di tangan pelanggan
terakhir (ULTIMATE CUSTOMER). Adalah jaringan fasilitas (gudang, pabrik, terminal dll),
alat angkut dan Logistics Information System (LIS) yang dihubungkan di antara suppliers of
suppliers sampai ke customers of customers. Logistik sendiri adalah apa yang terjadi di supply
chain.
Supply chain adalah logistik net work. dalam hubungan ini ada beberapa pemain utama yang
merupakan perusahaan yang mempunyai kepentingan yang sama, yaitu : 1. Suppliers 2.
Manufactures 3. Distribution 4. Retail Outlet 5. Customers.
Chain 1-2-3: supplier-manufactures-distribution barang sudah jadi yang dihasilkan oleh
manufactures sudah mulai harus disalurkan kepada pelanggan. walaupun sudah tersedia
banyak cara untuk menyalurkan barang ke pelanggan, yang umum adalah melalui distributor
dan ini biasanya ditempuh oleh sebagian besar supply chain. chain 1: supplier jaringan bermula
dari sini, yang merupakan sumber yang menyediakan bahan pertama, dimana rantai penyaluran
baru akan mulai. bahan Pertama ini bisa dalam bentuk bahan baku, bahan mentah, bahan
penolong, barang dagangan, suku cadang dan lain-lain.
Chain 1-2-3-4: supplier-manufactures-distribution-retail outlet pedagang besar biasanya
mempunyai fasilitas gudang sendiri atau dapat juga menyewa dari pihak lain. gudang ini
digunakan untuk menyimpan barang sebelum disalurkan lagi ke pihak pengecer. di sini ada
kesempatan untuk memperoleh penghematan dalam bentuk jumlah inventories dan biaya
gudang dengan cara melakukan desain kembali pola pengiriman barang baik dari gudang
manufacturer maupun ke toko pengecer.
Chain 1-2-3-4-5: supplier-manufactures-distribution-retail outletcustomer para
pengecer atau retailer menawarkan barang langsung kepada para pelanggan atau
pembeli atau pengguna barang langsung. yang termasuk retail outlet adalah toko bahan
bangunan, supermarket bahan bangunan, dan lain-lain.
Strategy supply chain yang dapat dikembangkan :
Mengurangi mata rantai: penjualan dilakukan langsung ke pelanggan.
Memesan komponen hanya apabila sudah menerima pesanan.
Menentukan waktu standar bagi anggota supply chain.
Menciutkan jumlah pemasok.
Mengutamakan pemasok yang dekat dengan pabrik.
Mengembangkan jit manufacturing.
Mengembangkan e-commerce.
Melakukan kemitraan
Bentuk Planning Sistem Teknologi Informasi, terbagi menjadi 2 (dua) bentuk :
1. Perancangan sistem teknologi informasi secara umum, yaitu perancangan sistem
teknologi informasi yang terkonsep, masuk akal, dirancang dengan daya fikir yang luas
/ secara makro. Analisis sistem dan desain sistem secara umum bergantung satu sama
lain. Dari proses pengumpulan, analisis dan digambarkan atau didesain secara umum.
2. Perancangan sistem teknologi informasi secara terinci/fisik, yaitu perancangan sistem
teknologi informasi yang memberikan gambaran yang jelas atau rancang bangun
(desain) yang lengkap kepada programmer. Pada perancangan sistem ini programmer,
user dan para ahli teknik ikut terlibat. Tujuan dari desain sistem ini adalah untuk
memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru.
Personil yang terlibat perencanaan sistem teknologi informasi seharusnya melibatkan
beberapa personil/ pihak lain yang terlibat dalam pengembangan nantinya seperti :
Spesialis Pengendali Sistem Teknologi Informasi
Penjamin Kualitas sistem
Spesialis Komunikasi Data
Pengguna Sistem Teknologi Informasi (User)
Tahap Perancangan Sistem Teknologi Informasi pada tahap ini/ perancangan sistem IT :
Hal – hal atau tahap-tahap yang harus diperhatikan dalam perancangan teknologi informasi
yaitu : Perancangan Output Perancangan output atau keluaran merupakan hal yang tidak dapat
diabaikan, karena laporan atau keluaran yang dihasilkan harus memudahkan bagi setiap unsur
manusia yang membutuhkannya. Tipe output dapat dibedakan : Eksternal dan internal
Eksternal : Tujuan output untuk informasi diluar organisasi pemakai. Contohnya : faktur,
check, tanda terima pembayaran, dll.
Internal : Tujuan output untuk informasi dilingkungan organisasi pemakai. Contohnya :
laporan-laporan terinci, laporan-laporan ringkasan, dll.> Yang harus diperhatikan dalam
perancangan output : > Tipe output (Eksternal, Internal) > Isi output (keterangan atau
informasi) > Format output (berupa keterangan/narrative, tabel atau grafik) > Frekuensi
(banyaknya pencetakan dalam periode tertentu).
Langkah-langkah Perancangan Output Secara Umum : >Menentukan kebutuhan Output dari
sistem yang baru >Output yang akan dirancang dapat ditentukan dari DFD sistem baru yang
telah dibuat. >Menentukan parameter dari Output (lihat yang harus diperhatikan dalam
perancangan Output.
Perancangan Input : Tujuan dari Perancangan Input adalah : Untuk mengefektifkan biaya
pemasukan data, Untuk mencapai keakuratan yang tinggi. Untuk menjamin pemasukan data
dapat diterima & dimengerti oleh pemak.
Perencanaan Proses Input dapat melibatkan dua atau tiga tahapan utama, yaitu : >Data capture
/ Penangkapan data >Data preparation / Penyiapan data >Data entry / Pemasukan data – Input
yang menggunakan alat input tidak langsung mempunyai 3 (tiga) tahapan utama, yaitu data
capture, data preparation dan data entry. – Sedangkan input yang menggunakan alat input
langsung terdiri dari 2 (dua) tahapan utama, yaitu data capture dan data entry.
Tipe Input External dan Internal Eksternal
Eksternal : Pemasukan data berasal dari luar organisasi. Contoh : faktur pembelian,
kwitansikwitansi dari luar organisasi, dll.
Internal : pemasukan data hasil komunikasi pemakai dengan sistem. Contoh : faktur penjualan,
order penjualan, dll.