Sinopsis : Drama Tari Legenda Batu Belah Batu Betangkup
Tari Legenda “Batu Belah Batu Betangkup” merupakan tari dengan unsur
Theaterikal yang mengisahkan cerita rakyat dari pedesaan. Alur ceritanya
mengekspos emosional, kemarahan, kekecewaan, dan penyesalan yang mendalam
yang akhirnya mengandung pesan-pesan moral kepada anak-anak kita untuk
memelihara sifat peduli sesama saling menghargai dan menghormati serta selalu
taat dan patuh kepada orang tua.
Alkisah diceritakan secara turun temurun, hiduplah seorang wanita dengan tiga
orang anaknya satu laki-laki dua perempuan. Diawal cerita kehidupan mereka sudah
renggang, dan di suatu saat konflik ini memuncak saat sang anak menghabisi lauk
pauk yang ibu nya buat yaitu ikan tembakul, membuat sang ibu kecewa dan
melakukan pemujaan kepada sebuah batu yang bernama “Batu Belah Batu
Betangkup” (batu itu dapat membelah dan menelan orang yang ada di sisinya
kemudian menutup kembali), meminta agar “Batu Belah Batu Betangkup” mau
menelan dirinya.
Permintaannya didengarkan dan “Batu Belah Batu Betangkup” membelah dan
menelan wanita itu. Kedua anaknya yang mendengar dan melihat emaknya ditelan
“Batu Belah Batu Betangkup” menyesali perbuatan mereka yang mengecewakan
emaknya memohon kepada “Batu Belah Batu Betangkup” melepaskan emak mereka
tapi sudah terlambat dan tak bisa keluar lagi.
DRAMA TARI BATU BELAH BATU BETANGKUP
Jumlah penari : 16 orang
Sutradara : 1 orang
Peran :
Ibu : Bunga
Anak durhaka : - Nicky Noviani
- Veni
- Zulkifli
Penari latar cewe : - yuni
- Ariani
- Mawar
- Nadia
- Rustihastiwi
- Alya ramadhani
- Ulzi
Penari latar cowo : - Irwan
- Gino susanto
- Aswadi
- Gugun
- Kurniadi
Perlengkapan Drama Tari
UNTUK PENARI
Selendang ( Hijau ) :1
Selendang ( Mustard ) :7 UNTUK DEKORASI
Kain batik : 11 Karpet (properti dari sekolah) :
Kain hitam :4 Kain dekorasi :7
Sarung :5 Kain putih dekorasi :5
Tanjak :5 Bunga :3
Caping :7 Kain untuk slayer : 10
Baka’ :3 Stapler :1
Tudung saji :1 Paku tekan :2
kotak
Kuali kecil :1
Meja :1
Spatula :1
Lampu tumblr :1
Piring :4
Gelas :3
PERLENGKAPAN LAIN LAIN
Kenceng :1
Infokus :1
Sendok nasi :1
Sound system :2
Cangkul (sekop) :4
Handphone :2
Ikan goreng :4
Laptop :1
Nasi putih :1
Adaptor :1
SCENE SCENE DRAMA TARI
1. Tari opening
2. Latar berubah menjadi sawah. Penari menarikan tarian cangkul (Dilakukan
oleh 4 penari laki laki )
3. Latar sawah, si ibu dan para petani lain sedang berbincang. (Terdapat tarian
singkat memetik padi dan beberapa dialog singkat antara ibu dan petani lain)
4. Latar berubah menjadi di rumah. Tarian singkat anak anak durhaka yang
bersikap buruk terhadap ibu nya (terdapat tarian singkat dan dialog)
5. Kemudian mencari ikan tembakul di sungai. Dan memasak nya (terdapat tarian
singkat ibu dan penari latar, kemudian pergantian latar antara sungai dan
rumah) setelah masak ibu keluar mencari kayu bakar sebentar.
6. Anak anak durhaka masuk dan melihat makanan sudah tersaji di depan
mereka. Mereka pun menyantap makanan tersebut dan menghabiskan nya
( hanya dialog )
7. Ibu masuk kerumah dan melihat masakan yang ia buat sudah habis tak
tersisa. Ibu pun menangis dan mengeluh, kemudian ia pergi kehutan ( monolog
)
8. Penari yang akan menjadi batu belah masuk
9. Ibu datang menemui batu, dan menanyikan mantra di depan batu belah.
(terdapat dialog antara batu dan ibu )
10. Ibu masuk kedalam batu belah dan meninggalkan selendang nya didepan
batu tersebut
11. Si anak durhaka mencari cari ibu mereka, dan mendapati selendang ibu
mereka ada di depan batu belah.
12. Mereka menanyikan mantra di depan sang batu
13. Terdapat dialog antar anak durhaka dan batu ( Menanyakan sang ibu dan
meminta agar mereka juga ikut masuk kedalamnya )
14. Anak durhaka pun masuk ke dalam batu belah
15. Batu dan penari di dalam membuka dan pergi keluar.
16. Penari latar perempuan masuk. Tarian penutup dengan suasana sedih.
SCENE SCENE DRAMA TARI
1. Tari opening ( Dilakukan oleh penari latar. 5 perempuan, 4 laki laki)
Sound 1 , putih
2. Latar berubah menjadi sawah. Penari menarikan tarian cangkul (Dilakukan
oleh 4 penari laki laki )
Sound 2 , GANTI SLIDE
3. Latar sawah, si ibu dan para petani lain sedang berbincang. (Terdapat tarian
singkat memetik padi dan beberapa dialog singkat antara ibu dan petani lain)
Sound 3
4. Latar berubah menjadi di rumah. Tarian singkat anak anak durhaka yang
bersikap buruk terhadap ibu nya (terdapat tarian singkat dan dialog)
Sound 4 , slide rumah
5. Kemudian mencari ikan tembakul di sungai. Dan memasak nya (terdapat tarian
singkat ibu dan penari latar, kemudian pergantian latar antara sungai dan
rumah) setelah masak ibu keluar mencari kayu bakar sebentar.
Sound 5, slide sungai, kemudian slide rumah. Kelompok lain menyiapkan
meja dan piring piring untuk persiapan ibu memasak.
6. Anak anak durhaka masuk dan melihat makanan sudah tersaji di depan
mereka. Mereka pun menyantap makanan tersebut dan menghabiskan nya
( hanya dialog )
sound 6, slide rumah
7. Ibu masuk kerumah dan melihat masakan yang ia buat sudah habis tak
tersisa. Ibu pun menangis dan mengeluh, kemudian ia pergi kehutan (monolog)
Sound 7, slide rumah. Setelah scene ibu pergi kelompok lain
mengemaskan bekas makanan ibu (sambil narasi di bacakan)
*NARASI
Karena sudah terlalu lelah dengan tingkah laku anak anak nya, ia pun
pergi untuk menemui batu balah batu betangkup yang konon katanya bisa
berbicara dan menangkup manusia.
8. Penari yang akan menjadi batu belah masuk
Sound 6, slide hutan
9. Ibu datang menemui batu, dan menanyikan mantra di depan batu belah.
(terdapat dialog antara batu dan ibu )
Masih sound 6, masih slide hutan.
10. Ibu masuk kedalam batu belah dan meninggalkan selendang nya didepan
batu tersebut
Masih sound 6, Sound petir, masih slide hutan
*NARASI (SETELAH IBU MASUK KE BATU)
Satu hari berlalu anak anak itu tidak mendapati ibu nya dirumah, mereka
kelaparan karena tidak ada yang membuatkan mereka makanan, lalu
mereka berinisiatif untuk mencari ibu mereka di hutan.
11. Si anak durhaka mencari cari ibu mereka, dan mendapati selendang ibu
mereka ada di depan batu belah.
Sound 6
12. Mereka menanyikan mantra di depan sang batu
Sound 6
13. Terdapat dialog antar anak durhaka dan batu ( Menanyakan sang ibu dan
meminta agar mereka juga ikut masuk kedalamnya )
Sound 6
14. Anak durhaka pun masuk ke dalam batu belah
Masih sound 6, sound petir.
15. Batu dan seisi isinya membongkar
Masih sound 6. Slide diubah menjadi latar putih
15. Penari latar perempuan masuk. Tarian penutup dengan suasana sedih.
Sound 8, tidak ada slide